Anda di halaman 1dari 14

Metode Pelaksanaan

Metode Pelaksanaan yang akan kami uraikan dibawah ini adalah menjelaskan tahapan dan
tata cara pelaksanaan yang menggambarkan pelaksanaan pekerjaan dari awal sampai
akhir, yang disusun berdasarkan Daftar Kuantitas dan Harga, Spesifikasi Teknis dan Gambar
Teknis yang terdapat dalam dokumen lelang.
Metode pelaksanaan yang kami ajukan meliputi :
I. Program Mobilisasi
II. Pengendalian Mutu Pekerjaan
III. Uraian tahapan pelaksanaan pekerjaan
I. Program Mobilisasi
Program Mobilisasi yang akan kami uraikan dalam bagian ini adalah untuk
memberikan penjelasan dan penjabaran mengenai hal-hal yang akan dilakukan oleh
PT. BUNDA dalam masa Mobilisasi.
Program Mobilisasi ini terdiri dari :
a. Base camp dan Kantor Lapangan
Untuk Barak Kerja dan Kantor Lapangan guna memonitor jalannya pekerjaan
kami akan menyewa rumah penduduk setempat atau menyewa sebidang tanah
yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan untuk memudahkan mengawasi
pelaksanaan pekerjaan.
b. Pemasangan 2 buah papan nama pekerjaan.
Pemasangan papan nama pekerjaan dilakukan pada titik nol dan titik akhir
efektif penanganan, pada tempat yang mudah dilihat atau tempat lain
sebagaimana yang diperintahkan direksi lapangan.
Kontraktor akan memasang papan nama pekerjaan yang dibuat sesuai format
dan bentuk yang terdapat pada dokumen lelang.
c. Laboratorium.
Untuk pengendalian mutu pekerjaan (jika diperlukan)kami menggunakan/menyewa
laboratorium pemerintah daerah kabupaten singingi yang terletak di jalan terminal
sentajo, atau laboratorium lain yang disetujui direksi pekerjaan.
Untuk proses pembuatan job mix formula untuk hotmix, Aggregat Kela A/B dan
Beton, sebelumnya diajukan design mix campuran berikut data bahan dan grafik
percobaan campuran di laboratorium. Apabila design mix yang diusulkan tidak
disetujui Direksi, maka dilakukan percobaan campuran kembali. Setelah design
mix disetujui, dilakukan trial mix yaitu rancangan campuran diproduksi di AMP
kemudian dihampar dan dipadatkan di lapangan dengan peralatan yang telah
ditetapkan. Dari hasil trial mix di lapangan juga didapat passing dari masingmasing alat pemadat untuk mendapatkan hasil campuran aspal sesuai yang
disyaratkan. Apabila rancangan tersebut telah memenuhi ketentuan spesifikasi,
maka design tersebut ditetapkan sebagai Job Mix Formula.
d. Daftar Mobilisasi Personil.
Pelaksanaan pekerjaan ini mengusulkan staff inti proyek yang terdiri dari :
- Penanggung jawab teknis
- Pelaksana lapangan
- Quantity Enginer
- Tenaga administrasi
- Tenaga logistik
- Petugas K3

Tenaga kerja yang akan dimobilisasi untuk pelaksanaan pekerjaan ini terdiri dari :
- Mandor
- Pekerja terlatih
- Pekerja biasa
Seluruh staff inti dimaksud beserta staff lainnya sesuai dengan usulan dalam
struktur organisasi kerja, akan dimobilisasi dalam kurun waktu paling lama 2
(dua) minggu setelah diterbitkannya SPMK, sedangkan mobilisasi tenaga kerja
disesuaikan dengan kebutuhan dari rencana kerja.
e. Mobilisasi Peralatan
Disesuaikan dengan kebutuhan tahapan pekerjaan, yaitu tahapan pekerjaan
tanah dan pekerjaan Tanah/Aggregat Kelas A & B dan pekerjaan Aspal. Yaitu untuk
pekerjaan tanah dan akan kami mobilisasi : excavator, motor grader, vibro roller
dan dump truck setelah 1 minggu SPMK diterbitkan sedang untuk pekerjaan
beton yaitu beton mollen dan peralatan pekerjaan beton lainnya akan kami
datangkan pada minggu ke 6 dilokasi pekerjaan.
f.

Perbaikan jalan dan jembatan darurat.


Jika diperlukan kontraktor akan melakukan perbaikan sementara, jalan maupun
jembatan darurat yang akan digunakan untuk keperluan mobilisasi peralatan
berat seandainya ada kerusakan.

g. Pengukuran Lapangan
Dalam priode mobilisasi ini akan dilakukan pengukuran berdasarkan data titik
dasar dan titik tetap (bench mark) kerangka dasar existing, selanjutnya diikuti
dengan pemasangan bench mark, pengukuran poligon, pengukuran sifat datar,
pengukuran situasi detail dan staking out.
h. Rekayasa Lapangan
Rekayasa lapangan dibuat setelah selesai pekerjaan pengukuran.
Hasil dari pengukuran ini akan disajikan dalam bentuk usulan revisi minor (kalau
ada), gambar sesuai skala gambar yang ditentukan dalam spesifikasi teknis, yang
akan menghasilkan gambar kerja (shop drawing) berupa gambar situasi,
potongan memanjang dan usulan potongan melintang (profil design)
Gambar kerja tersebut akan dimintakan persetujuannya dari direksi.
Gambar kerja yang telah disetujui direksi
tersebut akan menjadi dasar
pelaksanaan pekerjaan dilapangan (site execution).
i.

Jika diperlukan dibuat saluran pengelak (cofferdam) untuk pengeringan area


pekerjaan untuk pekerjaan galian, juga untuk pemasangan Gorong-gorong.

j.

Sumber Material
- Timbunan Biasa dan Timbunan Pilihan
Timbunan biasa diambil dari quarry dengan jarak angkut 6 KM dari lokasi
pekerjaan. Sedangkan untuk material timbunan pilihan akan diambil dari quarry
yang berjarak 30 KM ke lokasi pekerjaan.
- Pasir Beton dan Kerekel Beton
Pasir dan kerikil berasal dari sungai kuantan, sedangkan split 2-3 kami datangkan
dari sungai langsat.
- Semen
Didatangkan oleh suplier dari Teluk Kuantan
- Agregat Klas A dan Aggregat Klas B
Aggregat Klas A dan Aggregat Klas B didatangkan dari Quary PT WAHANA JAYA
PRIMA di air molek yang berjarak lebih kurang 95 KM dari lokasi pekerjaan.

Aggregat Klas A dan Aggregat Klas B didatangkan berupa campuran yang


homogen sesuai dengan mix design yang diajukan.
II.

Laston Lapis Aus (AC-WC)


Laston Lapis Aus (AC-WC) dari base camp PT WAHANA JAYA PRIMA di air molek

Pengendalian mutu bahan dasar dan pekerjaan


Jika diperlukan, untuk memantau dan menjamin mutu dan hasil pekerjaan maka
kami mengusulkan laboratorium pemerintah daerah kabupaten kuantan singingi
yang terletak di jalan Terminal Sentajo yang telah diengkapi dengan minimal uji :
a.
-

Pemeriksaan Tanah
Kepadatan Laboratorium
CBR Laboratorium
Berat Jenis Tanah
Batas-batas attenberg
Analisa saringan
Kadar air
Kepadatan lapangan dengan metode kerucut (sand cone)

b. Pemeriksaan/pengujian beton
- Slump test
- Cube/cylinder moulds
c. Pemeriksaan Aspal
- Pengujian metode marshal
- Ekstraksi dengan metode sentrifugal
- Ekstraksi dengan metode refluck
- Berat jenis aggregate kasar
- Berat jenis aggregate halus
- Pengeboran benda uji inti (core drill)
- Termometer logam
- Penerrometer
- Titik lembek
- Dan perlengkapan/peralatan lain

III.

Pengendalian mutu bahan dan hasil pekerjaan dilapangan akan dilakukan dengan
berpedoman pada beberapa referensi (standar rujukan) sebagai berikut :
Spesifikasi umum dan spesifikasi khusus (bila ada)
Standar Nasional Indonesia (SNI)
Gambar pelaksanaan (shop drawing)
Uraian tahapan pelaksanaan pekerjaan

1. Mobilisasi
Program mobilisasi telah kami uraikan sebagai pekerjaan pendahuluan diatas.
2. Galian Selokan Drainase dan Saluran Air
Terlebih dahulu dilakukan pengukuran untuk memastikan selokan memenuhi
panjang, kelandaian serta arah aliran air sebagaimana mestinya, lalu dilakukan
pemasangan bouwplank/profil untuk penampang melintang.
Beberapa orang pekerja melakukanan penggalian untuk membuat saluran baru.
Galian disesuaikan dengan garis-garis, ketinggian dan detil sesuai hasil dari
pengukuran.
Seluruh hasil galian akan diratakan dan bahan galian yang tidak diperlukan akan
dibuang oleh kontraktor keluar daerah milik jalan.

3. Galian Biasa
Galian biasa dalam paket pekerjaan ini diperlukan untuk pembuatan dan
pembentukan badan jalan, saluran/selokan air, galian untuk beton struktur atau
sebagaimana yang diperintahkan direksi lapangan.
Galian dilaksanakan secara mekanis menggunakan excavator atau secara manual
dengan beberapa orang pekerja. Galian akan dibentuk sesuai dengan gambar
penampang melintang dan dengan kelandaian sebagaimana yang terdapat dalam
gambar pelaksanaan.
Seluruh bahan galian akan dibuang dari daerah milik jalan.
4. Timbunan biasa dari selain galian sumber bahan
Pekerjaan ini dilakukan pada cuaca cerah dan permukaan yang kering.
Pekerjaan ini mencakup pengambilan material, pengangkutan, penghamparan dan
pemadatan.
Penimbunan dilaksanakan untuk pembentukan dan penyiapan badan jalan,
timbunan untuk pekerjaan struktur seperti box culvert, saluran beton atau
pekerjaan urugan lainnya yang diperintahkan direksi pekerjaan.
Material timbunan dimuat dengan excavator kedalam dump truck di quarry lalu
diangkut kelokasi pekerjaan, dihampar dan dibentuk dengan motor grader, semua
sampah dan akar-akar kayu dan bahan yang tidak diperlukan dibuang keluar dari
timbunan.
Lalu dipadatkan dengan menggunakan Vibro Roller.
Vibro Roller melakukan pemadatan bergerak arah memanjang badan jalan,
dimulai dari sisi tepi badan jalan bergerak perlahan kearah as jalan, sehingga
setiap ruas menerima usaha pemadatan yang sama.
Pada area tikungan pemadatan dimulai dari sisi terendah badan jalan bergerak
sedikit demi sedikit kearah yang paling tinggi dari penampang badan jalan.
Dilakukan penggetaran secukupnya agar gelembung-gelembung udara yang
mungkin terdapat pada material timbunan keluar seluruhnya.
.Pada tempat tertentu (super elevasi) seperti timbunan box culvert
dilakukan
pemadatan secara khusus dan berhati-hati untuk menghindari kerusakan pada
bangunan dimaksud.
Selama pemadatan akan dilakukan penyiraman jika diperlukan kadar air.
Pemadatan dinyatakan mencukupi apabila roda alat
pemadat tidak lagi
meninggalkan bekas pada badan jalan, dan telah disetujui direksi lapangan.
5. Timbunan Pilihan Pilihan
Pekerjaan urugan pilihan dilaksanakan pada saat cuaca cerah dan pada
permukaan badan jalan yang kering.
Pekerjaan timbunan pilihan adalah untuk melapis permukaan badan jalan setelah
pekerjaan penyiapan badan jalan.
Didatangkan material pilihan yang telah disetujui direksi pekerjaan, material
pilihan diangkut dengan menggunakan dump truck.

Material dihampar pada Badan Jalan yang telah disiapkan menggunakan Motor
Grader dengan ketebalan yang
relative merata
lalu dipadatkan
dengan
menggunakan Vibro Roller.
Vibro Roller melakukan pemadatan bergerak arah memanjang badan jalan,
dimulai dari sisi tepi badan jalan bergerak perlahan kearah as jalan sehingga
setiap ruas menerima usaha pemadatan yang sama.
Pada area tikungan pemadatan dimulai dari sisi terendah badan jalan bergerak
sedikit demi sedikit kearah yang paling tinggi dari penampang badan jalan.
Dilakukan penggetaran secukupnya agar material pilihan menyatu dengan tanah
dasar dibawahnya.
Pemadatan mencukupi apabila roda alat pemadat tidak lagi meninggalkan bekas
pada badan jalan, dan telah disetujui direksi lapangan.
Selama pemadatan akan dilakukan penyiraman jika diperlukan kadar air.
6. Penyiapan Badan Jalan
Motor gader menyiapkan badan jalan dengan melakukan pemotongan,
penggaruan, pembentukan dan membuat parit tepi dikedua sisi badan jalan pada
permukaan jalan tanah.
Penyiapan badan jalan ini dilakukan setelah pekerjaan pembersihan pada daerah
dengan karet hutan/pohon perkebunan.
Pembentukan badan jalan disesuaikan dengan penampang melintang dari gambar
teknis/shop drawing.
Pemotongan/penggaruan dilakukan mulai dari lekukan paling dalam dari badan
jalan, pada tempat-tempat tertentu dimana pisau motor grader tidak bisa
melakukan pemotongan, permukaan terlebih dahulu dilakukan penggaruan
dengan gigi garpu dari motor grader.
Lalu dilakukan pemadatan dengan menggunakan vibro roller, bergerak
memanjang dari sisi tepi badan jalan kearah sumbu jalan, dilakukan pemadatan
secukupnya sampai roda alat pemadat tidak lagi meningggalkan bekas pada
badan jalan.
7. Timbunan Biasa dari selain galian sumber bahan (untuk bahu jalan)
Pekerjaan timbunan untuk bahu jalan ini dilaksanakan pada saat cuaca cerah dan
pada permukaan badan jalan yang kering.
Pekerjaan timbunan adalah untuk membentuk bahu jalan setelah selesai pekerjaan
penghamparan lapis pondasi aggregat atau setelah selesai pekerjaan pengaspalan
atau sebagaimana diperintahkan direksi lapangan.
Didatangkan material timbunan yang telah disetujui direksi pekerjaan dengan
menggunakan Dump Truck. Material dibongkar pada kedua sisi luar badan
jalan(bahu jalan) lalu diratakan dan dibentuk dengan motor grader.
Motor grader melakukan penghamparan dengan hati-hati sehingga tidak merusak
lapis pondasi aggregate atau lapis permukaan aspal
Vibro Roller melakukan pemadatan bergerak arah memanjang badan jalan,
dimulai dari sisi tepi paling luar dari badan jalan bergerak perlahan kearah as
jalan.

8. Lapis Pondasi Aggregat Klas A


Lapis Pondasi Agregat Kelas A adalah mutu lapis pondasi atas untuk suatu lapisan
di bawah lapisan beraspal. Dalam hal ini adalah Aspahatl Treated Base (ATB).
Aggregat
Seluruh Lapis Pondasi Agregat bersih dari bahan-bahan yang tidak diperlukan,
seperti bahan-bahan organik, tanah lempung dan kotoran-kotoran lainnya.
Pencampuran bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan sesuai mix
design akan dikerjakan di lokasi instalasi pemecah batu atau pencampur yang
disetujui, dengan menggunakan pemasok mekanis yang telah dikalibrasi untuk
memperoleh aliran yang menerus dari komponen-komponen campuran dengan
proporsi yang benar. Dalam hal ini pencampuran dilakukan dengan menggunakan
wheel loader.
Tempat penumpukan campuran diberi alas pasir dengan merata sebelum
meletakkan campuran dan diberi penutup untuk menghindari dari hujan.
Lapis Pondasi Agregat dibawa ke badan jalan dari lokasi pencampuran sebagai
campuran yang homogen dan merata, diangkut dengan menggunakan dump
truck.
Penghamparan
Penghamparan dilakukan pada saat cuaca yang cerah atau permukaan badan
jalan yang kering.
Penghamparan dilakukan dengan cara mekanis dengan menggunakan motor
grader.
Lapis Pondasi agregat kelas A dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang
homogen dan merata, dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan
dan merata.
Setiap lapis dihampar pada suatu sitem operasi dengan takaran yang merata agar
menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan.
Bilamana akan dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-lapisan tersebut
diusahakan sama tebalnya.
Lapis pondasi agregat dihampar dan dibentuk dengan menggunakan motor grader
dengan metode yang disetujui yang tidak meyebabkan terjadi segregasi pada
partikel (pemisahan agregat kasar dan halus). Bahan yang bersegregasi akan
diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan bahan yang bergradasi baik.
Pemadatan
Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis dipadatkan
menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dalam hal ini adalah
Vibro Roller. Kecuali diperintahkan lain oleh direksi pekerjaan Kontraktor dapat
menggunakan mesin pemadat roda karet jika pemadatan dengan Vibro Roller
menyebabkan terjadinya degradasi pada aggregate.
Operasi penggilasan dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit
ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang
bersuperelevasi, atau tikungan penggilasan dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan
akan dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut
terpadatkan secara merata.
Perbaikan
Lokasi hamparan dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak memenuhi
ketentuan toleransi yang disyaratkan, atau yang permukaannya menjadi tidak rata

