Anda di halaman 1dari 7

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK A DENGAN BRONCHOPNEUMONIA DI

RUANG TERATAI ATAS DI RSUD CIBINONG

Praktek di ruangan

: Teratai Atas

Nama Mahasiswa

: M. Idris Djaini

NPM

Nama pembimbing

Tanda Tangan

201415070

A. Konsep Dasar
1. Definisi
Istilah bronchopneumonia digunakan untuk menggambarkan pneumonia yang
mempunyai penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi dalam
bronki dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. (Brunner &
Suddarth, 2001). Bronchopneu monia disebut juga pneumonia lobularis, yaitu radang
paru- paru yang di sebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan lain- lain.
Bronchopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa
lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak Infiltrat (Whalley and Wong,
1996).
Bronchopneumina adalah frekwensi komplikasi pulmonary, batuk produktif yang
lama,tanda dan gejalanya biasanya suhu meningkat, nadi meningkat, pernapasan
meningkat (Suzanne G. Bare, 1993).
Bronchopneumonia disebut juga pneumoni lobularis, yaitu radang paru-paru yang
disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan benda-benda asing (Sylvia Anderson, 1994).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa

Bronkopneumonia adalah radang paru-paru yang mengenai satu atau beberapa


lobus paru-paru yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrat yang disebabkan
oleh bakteri,virus, jamur dan benda asing.
2. Etiologi
Broncopneumonia dapat disebabkan oleh:
Bakteri= streptococcus, straphylococcus, influenmza
Virus= legionella pneumonia, virus influenza
Jamur= aspergilus, candida albicons
Aspirasi makanan, sekresi oropharing/isi lambung ke dalam paru
Kongesti paru kronik
3. Gejala klinis
A.

Pnemonia bakteri
Gejala :

Rinitis ringan
Anoreksia
Gelisah

Berlanjut sampai:

Demam
Malaise (tidak nyaman)
Nafas cepat dan dangkal.
Ekspirasi berbunyi.
Lebih dari 5 tahun, sakit kepala dan kedinginan
Kurang dari 2 tahun vomitus dan diare ringan
Leukositosis
Foto thorak pneumonia lebar

B. Pnemonia Virus
Gejala awal

Batuk
Rhinitis

Berkembang sampai

Demam ringan, batuk ringan dan malaise sampai demam tinggi batuk hebat

dan lesu.
Emfisema obstruktif
Ronkhi basah.

C.

Pneumonia mikroplasma

Demam
Sakit kepala
Anoreksia

Berkembang sampai

Rhinitis alergi
Sakit tenggorokan batuk kering berdarah
Area konsolidasi pada pemeriksa thorak.

4. Patofisiologi
Bronkopneumonia merupakan infeksi sekunder yang biasanya disebabkan oleh virus
penyebab Bronchopneumonia yang masuk ke saluran pernafasan sehingga terjadi
peradangan broncus dan alveolus. Inflamasi bronkus ditandai adanya penumpukan sekret,
sehingga terjadi demam, batuk produktif, ronchi positif dan mual. Bila penyebaran
kuman sudah mencapai alveolus maka komplikasi yang terjadi adalah kolaps alveoli,
fibrosis, emfisema dan atelektasis.
Kolaps alveoli akan mengakibatkan penyempitan jalan napas, sesak napas, dan
napas ronchi. Fibrosis bisa menyebabkan penurunan fungsi paru dan penurunan
produksi surfaktan sebagai pelumas yang berpungsi untuk melembabkan rongga
pleura. Emfisema (tertimbunnya cairan atau pus dalam rongga paru) adalah tindak
lanjut dari pembedahan. Atelektasis mngakibatkan peningkatan frekuensi napas,
hipoksemia, acidosis respiratori, pada klien terjadi sianosis, dispnea dan kelelahan
yang akan mengakibatkan terjadinya gagal napas. Secara singkat patofisiologi
dapat digambarkan pada skema proses.
Bakteri Pneumococcus

Dropplet infeksi

Proses inflamasi

Respon inflamasi

Edema alveolar

Pembentukan exudat

Alveoli dan bronkiolus terisi cairan exudat, sel darah dan fibrin bakteri

Bronkopneumoni

5. Komplikasi
Komplikasi dari bronchopneumonia adalah :
a. Atelektasis adalah pengembangan paru-paru yang tidak sempurna atau kolaps paru
merupakan akibat kurangnya mobilisasi atau refleks batuk hilang.
b. Empisema adalah suatu keadaan dimana terkumpulnya nanah dalam rongga pleura
c.
d.
e.
f.

terdapat di satu tempat atau seluruh rongga pleura.


