Anda di halaman 1dari 24

YAYASAN UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

SMA (TERAKREDITASI A) LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA


Alamat : Jalan Jatayu No.10 Singaraja
Telepon : 0362 -22571
Website: http://www.smalabundiksha.co.cc E-mail: smalabundiksha@yahoo.co.id

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN


I.

II.

Identitas
Nama Sekolah

: SMA Lab. Undiksha Singaraja

Mata Pelajaran

: Kimia

Kelas/Semester

: XI/1

Pokok Bahasan

: Energi dan Entalpi

Alokasi Waktu

: 4 x 45 menit (2 x pertemuan)

Kompetensi Inti
KI 1
: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2
: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab,
peduli, (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan social
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam
KI 3

pergaulan dunia.
: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian
yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan

KI 4

masalah.
: mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

III. Kompetensi Dasar dan Indikator


KD dari KI 1

1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi,
kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
KD dari KI 2
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
Indikator
Menunjukkan perilaku ilmiah dalam proses pembelajaran
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama, santun, toleran, cinta damai dan peduli lingkungan
serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
Indikator
Menunjukkan perilaku kerjasama dalam memecahkan masalah.
2.3 Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif serta bijaksana sebagai wujud
kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan.
Indikator
Menunjukkan perilaku responsif dan pro-aktif dalam memecahkan masalah.
KD dari KI 3
3.4 Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan hasil percobaan dan
diagram tingkat energi.
Indikator
Membedakan sistem dan lingkungan dari suatu reaksi kimia.
Menghubungkan energi dalam, kalor, dan kerja.
Menghubungkan energi dalam dengan perubahan entalpi suatu reaksi.
Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan data hasil percobaan.
Membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm berdasarkan diagram tingkat
energi.
KD dari KI 4
4.4 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.

Indikator
Menyimpulkan reaksi eksoterm atau reaksi endoterm dari data hasil percobaan.
Menyajikan hasil percobaan reaksi endoterm dan eksoterm.
IV.

Tujuan Pembelajaran
1. Melalui diskusi kelas siswa dapat membedakan sistem dan lingkungan dari suatu
reaksi kimia.
2. Melalui diskusi kelas siswa dapat menghubungkan energi dalam, kalor, dan kerja.
3. Melalui diskusi kelas siswa dapat menghubungkan energi dalam dengan perubahan
entalpi suatu reaksi.
4. Melalui percobaan siswa dapat membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm.
5. Melalui percobaan siswa dapat membedakan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
berdasarkan diagram tingkat energi.
6. Melalui percobaan siswa dapat menyimpulkan reaksi eksoterm atau reaksi endoterm
dari data hasil percobaan.
7. Melalui percobaan siswa dapat menyajikan hasil percobaan reaksi eksoterm atau
reaksi endoterm

V.

Materi Pembelajaran

1) Sistem dan Lingkungan


Jika kita mengamati reaksi antara larutan NaOH dengan HCl dalam sebuah gelas kimia,
maka sistemnya adalah reaksi NaOH dengan HCl sedangkan lingkungannya adalah pelarut
(air), gelas kimia, dan segala sesuatu yang berada di luar sistem. Jadi sistem adalah bagian
tertentu dari alam yang menjadi perhatian kita, sedangkan lingkungan adalah sisa alam yang
berada di luar sistem.
Berdasarkan transformasi materi dan energinya, maka sistem dibedakan menjadi sistem
terisolasi, sistem tertutup, dan sistem terbuka.
1. Sistem terisolasi adalah sistem yang tidak mungkin terjadi pertukaran kalor dan
perpindahan materi antara sistem tersebut dengan lingkungan. Misalnya air panas dalam
termos ideal.
2. Sistem tertutup adalah sistem yang mungkin terjadi pertukaran kalor antara sistem
tersebut dengan lingkungan, tetapi dalam tidak terjadi perpindahan materi. Misalnya air
panas dalam gelas tertutup rapat.
3. Sistem terbuka adalah sistem yang mungkin terjadi perpindahan kalor dan perpindahan
materi antara sistem tersebut dengan lingkungannya. Misalnya air dalam gelas terbuka.

