Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.

Latar Belakang
Al-Quran turun dengan bahasa Arab dikarenakan Rasulullah Saw dan para

Mukhatab pertamanya menggunakan bahasa tersebut. Dan Jikalau kami jadikan


Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka
mengatakan: Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya? apakah (patut Al Quran)
dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? [Fushilat: 44 ]
Dalam pembelajaran Bahasa Arab, kata terbagi menjadi tiga yaitu Isim, Fiil,
dan Huruf. Namun pada makalah ini akan dibahas tentang isim. Isim adalah kata
yang bermakna namun tidak terikat dengan waktu. Fiil adalah kata kerja. Dan
Huruf adalah kata penghubung.

1.2.

Rumusan Masalah
Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan

makalah ini adalah Isim dan Macam-Macamnya.


Untuk memberikan kejelasan makna serta menghindari meluasnya
pembahasan, maka dalam makalah ini masalahnya dibatasi pada :
1. Apakah pengertian dari Isim?
2. Apakah ciri-ciri dari Isim?
3. Apa saja pembagian dari Isim?

1.3.

Tujuan Penulisan
Pada dasarnya tujuan penulisan karya tulis ini terbagi menjadi dua bagian,

yaitu tujuan umum dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini
adalah untuk menyelesaikan tugas mata kulian Bahasa Arab.

Adapun Tujuan khusus penyusunan makalah ini adalah :


1. Mengetahui pengertian dari Isim.
2. Mengetahui ciri-ciri dari Isim.
3. Mengetahui pembagian dari Isim.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Isim












Artinya : Jenis kata yang mengandung makna yang tidak terikat dengan
waktu
(tenses).
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa isim adalah semua jenis kata
benda atau segala sesuatu yang dikategorikan benda; baik benda mati maupun
benda hidup, tanpa berkaitan dengan masalah waktu. Di sisi lain, isim (kata
benda) ada yang bersifat konkrit (dapat dijangkau indera) dan ada pula yang
bersifat abstrak (tidak dijangkau diindera).

2.2. Ciri-ciri Isim


Isim memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut:
3

1. Berharokat kasroh atau kasrohtain : Jika suatu kata mempunyai akhiran


kasroh, maka bisa dikatakan ia adalah isim.
Contoh :




Kata yang di garis bawah (
dan
) di atas termasuk isim, dikarenakan
akhiran katanya berupa harokat kasroh.
2. Tanwin : Jika suatu kata berakhiran tanwin, maka ia adalah isim.

Contoh :




Kata bergarisbawah (



) di atas merupakan isim, terlihat dari adanya
tanwin pada akhirannya.
3. Terdapat pada awal kata
Contoh :






Kata yang bergaris bawah (keseluruhan kata) di atas merupakan isim, karena
bergandengan dengan .
Perlu diketahui, jika suatu isim bergandengan dengan , maka isim tersebut
tidak boleh di tanwin, begitu pula sebaliknya, sehingga isim tidak boleh
kemasukan tanda dan tanwin pada satu kata, namun isim harus mempunyai
salah satu dari kedua tanda di atas, baik itu saja atau tanwin saja.
4. Terletak setelah huruf jer
4

.
Diantara huruf-huruf jer adalah : (.
.. )


: Dari

: Ke

: Di atas

: Dari

: Milik, Kepunyaan
: Betapa banyak, acapkali

: Dengan
: Seperti
: Di dalam

Contoh :





Dari contoh di atas, kata
dan
, termasuk isim karena terletak setelah
huruf jer.
5. Idhofah (penyandaran) = Mudhof mudhof ilaih : Jika terdapat dua kata yang
bergandengan, dengan kata yang kedua mempunyai akhiran kasroh, maka
kedua kata tersebut kemungkinan besar adalah isim.
Contoh :


: Kitabnya Muhammad

: Agama Islam

Kata pertama sebagai mudhof (yg disandarkan) dan kata kedua sebagai
mudhof ilaih (yang menyandarkan). Kata yang kedua di atas adalah isim, karena
idhofah, dan terlihat pada kata kedua mempunyai akhiran kasroh.

