Anda di halaman 1dari 9

Nutrisi adalah gabungan proses yang terlibat dalam pengambilan nutriment dan asimilasi

serta pemakaiannya. ( Kamus Saku Kedokteran DORLAND )


Nutriment adalah makanan, material gizi. ( Kamus Saku Kedokteran DORLAND)
Nutrisi ibu hamil adalah zat-zat yang dibutuhkan pada ibu hamil untuk memenuhi
kebutuhann ibu dan janin.
Zat makanan sangat penting bagi ibu hamil karena berfungsi untuk perkembangan dan
pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan zat makanan harus selalu terpenuhi di
dalam tubuh ibu hamil karena janin memerlukan gizi untuk perkembangannya. Kehamilan
sangatlah memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan perempuan karena dapat
mempengaruhi kondisi fisiologis dan kejiwaan. Dalam masa ini akan terjadi penurunan nafsu
makan akibat faktor fisik maupun psikis sering muncul diawal kehamilan. Untuk mengatasi hal
tersebut, sebaiknya ibu hamil makan dalam jumlah kecil tetapi sering.
Makanan yang dimakan, juga hendaknya tidak kekurangan dan tidak juga kelebihan.
Namun, yang pasti haruslah banyak mengandung gizi dan cukup mengandung vitamin dan
mineral yang banyak yang diperlukan di dalam tubuh ibu hamil. Sebab, ibu hamil sangat
memerlukan zat makanan yang lebih banyak dari biasanya karena ibu hamil makan bukan saja
untuk kebutuhan dirinya melainkan juga untuk kebutuhan janinnya yang berada dalam tubuh.
Dalam mengkonsumsi makanan, ibu hamil harus memperhitungkan nilai gizi makanan
yang dikonsumsi, baik bagi dirinya maupun janin yang ada dalam kandungannya. Kebutuhan
gizi akan terus meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada
saat itu, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat dan berat badan ibu pun turut naik pesat.
Ini berbeda dengan kehamilan pada trimester pertama. Pada saat ini pertumbuhan janin masih
belum begitu pesat, sehingga kebutuhan gizinya juga belum optimal. Pada dua bulan terakhir
kehamilan, otak bayi berkembang sangat cepat. Pada periode ini, gizi diperlukan bagi
pengembangan otak dan jaringan saraf sang bayi. Sebaiknya makan setiap 4 jam sekali meskipun
tidak lapar, kemungkinan bayi lapar.
Kegunaan makanan pada ibu hamil adalah :
1

Untuk perumbuhan janin yang ada dalam kandungan.

Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan ibu sendiri.

Mempercepat kesembuhan luka-luka saat persalinan.

Sebagai cadangan masa laktasi

Makanan dengan gizi seimbang dapat diperoleh dari karbohidrat dan lemak sebagai
sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat
pengatur. Sebagai sumber tenaga yang menghasilkan kalori, karbohidrat dapat diperoleh dari
serealia, umbi-umbian. Sementara protein sebagai sumber zat pembangun dapat diperoleh dari
daging, ikan, telur, kacang-kacangan, dan sebagai sumber zat pengatur, vitamin dan mineral
dapat diperoleh dari buah-buahan dan sayur-sayuran.
Beberapa vitamin dan mineral untuk meningkatkan kebugaran antara lain :
Vitamin A
Bermanfaat untuk pertumbuhan dan kesehatan sel dan jaringan janin. Sumber makanan
yang mengandung vitamin A yaitu : sayur berwarna mrah, hati, kuning telur.
Vitamin B Kompleks
Dijumpai pada serealia, biji-bijian, kacang-kacangan, sayuran hijau, ragi, telur dan
produk susu. Vitamin B kompleks berguna untuk menjaga sistem saraf, otot dan jantung agar
berfungsi secara normal.
Viitamin C
Bermanfaat memudahkan penyerapan zat besi oleh tubuh, selain untuk menjaga
kesehatan gigi dan gusi.
Vitamin D
Berguna untuk pertumbuhan dan pembentukan tulang bayi karena membantu penyerapan
kalsium. Sumbernya terdapat pada minyak hati ikan, kuning telur dan susu.

