Anda di halaman 1dari 8

BAB I.

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Air bersih merupakan kebutuhan pokok untuk masyarakat maupun industri. Untuk
mendapatkan air bersih, terdapat beberapa proses pengolahan tergantung sumber air yang
digunakan. Salah satu proses tersebut adalah flokulasi. Flokulasi bertujuan untuk
menghilangkan padatan tersuspensi, turbidity, warna, dan mikroorganisme (Singh,2000).
Starch merupakan

polimer

alami yang

murah

harganya,

mudah

didapat,

biodegradable, dan tahan terhadap gesekan mekanis. Starch merupakan salah satu jenis
polisakarida yang terdiri dari beberapa jenis seperti xanthan gum, guargum, starch,dan
sebagainya. Polisakarida terdiri dari amilosa dan amilopektin. Berdasarkan uraian tentang
Polyacrylamide dan Starch, memungkinkan untuk digabungkan menjadi suatu material
flokulan yang terdegradasi(biodegradable)(Rath,1997).
Blending dan kopolimerisasi merupakan metode memodifikasi polimer untuk
mendapatkan sifat sifat baru yang merupakan bagian dari sifat polimer penyusunnya.
Blending merupakan metode pencampuran dua jenis polimer sintetis yang bisa dilakukan
melalui melt blending atau solvent blending. Secara umum, proses blending ditujukan untuk
meningkatkan sifat fisik dari polimer (mekanik dan thermal). Kopolimer merupakan proses
yang melibatkan reaksi kimia dengan penambahan gugus fungsional tertentu. Sifat baru
yang dihasilkan umumnya untuk meningkatkan sifat kimia polimer (hydrophilicity /
hydrophobicity,dll) (Kaavessina,2012).
Penelitian sebelumnya telah menggunakan amylopektin dari pati talas dengan
kandugan almylosa 21,44% dan amylopektin 78,56%, digunakan sebagai bahan baku
pembuatan flokulan. Pada penelitian tersebut digunakan pati talas sebagai polimer
backbone dan acrylamide sebagai graft-nya untuk pembuatan flokulan dengan metode
pencangkokan / kopolimerisasi larutan. Hasilnya menunjukkan bahwa Starch-graftPolyacrylamide dapat terbentuk dengan metode grafting to. Sehingga diperlukan penelitian
lebih lanjut mengenai pengaruh karakteristik dari pati talas termodifikasi terhadap
pembentukan Starch-graft-Polyacrylamide dengan metode grafting to pula.
B. PERUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pati talas termodifikasi bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan
bioflokulan?

2. Bagaimana perbandingan kinerja flokulasi bioflokulan pati singkong termodifikasi


sebagai bioflokulan jika dibandingkan dengan pati talas termodifikasi?
3. Bagaimanakah pengaruh penggunaan pati talas termodifikasi dan pati singkong
termodifikasi terhadap waktu polimerisasi?
C. TUJUAN
1. Mengetahui potensi pati talas termodifikasi dan pati singkong termodifikasi sebagai
bahan dasar pembuatan bioflokulan
2. Mengetahui kinerja penggunaan pati singkong termodifikasi sebagai bioflokulan jika
dibandingkan dengan pati talas termodifikasi
3. Mengkaji pengaruh pati talas termodifikasi dan pati singkong termodifikasi terhadap
waktu polimerisasi
D. MANFAAT
1. Bagi masyarakat, yaitu:
Meningkatkan prospek starch sebagai backbone pembuatan bioflokulan dan dapat
memperoleh

bioflokulan

yang

efektif

sehingga

dapat

meningkatkan

taraf

perekonomian masyarakat Indonesia.


2. BagiIlmu Pengetahuan dan Teknologi ( IPTEK ), yaitu :
Penelitian ini berperandalam upaya mencari sumber starch sebagai backbone untuk
membuat flokulan sehingga dapat memperoleh bioflokulan yang efektif.
3. Bagi Pengembangan Institusi
Penelitian ini diharapkan dapat memacu penelitian lain mengenai pembuatan
bioflokulan di lingkungan Universitas Sebelas Maret Surakarta sehingga akan
menjadikan UNS sebagai pusat studi bioflokulan.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Luaran yang diharapkan dalam progam ini adalah:
1. Artikel di Seminar Nasional
2. Produk berupa bioflokulan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA


1. Talas (Colocasiaesculenta L. Schoott)
Umbi talas mengandung pati yang terdiri dari amlilosa 21,44%, dan amylopektin
78,56 %. Amilosa merupakan polimer lurus dari D-glukosa yang dihubungkan oleh
ikatan -1,4-glikosidik dengan struktur cincin piranosa (Pomerans,1991). Amilosa
2

mempunyai struktur tidak bercabang sehingga amilosa terikat lebih kuat.Sedangkan


amilopektin merupakan molekul polisakarida dengan rantai cabang. Granula pati yang
lebih banyak kandungan amilosanya, mempunyai struktur yang lebih kristalin.Dengan
demikian amilosa sulit tergelatinisasi dan sulit dicerna.mempunyai struktur
bercabang, ukuran molekul lebih besar dan lebih terbuka sehingga lebih mudah
tergelatinisasi dan lebih mudah dicerna.
2. Singkong
Umbi singkong memiliki kandungan amilosa sangat tinggi yaitu 27.38% dan kadar
amilopektin 72.62% (Hidayat et al, 2007).
3. Pati Termodifikasi
Pati termodifikasi adalah pati yang diberi perlakuan tertentu dengan tujuan untuk
menghasilkan sifat yang lebih baik untuk memperbaiki sifat sebelumnya atau
merubah beberapa sifat lainnya (Koswara, 2006).
Pati alami dapat dimodifikasi sehingga mempunyai sifat-sifat yang diinginkan.
Modifikasi disini dimaksudkan sebagai perubahan struktur molekul dari yang dapat
dilakukan secara kimia, fisik maupun enzimatis (James N. BeMiller et al., 1997).
4. Koagulasi dan Flokulasi
Koagulasi adalah proses mendestabilisasi partikel-partikel koloid sehingga tubrukan
partikel dapat menyebabkan pertumbuhan partikel. Menurut Ebeling dan Ogden
(2004), koagulasi merupakan proses menurunkan atau menetralkan muatan listrik
pada partikel-partikel tersuspensi atau zeta-potential-nya. Proses koagulasi berfungsi
untuk menetralkan atau mengurangi muatan negatif pada partikel sehingga
mengijinkan gaya tarik van der waals untuk mendorong terjadinya agregasi koloid
dan zat-zat tersuspensi halus untuk membentuk microfloc.
Flokulasi adalah proses penambahan flokulan pada pengadukan lambat untuk
meningkatkan saling hubung antar partikel yang goyah sehingga meningkatkan
penyatuannya (aglomerasi). Flokulasi merupakan proses yang sangat berkaitan erat
dengan proses koagulasi. Koagulasi merupakan rangkaian proses pembentukan flokflok. Padakedua proses ini dibutuhkan flokulan yaitu bahan kimia tertentu yang
membantu proses pembentukan flok. Dalam kurun waktu terakhir, penggunaan
polimer sintesis sebagai bahan kimia pendestabilisasi pada pengolahan air bersih dan
limbah cair semakin meningkat (W. Grosch 1999).
5. Metode Kopolimerisasi
Metode kopolimerisasi telah digunakan dalam pembuatan bioflokulan dari
amylopektin ubi kayu sebagai backbone dan acrylamide sebagai graft-nya. Amylosa
dapat juga digunakan sebagai backbone dalam pembuatan bioflokulan, namun
keefektifannya masih belum diketahui. Salah satu karakteristik dari larutan polimer
3

berbobot molekul tinggi dibandingkan dengan pelarut murninya adalah kenaikan


viskositas larutannya oleh pertambahan konsentrasi. Karena berat/ukurannya yang
besar, molekul polimer dalam larutan akan menurunkan mobilitas dan mempengaruhi
sifat aliran campuran yang sebanding dengan jumlah molekul terlarut. Karena itu,
pengamatan perubahan viskositas ini dapat digunakan untuk menentukan bobot
molekul polimer tersebut (Wirjosentono,B, 1995).
BAB III. METODE PENELITIAN
III.A BAHAN
a) Starch : backbone
Starch yang digunakan adalah pati talas termodifikasi. Talas yang digunakan
berasal dari daerah Banyuwangi. Talas (Colocasia esculenta

merupakan jenis

umbi-umbian yang mempunyai kadar pati cukup potensial yaitu (74,34 %) dengan
kadar amilosa (21.44%) dan amilopektin (78.56%).
Starter Bimo-Cf
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)

Acrylamide : graft
K2S2O8 ,TMEDA : inisiator
Hydroquinon : terminator
Gas nitrogen : purger
Aquadest : pelarut
Acetone(CH3COCH3)atau Methanol(CH3OH): presipitan
Mocaf

III.B GAMBAR ALAT

Gambar 2. Rangkaian Alat Polimerisasi


Keterangan :
1. Reaktor polimerisasi
2. Pengaduk
3. Water bath thermostat,
4. Tabung N2
5. N2 inlet
6. N2 outlet

7. Termometer
8. Motor pengaduk
9. Pendingin balik
10. Statif dan Klem
11. Inlet bahan kimia

Alat Uji Flokulasi


1. Gelas Beaker 1000 ml
2. Motor Pengaduk
3. Turbidimeter
III C. CARA KERJA
TahapanPenelitian
sintesa nt Polyacrylamideberdasarkan reaksi
polimerisasi sehingga dihasilkan non-terminated
Polyacrylamide
sintesa starch-g-polyacrylamidesehingga
dihasilkan starch-g-polyacrylamide