2) Kalor dan Kerja


Kalor didefinisikan sebagai suatu bentuk energi yang berpindah dari satu bagian zat ke
bagian zat yang lain atau dari suatu benda ke benda yang lain karena perbedaan suhu.
Transfer atau pertukaran energi antara sistem dan lingkungan dapat berupa kalor (q) atau
bentuk energi lainnya yang secara kolektif kita sebut kerja (w). Kerja (w) adalah perubahan
energi yang langsung dihasilkan oleh suatu proses.
Kalor adalah energi yang berpindah dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya dari suhu yang
lebih tinggi ke suhu yang lebih rendah. Apabila suatu zat menyerap kalor, maka suhu zat
akan naik, begitu pula sebaliknya. Jika suatu zat melepaskan kalor, suhu zat tersebut akan
turun. Jumlah kalor yang diserap atau dibebaskan oleh suatu sistem dapat ditentukan melalui
percobaan. Apabila massa dan kalor jenis atau kapasitas kalor sistem tersebut diketahui,
maka besarnya kalor dapat dihitung dengan menggunakan perumusan :

q=m.c.
T

atau

\Dimana : q = jumlah kalor (joule)


m= massa zat (gram)

q = C.
T

c = kalor jenis (joule/gram K)


C = kapasitas kalor (J/K)

T = perubahan suhu
Untuk mengetahui banyaknya kalor yang dilepas atau diserap suatu sistem dapat diketahui
melalui percobaan. Dalam penentuan tersebut kalor jenis (c) juga dapat diilustrasikan sebagai
kapasitas panas. Kapasitas panas kalorimeter adalah kapasitas untuk menyerap atau melepas
energi pada tiap derajat perubahan temperatur.
3) Energi Dalam (U)
Jika kita tinjau suatu zat yang dalam keadaan diam (tidak bergerak), maka zat tersebut hanya
memiliki energi potensial, yaitu energi yang tersimpan dalam zat yang disebut energi dalam
(internal energi) disimbolkan dengan U. Jika kita tinjau suatu zat yang sedang bergerak,
maka zat tersebut memiliki energi potensial (energi dalam zat) dan energi kinetik. Energi
yang termasuk energi dalam suatu zat adalah energi ikatan kimia antar atom, energi dari gaya
tarik antarmolekul, energi dari gerakan translasi suatu molekul, dan energi bentuk lain yang
terdapat di dalam zat. Perubahan energi dalam merupakan kalor reaksi yang berlangsung
pada volume tetap.

Harga mutlak dari energi dalam tidak dapat ditentukan, tetapi perubahan energi dalam (U)
dapat ditentukan dengan menggunakan Hk. Termodinamika I, yaitu:

U = q+w

Dimana:

atau U = EP-ER

U= perubahan energi dalam


q

= kalor yang dilepas atau diserap sistem.

w = kerja yang dilakukan atau diterima sistem


EP = Energi dalam produk
ER = Energi dalam reaktan
Dengan ketentuan tanda sebagai berikut. Jika energi (kalor atau kerja) meninggalkan sistem
diberi tanda negatif (-), sebaliknya jika energi memasuki sistem diberi tanda positif (+).
(Lihat gambar )
a. jika sistem menerima kalor, q bertanda positif (+)
b. jika sistem melepaskan kalor, q bertanda negatif (-)
c. jika sistem melakukan kerja, w bertanda negatif (-)
d. jika sistem menerima kerja, w bertanda positif (+)
lingkungan

+w

-w

Gambar 1. Tanda untuk kalor (q) dan kerja (w). Jika


energi (kalor atau kerja) meninggalkan sistem diberi
tanda negatif (-), sebaliknya jika energi memasuki
sistem diberi tanda positif (+)

+q
-q

4) Entalpi dan Perubahan Entalpi


Pada tahun 1847, seorang ilmuwan Jerman, Herman Ludwig Ferdinand von Helmholtz
(1821-1894) mengusulkan istilah entalpi untuk menyatakan jumlah energi yang terkandung
dalam suatu zat pada suatu kamar (250C atau 298 K). Dalam hal ini, entalpi didefinisikan
sebagai ukuran sifat termodinamika suatu sistem yang sama dengan jumlah energi dalam
sistem tersebut dengan hasil kali tekanan dan volumnya. Secara matematis, entalpi
dinyatakan dengan persamaan.

