Anda di halaman 1dari 8

PENGARUH KINERJA PUSTAKAWAN TERHADAP KEPUASAN

PENGGUNA PADA PERPUSTAKAAN


SD NEGERI BATUWANGI, KADUPANDAK, CIANJUR
Ahmad Surahman1
Abstrak
Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang mampu menjawab setiap
informasi yang dibutuhkan oleh setiap penggunanya, oleh karena itu sebuah
perpustakaan yang memiliki kelengkapan koleksi dan memiliki pustakawan yang
profesional akan sangat membantu pengguna dalam melakukan penelusuran
informasi yang lebih tepat dan akurat.Peran pustakawan sebagai pengelola
perpustakaan sudah selayaknya memiliki kemampuan dan dedikasi tinggi untuk
melayani para pengguna perpustakaan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat pengaruh kinerja pustakawan serta mengukur kepuasan pengguna
perpustakaan pada perpustakaan SD Negeri Batuwangi, Kadupandak, Cianjur.
Pelayanan pustakawan di perpustakaan SD Negeri Batuwangi akan diteliti
menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner
atau angket. Dari hasil penelitian ini secara umum kualitas pelayanan perpustakaan
belum memuaskan pengguna perpustakaan. Berdasarkan hasil penelitian maka
penulis menyarankan hendaknya pustakawan banyak belajar yang berkaitan dengan
cara mengelola perpustakaan yang baik dan tata cara berkomunikasi dan etika
dalam pelayanan yang lebih baik terhadap pengguna. Selain itu hendaknya
pustakawan mengetahui kebutuhan pengguna serta mampu menciptakan suasana
nyaman dalam pengaturan koleksi agar memudahkan pengguna perpustakaan dalam
mencari bahan pustaka yang diperlukan.
Kata Kunci: kinerja pustakawan, kepuasan pengguna, perpustakaan

Mahasiswa Program S1 Ilmu Perpustakaan, Fakultas FISIP, Universitas Terbuka. Email:


ahmad.surahman3@gmail.com

Pendahuluan
Di era globalisasi ini setiap manusia memerlukan informasi. Informasi
menjadi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan sembilan bahan pokok, merupakan
komoditas ekonomi, sumber mata pencarian, serta senjata yang efisien dan efektif
untuk menghadapi persaingan di era global yang semakin kompetitif dan berat.
Informasi sebagai kebutuhan artinya harus dipenuhi, seperti kebutuhan pokok
(primer), sejajar dengan kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan
kesehatan. Informasi menjadi kekuatan, yaitu bagi siapa yang menguasai informasi,
dialah yang dapat mengalahkan persaingan dalam berbagai bidang. Hanya orang yang
mempunyai wawasan dan pengetahuan luas dapat menjawab pertanyaan soal-soal tes
masuk menjadi siswa, mahasiswa, dapat beasiswa, dan masuk kerja di instansi
pemerintah ataupun swasta. Tanpa informasi manusia akan pasif, tertinggal oleh
perkembangan jaman karena tidak mengetahui perkembangan yang terjadi di
sekitarnya.
Perpustakaan sebagai salah satu sumber informasi mempunyai peran sangat
penting. Informasi yang akurat, serta sesuai dengan apa yang diinginkan pengguna
akan sangat membantu pengguna dalam menelusuri informasi yang dibutuhkan.
Perpustakaan yang baik selalu siap menjawab setiap persoalan penggunanya,
baik dari segi informasi maupun kualitas pelayanannya. Koleksi bahan pustaka yang
memadai kemudian didukung oleh pelayanan pustakawan yang handal akan menjadi
faktor penting dalam kepuasan pengguna dan membantu pemustaka mendapatkan
informasi yang diinginkan.
Pelayanan bahan pustaka di perpustakaan merupakan ujung tombak dari
kegiatan perpustakaan, pelayanan bahan pustaka sangat mempengaruhi keberhasilan
suatu perpustakaan karena pelayanan bahan pustaka merupakan interaksi langsung
antara pengguna perpustakaan dengan pustakawan.
Dalam hal pelayanan, pustakawan harus mementingkan kepentingan
penggunanya, serta handal dalam mengelola perpustakaan. Dengan memiliki berbagai
kemampuan dan keahlian tersebut seorang pustakawan akan mampu memberikan
pelayanan yang baik kepada penggunanya.
Selain menguasai beberapa keahlian tersebut seorang pustakawan harus
memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan berkomunikasi yang baik