baik selama pelaksanaan atau setelah pelaksanaan, akan diperbaiki dengan


membongkar lapis permukaan tersebut dan membuang atau menambahkan
bahan sebagaimana diperlukan, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan dan
pemadatan kembali.
Seluruh lubang pada pekerjaan yang telah selesai dikerjakan akibat pengujian
kepadatan atau lainnya segera ditutup kembali oleh Kontraktor dengan bahan
Lapis Pondasi Agregat, diikuti pemeriksaan oleh direksi pekerjaan dan dipadatkan
sampai memenuhi kepadatan dan toleransi permukaan.
9. Lapis Pondasi Aggregat Kelas B
Lapis pondasi agregat kelas B digunakan untuk lapis pondasi bawah. Yaitu
dihampar pada badan jalan yang telah dipersiapkan dan telah disetujui direksi
pekerjaan.
Aggregat
Seluruh Lapis Pondasi Agregat bersih dari bahan-bahan yang tidak diperlukan,
seperti bahan-bahan organik, tanah lempung dan kotoran-kotoran lainnya.
Pencampuran bahan untuk memenuhi ketentuan yang disyaratkan sesuai dengan
mix design yang diajukan, dikerjakan di Quarryi instalasi pemecah batu atau
pencampur yang telah disetujui direksi pekerjaan, dengan menggunakan pemasok
mekanis yang telah dikalibrasi untuk memperoleh aliran yang menerus dari
komponen-komponen campuran dengan proporsi yang benar. Dalam hal ini
pencampuran dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Dalam keadaan
apapun tidak akan dilakukan pencampuran di lapangan.
Tempat penumpukan campuran diberi alas pasir dengan merata sebelum
meletakkan campuran dan diberi penutup untuk menghindari dari hujan.
Lapis pondasi agregat dibawa ke badan jalan dari lokasi pencampuran sebagai
campuran yang homogen dan merata dengan menggunakan dump truck.
Penghamparan
Penghamparan dilakukan pada saat cuaca yang cerah atau permukaan badan
jalan yang kering.
Penghamparan dilakukan dengan cara mekanis dengan menggunakan motor
grader.
Lapis pondasi agregat kelas B dibawa ke badan jalan sebagai campuran yang
merata dan dihampar pada kadar air dalam rentang yang disyaratkan dan
merata..
Setiap lapis dihampar pada suatu sitem operasi dengan takaran yang merata agar
menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang disyaratkan.
Bilamana akan dihampar lebih dari satu lapis, maka lapisan-lapisan tersebut
diusahakan sama tebalnya.
Lapis Pondasi Agregat dihampar dan dibentuk dengan menggunakan motor grader
dengan metode yang disetujui yang tidak meyebabkan terjadinya segregasi pada
partikel (pemisahan antara agregat kasar dan halus). Bahan yang bersegregasi
akan diperbaiki atau dibuang dan diganti dengan bahan yang bergradasi baik.
Pemadatan
Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, setiap lapis dipadatkan
menyeluruh dengan alat pemadat yang cocok dan memadai dalam hal ini adalah
Vibro Roller. Kecuali diperintahkan lain oleh direksi pekerjaan Kontraktor dapat

menggunakan mesin pemadat roda karet jika pemadatan dengan Vibro Roller
menyebabkan terjadinya degradasi pada aggregate.
Operasi penggilasan dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak sedikit demi sedikit
ke arah sumbu jalan, dalam arah memanjang. Pada bagian yang
bersuperelevasi, atau tikungan penggilasan dimulai dari bagian yang rendah dan
bergerak sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi.
Operasi penggilasan akan dilanjutkan sampai seluruh bekas roda mesin gilas
hilang dan lapis tersebut terpadatkan secara merata.
Perbaikan
Lokasi hamparan dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak memenuhi
ketentuan toleransi yang disyaratkan, atau yang permukaannya menjadi tidak rata
baik selama pelaksanaan atau setelah pelaksanaan, akan diperbaiki dengan
membongkar lapis permukaan tersebut dan membuang atau menambahkan
bahan sebagaimana diperlukan, kemudian dilanjutkan dengan pembentukan dan
pemadatan kembali.
Seluruh lubang pada pekerjaan yang telah selesai dikerjakan akibat pengujian
kepadatan atau lainnya segera ditutup kembali oleh Kontraktor dengan bahan
Lapis Pondasi Agregat, diikuti pemeriksaan oleh Direksi Pekerjaan dan dipadatkan
sampai memenuhi kepadatan dan toleransi permukaan.
10.
Lapis Resap Pengikat
Lapis Resap Pengikat adalah pemberian lapis aspal pada permukaan lapis pondasi
jalan untuk pertama kali. Aspal yang digunakan adalah aspal cair dengan
viscositas rendah dengan maksud lapis pondasi tersebut terlindungi sebelum
pemberian lapis permukaan.
Campuran adalah berupa aspal dan minyak tanah dengan perbandingan
sebagaimana yang terdapat dalam dokumen penawaran.
Tujuan dari pemberian lapis ini adalah :
-

Memberikan lapis kedap air pada permukaan lapis pondasi.


Menutup lubang-lubang kecil pada permukaan lapis pondasi.
Menutup/melapisi butir-butir batu yang lepas, sehingga butiran tersebut saling
mengikat.
Membantu mengadakan ikatan yang baik antara lapis pondasi dan lapis
permukaan.
Campuran disemprotkan dengan menggunakan Asphalt Sprayer pada bidang
lapis pondasi yang akan diaspal. Penyemprotan dilakukan dengan merata sesuai
dengan lebar hamparan base A. Setelah itu cairan dibiarkan meresap paling
kurang 24 Jam.

11.
Laston Lapis Aus (AC-WC)
Dalam pelaksanaan pekerjaan ini yang berupa pelapisan akan dirangkaikan
dengan beberapa pekerjaan lainnya. Diantaranya adalah pengaturan lalu lintas,
menjaga keselamatan umum dan memperlancar arus lalu lintas disekitar
pekerjaan. Disamping itu akan dipasang rambu lalu lintas maupun fasilitas lainnya
disetiap tempat dimana pelaksanaan konstruksi dapat mengganggu arus lalu
lintas. Semua rambu-rambu dan rintangan akan dipasang garis-garis reflector atau
semacamnya sehingga akan terlihat jelas pada malam hari.
-

Peralatan yang digunakan berhubung dengan pekerjaan ini adalah :


AMP (asphalt mixing plant) alat untuk mencampur aspal
Dump Truck sebagai alat pengangkut aspal

Air Compressor alat pembersih existing jalan dari debu


Asphalt Finisher sebagai alat penghampar
Steel Wheel Roller dan Peneumatic Tire Roller sebagai alat pemadat
Seluruh permukaan jalan yang akan dilapisi terlebih dahulu dibersihkan dengan air
compressor agar debu-debu maupun kotoran lainnya dapat hilang sehingga
pemukaan menjadi bersih.
Lalu dipasang garis pembatas pada kedua sisi badan jalan yang akan diaspal
sebagai acuan dalam pelaksanaan penghamparan.
Segera setelah persiapan pelaksanaan
penghamparan dan pemadatan.

selesai

segera

dilanjutkan

dengan

Dalam proses penghamparam dan pemadatan ini ada beberapa hal yang akan
menjadi perhatian lebih dan akan dijaga oleh kontraktor yaitu temperature,
ketebalan dan jumlah lintasan.
-

Pemadatan dilakukan dalam 3 (tiga) kali proses yaitu :


Pemadatan pertama (breakdown rolling) merupakan pemadatan awal segera
setelah campuran aspal digelar (dibelakang finisher kurang lebih 50 M). suhu
pemadatan adalah sekitar 1150 C atau antara 0 10 menit setelah penghamparan,
dengan menggunakan alat pemadat Tandem Roller yang berat serta jumlah
lintasannya disesuaikan dengan persyaratan yang akan dicapai.

Pemadatan kedua (intermediate rolling) adalah pemadatan tengah setelah


pemadatan pertama (berjarak kurang lebih 50 M) suhu pemadatan sekitar 1000 C
atau 10 20 menit setelah penghamparan, menggunakan alat pemadat Pneumatic
Tire Roller. Maksud dari pemadatan ini adalah memberikan kepadatan yang lebih
merata, memperoleh permukaan yang lebih baik dan merapatkan retak-retak
rambut pada bagian permukaan dan memperbesar stabilitas lapisan.

Pemadatan terakhir (finishing rolling) dilakukan setelah pemadatan kedua


sehingga masih memungkinkan dapat menghilangkan bekas roda dari penggilasan
kedua. Suhu pemadatan sekita 75 0 C/800 C atau 20 40 menit setelah
penghamparan, dengan alat pemadat Steel Wheel Roller.

Hal-hal yang akan menjadi perhatian Kontraktor selama proses penggelaran dan
pemadatan campuran aspal adalah :
Selama penggilasan roda alat pemadat selalu dalam keadaan basah agar
permukaan selalu bersih dan tidak ada bahan yang terbawa roda.
Alat pemadat berjalan perlahan dengan kecepatan merata, untuk pemadat roda
baja 3 - 4 KM/jam dan roda karet 7 8 KM/jam.
Selama penggilasan roda gerak diletakkan didepan, alat pemadat tidak diletakkan
diam/parkir pada lapisan yang telah dipadatkan tetapi belum dingin.
Beton Struktur
Semen
Semen yang dipergunakan untuk pekerjaan ini adalah jenis semen Portland.
Kecuali diperkenankan lain oleh direksi, hanya 1 merek semen Portland yang digunakan
Air
Air yang digunakan dalam campuran, dalam perawatan atau pemakaian lainnya adalah air yang bersih, bebas dari bahan yang merugikan
seperti minyak, garam, asam, basa, gula, atau organic. Air yang diketahui dapat diminum dapat digunakan.
Aggregat
Aggregat kasar yang digunakan adalah kerikil sungai yang telah disetujui direksi pekerjaan. Dipilih sedemikian rupa sehingga ukuran partikel
terbesar tidak lebih dari dari jarak minimum antara baja tulangan atau antara baja tulangan denagn acuan, atau celah-celah lainnya
dimana beton akan dicor.
Aggregat halus adalah pasir cor sungai yang telah disetujui direksi pekerjaan.
Aggregat untuk pekerjaan beton terdiri dari partikel yang bersih, keras dan kuat, bebas dari bahan organic.

