Anda di halaman 1dari 50

Modul 1

Ilmu poltik Ruang Lingkup dan Konsep


Kegiatan belajar 1
PERKEMBANGAN ILMU POLITIK
Di yunani kuno pemikiran politik ttg negara dan pemerintahan dimulai sekitar 450. SM.
Tercermin dalam filsafat Plato dan Aristoteles Seperti tercermin dlm karya filsafat plato dan
ariestoteles, mengemukakan gagasan bahwa dengan menerapkan asas-asas penalaran thd masalah
kemanusiaan. di cina dan india juga mewariskan tulisan ttg negara dan pemerintahan dalam bentuk
filsafat dan kesusastraan spt dharmasastra dan arthasastra di india, maupun karya confucius dan
mencius di cina
Di indonesia kita dapat menemukan pemikiran mengenai negara dan pemerintahan dlm kitab
Pararaton, Nagarakertagama, dan babad tanah jawi
Ilmu politik dilihat dari kerangka yg lebih luas - sebagai pembahasan mengenai berbagai aspek
kehidupan termasuk , kepercayaan, pemerintahan, kenegaraan/kemasyarakatan sering disebut sering
disebut sbg ilmu tertua diantara ilmu sosial lainya.
Ilmu politik dilihat sbg bagian dari ilmu sosial yg memiliki dasar ,kerangka, pusat perhatian
dan cakupan yg terinci lahir pada abad ke 19
Perkembangan ilmu plitik dipengaruhi oleh ilmu hukum : pusat kajian adalah negara yg
dikenal dgn tradisi yuridis formal berkemabang di jerman,austria dan prancis. Sedangkan di inggris
banyak dipengaruhi oleh filsafat moral. Inggris dan prancis kemudian menjadi ujung tombak dlm
perkembangan ilmu politik sebagai disiplin tersendiri setelah dibentuk Ecole Libere des sciences...
(1870) diprancis dan london school of economics and....(1895) di inggris
Tradisi yuridis formal yg dipengaruhi oleh ilmu hukum juga mempengaruhi kajian ilmu politik
diindonesia
Perkembangan ilmu plitik di amerika berpijak pada : ide rasionalitas, yunani ; ide yuridis
Romawi ; ide kenegaraan jerman : ide-ide persamaan, kebebasan dan kekuasaan yg berasal dari
inggris dan prancis.
Ketidakpuasan sarjana-sarjana amerika terhadap pendekatan yuridis menyebabkan mereka
berpaling pada pengumpulan fakta-fakta empirik.kemudian didukung oleh perkembangan ilmu-ilmu
sosial spt; psikologi dan sosiologi. APSA (asosiasi ilmu politik amerika ) didirikan th 1904 sbg
wadah untuk mengumpulkan fakta empirik.
Bersamaan berdirinya APSA dua filsuf ; wiliam james dan john dewey memberikan
sumbangan psikologi ilmu politik dan dikenal sebagai pendekatan perilaku.
Bidang kajian ilmu politik
Menurut Andrew Heywood (1997) dlm bukunya politics ,,ilmu politik di 4 bidang kajian utama
- Teori politik meliputi Definisi politik, pemerintahan, sistem dan rezim, ideologi politik,
demokrasi dan negara
- Bangsa-bangsa dan globalisasi meliputi Bangsa dan nasionalisme, politik subnasional dan
politik global
- Interaksi politik meliputi Ekonomi dan masyarakat, budaya politik dan legitimasi,
perwakilan, pemilu partai politik, kelompok, kepentingan gerakan
- Mesin pemerintahan meliputi Konstutusi, Hukum dan yudikatif, lembaga legislatif,
eksekutif, birokrasi, militer dan polisi
- Kebijakan dan kinerja meliputi Proses kebijakan dan kinerja sistem
Dalam Contemporary political science yg diterbitkan UNESCO ; ilmu politik dibagi 4 bidang
kajian utama :
- Teori politik meliputi kajian undang undang dasar, konstitusionalisme dan sejarah
perkembangan pemikiran politik
- Lembaga politik meliputi studi undang-undang dasar, pemerintahan nasional, fungsi sosial
ekonomi dari pemerintah, perbandingan perkembangan ilmu politik
- Partai, golongan dan pendapat umum meliputi kajian atas partai politik, golongan dan
asosiasi, partisipasi warga, pendapat warga
- Hubungan international meliputi studi bidang politik international, organisasi dan
administrasi international serta hukum international

Jika kita bandingkan kedua rumusan ruang lingkup politik diatas dapat disimpulkan
1. Bidang pertama...teori politik merupakan bahasan sistematika dan generalisasi-2 dari gejala
politik ...kajiannya bersifat spekulatif ( merenung renung ), deskriptif/ menggambarkan,
dan komparatif / membandingkan
2. Bidang kedua ...lembaga lembaga politik, mempelajari kinerja pemerintah... bidang ini
erat kaitanya dgn teori politik
3. Bidang ketiga ..lebih banyak mengunakan konsep konsep sosiologi dan psikologi dan
sering menampilkan aspek dinamika dan sering menonjolkan aspek dinamika politik massa.
Perkembangan lain dari politik ialah : munculnya studi tentang pemabangunan politik
(political development ).....> mengakaji dampak pembangunan sosial ekonomi terhadap susunan
masyarakat khususnya bagaimana pengaruh lembaga politik terhadap perubahan yg terjadi dalam
masyarakat
Definisi definisi ilmu politik
Secara umum politik adalah : berbagai kegiatan dalam suatu sistem politik/negara yg
menyangkut proses penentuan tujuan dari sistem dan bagaimana melaksanakan tujuan-tujuanya.
o Heywood ....merumuskan politik scr luas sbg keseluruhan aktivitas di mana masyarakat
membuat, mempertahankan, dan membuat amandemen aturan2 umum dimana mereka hidup
Pembuat Keputusan (decision Making )
Kebijakan umum ( public policies )
Wewenag ( authority )
Perumusan definisi ilmu politik melibatkan beberapa aspek
a. Negara/ state
Merupakan suatu organisasi dlm suatu wilayah yg memiliki kekuasaan tertinggi yg sah dan
di taati oleh rakyatnyaRoger F Soultau ; dlm bukunya introduction to politics mengatakan
Bahwa ; ilmu politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga yg akan
melaksankan tujuan itu.
b. Kekuasaan
Adalah : kemampuan seseorang/ kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku
seseorang/kelompok lain sesuai keinginan pelaku
*Harold D . laswell dan A. Kaplan : ilmu politik mempelajari pembentukan dan pembagian
kekuasaan
*W.A Robson : ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat...yaitu bersifat
hakiki, dasar, proses-proses ruang lingkup dam hasil- hasil.
*Ossip K. Flectheiem : ilmu politik adalah ilmu sosial yg mempelajarii sifat dan tujuan dari
negara sejauh negara mrp organisasi kekuasaan
c. Pengambil keputusan dan kebijakan publik
Sebagai konsep ilmu politik, melibatkan keputusan yg diambil scr kolektif dan mengikat
warga masyarakat
* Harold D . laswell : who gets what, when and how ( siapa mengambil keputusan dan untuk
siapa keputusan itu dibuat )
*Joice Mitchell >>politik adalah pengambilan keputusan kolektif/pembuat kebijakan umum
untuk masyarakat seutuhnya
*Hoogerweff : kebijakan umum ditafsirkan sebagai kebijakan untuk membangun
masyarakat scr terarah melalui pemakaian kekuasaan
*Easton : kehidupan politik mencakup bermacam macam kegiatan yg mempengaruhi cara
untuk melaksanakan kebijakan itu
d. Kompromi dan konsensus
*Bernard Crick : karena konflik tdk bisa dihindari maka saat kelompok-2 sosial dlm
masyarakat yg bertentangan sama-sama memiliki kekuasaan maka mereka tidak bisa
dihancurkan begitu saja tetapi dpt dipecahkan melalui kompromi. Politik dalam hal ini
dianggap sbg kekuatan penuntun menuju keberadaban yg menjauhakan masyarakat dari
pertumpahan darah

e. Pembagian/alokasi
Pembagian/distribusi dan Alokasi yg dimaksudkan adalah : pembagian dan penjatahan nilai
nilai dlm masyarakat
Politik adalah pemabgian dan pengalokasian nilai secara mengikat
Nilai dlm ilmu-ilmu politik diartikan sbg sesuatu yg dianggap baik dan benar, sesuatu yg
diinginkan/ sesuatu yg memiliki harga

Kegiatan belajar 2
Konsep Konsep Politik
Konsep adalah : unsur penelitian yang terpenting dan merupakan sesuatau yg digunakan para
peneliti untuk lebih mengert dunia sekelilingnya.
Dalam ilmu politik kita juga mengenal beberapa konsep, yang dinamakan konsep politik. Para
filsuf politik misalnya mencaribesensi dari konsep politik seperti kebenaran, hukum/keadilan.
Sedangkan para sarjana politik modern lebih cenderung ke konsep-konsep seperti : masyarakat,
negara/sistem politik, pemerintah, legitimasi.
A. Masyarakat
Pengertian masyarakat
*Robert Mc iver : masyarakat adalah suatu sistem hubungan-hubungan yg ditata.
*Harold J Laski : masyarakat adalah sekelompok manusia yang hidup bersama dan bekerja
sama untuk mencapai terkabulnya keinginan-keinginan mereka bersama.
B. Negara
*Robert Mc, Iver negara : asosiasi yg menyelenggarakan penertiban di dalam suatu masyarakat dlm
suatu wilayah, dengan berdasarkan pd sistem hukum yg diselengarakan oleh suatu pemerintah yg
untuk maksud tersebut diberikan kekuasaan untuk memaksa
*Max Weber negara merupakan masyarakat yg mempunyai monopoli untuk menggunakan
kekerasan fisik scr sah dalam suatu wilayah tertentu
*Robert H. Soltau : negaralah yg mengatur/mengendalikan persoalan bersama atas nama
masyarakat
*Andrew Heywood : 5 ciri negara
1. memiliki kedaulatan
2. Pengakuan sbg institusi publik
3. memiliki kekuasaan yg sah
4. dominasi yg didukung oleh penggunaan kohensif
5. mrp suatu asosiasi teritorial dgn batas-batas geografis yg scr yuridis diakui
domestik/global
C. Wilayah
Merupakan batas geografis di dalam mana negara masih dapat memaksa kekuasaanya baik
mengunakan kekerasan yg sah, monopoli, maupun memberlakukan ketentuan perundang-undangan
yg berlaku
* menurut hukum international 1982 batas wilayah laut indonesia 12 mil dari pantai dan 200
mil merupakan zona ekonomi eksklusif
D. Penduduk
Merupakan seseorang/sekelompok org yg karena keberadaanya dlm wilayah tertentu,
diwajibkan mematuhi segenap ketentuan perundangan yg berlaku dlm wilayah tsb.
E. Pemerintah
Merupakan organisasi yg berwenang untuk memutuskan dan melaksanakan keputusankeputusan yg mengikat bagi seluruh penduduknya.
Perbedaan konsep negara dan pemerintahan menurut Heywood:
1. Ruang lingkup negara lebih luas (extensive)
Pemerintah : bagian dari negara yg terdiri dari semua institusi pada ruang publik

2. Negara adalah : entitas yg kontinu bahkan sering kali permanen sedangkan pemerintah
bersifat sementara karena terus menerus berganti
3. Pemerintah adalah ; pelaksana otoritas negara sbg otak negara
4. Negara menjalankan otoritasnya yg impersonal dimana staf birokrasi direkrut dan dilaih
untuk bisa bersikap netral
5. Secara teoritis negara wemakili kepentingan masyarakat dan pemerintah mewakili
sebagian kelompok yg pada saat itu sedang berkuasa
F. Kedaulatan
Merupakan kekuasaan tertinggi untuk membuat dan melaksanakan undang2 dgn semua cara
*Roger H soultau tujuan Negara : memungkinkan rakyatnya berkembang serta
menyelenggarakan daya cipta sebebas mungkin
*Harold J. laski : menciptakan keadaan dimana rakyat dpt mencapai keinginannya scr
maksimal
Setiap negara, terlepas dari ideologi yg dianut memiliki beberapa fungsi minimum yaitu :
1. Menyelenggarakan penertiban/law and order
2. Mengusahakan kesejahteraan rakyatnya
3. Menyelengarakan pertahanan
4. Melaksanakan keadilan
G. Kekuasaan
Secara umum kekuasaan diartikan : sbg kemampuan seseorang/sekelompok org dgn
menggunakan sumber daya tertentu untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang/sekelompok org
sesuai dgn keinginan
Kekuasaan ,sbg kemampuan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan, menurut keith
Boulding memiliki beberapa bentuk perwujudan yaitu :
1. Pengaruh/influence berupa loyalitas dan komitmen
2. Pertukaran dengan keuntungan mutual/deal atau kesepakatan
3. Kekuasaan sbg kekuasaan dlm bentuk keras berupa paksaan/intimidasi
Sumber-sumber daya kekuasaan politik terdiri dari :
a. Fisik dalam penguasaan senjata
b. Ekonomi
c. Normatif ; tradisi, moralitas religius, legitimasi, dan wewenang
d. Personal ; karisma, daya tarik, dan popularitas
e. Keahlian ; informasi, pengetahuan, teknologi, dan intelegensi
*kekuasaan Politik adalah : kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan umum (pemerintah), baik
terbentuknya maupun akibat-akibatnya sesuai dengan tujuan pemegang kekuasaan sendiri
*Ossip K. Flectheim Kekuasaan sosial adalah : keseluruhan dari kemampuan hubungan2 dan
proses-proses yg menghasilakan ketaatan dari pihak lain, untuk tujuan yg telah ditetapkan oleh
pemegang kekuasaan.
Dari pengertian diatas terlihat bahwa kekuasaan politik hanya merupakan bagian dari
kekuasaan sosial.
Kekuasaan politik dibedakan menjadi 2 macam ;
1. Bagian dari kekuasaan sosial yg terwujud dlm negara : presiden, MA, DPR
2. Bagian dari kekuasaan sosial yg ditunjukkan kepada negara ; organisasi politik, organisasi
agama, organisasi minoritas
H. Legitimasi
Terkait sangat erat dengan penerapan kekuasaan sah/legitimate atau tidak sah/illegitimate
*Max Weber terdapat 3 model legitimasi :
1. model Tradisional .... diberikan oleh masyarakat berdasarkan tradisi yg sudah mengakar
2. model kharismatik..... didasarkan kualitas personal seorang pemimipin
3. legal rasional ....didasarkan pada peraturan legal formal yg mendasari kekuasaan seorg
pemimpin

*Leslie Holmes (1993) mengembangkan legitimasi menjadi 10 model


Teori

1. Traditional klasik/old traditional

Sama dgn model Max Weber

2. Karismatik
3. Tujuan rasional/goal rational
4. Eudemonic

Mendapatkan
legitimasi
jika
penguasa
memberikan kesejahteraan dan kebahagiaan

mampu

5. Nasionalis/official nationalist

Penguasa mendapatkan legitimasi masyarakat saat saat


penguasa dapat membela kepentingan nasional

6. Traditional baru/new traditional

Penguasa baru mendapatkan legitimasi dgn mengacu


kembali dasar-dasar tradisi lama yg masih dipegang oleh
masyarakat luas

7. Legal rasional
8. Pengakuan formal

Pengakuan yg diberikan dunia international

9. Dukungan formal
10. Keberadaan panutan eksternal
Kegiatan Belajar 3
Sistem politik
Sistem politik menyangkut proses-proses dan kegiatan politik. Sistem politik terdiri dari
bagian-bagian yg saling bergantung satu sama lainnya/interpendenment. Untuk itu perlu
diperhatikan :
1. Bahwa setiap perubahan dlm suatu bagian dlm sistem akan berpengaruh terhadap
keseluruhan sistem
2. Sistem itu bekerja dlm suatu lingkungan tertentu yg lebih luas dan ada perbatasan antara
masing-masing sistem
Sistem politik disebut juga sistem terbuka, sehingga terbuka pula bagi pengaruh yg berasal dari
lingkungannya
Aristoteles membuat sistem klasifikasi politik klasik yg didasarkan pada 2 dimensi : siapa yang
mendapat manfaat dan siapa yg memerintah. Dalam konsep politik selalu akan ditemukan ,,,proses,
struktur, dan fungsi. :
*Proses politik : pola-pola ( Sosial dan Politik) yg dibuat manusia dlm mengatur hubungan-2
antara satu sama yg lain.
*Struktur politik : mencakup lembaga formal spt ; parlemen dan informal spt ;jaringan
komunikasi
*Fungsi politik: membuat keputusan yg mengikat seluruh masyarakat spt kebijakan umum dan
pengalokasian nilai-nilai dlm masyarakat. Disebut juga OUTPUT sistem politik

1.
2.
3.
4.

Variabel penting dalam sistem politik :


Pengertian
Kekuasaan
Cara untuk mencapai hasil yg diinginkan dlm alokasi sumber daya dlm
kelompok masyarakat
Kepentingan
Tujuan yg ingin dikejar oleh pelaku politik
Kebijakan
Hasil interaksi antara kekuasaan dan kepentingan ,,,,bentuk perundangundangan
Budaya politik Orientasi subjektif individu thd sistem politik

A. Pendekatan pendekatan sistem politik

*David Apter dan Charles F andrian (1968) menguraikan 3 kelompok pendekatan pada awal
1980-an
1.
pendekatan Fokus kajian nilai yg diinginkan dlm masyarakat, pendekatan ini
normatif
mempelajari norma-norma dlm bentuk aturan, hak dan kewajiban,
menggunakan seluruh masyarakat sbg unit analisinya
2. Pendekatan
Mempunyai 5 penekanan
struktural
a. Legal formal : mempelajari administratif dan institusi
negara kolonial sbelum perang dunia ke 2
b. Struktur2 international : partai politik, pegawai negri,
konstitusi
c. Kelompok baik formal maupun informal
d. Struktur dan fungsi yg membentuk sistem yg saling terkait
e. Struktur dlm bentuk kelas menurut analisis ekonomi
marxis
3. Pendekatan perilaku Problema yg terkait dgn proses pembelajaran, sosialisasi, motivasi,
persepsi sikap terhadap otoritas dan pertimbangan sikap lain
B. Berbagai pendekatan dalam ilmu politik
1. Pendekatan legal/institusional
o Berkembang diakhir abad 19
o Pokok bahasan mencakup unsur-unsur legal dan institutional mis : sifat undang2,
masalah kedaulatan, kedudukan dan kekuasaan formal dan yuridis
o Fokus kajian :
a. Pendekatan tradisional menggambarkan struktur politik formal tanpa berusaha
membandingkan
b. Tidak menaruh perhatian pada organisasi2 informal
c. Tidak hendak menguji kesesuaian antara apa yg tertulis dlm dokumen formal dgn
kenyataan praktik
d. Cenderung mempelajari evolusi institusi2 formal
e. Cenderung mengkaji negara secara individual satu persatu tdk membandingkan dgn
negara lain
Pedekatan ini juga sering dikritik karena :
a. Pendekatan terlalu normatif ( norma norma barat sebagai standart )
b. Analisis dalam pendekatan ini tdk membedakan antara fakta dan norma
c. Label parokhialisme/etnosentrisme
d. Sifat nya statis
Pertengahan abad 1930 diamerika muncul mazhab chicago dgn tokoh : charles
meriam dan Harold laswell : mempelopori pandangan bahwa esensi politik adalah
kekuasaan, terutama kekuasaan untuk menentukan kebijakan.
2. Pendekatan perilaku dan pasca perilaku
Merupakan reaksi terhadap teori yg dikembang dgn menggunakan pendekatan
legal/institusional. Muncul setelah perang dunia kedua
Tujuanya menurut eulau : untuk menjelaskan mengapa orang melakukan tingkah
laku politik tertentu bagaimana dampaknya terhadap proses dan sistem politik
Tidak Memperlakukan lembaga formal sbg titik central
Tidak hanya mengamati perilaku perorangan tetapi juga organisasi
Cenderung bersifat kuatitatif, interdisipliner membandingkan beberapa negara
Mempelajari faktor pribadi, budaya, sosiologi dan psikologi
Pendekatan ini dapat diidentifikasikan sbb:
o Menampilkan keteraturan/regularitas
o Menbedakan scr jelas antara norma dan fakta
o Analisisnya bebas nilai tdk boleh dipengaruhi nilai-nilai pribadi
o Penelitianya bersifat sistematis dan cenderung dan cenderung theory building
o Harus bersifat murni ,kajian terapan yaitu : mencari penyelesaian masalah dan
penyusunan rencana perbaikan
Kritik terhadap pendekatan ini :

o Permasalahan diskriminasi ras, perlombaan persenjataan dan keterlibatan amerika


terhadap perang vietnam
o Tokoh tokoh pasca perilaku yang dipengaruhi tokoh tokoh marxis : hebert
marcuse, dan jean paul sartre
3. Pendekatan Neo marxis
Kelompok neo marxis sangat kritis terhadap komunisme maupun sejumplah aspek dlm
masyarakat kapitalis.
o Dikembangkan dlm kerangka holistik : keseluruhan gejala sosial mrp suatu kesatuan
yg tdk terpisahkan satu dgn yg lain.
o Fokus analisis : kekuasaan serta konflik yg terjadi dalam negara
Kelompok neo marxis :
o Frankfurter schule yg berkembang di prancis berdiri :
Mengutamakan analisis interdisipliner diantara bidang2 ilmu , sosiologi, filsafat,
ekonomi dan sejarah TOKOH : jean P santre, Louis althuser, ralph milliband, steven
lukacs, nicolas poulaantazs dan JJ Oconnor
o Mazhab frankruft didirikan di jerman 1923 ;
Marx horkheimer ( 1895 1973 ), Theodor adorno ( 1903 1969 ), herbert
marcuse ( 1898-1979 ) dan jurgen habemas
Kritik terhadap pandangan kelompok ini :
o Lebih cenderung mengecam sarjana BORJUIS bukan membentuk teori baru
o Kurang melakukan penelitian empirik yg tdk nampak
o Neo marxis kontemporer mrp ciptaan teoritis sosial yg berasal dari kampus
4. Pendekatan pilihan rasional
Pendekatan ini dikenal sbg pilihan rasional
o Ekonomi politik mrp bentuk perkembangan variasi analisis rational choice, public
choice dan colective choice
o Pandangan ini memperlihatkan keterkaitan erat antara politik dan ekonomi
o Optimalisasi kepentingan dan efisiensi mrp inti dari teori rational choice
Kritik terhadap pandangan ini :
o Manusia tidaklah selalu rasional dan sering tdk mempunyai skala preferensi
o Pemikiran ttg sifat individualistik dan materialistik manusia terlalu berlebihan
Ada dua reaksi atas munculnya pendekatan ini :
1. Munculnya perhatian pada persoalan keadilan, persamaan hak dan moralitas ( John
Rawls )
2. Meningkatnya perhatian pada dan keinginan negara untuk meningkatkan peran negara di
masa modern.
5. Pendekatan institusional baru
o Muncul sbg reaksi terhadap pendekatan sebelumnya
o Perhatian utama adalah pada negara dan institusi-institusinya.
o Pendekatan ini menolak pandangan yg melihat negara sbg aktor politik pilihan
mereka
o Bagi pendekatan ini negara sebagai instirusi merupakan aktor tersendiri yg
independen dari dan tdk merepresentasikan kelas/kelompok yg berada dlm
masyarakat