2.3. Pembagian Isim


Isim terbagi oleh beberapa macam. Yaitu berdasarkan jenisnya, berdasarkan
jumlah benda, berdasarkan terdefinisi (khusus) atau tidak terdefinisi (umum) dan
berdasarkan huruf akhir dan sakal (tanda) akhirnya.
Isim Berdasarkan Jenisnya
5

Isim berdasarkan jenisnya dibagi menjadi dua bagian yaitu isim mudzakkar
(laki-laki) dan isim muannats (perempuan), masing-masing bagian tersebut ada
yang faktanya berjenis kelamin laki-laki (hakiki) dan perempuan (hakiki) dan ada
yang hanya lafadznya saja, sedangkan faktanya sama sekali tidak diketahui jenis
kelaminnya (benda). Mudzakkar hakiki dan muannats hakiki sangat mudah
dibedakan dan tidak memerlukan ciri-ciri khusus, sedangkan yang lafdzi untuk
membedakannya diperlukan ciri-ciri serta cakupannya.
diakhiri dengan ta marbuthoh ()Ciri Muannats Lafdzi:
Contoh :

Cakupan Muannats Lafdzi meliputi :

Alat tubuh yang berpasangan


Contoh:

Benda yang tidak dapat dihitung


Contoh:




Oleh orang Arab digolongkan muannats (simai)


Contoh:










Seluruh benda yang jumlahnya lebih dari dua satuan (jamak).


( setiap jamak adalah muannats)
Kaidahnya:




Contoh:

( pintu-pintu)
( jendela-jendela)
Apabila tidak terdapat ciri muannats dan tidak tercakup dalam isim

muannats seperti di atas, maka isim tersebut adalah Mudzakkar.


Isim Berdasarkan Jumlah Benda
6

Berdasarkan jumlah bendanya isim dibagi menjadi tiga, yaitu isim mufrod,
isim mutsanna dan isim jamak. Isim mufrod adalah isim yang jumlah bendanya
satu satuan (satu biji, satu helai, satu pohon dan sebagainya), biasanya ditandai
dengan dhommah, fathah, kasroh. Isim mutsanna adalah isim yang jumlah
bendanya dua satuan. Tanda khas yang mudah diketahui dari isim ini adalah
akhirannya
atau
atau
untuk mudzakkar dan
untuk muannats. Isim
jamak adalah isim yang jumlah bendanya lebih dari dua satuan. Isim jamak ini
dibagi tiga bagian, yaitu jamak mudzakkar salim (
) , jamak



muannats salim (


) dan jamak taksir (
) .





Isim jamak mudzakkar salim berasal dari isim mudzakkar mufrod dan
rangkaian hurufnya tidak ada yang diubah hanya ditambah (
) atau (
)
di akhirnya.
Contoh :






atau
berasal dari


Isim jamak muannats salim berasal dari isim muannats mufrod dan
rangkaian hurufnya tidak ada yang dirubah hanya ta marbuthoh di akhir
kata yang menjadi ciri isim muannats dipisahkan dulu dengan menambah
alif mati menjadi
.
atau
Isim jamak taksir dapat berasal dari isim mudzakkar mufrod atau isim
muannats mufrodah, akan tetapi rangkaian hurufnya terjadi pemecahan
baik ditambah atau dikurangi. Isim ini tidak memiliki aturan dan tanda khas,
sehingga harus dihafal.
Contoh :

berasal dari
berasal dari
,
Berdasarkan Terdefinisi (Khusus) atau Tidak Terdefinisi (Umum)
Berdasarkan umum dan khususnya isim dibagi menjadi dua, yaitu isim
nakiroh (umum) dan isim marifat (khusus).

Isim nakiroh ditandai dengan adanya tanwin ( .. .. ..)


Contoh :


Isim marifat mencakup tujuh jenis, yaitu :
Isim yang diawali dengan Al ()
Contoh :


a. Isim Dhomir
Kata ganti ini digolongkan ke dalam isim marifat karena fungsinya untuk
menggantikan isim tertentu.
Berdasarkan penampakkannya dalam tulisan, isim dhomir dibagi dua, yaitu
isim dhomir bariz (tampak dalam tulisan) dan isim dhomir mustatir (tidak tampak
dalam tulisan). Pada bab ini hanya dibahas isim dhomir bariz, sedangkan isim
dhomir mustatir dibahas setelah membahas kalimat sempurna.
Isim dhomir bariz dibagi lagi menjadi dua bagian yaitu isim dhomir bariz
+
muttashil (tersambung dengan kata lain) seperti :
=
dan isim dhomir
bariz munfashil (berdiri sendiri) seperti :


b. Isim isyaroh (
)

Kata tunjuk digolongkan ke dalam isim marifat karena fungsinya untuk
menunjuk isim-isim tertentu.
Kata tunjuk ini berbeda sesuai dengan Ietak isim yang ditunjuk serta jenis
dan jumlahnya. Perbedaan kata tunjuk ini antara isim dekat (qorib) dengan jauh
(baid) yaitu ha tanbih ( .
) di awal untuk qorib dan adanya dhomir mukhotob di
8


akhir untuk isim baid (
atau
) . Selain isim isyaroh ada yang dikaitkan
dengan letak, jenis dan jumlahnya, ada juga isim isyaroh yang dikaitkan dengan
letaknya saja.