akan memudahkan perpustakaan dalam menjalin hubungan baik dengan pengguna


perpustakaan dan dengan perpustakaan lain.
Salah satu perpustakaan yang diteliti pelayanan bahan pustakanya adalah
perpustakaan sekolah di SD Negeri Batuwangi, Kecamatan Kadupandak, Cianjur.
Perpustakaan di SD Negeri Batuwangi memiliki satu pustakawan dengan latar
belakang pendidikan diploma dua (D2). Pelayanan yang diberikan terhadap pengguna
perpustakaan ini adalah pelayanan terbuka, dimana para pengguna dengan bebas
memilih bahan pustaka yang diinginkan.
Karya ilmiah ini akan mengkaji pengaruh kinerja pustakawan terhadap
kepuasan pengguna perpustakaan yang dilakukan di SD Negeri Batuwangi. Tulisan
ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada pembaca tentang pengaruh
kinerja pustakawan terhadap kepuasan pengguna perpustakaan. Serta diharapkan
dapat mengetahui kelemahan-kelemahan pustakawan dalam melayani pengguna
perpustakaan dan memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut agar tercipta
pelayanan yang berkualitas dan memuaskan pengguna perpustakaan.
Metode
Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif dengan teknik
pengumpulan data menggunakan teknik delphy study atau pembagian kuesioner.
Metode penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berfokus pada observasi
kejadian-kejadian, fenomena yang diteliti kompleks, bersifat sosial yang tidak dapat
dikuantifikasi dan mencoba mengerti perilaku individu yang diamati (Hartinah, 2013,
p.2.10).
Sedangkan teknik pengumpulan data kuesioner disebut juga teknik delphy
study. Teknik delphy study adalah sebuah prosedur penelitian dengan menggunakan
kuesioner, yang didesain untuk mendapatkan konsensus melalui respons yang
diberikan oleh responden (Hartinah, 2013, p.2.17). Teknik ini dilakukan apabila
antara peneliti dan responden tidak dapat bertatap muka langsung, respon dilakukan
melalui surat menyurat berkali-kali sampai dicapai suatu konsensus yang diinginkan.

Hasil dan Pembahasan


Kepuasan pengguna merupakan bagian dari pelayanan bahan pustaka, karena
dengan tingkat kepuasan yang tinggi dapat disimpulkan bahwa perpustakaan tersebut
telah berhasil dalam hal pelayanan.
Kegiatan vital perpustakaan terletak pada kegiatan pelayanan. Berhasil atau
tidaknya penyelenggaraan perpustakaan ditentukan oleh kepuasan pengguna
perpustakaan dan dapat dilihat dari jumlah kunjungan pengguna ke perpustakaan
untuk mencari informasi yang dibutuhkan. Jumlah kunjungan pengguna ke
perpustakaan dipengaruhi beberapa faktor, faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah
kunjungan ke perpustakaan salah satunya berasal dari pengelola perpustakaan itu
sendiri, perpustakaan perlu dikelola oleh pustakawan yang mempunyai kompetensi
profesional.
Berhasil atau tidaknya pelayanan di perpustakaan tidak ditentukan dari
informasi yang diberikan saja, akan tetapi ditentukan juga oleh kepuasan terhadap
pelayanan yang dilakukan oleh pustakawan. Sikap dari pustakawan yang diterima
oleh pengguna perpustakaan menjadi hal yang paling penting bagi kepuasan
pengguna terhadap pelayanan perpustakaan yang diberikan.
Untuk memenuhi kepuasan pengguna perpustakaan maka pihak perpustakaan
perlu mendapatkan berbagai masukan dari pengguna perpustakaan, hal ini perlu
dilakukan agar pustakawan mengetahui apa yang dibutuhkan pengguna dan apa yang
harus dilakukan oleh pustakawan supaya dapat memenuhi kepuasan pengguna
perpustakaan, sehingga menghasilkan suatu hubungan yang baik antara pengguna
perpustakaan dengan perpustakaan yang dikelola oleh pustakawan.
Perpustakaan SD Negeri Batuwangi memberikan pelayanan bahan pustaka
yang terdiri dari layanan referensi, layanan sirkulasi dan layanan membaca di
perpustakaan, Layanan sirkulasi merupakan layanan bagi anggota perpustakaan
berupa layanan peminjaman bahan pustaka kepada para pengguna. Peminjaman
bahan pustaka ini diberikan kepada pengunjung yang sudah memenuhi syarat untuk
meminjam buku di perpustakaan. Layanan referensi diberikan oleh pustakawan
kepada pengguna apabila pengguna hanya mencari informasi saja tanpa meminjam
buku untuk dibawa pulang, ensiklopedia, kamus, direktori, dan sebagainya