MODUL 2
DEMOKRASI
Kegiatan belajar 1
A. Pengertian demokrasi
o Berasal dari kata yunani kuno demos : rakyat dan kratos atau Kratein : kekuasaan
o Menurut asal katanya demokrasi : rakyat berkuasa
o Demokrasi dikelompokkan dalam 2 aliran
a. Demokrasi konstitusional : mencita citakan suatu pemerintahan yg terbatas
kekuasaanya.

o
o
o
o
o

b. Komunisme : mencita-citakan pemerintahn yg cenderung totaliter demi menuju


kesejahteraan yg merata untuk seluruh masyarakatnya.
Kedua kelompok aliran ini berkembang bermula di eropa yg kemudian menyebar ke
beberapa negara di asia, amerika latin dan afrika selatan setelah PD II.
Kelompok demokrasi konstitutional : india, filipina, indonesia
Kelompok pendukung komunisme : eropa timur, korea utara, RRC, vietnam
Indonesia dianggap sbg contoh negara pendukung konstitutional karena :
1. Indonesia ialah negara berdasarkan hukum tdk berdasarkan kekuasaan semata
2. Pemerintah berdasarkan atas sistem konstitusi tdk bersifat absolut
Ciri khas demokrasi konstitutional :
a. Gagasan pemerintah yg demokratis
b. Pemerintah kekuasaanya terbatas dan tdk boleh sewenang wenang thd warganya
c. Pembatasan kekuasaan pemerintah tercantum dlm konstitusi
Gagasan vanguard democracy merupakan istilah dari perkembangan demokrasi
di negara totaliter, artinya Partisipasi politik ditandai dengan mobilisasi massa

B. Sejarah awal perkembangan demokrasi


o Warisan yunani kuno pada abad ke 6 sampai ke 3 SM.---- digunakan di negara kuno
( city-state )--- sistem yg digunakan adalah demokrasi langsung/direct democracy.
o Gagasan demokrasi yunani hilang kemudian di dunia barat dan eropa memasuki
abad pertengahan ( 600 1400 ) . karena berkembangnya struktur sosial yg feodal
yaitu : hubungan antara vassal dan lord. Karena adanya penyebaran agama kristen yg
sangat kuat di eropa. Terjadi kekuasaan dualisme antara negara dan gereja dimana
agama kristen mengenal sistem hirarki kependetaan dgn sistem monarki. Dan pada
abad ini disebut dgn abad kegelapan ,,karena sering terjadi pertikaian dan penindasan
antara kepala negara dan kepala agama.
o Pada abad pertengahan telah terjadi peristiwa penting yaitu awal mulanya pengakuan
hak dan perlakuan khusus dari raja john dari inggris thd para bangsawan yg
terwujud dlm sebuah dokumen magna charta ( piagam besar ) th 1215
o Menjelang beralkhirnya abad pertengahan di eropa telah terjadi serangkaian
perubahan sosial dan kultural yg menghantarkan eropa menuju masa yg lebih
modern dgn pemikiran yg lebih rasional dan memunculkan negara negara nasional
modern.
o Ada 2 kelompok aliran yg perlu di catat
1. Renaissance 1350- 1600 : eropa selatan , italia
2. Reformasi 1500- 1650 : eropa utara : jerman. Swiss,
o Aliran renaissance : membangkitkan kembali kejayaan yunani kuno tidak hanya dlm
bidang kebudayaan tetapi juga ajaran sosial politik seperti mengembangkan
demokrasi
o Reformasi : suatu aliran pembaharuan dlm bidang agama kristen yg bertujuan
membersihkan agama dari pengaruh lain yg menyebabkan kekuasaan gereja begitu
korup dlm kehidupan masyarakat.
o Kedua aliran ini telah mempersiapkan masyarakat hak-hak asasi manusia eropa barat
pada masa 1650-1800 untuk memasuki masa pencerahan /aufklarung
Pada hakikat teori teori kontrak sosial tsb merupakan upaya untuk mendobrak dasar
pemerintahan absolut melalui penetapan hak-hak politik rakyat. Filsuf-filsuf pencetus gagasan ini
antara lain ;
o John Locke ( 1632 1704 ) : hak politik mencakup atas hidup, kebebasan, dan kepemilikan
( life, liberty and property )
Badan legislatif (badan pembuat undang undang)
Badan Eksekutif (badan pelaksana)
Badan Federatif ( yang berhubungan dengan masalah perang dan damai, pembuatan
perjanjian dan persekutuan)
o Montesquieeu dari prancis ( 1689 1755 ) : mencoba memperbaiki pemikiran Locke dgn
menyusun suatu sistem yg disebut trias political . sistem ini memisahkan kekuasaan

menjadi kekuasaan legislatif/ pembentuk undang-undang. Excekutif : pelaksana undangundang. Yudikatif : kekuasaan mengadili.
o Jean Jacques Rousseau : sistem ini didasarkan atas check and balance sehingga setiap
lembaga memiliki posisi yang saling mengimbangi ( mengilhami revolusi prancis 1789 )
Kegiatan belajar 2
Sejarah dan perkembangan demokrasi abad ke - 19 dan ke - 20
Demokrasi dalam wujud konkret sbg program dan sistem politik pada akhir abad 19
merupakan perwujudab dari pemikiran keberadaan hak hak politik rakyat. Melalui konstitusi baik
tertulis/ written constitution maupun unwritten constitution, gagasan ini disebut konstitualisme
sedangkan negara yg menganut dinamakan negara konstitusional/constituonal/rechstaat
Pada abad ke 19 dan permulaan abad ke 20 . gagasan mengenai perlunya pembatasan
mendapatkan perumusan yuridis
o Ahli hukum eropa barat kontinental immanuel kant ( 1742 1804 ) dan friendrich julius
stahl mengunakan istilah rechsstaat ada 4 unsur klasik yaitu :
1. Hak hak manusia
2. Pemisahan/pembagian kekuasaan untuk menjamin hak tsb.
3. Pemerintah berdasarkan hukum
4. Peradilan administrasi
o Ahli anglo saxon : A.V dicey memakai istilah rule of law unsur unsurnya :
1. Kedudukan yg sama dihadapan hukum.
2. Terjamin hak-hak manusia oleh undang-undang serta keputusan keputusan pengadilan.
Dari perumusan diatas tampak bahwa perumusan hanya bersifat yuridis dan hanya menyakut
bidang-bidang hukum saja. Hal ini menyebabkan perumusan yg dibuat sangat dipengaruhi oleh
gagasan bahwa negara dan pemerintah hendaknya tidak turut campur tangan dlm kepentingan
negaranya kecuali : bencana alam , hubungan luar negri dan pertahan negara
Aliran pemikiran ini disebut liberalisme dgn Dalil ( the least govermen is the best
goverment artinya pemerintahan yang paling sedikit campur tangan adalah yg paling baik ) atau dgn
bahasa belanda staatsonthouding. Negara dalam pandangan ini dianggap hanya sbg negara penjaga
malam/nachtwachtrestaat.
Laissez aller berarti kalau manusia dibiarkan mengurus kepentingan ekonominya masing
masing maka dengan sendirinya ekonomi negara akan sehat. (negara hukum klasik)
Dampak praktik demokrasi konstitusional abad 19 merubah pemikiran para ahli politik
untuk memberikan peranan yg lebih besar pada pemerintah yg menandai wajah baru dari
demokrasi konstitusional abad ke 20 , terjadi perubahan besar besaran dlm bidang sosial ekonomi
Pada masa ini peranan pemerintah diprluas tidak lagi sekedar menjadi negara penjaga
malam tetapi ikut berperan aktif untuk mengatur perekonomian masyarakat. Dan disebut sebagai
negara welfare state/ negara kesejahteraan.
Pemikiran abad 20 diikuti oleh peninjauan kembali mengenai negara klasik yg diajukan
oleh A.V Dicey dan Imanuel kant pada abad 19 yg disesuaikan dgn tuntutan abad 20 , perubahan ini
telah dicoba rumuskan oleh international commision of jurisst.
Badan ilmu hukum
international ,,dlam konferensi di bangkok 1965 badan ini merumuskan Rule of law ( disamping
hak hak politik hak ekonomi harus diperhatikan )
Syarat syarat dasar sebagai batasan minimal bagi terselenggaranya pemerintahan yg
demokratis yg di bawah Rule of law :
1. Perlindungan konstitusional
2. Badan kehakiman yg bebas dan tidak memihak
3. Pemilu yang bebas
4. Kebebasan menyatakan pendapat
5. Kebebasab berserikat/berorganisasi dan beroposisi
6. Pendidikan kewarganegaraan
Disamping merumuskan rule of law dalam rangka perkembangan baru international
commision of jurisst. Perumusan yg paling umum mengenai sistem demokarasi adalah : suatu

bentuk pemerintahan dimana hak untuk membuat keputusan melalui wakil wakil yg dipilih oleh
meraka dan yg bertabggung jawab kepada mereka dipilih melalui proses pemilihan yg bebas.
*Pemikiran Henry B. Mayo : sistem politik yang demokratis adalah :dimana kebijakan
umum ditentukan atas dasar mayoritas oleh wakil-wakil yang diawasi scr efektif oleh rakyat melalui
pemilihan-pemilihan berkala berdasarkan atas prinsip kesamaan politik dan diselenggarakan dlm
suasana terjamin kebebasan politik.
Nilai-nilai yg mendasari sistem politik yg demokratis menurut B Mayo :
1. Penyelesaian masalah dgn damai melalui dialog/mufakat
2. Penyelengaraan perubahan-perubahan sosial scr damai dlm suatu masyarakat yg sedang
berubah
3. Penyelenggaraan pergantian pemimipin sesuai ketentuan yg berlaku
4. Pembatasan pemakaian kekerasan sampai batas minimum
5. Pengakuan adanya keanekaragaman dgn mengakomodasi penciptaan masyarakat yg
terbuka/fleksibel
6. Penegakan keadilan bagi semua orang
1.
2.
3.
4.
5.

Untuk melaksanakan nilai-nilai diatas perlu diselenggarakan beberapa 6 lembaga :


Pemerintah yg bertanggung jawab dlm menyediakan hal-hak rakyat
Suatu dewan perwakilan rakyat yg mewakili golongan-golongan yg dipilih melalui pemilu
Suatu sistem organisasi politik yg mencakup lebih dari satu partai
Pers dan media massa yg bebas untuk menyatakan pendapat
Sistem peradilan yg bebas untuk menjamin hak-hak asasi dan mempertahankan keadilan

*Pendapat Samuel Huntington : perkembangan demokrasi dunia terjadi dlm beberapa


gelombang perkembangan besar . gelombang- gelombang itu antara lain :
1. permulaan abad 19 sampai tahin 1930-an dimana jumlah pemerintahan demokratis bertambah
scr bertahap ,gelombang balik terjadi pd sekitar 1926 sampai 1942 karena perkembangan
pemerintah Fasis dibenua eropa
2. gelombang kedua : terjadi lebih pendek setelah negara Fasis mengalami kekalahan di PD II :
pada periode ini terjadi peningkatan jumlah negara demokratis yg sebelumnya mrp negara
koloni negara eropa yg kemudian merdeka . memasuki th 1960-an dan 1970-an
,,perkembangan demokrasi di negara baru ini mengalami hambatan krn perkembangan
kediktatoran partai/militer terutama di amerika latin, afrika dan juga beberapa negara asia dan
eropa selatan ( portugal, yunani dan spanyol )
3. gelombang ketiga 3 muncul kepermukaan pada tahun 1974 diawali tumbangnya pemerintahan
rezim militer di portugal dan di ikuti th 1980-an di negara amerika latin, th 1989-an dinegara
eropa timur dan tengah , bekas uni soviet dan sebagian negara afrika ygmasih berlangsung
hingga sekarang
Demokrasi radikal (ernesto laclau dan chantal mouffe) berusaha mengembalikan pentingnya
peran langsung setiap unit masyarakat dalam proses demokrasi melalui mekanisme demokrasi
langsung.
Demokrasi pluralis dan deliberatif (will kymlicka dan anne phillips dan iris marion young
yang mengedepankan konsep demokrasi kontemporer yang penting karena kemunculannya
bersamaan dengan maraknya gerakan sosial baru yang berhasil mengemukakan identitas
kelompok. Mekanisme ini dirasakan perlu untuk diterapkan agar tirani mayoritas yang selama
ini identik dengan praktik demokrasi bisa dikikis.
kegiatan belajar 3
demokrasi di negara - negara non- demokrasi
begitu populernya demokrasi konsep ini banyak diadopsi oleh rezim negara yg sebenarnya
tidak demokratis untuk mendapatkan dukungan massa. Hal ini terjadi pada pemerintahan Bolshevik
th 1917. Dan memunculkan konsep vanguards democracy (sejenis demokrasi terpimpin yg
dilaksanakan partai komunis.) Dan pada abad ke 18 saat pemerintahan Napoleon Bonaparte saat
itu menggunakan plebisit/referendum untuk menggalang dukungan massa atas pemerintahan
diktatorial militernya dan mengangkatnya sbg seorang kaisar

contoh paling mengena dari bentuk diktatorial partai politik ini adalah peran partai komunis
uni soviet ( PKUS ) . penyebaran pemerintahan memuncak pada tahun 1960-1970 tidak hanya di
afrika tetapi juga di asia dan amerika latin , baru pada th 1980-1900-an demokrasi berhasil
mencapai puncaknya.
*study tentang pemerintahan no demokratis dimulai oleh karya Hannah Arent dalam
bukunya The original of totalitarianism (1951)
* Arent berpendapat : bahwa rezim totaliter dapat muncul dari sebuah gerakan totaliter
sekumpulan besar org yg terorganisasi yaitu mereka yg mengalamo atomasi sosial dan
individualisme secara extrim. Rezm totaliter bisa berada dibawah dominasi pemerintahan sebuah
partai tunggal ataupun militer
*arent berpendapat : mengangap penting peran ideologi khas totaliter dalam menyuburkan
fondasi pemerintahan totaliter bertujuan : untuk membetuk dan mengubah tujuan hidup masyarakat
untuk mengabdi sepenuhnya.
* 6 karakteristik pemerintahan totaliter menurut Friedrich dan Brzezinski :
1. adanya sebuah ideologi totaliter yg mencakup teori tentang perkembangan sejarah,
ekonomi, sosial dan masa depan negara menurut pandangan rezim berkuasa yg berguna sbg
dasar pengambilan keputusan.
2. Sebuah partai tunggal yang membentuk kultus individu untuk mendukung
kepemimpinannya
3. Kesatuan polisi teroistik baik dgn metode fisik maupun psikologis untuk menjamin
kepatuhan total masyarakat
4. Monopoli komunikasi oleh rezim sbg sarana indoktrinasi ideologi resmi negara
5. Monopoli senjata oleh rezim untuk menghapus perlawanan bersenjata
6. Pengaturan ekonomi sentralistik
A. Perkembangan marxisme leninnisme di uni soviet
Marxisme-leninnisme atau komunisme adalah : penafsiran lenin terhadap marx tentang historis
materialistik, pertentangan kelas dabn pengisapan nilai lebih.
*tujuan komunisme : penyelamat umat manusia dari belenggu kemiskinan dan dicapai
melalui revolusi proletar dibawah pimpinan partai komunis yg tergantung pada kediktatoran
politbiro
Sosialisme adalah gagasan yang pertama kali digunakan oleh vladimir lenin
*pemikiran Stalin : bahwa sosialisme dpt dimulai di satu negara lebih dahulu sehingga
pandangan marxis yg semula global menjadi nasionalis.
B. Marxisme leninisme diluar uni soviet dan transisi menuju demokrasi
Faktor penting yg diduga mengembangkan ajaran marxisme-leninisme adalah interprestasiinterprestasi baru yang dilakukan oleh pemimpin2 marxis-leninisme yg sering dibungkus dgn
istilah demokrasi
*beberapa istilah yg digunakan seperti : demokrasi rakyat, demokrasi nasional dan demokrasi
revolusioner yg digunakan pemerintah komunis pasca STALIN
*demokrasi yg tumbuh di eropa timur seperti : ceko, polandia, hongaria, bulgaria, rumania dan
yugoslavia menyepakati bahwa demokrasi rakyat adalah : bentuk khusus demokrasi yg berfungsi
sbg kediktatoran proletariat dan mrp negara pada masa peralihan yg bertugas mengendalikan
perkembangan ke arah nasionalis
*negara-negara ke 3 memiliki pola yg berbeda dgn pola EURO komunisme . th 1960 (moskaw)
khruschev menawarkan rumusan baru yg disebut demokrasi nasional
*khruscev berpendapat : demokrasi nasional merupakan tahap peralihan dari demokrasi borjuis
ke demokrasi rakyat. Dimana masyarakat agraris itu kaum buruh yg sangat sedikit dan belum mrp
lapisan dominan dlm struktur sosial.
*tugas partai komunis adalah : mengendalikan front nasional yg dibentuk bersam dgn kaum
petani, intelektual, dab borjuis
*ada 2 hal yg dpt ditimba dari pergeseran konsepsi demokrasi menurut terminologi komunis
yaitu
1. Semakin tajamnya persaingan ideologis timur barat khususnya soviet amerika

Kegiatan belajar 4
Demokrasi di indonesia
Pemilu orde baru : 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997.
9 parpol + 1 golkar pada pemilu 1971
2 parpol + 1 golkar pada pemilu 1977, 1982, 1989, 1992, 1997
1. Demokrasi
parlementer

2. Demokrasi
terpimpin
3. Demokrasi
pancasila

4. Masa
reformasi

Th 1945 *Ditandai menonjolnya parlementer dan partai politik,


1959
landasan yg digunakan UUD 1945 dari (th 1945-1949),
UUD RIS th 1949-1950 dan UUDS 1950 dari (th 19501959)
*sistem parlementer ini tanggung jawab politik terletak
pada perdana mentri dan para menteri pembantunya ,dan
presiden sbg kepala negara sng simbolis
*pemilu pertama kalinya dilaksanakan th 1955
Th
1959 *ciri2 ; membesarnya peranan presiden sukarno
-1965
*melemahnya peranan partai politik kecuali PKI
*meningkatnya kekuasaan politik dan militer
* akhir periode ini dengan adanya G30s th 1965
Th
1965 *landasan UUD 45 dgn menggunakan sistem presidensial
-1998
- Praktek-praktek demokrasi ditandai dengan ciri-ciri
tertentu, di antaranya adalah demi kestabilan politik
maka mensahkan keseragaman dalam pelaksanaan pemilu
akitivitas massa dan parlemen
* ciri yag menonjol : besarnya peranan militer sbg akibat
perjalanan sejarah di bidang politik di bantu kaum
teknokrat dan birokrat
* pelaksanaan pemilu pada th 1971, 1977, 192, 1987
*9 parpol + golkar pemilu 1971
* 2 parpol + golkar dipemilu berikutnya UUNo3 th 1985
ttg parpol + golkar serta UU No.8 th 1985 ttg ormas
1998
- Adanya penyeimbangan antara legislatif dan excekutif
sekarang
dan pengaktifan check and balance

DEMOKRASI PARLEMENTER / LIBERAL (17 Agustus 1950 5 Juli 1959)


Demokrasi yang dipakai adalah demokrasi parlementer atau demokrasi liberal. Demokrasi pada masa itu
telah dinilai gagal dalam menjamin stabilitas politik. Ketegangan politik demokrasi liberal atau parlementer
disebabkan hal-hal sebagai berikut:
1.

Dominanya politik aliran maksudnya partai politik yang sangat mementingkan kelompok atau alirannya

sendiri dari pada mengutamakan kepentingan bangsa


2.

Landasan sosial ekonomi rakyat yang masih rendah

3.

Tidka mampunya para anggota konstituante bersidang dalam mennetukan dasar negara.