Seperti :
c. Isim Maushul (
)




Isim maushul ini digolongkan ke dalam isim marifat karena fungsinya untuk
mengkhususkan suatu isim tertentu dengan kalimat yang ada sesudahnya.
Selain isim maushul yang digunakan untuk menghubungkan isim
berdasarkan jenis dan jumlahnya, ada pula isim maushul yang sifatnya umum
(tidak dilihat mudzakkar atau muannats-nya) yang digunakan untuk yang berakal
atau yang tidak. Yaitu
( apa-apa, apa saja) digunakan untuk isim yang tidak
berakal (
) dan


( siapa saja/barang siapa) digunakan untuk




isim yang berakal (
) .





d. Isim Alam (
)

Isim alam adalah isim yang digunakan untuk nama tertentu tanpa
membutuhkan penjelasan. Isim ini marifat karena setiap nama menunjukkan isim
tertentu. Pada bagian ini akan dikhususkan pada kata yang digunakan untuk
nama manusia. yang dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :

Isim khos (nama asli)



Contoh :

Kunyah (
) : julukan
Adalah nama yang diawali dengan kata :



dan

Contoh :



dan lain-lain.



9

Laqob (
) : gelar

Diberikan khusus kepada orang-orang yang mempunyai kelebihan dalam
suatu perkara.
Contoh :


dan lain-lain
e. Isim Munada (

)


Adalah isim yang berada setelah huruf nida. Isim ini menjadi marifat karena

setiap objek yang diseru. pasti telah tertentu dan diketahui oleh si penyeru. Huruf
nida terdiri dari huruf nida untuk dekat, untuk jauh dan untuk dekat dan jauh.
Isim munada dibagi lima, yaitu : mufrod alam, nakiroh maqsudah,
mudhofan, sibhul mudhof, nakiroh ghoiru maqsudah dan khusus lafdzul jalalah.
Pada bagian ini hanya dibahas tiga jenis isim munada yang banyak dijumpai
dalam Al-Quran atau bacaan sehari-hari, yaitu isim munada mufrod (satu kata),
munada mudhofan dan isim munada khusus lafdzul jalalah.

Isim munada mufrod

Yaitu isim munada yang terdiri dari satu kata bentuknya nakiroh, akan tetapi
tidak boleh pakai tanwin setelah diawali huruf nida. Tanda akhirnya tetap rofa
(salah satu tandanya dhommah).
Contoh :


Isim munada mudhofan

Isim munada yang berbentuk idhofah (disandarkan). Tanda akhir untuk kata
yang disandarkan adalah nashob (salah satunya fathah).

Contoh :

10

Kadang-kadang huruf nida dapat dibuang jika berbentuk doa


seperti : menjadi

Isim munada khusus lafdzul jalalah (


)

Sebenarnya termasuk isim munada mufrod, akan tetapi isim munada ini ada
pengkhususan yaitu : bentuknya marifat
dan huruf nida bisa diganti dengan
huruf mim yang bertasydid ditarik di akhirnya yaitu :

Catatan :
Apabila isim munada mufrod dalam bentuk marifat baik dengan
ataupun isim maushul, maka setelah tidak dapat langsung tersambung dengan
isim tersebut, tetapi harus diselingi dengan lafadz ( untuk isim mudzakkar) dan
( untuk isim muannats).
Contoh :



f. Isim Idhofat (kata yang disandarkan) (

)

Penyandaran (idhofat) ini hanya terjadi antara dua isim (tidak fiil dan tidak
juga huruf) Isim yang pertama yang disandarkan disebut mudhof (


)
sedangkan isim yang disandari disebut mudhof ilaihi (



) , yang merupakan
isim marifat adalah isim yang menjadi mudhof, sedangkan yang menjadi mudhof
ilaihi dapat marifat dapat pula nakiroh tergantung bentuknya. Yang perlu
dipahami bahwa mudhof ilaihi itu tidak boleh kata sifat, dan bentuknya tetap
majrur (salah satu tandanya kasroh).
Sedang ketentuan untuk mudhof adalah :

Tidak boleh ada

Tidak boleh tanwin

11

Apabila isim mutsanna dan jamak mudzakkar salim, nun yang berada di
akhirnya dibuang.

