Anda di halaman 1dari 40

Asuhan Keperawatan

Pada Akseptor Keluarga Berencana

Rizki Amelia, S.Keb., Bd.

Konsep Dasar
Keluarga Berencana

Pengertian Keluarga Berencana

Keluarga berencana (disingkat KB)


adalah gerakan untuk membentuk
keluarga yang sehat dan sejahtera
dengan membatasi kelahiran.

Jumlah anak dalam sebuah keluarga


yang dianggap ideal adalah dua.

Gerakan ini mulai dicanangkan pada


tahun akhir 1970-an.

Tujuan Keluarga Berencana


Tujuan Umum

Tujuan

Meningkatkan kesejahteraan ibu & anak


dlm rangka mewujudkan NKKBS (Norma
Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera)

Meningkatkan jumlah penduduk untuk


menggunakan alat kontrasepsi

Tujuan Khusus

Menurunnya jumlah angka


kelahiran bayi
Meningkatnya kesehatan keluarga
berencana dgn cara penjarangan
kelahiran

Manfaat
Ibu

Anak

Mencegah kehamilan yang tidak diinginkan


Mencegah setidaknya 1 dari 4 kematian ibu
Menjaga kesehatan ibu
Merencanakan kehamilan lebih terprogram
Mengurangi risiko kematian bayi
Meningkatkan kesehatan bayi
Mencegah bayi kekurangan gizi
Tumbuh kembang bayi lebih terjamin
Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif
dapat terpenuhi
Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih
maksimal

Keluarga

Meningkatkan kesejahteraan keluarga


Harmonisasi keluarga lebih terjaga

Syarat Kontrasepsi

Aman atau tidak berbahaya

Dapat diandakan

Sederhana

Harganya murah supaya dapat dijangkau masyarakat luas

Dapat menerima oleh orang banyak

Pemakaian jangka lama

Sasaran Kontrasepsi
Pasangan
Ibu
Ibu

usia subur

yang sudah mempunyai anak

yang mempunyai resiko tinggi


terhadap kehamilan

Jenis-Jenis
Kontrasepsi

Kontrasepsi

Kontrasepsi
Sederhana

Tanpa Alat

- MAL/LAM
- Senggama Terputus
- Pantang Berkala

Dengan
Alat/Obat

- Kondom
- Diafragma
- Cream, jelly,
vaginal tab

Kontrasepsi
Modern

Tidak
Permanen

- Pil
- Suntikan
- AKDR/IUD
- AKBK/implan

Permanen

- Tubektomi (MOW)
- Vasektomi (MOP)

KONTRA-SEPSI
KONTRA

KONSEPSI

MENCEGAH KEHAMILAN
Metode Kontrasepsi
Konvensional /
Tradisional
Mekanik
Hormonal
Operasi (MOP & MOW)

MENCEGAH
Ovulasi
Spermatozoa
Pertemuan oosit spermatozoa
Implantasi

Bagaimana Kehamilan Terjadi ?

Bagaimana Mencegah Kehamilan


MOW

IUD
Pill
Suntik
Susuk

MOP

Kondom

13

14

100 %
Effective
100 %
Reversible

100 %
Safe
IDEAL
CONTRACEPTION

100 %
Acceptable

Non
conctraception
benefit
100 %
Comfort

Faktor yang Berpengaruh dalam Pemilihan Kontrasepsi


Usia
Lama Pernikahan
Riwayat kehamilan
Riwayat kesehatan
Jumlah atau jarak anak
Pendidikan
Pengetahuan

Pelayanan KB Rasional
Menunda / Jangan hamil dulu

20 Tahun
Atur / Jarangkan hamil - 2 saja

35 Tahun
Akhiri / Jangan hamil lagi

AKSEPTOR KONTRASEPSI
TUJUAN

MENUNDA
KEHAMILAN

MENJARANGKAN
KEHAMILAN

MEMBATASI
KEHAMILAN

SEMENTARA

SEMENTARA

SELAMANYA

REVERSIBILITAS

EFEKTIFITAS

ESO

EFEKTIFITAS

REVERSIBILITAS

EFEKTIFITAS

ESO

ESO

REVERSIBILITAS

Pil oral, kondom, IUD


mini

IUD

Kontrasepsi
Mantap

Kapan Kontrasepsi diberikan ??


