Anda di halaman 1dari 24

Berdamai Dengan

Syiah
Dr. Abdurrahman MBP, MEI

Tak Kenal, Taaruf


Etimologi: ( Syiah)/(Syii): pembela
dan pengikut seseorang. Kalimat:
Pengikut Ali bin Abu Thalib.

Sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk
golongannya (Nuh). QS. Ash-Shaaffaat: 83.

Seorang dari SYIAHNYA (pengikutnya)(Bani
Israel) dan seorang (lagi) dari musuhnya
(kaum Firaun). QS. Al-Qashash: 15.

Tak Kenal
Terminologi: Syiah: Kelompok yang
mengaku mengikuti dan membela Ali
bin Abi Thalib, serta mengkafirkan
beberapa shahabat Nabi Muhammad
Shalallahu Alaihi Wassalam.
Rafidhah: rafadha
yarfudhu artinya menolak,
tidak menerima. Rafidhah: orang yang
menolak.

1. Abu Hasan Al-Asyari: Sebuah kelompok disebut Syiah Karena


mereka mendukung Imam Ali Ra, serta menganggapnya lebih
utama daripada Sahabat Nabi lainnya.
2. Ibnu Hazm: Kriteria Syiah tidak hanya mendukung Imam Ali tapi
juga keturunannya dengan menganggap mereka sebagai manusia
terbaik dan lebih utama dari para Sahabat lainnya dalam
memegang tampuk kepemimpinan pasca-meninggalnya Nabi Saw.
3. Ibnu Khaldun: Pengikut Imam Ali dan Ahli al-Bait.
4. Syahrustani: Orang-orang yang mengikuti dan mendukung Imam
Ali, lalu berkeyakinan bahwa Imam Ali adalah pemimpin yang
ditentukan melalui naskah tertulis dan wasiat (baik jelas maupun
samar) dari Nabi, lalu kepemimpinan tersebut diwariskan secara
turun-temurun kepada keturunannya; dimana kepemimpinan
tersebut tidak keluar dari mereka kecuali karena kezaliman dari
pihak lain, atau karena taqiyyah dari mereka. Bagi mereka
masalah Imamah (pemerintahan) merupakan masalah prinsipil dan
termasuk salah satu rukun agama, yang tidak boleh diabaikan oleh
Rasul serta diserahkan kepada pilihan publik (umat).

Sejarah Kemunculan Syiah


Masa Nabi: Muncul Abdullah bin Saba
(Seorang Majusi yang pura-pura masuk
Islam ) yang memprovokasi Umat Islam
Masa Khulafa Ar-Rasyidin: Para
pengikut Ali bin Abi Thalib pada saat
perselisihan dengan Muawiyah. Mereka
tidak setuju dengan kepemimpinan
Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Sejarah Kemunculan Rafidhah



:

Ketika telah berkumpul orang-orang yang membaiat (Imam Zaid bin
Ali bin Husain) beliau di Kufah, tiba-tiba beliau mendengar sebagian
di kalangan mereka mencela Abu Bakar dan Umar. Beliapun
mengingkari orang yang mencela itu. Lalu mereka memisahkan diri
dari jamaah yang telah membaiat beliau. (Maqalat al-Islamiyin: 65).
Keterangan yang sama juga disampaikan Syaikhul Islam Ibnu
Taimiyah,



Mereka dinamakan rafidhah dan menjadi rafidhah sang penentang
karena ketika Zaid bin Ali bin Husain memberontak di Kufah di masa
kekhalifahan Hisyam, orang-orang syiah bertanya kepada beliau,
bagaimana komentar beliau terhadap Abu Bakar dan Umar.
Kemudian Zaid bin Ali mendoakan kebaikan untuk Abu Bakar dan

Perkembangan

Keyakinan
1. Mereka meyakini Al-Qur`n telah
banyak berkurang dan mengalami
perubahan. Al-Qur`n saat ini hanya
sepertiga dari al-Qur`n yang
dipegang 'Ali bin Abi Thlib ra. yaitu
Mushaf Fthimah yang turun
temurun dibawa oleh para imam
hingga sekarang dibawa oleh Imam
al-Muntazhar.

2. Al-Qur`n tidak bisa dipahami


kecuali dengan penafsiran para
imam dua belas.

3. Mereka melakukan ta'thl


(meniadakan) nama-nama dan sifatsifat Allh Azza wa Jalla sehingga
dalam konteks ini mereka termasuk
kaum Jahmiyyah.

4. Iman dalam pandangan mereka


adalah mengenal dan mencintai para
imam.

5. Mereka menafikan takdir sehingga


mereka termasuk golongan
Qadariyyah (kelompok yang tidak
mengimani takdir).

6. Mereka meyakini Raslullh


Shallallahu alaihi wa sallam
berwasiat kepada 'Ali untuk
menggantikannya sebagai khalifah
sepeninggalnya.

7. Pengkafiran terhadap para Sahabat


Nabi dan keyakinan bahwa para
Sahabat Nabi telah murtad kecuali
hanya beberapa orang saja dari
mereka

Ibadah
1. Mereka membolehkan seseorang
melakukan jima dengan budak orang
lain jika pemiliknya mengizinkan.
.


Dan orang-orang yang menjaga
kemaluannya, kecuali terhadap isteriisteri mereka atau budak yang mereka
miliki. (QS. Al-Mu`minun: 5-6)

2. Mereka membolehkan nikah mutah, bahkan


mereka menganggapnya lebih baik daripada 70
kali pernikahan sebenarnya (yang syari).
Bantahan:




Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah
melarang nikah mutah. HR. Al-Bukhari dan
Muslim







Bahwa beliau shallallahu alaihi wasallam pernah
membolehkan nikah mutah kemudian beliau
mengharamkannya. HR. Al-Bukhari dan Muslim

3. Mereka mensyaratkan seorang


imam haruslah orang yang mashum
(terjaga dari dosa). Allah wajib tidak
membiarkan satu pun zaman kosong
dari seorang imam. Mereka
membatasi imam yang mashum
hanya pada 12 orang imam mereka.
Bantahan: Allah tidaklah

4. Mereka membolehkan untuk menjamak


antara zuhur dengan ashar dan antara
magrib dengan isya tanpa ada uzur.
Bantahan:


Barangsiapa menjamak antara dua shalat
tanpa udzur, maka ia telah mendatangi salah
satu pintu dari pintu pintu dosa besar. HR.

5. Mereka menambahkan pada bacaan


azan, iqamah, dan bacaan tasyahud
setelah dua kalimat syahadat,
mereka menambahkan kalimat:
Bahwa Ali adalah wali Allah.
Bantahan: Tidak ada nash shahih
yang
menyebutkan
tambahan
tersebut.

Syiah dan Rafidhah

Penyimpangan Syiah

Syiah Kontemporer

Penutup







Sungguh akan ada orang-orang yang
dimasukan oleh Allh ke dalam neraka
karena kecintaan mereka kepadaku. Dan
sungguh akan ada orang-orang yang
dimasukkan oleh Allh ke dalam neraka
karena kebencian mereka kepadaku. HR.
Ibnu Abi 'Ashim dan Al-Ajurri.