Anda di halaman 1dari 6

ARSITEKTUR DALAM

PEMIKIRAN & PERADABAN ISLAM

Khalifah
REVIANTO B. SANTOSA

Abu Bakr
(632-634)
Disepakati sebagai pengganti Rasul
(Khalifatur Rasul) berdasar isyarat.
Abu Bakr berfokus pada konsolidasi
internal untuk menanggulangi
disintegrasi umat dan teritori
sepeninggal Rasulullah.
Perang Riddah untuk menanggulangi
disintegrasi umat yang melepas iman
dan loyalitas.
Melakukan kompilasi dan penulisan
mushaf Al-Quran yang kemudian
disimpan Hafsah binti Umar.
Ekspansi teritorial sebatas menaklukkan
Jazirah Arabia.

Umar ibn alKhattab


(634-44)
638 Muslim menaklukkan Yerusalem yang
kemudian menjadi kota suci ketiga

641 Muslim menguasi Syria, Palestina dan


Mesir
Untuk mengakomodasi pasukan Muslim,
Umar menetapkan kebijakan membangun
Dar al-Hijrah yang kemudian berkembang
sebagai Amsar atau kubu pertahanan
(garrison cities) Kufah (638), Basrah (634)
dan Fustat (638).
Semula Amsar dibangun sebagai
permukiman temporer dibangun untuk
kediaman umat Islam yang terpisah dari
wilayah yang ditaklukkan.

644 Umar dibunuh oleh seorang tawanan


perang dan Uthman ibn Affan dipilih oleh
Ahl Halli wal Aqdi sebagai khalifah ketiga.

Basrah

634
AMSAR PERTAMA
Sebagai amsar yang pertama, Basrah
menjadi model bagi amsar berikutnya.
Masjid dan Rumah Saad bin Abi Waqqas
(yang kemudian menjadi Dar al Imarah
atau Rumah Pemimpin) berada di pusat
yang dikelilingi oleh sejumlah Khutat atau
permukiman untuk kelompok tertentu dan
dua pasar.
Umar memerintahkan agar kompleks ini
dibuat semi permanen dengan tenda dan
bangunan rumbia meskipun kemudian
menjadi susunan bata.

Kufah

638
THE SECOND AMSAR
Masjid Jami Kufah dibangun menurut pola
Masjid Nabawi dengan beberapa fitur
spesifik:
Bentuk geometris bujur sangkar
Pembatas berupa parit
Kolom menggunakan bongkaran dari
bangunan kuna
Dar al Imarah merapat pada sisi kiblat

Kufah
The second
amsar
638

Masjid Jami Kufah dibangun menurut


pola Masjid Nabawi dengan beberapa
fitur spesifik:
Bentuk geometris bujur sangkar
Pembatas berupa parit
Kolom menggunakan bongkaran dari
bangunan kuna
Dar al Imarah merapat pada sisi kiblat

Damaskus
Mengislamkan/ mengarabkan kota
kuna
Berbeda dengan penaklukan ke wilayah lain,
penaklukan Damaskus di Syam/Siria tidak diikuti
dengan pembangunan Amsar. Pasukan Muslim
berkediaman di kota tersebut. Hal ini mungkin
karena Damaskus cukup dekat jaraknya dari
Madinah.
Di pelataran suci untuk Yupoter di masa Romawi
didirikan Gereja st. Yohanes Pembaptis. Di
halaman gereja ini umat Islam mendirikan
Masjid Jami Damaskus. Dar al Imarah untuk
gubernur dibangun di sisi kiblat masjid ini.

Konfigurasi Gereja,
Masjid dan Dar al
Imarah di pusat kota
Damaskus

Uthman ibn
Affan

Ali ibn Abu


Thalib

(644-656)
644-50 Muslims menaklukkan Cyprus,

(656-661)

Tripoli di Afrika Utara dan membentuk


kekuasaan di Iran dan AFghanistan.

656 Ali dipilih sebagai Khalifah keempat


dengan beberapa kalangan tidak
menghendakinya

Menyusun ulang dan menyalin Mushaf alQuran kemudian mengirimkannya ke


Fustat, Kufah, Basrah, Damaskus dan
Madinah.
Uthman membiarkan umat Islam
bermigrasi ke amsar dan Damaskus yang
menjadikan wilayah tersebut makin
mapan.
Wilayah-wilayah mulai mengambil inisiatif
sendiri. Muncul banyak ketidakpuasan
terlebih ketika Uthman mengangkat
Muawiyah ibn Abu Sufyan sebagai wali
Syam di Damaskus.
656 Uthman dibunuh oleh kalangan
Muslim yang tidak puas dengan
kepeminpinannya.

656 Perang Unta (Jamal) kalangan yang


menuntut pengusutan pembunuh Uthman
dipimpin oleh Aisyah, Thalhah dan Zubair
mendesak Ali tapi dapat dikalahkan.
Ali menyingkir ke Kufah dari
Madinah. Amsar menjadi pusat
pemerintahan.
Kelompok Muawiyah ibn Abu Sufyan
mendesak Ali dalam Perang Shiffin
dengan arbitrase yang memojokkan
posisi Ali
Umat pecah menjadi tiga: pro-Ali (Syiah),
pro-Muawiyah dan anti keduanya
(Khawarij)