Contoh :

+
=

+ . =

=
+

Berdasarkan Huruf Akhir dan Sakal (tanda) Akhirnya


Berdasarkan huruf akhir dan sakal akhirnya isim dibagi 4 jenis, yaitu isim
shohih akhir, isim mutal akhir, asmaul khomsah dan isim ghoiru munshorif.
1. Isim shohih akhir ini sudah dibahas pada bab-bab sebelumnya, terdiri dari
isim mufrod, mutsanna, jamak taksir, jamak mudzakkar salim dan jamak
muannats salim.
2. Isim mutal akhir artinya isim yang huruf akhirnya berupa huruf illat yaitu
alif mati atau ya mati ( atau ) . Jika akhirnya alif mati disebut isim
maqshur (


) seperti :



, dan jika akhirnya ya mati

disebut isim manqus (


) seperti :




3. Asmaul khomsah (isim yang lima) adalah isim yang jumlahnya lima buah,

yaitu :


.

Kelimanya memiliki kesamaan bentuk yaitu diakhiri dengan wawu jika rofa




seperti :










Diakhiri dengan alif jika nashob, seperti :









Diakhiri dengan ya jika majrur, seperti :





Isim ghoiru munshorif (isim yang tidak menerima tanwin).
12

Ada beberapa isim yang tidak ber dan bukan sebagai mudhof, akan
tetapi tidak dapat menerima tanwin. Isim semacam ini disebut isim ghoiru
munshorif. Yang termasuk isim ghoiru munshorif adalah :

Sebagian besar nama orang yang bukan bentukan dari kata lain, seperti :





dll.

Shighot muntahal jumuk ( ) , bentuk jamak yang sama




dengan





dan
, seperti :

Mengandung alif tanits mamdudah ( ) seperti :


2.4 Cara Mengenal Isim


Isim bisa dikenali dengan sangat mudah seperti dikutip dalam kitab
jurumiyyah

























maka adapun isim dikenali dengan adanya khofad ( garis bawah ...... ) dan
tanwiyn dan kemasukan huruf alif dan lam dan kemasukan huruf khofad ( yaitu
huruf yang membuat suatu kalimat menjadi baris dibawah/kasroh ; nanti aka saya
jelaskan ) dan kemasukan huruf qosam.

Tanda-tanda Isim :

adanya tanda khofad : khofad adalah baris harokat yang dituliskan kebawah
( ..... ) sering disebut dengan harokat kasroh yang ada di akhir kalimat,
seperti contoh :

13

adanya tanda tanwin ( ...... ) setiap fi'il tidak mempunyai tanda tanwin
hanya isim yang mempunyai tanwin.

adanya alif lam di depannya ( ) contoh :


dimasuki oleh salah satu dari huruf kofad yaitu ( , , ,

, ,

, ,
)
,

contoh lihat pada gambar :

dan yang terakhir yaitu dimasuki huruf qosam , huruf qosam yaitu huruf
yang menunjukan arti sumpah dan hanya bisa masuk pada kalimat tertentu,
huruf qosam ada tiga yaitu : , ,

( ) hanya masuk pada isim yang dzohir , contoh :




( ) hanya masuk pada isim yang mudmar / berupa dhomir , contoh :
( ) hanya masuk pada kalimat , contoh :

BAB III
14

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Isim adalah semua jenis kata benda atau segala sesuatu yang dikategorikan
benda; baik benda mati maupun benda hidup, tanpa berkaitan dengan masalah
waktu.
Isim memiliki ciri-ciri yaitu berharakat kasroh, bertanwin (fathahtain,
kasrohtain dan dhommahtain), terdapat pada awal kata, terletak setelah huruf
jer dan idhofah atau penyandaran.
Isim terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu berdasarkan jenisnya,
berdasarkan jumlah benda, berdasarkan terdefinisi (khusus) atau tidak terdefinisi
(umum) dan berdasarkan huruf akhir dan sakal (tanda) akhirnya.
Isim berdasarkan jenisnya terbagi dua, yaitu Muannats dan Mudzakar. Isim
berdasarkan jumlah benda terbagi tiga, yaitu Isim Mufrod, Isim Mutsanna dan Isim
Jamak. Isim berdasarkan terdefinisi (khusus) atau tidak terdefinisi (umum) terbagi
dua, yaitu Isim Nakiroh dan Isim Marifat. Isim berdasarkan huruf akhir dan sakal
(tanda) terbagi empat, yaitu isim shohih akhir, isim mutal akhir, asmaul khomsah
dan isim ghoiru munshorif.

15

DAFTAR PUSTAKA
Ibrah. Pembagian Isim. pada
http://ibrah78gorut.blogdetik.com/category/nahwu-i/pembagian-isim.html, diakses
pada 09 November 2011
Ryper. Pengenalan Isim dan Tanda-Tandanya.
http://ponpes-online.blogspot.com/2012/03/bab-2-pengertian-dan-penjelasanisim.html

16

17