Pencampuran dan penakaran


-

Penakaran
Proporsi bahan dan berat penakaran ditentukan dengan metode yang disyarat dalam PBI.
Kontraktor menentukan proporsi campuran serta bahan yang diusulkan dengan membuat campuran percobaan, dengan disaksikan oleh
direksi pekerjaan yang menggunakan jenis instalasi dan peralatan yang sama seperti yang akan digunakan untuk pelaksanaan pekerjaan.
Seluruh komponen beton akan ditakar menurut beratnya. Bila digunakan semen kemasan dalam zak kuantitas penakaran harus sedemikian
rupa sehingga kuantitas semen yang digunakan adalah setara dengan satu satuan atau kebulatan dari jumlah zak semen. Aggregat diukur
beratnya secara terpisah. Ukuran setiap penakaran tidak melebihi kapasitas alat pencampur, sebelum penakaran aggregate akan dibasahi
sampai jenuh dan dipertahankan dalam kondisi lembab pada kadar yang mendekati keadaan jenuh/kering dengan menyemprotkan air
secara berkala..
Pencampuran
Beton dicampur didalam mesin yang dijalankan secara mekanis dari jenis ukuran yang disetujui direksi pekerjaan sehingga menjamin
distribusi yang merata dari seluruh bahan.
Pencampuran dilakukan dengan tanki air yang memadai dan alat ukur yang akurat untuk mengukur dan mengendalikan jumlah air yang
digunakan dalam setiap penakaran.
Pertama-tama alat pencampur diisi aggregate dan semen yang telah ditakar, dan selanjutnya alat pencampur dijalankan sebelum air
ditambahkan.
Waktu pencampuran diukur pada saat air mulai dimasukkan kedalam campuran bahan kering. Seluruh air yang diperlukan dinmasukkan
sebelum waktu pencampuran telah berlangsung bagian. Waktu pencampuran adalah 1,5 menit.
Pelaksanaan pengecoran
Kontraktor membersihkan dan menggaru tempat disekeliling pekerjaan beton yang cukup luas sehingga dapat menjamin dicapainya seluruh
sudut pekerjaan. Jalan kerja yang stabil juga disediakan untuk menjamin seluruh sudut pekerjaan dapat diperiksa dengan mudah.
Seluruh galian tapak pondasi/kuku dan lantai dijaga agar senantiasa kering.
Sebelum pengecoran dimulai, seluruh acuan, tulangan dan benda lain yang akan dimasukkan kedalam beton (pipa dll) sudah dipasang dan
diikat kuat sehingga tidak bergeser pada saat pengecoran.
Acuan dari tanah jika diizinkan direksi pekerjaan dibentuk dari galian, dan sisi samping serta dasarnya dipangkas secara manual sesuai
dimensi yang diperlukan. Seluruh kotoran yang lepas akan dibuang sebelum pengecoran..
Kayu yang tidak diserut permukaanya digunakan untuk permukaan akhir beton yang tidak terekspos, kayu yang diserut/triplek dengan
ketebalan yang merata digunakan untuk permukaan beton yang terekspos. Seluruh sudut-sudut tajam acuan akan dibulatkan.
Acuan dibuat dengan kokoh dan rapi dan dibuat sedemikian rupa sehingga dapat dibongkar dengan mudah dan tidak merusak beton.
Kontraktor akan memberitahukan secara tertulis kepada direksi pekerjaan paling lambat 24 jam sebelum pengecoran. Pemberitahuan
meliputi lokasi, kondisi pekerjaan, mutu beton dan tanggal serta waktu saat pencampuran.
Sebelum pengecoran acuan dibasahi dengan air atau minyak bekisting disisi dalamnya.
Pengecoran beton dilakukan tanpa berhenti sampai dengan sambungan konstruksi yang telah disetujiu sebelumnya atau sampai pekerjaan
selesai.
Beton dicor sedemikian rupa kedalam acuan sehingga terhindar dari segregasi partikel kasar dan halus dari campuran. Beton akan dicor
sedekat mungkin yang dapat dicapai pada possisi akhir beton.
Beton tidak boleh jatuh bebas kedalam acuan dengan ketinggian lebih dari 150 cm.
Pengecoran dilakukan dengan kecepatan sedemikian rupa sehingga campuran beton yang telah dicor masih plastis sehingga dapat
menyatu dengan campuran beton baru.
Kontraktor akan menyediakan pekerja dan bahan tambahan apabila diperlukan untuk sambungan konstruksi apabila terpaksa pengecoran
dihentikan secara mendadak akibat hujan atau terhentinya pasokan beton atau penghentian pekerjaan oleh direksi pekerjaan.
Beton dipadatkan dengan alat penggetar mekanis dari dalam acuan secara tegak lurus sehingga dapat melakukan panetrasi sampai
kedasar beton yang baru dicor. Bila disetujui direksi pekerjaan pemadatan dapat dilakukan secara manual dengan alat yang sesuai.
Penggetaran dilakukan dengan tindakan berhati-hati untuk memastikan semua sudut dan diantara besi tulangan benar benar diisi tanpa
merusak kerangka penulangan, dan setiap rongga udara dan gelembung udara terisi.
Penggetar akan dibatasi penggunaannya sehingga menghasilkan pemadatan yang diperlukan tanpa menyebabkan terjadinya segregasi
pada aggregate.
Perawatan dengan pembasahan
Setelah pengecoran beton akan dilindungi dari pengeringan dini , temperature yang terlalu panas dan gangguan mekanis. Beton juga dijaga
dari kehilangan kadar air yang terjadi semenimal mungkin dan diperoleh temperature yang relative tetap dalam waktu tertentu untuk
menjamin hidrasi yang sebagaimana mestinya pada semen dan pengerasan beton.
Beton dirawat sesegera mungkin setelah beton mulai mengeras dengan menyelimutinya menggunakan bahan yang dapat menyerap air.
Lembaran penyerap air akan dibuat jenuh paling sedikit 3 hari, lembaran diikat dan dibebani untuk mencegah permukaan yang terekspos
dari aliran udara.
Bekisting akan selalu diusahakan basah sampai acuan dibongkar.

12.
Beton K 250
Box Culvert
Dalam paket pekerjaan ini sesuai dengan yang terdapat dalam dokumen lelang
beton k - 250 digunakan untuk pembuatan box culvert
Terlebih dahulu lokasi dimana akan dibangun box culvert dibersihkan, jika
dibutuhkan dibuat kisdam/cofferdam untuk mengeringkan lokasi kerja, lalu
dilakukan pemasangan bouwplank.