H = U + PV

Dimana:

H = entalpi

U = energi dalam

P = tekanan

V = volum

Energi dalam yang terkandung dalam suatu zat tidak dapat diukur secara langsung, sehingga
kita tidak dapat menentukan jumlah entalphinya. Akan tetapi, jika suatu sistem berubah
melalui reaksi kimia, perubahan energi dalamnya dapat diukur. Oleh karena itu, perubahan
entalphi sistem tersebut juga dapat diukur. Sebagai contoh dalam suatu reaksi kimia,
perubahan entalphi sistem adalah kalor reaksinya.
Dengan kata lain, setiap reaksi kimia selalu disertai dengan perubahan entalpi (H). Jika
suatu zat A(pereaksi) bereaksi menjadi zat B (produk) maka perubahan entalphi reaksi
tersebut secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut.
H = Hproduk Hreaktan
H = HB HA
Jika reaksi dilakukan pada tekanan yang tetap, maka perubahan entalpi reaksinya sama
dengan kalor yang diserap atau dilepaskan oleh sistem pada reaksi tersebut. Hal ini secara
matematis dapat dinyatakan sebagai berikut.
H = q
H = qP P

Dimana, qP merupakan kalor reaksi pada tekanan tetap.


5) Reaksi Eksoterm
Pada reaksi eksoterm entalpi pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi sehingga
perubahan entalpi negatif ( H<0). Pada reaksi ini temperatur sistem akan lebih tinggi
daripada lingkungan sehingga akan terjadi aliran kalor dari sistem ke lingkungan atau sistem
melepaskan kalor ke lingkungan.
Reaksi eksoterm banyak terjadi pada reaksi-reaksi pembakaran. Contoh reaksi eksoterm: jika
kapur tohor dicampur air maka kalor akan dilepaskan.
CaO(s) + H2O(l)

Ca(OH)2(aq) (timbul panas)

Pada proses ini sistem melepaskan kalor ke lingkungan dengan ditandai naiknya suhu. Pada
reaksi eksoterm, entalpi zat hasil reaksi (HP) lebih kecil dari entalpi zat pereaksi (H R),
sehingga H pada reaksi eksoterm berharga negatif.

Gambar 2. Diagram reaksi eksoterm

6) Reaksi Endoterm
Reaksi endoterm merupakan reaksi yang menyerap kalor. Dalam reaksi ini, kalor mengalir
dari lingkungan ke sistem. Temperatur sistem lebih rendah daripada lingkungan sehingga
akan terjadi aliran kalor dari lingkungan ke sistem. Reaksi endoterm seperti diilustrasikan
pada gambar berikut.
Contoh:
Reaksi antara barium hidroksida (Ba(OH)2) dan garam amonium klorida (NH4Cl) merupakan
reaksi endoterm yang ditandai dengan turunnya suhu.
Ba(OH)2(s) + 2NH4Cl(s)

BaCl2(l) + 2NH3(g) + 2H2O(l)

Pada reaksi endoterm, entalpi pereaksi (HR) lebih kecil daripada entalpi hasil reaksi
(HP)sehingga perubahan entalpi (H) berharga positif. Diagram reaksi endoterm adalah
sebagai berikut.

7) Persamaan TermokimiaGambar 3. Diagram reaksi endoterm

Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang menyertakan perubahan


entalpinya (H). Nilai perubahan entalpi yang dituliskan pada persamaan termokimia harus
sesuai dengan stoikiometri reaksi, artinya jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi sama
dengan koefisien reaksinya.
Contoh:
Diketahui persamaan termokimia:
H2(g) + O2(g) H2O(l) H = 285,85 kJ/mol
Artinya, pada pembentukan 1 mol H2O dari gas hidrogen dan gas oksigen dibebaskan
energi sebesar 285,85 kJ (reaksi eksoterm).
VI.

Strategi Pembelajaran
Model Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran
Metode Pembelajaran

: Kooperatif tipe STAD


: Pendekatan ilmiah (scientific approach)
: Diskusi, Tanya Jawab, dan Informasi

VII. Langkah-Langkah Pembelajaran


Pertemuan 1
No.
1.

Kegiatan
Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran
Guru
Siswa
- Guru mengucapkan salam
- Siswa mengucapkan
dan menanyakan kehadiran
siswa.
- Guru melakukan presensi
kepada siswa.
- Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran kepada siswa.
Motivasi dan Apersepsi
- Guru member motivasi dan
apersepsi terkait dengan
materi yang akan dipelajari
dengan member pertanyaan.
Setelah selesai
berolahraga kalian pasti
merasakan panas.
Mengapa hal tersebut
dapat terjadi?

salam kepada guru.