DEMOKRASI TERPIMPIN (5 Juli 1959 11 Maret 1966)


Pada sistem ini berlaku sejak dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juni 1959 yang berbunyi sebagai
berikut.
1) Pembubaran Konstituante,
2) Berlakunya kembali UUD 1945.
3) Pembentukan MPRS dan DPAS dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.
Pada masa ini, pemerintahan dominan lebih bisa mengatur rakyat karena adanya sentralisasi, namun rakyat
tak bisa berbuat apa-apa karena semua keputusan ada di tangan presiden. Tidak adanya kebebasan pers

dan juga anggota partai yang dipenjara menunjukkan pada masa ini jaminan HAM lemah. Terbatasnya peran
partai politik dan berkembangnya pengaruh PKI semakin membuat demokrasi ini runtuh.
DEMOKRASI PANCASILA ORDE BARU (Maret 1966 21 Mei 1998)
Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang dijiwai oleh sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat
kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan yang berKetuhanan Yang Maha Esa, yang
berkemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan yang berkeadilan sosial bagi seluruh
rakyat Indonesia.
Pada masa Demokrasi Pancasila, terlihat bahwa pemerintahan berlangsung lebih aman tanpa
adanya kudeta (kecuali ketika masa keruntuhan di tahun 1998). Namun, rotasi kekuasaan eksekutif hampir
dikatakan tidak ada, inflasi yang merebak, rekrutmen politik yang tertutup, pemilu yang jauh dari semangat
demokratis, pengakuan HAM yang terbatas, serta tumbuhnya KKN yang merajalela membuat demokrasi ini
disebut demokrasi yang tipis akan arti demokrasi yang sesungguhnya.
DEMOKRASI REFORMASI (21 Mei 1998 - Sekarang)
Demokrasi yang dikembangkan pada masa reformasi pada dasarnya adalah demokrasi dengan
mendasarkan pada Pancasila dan UUD 1945 dengan penyempurnaan. Meningkatkan peran lembagalembaga tinggi dan tertinggi Negara dengan menegaskan fungsi, wewenang dan tanggung jawab yang
mengacu pada prinsip pemisahan kekuasaan dan tata hubungan yang jelas antara lembaga-lembaga
eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Pada era reformasi ini, rakyat akhirnya bsia aktif dalam mengutarakan aspirasinya. Demokrasi yang
sesungguhnya pun akhirnya terjadi di Indonesia. Rakyat mulai menggunakan reformasi total di semua sektor
kehidupan. Berantas KKN pun mulai dicanangkan. Artinya, era inilah era yang benar-benar demokrasi

MODUL 3
HAK ASASI MANUSIA
Kegiatan belajar 1
Sejarah hak asasi manusia
Banyak orang mengacu pada pengalaman inggris th 1215 sbg tonggak sejarah hak asasi
manusia. Pada th 1215 bangsawan inggris telah berhasil membuahkan magna charta ( piagam
agung) yang membatasi kekuasaan raja JOHN atas hak-hak bangsawan. Melalui pergolakan dan
perlindungan yang lama akhirnya bill of rights ( undang-undang hak ) diterima parlemen inggris th
1689. Bill of rights (undang undang hak) mrp suatu naskah perundangan yg dihasilkan melalui
revolusi tak berdarah ( the glorious revolution of 1688 ) terhadap raja JAMES
Di prancis terjadi pada dinasti bourbon ( louis XVI ) dikenal dgn revolusi prancis 1789 yang
menghasilkan declaration des droits de lhomme et du citoyen
Tahun 1789 perjuangan rakyat amerika yg terinsiprasi dari revolusi prancis mengasilkan biil of
right yg mencakup 10 rumusan hak asasi manusia. Pd th 1791 biil of right menjadi bagian dari
undang-undang dasar amerika serikat
Timbulnya gagasan hak ini dasarnya merupakan akibat dari berkembangnya pendekatan
rasionalisme yg tercermin dalam karya karya thomas hobbes ( 1588-1679), john locke ( 16321704) dari inggris dan montesquieu (1689-1755), Jean-jacques rousseau ( 1712-1778) dari
prancis
Locke yang menjadi penganjur utama konsep pemerintahan terbatas, perlindungan hak atas
hidup, kebebasan dan kepemilikan.
Pada abad 20 mulai menapilkan dimensi baru yakni hak di bidang sosial, ekonomi dan budaya .
*tahun 1941 presiden Roosevelt merumuskan the four freedoms 4 kebebasan yang terdiri dari
kebebasan untuk berbicara/ freedom of speech
kebebasan beragama/religion
kebebasan dari ketakutan/from fear
kebebasan dari kemlaratan/from want
tahun 1966 sidang PBB menyetujui 2 perjanjian :
1. covent on economic social and cultur right /bidang ekonomi,sosial dan budaya
2. covenant on civil and political rights/ bidang politik dan hak sipil
o pada th 1950 beberapa negara eropa barat membentuk council of europe dan telah
menandatangani convention of the protection of human right and fundamental freedom di

o
o
o

roma, sbg tindak lanjut perjanjian tsb , uastria, belgia, denmark,irlandia, islandia,
luxembrug, belanda, norwegia dan jerman barat .berhasil membentuk makamah eropa untuk
hak asasi manusai yg mulai aktih tahun 1959
perpaduan antara kesepakatan dan lembaga yg mendukung kesepakatan itulah yang
membuahkan beberapa tonggak lain misalnya : perjanjian genocide/1948, kerja
paksa/1957, dikriminasi berdasakan kelamin/1951 dan 1962, diskriminasi berdasarkan
ras 1965.
Tahun 1981 negara- negara berkembang menelurkan African Charter on human and
peoples right di banjul ( dikenal dgn banjul charter )
Di asia 1993 terbentuknya bangkok declaration
Deklarasi wina juni 1993 menjadi sebuah hasil kompromi atas perbedaan visi tentang
universilitas HAM . indonesia memberikan sumbangan yg berharga dlm deklarasi wina
dengan menekankan perlunya hak asasi dlm konteks kerjasama internatinal yg didasari oleh
penghormatan kedaulatan yg sederajat dari semua negara .....( tertuang dlm pasal 5)
Diakhir abad 20 telah terjadi 2 peristiwa pelanggaran hak asasi manusia. Kasus genocide
selama perang saudara di rwanda dan negara bekas yugoslavia menorekan tinta gelap pada
perkembangan hak asasi. Untuk menangani pelanggaran hak asasi manusia yg sistem matis
PBB membentuk badan ad hoc di rwanda dan yugoslavia ...yg disebut international
criminal tribunal ditanzania dan den hag
Abad 21 PBB berdasarkan statuta roma 1998 membentuk badan international criminal court
(ICC) yang kewenangannya melampaui batas batas nasional negaranya, ironis nya america
dan indonesia belum meratifikasi pembentukan ICC yg resmi berdiri th 2002

A. Perjanjian hak sipil dan politik


Pasal 6: hak atas hidup, kebebasan dan
keamanan pribadi
Pasal 9 : hak atas kebebasan dan keamanan
diri
Pasal 14 : hak atas persamaan hak dimuka
badan peradilan
Pasal 18 : hak atas kebebasan berpikir,
mempunyai suara hati dan agama
Pasal 19 : hak untuk menyatakan pendapat
tanpa mengalami gangguan
Pasal 21 : hak atas kebebasan berkumpul scr
damai
Pasal 22 : hak untuk berserikat

B. Perjanjian hak ekonomi, sosial dan


budaya
Pasal 6 : hak atas pekerjaan
Pasal 8 : hak untuk membentuk serikat
sekerja
Pasal 9 : hak atas pensiun
Pasal 11 : hak atas tingkat kehidupan yg
layak
Pasal 13 : hak atas pendidikan

HAK ASASI PEREMPUAN


o 1979 CEDAW ( convention on the elimination of all forms of discrimination against
women) disah kan oleh PBB. Ini tak lepas dari gerakan kaum perempuan untuk
mendapatkan pengakuan kesetaraan politik, ekonomi dan sosial
o Terjadi 3 gelombang besar sbg reaksi ketidakadilan yg dialami kaum perempuan :
1. Abad 18 .....Zaman victorian terpusat di negara barat ; inggris, prancis dan amerika
( salah satu tokoh nya bernama Mary woolstnecraft )
2. Tahun 1840 1850an era gelombang feminisme pertama
*mulai mendapatkan hak memilih dlm pemilu pertama kali dibelakukan th 1920
3. 1960-an muncul feminisme gelombang kedua ( new social movement )
*salah satu tokohnya Betty Friedan yg berpendapat bahwa subordinasi perempuan lebih
disebabkan karena distribusi hak dan kesempatan yg tidak adil dlm masyarakat.
o Konvensi CEDAW th 1952 memuat 3 pasal penting :
1. Perempuan berhak untuk memberikan suara dlm pemilu tanpa diskriminasi
2. Perempuan dapat dipilih untuk semua badan efektif yg diatur hukum nasional
3. Perempuan berhak menduduki jabatan resmi dan penyelengaraan sesuai fungsi

Sebelum kemunculan CEDAW, international convention of human rights sudah meletakan


dasar untuk hak hak perempuan agar diperlakukan setara dengan laki laki. Sidang umum PBB juga
sebenarnya sudah menghasilkan Convension on the Political Rights of women tahun 1952.
HAK ASASI DALAM ISLAM
1. Hak untuk hidup ( 17:33 dan 5:32 )
7. Hak untuk menyatakan kebenaran ( 4:135)
2. Hak untuk memperoleh keadilan ( 5:8 )
8. Hak untuk mendapatkan perlindungan
terhadap penindasan karena perbedaan
agama ( 6:108, 5:48 )
3. Hak persamaan ( 49:13 )
9. Hak mendapatkan kehormatan dan nama
baik ( 33:60-61, 49:1, 19:12 )
4. Kewajiban untuk memenuhi apa yg sesuai 10. Hak ekonomi ( 51, 19, 76 :8, 2:188, 46 :19,
dgn hukum serta hak untuk tidak patuh
39:70, 7:32 dan 53:59 )
kepada apa yg tidak sesuai dgn hukum
( 5:8)
5. Hak kebebasan ( 3:76 )
11. Hak untuk memiliki (62 : 10 )
6. Hak kebebasab kepercayaan( 2:256 )
Kegiatan belajar 2
Hak asasi manusia di indonesia
Prof Soepomo mendukung gagasan negara integral, sistem pemerintahan yang paling sesuai bagi
Indonesia adalah sistem demokrasi yang telah hidup di pedesaan. Soepomo tidak mengakui
dualisme negara dengan individu.
Soekarno : jika betul betul hendak mendasarkan negara kita kepada faham kekeluargaan, faham
tolong menolong, enyahkan pikiran liberalisme.
Dr. Mohammad Hatta :Hak hak warga negara perlu dimasukan dalam UUD 1945 meskipun
negara yang akan dibentuk adalah negara kekeluargaan
Muhammad Yamin : Dengan gigih memperjuangkan jaminan atas hak hak warga negara segala
konstitusi lama dan baru di dunia ini berisi perlindungan dasar. Aturan dasar tidaklah harus
berhubungan dengan liberalisme
o Dalam UUD 45 belum tertuang scr rinci jaminan terhadap hak asasi manusia
o Dari 37 pasal batang tubuh UUD 45 hanya 4 pasal yang scr langsung berkaitan dgn hak
asasi manusia yaitu pasal 27 : kedudukan dimuka hukum, 28 : kebebasan berserikat, 29 :
kebebasan beragama dan 31 : memperoleh pendidikan
o Alasan mengapa UUD 45 hanya relatif sedikit mencantumkan hak asasi manusia :
1. UUD 45 disusun dlm waktu yg sangat mendesak menjelang akhir pendudukan jepang
2. UUD 45 dibuat sebelum pernyataan hak asasi manusia diterima PBB th 1948, oleh
karena konstitusi RIS 1949 dan UUDS 1950 semakin banyak pasal yg mengatur ttg hak
asasi manusi. Menurut Mr. Muh yamin : UUDS 1950 lah satu-satunya konstitusi yg
banyak memasukkanhak asasi seperti yg telah diputuskan oleh PBB
3. Menurut kelompok kebangsaan UUD 45 dibuat berdasarkan pada rasa gotong-royong
dan kekeluargaan tidak mengakui adanya individualisme dan liberalisme
Hak atas kebebasan untuk mengeluarkan pendapat
UUD 1945
Bab X, warga negara dan penduduk pasal 28
Kebebasan berserikat dan berkumpul mengeluarkan pikiran.....
Bab XA, hak asasi manusia, Pasal 28E
Ayat 2 : setiap org berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan.....
Ayat 3 : setiap org berhak atas kebebasan berserikat......mengeluarkan pendapat
Pasal 28F
setiap org berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi....serta berhak untuk
mencari, memperoleh, memiliki, mengolah dan menyampaikan informasi dgn menggunakan segala
jenis saluran yg tersedia
*pernyataan sedunia ttg hak asasi manusia, pasal 19
setiap org berhak atas kebebasan mempunyai dan mengeluarkan pendapat.....
*perjanjian hak-hak sipil dan politik , pasal 19
1. Setiap org berhak untuk mempunyai pendapat tanpa mengalami gangguan

2. Setiap org berhak untuk mengeluarkan pendapat ; dlm hal ini termasuk kebebasan untuk
mencari dan menerima......
Hak atas kedudukan yang sama di dalam hukum
UUD 1945, bab X warga negara dan penduduk , pasal 27
Ayat 1 : segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum......
Bab XA hak asasi manusia , pasal 28D
Ayat 1 : setiap org berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum......
*pernyataan sedunia ttg hak asasi manusia, pasal 7
Sekalian orang adalah sama terhadap undang-undang dan berhak atas perlindungan hukum.....
*perjanjian hak-hak sipil dan politik , pasal 26
Semua orang adalah sama terhadap hukum dan berhak atas perlindungan hukum tanpa
diskriminasi........
Hak atas kebebasan berkumpul
UUD 45, bab X warga negara dan penduduk pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran....
Bab XA hak asasi manusia , pasal 28E
Ayat 3 : setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, ......
*pernyataan sedunia tentang hak asasi manusia, pasal 20
1. setiap org mempunyai hak atas kebebasan berkumpul
2. tiada seorangpun dapat dipaksa memasuki salah satu perkumpulan
*perjanjian hak sipil dan politik, pasal 21
Hak berkumpul secara bebas diakui, tiada satu pembatas pun dpt dikenakan thp pelaksanaan
hak ini.......
Hak atas kebebasan beragama
UUD 45 bab XI pasal 29
Ayat 1 : setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya,.....
*pernyataan sedunia ttg hak asasi manusia , pasal 18
1. Setiap org behak atas kebebasan pikiran , keinsyafan batin dan agama....
2. Tak seorang pun dapt dipaksakan...
3. Kebebasan untuk menyatakan agama/kepercayaan hanya dpt dikenakan pembatasan
menurut ketentuan hukum.....
4. Negara negara peserta dlm perjanjian ini mengikat diri untuk menghormati kebebasan orang
tua .......
Hak atas penghidupan yang layak
UUD 45 bab X warga negara dan penduduk pasal 27
Ayat 2 : tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan.........
Bab XA, hak asasi manusia , pasal 28A
Setiap orang berhak untuk hidup serta mempertahankan hidup........
Pasal 28D
Ayat 2 : setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapat imbalan..........
Pasal 28H
Ayat 1 : setiap org berhak hidup sejahtera lahir dan batin.....
Ayat 2 : setiap org berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus......guna mencapai
persamaan dan keadilan
Ayat 3 : setiap org berhak atas jaminan sosial...........
Ayat 4 : setiap org berhak mempunyai hak milik..........
*pernyataan sedunia atas hak asasi manusia pasal 25
1. setiap org berhak atas tingkat hidup yg menjamin kesehatan dan keadaan baik untuk dirinya
dan......
2. ibu dan anak berhak mendapat perawatan dan bantuan istimewa
*perjanjian hak-hak ekonomi, sosial dan budaya pasal 6
1. negara peserta perjanjian ini mengakui hak atas pekerjaan....

2. langkah-langkah yg diambil oleh negara ini untuk mencapai pelaksanaan sepenuhnya atas
hak ini meliputi tatanan teknis dan vokasional serta pelatihan program..........
pasal 7
....negara mengakui hak setiap orang atas kenyaman kerja yg adil dan pantas terutama :
a. remunerasi / upah bagi semua pekerja yg dlm batasan minimumnya meliputi
1) upah yg pantas dan adil
2) sebuah penghidupan yg layak....
b. kondisi kerja yang aman dan sehat
c. kesempatan yg sama bagi setiap org untuk dipromosikan dlm pekerjaan......
d. istirahat, hiburan dan batasan yg masuk akal
pasal 9
negara peserta perjanjian ini mengakui hak setiap orang untuk mendapatkan jaminan sosial
termasuk asuransi sosial.
Pasal 11
1. negara peserta dlm perjanjian ini mengakui hak setiap orang atas tingkat kehidupan yang
layak bagi dirinya dan keluarga termasuk sandang, pangan dan perumahan yg layak...
2. negara peserta dlm perjanjian ini Yng mengakui hak dasar setiap org untuk bebas dari
kelaparan.... termasuk rencana khusus untuk :
a. memperbaiki cara produksi, pengawetan dan distribusi pangan...
b. dengan memperhitungkan masalah yg dihadapi oleh negara yg mengimpor/ mengekspor
bahan makanan
Hak atas kebebasan berserikat
UUD 45 bab X warga negara dan penduduk pasal 28
Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dgn lisan dan tulisan dsb ditetapkan
oleh negara.
Bab XA, hak atas manusia pasal 28E
Ayat 2 : setiap org berhak atas kebebasan menyakini kepercayaan, menyatakan sikap sesuai hati
nuraninya
Ayat 3 : setiap org berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat
*pernyataan sedunia atas hak asasi manusia pasal 23 ayat 4
Setiap org berhak mendirikan dan memasuki serikat-serikat sekerja untuk melindungi
kepentingannya
*perjanjian hak-hak ekonomi, sosial dan budaya pasal 8
1. Negara peserta perjanjian ini mengikat diri untuk menjamin
a. Hak setiap org untuk membentuk serikat sekerja dan menjadi anggota serikat sekerja
pilihannya......
b. Hak bagi serikat sekerja untuk mendirikan federasi/konfednderasi nasional.....
c. Hak serikat pekerja untuk bertindak scr bebas dan hanya dibatasi oleh ketentuan
hukum dan diperlakukan dlm masyarakat demokratis demi kepentingan umum....
d. Hak untuk melancarkan pemogokan, asalkan dijalankan menurut ketentuan negara
bersangkutan
2. Pasal ini tidak menghalangi diadakannya pembatasan yg sah atas pelaksanaan hak ini
oleh anggota perang/ kepolisian/pemerintah
3. Tiada satu pasal pun dalam pasal ini dpt memberi wewenang kepada negara-negara
peserta dlm perjanjian organisasi buruh international 1948, mengenai kebebasan
berserikat dan perlindungan berorganisasi untuk mengambil langkah-langkah legislatif
yg dpt membahayakan/melaksanakan ketentuan hukum......
*perjanjian hak-hak sipil dan politik pasal 22
1. Setiap org berhak atas kebebasan untuk berserikat termasuk hak untuk membentuk....
2. Tiada satu pembatasan pun dapat dikenakan thp hak ini , kecuali yg ditentukan oleh hukum
yg diperlakukan dlm masyarakat
3. Tiada satu pasal pun dalam pasal ini dpt memberi wewenang kepada negara-negara peserta
dlm perjanjian organisasi buruh international 1948, mengenai kebebasan berserikat dan
perlindungan berorganisasi untuk mengambil langkah-langkah legislatif yg dpt
membahayakan/melaksanakan ketentuan hukum......
Hak atas pengajaran
UUD 45 amandemen ke-4 bab XIII pendidikan dan kebudayaan pasal 31

Ayat 1 : Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan


Ayat 2 : Setiap warga negara berhak mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayai
Ayat 3 : Pemerintah mengusahakan dan menyelengarakan suatu sistem pengajaran....
Ayat 4 : Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20%
Ayat 5 : pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dgn menjunjung tinggi nilai agama
dan perstuan bangsa.....
Bab XA hak asasi manusiapasal28E
Ayat 1 : setiap org bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan,
memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal......serta berhak kembali
Pasal 28B
Ayat 2 : setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh ......serta berhak atas perlindungan
dari kekerasn dan diskriminasi
Pasal 28C
Ayat 1 : setiap org berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak
mendapat pendidikan ....
Ayat 2 : setiap org berhak untuk memajukan dirinya dlm perjuangan haknya scr kolektif untuk
mengembangkan masyarakat bangsa dan negaranya.
*pernyataan sedunia atas hak asasi manusia pasal 26
1. Setiap org berhak mendapat pengajaran, pengajaran harus dgn Cuma-Cuma, setidaktidaknya dlm sekolah tingkat rendah dan tingkat dasar....
2. Pengajaran harus ditujukan ke arah perkembangan pribadi yg seluas-luasnya....
3. Orangtua memp hak utama untuk memilih macam pengajaran yg akan diberikan kepada
anak mereka
*perjanjian hak-hak ekonomi, sosial dan budaya pasal 13
1. Negara peserta dlm perjanjian ini mengakui hak setiap orang atas pendidikan dan sepakat
bahwa pendidikan akan mengarah pada pengembangan penuh dari kepribadian org serta
kesadaran akan harga dirinya
2. Negara peserta dlm perjanjian ini mengakui bahwa dlm usaha melaksanakan hak ini scr
penuh maka:
a. Pendidikan dasr diwajibkan ini terbuka bagi semua orang.
b. Pendidikan menengah dlm segala bentuk...akan diselenggarakan dan terbuka bagi
semua melalui cara-cara yg layak
c. Pendidikan tinggi akan diusahakan terbuka bagi semua berdasarkan kesanggupan
d. Pendidikan masyarakat dianjurkan/ditingkatkan sejauh mungkin bagi mereka yg belum
pernah /belum menyelesaikan pendidikan dasar scr penuh
e. Pengembangan sistem sekolah pada setiap tingkat digiatkan secara kuat.....
3. Negara peserta dlm perjanjian ini bertekad untuk menghormati kebebasan orang tua diman
berlaku, wali hukum,.....
4. Tiada sesuatu pasal pun dlm pasal ini dpt membenarkan campur tangan dlm masalah
kebebasan perorangan..... untuk mendirikan dan membimbing lembaga pendidikan kecuali
dgn mengikat pada ketentuan ayat 1.....
Hak berkeluarga
UUD 45 bab XA hak asasi manusia pasal 28C
Ayat 1 : setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan
yg sah
Ayat 2 : setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas
perlindungan dari kekerasan......

*perjanjian hak ekonomi, sosial dan budaya pasal 10


1. Perlindungan dan bantuan yg sebesar-besarnya diberikan pada keluarga sbg unit kelolompok
alami paling mendasar........pernkahan harus didasarkan pada persetujuan kedua belah pihak
2. Perlindungan khusus yg diberikan pada para ibu selama masa sebelum dan sesudah
melahirkan.......