Beberapa orang pekerja melakukan penggalian sampai didapat kedalaman yang


telah ditentukan.
Galian dibuat dengan lebar dan kemiringan yang mencukupi dan tanah hasil galian
tidak ditumpuk terlalu dekat dengan bibir galian untuk mencegah galian dari
keruntuhan.
Setelah galian selesai dan dirapikan dengan persetujuan direksi lapangan
dilakukan pengecoran lantai kerja dengan menggunakan beton mutu k 125.
Setelah lantai kerja cukup keras dilakukan pemasangan bekisting dinding bagian
luar.
Lalu dilakukan pemasangan tulangan kuku, lantai dan sengkang sesuai setting dan
gambar yang terdapat pada dokumen lelang. Pada alas dan sisi antara bekinting
dan tulangan diberi beton decking dengan mutu beton yang sama.
Baja tulangan diikat kokoh dengan menggunakan kawat beton dan bagian
potongan ikatan dibengkokkan mengarah kedalam beton.
Pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran kuku dan lanlai.
Setelah beton lantai cukup keras dilakukan pemasangan tulangan dan pengaku
untuk dinding box, pemasangan bekisting dinding bagian dalam. Lalu dilakukan
pemasangan bekisting lantai atas, pemasangan tulangan, pengaku dan sengkang
Lalu dilakukan pengecoran dinding dan lantai atas.
Lalu dilakukan pemasangan bekisting dan penulangan loning dilanjutkan dengan
pengecoran beton loning. Setelah bekisting beton loning dibuka beton diplester
halus dan diaci.
Setelah umur beton mencukupi seluruh bekisting dan instalasi penunjang
pekerjaan dibongkar begitu juga kisdam dan seluruh area kerja dibersihkan.
Terakhir dilakukan penimbunan dan dipadatkan.
13.
Beton K 175
Pada paket pekerjaan ini beton mutu k 175 digunakan untuk loning box culvert
dan pembuatan parit atau turap beton atau sebagaimana ditentukan lain oleh
direksi pekerjaan.
Parit beton
Terlebih dahulu dilakukan pengukuran dan pemasangan bouwplank, menentukan
kelandaian dan arah aliran air dari parit beton yang akan dikerjakan.
Beberapa orang pekerja melakukan penggalian sampai didapat kedalaman yang
telah ditentukan.
Galian dibuat dengan lebar dan kemiringan yang mencukupi dan tanah hasil galian
tidak ditumpuk terlalu dekat dengan bibir galian untuk mencegah tanah galian dari
keruntuhan.
Lalu dilakukan pengecoran lantai kerja.
Dilanjutkan dengan pemasangan bekisting bagian luar, lalu dipasang baja
tulangan dan dilanjutkan dengan pengecoran lantai saluran.
Pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan tulangan dinding, bekisting bagian
dalam dari saluran berupa plywood tebal 6 mm yang telah dilumuri minyak
bekisting, pemasangan bekisting tangan-tangan dan tulangan.

Dilakukan pengecoran dinding dan tangan-tangan saluran.


Setelah bekisting dibuka, kepala saluran dan tangan-tangan dihaluskan dengan
diplester dan diaci.
Lalu dilakukan penimbunan.
Turap beton
(jika dilapangan diperlukan pekerjaan turap beteon)
Terlebih dahulu lokasi pekerjaan dibersihkan dan
bouwplank.

dilakukan

pemasangan

Beberapa orang pekerja melakukan penggalian pondasi lajur dan pondasi


setempat sampai didapat kedalaman yang telah ditentukan.
Galian dibuat dengan lebar dan kemiringan yang mencukupi dan tanah hasil galian
tidak ditumpuk terlalu dekat dengan bibir galian untuk mencegah galian dari
keruntuhan.
Lalu dilakukan pengecoran lantai kerja.
Pekerjaan dilanjutkan dengan pemasangan bekisting pondasi, memasang tulangan
pondasi dan dilanjutkan dengan pengecoran
pondasi.
Dilakukan pemasangan tulangan tiang turap, dilanjutkan dengan pemasangan
bekisting tiang dan dinding bagian dakam turap. Setelah tulangan terpasang
sempurna dipasang dinding bagian luar dari turap, tapi tidak secara keseluruhan
dan pemasangan dinding bagian luar akan dilakukan pada waktu pengecoran
untuk memudahkan melakukan pemadatan.
Sebelum pengecoran seluruh pipa saluran air telah terpasang pada tempat yang
ditentukan.
Lalu dilakukan pengecoran tiang dan dinding turap.
Setelah bekisting dibuka permukaan beton diplester halus dan diaci.
Area kerja dibersihkan dan terakhir dilakukan penimbunan.
14.
Beton K 125
Adalah beton yang akan digunakan untuk lantai kerja. Atau untuk pekerjaan lain
sebagaimana diperintahkan direksi pekerjaan.
Setelah kedalaman galian konstruksi mencukupi, dasar galian diratakan dan
dihampar dengan pasir urug. Lalu permukaan dipadatkan setelah itu dilakukan
pengecoran dengan beton mutu K 125 sesuai ketebalan sebagaimana yang
terdapat pada gambar bestek.
15. Baja Tulangan
Fungsi tulangan pada beton adalah untuk menahan gaya tarik, gaya geser dan
momen torsi yang timbul akibat beban-beban yang bekerja pada konstruksi beton
tersebut. Oleh karena itu perencanaan dan pelaksanaan pembesian harus
dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan gambar kerja, RKS dan Aanvulling
yang telah direncanakan oleh perencana struktur yaitu dalam hal :
-