- Siswa memberitahu
kehadiran kepada guru.
- Siswa menyimak dan
menjawab pertanyaan
dari guru.

Waktu
10 menit

- Guru mengingkatkan
kembali terkait dengan
materi sebelumnya yaitu
2.

Inti
Persiapan

tentang kalor.
- Guru memberikan

- Siswa menyimak

informasi kepada siswa

informasi dari guru

tentang kegiatan
pembelajaran dan cara kerja
Presentasi kelas

kelompok.
- Guru menginformasikan
gambaran umum materi
(sistem & lingkungan,
reaksi eksoterm &
endoterm, serta hubungan
antara energi dengan
perubahan entalpi) dengan
cara mengamati dan
bertanya kepada siswa.
Mengamati
- Guru meminta siswa
untuk menggali
informasi mengenai
sistem dan lingkungan
dari suatu gejala yang
ada, hubungan antara
energi dengan
perubahan entalpi, serta
reaksi eksoterm dan
endoterm.
Menanya
-

Guru bertanya kepada


siswa, apa perbedaan

Siswa mengamati sistem


dan lingkungan dari

suatu gejala yang terjadi.


- Siswa menjawab
pertanyaan dari guru

70 menit

dari sistem dan


lingkungan, bagaimana
perbedaan antara reaksi
endoterm dan eksoterm,
hubungan antara energi
dengan perubahan
Kelompok

Diskusi

entalpi.
- Guru meminta siswa untuk

- Siswa membentuk

membentuk kelompok, 1

kelompok yang terdiri

kelompok terdiri dari 3

dari 3 orang.

orang.
Pengumpulan data
- Guru memberikan LDK

- Siswa mendiskusikan

(Lembar Diskusi

permasalahan dalam

Kelompok) kepada setiap

LDK

kelompok dan meminta


siswa untuk mendiskusikan
dan menjawab soal
(lampiran 1) bersama
dengan anggota
kelompoknya.
- Guru memberi waktu
selama 20 menit kepada
setiap kelompok untuk
mendiskusikan dan
menjawab soal-soal dalam
LDK yang telah dibagikan
kepada siswa.
- Guru membimbing
kelompok yang mengalami
permasalahan dalam
Presentasi

mengerjakan soal.
- Guru meminta siswa untuk

- Siswa mempresentasikan

kelompok

mempresentasikan hasil

hasil diskusi kelompok.

diskusi kelompok. Satu


kelompok diwakilkan oleh
satu orang anggotanya.
- Guru bersama-sama dengan
siswa menyimpulkan materi
yang telah dipelajari.
- Guru memberikan
kesempatan kepada siswa
untuk bertanya berkaitan
dengan materi yang telah
dipelajari.

Siswa bersama-sama
dengan guru
menyimpulkan materi
yang telah dipelajari
terkait dengan sistem
dan lingkungan dari
suatu gejala yang ada
dan hubungan antara
energi dengan perubahan
entalpi.

Penghargaan

- Guru memberikan
penghargaan kepada
masing-masing kelompok
yang memperoleh nilai

Penutup

baik.
- Guru menyampaikan materi

- Siswa memperhatikan

yang akan dibahas pada

informasi dari guru

10 menit

pertemuan selanjutnya,
yaitu reaksi eksoterm dan
endoterm.
- Guru mengakhiri pelajaran
dan mengucapkan salam
penutup.
Pertemuan 2
No.
1.

Kegiatan
Pendahuluan

Kegiatan Pembelajaran
Guru
Siswa
- Guru mengucapkan salam
- Siswa mengucapkan
dan menanyakan kehadiran

salam kepada guru.

Waktu
10 menit

siswa.
- Guru melakukan presensi
kepada siswa.
- Guru menyampaikan tujuan
pembelajaran kepada siswa.

- Siswa memberitahu
kehadiran kepada guru.
- Siswa menyimak dan
menjawab pertanyaan
dari guru.

Motivasi dan Apersepsi


-

Guru memberi motivasi dan


apersepsi terkait dengan
materi yang akan dipelajari
dengan memberi
pertanyaan.
Mengapa ketika kita
menggenggam alkohol
tangan kita terasa dingin?