Abses paru adalah pengumpulan pus dalam jaringan paru yang meradang.
Infeksi sitemik
Endokarditis yaitu peradangan pada setiap katup endokardial.
Meningitis yaitu infeksi yang menyerang selaput otak.

6. Pemeriksaan penunjang
a. Pengambilan sekret secara broncoscopy dan fungsi paru untuk preparasi langsung,
biakan dan test resistensi dapat menemukan atau mencari etiologinya, tetapi cara ini
tidak rutin dilakukan karena sukar.
b. Secara laboratorik ditemukan leukositosis biasa 15.000 40.000 / m dengan
pergeseran LED meninggi.
c. Foto thorax bronkopeumoni terdapat bercak-bercak infiltrat pada satu atau beberapa
lobus, jika pada pneumonia lobaris terlihat adanya konsolidasi pada satu atau
beberapa lobus.
7. Penatalaksnaan medis

Kemotherapi untuk mycoplasma pneumonia, dapat diberikan Eritromicin 4 X 500


mg sehari atau Tetrasiklin 3 4 mg sehari.
Obat-obatan ini meringankan dan mempercepat penyembuhan terutama pada
kasus yang berat. Obat-obat penghambat sintesis SNA (Sintosin Antapinosin dan Indoksi
Urudin) dan interperon inducer seperti polinosimle, poliudikocid pengobatan simtomatik
seperti :
o
o
o
o

Istirahat, umumnya penderita tidak perlu dirawat, cukup istirahat dirumah.


Simptomatik terhadap batuk.
Batuk yang produktif jangan ditekan dengan antitusif
Bila terdapat obstruksi jalan napas, dan lendir serta ada febris, diberikan

broncodilator.
o Pemberian oksigen umumnya tidak diperlukan, kecuali untuk kasus berat.
Antibiotik yang paling baik adalah antibiotik yang sesuai dengan penyebab yang
mempunyai spektrum sempit.
B. Konsep tumbuh kembang anak berdasarkan usia 1-2 tahun
Tumbuh kembang anak usia 1-2 tahun
Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar jumlah,
ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu, yang bisa diukur dengan ukuran
berat (gram, pound, kilogram), ukuran panjang (cm,meter), umur tulang dan
keseimbangan metabolik (retensi kalsium dan nitrogen tubuh); sedangkan perkembangan
(development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh
yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari
proses pematangan.(Soetjiningsih. 1998 ).
Pertumbuhan adalah bertambah banyak dan besarnya sel seluruh bagian tubuh yang
bersifat kuantitatif dan dapat diukur; sedangkan perkembangan adalah bertambah
sempurnanya fungsi dari alat tubuh ( Depkes RI )
Motorik halus
Perkembangan motorik halus pada usia ini dapat ditunjukan dengan adanya kemampuan
dalam mencoba, menyusun, atau membuat menara pada kubus.

Motorik kasar
Dalam perkembangan masa anak terjadi perkembangan motorik kasar secara signifikan.
Pada masa ini anak sudah mampu melangkah dan berjalan dengan tegak. Sekitar usia 18
bulan anak mampu menaiki tangga dengan cara 1 tangan dipegang. Pada akhir tahun
kedua sudah mampu berlari-lari kecil, menendang bola, dan mulai mencoba melompat.
Bahasa
Perkembangan bahasa masa anak ini adalah dicapainya kemampuan bahasa pada anak
yang mulai ditandai dengan anak mampu memiliki sepuluh perbendaharaan kata;
tingginyakemampuan meniru, mengenal, dan responsip terhadap orang lain; mampu
menujukan dua gambar; mampu mengkombinasikan kata-kata; seta mulai mampu
menunjukan lambaian anggota badan.
Perilaku adaptasi social
Perkembangan adaptasi sosial masa anak dapat ditunjukan dengan adanya kemampuan
membantu kegiatan dirumah, menyuapi boneka, mulai menggosok gigi serta mencoba
mengenakan baju sendiri.
C. Konsep dasar hospitalisasi pada anak usia 1-2 tahun.
Hospitalisasi atau sakit dan dirawat di RS bagi anak dan keluarga akan menimbulkan
stress dan tidak merasa aman. Jumlah dan efek stress tergantung pada persepsi anak dan
keluarga terhadap kerusakan penyakit dan pengobatan.
Penyebab anak stress meliputi ;
a. Psikososial
Berpisah dengan orang tua, anggota keluarga lain, teman dan perubahan peran
b. Fisiologis
Kurang tidur, perasaan nyeri, imobilisasi dan tidak mengontrol diri
c. Lingkungan asing
Kebiasaan sehari-hari berubah
d. Pemberian obat kimia

Reaksi anak saat dirawat di Rumah sakit usia sekolah (1-2 tahun)