3. Tindakan perlindungan dan bantuan khusus harus diambil atas nama semua anak dan orang
muda tanpa diskriminasi atas dasar asal usul.....
*pasal 28G ( hak perlindungan dari rasa takut dan penyiksaan )
*pasal 281 (2) ( dilindungi dari diskriminasi ) (3) ( hak identitas budaya masyarakat )
Pendapat MAURICE CRANSTON : pengakuan suatu negara terhadap perlindungan terhadap hak
asasi manusia terdiri atas 2 tingkat :
1. Negara mengakui hak-hak asasi manusia sbg hak-hak normal (moral rights)
2. Negara itu mulai mengakui perlindungan asasi sbg hak-hak positif (positive rights)
Perkembangan HAM pada masa reformasi
Amandemen UUD 45 mengenai perlindungan HAM tampaknya belum memadai dengan
tiadanya peraturan pelaksanaan dan kesimpangsiuran perubahan peundang-undangan yg terus
terjadi. Masih banyak kritik tentang amandemen UUD 45 terutama adanya aturan nonrectroactivity ( tidak berlaku surut ) yang mengandung ketakutan bahwa pelanggaran HAM dimasa
lalu tidak dpt diajukan ke pengadilan
UU HAM No. 39/1999 dan UU pengadilan HAM No. 26/1999 telah mencantumkan
pengecualian terhadap dasar hukum nonretroaktif tersebut untuk pelanggaran HAM berat yg
digolongkan kejahatan terhadap kejahatan kemanusiaan tetapi pengecualian ini tdk terdapat pada
amandemen UUD 45 tahun 2002
Hak asasi perempuan di indonesia
Perkembangan hak asasi perempuan diindonesia dikatakan berkembang lambat sejak
kemerdekaan. Dgn diratifikasinya konvensi hak politik perempuan yg dikeluarkan PBB melalui UU
no. 68/1958 hal ini meumbuhkan peran politik diindonesia tetapi masih di tingkat yg rendah.
Demikian juga setelah meratifikasi CEDAW dgn mengeluarakan UU No. 7/1974 jumlah perempuan
yg menduduki posisi penting dlm perpolitikan masih 15%
Hak asasi perempuan mengalami perkembangan pesat di penghujung akhir abad ke-20. Pada
1993 KOMNASHAM perempuan dibentuk. Sejalan dgn reformasi sejumlah tokoh perempuan
mengajukan usulan peberlakuan kuota 30 % perempuan seperti yg diputuskan pada deklarasi WINA
dan konferensi perempuan di beijing
Usulan kuota 30 % berhasil masuk UU pemilu yg secara efektif berlaku th 2003

MODUL 4
BUDAYA POLITIK, SOSIALISASI POLITIK DAN KOMUNIKASI POLITIK
Kb 1
Budaya politik
o Tahun 1871 E.B. Taylor telah memperkenalkan konsep budaya dalam studi antropologi yang
menurutnya : Keseluruhan yang kompleks termasuk pengetahuan, kepercayaan, seni, moral,
hukum, adat dan lain-lain kemampuan dan kebiasaan yg diperoleh seseorang sbg anggota
masyarakat.
o Ralph Linton : mengartikan kebudayaan dgn memberi tekanan pada ciri-ciri kesejarahan
sebagai pewaris sosial atau tradisi sosial
o CS ford : memaknai kebudayaan scr psikologis sebagai cara-cara untuk memuaskan
kebutuhan dan pemecahan masalah
o Talcott Parsons bersama kroeber : memberikan penafsiran sosiologis mengenai kebudayaan
yaitu : isi dan pola-pola nilai, gagasan dan sisitem-sistem simbol yg bermakna yg
membentuk tingkah laku atau benda-benda yg diproduksi lewat tingkah laku manusia yg
ditransmisikan dan diciptakan

A. Konsepsi budaya politik


o konsep budaya politik yg nereflesikan pengaruh Parson dan bidang-bidang ilmu sosial yg
lain tergambar jelas dlm buku Gabriel ALMond dan G bingham Powel th 1987
o budaya politik : seperangkat sikap sikap kepercayaan-kepercayaan dan perasaan-perasaan
ttg politik yg terjadi dalam sebuah negara pada suatu waktu tertentu
o Almond membedakan sikap individu terhadap objek politik atas 3 bagian :
1. Kognitif : meliputi pengetahuan dan kepercayaan yg diukur dgn menggunakan
pengetahuan mengenai sistem politik
2. Afektif : diukur dgn melihat perasaan individu terhadap sistem politik
3. Evaluatif : melihat sistem dgn memperhatikan norma evaluatif individu terhadap
sistem politik
B. Tiga aspek budaya politik
1. Orientasi terhadap sistem : menentukan ( keabsahan/ legitimacy ) para otoritas politik
2. Orientasi terhadap proses politik
Orientasi kognitif, afektif dan evaluatif mrp dasar pembentukan tipologi politik
Ada 3 macam tipe politik berkaitan dgn proses politik menurut Almond dan Powell :
a. parochial : warga negara masih kecil tingkat kesadaran tentang sistem politik.
Individu tidak melihat bahwa dirinya atau partisipasinya berpengaruh terhadap
sistem politik. Persepsi seperti ini sangat umum bagi masyarakat tradisional
b. subjek adalah bila warga negara yang menjadi bagian dari sebuah sistem politik
nasional memandang ada pengaruh atau potensi pengaruh dari sistem tersebut pada
kehidupan mereka.
c. Partisipan : budaya politik yg ideal dlm negara demokrasi). Warga negara dalam
kelompok ini mempunyai kesadaran bahwa mereka dapat mempengaruhi sistem
politik.
dan tipologi ini dibedakan menjadi 2 menurut kegunaanya : 1. Untuk melihat
pengaruh individu terhadap proses politik *2. Untuk melihat hubungan-hubungan
diri dengan aktor lain.
3. Orientasi terhadap kebijakan publik : pada aspek ini masyarakat menilai bagaimana
kondisi masyarakat saat ini. Apakah sudah baik atau belum/ apakah sudah sesuai harapan
ttg kebijak publik yg di buat
C. Bangunan budaya politik
o Talcot parsons : membedakan 4 variabel-berpola yg membedakan antara budaya
trditional dan budaya modern :
1. Budaya modern melihat sebuah objek secara spesifik tdk lagu dgn cara mencampubaur/difusse
2. Budaya modern melihat scr netral tdk scr emosional
3. Budaya modern mengakui standar-standar dan konsep-konsep universal tidak
partikular
4. Budaya modern menekankan pencapaia , bukan pewarisan status dlm menilai dan
merekrut individu untuk peran sosial
o Budaya dgn pola tsb diatas disebut sebagai budaya yg berorientasi sekular, budaya
sekular biasanya terbuka terhadap inforrmasi baru dan berupaya mencari baru,
menerima perubahan dan berupaya menyesuaikan diri dgn perubahan
o Almond dan Powel melihat pengaruh sikap/orientasi sekular dalam budaya politik
pada tingkat :
- .Sistem : berarti melemahnya penggunaan adat kebiasaan dan karisma sbg basis
legitimasi
- Proses : meningkatnya kesadaran akan kesempatan politik dan kesediaan
menggunakan kesempatan bagi org banyak
- Kebijakan :
tampak pada kesempatan menghasilkan kebijakan untuk
mengontrol lingkungan ekonomi dan sosial
o Sekulerisasi tidak slalu membawa kebaikan;
- sekulerisasi yg berlebihan justru akan menghambat kinerja
- Perbedaan kondisi sosial ekonomi yg besar akan menimmbulkan konflik politik

D. Premis-premis konseptual budaya politik


o Gagasan Almond yg melandasi konsepsi budaya politik antara lain :
1. Partisipasi dan proses politik yg demokrasi : peran serta warga negara scr
aktif dan proses politik yg demokratis
2. Rasionalitas dan sekuleritas : mendukung cara berpikir yg rasional serta
ditinggalkanya orientasi traditional
3. Kebaikan bersama dan tanggung jawab : sebuah sistem yg berjalan dgn baik
yang bergantung pada kebaikan warga negara dan kinerja sistem scr keseluruhan.
Kegiatan Belajar 2
Kewarganegaraan dan penyelenggaraan pemerintah yg baik
A. Kewarganegaraan
Meningkatnya perhatian ttg kewarganegaraan disebabkan :
1. Fenomena perubahan dlm politik international yg berdampak pd negara nasional
Misal : runtuhnya kontrol komunis di eropa timur, pembentukan kembali batas wilayah
nasional disejumlah negara yg mengalami perpecahan
2. Meningkatnya dominasi ideologi kanan baru sehingga menimbulkan ancaman terhadap
hak sosial warga negara
3. Peningkatan migrasi antarnegara dan pengungsi yg mencari perlindungan
Definisi kewarganegaraan :
*menurut MARSHALL : status yg diperoleh mreka yg merupakan anggota penuh sebuah
komunitas. Semua yg memiliki status tersebut memiliki hak dan kewajiban yg sama yg melekat
pada status yg diperolehnya tsb.
Ada 2 dimensi yang terkandung dalam definisi marshall
1. Seperangkat aturan hukum yg mengatur hubungan sosial diantara individu , serta hak dan
kewajiban negara maupun warga negara
2. Seperangkat hubungan sosial di antara individu dan negara dan antar individu
*menurut OLOF PETERSSON : kesempatan yg sama untuk berpartisipasi dlm peraturan
masyarakat
*THOMAS JANOWSKI : keanggota pasif dan aktif dlm sebuah negara nasiona dgn hak-hak
universal
*JONATHAN FRIEDMAN : keanggotaan dalam wilayah tertentu atau dalam masyarakat yg
diatur sebuah pemerintah
JONATHAN FRIEDMAN : keanggotaan dalam wilayah tertentu atau dalam masyarakat yang
diatur oleh sebuah pemerintahan
B. Tradisi kewarganegaraan
Ada 2 tradisi :
1. Tradisi liberal/tradisi marshal : menekankan pada hak-hak individu
o Gagasan kewarganegaraan yg dikembangkan T.H marshal bermula dari ide Alfred
marshall
o Ketidakadilan scr ekonomi tdk dapat dihapus tetapi kondisi ketidaksamaan kelas sosial
akan lebih dapat diterima jika persamaan kewarganegaraan di akui
o Marshal mengembangkan analisis konsepsi kewarga negaraan TRIPARITITE yg terdiri
atas hak sipil, sosial, ekonomi
o Kewajiban utama adalah membayar pajak sbg imbalan untuk proteksi yg diterima dari
negara
o Warga harus diberi kebebasan seluas-luasnya untuk melakukan kegiatan mengejar
kebahagianya sendiri
2. Tradisi republikan/komunitarian : lebih menekankan kewajiban-kewajiban sbg bagian dr
kehidupan masyarakat
o Tidak mempunyai tokoh penggagas sentral
o Scr historis tradisi ini lebih tua yaitu pada masa yunani kuno dan romawi hingga
rousseau pada zaman modern
o Aristoteles ( zaman yunani ) : menyumbang pemikiran ttg pelayanan publik : warga
negara tdk menginginkan kekayaan dan kekuasaan untuk dirinya sendiri, bertingkah
laku sesuai dgn nilai dan norma
o Cicero ( masa Romawi ) menyumbang gagasan ttg kebijakan warga negara

o Machiavelli ( 1459-1517) memberikan ide ttg patriotisme dan kewarganegaraan


o Rousseau ( 1712-1778 ) memberikan sumbangan pikiran untuk menjawab pertanyaan
ttg bagaimana caranya membuat org bersedia tunduk pada negaranya tetapi dpt
mempertahankan kebebasan kemampuan manusia
o Tujuan kewarganegaraan dapat disederhanakan ke dalam 2 hal
1. Dapat diciptakan dan dipertahankannya polity yg adil dan stabil
2. Individu dapat menikmati kebebasannya
C. Penyelenggaraan yang baik ( good governance )
Good governance scr umum adalah : proses pengambilan keputusan dan proses
pelaksanaan keputusan-keputusan yg telah diambil/
o Dapat diartikan : sebuah proses pengambilan keputusan dgn cara pelaksanaan keputusan
yg dilakukan dgn baik
o Dilihat dari artinya yg penting dlm good governance : bagaimana proses
pengambilan/pelaksanaan keputusan tsb berlangsung
o Dalam analisis sistem politik konsep good governance dipakai untuk melihat
keterlibatan berbagai pihak dalam pembuatan dan pelaksanaan keputusan
o Ada 8 karateristik good governance :
1. Partisipasi/participation
2. Peraturan hukum/rule of law
3. Transparansi/transparancy
4. Tanggap/responsiveveness
5. Berorientasi konsensus/consensus oriented
6. Berkeadilan dan inklusif
7. Efektif dan efisien
8. Akuntabel
Kegiatan belajar 3
Sosialisasi dan komunikasi politik
A. Sosialisasi politik
Ada 2 Yang dipelajari
1. Sistem politik
2. Struktur yang melakukan sosialisasi politik/agen sosialisasi
*sosialisasi politik menurut ALMOND dan POWELL : sebuah proses lewat mana budaya politik
diinformasikan, dipertahankan dan diubah.
*sosialisasi politik adalah : proses dimana nilai, norma, kepercayaan,sikap, perilaku yg
diinformasikan, dipertahankan dan diubah.
B. Agen dan gaya sosialisasi
*Agen-agen sosialisasi Menurut Jenning dan Niemi : keluarga, kelompok peer, komunitas,
lingkungan tetangga, sistem sekolah, organisasi formal
C. Komunikasi politik
Merupakan fungsi sosialisasi dan budaya politik
Dibedakan menjadi 5 struktur
1. Tatap muka/face to face yg bersifat informal
2. Struktur non politis ...seperti : keluarga, kelopok ekonomi dan agama
3. Struktur input politik...seperti : partai politik, organisasi kepentingan atau masyarakat
sipil
4. Struktur output politik seperti : lembaga eksekutif, legeslatif, birokrasi,
5. Media massa ...: surat kabar

Modul 5
Partisipasi dan partai politik
Kegiatan belajar 1
Partisipasi politik
A. Definisi dan alasan berpartisipasi
Menurut :

1. Herbert Mcclosky : kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka
mengambil bagian dlm proses pemilihan kekuasaan dan scr langsung dan tidak
langsung, dlm proses pembentukan kebijakan umum
2. Norman H. Nie dan sidney verba : kegiatan pribadi warga yg legal yg sedikit banyak
langsung bertujuan untuk mempengaruhi seleksi pejabat negara........
3. Samuel P.Huntington dan joan M : kegiatan warga yg bertindak sebagai pribadi-pribadi,
yg dimaksut untuk mempengaruhi pembuatan keputusan oleh pemerintah, pertisipasi
bisa bersifat individu atau kolektif , terorganisasi atau spontan, mantap atau sporadis,
secara damai atau kekerasan, legal atau ilegal, efektif atau tidak efektif.
B. Jenis-jenis partisipasi
Dibedakan menurut intensitas dan frekuensinya
o david F. Roth dan Frank L. Wilson mengambarkan dlm piramida partisipasi : 1.
Pengamat 2. Partisipan 3. Aktivis.
o Gabriel A. Almond mengaitkan partisipasi politik dgn latar belakang sosial ekonomi yaitu :
1. 22 % org amerika tdk aktif dlm politik .....ekonomi rendah dari kalangan kulit hitam
2. 21 % hanya aktif memberikan suara ....ekonomi rendah daerah perkotaan ( specialis
pemilih )
3. 15 % aktif memilih dan kegiatan politik ...ekonomi kuat gol atas (aktivis kampanye )
4. 11 % aktivis penuh , pemimpin partai
o Joan nelson membedakan partisipasi menjadi : bersifat otonom dan yg dimobilisasi
o Kegiatan partisipasi dibedakan atas 2 macam :
1. Partisipasi yg melembaga ( routine political participation ) : partisipasi yg dianjurkan/
legal
2. Partisipasi yg tdk melembaga : kegiatan yg tdk diperbolehkan oleh penguasa mis ;
pemogokan kerja buruh di pabrik, demonstrasi yg nerusak
C. Politik kelompok dan hak-hak kelompok ( group rights )
o Politik kelompok merupakan bagian dari gerakan politik pengakuan yg bermula dari
kemunculan politik identitas
o Keanekaragaman identitas dan budaya dapat disebabkan beberapa faktor :
1. Proses pembentukan negara baru pasca PD II yg tdk mengikuti garis pembelahan scr
alamiah
2. Konflik politik berdarah telah memaksa berpindahnya penduduk dari negara asal
3. Meningkatnya globalisasi yg menyebabkan banyak orang mencari kerja ke negara lain
4. Pengelompokan identitas dan budaya yg tdk ditimbulkan oleh perbedaab etnis, ras,
ataupun nasionalitas
o Menurut kymlicka ada beberapa macam hak minoritas yg mungkin akan dituntut oleh
kelompok etnis atau nasionalis :
1. Hak untuk memerintah sendiri
2. Hak-hak polyetnis , bisa diberikan dlm bentuk dukungan finansial
3. Hak perwakilan khusus
D. Gerakan sosial baru
Faktor yg menyebabkan kemunculan gerakan ini seperti perubahan ekonomi, sosial, dan
politik
o Gerakan sosial baru adalah : bentuk aksi dan tingkah laku kolektif yg merefleksikan kritik
fundamental terhadap moderenitas dan rasionalitas
o Gerakan disebut baru karena :
1. Isu utamanya ttg inklusif ke dalam hak-hak dasar
2. Format pengorganisasian dari gerakan-gerakan ini tdk merefleksi gerakan massa dari
partai politik serikat buruh/birokrasi yg berusaha mendapat kekuasaan lewat mobilisasi.
o Ciri-ciri GSB menurut hank jonston, enrique larana dan joseph gusfield :
1. Latar belakang status sosial partisipasi dari gerakan sangat bervariasi
2. Tidak merepresentasikan ideologi tertentu
3. Tidak menggunakan isu ekonomi tetapi lebih pada isu-isu simbolik dan budaya
4. Keterkaitan diantara individu dan kolektivitas tdk jelas lebih menekankan identifikasi
yg bersifat individual
5. Melibatkan aspek-aspek personal dan yg intim dari kehidupan manusia dan bergerak ke
wilayah kehidupan sehari-hari
6. Menggunakan taktik mobilisasi tanpa kekerasan

7. Pengorganisasian dan penyebaran organisasi2 gerakan sosial baru berkaitan dgn krisis
kredibilitas saluran partisipasi traditional
8. Organisasi gerakan sosial baru biasanya terdesentralisir, segmented, dan diffused dan
bersifat otonom lokal
E. Civil society
o Mulai ramai diperbincangkan sejak terjadinya transformasi politik dibekas negara uni soviet
dan negara-negara eropa timur.
o Konsep ini digunakan untuk mengambarkan pusat perpolitikan diluar negra yg bebas
menentukan
o Definisi menurut Cohen dan arato : wilayah interaksi sosial diantara wilayah ekonomi
dan negara yg didalamnya mencakup semua kelompok sosial yg paling intim, asosiasi yg
bersifat sukarela, gerakan sosial dan berbagai wadah komunikasi publik, yg diciptakan
melalui bentuk bentuk pengaturan mobilisasi diri sendiri yg independen dlm kelembagaan
maupun kegiatan.
o Menurut Cohen dan Arato ada dua hal utama yang mempengaruhi perkembangan kajian
civil society, diantaranya adalah fokus utama partisipasi politik dilakukan tidak oleh negara
tetapi oleh masyarakat
o Civil society merupakan istilah yg dipergunakan bagi kelompok atau unsur otonom yg
bergerak di wilayah publik diluar masyarakat politik dan ekonomi.
o Ada 2 keuntungan civil society menurut Ryaas rasyid :
1. Dapat menghindari munculnya kekuasaan yg otoritarian akibat terlalu lemahnya
masyarakat
2. Mencegah kemungkinan meledaknya revolusi sosial akibat terlalu kuatnya masyarakat
Kegiatan belajar 2
Latar belakang kaitan dengan masalah perwakilan dan partisipasi politik
o Studi tentang partai politik dimulai awal abad ke 20 yang dipelopori moisei
ostrogrorksy/1902, robert michels/1911, maurice duverger/1951 dan sigmund
neumann/1956
A. Latar belakang sejarah
o Partai politik pertama lahir di eropa barat dgn gagasan bahwa rakyat mrp faktor yg
menentukan dalam proses politik
o Permulaan abad ke 18 peranan partai politik di negara barat bersifat elitis dan arsitokrasi
( mempertahankan kepentingan golongan bangsawan terhadap tuntutan raja)
o Cikal bakal partai politik berawal dari dalam parlemen inggris yaitu kelompok the tories
( tuan tanah dan bangsawan ) dan the wings ( pengusaha dan pedagang )
B. Kaitan dengan perwakilan politik
Ada 2 macam perwakilan :
1. Perwakilan politik/political representation......diwakili partai politik dan organisasi
politik
o Dasar perwakilan politik : partai politik bertujuan merebut/mempertahankan kekuasaan
politik
o Sebagai penyalur aspirasi politik
2. Perwakilan fungsional/function representation/non politik.....lebih menekankan pada
perwakilan golongan / profesi
C. Kaitan dengan partisipasi politik
Ada 2 macam partisipasi politik :
1. Partisipasi politik yg melembaga/rountine political participation
Adalah : partisipasi yg dianjurkan dan scr formal diperbolehkan oleh penguasa
C/: ikut dalam pemilu, kegiatan seminar, diskusi serta kegiatan yg diperbolehkan oleh
penguasa
2. Partisipasi politik yg tidak melembaga /nonroutine political participaion
Adalah : kegiatan yg tidak dianjurkan / dilarang oleh penguasa
C/: demonstrasi, mogok, protes
o Partisipasi politik juga bisa dibedakan menurut penerimaan dari masyarakat
o Nelson membedakan partisipasi politik menjadi :

a. Partisipasi yg bersifat otonom ...... partisipasi bersifat sukarela dan atas inisiatif
masyarakat
b. Partisipasi yg dimobilisasi..... diarahkan oleh pemerintah
Kegiatan belajar 3
Pengertian, definisi, dan fungsi partai politik
Unsur-unsur yang melekat pada partai politik
1. Kelompok orang yg membentuk suatu organisasi formal dgn keanggotaan yg jelas
2. Kelompok org tsb mempunyai nilai-nilai dan tujuan yg sama, nilai disini bisa ideologi,
agama dll
3. Kelompok ini mempunyai tujuan politik yaitu : merebut/mempertahankan kekuasaan politik
A. Definisi partai politik
o Carl j . friedrich partai politik adalah sekelompok manusia yg terorganisasi scr stabil
dgn tujuan merebut/mempertahankan penguasaan terhadap pemerintahan bagi pimpinan
partainya dan berdasarkan penguasaan ini, memberikan kepada anggota partainya
kemanfaatan yang bersifat ideal dan materiil
o R.H soltau : partai politik adalah sekelompok warga negara yg sedikit banyak
terorganisasi, yg bertindak sbg kesatuan politik dan yg dengan memanfaatkan
kekuasaanya untuk memilih........
o Sigmund neumann : partai politik adalah organisasi dari aktivis-aktivis politik yg
berusaha untuk menguasai pemerintah serta merebut dukungan rakyat.....
o Alan Ware : sebuah institusi yang (a) mendapatkan pengaruh dalam suatu negara, sering
kali dgn berusaha untuk menempati posisi penting dlm pemerintahan (b) biasanya
mewakili lebih dari sebuah kepentingan dlm masyarakat
B. Partai politik, gerakan politik dan kelompok kepentingan
o Gerakan politik : suatu kelompok/golongan yg ingin mengadakan perubahan pada
lembaga politik
Tujuan : menitik beratkan pada adanya suatu perubahan baik yg bersifat lembaga
maupun perubahan tata masyarakat scr keseluruhan
o Kelompok kepentingan :
Tujuan : memperjuangkan sesuatu kepentingan tertentu, kepentingan yg menjadi
dasar bisa berupa kepentingan gol, kelompok atau terbatas pada kepentingan
anggotanya sendiri
Kepentingan kelompok mempunyai orientasi yg lebih sempit dibandingkan partai
politik
o Kelompok penekan
Hampir sama dgn kelopok kepentingan yang membedakan adalah aspek tujuan
dan cara
Tujuan lebih luas daripada kelompok kepentingan
Cara : melalukan dgn cara yg lebih keras /memaksa
C. Beberapa fungsi partai politik
1. Sebagai sarana komunikasi politik
o Menjembatani antara pemerintah dan masyarakat... untuk mendengar, mengumpulkan,
menggabungkan serta merumuskan aspirasi
2. Sebagai sarana sosialisasi dan mobilisasi politik
o Menjelaskan hak dan kewajiban warga negara, pentingnya berpatisipasi dlm pemilu,
menyelenggarakan kursus-kursus kader dan latihan berorganisasi
3. Sebagai sarana rekrutmen politik dan pembentukan pemerintahan
o Fungsi rekrutme mempunyai manfaat antara lain ; mengurangi alienasi dikalangan
generasi muda
4. Sebagai sarana pengatur konflik dalam masyarakat
o Cara partai politik mengatur konflik dlm masyarakat adalah membuat aturan
permainan /mendukung aturan permainan yg telah ada dlm masyarakat
D. Partai politik di negara totaliter