Guru mengingkatkan
kembali terkait dengan
materi sebelumnya yaitu
tentang energi, sistem dan

2.

Inti
Persiapan

lingkungan.
- Guru memberikan
informasi kepada siswa

- Siswa menyimak
informasi dari guru

tentang kegiatan
pembelajaran.
Kelompok

Eksperimen

- Guru meminta siswa untuk

- Siswa membentuk

membentuk kelompok, 1

kelompok yang terdiri

kelompok terdiri dari 4-5

dari 4-5 orang.

orang.
Pengumpulan data
- Guru membagikan Lembar

- Siswa mendiskusikan

Eksperimen (Lampiran 2)

Lembar Ekperimen yang

kepada setiap kelompok dan

diberikan.

meminta siswa untuk

70 menit

mendiskusikan bersama
dengan anggota
kelompoknya.
- Guru meminta siswa
membaca Lembar
Eksperimen dengan

- Siswa membaca Lembar


Eksperimen dan bertanya
apabila ada hal yang
masing kurang dipahami.

seksama dan bertanya


apabila ada yang kurang
dipahami.
- Guru meminta siswa untuk
melaksanakan eksperimen.
- Guru menemani dan

- Siswa melakukan
eksperimen dan bertanya
apabila ada yang belum
dipahami.

membimbing siswa dalam


Diskusi

melakukan eksperimen.
Guru meminta siswa untuk

- Siswa berdiskusi dan

mendiskusikan hasil

memecahkan masalah

pengamatan serta

yang tertera dalam

memecahkan masalah yang

Lembar Eksperimen.

tertera dalam Lembar


Eksperimen.
-

Guru mengkonfirmasi hasil

hasil percobaan dan

pengamatan siswa.

bertanya jika mengalami

Guru mengaitkan hasil


temuan siswa dengan materi
reaksi eksoterm dan
endoterm.

Penutup

- Siswa menyampaikan

- Guru mengajak siswa

kesulitan.
- Siswa mencermati
penjelasan yang
diberikan oleh guru dan
bertanya apabila kurang
mengerti.
- Siswa menyimpulkan

menarik kesimpulan dari

hasil pembelajaran dan

diskusi tentang reaksi

mencatat hal-hal yang

eksoterm dan endoterm.


- Guru menyampaikan

penting
- Siswa menyimak

10 menit

kepada siswa untuk

informasi dari guru

membuat laporan
eksperimen.
- Guru menyampaikan materi
yang akan dibahas pada
pertemuan selanjutnya,
yaitu menentukan
perubahan entalpi.
- Guru mengakhiri pelajaran
dan mengucapkan salam
penutup.
VIII. Penilaian
1. Teknik penilaian
2. Prosedur penilaian
No
1

: Pengamatan, Tes tulis


:

Aspek yang dinilai


Sikap

Teknik penilaian
Pengamatan

Waktu penilaian
Selama
pembelajaran dan

Pegetahuan:
a. Membedakan sistem dan

Pengamatan
Tes

lingkungan, menjelaskan

diskusi kelompok
Penyesuaian tugas
kelompok dan
individu

hubungan antara energi dan


perubahan entalpi, serta
membedakan reaksi eksoterm
3

IX.
a.
b.
c.
d.
e.
f.

dan endoterm.
Keterampilan:
a. Teknik penyajian

Pengamatan

Sumber Belajar
LDK (Lembar Diskusi Kelompok)
Lembar Eksperimen
Internet
Buku paket kimia
LKS
Sumber lain yang berkaitan dengan materi termokimia.

Penyelesaian tugas
kelompok (LDK)

Lampiran 1
LDK
(Lembar Diskusi Kelompok)
Nama Kelompok

: 1.
2.
3.

Diskusikan dengan kelompok anda dan lakukan penelusuran literatur sebagai bahan
pengumpulan data untuk menjawab pertanyaan berikut ini!
1. Sistem dan Lingkungan
Perhatikan gambar di bawah ini!

Seng

Larutan HCl
Gelembung gas

Analisislah yang mana merupakan sistem dan lingkungan! Berikan Alasannya!


2. Jenis-jenis Sistem
Perhatikan gambar berikut!

Manakah yang dikategorikan sistem tertutup, terbuka, dan terisolasi? Berikan alasan!