Ukuran diameter baja tulangan


Kualitas baja tulangan
Kuantitas baja tulangan

Penempatan/pemasangan baja tulangan


Proses fabrikasi besi terdiri dari pemotongan dan pembengkokan besi tulangan.
Sebelum mengerjakan proses fabrikasi besi bagian pembesian harus menyusun
daftar pembengkokan dan pemotongan besi tulangan berdasarkan gambar
pelaksanaan ( shop drawing ). Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun
daftar pembengkokan dan pemotongan adalah sebagai berikut :
Baja tulangan beton sebelum dipasang, harus bersih dari serpih-serpih, karat,
minyak, gemuk dan zat kimia lainnya yang dapat merusak atau mengurangi daya
lekat antara baja tulangan dengan beton.
Sambungan antar tulangan harus ditempatkan sedemikian rupa pada daerah yang
momennya nol atau dengan menggunakan sambungan lewatan sehingga gaya
dari batang yang satu dapat disalurkan ke batang yang lain. Panjang sambungan
lewatan diambil 40D ( D = diameter penampang baja tulangan ).
Panjang dan bentuk baja tulangan harus direncanakan secara ekonomis sehingga
bagian-bagian sisa atau yang tidak terpakai didapat seminimal mungkin.
Sedemikian rupa sehingga teknik pemasangan tulangan tidak menyulitkan dalam
pelaksanaan lapangan.
Penganyaman besi tulangan harus diikat kuat dengan memakai kawat beton agar
waktu pengecoran posisi tulangan tidak bergeser. Penopang, ganjalan, jepit dan
kawat beton harus berkualitas sama dengan bahan besi tulangan.
Pekerjaan Pemasangan Tulangan
Baja tulangan dan sengkang yang telah dipotong dan dibengkokan dibawa ke
lapangan untuk dipasang pada posisi sesuai dengan gambar pelaksanaan.
Kegiatan yang dilakukan pada pekerjaan pemasangan tulangan antara lain :

Pemeriksaan diameter, panjang dan bentuk tulangan sebelum


baja tulangan
tersebut terpasang.
Jarak antar tulangan serta jumlah tulangan, baik untuk tulangan lentur maupun
tulangan geser.
Sengkang dipasang secara manual. Pemasangan sengkang dilakukan dengan
kawat beton.
Memastikan daerah-daerah dan ukuran panjang penyaluran, sambungan lewatan
dan panjang penjangkaran sesuai yang direncanakan.
Pemeriksaan tebal selimut beton dengan memasang tahu beton sebagai acuan
sesuai tebal tebal selimut beton yang akan di cor.

16. Marka Jalan Termoplastic

Penyiapan Permukaan Perkerasan


- Sebelum penandaan marka jalan atau pengecatan dilaksanakan, Kontraktor harus
menjamin bahwa permukaan perkerasan jalan yang akan diberi marka jalan
harus bersih, kering dan bebas dari bahan yang bergemuk dan debu.
Pelaksanaan Pengecatan Marka Jalan
- Semua bahan cat yang digunakan tanpa pemanasan (bukan termoplastik) akan
dicampur terlebih dahulu menurut petunjuk pabrik pembuatnya sebelum digunakan
agar suspensi pigmen merata di dalam cat.
-

Kontraktor mengatur dan menandai semua marka jalan pada permukaan


perkerasan dengan dimensi dan penempatan yang presisi sebelum pelaksanaan
pengecatan marka jalan.

Pengecatan marka jalan dilaksanakan pada garis sumbu, garis lajur, garis tepi dan
zebra cross dengan bantuan sebuah mesin mekanis yang disetujui, bergerak dengan
mesin sendiri, jenis penyemprotan atau penghamparan otomatis dengan katup

mekanis yang mampu membuat garis putus-putus dalam pengoperasian yang menerus
(tanpa berhenti dan mulai berjalan lagi).
-

Butiran kaca (glass bead) harus ditaburkan di atas permukaan cat segera setelah
pelaksanaan penyemprotan atau penghamparan cat. Butiran kaca (glass bead) harus
ditaburkan dengan kadar 450 gram/m2 atau sebagaimana yang terdapat pada spek
teknis.

Semua marka jalan dilindungi dari lalu lintas sampai marka jalan ini dapat dilalui
oleh lalu lintas tanpa adanya bintik-bintik atau bekas jejak roda serta kerusakannya
lainnya.

Semua marka jalan yang tidak menampilkan hasil yang merata dan memenuhi
ketentuan baik siang maupun malam hari akan diperbaiki oleh Kontraktor atas
biayanya sendiri.

Semua pemakaian cat secara dingin akan diaduk di lapangan menurut ketentuan
pabrik pembuat sesaat sebelum dipakai agar menjaga bahan pewarna tercampur
merata di dalam suspensi.

A PD

Sebagai gambaran, apabila dilakukan pekerjaan galian harus dilihat jenis tanahnya. Dari
jenis tanah ini dibuatlah kemiringan galian yang dimungkinkan. Di sekitar keliling galian
dibuatlah pengaman dan rambu-rambu peringatan. Rambu-rambu peringatan dapat
berupa tulisan ataupun garis/tali batas aman dari bahan yang mudah dilihat (reflector)
Untuk keselamatan selama alat berat bekerja diberi rambu-rambu peringatan yang
memadai dan terus menerus mewaspadai dan menjaga keselamatan pemakai jalan
terutama anak-anak (apabila pekerjaan berdekatan dengan pemukiman).
Kesimpulan
Dari metode pelaksanaan tersebut maka dapat diperkirakan waktu pelaksanaan tiap tiap
pekerjaan dan dapat diperkirakan item item pekerjaan mana saja yang pelaksanaannya
dapat dilaksanakan secara bersamaan untuk kemudian dapat dibuat time schedule proyek
secara keseluruhan yang seefisien mungkin sehingga tuntutan pekerjaan dapat terpenuhi
khususnya mengenai ketepatan waktu.
Demikian Metode pelaksanaan ini kami sampaikan sebagai kelengkapan dari dokumen
penawaran.