o Fungsi partai politik dinegara totaliter mengatur dan membina hampir seluruh kehidupan
masyarakat dan negara
o Negara totaliter basis ideologi partai adalah komunis
Kegiatan belajar 4
Sistem dan klasifikasi partai politik
Ada 3 sistem partai politik : partai tunggal, dua partai, multipartai
A. Sistem satu partai atau partai tunggal
o Dalam sistem ini terdapat 2 variasi :
1. Dinegara tsb hanya terdapat satu partai yg boleh hidup dan berkembang C/; partai
komunis di uni soviet
2. Partai tunggal mendominasi kehidupan kepartaian, tdk ada suasana bersaing karena parta
lainya yg ada harus menerima kepemimpinan dari partai tsb
B. Sistem dua partai
Pengertian :
1. Memang hanya ada 2 partai besar yg mendominasi, sementara partai lain terlalu kecil
2. Adanya 2 partai dimana salah satu berperan sbg partai berkuasa yg lain menjadi oposisi
scr bergantian
3. Adanya satu partai dominan yg biasanya memerintah sendiri dgn sebuah partai lain yg
selalu menjadi kekuatan oposan
o Negara yg terkenal dgn sistem ini : inggris ( partai konservatif dan buruh), amerika
( P.republik dan demokrat )
o Kekuatan sistem ini :
memudahkan terbentuknya integrasi nasional
adanya pengawasan yg terus-menurus oleh partai oposisi
o kelemahan sistem ini :
memudahkan timbulnya polarisasi antara partai yg berkuasa dan partai oposisi
C. Sistem multipartai
o Kelemahan sistem ini : banyak partai yg mrp wakil kelompok dan gol menyulitkan
terbentuknya konsensus nasional
D. Kalsifikasi partai politik
o Dapat didasarkan atas beberapa hal Al : segi komposisi, fungsi keanggotaan dan dasar
ideologi.
o Berdasarkan komposisi dan fungsi keanggotaan dibedakan menjadi 2 :
1. Partai kader... lebih mementingkan keketatan, disiplin dan kualitas anggota
- Lebih mementingkan kualitas dari pada kuantitas
- Kelemahan : biasanya mereka kalah dlm mengumpulkan jumlah dukungan
masyarakat
2. Partai massa...kebalikan dari partai kader
- Kelemahan : disiplin anggota lemah
- Terkadang tidak saling kenal
- Sistem rekrutmen tdk ketat
3. Pada tahun 1966 Otto von Kircheimer menambahkan lagi sebuah jenis partai
berdasarkan keanggotaanya yaitu : cath-all (partai yang perkembangan lebih lanjut
dari partai massa, setelah menyesuaikan diri dengan pertambahan jumlah pemilih
dalam jumlah besar, kemudian partai ini cenderung menyesuaikan diri dengan
pertumbuhan jumlah pemilih dalam jumlah besar . teori ini nampak jelas dlm
perkembangan partai politik eropa barat seperti : CDU dijerman dan New labour di
inggris
4. Th 1980-an Richard S. Katz dan Peter Mair Menambahkan lagi yaitu : partai Cartel.
- Partai ini cenderung berorientasi mempertahankan posisinya dlm pemerintah
o Kalsifikasi berdasarkan sifat dan orientasinya :
1. Partai lindungan
- Memiliki organisasi nasional yg kendor, meskipun pada tingkat lokal sering kali
cukup ketat
- Tujuan utama : biasanya dikaitkan dgn pencarian dukungan untuk memenangkan
calon partai mereka dlm pemilu C/ : P demokrat dan P republik di amerika

E.
o
o
o

o
o
o
o
o
o
o
o
o

o
o
o
o
o
o

2. Partai ideologi atau partai asas


- Adalah partai yg mengikat dirinya pada ideologi atau asas tertentu dlm
menyusun program kerja partainya.
Klaus von beyme mengklasifikasikan partai berdasarkan ideologi menjadi 9 :
1. Partai liberal dan radikal
2. Partai konservatif
3. Partai sosialis dan sosial demokrat
4. Partai kristen demokrat
5. Partai komunis
6. Partai agraris
7. Partai regional dan etnis
8. Partai ektrim kanan
9. Gerakan ekologi/lingkungan
Dilihat dari pendekatan sosiologis Lipset dan rokkan mengelompokkan menjadi 4 klasifikasi
1. Pusat-daerah ( centre-periphery)
2. Negara-gereja (state-church)
3. Ladang-industri (land-industry)
4. Pemilik modal-pekerja (owner-worker)
Partai politik diindonesia
1. Masa penjajahan belanda
Periode kelahiran partai politik indonesia ( hindia-belanda)
Pada masa itu semua organisasi baik yg bertujuan sosial spt : budi utomo dan
muhammadiyah ataupun yg berasas politik, agamadan sekuler spt : serikat islam, PNI, dan
partai katolik ikut berperan dlm pergerakan nasional untuk indonesia merdeka
Th 1939 didewan rakyat terdapat beberapa fraksi didlm dewan rakyat yaitu : fraksi nasional
(M husni thamrin) PPBB/perhimpunan pegawai bestuur bumi putera ( prawoto). Dan
indonesische national
groep ( muh yamin )
Th 1939 diluar dewan rakyat ada usaha untuk mengandakan gabungan partai politik
- KRI ( komite rakyat indonesia ) terdiri dari GAPI + MIAI + MRI
2. Masa pendudukan jepang ( 1942-1945)
Semua kegiatan partai politik dilarang , hanya gol islam diberikan kebebasan untuk
membentuk partai MASYUMI... yg sebenarnya lebih banyak bergerak dibidang sosial
3. Masa merdeka
Pemilu 1955 memunculkan 4 partai politik besar sbg peraih suara terbanyak : masyumi,
PNI, NU, PKI pada masa 1950-1959 disebut sbg masa kejayaan partai politik
Masa demokrasi parlementer diakhiri dgn dekrit presiden 5 juli 1959 dan mengawali masa
demokrasi terpimpin
Masa demokrasi terpimpin peranan partai politik dikurangi sedangkan dipihak lain peranan
presiden sangat kuat
Partai pada masa demokrasi terpimpin : NASAKOM, NU, PNI, PKI
Masa ini PKI memainkan peranan dan tambah kuat
Memasuki Orde baru partai dpt bergerak lebih leluasa. Masa ini muncul organisasi kekuatan
politik baru yaitu golkar dan menjadi pemenang pada pemilu 1971 mengalahkan NU,
Parmusi dan PNI
1973 terjadi penyederhanaan melalui fusi partai politik
- 4 partai islam NU, Parmusi, partai syarikat islam dan Perti bergabung menjadi
PPP
- PNI, partai kristen indonesia , P katolik, P murba dan IPKI bergabung menjadi
PDI
Sejak pemilu 1977 di domonasi oleh Golkar
4. Masa reformasi
48 partai yg mengikuti pemilu 1999
UU pemilu mengunakan sistem proporsional dgn elektoral therhold 2 %
UU pemilu 2003 mrp reformasi termutakhir implementasinya th 2004
UU pemilu 2003 mengunakan sisten simple majority untuk angota DPR, DPR Prov, DPR
kab.
Untuk DPD mengunakan sisten proporsional

o Memperkenalkan penerapan kuota 30 % calon perempuan


o Elekthorial threshold 3 %

Modul 6
Undang-undang dasar dan pembagian kekuasaan
Kegiatan belajar 1
Undang-undang dasar
A.
o
o
o
o

B.
o

Arti dan fungsi undang-undang dasar


Bahasa belanda ; grondwet ..: grond = dasar dan wet = undang-undang
Jerman ; grundgezetz .. istilah keduanya ini merujuk pada bentuk naskah yang tertulis
Diindonesia UUD 45 mengunakan istilah undang-undang untuk menyebut bagian tertulis
dari hukum dasar negara, disamping itu uud berlaku juga hukum dasar yg tdk tertulis
Pendapat sarjana ttg pentingnya konstitusi :
*N. Jayapalan : konstitusi mrp hal yg sangat penting bagi setiap warga negara untuk
menjalankan administrasi pemerintah oleh pejabat politiknya (A constitution is very
essential......)
*C F strong : konstitusi mrp kumpulan prinsip-prinsip yg mengatur kekuasaan pemerintah,
hak-hak bagi yang diperintah, dan hubungan diantara keduanya(A constitution is a
principle.....)
*Carl J. Friedrich : menyatakan bahwa pemerintah mrp kumpulan aktivitas yg
diselenggarakan atas nama rakyat, tetapi yg tunduk kepada pembatasan yg dimaksut untuk
memberi jaminan bahwa kekuasaan yg diberikan untuk pemerintah itu tdk disalah gunakan
Pendapat tentang UUD
*E.C.S wade , UUD adalah : suatu naskah yg memaparkan rangka dan tugas-tugas pokok
pemerintahan suatu negara dan menentukan pokok-pokok cara kerja badan-badan tsb.
*herman finer : riwayat hidup suatu hubungan kekuasaan ,,
Sejarah perkembangan UUD
- Dimulai dari eropa pd abad pertengahan yg kemudian membuahkan magna charta
(piagam agung ) th 1215 berisi ttg pengakuan raja john inggris terhadap hak dari para
bangsawan
- Th 1679 muncul habeas corpus act yg mrp perluasan dr magna charta,,,berisi
larangan untuk menahan org tanpa alasan yg jelas
- Th 1689 muncul bill of right,,,, menetapkan beberapa hak rakyat ,, hak untuk
mengajukan petisi kepada raja, hak berbicara
Undang-undang dasar dan konvensi
Ketentuan mengenai penyelenggaraan pemerintah inggris tertuang dalam konstitusi sbb:
1. Ketentuan tertulis antara lain :
a. Magna charta (1215) ditandatangani raja john atas desakan kaum bangsawan
b. Biil of right/1689 dan act of settlement/1701 : keduanya mrp kemenangan parlemen
thd raja dari dinasti stuart, yaitu adanya pemindahan kekuasaan dari tangan raja ke
parlemen
c. Parliament act ( 1911 dan 1949 )...undang-undang ini mengatur dan membatasi
kekuasaan majelis tinggi dan sekaligus memberikan supremasi kekuasaan kpd
majelis rendah
2. Beberapa keputusan hakim, terutama yg mrp penafsiran thd uu parlemen
3. Tradisi atau kebiasaan
Menurut edward M sait diantara kebiasaan yg penting :

o
o

C.
1.
2.
3.
D.
o
o
o

E.
o

a. Kabinet harus mengundurkan diri apabila kehilangan dukungan mayoritas majelis


rendah
b. Bila kabinet mengundurkan diri, raja hrs terlebih dulu memberikan kesempatan
kepada pimpinan partai oposisi untuk membentuk kabinet baru
c. Sebelum berakhirnya masa jabatan majelis rendah perdana mentri dpt mengajukan
permohonan kepada raja untuk membubarkan parlemen dan kemudian mengadakan
pemilu
d. Perdana mentri juga merangkap sbg anggota majelis rendah
Kodifikasi adalah proses menuangkan konvensi pada undang undang
Menurut ivor jennings kodifikasi perlu dilakukan karena :
1. UU lebih berwibawa dibandingkan konvensi
2. Pelanggaran UU lebih mudah diketahui dgn demikian tindakan bisa diambil dgn cepat
karena hakim lebih mudah menafsirkan daripada konvensi tdk tertulis
3. UU mulai berlaku pada waktu yg jelas sedangkan konvensi kadang-kadang sukar
ditetapkan kapan ia mulai berlaku
Undang-undang amerika menganut konstitusi tertulis disusun tahun 1787 dan diresmikan
1789 merupakan konstitusi tertulis tertua didunia
Praktik penyelenggaraan pemerintahan di amerika :
- UUD bukan satu-satunya landasan konstitusional , ada beberapa ketentuan
landasan konstitusional lain mis :
- UU dan keputusan Makamah agung
Ciri undang-undang dasar
Pernyataan mengenai cita-cita dan asas ideologi negara
c/: dalam preambul UUD amerika : kami rakyat amerika dalam keinginan ......
Organisasi negara
Menjelaskan struktur pemerintahan dan pembagian kekuasaan
Hak-hak asasi manusia (jikaberbentuk naskah tersendiri disebut bill of right)
Pengubahan undang-undang dasar
C.F strong UUD diklasifikasikan sbg konstitusi tertulis yang fleksibel ia dapat diubah
dengan prosedur yang sama dengan pembuatan UU
C.F strong : prosedur perubahan undang-undang sama dengan prosedur pembuatan undang
undang
Beberapa prosedur untuk mengubah UU sbb :
1. Sidang lembaga legislatif harus memenuhi quorum, diterapkan di belgia
2. Referendum atau plebisit
Perubahan UU harus disetujui masyarakat, seperti diterapkan di : australia, denmark,
irlandia dan switzerland
3. Melalui negara-negara bagian dari suatu sistem federasi
4. Dalam suatu negara berbentuk federasi ada dua tahap untuk mengubahnya
- Amerika perubahan hanya mungkin dilakukan apabila usul perubahan disetujui
2/3 dikedua majelis kongres
- Australia dan switzerland : perubahan diusulkan lembaga legislatif di tingkat
pusat dan hrs diratifikasi oleh mayoritas pemilih dlm pemungutan suara
5. Melalui musyawarah khusus , seperti di beberapa negara amerika latin
Kedudukan undang-undang dasar
Perbedaan UUD dan UU
1. Sebagian besar UUD dibentuk melalui prosedur yg sulit dibandingkan UU, dan lembaga
pembentuknya pun berbeda
C/: indonesia UUD dibuat MPR , UU dibuat oleh Presiden bersama DPR
2. Karena dibuat istimewa UUD dapat dianggap sbg sesuatu yang luhur, UUD bahkan
sering dianggap sbg kerangka suatu bangsa
3. UUD memuat garis-garis besar mengenai dasar dan tujuan negara, setiap ketentuan
UUD akan dilaksanakan oleh UU.

Kegiatan belajar 2
Pembagian kekuasaan menurut tingkat (otonomi) dan
Fungsi (chek and balance)
Pembagian kekuasaan dibagi 2 cara yaitu vertikal dan horisontal.

A. Pembagian kekuasaan menurut tingkat


Bentuk negara
1. Konfederasi
o L. Oppenheim : konfederasi terdiri dari beberapa negara yg berdaulat penuh untuk
mempertahankan kemerdekaan ekstern dan intern atas dasar perjanjian international
2. Negara kesatuan
o C.F strong : bentuk negara dimana wewenang legislatif tertinggi dipusatkan dalam
satu badan legislatif nasional/pusat. Kekuasaan ada di pemerintah pusat.
o Ada 2 ciri mutlak yang melekat :
1. Adanya supremasi dari dewan perwakilan rakyat pusat
2. Tidak adanya badan-badan lain yg berdaulat
o Merupakan bentuk negara dgn ikatan serta integrasi paling kokoh dibandingkan
federasi dan konfederasi
3. Negara federal
o C.F strong : salah satu ciri negara federal adalah : mencoba menyesuaikan dua
konsep yg sebenarnya bertentangan yaitu ; kedaulatan negara federal dalm
keseluruhanya dan kedaulatan negara bagian.
o K.C wheare prinsip negara federal adalah : bahwa kekuasaan dibagi sedemikian rupa
sehingga pemerintah federal dan pemerintah negara bagian dlm bidang tertentu
adalah bebas satu sama lain
o Syarat membentuk negara federal menurut CF strong :
1. Adanya perasaan sebangsa diantara kesatuan-kesatuan politik
2. Adanya keinginan pada kesatuan-kesatuan politik yg hendak mengadakan negara
federasi untuk mengadakan ikatan terbatas
Perbedaan konfederasi dengan suatu federasi
George Jellinek: kedaulatan terletak pada masing-masing negara anggota
peserta konfederasi, sedangkan pada federasi letak kedaulatan terletak pada
federasi itu sendiri dan bukan pada negara bagian.
Edward M. Sait: negara-negara yang menjadi anggota suatu konfederasi tetap
merdeka sepenuhnya atau berdaulat, sedangkan negara-negara yang tergabung
dalam suatu federasi kehilangan kedaulatannya.
R. Kranenburg: memiliki pendapat berbeda. Kedaulatan bersifat relatif.
Perbedaan antara konfederasi dan federasi harus didasarkan atas hal apakah
warga negara dari negara bagian itu langsung terikat atau tidak oleh peraturanperaturan organ pusat. Kalau jawabannya ya maka bentuk itu adalah federasi,
sedangkan kalau peraturan organ pusat itu tidak dapat mengikat langsung
penduduk wilayah anggotanya, maka gabungan kenegaraan itu adalah
konfederasi.
Hans kelsen : perbedaan negara federal dengan negara kesatuan yang
didesentralisasi itu hanyalah dalam tingkat desentralisasi
R. Kranenburg : perbedaan negara federasi dengan negara kesatuan
a. negara bagian suatu federasi memilik pouvoir constituant yakni wewenang
membentuk undang undang dasar sendiri serta wewenang mengatur bentuk
organisasi sendiri dalam rangka batas-batas konstitusi federal, sedangkan dalam
negara kesatuan organisasi bagian bagian negara (yaitu pemerintah daerah) secara
garis besarnya telah ditetapkan oleh undang undang pusat
b. dalam negara federal, wewenang membentuk undang undang pusat untuk mengatur
hal hal tertentu telah terperinci satu per satu dalam konstitusi federal , sedangkan
dalam negara kesatuan wewenang pembentukan undang undang pusat ditetapkan
dalam suatu rumusan umum pembentukan undang undang rendahan (lokal)
tergantung pada badan pembentuk undang undang pusat itu.
B. Pembagian kekuasaan menurut fungsi (checks and balance)
o Pemikiran pertama kali oleh filsuf inggris Jhon Locke Melalui bukunya two trestise....th
1690 kemudia dikembangkan oleh montesquieu dlm bukunya lespirit des louis...th 1748
o Pemikiran montesquieu yg menjadi dasar negara demokratis .
o Montesquieu mengemukakan kekuasaan harus dibagi ke 3 organ dengan tugas yg berbedabeda dan terpisah :

1. Kekuasaan legislatif : untuk membuat undang-undang


2. Kekuasaan eksekutif : melaksanakan undang-undang
3. Kekuasaan yudikatif : mengadili pelanggaran UU
Teori ini dinamakan trias politica
Kegiatan belajar 3
UUD di indonesia
A. Pelaksanaan UUD 45 di indonesia
1. UUD 45 : 18 agustus 1945 s/d 1949
2. UUD RIS : 1949 1950
3. UUD sementara : 1950 1959
4. UUD 45 (yang belum diamandemen) 1959 1999
5. UUD 45 yang diammandemen : yang dlm proses perubahan pertama ke empat 19992002
Membandingkan antara aturan-autran konstitusional dengan praktek-praktek penyelenggaraan
pemeintah :
1. UUD 45 yg belaku 18/8/45
o sistem pemerintahan presidensial, pembantu presiden adalah para mentri,
o para mentri tidak bertanggung jawab kepada legislatif,
o presiden disebut eksekutif tetap
o pengumuman badan pekerja 11/11/45 dan maklumat pemerintah 14/11/45 tangung
jawab politik ditangan mentri keadaan ini dipertahankan hingga digantinya UUD 45
dgn UUD RIS
2. terhadap kejadian diatas , beberapa pakar berpendapat sbg penyimpangan pertama atas
UUD 45
3. UUD 45 tidak memuat ketentuan khusus yg mengatur partai politik. November 1945 diberi
kebebasan partai politik untuk berdiri dan berkembang
4. Meskipun demikian di dalam menghadapi keadaan darurat kekuasaan pemerintah telah 3
kali diserahkan kepd presiden :
1. Melalui maklumat presiden untuk mengatasi penculikan beberapa anggota kabinet oleh
persatuan perjuangan, pengambilan kekuasaan presiden dari tgl 22/6 s/d 2/10/1946
2. 27/6/ s/d 3/7/1947 mengatasi keadaan darurat sebagai akibat penandatanganan
persetujuan linggarjati
3. 15/9/1948 selama 3 bulan mengatasi peristiwa pembrontakan PKI madiun
5. UUD RIS 49 dan UUDS 1950 menganut sistem parlementer
6. Pada masa penyelenggaraan pemerintahan sejak dekrit presiden sampai th 1965. Orde lama
sering terjadi penyimpangan terhadap uud 45. Pemilu belum berhasil dilaksanakan
Penyimpangan yang lain diantaranya
1. Presiden menggunakan kekuasaan eksekutif dan legislatif scr berlebihan
2. Keputusan MPRS untuk mengangkat presiden seumur hidup
3. Tidak diajukannya RAPBN untuk memperoleh persetujuan DPR
4. Presiden pernah membubarkan DPR (1960) karena tdk menyetujui RAPBN yg diajukan
pemerintah
7. Praktik penyelenggaraan pemerintah setelah th 1966, orde baru.
B. Amandemen undang-undang dasar 1945
o Menurut Ramlan surbakti : ada 3 pandangan mengenai kejadian perubahan UUD 45 :
1. Karena UUD 45 bersifat sementara sbg yg dikemukan pendiri bangsa
2. Pandangan yg menilai kegagalan sistem politik pada masa lalu bukan karena uud 45
melainkan kesalahan penyelenggara memanipulasi uud 45 demi kepentingan penguasa
3. Pandangan yg menilai uud 45 tidak dirubah tapi diamandemen
o Amandemen uud menggunakan 4 patokan :
a. Pembukaan uud 45 tdk dirubah
b. Bentuk negara kesatuan dipertahankan
c. Pemerintahan presidensil terus digunakan
d. Perubahan pasal dan ayat y dilakukan harus merupakan penjabaran pembukaan uud 45
o Tahapan-tahapan proses amandemen :
1. MPR membentuk badan pekerja yg berasal dari semua fraksi MPR
2. Badan pekerja membentuk panitia ad-hoc / PAH

