Anda di halaman 1dari 17

Cutting Tools

• Pengertian
• Material alat
potong
Keberadaan alat potong pada proses pemotongan logam atau
metal cutting sangatlah penting karena alat potong dapat menentukan
hasil kualitas pengerjaan yang meliputi ukuran serta performa,
efisiensi dari suatu proses pengerjaan, disamping itu alat potong dapat
menjadi sebuah ciri dari suatu proses pengerjaan logam. Melihat dari
pentingnya keberadaan alat potong, maka pengetahuan akan alat
potong merupakan salah satu syarat orang dapat bekerja dengan
mesin perkakas. Ada berbagai macam alat potong, akan tetapi kita
fokuskan perhatian kita pada alat potong yang biasa kita gunakan
dalam proses permesinan serta masalah – masalah yang sering muncul
seiring penggunaan alat potong tersebut.
Dewasa ini perkembangan teknologi material alat potong
tumbuh begitu pesat, untuk mengimbangi tuntutan
pengerjaan ( kepresisian & waktu ). Dimulai dari
digunakannya tool steel yang mempunyai cutting speed
rendah sampai dengan teknologi coating / pelapisan yang
mempunyai cutting speed tinggi. Pada dasarnya prinsip
pemilihan material sangat sederhana. Yaitu material alat
potong harus lebih keras sehingga dapat memotong
material benda kerja.
Sifat – sifat alat potong yang baik :
 Tahan keras pada suhu tinggi
Merupakan dasar pemilihan alat potong karena adanya
gesekan dengan benda kerja akan menimbulkan panas
yang cukup tinggi (>600° C) yang pada suhu tersebut
material logam akan mencapai suhu “ austenit “.
Lanjuta
n

 Ulet
Diperlukan sifat yang ulet supaya alat potong mampu
menerima beban kejut yang terjadi.

 Tidak mudah aus


Ketahanan untuk menahan deformasi plastis akibat dari
panas menunjang wear resistance dari alat potong.
Kita hanya akan membahas 4 macam material alat potong yang
akan kita gunakan, yaitu :

1. HIGH SPEED STEEL


Jenis -jenis material HSS
 HSS
High Speed Steel merupakan medium alloyed high speed steel yang
memiliki sifat machinability dan performance yang baik. Dengan tingkat kekerasan
dan kekuatan yang tinggi serta wear resistance characteristic yang membuat
material tersebut digunakan dalam skala yang luas sebagai alat potong. Seperti
mata bor dan tap.
 HSSV ( Vanadium High Speed Steel )
Vanadium merupakan material yang tahan aus, keras, serta mempunyai
performance yang baik. Biasanya digunakan untuk bahan Tap.
 HSCo ( Cobalt High Speed Steel )
Cobalt digunakan untuk mempertahankan kekerasan pada suhu tinggi. Kombinasi
kedua jenis bahan mampu meningkatkan kemampuan alat potong terhadap
tingkat ketegaran dan kekerasan. Digunkan untuk bor,tap,milling cutter,juga
reamer.
Lanjutan

 HSSXS1 ( Non Cobalt Powder Metallurgy Steel )


Mempunyai struktur logam yang lebih halus dan rapat bila dibandingkan dengan
HSCo. Umur pakai dan tingkat keausan yang dimiliki lebih baik dari HSCo.
Utamanya digunalan untuk Milling cutter dan Tap.
 HSCo XP ( Sintered Cobalt High Speed Steel )
Merupakan HSCo yana diproduksi dengan Powder Metallurgy technology
( Sinter ). Metode ini digunakan untuk mendapatkan Grindability dan Superior
toughness.
 CS ( Chromium Steel )
Merupakan tool steel yang dicampur dengan chromium. Tidak tahan dengan
suhu yang tinggi tetapi keras pada suhu rendah, biasanya untuk bahan tap dan
dies.
Tabel Informasi Struktur HSS

Grade Hardness C W Mo Cr V Co ISO


(HV 10) % % % % % % Standard
HSS M2 810 - 850 0.9 6.4 5.0 4.2 1.8 - HSS
HSSV M9V 830 - 870 1.25 3.5 8.5 4.2 2.7 - HSS-E
HSCo M35 830 - 870 0.93 6.4 5.0 4.2 1.8 4.8 HSS-E
M42 870 - 960 1.08 1.5 9.4 3.9 1.2 8.0 HSS-E
HSS 830 - 870 0.9 6.25 5.0 4.2 1.9 - HSS-PM
XS1
ASP 860 - 900 0.8 3.0 3.0 4.0 1.0 8.0 HSS-E-PM
2017
HSCo ASP 870 - 910 1.28 6.4 5.0 4.2 3.1 8.5 HSS-E-PM
XP 2030
ASP 870 - 910 1.6 10.5 2.0 4.8 5.0 8.0 HSS-E-PM
2052
CS 775 - 825 1.03 - - 1.5 - - -
2. CARBIDE

Dihasilkan dari proses sinter ( beberapa bahan serbuk


yang dikombinasikan menjadi satu ) yang dikombinasikan
dengan binder metal (pengikat). Material utama yang digunakan
adalah Tungsten Carbide (WC). Dimana tungsten / wolfram ini
menambah kekerasan material. Bahan lain dalam proses sinter
adalah Tantalum Carbide (TaC), Titanium Carbide (TiC),
Niobium Carbides (NbC). Material tersebut kemudian
ditambahkan dengan Cobalt (Co) sebagai pengikatnya.
PENGARUH KARAKTERISTIK MATERIAL TERHADAP PROSENTASE HARD
PARTICLE (WC) DENGAN BINDER METAL (Co)