merupakan contoh bahan referensi perpustakaan. Sedangkan layanan membaca di


perpustakaan, adalah layanan kepada pengunjung yang hanya membaca saja tanpa
bermaksud untuk meminjam bahan pustaka, pengguna telah disediakan tempat untuk
membaca yang terdiri dari kursi, meja, karpet dan ruangan membaca yang terlihat
secara langsung oleh pustakawan.
Dalam melakukan kegiatan layanan, perpustakaan SD Negeri Batuwangi
menerapkan sistem layanan terbuka. Pengguna perpustakaan langsung mencari
sendiri bahan pustaka di rak buku yang ada di perpustakaan.
Baik atau buruknya citra perpustakaan merupakan tanggung jawab yang harus
dipikul oleh seorang pustakawan, oleh karena itu pustakawan tidak boleh cepat puas
terhadap pelayanan yang diberikan tetapi harus meningkatkan pelayanan agar
pengguna puas dan semakin nyaman ke perpustakaan.
Dari hasil penelitian umumnya pengguna menilai proses pelayanan
peminjaman koleksi dinilai cukup memuaskan pemakai, tetapi keramahan serta sopan
santun pustakawan dalam memberikan pelayanan belum memuaskan. Sikap
pustakawan menjadi suatu faktor penting agar pengguna perpustakaan nyaman ke
perpustakaan.
Sementara itu jarang ada perpustakaan yang mempunyai koleksi yang serba
ada. Penyebabnya beragam, mulai dari jumlah dana untuk perpustakaan terbatas
dalam hal pengadaan bahan pustaka, sulit mencari bahan pustaka yang dituju di
penerbit/toko buku dan lain sebagainya. Oleh karena itu wawasan dan pengetahuan
pustakawan sangat penting dalam memecahkan masalah ini, karena jika para
pengguna perpustakaan menanyakan informasi apa saja sedangkan sumber informasi
yang dituju tidak ditemukan di perpustakaan maka seorang pustakawan dengan
wawasannya harus bisa memecahkan masalah tersebut dengan memberikan jawaban
atas pertanyaan yang ditanyakan oleh pengguna perpustakaan.
Dari hasil penelitian ini penulis menemukan bahwa perlu adanya peningkatan
wawasan seorang pustakawan hal ini diketahui dari hasil penelitian terhadap
pengguna perpustakaan yang menyatakan sebagian besar pengguna belum puas
dengan wawasan yang dimiliki pustakawan. Meningkatkan wawasan bisa dilakukan
oleh pustakawan dengan rajin membaca, karena dengan rajin membaca maka
wawasan dan pengetahuan akan semakin bertambah dan ini berguna bagi seorang

pustakawan dalam menjawab informasi apa yang ditanyakan oleh pengguna


perpustakaan.
Agar para pengguna betah berkunjung ke perpustakaan, kenyamanan ruangan
perpustakaan pun perlu ditingkatkan, ketersedian berbagai peralatan perpustakaan
sebagai penunjang misalnya, kursi, meja, rak penitipan barang, dan lain sebagainya
harus selalu dalam kondisi yang baik dan memadai. Sementara itu kedisiplinan dalam
menerapkan peraturan yang ada di perpustakaan sudah cukup baik. Sebagai contoh,
apabila ada pengguna perpustakaan yang terlambat mengembalikan buku peminjaman
ke perpustakaan petugas perpustakaan dalam pelayanannya kepada pengguna selalu
memberlakukan penarikan denda terhadap pengguna sesuai dengan peraturan yang
telah ditentukan.
Setelah penelitian ini diharapkan pustakawan mampu melihat kelemahannya
dan memperbaiki kelemahan-kelemahan tersebut dengan berbagai cara agar para
pengguna perpustakaan lebih nyaman mengunjungi perpustakaan dan otomatis akan
memperbaiki citra perpustakaan menjadi lebih baik lagi.

Kesimpulan dan Saran


Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian di atas penulis mencoba menyajikan
beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1. Pelayanan bahan pustaka yang dilakukan oleh perpustakaan SD Negeri
Batuwangi sudah cukup baik sesuai dengan apa yang diharapkan oleh
pengguna, hal ini dapat diketahui dari responden pengguna terhadap sikap
pustakawan yang cukup sabar dalam melayani pengguna dalam
membantu mendapatkan informasi
2. Pengguna perpustakaan mempersepsikan bahwa pustakawan belum
memiliki wawasan yang luas
3. Keramahan pustakawan harus ditingkatkan lagi
4. Fasilitas perpustakaan yang kurang baik harus diperbaiki atau diganti
Saran
Setelah melakukan penelitian ini maka penulis menyampaikan saransaran kepada pustakawan sebagai berikut:
1. Pustakawan hendaknya meningkatkan sifat empatinya kepada pengguna
agar pengguna semakin nyaman ke perpustakaan
2. Hendaknya pustakawan selalu siap dan tahu apa yang dibutuhkan oleh
pengguna perpustakaan sehingga pengguna merasa terlayani dan puas
terhadap informasi yang dicari di perpustakaan
3. Perpustakaan harus mampu menjalin kerjasama dan mengadakan
hubungan dengan perpustakaan lain, sehingga layanan yang diberikan
lebih maksimal karena perpustakaan tidak selalu memenuhi kebutuhan
pengguna karena keterbatasan koleksi
4. Seorang pustakawan harus lebih kreatif lagi dalam mempromosikan jasa
perpustakaan sehingga makin banyak pengguna mau berkunjung ke
perpustakaan.

Daftar Pustaka

Basuki, Sulistyo. (2010). Pengantar Ilmu Perpustakaan. Tangerang Selatan:


Universitas Terbuka.
Martoatmodjo, Karmidi. (1999). Pelayanan Bahan Pustaka. Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.
Hartinah, Sri. (2013). Metode Penelitian Perpustakaan. Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.
Sudarsana, Undang dan Bastiano. (2010). Pembinaan Minat Baca. Tangerang
Selatan: Universitas Terbuka.
Rumani, Sri. (2014). Aspek Hukum dan Bisnis Informasi. Tangerang Selatan:
Universitas Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai