Anda di halaman 1dari 17

Intoleransi

Laktosa pada
Bayi
Yolanda Karolina Pasaribu 102013308

Skenario
Bayi laiki-laki usia 6 bulan dibawa ibunya berobat
ke klinik terdekat dengan keluhan diare sejak 3
hari yang lalu. Bayi mendapatkan ASI namun
ibunya sibuk bekerja, bayi mulai diberikan susu
formula. Menurut ibunya, sejak diberikan susu
formula, frekuensi buang air besar menjadi
3x/hari, tidak ada darah maupun lendir.

Rumusan Masalah
Bayi laiki-laki usia 6 bulan diare sejak 3 hari yang
lalu. Bayi masih mendapat ASI, tapi karena ibunya
sibuk bayi diberikan susu formula.

Anamnesis

Aloanamnesis
Identitas, nama, umur, alamat
Keluhan utama
RPS
RPD
RPK

Pemeriksaan Fisik
TTV
Inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi
Adanya nyeri perut saat palpasi dan kemerahan di
daerah anus

Pemeriksaan Penunjang
Diet eliminasi
Tidak mengkonsumsi bahan makanan yang
mengandung laktosa dan lihat apakah ada
perbaikan gejala atau tidak. Apabila timbul gejala
klinis setelah diberikan bahan makanan yang
mengandung laktosa, makandapat dipastikan
penyebabnya adalah intoleransi laktosa
Pengukuran ph

Diagnosis Kerja
Intolera
nsi
Laktosa

Enzim
Enzim
laktase
laktase (-)
(-)

Laktosa
Laktosa
glukosa+galaktosa
glukosa+galaktosa
(-)
(-)

Diagnosis Banding
Alergi
Alergi susu
susu sapi:
sapi:
terjadi
terjadi ketika
ketika sistem
sistem
kekebalan
kekebalan tubuh
tubuh
bayi
bayi salah
salah satu
satu
protein
protein susu
susu sebagai
sebagai
zat
zat berbahayan
berbahayan dan
dan
berusaha
berusaha
melawannya
melawannya

Sindroma
Sindroma
malabsorbsi:
malabsorbsi:
gangguan
gangguan absorbsi
absorbsi
pada
pada satu
satu atau
atau lebi
lebi
zat
zat makanan
makanan
Gejala
Gejala klinis:
klinis: diare
diare
kronik
kronik

Intoleransi
Intoleransi laktosa
laktosa
terjadi
terjadi saat
saat bayi
bayi
kekurangan
kekurangan enzim
enzim
yang
yang diperlukan
diperlukan
untuk
untuk mencerna
mencerna gula
gula
susu,
susu, yaitu
yaitu laktosa
laktosa

Etiologi
Laktosa sumber energi di susus
Enzim lactase brush border mukosa usus
halus glukosa+ galaktosa
Intoleransi laktosa def enzim lactase

Etiologi
Defisiensi lactase ada 3 bentuk
1. Congenital hereditaru lactase
deficiency:
2. Penurunan lactase primer
factor genetik
3. Penurunan lactase sekunder
rusaknya mukosa usus halus

Patogenesis
Laktosa glukosa dan galaktosa
Def enzim lactase
Laktosa yg tidak diserap oleh bakteri asam
organik asam asetat, asam propionat, asam
butirat, gas CO2, dan hidrogen

osmolaritas,

peristaltik, ph tinja, gas hidrogen


gas nyeri

penyerapan air dan elektrolit

Epidemiologi
Sekitar 70 % penduduk dunia mengalami
intoleransi laktosa. Dari semuanya itu, penduduk
di Eropa memiliki tingkat kejadian paling rendah,
sedangkan di Asia serta Afrika memiliki tingkat
kejadian toleransi laktosa yang paling tinggi. Di
Amerika terdapat lebih dari 50 juta orang
menderita laktosa. Jenis kelamin tidak memiliki
peran dalam kasus intoleransi laktosa ini.
Intoleransi laktosa ini muncul pada bayi, anak usia
di bawah 2 tahun, karena tubuh tidak mampu
memproduksi enzim lactase secara genetik.
Namun kondisi tersebut membaik secara alami
seiring waktu hingga 2 tahun atau pada anak di
atas 2 tahun, dimana tubuh mulai belajar
memproduksi lactase sedikit demi sedikit

Manifestasi Klinis

Diare
Perut kembung
Nyeri perut
Feses bau asam + berlendir
Anus kemerahan
30 menit 2 jam setelah konsumsi

Penatalaksanaan

Tidak mengkonsumsi susu laktosa


susu kedelai
Dehidrasi beri Asi
Oralit untuk diare

Komplikasi
Dehidrasi:
Dehidrasi:
Tanpa
Tanpa dehidrasi:
dehidrasi: deficit
deficit cairan
cairan
<5%
<5%
Dehidrasi
Dehidrasi ringan:
ringan: deficit
deficit cairan
cairan 556%
6%
Dehidrasi
Dehidrasi sedang:
sedang: deficit
deficit cairan
cairan 6610%
10%
Dehidrasi
Dehidrasi berat:
berat: deficit
deficit cairan
cairan
>10%
>10%

Hypokalemia
Hypokalemia Ion
Ion K
K
keluar
keluar
lemah
lemah otot,
otot,
aritmia
aritmia jantung,
jantung, ileus
ileus
paralitik
paralitik

Gangguan gizi
cairan keluar tidak
diimbangi dengan
konsumsi
makanan dan gizi

Prognosis
Prognosis untuk intoleraansi laktosa yang
diwariskan prognosisnya kurang baik, sedangkan
pada kelainan yang primer dan sekunder
prognosisnya baik.

Penutup
Pada kasus ini anak laki-laki usia 6 bulan tersebut
menderita intoleransi laktosa akibat susu formula
yang mengandung laktosa yang diberikan terlalu
dini sehingga mengakibatkan terjadinya diare
yang terus-menerus, hal ini dapat dicegah dengan
menghentikan pemberian susu berlaktosa dan
memberikan susu dengan kadar laktosa rendah
seperti susu kedelai. Diare pada anak tersebut
dapat diberikan cairan yang cukup dan nutrisi dan
vitamin yang adekuat untuk mencegah terjadinya
komplikasi yang dapat mengakibatkan kematian.