3. Sosialisasi dimana PAH mencari masukan berbagai pihak setelah itu membuat draf awal
4. Pembahasan yg dilakukan pada sidang tahunan
5. Hasil sidang dibawa kerapat pleno MPR
o Menurut afan gaffar : dari proses amandemen sebanyak 4 kali tsb terdapat beberapa hal
penting dalam ketatanegaraan yg mengalami perubahan diantaranya :
1. Pembatasan masa jabatan presiden
2. Pembatasan kekuasaan presiden bidang legislasi
3. Usaha membangun mekanisme checks and balance
Ini tampak pada :
a. Kedudukan DPR sbg pemegang kekuasaan membuat UU (pasal 20 perubahan
pertama)
b. Pembeda tugas dan wewenang MA dan MK (pasal 24 dan 24C perubahan kedua)
c. Kewenangan daerah otonom mengatur,,,,(pasal 18, 18A dan 18C perubahan ke2)
d. Kekuasaan presiden yg mandiri hanya kekuasaan eksekutif
e. Kedudukan KPU bersifat nasional tetap dan mandiri (22E perubahan ke3)
f. Penghapusan DPA ( perubahan ke4)
4. Perubahan pemahaman terhadap kedaulatan rakyat
Sebelum amandemen kedaulatan ditangan rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR
5. Adopsi sistem bikameralisme yg terbatas
Amandemen uud 45 berhasil merumuskan keberadaan DPD yg memiliki kewenangan
legislasi yg terbatas
6. Pemilihan presiden scr langsung (pasal 6A perubahan ke-3 dan ke-4)
7. Makamah konstitusi
Kewenangan utamanya adalah melakukan hak uji / judcal review terhadap produk
hukum dan memberikan pertimbangan hukumsebelum impeachment yg dilakukan MPR
terhadap presiden
8. Prosedur amandemen terhadap UUD
Tidak dapat diubahnya bentuk NKRI (pasal 27 perubahan ke-4)
Kegiatan belajar 4
Pembagian kekuasaan di indonesia (checks and balances dan otonomi daerah)
Sebelum dilakukan amandemen uud 45 , scr eksplisit mengatakan bahwa doktrin pemisahan
kekuasaan dianut, namun menganut sistem pembagian kekuasaan.
o Bab III ttg kekuasaan pemerintah negara
o Bab Vii ttg DPR
o Bab IX ttg kekuasaan kehakiman
o Kekuasaan legislatif dijalankan presiden dan Dpr
o Kekuasaan eksekutif oleh presiden dibantu para mentri
o Kekuasaan yudikatif dijalankan oleh MA dan badan kehakiman lainya
o Kesimpulan : Pembagian kekuasaan terlihat dlam sistem ketatanegaraan indonesia
Masa demokrasi terpimpin :
o Usaha meninggalkan pembagian kekuasaan tsb antara lain :
o Upacara pelantikan menteri kehakiman 12/12/63 yang menyatakan bahwa setelah kita
kembali ke uud 45 , trias political kita tinggalkan sebab asalnya dari sumber-sumber
liberalisme
o Uu no 19 th 1964 ttg ketentuan pokok kekuasaan kehakiman : penjelasan umum nya
berbunyi trias politica tidak mempunyai tempat sama sekali dalam hukum nasional
indonesia. Presiden/pemimpin besar revolusi harus dapat melakukan campur tangan dlm
pengadilan yaitu dalam hal-hal tertentu. Ini bertentangan dgn uud 45 pasal 24 dan 25
Masa orde baru :
o Meluruskan kepincangan-kepincangan diantaranya :
Uu no 19 th 64 diganti dgn uu no 14 th 1970 ; prinsip kebebasan kehakiman telah
diupayakan dihidupkan kembali
o Masa orde baru checks and balance telah dijalankan
o Terjadi dominannya lembaga eksekutif atas lembaga lain.

o DPR periode 1987-1992 tercatat dari 500 anggota DPR, 100 diantaranya menduduki kursi
legislatif lewat pengangkatan presiden
o Dominasi kekuasaan presiden akibat tidak adanya pembatasan scr tegas dlm uud 45
mengenai pembatasan masa jabatan presiden
A. Checks and balances
B. Otonom

Modul 7
Bentuk eksekutif dan bentuk-bentuk pemerintahan
Kegiatan belajar 1
Badan eksekutif dan birokrasi
A. Badan eksekutif
Adalah badan yg melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh badan
legislatif
o Sistem presidensial badan eksekutif : presiden dibantu para mentri
o Sistem parlementer : perdana mentri dibantu para mentri
o Fungsi yang harus dijalankan badan eksekutif :
1. Melaksanakan ketertiban (wal and order) yaitu mencapai tujuan bersama mencegah
bentrok/ sbg stabilitator, melaksanakan administrasi negara, membuat dan melaksanakan
peraturan, menyiapkan uu
2. Mengusahakan kesejahteraan rakyat
3. Pertahanan
4. Menegakkan keadilan
5. Merencanakan rancangan UU (RUU) dan mengajukan ke legislatif menjadi suatu UU
o Badan eksekutif dapat menghasilkan sejumlah keputusan yang mengikat dikenal dgn istilah
output yaitu : PP, Kepres, Inpres, Kepmen, dll
o Kewenangan eksekutif : grasi, abolisi dan amnesti
B. Birokrasi
Adalah : seluruh aparat pemerintahan yang membantu tugas pemerintah mengenai dan
menerima gaji dari negara karena statusnya.
o Birokrasi merupakan agen pelaksana kebijakan eksekutif
o Almond dan powell birokrasi pemerintah adalah : sekumpulan jabatan tugas yg
terorganisasi scr formal yg berkaitan dgn jenjang yg lebih komplek yang tunduk pada
pembuat peran........
o Max weber : organisasi yg luas dan kompleks dgn wilayah kerja yg tetap ,memliki sistem
yg heirarkis serta otoritas sentralitis.......
o Rumusan ideal tipe organisasi menurut weber :
1. Mengarahkan tenaga scr teratur dan terus menerus untuk mencapai tujuan
2. Organsasi birokrasi menganut sistem heirarki
3. Keseragaman setiap pekerjaan tanpa memandang jumlah org yg ikut serta
4. Harus mengabdi pada jabatanya, tdk didasarkan pertimbangan individu,
5. Didasarkan pada kualifikasi teknis
6. Berusaha memelihara organisasi administrasi yg mampu mencapai tingkat efisiensi
tertinggi
o Rumusan weber birokrasi merupakan suatu organisasi, rasional, profesional, modern dan
impersonal
o Secara administrasi birokrasi memiliki 2 fungsi :
a. Fungsi pelayanan : ditunjukan sbg lembaga memberi pelayanan langsung ke masyarakat

b. Fungsi regulasi : birokrasi diarahkan pada fungsi pengaturan operasionalisasi kegiatan


yg ada dalam masyarakat.
o 4 sumber kekuasaan penting menurut Guy peters :
1. Penguasaan informasi dan keahlian
2. Kewenangan yg berkaitan dgn pengambilan kebijakan
3. Adanya dukungan politik
4. Sifatnya yang permanen dan stabil
o Fenomena besarnya peranan birokrasi dlm kehidupan politik dikemukakan oleh fred riggs
sebagai bureaucratic polity ( masyrakat politik birokratik) : merupakan suatu bentuk sistem
politik dimana kekuasaan dan partisipasi politik dlm membuat keputusan terbatas
sepenuhnya pada para penguasa negara.
o Ciri-ciri masyarakat politik birokratik :
1. Lembaga politik yang dominan adalah birokrasi
2. Lembaga politik lainya , spt : parlemen, partai politik dan semua kelompok kepentingan
semua lemah tdk mampu melakukan kontrol terhadap birokrasi.
3. Masyarakat luas diluar birokrasi scr politik dan ekonomi pasif
Kegiatan belajar 2
Bentuk pemerintahan
A. Sistem parlementer
o Sistem pemerintahan dimana badan eksekutif atau kabinet yg ada diharapkan mampu
mencerminkan kekuatan-kekuatan sosial dan politik yg ada dlm parlemen.
o Contoh republik perancis dan kerajaan inggris
o Prancis th 1958 saat republik prancis V, sistem pemerintahanya parlementer ,
menghadirkan seorang presiden dan perdana metri yg bertindak sbg pimpinan badan
eksekutif
o Inggris , badan eksekutif dipimpin perdana mentri , bentuk negara kerajaan, yg mempunyai
ratu yg kedudukannya sbg kepala negara yang simbolik.
B. Bentuk presidensial
o Badan eksekutif terlepas dari badan legislatif
o Badan ekselutif dipimpin presiden dan dibantu beberapa mentri
Contoh : amerika
o Kebanyakan RUU berasal dari eksekutif
o Kekuasaan legislatif terutama terlhat dari wewenangnya untuk memutuskan RUU yang
menyangkut anggaran belanja
o Preiden berhak memveto yg telah diterima oleh kongres, tetapi tahap pengesahan tetap harus
tunduk pada keputusan kongres
o Presiden dapat memilih mentrinya tanpa memikirkan konstelasi kekuatan politik di badan
legislatif
o Untuk jabatan penting spt : mentri , hakim agung, duta besar harus mendapat persetujuan
dari senat.
C. Bentuk semi presidensial
o Menurut Maurice duverger : suatu negara dianggap menerapkan sistem semi presidensial
jika konstitusinya diatur 3 hal berikut :
1. Presiden dipilih melalui hak pilih universal/umum
2. Presiden memiliki kekuasaan yg cukup besar
3. Presiden memiliki lawan politik , namun seorang perdana mentri yg memegang
kekuasaan eksekutif dan pemerintah dpt tetap memegang jabatanya seandainya parlemen
tdk menunjukkan oposisi kepada mereka.
o Terdapat 3 macam praktik negara-negara yg menerapkan sistem semi preidensial :
1. Tiga negara dgn presiden sebagai boneka ; austria, irlandia, islandia
2. Perancis dimana kedudukan presiden sangat kuat, berbagai keputusan tanpa
ditandatangani perdana mentri/ tanpa persetujuan pemerintah mayoritas parlemen
3. Kekuasaan presiden dan pemerintah seimbang seperti di : republik weimar, finlandia dan
portugal, ketiga negara ini terdapat dualisme dimana ada seorang presiden yg dipilih

D.

o
o
o
o
o
o

melalui pemilu dan diberi kekuasaan pribadi bersam dgn perdana mentri serta
pemerintah yg bersandar pd parlemen dan diberi kekuasaan eksekutif
Dalam penerapan sistem pemerintahan semi presidensial, maka tujuan utamanya adalah
meminimalkan kelemahan sistem presidensial dan parlementer
Badan eksekutif di negara eks komunis
Perbedaan badan eksekutif dgn negara demokratis :
1. DPR tidak dilihat sbg legislatif saja, tetapi sbg badan dimana semua kekuasaan
(eksekutif, legislatif, yudikatif) dipusatkan , sistem ini disebut juga sistem assembly
goverment (pemerintahan majelis)
2. Peranan yg dominan dari partai komunis yg menyelami semua aparatur kenegaraan
Dinegara eks uni soviet fungsi eksekutif dibagi 2 badan yaitu : pimpinan DPR yakni
presidium soviet tertinggi, dan Kabinet
Presidium terdiri + 30 org anggota soviet tertinggi bertindak sbg steering committee dan
menyelenggaakan tugas-tugasnya selama badan iu tdk bersidang, spt : menunjuk dan
memberhentikan menteri, membubarkan soviet tertinggi
Kedudukan Presidium soviet tertinggi boleh dikatakan unik sebab selain menyelenggarakan
kekuasaan tertentu juga merupakan kepala negara kolektif (collegium president )
Wewenang prisidium :
- Bidang eksekutif : mengeluarkan dekrit-dekrit
- Yudikatif : membatalkan keputusan-keputusan dan aturan-aturan kabinet
Anggota kabinet berkisar antara 25 dan 50 orang secara formal para mentri diangkat oleh
soviet tertinggi
Kekuasaan kabinet meliputi bidang legislatif :
- Menyusun UU dan mengajukan ke soviet tertinggi
- Mengeluarkan aturan-aturan dan keputusan (decision and order ) yg bersifat
mengikat diseluruh wilayah uni soviet

Hambatan pelaksanaan ketatanegaraan di Indonesia di masa-masa lalu, karena sistem birokrasi


terbukti dipengaruhi oleh kepentingan politik penguasa politik dengan diberlakukannya
monoloyalitas
Kegiatan belajar 3
Badan eksekutif dan birokrasi di indonesia
A.
o
o
o
o
o

Badan eksekutif
Mulai bulan nov 1945 sampai 1959 sistem pemerintahan indonesia adalah parlementer
Presiden sbg kepala negara
Kekuasaan eksekutif dijalankan oleh seorang perdana mentri dibantu sejumlah mentri
Dari th 1945 s/d 59 terdapat 18 kabinet
Jumlah metri dalam suatu kabinet tidak menentu
- Kabinet syahrir I : 16 orang
- Amir syarifudin : 37 orang
- Ali sastro amidjojo II ( hasil koalisi pemilu 1955 ) : 25 org
- Ali sastro amidjojo II : 6 org, dari parkindo, PSII dan partai katolik masing masing 2
orang, sementara IPKI dan non partai masing-masing 1 orang
B. Birokrasi diindonesia
Modul 8
Badan legislatif dan Pemilihan Umum
Kb.1
Jean Jacques Rousseau seorang pemikir Perancis (1712-1778) adalah pelopor dari gagasan
kedaulatan rakyat, ia tidak menyetujui adanya badan perwakilan, akan tetapi mencita-citakan suatu
bentuk demokrasi langsung dimana rakyat secara langsung merundingkan dan memutuskan soal
soal kenegaraan dan politik.
Demokrasi langsung yang masih dipertahankan dalam bentuk khusus adalah referendum atau
plebisit

C.F Strong : demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan dimana mayoritas anggota dewasa dan
masyarakat politik ikut serta atas dasar sistem perwakilan yang menjamin bahwa pemerintah
akhirnya mempertanggungjawabkan kepada mayoritas itu
Perwakilan (representation) adalah konsep bahwa seseorang atau suatu kelompok mempunyai
kemampuan atau kewajiban untuk bicara dan bertindak atas nama kelompok yang lebih besar.
Ada dua macam perwakilan yang kita kenal:
- Perwakilan politik (politic representation) adalah perwakilan yang didasarkan suatu
kepartaian, anggota DPR dipilih melalui pemilu melalui partai politik
- Perwakilan fungsional adalah perwakilan yang didasarkan pada golongan fungsional
Amerika Serikat: partai demokrat, dan partai republik
Inggris : partai buruh dan partai konservatif
Di negara federal, lembaga legistlatif memakai dua majelis (bikameralisme) karena satu diantaranya
mewakili kepentingan negara bagian seperti india, amerika serikat, dan RIS. Sistem dua majelis ini
dimaksudkan untuk mengimbangi atau membatasi kekuasaan dari majelis yang satu dengan majelis
yang lain. Kedua majelis ini adalah majelis rendah (lower house) dan majelis tinggi (upper house)
sedangkan badan legislatif yang hanya terdiri dari satu kamar disebut uni kameralisme.
Keanggotaan majelis tinggi secara turun temurun contoh di Inggris (House of lords)
Di Kanada majelis tinggi ditentukan atas jasa seseorang terhadap masyarakat, disebut senat
Di India majelis tinggi disebut Rajya Sabba (council of state)
Di Amerika disebut senat.
Keanggotaan majelis rendah dipilih melalui pemilu, wewenang majelis rendah lebih besar
dibanding majelis tinggi
Di Inggris majelis rendah disebut house of commons dalam masa jabatan 5 tahun
Di India majelis rendah disebut lok sabba dalam masa jabatan 5 tahun
Di Amerika Serikat majelis rendah disebut house of representatives dalam masa jabatan 2 tahun
Di Filipina majelis rendah disebut national assembly dalam masa jabatan 2 tahun
Badan legislatif adalah badan perwakilan rakyat adalah suatu lembaga yang dibangun oleh para
wakil rakyat
Fungsi badan legislatif:
- Menentukan kebijakan dan membuat undang undang
- Mengontrol badan eksekutif sebagai pelaksana pemerintahan
Hak bertanya adalah hak anggota badan legistlatif untuk mengajukan pertanyaan kepada
pemerintah mengenai suatu hal.
Hak interpelasi adalah hak untuk meminta keterangan kepada pemerintah mengenai kebijakan di
suatu bidang.
Hak Angket adalah hak badan legislatif untuk mengadakan penyelidikan sendiri.
Hak mosi yaitu apabila badan memberikan mosi tidak percaya, maka kabinet harus mengundurkan
diri.
Kb2
Badan Legislatif di Indonesia
Volksraad dibentuk pada tahun 1917 berjumlah 38 orang
A. Komite Nasional Indonesia Pusat 1945-1949
Komite nasional ini pernah bersidang enam kali, yang pertama tanggal 29 agustus 1945 di Jakarta
dan yang terakhir pada tanggal 15 desember 1949, jumlah anggota yang pertama adalah 103 orang
dan pada sidang terakhir sebanyak 536 orang. Komite Nasional Indonesia dan Badan Pekerja
merupakan lambang dukungan rakyat kepada perjuangan kemerdekaan. Komite Nasional Indonesia
telah menyetujui 133 rancangan Undang Undang No. 11 tahun 1949 tentang pengesahan Konstitusi
Republik Indonesia Serikat, mengeluarkan 6 mosi dan 3 interpelasi.

B. Badan Legislatif Indonesia Serikat 1949-1950


Terdiri dari dua jenis majelis yaitu senat yang jumlah anggotanya 32 orang dan DPR dengan
jumlah anggota 146, 49 diantaranya dari Republik Indonesia yang berpusat di Yogyakarta.
DPR mempunyai wewenang membuat rancangan undang undang bersama pemerintah, juga
mempunyai hak budget, hak inisiatif, hak bertanya, hak interpelasi dan hak angket.
Badan ini hanya berumur satu tahun. Dalam masa itu telah diselesaikan 7 undang undang
yaitu diantaranya UU No 7 tahun 1950 tentang perubahan konstitusi sementara RIS menjadi
UUDS RI, 16 mosi dan 1 interpelasi baik oleh senat maupun DPR.
C. Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS) 1950-1956
Anggota :
- Bekas senat RIS
- Bekas DPR
- Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia
- Dewan Pertimbangan Agung
Dewan ini telah membicarakan 237 rancangan undang undang dan menyetujui 167
rancangan undang undang
D. Dewan Perwakilan Rakyat HASIL PEMILU (hasil pemilu 1955) : 1956-1959
Badan ini tahun 1956 beranggotakan 272 orang .
60 wakil masyumi
58 PNI
47 NU
32 PKI
E. BADAN LEGISLATIF MASA DEMOKRASI TERPIMPIN 1959-1966
Pada tahun 1959, Presiden Soekarno membubarkan Konstituante dan menyatakan bahwa
Indonesia kembali kepada UUD 1945 melalui Dekrit Presiden 5 Juli 2959. Jumlah anggota
sebanyak 262 orang kembali aktif setelah mengangkat sumpah. Dalam DPR terdapat 19
fraksi, didominasi PNI, Masjumi, NU, dan PKI.
Dengan Penpres No. 3 tahun 1960, presiden membubarkan DPR karena DPR hanya
menyetujui 36 milyar rupiah APBN dari 44 milyar yang diajukan. Setelah membubarkan
DPR, presiden mengeluarkan Penpres No. 4 tahun 1960 yang mengatur Susunan DPRGotong Royong (DPR-GR).
DPR-GR beranggotakan 283 orang yang semuanya diangkat oleh presiden dengan Keppres
No. 156 tahun 1960. Adapun salah satu kewajiban pimpinan DPR-GR adalah memberikan
laporan kepada presiden pada waktu-waktu tertentu. Kewajiban ini merupakan
penyimpangan dari Pasal 5, 20, dan 21 UUD 1945. Selama 1960-1965, DPR-GR
menghasilkan 117 UU dan 26 usul pernyataan pendapat.
F. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT MASA DEMOKRASI PANCASILA 1966-1997
Berdasarkan Ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966, yang kemudian dikukuhkan dalam UU
No. 10/1966, DPR-GR masa Orde Baru memulai kerjanya dengan menyesuaikan diri dari
Orde Lama ke Orde Baru.
Kedudukan, tugas dan wewenang DPR-GR 1966-1971 adalah sebagai berikut:
1. Bersama-sama dengan pemerintah menetapkan APBN sesuai dengan Pasal 23 ayat (1)
UUD 1945 beserta penjelasannya.
2. Bersama-sama dengan pemerintah membentuk UU sesuai dengan Pasal 5 ayat (1), Pasal
20, Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 22 UUD 1945 beserta penjelasannya.
3. Melakukan pengawasan atas tindakan-tindakan pemerintah sesuai dengan UUD 1945 dan
penjelasannya, khususnya penjelasan bab 7.
J. DPR Hasil Pemilu 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, 1997

Setelah mengalami pengunduran sebanyak dua kali, pemerintahan Orde Baru akhirnya
berhasil menyelenggarakan Pemilu yang pertama dalam masa pemerintahannya pada tahun
1971. Seharusnya berdasarkan Ketetapan MPRS No. XI Tahun 1966 Pemilu
diselenggarakan pada tahun 1968. Ketetapan ini diubah pada Sidang Umum MPR 1967,
oleh Jenderal Soeharto, yang menggantikan Presiden Soekarno, dengan menetapkan bahwa
Pemilu akan diselenggarakan pada tahun 1971.
Menjelang Pemilu 1971, pemerintah bersama DPR-GR menyelesaikan UU No. 15 Tahun
1969 tentang Pemilu dan UU No. 16 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR dan
DPRD.
Dalam hubungannya dengan pembagian kursi, cara pembagian yang digunakan dalam
Pemilu 1971 berbeda dengan Pemilu 1955. Dalam Pemilu 1971, yang menggunakan UU
No. 15 Tahun 1969 sebagai dasar, semua kursi terbagi habis di setiap daerah pemilihan
(sistem proporsional). Cara ini ternyata mampu menjadi mekanisme tidak langsung untuk
mengurangi jumlah partai yang meraih kursi dibandingkan penggunaan sistem kombinasi.
Sistem yang sama masih terus digunakan dalam enam kali Pemilu, yaitu Pemilu 1971, 1977,
1982, 1987, 1992, dan 1997.
Sejak Pemilu 1977, pemerintahan Orde Baru mulai menunjukkan penyelewengan
demokrasi secara jelas. Jumlah peserta Pemilu dibatasi menjadi dua partai dari satu
golongan karya (Golkar). Kedua partai itu adalah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan
Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Partai-partai yang ada dipaksa melakukan penggabungan
(fusi) ke dalam dua partai tersebut. Sementara mesin-mesin politik Orde Baru tergabung
dalam Golkar. Hal ini diakomodasi dalam UU No. 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan
Golongan Karya. Keadaan ini berlangsung terus dalam lima kali Pemilu, yaitu Pemilu 1977,
1982, 1987, 1992, dan 1997. Dalam setiap Pemilu tersebut, Golkar selalu keluar sebagai
pemegang suara terbanyak.
Dalam masa ini, DPR berada di bawah kontrol eksekutif. Kekuasaan presiden yang terlalu
besar dianggap telah mematikan proses demokratisasi dalam bernegara. DPR sebagai
lembaga legislatif yang diharapkan mampu menjalankan fungsi penyeimbang (checks and
balances) dalam prakteknya hanya sebagai pelengkap dan penghias struktur ketatanegaraan
yang ditujukan hanya untuk memperkuat posisi presiden yang saat itu dipegang oleh
Soeharto.
G. DPR MASA REFORMASI
DPR periode 1999-2004 merupakan DPR pertama yang terpilih dalam masa reformasi.
Setelah jatuhnya Soeharto pada tanggal 21 Mei 1998 yang kemudian digantikan oleh Wakil
Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, masyarakat terus mendesak agar Pemilu segera
dilaksanakan. Desakan untuk mempercepat Pemilu tersebut membuahkan hasil.
Pada 7 Juni 1999, atau 13 bulan masa kekuasaan Habibie, Pemilu untuk memilih anggota
legislatif kemudian dilaksanakan. Pemilu ini dilaksanakan dengan terlebih dulu mengubah
UU tentang Partai Politik (Parpol), UU Pemilihan Umum, dan UU tentang Susunan dan
Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD (UU Susduk), dengan tujuan mengganti sistem Pemilu
ke arah yang lebih demokratis. Hasilnya, terpilih anggota DPR baru.
Meski UU Pemilu, Parpol, dan Susduk sudah diganti, sistem dan susunan pemerintahan
yang digunakan masih sama sesuai dengan UUD yang berlaku yaitu UUD 1945. MPR
kemudian memilih Abdurrahman Wahid sebagai presiden dan Megawati Soekarnoputri
sebagai wakil presiden. Ada banyak kontroversi dan sejarah baru yang mengiringi kerja
DPR hasil Pemilu 1999 ini.
Pertama, untuk pertama kalinya proses pemberhentian kepala negara dilakukan oleh DPR.
Dengan dasar dugaan kasus korupsi di Badan Urusan Logistik (oleh media massa populer
sebagai Buloggate), presiden yang menjabat ketika itu, Abdurrahman Wahid,
diberhentikan oleh MPR atas permintaan DPR. Dasarnya adalah Ketatapan MPR No. III

Tahun 1978. Abdurrahman Wahid kemudian digantikan oleh wakil presiden yang menjabat
saat itu, Megawati Soekarnoputri.
Kedua, DPR hasil Pemilu 1999, sebagai bagian dari MPR, telah berhasil melakukan
amandemen terhadap UUD 1945 sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1999, (pertama),
2000 (kedua), 2001 (ketiga), dan 2002 (keempat). Meskipun hasil dari amandemen tersebut
masih dirasa belum ideal, namun ada beberapa perubahan penting yang terjadi. Dalam soal
lembaga-lembaga negara, perubahan-perubahan penting tersebut di antaranya: lahirnya
Dewan Perwakilan Daerah (DPD), lahirnya sistem pemilihan presiden langsung, dan
lahirnya Mahkamah Konstitusi.
Ketiga, dari sisi jumlah UU yang dihasilkan, DPR periode 1999-2004 paling produktif
sepanjang sejarah DPR di Indonesia dengan mengesahkan 175 RUU menjadi UU. Meski
perlu dicatat pula bahwa berdasarkan penelitian yang dilakukan PSHK tingginya kualitas
ternyata tidak sebanding dengan kualitas (Susanti, dkk, 2004).
L. DPR Hasil Pemilu 2004 (2004-2009)
Amandemen terhadap UUD 1945 yang dilakukan pada tahun 1999-2002 membawa banyak
implikasi ketatanegaraan yang kemudian diterapkan pada Pemilu tahun 2004. Beberapa
perubahan tersebut yaitu perubahan sistem pemilihan lembaga legislatif (DPR dan DPD)
dan adanya presiden yang dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Dalam Pemilu tahun 2004 ini, mulai dikenal secara resmi lembaga perwakilan rakyat baru
yang bernama Dewan Perwakilan Daerah (DPD). DPR merupakan representasi dari jumlah
penduduk sedangkan DPD merupakan representasi dari wilayah. Implikasi lanjutannya
adalah terjadi perubahan dalam proses legislasi di negara ini.
Idealnya, DPR dan DPD mampu bekerja bersama-sama dalam merumuskan sebuah UU.
Hanya saja karena cacatnya amandemen yang dilakukan terhadap UUD 1945, relasi yang
muncul menjadi timpang. DPR memegang kekuasaan legislatif yang lebih besar dan DPD
hanya sebagai badan yang memberi pertimbangan kepada DPR dalam soal-soal tertentu.

Tugas dan Fungsi DPR:


DPR mempunyai fungsi sebagaimana lembaga perwakilan rakyat pada umumnya, yaitu
fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan. Fungsi-fungsi ini kemudian
dijabarkan dalam tugas dan wewenang DPR.
Berdasarkan UU No.22 tahun 2003 mengenai Susunan Dan Kedudukan Majelis
Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU Susduk), DPR memiliki wewenang sebagai berikut:
membentuk undang-undang yang dibahas dengan presiden untuk mendapat persetujuan
bersama;
membahas dan memberikan persetujuan peraturan pemerintah pengganti undang-undang;
menerima dan membahas usulan rancangan undang-undang yang diajukan DPD yang
berkaitan dengan bidang tertentu dan mengikutsertakannya dalam pembahasan;
memperhatikan pertimbangan DPD atas rancangan undang-undang APBN dan rancangan
undang-undang yang berkaitan dengan pajak, pendidikan, dan agama;
menetapkan APBN bersama Presiden dengan memperhatikan pertimbangan DPD;
melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, anggaran pendapatan dan
belanja negara, serta kebijakan pemerintah;
membahas dan menindaklanjuti hasil pengawasan yang diajukan oleh DPD terhadap
pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah, pembentukan, pemekaran dan
penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, sumber daya alam dan sumber daya
ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan agama;
memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan dengan memperhatikan pertimbangan DPD;
membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pertanggungjawaban keuangan
negara yang disampaikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan;

memberikan persetujuan kepada presiden atas pengangkatan dan pemberhentian anggota


Komisi Yudisial;
memberikan persetujuan calon hakim agung yang diusulkan Komisi Yudisial untuk
ditetapkan sebagai hakim agung oleh presiden;
memilih tiga orang calon anggota hakim konstitusi dan mengajukannya kepada presiden
untuk ditetapkan;
memberikan pertimbangan kepada presiden untuk mengangkat duta, menerima penempatan
duta negara lain, dan memberikan pertimbangan dalam pemberian amnesti dan abolisi;
memberikan persetujuan kepada presiden untuk menyatakan perang, membuat perdamaian,
dan perjanjian dengan negara lain, serta membuat perjanjian internasional lainnya yang
menimbulkan akibat yang luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan
beban keuangan negara dan/atau pembentukan undang-undang;
menyerap, menghimpun, menampung dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat; dan
melaksanakan tugas dan wewenang lainnya yang ditentukan dalam undang-undang.
Tugas dan fungsi DPD:
Adalah mengajukan kepada DPR Rancangan Undang-Undang yang berkaitan dengan otonomi
daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran, dan penggabungan daerah,
pengelolaan sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya serta yang berkaitan dengan
perimbangan keuangan pusat dan daerah. DPR kemudian mengundang DPD untuk membahas RUU
tersebut.
Memberikan pertimbangan kepada DPR atas RUU APBN dan RUU yang berkaitan dengan pajak,
pendidikan, dan agama. Memberikan pertimbangan kepada DPR dalam pemilihan anggota Badan
Pemeriksa Keuangan.
Melakukan pengawasan atas pelaksanaan undang-undang mengenai otonomi daerah,
pembentukan, pemekaran, dan penggabungan daerah, hubungan pusat dan daerah, pengelolaan
sumber daya alam, dan sumber daya ekonomi lainnya, pelaksanaan APBN, pajak, pendidikan, dan
agama.
Menerima hasil pemeriksaan keuangan negara dari BPK untuk dijadikan bahan membuat
pertimbangan bagi DPR tentang RUU yang berkaitan dengan APBN.
Anggota DPD juga memiliki hak menyampaikan usul dan pendapat, membela diri, hak imunitas,
serta hak protokoler.

Sistem Pemilihan Umum merupakan metode yang mengatur serta memungkinkan warga negara
memilih/mencoblos para wakil rakyat diantara mereka sendiri. Metode berhubungan erat dengan aturan dan
prosedur merubah atau mentransformasi suara ke kursi di parlemen. Mereka sendiri maksudnya adalah
yang memilih ataupun yang hendak dipilih juga merupakan bagian dari sebuah entitas yang sama.
Terdapat bagian-bagian atau komponen-komponen yang merupakan sistem itu sendiri dalam
melaksanakan pemilihan umum diantaranya:

Sistem hak pilih

Sistem pembagian daerah pemilihan.

Sistem pemilihan

Sistem pencalonan.

Bidang ilmu politik mengenal beberapa sistem pemilihan umum yang berbeda-beda dan memiliki cirikhas
masing-masing akan tetapi, pada umumnya berpegang pada dua prinsip pokok, yaitu:
a. Sistem Pemilihan Mekanis
Pada sistem ini, rakyat dianggap sebagai suatu massa individu-individu yang sama. Individu-individu inilah
sebagai pengendali hak pilih masing-masing dalam mengeluarkan satu suara di tiap pemilihan umum untuk
satu lembaga perwakilan.

b. Sistem pemilihan Organis


Pada sistem ini, rakyat dianggap sebagai sekelompok individu yang hidup bersama-sama dalam beraneka
ragam persekutuan hidup. Jadi persekuuan-persekutuan inilah yang diutamakan menjadi pengendali hak
pilih.

Sistem Pemilihan Umum di Indonesia


Bangsa Indonesia telah menyelenggarakan pemilihan umum sejak zaman kemerdekaan. Semua pemilihan
umum itu tidak diselenggarakan dalam kondisi yang vacuum, tetapi berlangsung di dalam lingkungan yang
turut menentukan hasil pemilihan umum tersebut. Dari pemilu yang telah diselenggarakan juga dapat
diketahui adanya usaha untuk menemukan sistem pemilihan umum yang sesuai untuk diterapkan di
Indonesia.
1. Zaman Demokrasi Parlementer (1945-1959)
Pada masa ini pemilu diselenggarakan oleh kabinet BH-Baharuddin Harahap (tahun 1955). Pada pemilu ini
pemungutan suara dilaksanakan 2 kali yaitu yang pertama untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat
pada bulan September dan yang kedua untuk memilih anggota Konstituante pada bulan Desember. Sistem
yang diterapkan pada pemilu ini adalahsistem pemilu proporsional. Sistem Pemilu
Pelaksanaan pemilu pertama ini berlangsung dengan demokratis dan khidmat, Tidak ada pembatasan
partai politik dan tidak ada upaya dari pemerintah mengadakan intervensi atau campur tangan terhadap
partai politik dan kampanye berjalan menarik. Pemilu ini diikuti 27 partai dan satu perorangan.
Akan tetapi stabilitas politik yang begitu diharapkan dari pemilu tidak tercapai. Kabinet Ali (I dan II) yang
terdiri atas koalisi tiga besar: NU, PNI dan Masyumi terbukti tidak sejalan dalam menghadapi beberapa
masalah terutama yang berkaitan dengan konsepsi Presiden Soekarno zaman Demokrasi Parlementer
berakhir.

2. Zaman Demokrasi Terpimpin (1959-1965)

Setelah pencabutan Maklumat Pemerintah pada November 1945 tentang keleluasaan untuk mendirikan
partai politik, Presiden Soekarno mengurangi jumlah partai politik menjadi 10 parpol. Pada periode
Demokrasi Terpimpin tidak diselanggarakan pemilihan umum.

3. Zaman Demokrasi Pancasila (1965-1998)

Setelah turunnya era Demokrasi Terpimpin yang semi-otoriter, rakyat berharap bisa merasakan sebuah
sistem politik yang demokratis & stabil. Upaya yang ditempuh untuk mencapai keinginan tersebut
diantaranya melakukan berbagai forum diskusi yang membicarakan tentang sistem distrik yang terdengan
baru di telinga bangsa Indonesia.

Pendapat yang dihasilkan dari forum diskusi ini menyatakan bahwa sistem distrik dapat menekan
jumlah partai politik secara alamiah tanpa paksaan, dengan tujuan partai-partai kecil akan merasa
berkepentingan untuk bekerjasama dalam upaya meraih kursi dalam sebuah distrik. Berkurangnya jumlah
partai politik diharapkan akan menciptakan stabilitas politik dan pemerintah akan lebih kuat dalam
melaksanakan program-programnya, terutama di bidang ekonomi.
Karena gagal menyederhanakan jumlah partai politik lewat sistem pemilihan umum, Presiden
Soeharto melakukan beberapa tindakan untuk menguasai kehidupan kepartaian. Tindakan pertama yang
dijalankan adalah mengadakan fusi atau penggabungan diantara partai politik, mengelompokkan partaipartai menjadi tiga golongan yakni Golongan Karya (Golkar), Golongan Nasional (PDI), dan Golongan
Spiritual (PPP). Pemilu tahun1977 diadakan dengan menyertakan tiga partai, dan hasilnya perolehan suara
terbanyak selalu diraih Golkar.

4.

Zaman Reformasi (1998- Sekarang)

Pada masa Reformasi 1998, terjadilah liberasasi di segala aspek kehidupan berbangsa dan
bernegara. Politik Indonesia merasakan dampak serupa dengan diberikannya ruang bagi masyarakat untuk
merepresentasikan politik mereka dengan memiliki hak mendirikan partai politik. Banyak sekali parpol yang
berdiri di era awal reformasi. Pada pemilu 1999 partai politik yang lolos verifikasi dan berhak mengikuti
pemilu ada 48 partai. Jumlah ini tentu sangat jauh berbeda dengan era orba.

Pada tahun 2004 peserta pemilu berkurang dari 48 menjadi 24 parpol saja. Ini disebabkan telah
diberlakukannya ambang batas(Electroral Threshold) sesuai UU no 3/1999 tentang PEMILU yang mengatur
bahwa partai politik yang berhak mengikuti pemilu selanjtnya adalah parpol yang meraih sekurangkurangnya 2% dari jumlah kursi DPR. Partai politikyang tidak mencapai ambang batas boleh mengikuti
pemilu selanjutnya dengan cara bergabung dengan partai lainnya dan mendirikan parpol baru.

tuk partai politik baru. Persentase threshold dapat dinaikkan jika dirasa perlu seperti persentasi Electroral
Threshold 2009 menjadi 3% setelah sebelumnya pemilu 2004 hanya 2%. Begitu juga selanjutnya pemilu
2014 ambang batas bisa juga dinaikan lagi atau diturunkan.

Pentingnya Pemilu

Pemilu dianggap sebagai bentuk paling riil dari demokrasi serta wujud paling konkret
keiktsertaan(partisipasi) rakyat dalam penyelenggaraan negara. Oleh sebab itu, sistem & penyelenggaraan
pemilu hampir selalu menjadi pusat perhatian utama karena melalui penataan, sistem & kualitas
penyelenggaraan pemilu diharapkan dapat benar-benar mewujudkan pemerintahan demokratis.

Pemilu sangatlah penting bagi sebuah negara, dikarenakan:

Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat.

Pemilu merupakan sarana bagi pemimpin politik untuk memperoleh legitimasi.

Pemilu merupakan sarana bagi rakyat untuk berpartisipasi dalam proses politik.

Pemilu merupakan sarana untuk melakukan penggantian pemimpin secara konstitusional.

Sistem Distrik dan Proporsional -Kelebihan dan Kekurangan


Berikut penjabaran mengenai kelebihan dan kekurangan sistem distrik dan proporsional yang keduanya
termasuk sistem pemilu mekanis seperti yang dijelaskan di atas.
Sistem perwakilan distrik (satu dapil untuk satu wakil)
Di dalam sistem distrik sebuah daerah kecil menentukan satu wakil tunggal berdasarkan suara terbanyak,
sistem distrik memiliki karakteristik, antara lain :

first past the post : sistem yang menerapkan single memberdistrict dan pemilihan yang berpusat
pada calon, pemenangnya adalah calon yang mendapatkan suara terbanyak.

the two round system : sistem ini menggunakan putaran kedua sebagai dasar untuk menentukan
pemenang pemilu. ini dijalankan untuk memperoleh pemenang yang mendapatkan suara mayoritas.

the alternative vote : sama dengan first past the post bedanya adalah para pemilih diberikan otoritas
untuk menentukan preverensinya melalui penentuan ranking terhadap calon-calon yang ada.

block vote : para pemilih memiliki kebebasan untuk memilih calon-calon yang terdapat dalam daftar
calon tanpa melihat afiliasi partai dari calon-calon yang ada.

Kelebihan Sistem Distrik

Sistem ini mendorong terjadinya integrasi antar partai, karena kursi kekuasaan yang diperebutkan
hanya satu.

Perpecahan partai dan pembentukan partai baru dapat dihambat, bahkan dapat mendorong
penyederhanaan partai secara alami.

Distrik merupakan daerah kecil, karena itu wakil terpilih dapat dikenali dengan baik oleh
komunitasnya, dan hubungan dengan pemilihnya menjadi lebih akrab.

Bagi partai besar, lebih mudah untuk mendapatkan kedudukan mayoritas di parlemen.

Jumlah partai yang terbatas membuat stabilitas politik mudah diciptakan

Kelemahan Sistem Distrik

Ada kesenjangan persentase suara yang diperoleh dengan jumlah kursi di partai, hal ini
menyebabkan partai besar lebih berkuasa.

Partai kecil dan minoritas merugi karena sistem ini membuat banyak suara terbuang.

Sistem ini kurang mewakili kepentingan masyarakat heterogen dan pluralis.

Wakil rakyat terpilih cenderung memerhatikan kepentingan daerahnya daripada kepentingan


nasional.

Sistem Pemilu
Sistem Proposional ( satu dapil memilih beberapa wakil )
Sistem yang melihat pada jumlah penduduk yang merupakan peserta pemilih. Berbeda dengan sistem
distrik, wakil dengan pemilih kurang dekat karena wakil dipilih melalui tanda gambar kertas suara saja.
Sistem proporsional banyak diterapkan oleh negara multipartai, seperti Italia, Indonesia, Swedia, dan
Belanda.
Sistem ini juga dinamakan perwakilan berimbang ataupun multi member constituenty. ada dua jenis sistem
di dalam sistem proporsional, yaitu ;

list proportional representation : disini partai-partai peserta pemilu menunjukan daftar calon yang
diajukan, para pemilih cukup memilih partai. alokasi kursi partai didasarkan pada daftar urut yang
sudah ada.

the single transferable vote : para pemilih di beri otoritas untuk menentukan preferensinya.
pemenangnya didasarkan atas penggunaan kota.

Kelebihan Sistem Proposional

Dipandang lebih mewakili suara rakyat sebab perolehan suara partai sama dengan persentase
kursinya di parlemen.

Setiap suara dihitung & tidak ada yang terbuang, hingga partai kecil & minoritas memiliki
kesempatan untuk mengirimkan wakilnya di parlemen. Hal ini sangat mewakili masyarakat
majemuk(pluralis).

Kelemahan Sistem Proposional

Sistem proporsional tidak begitu mendukung integrasi partai politik. Jumlah partai yang terus
bertambah menghalangi integrasi partai.

Wakil rakyat kurang dekat dengan pemilihnya, tapi lebih dekat dengan partainya. Hal ini memberikan
kedudukan kuat pada pimpinan partai untuk menentukan wakilnya di parlemen.

Banyaknya partai yang bersaing menyebabkan kesulitan bagi suatu partai untuk menjadi partai
mayoritas.

Perbedaan utama antara sistem proporsional & distrik adalah bahwa cara penghitungan suara dapat
memunculkan perbedaan dalam komposisi perwakilan dalam parlemen bagi masing-masing partai politik.
Dieter Nohlen mendefinisikan sistem pemilihan umum dalam 2 pengertian, dalam arti luas dan dalam arti
sempit. Dalam arti luas, sistem pemilihan umum adalah .segala proses yang berhubungan dengan hak
pilih, administrasi pemilihan dan perilaku pemilih." Lebih lanjut Nohlen menyebutkan pengertian sempit
sistem pemilihan umum adalah cara dengan mana pemilih dapat mengekspresikan pilihan politiknya
melalui pemberian suara, di mana suara tersebut ditransformasikan menjadi kursi di parlemen atau pejabat
publik."