Vitamin E
Berguna bagi pembentukan sel darah merah yang sehat. Yang terdapat dalam lembaga
biji-bijian terutama gandum, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.
Asam folat
Berguna untuk perkembangan sistem saraf dan sel darah, dan banyak terdapat pada beras
merah, buah-buahan, dan sayuran berwarna hijau gelap seperti bayam, kembang kol dan brokoli.
Pada buah-buahan, asam folat banyak terdapat pada jeruk, pisang, wortel dan tomat. Kebutuhan
asam folat selama hamil adalah 800 mcg per hari, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan.
Kekurangan asam folat dapat mengganggu pembentukan otak, sampai cacat bawaan pada
susunan saraf pusat maupun otak janin.
Zat besi
Berfungsi untuk pembentukan darah. Kekurangan zat besi bisa menyebabkan anemia
yang berbahaya bagi ibu dan bayinya. Kebutuhan zat besi meningkat pada trimester II dan
trimester III. Suplemen zat besi diperlukan mulai minggu ke-20 kehamilan, terutama bila ibu
hamil memperlihatkan tanda-tanda anemia. Sumber zat besi terdapat pada sayuran hijau (seperti
bayam, kangkung, daun singkong, daun pepaya), kacang-kacangan, biji-bijian, daging dan hati.
Kalsium
Konsumsi kalsium 1000 mg/hari diperlukan untuk menjaga pertumbuhan tulang dan gigi,
kontraksi otot, dan sistem saraf. Selama trimester ketiga terjadi perpindahan sejumlah kalsium
kepada janin yang sedang mulai membentuk dan memperkuat tulang-tulangnya. Jika ibu tidak
meningkatkan asupan kalsiumnya, kebutuhan kalsium bagi janin yang sedang dalam masa
pembentukan tulang ini akan diambil dari kalsium ibu. Hal ini bisa mengakibatkan osteoporosis.

Konsumsi kalsium cukup dapat mengurangi tekanan darah tinggi. Sumber kalsium terdapat
pada : susu dan produk olahannya, ikan/hasil laut, sayuran hijau, kacang-kacangan.
Asam Lemak Tak Jenuh Ganda (PUFA)
Pertumbuhan otak tergantung dari terbentuknya PUFA. Docosahexaenoic Acids (DHA)
dan Arachidonic Acid (AA) merupakan komponen terbesar dari PUFA yang sangat penting bagi
pembentukan jaringan saraf otak dan retina pada janin. DHA terbentuk dari proses sintesis
biokimia dengan bahan asam alpha linoleat dari grup omega 3. tubuh manusia dapat
memproduksi DHA dan AA. Bahan makanan sumber asam linolenat dan linoleat yaitu : ikan laut
( tuna, salmon, sarden,teri, kerang-kerangan, makarel ), daging, telur, hati.
Ibu akan memasok asam linolenat dan asam linoleat melalui plasenta sehingga konsumsi
ikan perlu tinggi. Janin yang sehat dengan enzim yang memadai akan mengolah menjadi DHA
dan AA. Pada bayi premature dengan enzim yang belum memadai perlu penambahan DHA dan
AA. PUFA bayi premature lebih rendah dari bayi aterm. Sehingga pemberian DHA semasa
kehamilan dapat memprbaiki prognosa bayi premature.
Zink
Zink merupakan mineral makro essensial untuk fungsi sistem reproduksi, pertumbuhan
janin, sistem pusat saraf, dan fungsi kekebalan tubuh. Kebutuhan Zn meningkat dua kali lipat
saat hamil. Sumber makanan yang mengandung Zn yaitu : bahan makanan hewani ( daging,
makanan laut, unggas ) dan padi-padian.
Makanan yang Harus Dihindari ibu hamil :
Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil, karena kemungkinan
membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yang membahayakan janin. Jenis bibit penyakit /
parasit yang membahayakan kandungan dan terbawa dalam makanan antara lain:
Listeria
Dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau keracunan darah. Bakteri listeria
monocytogenes banyak terdapat pada :

Produk unggas (termasuk telur), ikan atau daging sapi yang diolah setengah matang.

Selada, buah dan sayuran yang tidak dicuci bersih, terutama bila dimakan dalam keadaan
mentah.

Beberapa jenis keju lunak, seperti Brie, Camembert, Blue Cheese serta keju lain yang dibuat
dari susu kambing atau domba.

Bakteri E. Coli
Sering ditemukan pada daging yang diolah setengah matang, dan susu yang tidak
mengalami pasteurisasi. Racun yang dikeluarkannya dapat merusak usus dan ginjal.
Salmonella dan Toksoplasma
Untuk menghindari infeksi bakteri jenis ini, sebaiknya tidak mengkonsumsi daging dan
telur dalam bentuk mentah atau setengah matang.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil yaitu:
1

Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.

Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk
pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.