Characteristic Higher WC content give Higher Co content give

Hardeness Higher hardness Lower hardness

Compressive Higher CS Lower CS

strength ( CS )

Bending Lower BS Higher BS

strength ( BS )

Note : Grain size juga mempengaruhi tingkat kekerasan carbide itu sendiri.
Semakin kecil maka semakin keras.
PERBANDINGAN ANTARA HSS, CARBIDE DAN SOLID TOOLS

Properties HSS Materials Carbide K 10/30F


Materials
Hardness ( HV 30 ) 800 - 950 1300 - 1800 1600
Density ( g/cm3 ) 3.0 - 9.0 7.2 - 15 14.45
Compressive 3000 - 4000 3000 - 8000 6250
strength ( N/mm2 )
Flexural strength 2500 - 4000 1000 - 4700 4300
( bending ), ( N/mm2 )
Heat resistance ( ° C ) 550 1000 900
E -module 260 - 300 460 - 630 580
( KN/mm2 )
Grain size ( µm ) - 0.2 - 10 0.8
3. Material with SURFACE TREATMENT
a. Steam Tempering
Steam tempering menghasilkan ikatan yang kuat dari “ blue oxide surface “
yang mampu menahan laju aliran cairan pendingin dan menjaga supaya tidak
terjadi built-up edges. Steam tempering dapat diaplikasikan pada semua tool
yang ringan tetapi akan lebih efektif digunakan untuk bor dan tap.
b. Bronze Finish
Merupakan lapisan Oxide yang tipis pada permukaan alat potong,
khususnya untuk alat potong yang terbuat dari cobalt dan vanadium high
speed steel.
c. Nitriding ( FeN )
Nitriding merupakan proses yang digunakan untuk meningkatkan
kekerasan dan keawetan alat potong. Sangat cocok digunakan sebagai tap
untuk memproses material abrasive seperti cast iron, bakelit, dll. Juga biasa
digunakan pada twist drill untuk mengeraskan dinding silindernya.
d. Hard Chromium Planting ( Cr )
Hard chrom digunakan untuk menaikkan kekerasan permukaan secara
signifikan. Hasil yang dicapai sekitar 68 HRC.
CUTTING GEOMETRI
Proses pengerjaan logam dengan metode cutting memerlukan alat potong ( tools ), dimana
tools yang digunakan terdiri atas sudut potong ( cutting angle ).
Sudut – sudut pembentuk mata potong yang utama adalah :
a.) Clearance angle α ( sudut pembebas )
berfungsi sebagai pembebas bidang bebas ( clearance face ) dengan benda kerja.
b.) Wedge angle β ( Sudut baji )
Berfungsi sebagai pembentuk bidang potong utama ( cutting edge ).
c.) Rake angle γ ( Sudut garuk )
Berfungsi sebagai tempat aliran tatal ( Chip ).
Sket
Tabel besar sudut potong untuk material alat potong HSS dan Cmented
Carbide

HSS Material Cemented Carbide


αº βº γº αº βº γº
8 68 14 Baja murni s/d 70 kg/mm2 5 75 10
8 72 10 Besi tuang s/d 50 kg/mm2 5 79 6
8 68 14 Baja campuran s/d 85 kg/mm2 5 75 10
8 72 10 Baja campuran s/d 100 kg/mm2 5 77 8
8 72 10 Besi tuang dapat dikeraskan 5 75 10
8 82 0 Baja tuang 5 85 0
8 64 18 Tembaga 8 64 18
8 82 0 Kuningan, red brass, bronze tuang 5 79 6
12 48 30 Alumunium murni 12 48 30
12 64 14 Alumunium tuang dan plastik 12 60 18
8 76 6 Magnesium campuran 5 79 6
12 64 14 Novotext, bakelit 12 64 14
12 68 10 Karet, kertas 12 68 10
- - - Porselin 5 85 0
Pengaruh besar sudut potong terhadap proses
pemotongan
 Jika sudut α terlalu kecil ( nol atau minus )
Sket

Pada kondisi ini maka clearnce face / dinding pembas akan bergesekan dengan
bagiankeliling benda kerja. Akibat yang ditimbulkan, gaya potong kan menjadi
besar dikarenakan bagian yang bersinggungan bukan merupakan garis atau titik
melainkan sebuah bidang. Sebagai indikasi sudut α nol atau minus adalah suara
berdecit dan tidak terjadi proses pemotongan.
Pengaruh besar sudut potong terhadap proses
pemotongan
 Jika sudut α terlalu besar ( > sudut standard )
Sket

Pada kondisi ini, gaya potong menjadi ringan karena bidang pembebas atau
clearance face tidak bergesekandengan bagian keliling benda kerja akan tetapi
hal ini mengakibatkan sudut β menjadi kecil / menjadi rapuh ( ingat jumlah α,β,γ
adalah 90º ). Pengecilan sudut β mengakibatkan alat potong menjadi mudah patah.
Pengaruh besar sudut potong terhadap proses
pemotongan
 Jika sudut γ terlalu kecil ( nol atau minus )
Sket

Pada kondisi ini, pahat akan memiliki sisi potong atau cutting edge yang tegar
dikarenakan sudut β yang besar akan tetapi akan mengakibatkan meningkatnya
gaya potong yang disebabkan penumpukan chip pada bidanng garuk. Rake angle
nol atau minus digunakan untuk pengerjaanmaterial yang keras seperti besi tuang
( cast iron ) dan baja yang dikeraskan.
Pahat Bubut

Untuk membubut material yang ulet atau keras biasanya sudut gamma ( γ ) kita
buat negatif ( - 5º s/d 10º ). Seperti material plastik (ulet ), juga besi tuang ( keras
getas )