Uji Flokulasi

Gambar 3Tahapan Penelitian Menggunakan Metode Grafting

Langkah Percobaan
a) TahapPersiapanTalas Termodifikasi
Talas dikupas dan dicuci bersih kemudian difermentasi menggunakan starter Bimo-Cf
dengandosis 10 gram per 10 liter air per 10 kg talassegar., kemudian difermentasi
selama 12 jam. Disaring dan dikeringkan untuk mengurangi kadar air setelah itu
digiling untuk memperoleh tepung talas termodifikasi.
b) TahapSintesa nt Polyacrylamide
1. Membuat larutan acrylamide 0,01 M
2. Membuat larutan Kalium Peroxidisulfate dan TMEDA(inisiator) dengan
konsentrasi0,05 ; 0,1 ; 0,15 ; 0,2 ; 0,25 ; dan 0,3 mol/liter

3. Melakukan reaksi polimerisasi dilakukan selama 30menit pada suhu 30


o

Cdihasilkan non-terminated Polyacrylamide.


c) Tahap sintesa starch-g-polyacrylamide. war
1. 2.5 gram starch dilarutkan dalam aquadest sampai suhu 70oC sampai berubah
warna kemudian didinginkan sampai suhu 30 oC
2. Strach disintesa dan dimasukkan kedalam reaktor yang berisi non-terminated
Polyacrylamide.
3. Terjadi coupling reaksi dengan kecepatan pengadukan 250 rpm pada suhu 50oC
dan waktu reaksi 1,5 jam.
4. Memasukan larutan termintor hydroquinon ke dalam reaktor
5. Produk berupa padatan putih seperti kapas, sedangkan monomer dan starch sisa
tetap dalam bentuk larutan (starch-g-polyacrylamide)
6. Melakukan uji hasil Intrinsic Viscosity, Struktur (FTIR),dan %GY
d) Tahap Uji Flokulasi
Sampel yang digunakan berupa air tanah 500 ml kemudian dimasukkan bioflokulan
dari pati talas termodifikasi dengan konsentrasi 100 mg/l sebagai pembanding
bioflokulan dari mocaf.Disiapkan juga kontrol, yaitu 500 ml sampel air tanah yang
tidak ditambahkan koagulan .Dosis bioflokulan yang digunakan dalam uji flokulasi
bervariasi, yaitu 10,20, 30, 40, 50, 60, 70 mg. Masing-masing dilarutkan dalam 500
ml aquadest dalam gelas beaker. Setelah itu dilakukan analisis laboratorium
menggunakan metode sedimentasi dan analisis data menggunakan FTIR.
BAB VI. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
1. AnggaranBiaya
No
1
2
3
4

JenisPengeluaran
Bahan habis pakai
Peralatan Penunjang
Perjalanan
Lain-lain
Jumlah

2.

Biaya (Rp)
Rp. 2.336.000,00
Rp. 1.750.000,00
Rp. 650.000,00
Rp. 790.000,00
Rp. 5.526.000,00

Jadwal Kegiatan

JenisKegiatan

Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
Bulan 4
Bulan 5
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Persiapanalat
Persiapan
bahan
Penelitian
Analisahasil
6

Laporanakhir
Publikasi

DAFTAR PUSTAKA

Belitz, H.D. dan W. Grosch. 1999. Food Chemistry. Verlag Springer, Berlin.
Ebeling, James M. dan Sarah R. Ogden (2004), Application of Chemical Coagulation Aids
for the Removal of Suspended Solids (TSS) and Phosphorus from the Microscreen
Effluent Discharge of

an Intensive Recirculating Aquaculture System, North

American Journal of Aquaculture 66:198-207.


James N. Be Miller dan West Lafayette, 1997, Starch Modification : Challenges
Prospects, USA, Review 127-131. Jane, J., 1995, Starch Properties,

and

Modifications,

and Application, Journal of Macromolecular Science, Part A.32:4,751-757.


Kaavessina, M., et al., Crystallization behavior of poly(lactic acid)/elastomer blends. Journal
of Polymer Research, 2012. 19(2): p. 1-12.
Koswara, 2006, Teknologi Modifikasi Pati. Ebook Pangan.
Pomeranz,Y.,1991. Functional Properties of Food Components. Academic Press Inc,San
Diego.
Rath, S.K., and Singh, R.P.,Flocculation Characteristicof Grafted and Ungrafted Starch,
Amylose, and Amylopectin.Journal ofPolymer Science,66,(1997) 721-1729.
Wirjosentono, B. 1995, Pengikatan Efektif Pemantapan Turunan Stearat DalamMatriks
Polivinyl Klorida, Prosiding Seminar Ilmiah Lustrum ke-4 FMIPAUSU, Intan Dirja
Lela, Medan
Yahdiana

Harahap,"PEMBENTUKAN

AKRILAMIDA

DALAM

MAKANAN

DAN

ANALISISNYA". Majalah Ilmu Kefarmasian. Vol. III No.3 Desember 2006. 107-116
7