Anda di halaman 1dari 5

OPTIMALISASI ARANG AKTIF LIMBAH KULIT KOPI

SEBAGAI ADSORBEN ION Pb (II) DAN ION Cd (II)


1.1 Latar Belakang
DiIndonesia kopi merupakan sumber devisa serta memiliki peranan yang
penting dalam memajukan industri perkebunan diIndonesia dengan kurun waktu
20 tahun mengalami peningkatan yang signifikan (Ditjenbun,2010). Di Indonesia
produksi kopi Robusta mencapai 80% dibandingkan dengan kopi yang lain
(Barani, 2009).
Tidak hanya sebagai sumber devisa, kopi memiliki peranan penting sebagai
sumber penghasilan bagi satu setengaah juta jiwa petani kopi yang ada di
Indonesia (Rahardjo,2012). Kopi merupakan tanaman yang paling banyak di
budidayakan. Seiring berkembangnya waktu kopi memiliki banyak peminat
terutama para pebisnis yang memanfaatkan kopi sebagai olahan minuman yang
siap disajikan. Kopi yang telah mengalami proses pengolahan baik secara basah
maupun kering akan menyisakan limbah yang dapat mencemari lingkungan.
Pengolahan kopi secara basah akan menghasilkan limbah padat berupa kulit
buah/pulpa kopi pada proses pengupasan buah (pulping) dan kulit tanduk pada
saat penggerbusan (hulling). Limbah kulit kopi dapat mencapai 28,7 % dari
produksi kopi (Parani, 2010). Jika produksi kopi pada tahun 2008 mencapai 683
ribu per ton (Deptan, 2009) maka limbah pulpa kopi mencapai 196,2 ribu per ton
(Hartati, 2011).
Kandungan selulosa dan senyawa organik serta unsur karbon yang ada pada
kulit kopi memiliki potensi sebagai ahan dasar dalam pembuatan arang aktif

(Budiarta, 2014). Pulpa kopi disebutkan memiliki kandungan selulosa 15-43 %


(Misran, 2009), Sementara, kadar pektin pulpa kopi mencapai 6,5 %
(Mazzafera,2002). Menurut Kurniasari, dkk (2012), pektin dapat digunakan juga
sebagai alternatif bahan baku biosorben logam berat. Oleh karena itu, kandungan
selulosa dan pectin yang terdapat pada kulit kopi dapat dimanfaatkan sebagai
adsorben.
Pembuatan arang aktif dapat dilakukan pada bahan atau materi organik
maupun anorganik dengan syarat bahan tersebut mempunyai struktur yang
berpori. Ada beberapa bahan dasar yang dapat dimanfaatkan dalam pembuatan
arang aktif diantaranya

kayu, batubara muda, tempurung kelapa, tempurung

kelapa sawit, kulit buah kopi, sekam padi, tempurung biji karet tempurung biji
jarak dan tempurung biji kemiri (Sudrajat dan gustan Pari, 2011).
Arang aktif banyak digunakan dalam berbagai proses salah satunya dalam
proses penyerapan logam berat. Logam berat dengan konsentrasi yang tinggi
maupun dalam konsentrasi yang rendah dapat mengakibatkan timbulnya berbagai
macam penyakit pada makhluk hidup yang telah terpapar dengan logam berat
tersebut.
Logam berat dengan konsentrasi yang tinggi maupun dalam konsentrasi yang
rendah dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit pada makhluk
hidup yang telah terpapar dengan logam berat tersebut. Salah satunya adalah
logam berat timbal (Pb) dan cadmium (Cd) yang apabila terpapar pada makhluk
hidup akan mempengaruhi sistem metabolisme tubuh serta dapat menimbulkan
kerusakan pada fungsi hati. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan

kadar logam berat. Yaitu, salah satunya dengan proses adsorpsi menggunakan
arang aktif.
Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian terkait dengan potensi kulit kopi
dalam menyerap logam berat timbale (Pb) dan cadmium (Cd). Selain mudah
didapatkan dan renewable, kulit kopi diharapkankan mampu menyerap timbale
(Pb) dan cadmium (Cd). Berbagai macam penelitian dengan menggunakan kulit
kopi sebagai adsorben dengan activator yang berbeda. Seperti pada penelitian
yang dilakukan oleh Budiarta (2014), menggunakan activator H2SO4 5% dan
activator KOH 5 % diperoleh efisiensi penyerapan pada logam timbale sebesar
57,14% dan 42,86% dan pada logam cadmium sebesar 65,41% dan 47,92%
dengan waktu kontak 120 menit.
Menurut Perrich dalam Hanung (2008),

adapun faktor yang

mempengaruhi kapasitas adsorpsi antara lain yaitu; Luas permukaan adsorben,


Ukuran partikel, Waktu kontak, Distribusi ukuran pori, Konsentrasi, Temperatur.
Pada penelitian yang dilakukan oleh Pambayun, dkk (2013 ) yang membuat
karbon aktif dari arang tempurung kelapa dengan activator ZnCl2 dalam menyerap
fenol dengan removal tertinggi pada konsentrasi 7,5% dengan waktu kontak 180
menit (3 jam), penelitian yang dilakukan oleh Masitoh dan Sianita B (2013),
membuat karbon aktif berbahan dasar kulit buah coklat menggunakan activator
ZnCl2 9% yang menghasilkan kapasitas adsorpsi 80,522% dengan waktu kontak
optimum 60 menit . Pada penelitian Danarto dan Samun (2012), pengaktivasian
arang aktif menggunakan ZnCl2 dengan bahan dasar sekam padi. Kemampuan

penyerapan yang diperoleh yaitu mencapai 95,6% pada logam Cr (IV) pada
konsentrasi 10% waktu kontak optimum 40 menit. Serta pada penelitian Hidayah
dkk (2012), pengaktivasian arang aktif menggunakan ZnCl2 0,1 M dengan bahan
dasar batang pisang. Kemampuan penyerapan yang diperoleh yaitu mencapai
85,4% pada logam Fe dengan waktu kontak optimum 60 menit. Oleh karena itu,
ada pengaruh terhadap konsentrasi activator dan waktu kontak yang diberikan
terhadap penurunan kadar pada adsorbat. Dalam penelitian ini digunakan
activator ZnCl2 yang berfungsi untuk memperbesar luas permukaan adsorben.
Sesuai yang telah di jelaskan oleh Kateren (1987), beberapa larutan dapat
digunakan sebagai pengaktivator salah satunya adalah ZnCl 2 dan menurut Daud
(1997) ZnCl2 merupakan aktivator yang baik. Juga menurut Rahim et al (2010),
penggunaan aktivator dengan ZnCl2 adalah aktivator yang baik dengan tinggi luas
permukaan dan bebas dari polusi terhadap lingkungan..
1.2 Rumusan Masalah
Kulit kopi merupakan limbah yang penggunaannya masih sangat terbatas
sedangkan limbah yang dihasilkan sangat banyak dengan berkembangnya
produksi perkebunan tiap tahunnya terhadap tanaman kopi. Kandungan selulosa
dan senyawa organik pada kulit kopi menjadikannya limbah yang dapat
dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan arang aktif. Hal yang
menjadi permasalahannya adalah:

1. Berapa konsentrasi terbaik yang dibuat dengan activator ZnCl 2 dalam


mengadsorpsi ion Pb (II) dan ion Cd (II)?
2. Berapa waktu kontak optimum dalam mengadsorpsi logam Pb (II) dan Cd
(II)?
1.3 Tujuan Penelitian
1. Mengetahui konsentrasi terbaik pada activator ZnCl2 dalam mengadsorpsi ion
Pb (II) dan ion Cd (II).
2. Mengetahui waktu kontak optimum arang aktif dalam mengadsorpsi ion Pb
(II) dan ion Cd (II).
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi
dalam pemanfaatan limbah kulit kopi dan dapat memberikan sumbangan terhadap
pengembangan IPTEK khususnya bidang kimia fisik.