Anda di halaman 1dari 11

PENETASAN TELUR

Oleh kelompok 08 :
1. Reza Setiawan D0A013044
2. Triantoro Hidayat DOAO13045
3. Heru Purwanto DOAO13046
4. Saiful Huzda DOAO13047
5. Diah Ayu Sekar Palupi DOAO13048

1. Pengertian
Penetasan telur adalah usaha untuk
menetaskan telur unggas dengan
bantuan mesin penetas telur yang
sistem atau cara kerjanya mengadopsi
tingkah laku (behaviour) induk ayam
atau unggas lainnya selama masa
mengeram.

Penetasan telur dibagi menjadi dua :


1.Penetasan secara alami (natural incubation)
Pengeraman yang dilakukan oleh
induknya.Biasanya alasnya terbuat dari
rumput atau jerami yang bersih dan
lembut.Biasanya induk akan membuat sendiri
sarangnya dengan menggunakan naluri
kehewanannya dan dapat menentukan baik
tidaknya sarang yang telah dibuat.
Kelebihan :
Mudah dilakukan
Tidak perlu alat
Tidak tergantung sumber panas
Kekurangan :
Kapasitas sedikit (8-12 butir)

2. Penetasan buatan (artificial incubation)


Penetaasan yang dilakukan dengan
menggunakan alat yang disebut mesin tetas
atau inkubator.
Kelebihan :
Kapasitas besar
Penularan penyakit dapat dicegah
Produksi telur dapat ditingkatkan
Kekurangan :
Perlu ketrampilan khusus
Biaya untuk mesin tetas
Tergantung sumber panas

Mengapa penetasan telur perlu


dilakukan ?
Karena ada jenis unggas yang
mempunyai naluri atau sifat
mengeram.
Jumlah telur yang mampu dierami
induk terbatas sehingga menyulitkan
manajemen pemeliharaan.
Agar produksi dari seekor induk lebih
banyak.
Sebagai sarana pencegahan
penyakit.

Hal yang perlu diperhatikan dalam


penetasan dengan mesin tetas adalah :

1. Pemilihan telur
a. Asal telur
b. Besar telur
c. Bentuk telur
d. Kerabang telur
e. Kualitas interior

2. Fumigasi
Fumigasi merupakan upaya untuk
membasmi mikroba yang menempel
pada kerabang telur maupun mikroba
yang terdapat pada mesin tetas dan
ruang penyimpan telur.
Dosis fumigasi normal : dua bagian
larutan formalin dalam ml (cc) dicampur
dengan KMnO4 dalam gram atau 40 ml
formalin + 20 g KMnO4 untuk luas
ruangan 100 ft3 atau 2,83 m3.

3. Ruang mesin tetas


Ruang mesin tetas harus memperhatikan
temperatur, suhu dan kelembaban.
4. Posisi telur
Telur diletakkan pada rak telur dengan posisi miring (
30 - 45 ).
5. Pemutaran telur
Dilakukan mulai hari ke empat sampai hari ke 19,
secara manual dan sederhana pemutaran telur
dilakukan tiga kali sehari, sedangkan pada mesin tetas
otomatis pemutaran disetiap satu jam sekali.
6. Candling (pemeriksaan telur)
Fungsi candling adalah mengeluarkan telur fertil dan
retak, mengeluarkan telur yang embrionya mati pada
awal penetasan dan mengeluarkan telur yang
emberionya mati pada akhir penetasan.

Gambar mesin tetas


Bagian bagian mesin
tetas
Kapsul
Termolegurator
Rak telur
Bak air
Cerobong
Lampu
Ventilasi
Termometer

Faktor yang mempengaruhi


penetasan
Sumber panas
Air
Operator
Pemutaran telur
Peneropongan

TERIMA KASIH