Lampiran 2
Reaksi Eksoterm dan Reaksi Endoterm
Tujuan:
Alat dan Bahan:
Alat

Jumlah

Bahan

Jumlah

Cara Kerja:
1. Masukkan lebih kurang 10 cm3 air ke dalam gelas kimia dan ujilah dengan lakmus merah
dan lakmus biru. Rasakan suhunya dengan memegang gelas tersebut. Tambahkan
sebongkah NaOH, biarkan sebentar dan rasakan suhunya. Ujilah dengan kertas lakmus
merah dan biru. Catat hasil pengamatan Anda.
2. Masukkan kristal Ba(OH)2.8H2O sebanyak 1 spatula dalam tabung reaksi. Tambahkan
NH4Cl sebanyak 2 spatula. Aduk campuran tersebut lalu tutuplah dengan sumbat gabus.
Pegang tabung tersebut dan rasakan suhunya. Biarkan sebentar kemudian buka tabung
dan cium bau gas yang timbul (Hati-hati, jangan mencium langsung bau gas dari
mulut tabung tetapi kibaskan tangan Anda di mulut tabung). Catat pengamatan Anda.
Hasil Pengamatan:
Zat

Lakmus Merah

Lakmus Biru

Suhu

Gas

Air
Air + NaOH

Zat
Ba(OH)2.8H2O + NH4Cl

Suhu

Pembahasan:

Simpulan:

Pertanyaan:
1. Apa perbedaan reaksi eksoterm dan reaksi endoterm?

2. Tuliskan persamaan termokimia!

3. Gambarkan diagram tingkat energinya!

Rubrik Penilaian Laporan


Nama Kelompok
:
No Absen
:
No. Aspek yang dinilai
1.

2.

4.

Penampilan laporan:

Kebersihan

Kerapian
Penulisan:

Penggunakan bahasa
tulis
Kesesuaian sistematika:

Tujuan

Alat dan Bahan

Hasil Pengamatan

Pembahasan

Kesimpulan

Jawaban pertanyaan
Total Skor

Nilai = total skor/ skor maksimal x 100

Bobot (B)
(%)
10

Skor (S)

BxS

1
1

2
2

3
3

4
4

1
1
1
1
1
1

2
2
2
2
2
2

3
3
3
3
3
3

4
4
4
4
4
4

20

70

Lampiran 3
Post Test
Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1.

Jelaskan yang dimaksud dengan sistem dan lingkungan disertai dengan


contoh!

2.

Pada reaksi antara larutan NaOH dengan larutan HCl dalam suatu
tabung reaksi, terjadi kenaikan suhu yang menyebabkan suhu tabung reaksi naik,
demikian juga dengan suhu di sekitarnya. Dari reaksi tersebut yang mana merupakan
sistem dan lingkungan?

3.

Berikut ini merupakan data hasil percobaan


a. AgBr(s)

Ag(s) + Br2(l) H = + 99,96 kJ

b. H2(g) + O2(g)

H2O(s)

H = - 292 kJ

Tentukanlah yang mana termasuk dalam reaksi eksoterm dan endoterm!


4.

Lengkapilah diagram entalpi di bawah ini, kemudian tentukan nilai H


dan jenis reaksinya.
a.

Reaksi Q S

b. Reaksi S Q

Entalpi (kJ)

Entalpi (kJ)

S = 150

S = 150

Q = 75

Q = 75

H = +75

H = -75

a.

Reaksi R P

Reaksi P R

Entalpi (kJ)
R = 100
P = 40

d.

Entalpi (kJ)
R = 100
P = 40

Kunci Jawaban:
1. Sistem adalah sesuatu yang menjadi pusat perhatian atau pusat pengamatan (Skor: 1)
Lingkungan adalah sesuatu yang berada di luar sistem/bagian yang membatasi sistem(Skor: 1)
2 Sistem adalah larutan HCl (skor 1) dan larutan NaOH (skor 1)
Lingkungan adalah tabung reaksi, suhu udara, dan tekanan udara. (Skor: 2 minimal 2
jawaban)
3. Yang termasuk reaksi eksoterm adalah reaksi b, sedangkan yang termasuk reaksi endoterm
adalah reaksi a. (Skor: 2)
4.
a.

Reaksi Q S

b. Reaksi S Q

Entalpi (kJ)

Entalpi (kJ)

S = 150

S = 150

Q = 75

Q = 75

H = +75

H = -75

Jenis reaksi di atas adalah reaksi

Jenis reaksi di atas adalah reaksi

endoterm.

eksoterm.

a.