Menggunakan aneka ragam makanan yang ada.

Memilih berbagai macam bahan makanan yang segar.

Penambahan Berat Badan Berdasarkan Status Gizi Ibu Sebelum Hamil

BMI = BB (kg) : TB 2 (m)

BMI = Body Mass Index

Kategori Berat
Berdasarkan BMI

Total Kenaikan
Berat Badan (kg)

Normal
( BMI 19,8 26 )
Kurus
( BMI < 19,8 )
Lebih
Obesitas
( BMI > 29 )

Penambahan Berat Badan


Trimester I
(kg)

Trimester II
(kg)

12,5 - 13

2,3

0,49

11,5 16

1,6

0,44

7 11,6

0,9

0,3

Makanan ibu hamil :


1. Pada Trisemester I
Pada umur kehamilan 1-3 bulan kemungkinan terjadi penurunan berat badan. Hal ini
disebabkan adanya gangguan pusing, mual bahkan muntah. Untuk itu dianjurkan porsi
makanan kecil tetapi sering. Bentuk makanan kering atau tidak berkuah.
2. Pada Trisemester II :
Nafsu makan ibu membaik, makan makanan yang diberikan : 3 x sehari ditambah 1 x makanan
selingan. Hidangan lauk pauk hewani seperti : telur, ikan, daging, teri, hati sangat baik dan
bermanfaat untuk menghindari kurang darah.
3.Pada Trisemester III :
Makanan harus disesuaikan dengan keadaan badan ibu. Bila ibu hamil mempunyai berat badan
kelebihan, maka makanan pokok dan tepung-tepungan dikurangi, dan memperbanyak sayursayuran dan buah-buahan segar untuk menghindari sembelit.

Bila terjadi keracunan kehamilan/edema (bengkak-bengkak pada kaki) maka tidak menambah
garam dapur dalam masakan sehari-hari.
Pembagian makanan sehari :

WAKTU
Pagi

JENIS, JUMLAH/UKURAN MAKANAN


- Nasi 200 1 gls
- Daging 50 1 ptg
- Telur 25 btr
- Tempe - Sayuran 50 gls
- Minyak 10 1 sdm
- Gula 10 1 sdm

Jam 10.00

- Susu 200 1 gls


- Gula 10 1 gls

Siang

- Nasi 250 1 gls


- Daging 50 1 ptg
- Telur 50 1 btr
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 gls
- Minyak 15 1 sdm
- Buah 100 1 bh

Jam 16.00

- Kacang Hijau 25 2 sdm


- Gula 15 1 sdm
- Nasi 250 1 gls
- Daging 50 1 ptg

Sore

- Telur 25 btr
- Tempe 50 1 ptg
- Sayuran 75 gls
- Minyak 10 1 sdm
- Buah 100 1 bh

Contoh Menu :

WAKTU
Pagi

JENIS, JUMLAH/UKURAN MAKANAN


- Susu manis
- Nasi
- Telur ceplok
- Kering tempe
- Tumis kacang panjang

Jam: 10.00

- Bubur kacang ijo

Siang

- Nasi
- Ikan goreng
- Botok tempe, kemangi, melandingan
- Sayur asam
- Pepaya

Jam : 16.00

Kolak labu kuning + pisang

Malam

- Nasi
- Smoor daging + tahu
- Orak-arik wortel + kool

- Pisang

Pesan-Pesan Penting Ibu hamil :


a

Ibu hamil harus makan dan minum lebih banyak daripada saat tidak hamil.

Untuk mencegah kurang darah selama hamil banyak makan makanan sumber zat besi, seperti
: sayuran hijau, tempe, tahu, kacang hijau, kacang merah, dan kacang-kacangan lain, telur,
ikan, dan daging.

Jangan lupa minum tablet tambah darah 1 butir setiap hari.

Kenalilah gejala anemia selama kehamilan, yaitu : pucat, pusing, lemah, dan penglihatan
berkunang-kunang.

Untuk mencegah gigi rontok dan tulang rapuh, banyak makan makanan sumber zat kapur,
seperti : kacang-kacangan, telur, ikan teri / ikan kecil yang dimakan bersama tulangnya, dan
sayuran hijau.

Bila nafsu makan ibu kurang, makanlah makanan yang segar, seperti : buah-buahan, sari
buah,sayur bening, dsb.

Hindari pantangan terhadap makanan karena akan merugikan kesehatan ibu.

Hindari merokok dan minum-minuman keras karena bisa membahayakan keselamatan ibu an
janin.