MODUL 9
BADAN YUDIKATIF
Judical review adalah wewenang untuk menilai apakah undang undang sesuai dengan undang
undang dasar, apabila tidak sesuai maka undang undang tersebut batal
Badan Yudikatif Indonesia berfungsi menyelenggarakan kekuasaan kehakiman dengan tujuan
menegakkan hukum dan keadilan. Kekuasaan kehakiman di Indonesia, menurut konstitusi, berada
di tangan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya (peradilan umum,
peradilan agama, peradilan militer, peradilan tatausaha negara) serta sebuah Mahkamah Konstitusi.
Mahkamah Agung
Mahkamah Agung sesuai Pasal 24A UUD 1945 memiliki kewenangan mengadili kasus hukum
pada tingkat kasasi, menguji peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap
undang-undang, dan mempunyai wewenang lain yang diberikan oleh undang-undang. Sebagai
sebuah lembaga yudikatif, Mahkamah Agung memiliki beberapa fungsi. Fungsi-fungsi tersebut
adalah: Potret Indonesia
Fungsi Peradilan. Pertama, membina keseragaman dalam penerapan hukum melalui putusan kasasi
dan peninjauan kembali. Kedua, memeriksa dan memutuskan perkara tingkat pertama dan terakhir
semua sengketa tentang kewenangan mengadili, permohonan peninjauan kembali putusan
pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, sengketa akibat perampasan kapal asing dan muatannya
oleh kapal perang RI. Ketiga, memegang hak uji materiil, yaitu menguji ataupun menilai peraturan
perundangan di bawah undang-undang apakah bertentangan dengan peraturan dari tingkat yang
lebih tinggi.
Fungsi Pengawasan. Pertama, Mahkamah Agung adalah pengawas tertinggi terhadap jalannya
peradilan di semua lingkungan peradilan. Kedua, Mahkamah Agung adalah pengawas pekerjaan
pengadilan dan tingkah laku para hakim dan perbuatan pejabat pengadilan dalam menjalankan tugas
yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas pokok kekuasaan kehakiman, yaitu menerima,
memeriksa, mengadili, dan menyelesaikan setiap perkara yang diajukan. Ketiga, Mahkamah Agung
adalah pengawas Penasehat Hukum (Advokat) dan Notaris sepanjang yang menyangkut peradilan,
sesuai Pasal 36 Undang-undang nomor 14 tahun 1985 tentang Mahkamah Agung).
Fungsi Mengatur. Dalam fungsi ini, Mahkamah Agung mengatur lebih lanjut hal-hal yang
diperlukan bagi kelancaran penyelenggaraan peradilan apabila terdapat hal-hal yang belum diatur
dalam Undang-undang tentang Mahkamah Agung.
Fungsi Nasehat. Pertama, Mahkamah Agung memberikan nasehat ataupun pertimbangan dalam
bidang hukum kepada Lembaga Tinggi Negara lain. Kedua, Mahkamah Agung memberi nasehat
kepada Presiden selaku Kepala Negara dalam rangka pemberian/penolakan Grasi dan Rehabilitasi.
Fungsi Administratif. Pertama, mengatur badan-badan Peradilan (Peradilan Umum, Peradilan
Agama, Peradilan Militer, dan Peradilan Tata Usaha Negara) sesuai pasal 11 ayat 1 Undang-undang
nomor 35 tahun 1999. Kedua, mengatur tugas dan tanggung jawab, susunan organisasi dan tata
kerja Kepaniteraan Pengadilan.
Saat ini, Mahkamah Agung memiliki sebuah sekretariat yang membawahi Direktorat Jenderal
Badan Peradilan Umum, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, Direktorat Jenderal Badan
Peradilan Tata Usaha Negara, Badan Pengawasan, Badan Penelitian dan Pelatihan dan Pendidikan,
serta Badan Urusan Administrasi. Badan Peradilan Militer kini berada di bawah pengaturan
Direktorat Jenderal Badan Peradilan Tata Usaha Negara.
Mahkamah Agung memiliki sebelas orang pimpinan yang masing-masing memegang tugas tertentu.
Daftar tugas pimpinan tersebut tergambar melalui jabatan yang diembannya yaitu: (1) Ketua; (2)
wakil ketua bidang yudisial; (3) wakil ketua bidang non yudisial; (4) ketua muda urusan lingkungan

peradilan militer/TNI; (5) ketua muda urusan lingkungan peradilan tata usaha negara; (6) ketua
muda pidana mahkamah agung RI; (7) ketua muda pembinaan mahkamah agung RI; (8) ketua muda
perdata niaga mahkamah agung RI; (9) ketua muda pidana khusus mahkamah agung RI, dan; (10)
ketua muda perdata mahkamah agung RI. Selain para pimpinan, kini Mahkamah Agung memiliki
37 orang Hakim Agung sementara menurut Undang-undang Nomor 5 tahun 2004 Mahkamah
Agung diperkenankan untuk memiliki Hakim Agung sebanyak-banyaknya enam puluh (60) orang.
Mahkamah Konstitusi
Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir (sifatnya final) atas
pengujian undang-undang terhadap UUD 1945, memutus sengketa kewenangan lembaga negara
yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945, memutus pembubaran partai politik, dan memutus
perselisihan tentang hasil pemilihan umum. Mahkamah Konstitusi juga wajib memberikan putusan
atas pendapat DPR bahwa Presiden/Wapres diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa
penkhianatan terhadap negara, korupsi, tindak penyuapan, tindak pidana berat atau perbuatan
tercela. Atau, seputar Presiden/Wapres tidak lagi memenuhi syarat untuk melanjutkan jabatannya.
Mahkamah Konstitusi hanya dapat memproses permintaan DPR untuk memecat Presiden dan atau
Wakil Presiden jika terdapat dukungan sekurang-kuranya dua per tiga dari jumlah anggota DPR
yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri oleh sekurang-kurangnya dua per tiga dari jumlah
anggota DPR.
Susunan Mahkamah Konstitusi terdiri atas 9 orang anggota hakim konstitusi yang ditetapkan
dengan Keputusan Presiden. Dari 9 orang tersebut, 1 orang menjabat Ketua sekaligus anggota, dan
1 orang menjabat wakil ketua merangkap anggota. Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi
masing-masing menjabat selama 3 tahun. Selama menjabat sebagai anggota Mahkamah Konstitusi,
para hakim tidak diperkenankan merangkap profesi sebagai pejabat negara, anggota partai politik,
pengusaha, advokat, ataupun pegawai negeri. Hakim Konstitusi diajukan 3 oleh Mahkamah Agung,
3 oleh DPR, dan 3 oleh Presiden. Seorang hakim konstitusi menjabat selama 5 tahun dan dapat
dipilih kembali hanya untuk 1 kali masa jabatan lagi.
Hingga kini, beberapa perkara telah diperiksa oleh Mahkamah Konstitusi. Perkara-perkara tersebut
misalnya Pengujian Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tetang Informasi dan Transaksi
Elektronik dengan Pemohon Edy Cahyono, et.al. Perkara lainnya misalnya Pengujian Undangundang Nomor 36 tahun 2008 tentang Perubahan Keempat Atas Undang-undang nomor 8 tahun
1983 tentang Pajak Penghasilan. Atau, yang bersangkutan dengan hasil pemilu seperti Permohonan
Keberatan terhadap Penetapan Perhitungan Suara Hasil Pemilukada Kabupaten Belu Putaran II
tahun 2008.
Komisi Yudisial
Komisi Yudisial tidak memiliki kekuasaan yudikatif. Kendati Undang-undang Dasar Negara
Republik Indonesia tahun 1945 menempatkan pembahasan mengenai Komisi Yudisial pada Bab IX
tentang Kekuasaan Kehakiman, tetapi komisi ini tidak memiliki kekuasaan kehakiman, dalam arti
menegakkan hukum dan keadilan serta memutus perkara. Komisi Yudisial, sesuai pasal 24B UUD
1945, bersifat mandiri dan berwenang mengusulkan personalia hakim berupa pengajuan calon
hakim agung kepada DPR sehubungan dengan pengangkatan hakim agung. Komisi ini juga
mempunyai wewenang dalam menjaga serta menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta
perilaku hakim. Dengan demikian, Komisi Yudisial lebih tepat dikategorikan sebagai Independent
Body yang tugasnya mandiri dan hanya berkait dengan kekuasaan Yudikatif dalam penentuan
personalia bukan fungsi yudikasi langsung. Peraturan mengenai Komisi Yudisial terdapat di dalam
Undang-undang nomor 22 tahun 2004 tentang Komisi Yudisial.
Komisi Yudisial memiliki wewenang mengusulkan pengangkatan Hakim Agung kepada DPR dan
menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat serta menjaga perilaku hakim. Dalam melakukan
tugasnya, Komisi Yudisial bekerja dengan cara: (1) melakukan pendaftaran calon Hakim Agung; (2)
melakukan seleksi terhadap calon Hakim Agung; (3) menetapkan calon Hakim Agung, dan; (4)
mengajukan calon Hakim Agung ke DPR. Pada pihak lain, Mahkamah Agung, Pemerintah, dan
masyarakat juga mengajukan calon Hakim Agung, tetapi harus melalui Komisi Yudisial.

Dalam melakukan pengawasan terhadap Hakim Agung, Komisi Yudisial dapat menerima laporan
masyarakat tentang perilaku hakim, meminta laporan berkala kepada badan peradilan berkaitan
dengan perilaku hakim, melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran perilaku hakim,
memanggil dan meminta keterangan dari hakim yang diduga melanggar kode etik perilaku hakim,
dan membuat laporan hasil pemeriksaan yang berupa rekomendasi dan disampaikan kepada
Mahkamah Agung dan atau Mahkamah Konstitusi serta tindasannya disampaikan kepada Presiden
dan DPR.
Anggota Komisi Yudisial diangkat oleh Presiden dengan persetujuan DPR. Sebelum mengangkat,
Presiden membentuk Panitia Seleksi Pemilihan Anggota Komisi Yudisial yang terdiri atas unsur
pemerintah, praktisi hukum, akademisi hukum, dan anggota masyarakat. Seorang anggota Komisi
Yudisial yang terpilih, bertugas selama 5 tahun dan dapat dipilih kembali untuk 1 periode. Selama
melaksanakan tugasnya, anggota Komisi Yudisial tidak boleh merangkap pekerjaan sebagai pejabat
negara lain, hakim, advokat, notaris/PPAT, pengusaha/pengurus/karyawan BUMN atau BUMS,
pegawai negeri, ataupun pengurus partai politik.
Kekuasaan Badan Yudikatif di Indonesia Setelah Masa Reformasi
Amandemen menyebutkan penyelenggaraan kekuasaan kehakiman terdiri atas Mahkamah Agung
dan Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Agung bertugas untuk menguji peraturan perundangan di
bawah UU terhadap UU. Sedangkan Mahkamah Konstitusi mempunyai kewenangan menguji UU
terhadap UUD 45.
Mahkamah Konstitusi (MK) berwenang untuk:
Mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang keputusannya bersifat final untuk:
Menguji undang-undang terhadap UUD 1945 (Judicial Review)
Memutus sengketa kewenangan lembaga negara
Memutus pembubaran partai politik
Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.
Memberikan keputusan pemakzulan (impeachment) presiden dan/atau wakil presiden atas
permintaan DPR karena melakukan pelanggaran berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi,
penyuapan, tindak pidana berat, atau perbuatan tercela.
Mahkamah Agung (MA)
Mahkamah Agung berwenang mengadili pada tingkat kasasi. Mahkamah Agung menguji peraturan
perundang-undangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang.
Komisi Yudisial (KY)
adalah suatu lembaga baru yang bebas dan mandiri, yang berwenang mengusulkan pengangkatan
hakim agung dan berwenang dalam rangka menegakkan kehormatan dan perilaku hakim.
Berbagai upaya untuk menegakkan supremasi hukum dan modernisasi hukum, salah satunya adalah
dengan dibentuknya lembaga-lembaga baru:
Komisi Hukum Nasional (KHN):
Tujuannya untuk mewujudkan sistem hukum nasional demi menegakkan supremasi hukum dan
hak-hak asasi manusia berdasarka keadilan dan kebenaran dengan melakukan pengkajian masalahmasalah hukum.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Komisi Nasional Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
Komisi Ombudsman Nasional (KON):
Tujuannya, melalui peran serta masyarakat, membantu menciptakan atau mengembangkan kondisi
yang kondusif dalam melaksanakan pemberantasan korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), dan
meningkatkan perlindungan hak-hak masyarakat agar memperoleh pelayanan umum, keadilan, dan
kesejahteraan secara lebih baik.

Sistem hukum Civil Law dan Common law


Sistem hukum Anglo Saxon (Common Law) ialah suatu sistem hukum yang didasarkan pada
yurispudensi. Sumber hukum dalam sistem hukum ini ialah putusan hakim/pengadilan. Dalam
sistem hukum ini peranan yang diberikan kepada seorang hakim sangat luas.
Sistem yang dianut oleh negara-negara Eropa Kontinental yang didasarkan atas hukum Romawi
disebut sebagai sistem Civil law. Sistem Civil Law mempunyai tiga karakteristik, yaitu adanya
kodifikasi, hakim tidak terikat kepada preseden sehingga undang-undang menjadi sumber hukum
yang terutama, dan sistem peradilan bersifat inkuisitorial. Inkuisitorial maksudnya, bahwa dalam
sistem itu, hakim mempunyai peranan besar dalam mengarahkan dan memutuskan perkara. Hakim
aktif dalam menemukan fakta dan cermat dalam menilai alat bukti. Hakim dalam civil law berusaha
mendapatkan gambaran lengkap dari peristiwa yang dihadapinya sejak awal.
Bentuk-bentuk sumber hukum dalam arti formal dalam sistem hukum Civil Law berupa peraturan
perundang-undangan, hukum kebiasaan-kebiasaan, dan yurisprudensi. Negara penganut Civil Law
menempatkan konsitusi tertulis pada urutan tertinggi dalam hirarki peraturan perundangan dan
diikuti UU dan peraturan lain di bawahnya.
Sedangkan kebiasaan-kebiasaan dijadikan sumber hukum kedua untuk memecahkan berbagai
persoalan. Pada kenyataanya undang-undang tidak pernah lengkap karena kompleksnya kehidupan
manusia. Dalam hal ini diperlukan hukum kebiasaan. Patut dicermati yang menjadi sumber hukum
bukanlah kebiasaan, melainkan hukum kebiasaan. kebiasaan tidak mengikat, agar suatu kebiasaan
dapat menjadi hukum kebiasaan diperlukan 2 hal :
1. Tindakan itu dilakukan secara berulang-ulang.
2. Adanya unsur psikologis mengenai pengakuan bahwa apa yang dilakukan secara terus menerus
dan berulang-ulang itu hukum. Unsur psikologis dalam bahasa latin adalah opinion
necessitates yang berarti pendapat mengenai keharusan orang bertindak sesuai dengan norma yang
berlaku akibat adanya kewajiban hukum.
Berikut ini adalah perbedaan common law dan civil law:
PERBEDAAN

COMMON LAW/ANGLO
SAXON

CIVIL LAW/EROPA KONT

SISTEM PERATURAN

1. Didominasi oleh
hukum tidak tertulis
atau hukum kebiasaan
melalui putusan hakim
2. Tidak ada pemisahan
yang tegas dan jelas
antara hukum publik
dan privat

1. Hukum tertulis
(kodifikasi)
2. Ada pemisahan secara
tegas dan jelas antara
hukum publik dengan
hukum privat

SISTEM PERADILAN

1. Menggunakan juri
yang memeriksa fakta
kasusnya menetapkan
kesalahan dan hakim
hanya menerapkan
hukum dan
menjatuhkan putusan
2. Hakim terikat pada
putusan hakim
sebelumnya dalam
perkara yang sejenis
melalui asas The
Binding of precedent*
3. Adversary system
:pandangan bahwa

1. Tidak menggunakan
juri sehingga tanggung
jawab hakim adalah
memeriksa kasus,
menentukan kesalahan,
serta menerapkan
hukumnya sekaligus
menjatuhkan putusan.
2. Hakim tidak terikat
dan tidak
wajib mengikuti
putusan hakim
sebelumnya. Asas
Bebas **
3. Hanya dalam perkara

didalam pemeriksaan
peradilan selalu ada
dua pihak yang saling
bertentangan baik
perkara perdata atau
pidana

perdata yang melihat


adanya dua belah
pihak yang
bertentangan
(penggugat dan
tergugat)dan perkara
pidana keberadaan
terdakwa bukan
sebagai pihak
penentang

*Asas Stare decesis/The binding force of Precedent : azas ini hakim terikat kepada keputusankeputusan yang lebih dahulu dari hakim-hakim yang sederajat atau oleh hakim yang lebih tinggi.
Azas ini dianut oleh Negara anglo saxon seperti Inggris, Amerika Serikat. zas ini berlaku
berdasarkan 4 faktor yaitu :
a.Bahwa penerapan pada peraturan-peraturan yang sama pada kasus-kasus yang sama menghasilkan
perlakuan yang sama bagi siapa saja yang datang ke Pengadilan
b.Bahwa mengikuti preceden secara konsisten dapat menyumbangkan pendapat untuk masalahmasalah di kemudian hari.
c.Bahwa penggunaan kriteria yang mantap untuk menempatkan masalah-masalah baru dapat
menghemat tenaga dan waktu
d.Bahwa pemakaian putusan-putusan yang terdahulu menunjukkan adanya kewajiban untuk
menghormati kebijaksanaan dan pengalaman Pengadilan generasi sebelumnya.
**Asas bebas yaitu kebalikan dari azas precedent yaitu hakim tidak terikat kepada keputusankeputusan Hakim sebelumnya pada tingkat sejajar atau kepada Hakim yang lebih tinggi. Azas ini
dianut dinegara Belanda dan Perancis. Dalam praktek seperti dinegeri Belanda azas ini tidak
dilakukan secara konsekwen, banyak hakim-hakim masih menggunakan keputusan-keputusan
hakim yang lebih tinggi dengan beberapa alasan antara lain :
a.Mencegah terjadinya kesimpang siuran keputusan hakim sehingga mengaburkan atau tidak
tercapainya tujuan kepastian hukum
b.Mencegah terjadinya pengeluaran biaya yang tidak perlu karena pihak yang tidak puas akan naik
banding.
c.Mencegah pandangan yang kurang baik dari atasan.
Negara Indonesia menggunakan ke 2 azas tersebut yaitu azas precedent untuk Peradilan
Adat/kebiasaan dan azas bebas untuk Peradilan Barat.
Pada konsep negara penjaga malam, negara tugasnya hanya menjaga keamanan. Negara tidak boleh
mengurusi urusan pribadi/privaat rakyatnya, melainkan negara hanya boleh bertindak apabila ada
serangan dari luar. Pada intinya negara hanya bersifat statis dalam wilayah kekuasaannya yakni hanya
sebatas bagaimana menciptakan dan menjaga keamanan negara. Konkritnya contoh kecil yang dapat
dikemukakan adalah siskamling, disini negara fungsinya sama dengan siskamling yakni menjaga
keamanan lingkungannya dalam konteks negara yang dijaga adalah keamanan negara. Sampai kemudian
terjadi revolusi inggris dan ditambah lagi konsep negara penjaga malam ini semakin banyak ditinggalkan
yang kemudian memunculkan konsep welfarestate.
Teori negara hukum dalam arti sempit adalah negara berkewajiban menjaga ketertiban umum dan
pelindung kebebasan warga negara, dan negara diibaratkan sebagai penjaga malam atau sering disebut
nachtwachterstaat (Satjipto Rahardjo, 2009: 18) . Hal ini merujuk pada tugas penjaga malam yang
menjamin ketertiban dan keamanan warga dalam suatu wilayah (Diana Halim Koentjoro, 2004: 37).
Emanuel Kant (1724 -1804) juga membatasi negara hanya sebatas penegak aturan hukum, dan tidak
sama sekali berbicara mengenai kesejahteraan rakyat.
C. PENEMU DAN CIRI-CIRI
Negara Penjaga Malam (Nachtwachterstaat) pertama kali dicetuskan oleh Immanuel Kant, dan ciri-ciri
teori Negara Penjaga Malam adalah sebagai berikut :
1. Asas Legalitas
a. Sebagai landasan bertindak bagi penguasa: setiap tindakan penguasa harus didasarkan kepada hukum
(konstitusi) : supremasi hukum (konstitusi).
b. Sebagai sarana menguji (mengukur) keabsahan (konstitusionalitas) tindakan penguasa ; kekuasaan
yang satu dibatasi oleh kekuasaan yang lain (power limits power).
2. Pembagian Kekuasan
a. Kekuasaan didalam negara hukum harus didistribusikan (tidak boleh dipegang oleh satu orang atau
satu lembaga secara absolut).
b. Harus ada check and balance antar kekuasaan.

3. Perlindungan Hak Dasar


a. Konstitusi harus menjamin adanya perlindungan hak-hak bagi rakyat oleh penguasa, termasuk
menjamin bahwa undang-undang dan peraturan perundang-undangan dibawahnya tidak bertentangan
dengan hak-hak dalam konstitusi.
b. Jaminan hak asasi manusia dalam konstitusi.

4. Tanggung Jawab Kekuasaan


a. Dalam sebuah negara hukum setiap kekuasaan harus dapat dipertanggungjawabkan.
b. Tanggung jawab moral, politik dan hukum.
D. NEGARA YANG MENGANUT KONSEP NEGARA PENJAGA MALAM
Pandangan negara hukum yang dikonsepkan pada abad ke-19 ini disebut sebagai konsep negara hukum
kuno. Seorang filosof yang sangat terkenal dalam mengungkap konsep negara hukum kuno ini adalah
Imanuel Kant. Ia seorang filosof yang berasal dari Jerman. Dalam pandangannya, konsep negara hukum
kuno ini disebut negara penjaga malam (nachtwakersstaat/nachtwachtersstaat).. Teori ini mulai
berkembang di Eropa Kontinental. Namun setelah munculnya atau lahirnya Negara Kesejahteraan
(Walefarstate), negara di Eropa mulai berpindah menggunakan konsep ini.
Di Indonesia sendiri menurut Soepomo, Indonesia menganut paham integralistik sehingga kepentingan
umum yang diutamakan tetapi tidak mengesampingkan (atatu dengan kata lain tetap dihargai)
kepentingan individu. Konsep inilah yang dinamakan oleh Soepomo dengan asas KEKELUARGAAN.
E. DAMPAK DARI KONSEP NEGARA PENJAGA MALAM
Dari konsep ini dampak positif yang diperoleh adalah :
1. Dapat melindungi hak-hak asasi warga negaranya dengan cara membatasi dan mengawasi gerak
langkah dan kekuasaan negara dengan/melalui undang-undang.
2. Menciptakan keamanan negara.
Sedangkan dampak negatif yang diperoleh adalah :
1. Negara tidak boleh mengurusi urusan pribadi rakyatnya, negara hanya boleh bertindak apabila ada
serangan dari luar.
2. Negara sangat dibatasi ruang geraknya oleh UU yang disetujui oleh rakyat. Jadi Negara tidak dapat
melakukan sesuatu/tindakan tanpa terlebih dahulu ditentukan dalam UU.