Reaksi R P

Reaksi P R

Entalpi (kJ)

d.

R = 100

Entalpi (kJ)
R = 100

P = 40

P = 40

H = +60

H = -60

Jenis reaksi di atas adalah reaksi

Jenis reaksi di atas adalah reaksi

endoterm.

eksoterm.

(Skor:8)
Nilai = skor yang diperoleh/skor maksimal x 100

Lampiran 4
PENILAIAN SIKAP (AFEKTIF)
No.
Aspek yang dinilai
1. Perilaku ilmiah
2. Perilaku kerjasama
Perilaku cepat tanggap (responsif) dan inisiatif
3.
(proaktif)
4. Perilaku bijaksana

Keterangan

RUBRIK PENILAIAN SIKAP (AFEKTIF)


No.
Aspek yang dinilai
1. Memiliki sikap ilmiah.

Rubrik
4: selalu menunjukkan sikap ilmiah dalam
bertanya dan menjawab.
3: sering menunjukkan sikap ilmiah dalam
bertanya dan menjawab.
2: kurang menunjukkan sikap ilmiah dalam
bertanya dan menjawab.
1: tidak menunjukkan sikap ilmiah dalam

1.

Memiliki sikap kerjasama.

bertanya dan menjawab.


4: selalu menunjukkan kerjasama dalam
kelompok
3: sering menunjukkan kerjasama dalam
kelompok
2:

kerjasama

dengan

anggota kelompok

kurang.
2.

Memiliki sikap responsif dan proaktif

1: tidak mau kerjasama


4: selalu menunjukan sikap responsif saat
menemui suatu permasalahan dan proaktif
untuk mencari pemecahannya.
3: seringmenunjukan sikap responsif saat
menemui suatu permasalahan dan proaktif

untuk mencari pemecahannya.


2: responsif terhadap suatu permasalahn
namun tidak mau mencari pemecahannya.
1: tidak menunjukkan sikap responsif dan
3.

Memiliki sikap bijaksana

proaktif.
4: selalu menunjukkan sikap bijak dalam
mengambil keputusan.
3: sering menunjukkan sikap bijak dalam
mengambil keputusan.
2:

kurang

bijaksana

dalam

mengambil

dalam

mengambil

keputusan.
1:

tidak

bijaksana

keputusan.
PENILAIAN DISKUSI KELOMPOK DAN PRESENTASI (PSIKOMOTOR)
Kriteria
Sangat
Baik(SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

Skor

Kriteria
Sangat
Baik(SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

Skor

Kriteria
Sangat
Baik(SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

Skor

Kriteria
Sangat

Skor
Indikator 4 (Proyek)
3
Bersih dan rapi, bahasa dan sistematika sesuai

3
2
1
0

3
2
1
0

3
2
1
0

Indikator 1 (Presentasi)
Terstruktur, jelas, materi sesuai
Terstruktur, jelas, materi kurang sesuai
Terstruktur, kurang jelas, materi kurang sesuai
Tidak terstruktur, kurang jelas , materi kurang sesuai
Indikator 2 (Penggunaan lalat)
Pemilihan tepat, cara penggunaan benar
Pemilihan tepat, cara penggunaan salah
Pemilihan kurang tepat, penggunaan benar
Pemilihan kurang tepat, penggunaan salah
Indikator 3 (Pelaksanaan percobaan)
Berjalan tanpa bimbingan
Berjalan dengan sedikit (25%) bimbingan
Berjalan dengan 50% bimbingan
Berjalan dengan 100% bimbingan

Baik(SB)
Baik (B)
Cukup (C)
Kurang (K)

2
1
0

kurang bersih dan rapi, bahasa dan sistematika sesuai


kurang bersih dan rapi, bahasa dan sistematika kurang
sesuai
kurang bersih dan rapi, bahasa dan sistematika salah

Keterangan:
Skor maksimal = Jumlah ketrampilan yang dinilai x jumlah kriteria (4 x 4 = 16)
Nilai ketrampilan = (jumlah skor perolehan : skor maksimal) x 100
Nilai ketrampilan dikualifikasi menjadi predikat:
Kls:
XI
SB (Sangat Baik) = 86-100
B (Baik)
= 81-85
C (Cukup)
= 78-80
K (Kurang)
= < 78