DELIVERY

3 WEEKS

6 WEEKS

6 MONTHS

IUDs
Sterilization
Spermiticides / Condom

Progestins Contraception
Natural Contraception

NO
ASI

COCs
Lactational Amenorrhea Methods (LAM)
IUDs
Sterilization
Spermiticides / Condom
Progestins Contraception
Natural Contraception
YBPSP, JNPKR/POGI, DEPKES., 2003
COCs

ASI

KONTRA-SEPSI
KONTRA

KONSEPSI

MENCEGAH KEHAMILAN
Metode Kontrasepsi
Konvensional /
Tradisional
Mekanik
Hormonal
Operasi (MOP & MOW)

MENCEGAH
Ovulasi
Spermatozoa
Pertemuan oosit spermatozoa
Implantasi

Metode Amenore Laktasi


MAL adalah kontrasepsi yg mengandalkan
pemberian ASI secara eksklusif.
Syarat : Full breast feeding, ibu belum haid,
umur bayi < 6 bulan.
Mekanisme : Menekan ovulasi
Instruksi :
Cara Menyusui
Seringnya menyusui
Lamanya /kali menyusui
Jarak antara menyusui
Kesungguhan Menyusui

Cara menyusui Bellagio (1988)


untuk mencapai keefektifan
MAL 98% :

Menyusui secara eksklusif


Perdarahan <56 hari PP dpt diabaikan (belum dianggap
haid)
Bayi menghisap langsung (hind milk)
Mulai menyusui -1 jam setelah bayi lahir
Kolostrum diberikan ke bayi
Pola menyusui on demand dari kedua payudara
Jarak menyusui tidak lebih dari 4 jam

Keluarga Berencana
Alamiah (KBA)
Jenis KBA :
Metode Ovulasi Billings (MOB)/KB Mandiri
Metode Simtomtermal
Sistem Kalender/Pantang Berkala
Metode Suhu Basal
Metode ini kurang dapat diandalkan dan
sudah mulai ditinggalkan karena angka
kegagalan yang cukup tinggi (>20%) dan
waktu pantang yang cukup lama.

Cara Perhitungan Sistem Kalender/Pantang


Berkala
Hitung siklus menstruasi
terpendek dan terpanjang
dalam waktu 6 sampai 12 bulan
Dari siklus terpendek, dikurangi
18 hari untuk menghitung hari
subur pertama
Dari siklus terpanjang, dikurangi
11 hari untuk mengidentifikasi
hari subur terakhir

Contoh :
Ny. N memiliki siklus haid terpendek
28 hari dan siklus terpanjang 35 hari.
Maka bagaimana jika Ny. N ingin
menggunakan
system
kalender
untuk kontrasepsi?
Jawab :
- Siklus terpendek-18 hari = 28-18
= 10
- Siklus terpanjang-11 hari = 35-11
= 24
Maka Ny. N harus menghindari coitus
atau menggunakan kondom/ coitus
interruptus pada hari ke-10 s.d hari
ke-24 siklus menstruasi

Senggama
Terputus
Metode KB tradisional
Penis dikeluarkan sebelum ejakulasi
sehingga sperma tdk masuk ke dalam vagina
Indikasi : Pria yg sadar KB
Metode sementara / pendukung
Alasan agama, jarang CO
Stop :
Ejakulasi dini
Sulit komunikasi
Tidak bersedia

KONTRA-SEPSI
KONTRA

KONSEPSI

MENCEGAH KEHAMILAN
Metode Kontrasepsi
Konvensional /
Tradisional
Mekanik-Kimiawi
Hormonal
Operasi (MOP & MOW)

MENCEGAH
Ovulasi
Spermatozoa
Pertemuan oosit spermatozoa
Implantasi

Kontrasepsi Mekanik
Kondom

Diafragma

Kondom

Selubung/sarung karet yg biasanya


terbuat dari lateks, tdk berpori, dipakai
untuk menutupi penis yang ereksi sblm
dimasukkan ke dlm liang vagina.
Efektif bila dipakai dgn baik & benar
Perlindungan ganda, mencegah IMS
Angka kegagalan 2-12 kehamilan per
100 perempuan per tahun

Diafragma
Kap berbentuk bulat cembung,
terbuat dari lateks (karet) yg di
insersikan ke dalam vagina
sebelum coitus dan menutup
serviks.
Cara kerja : menahan sperma
agar tdk mendapakan akses
mencapai saluran alat reproduksi
wanita bagian atas (uterus dan
tuba falopii)

Kontrasepsi Kimiawi Spermisida

Merupakan bahan kimia (biasanya non


oksinol-9) digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma.
Dikemas dalam bentuk ; aerosol, tablet
vagina, suppositoria ataupun cream.
Cara kerja : menyebabkan sel
membran sperma terpecah,
memperlambat pergerakan sperma dan
menurunkan kemampuan pembuahan
sel telur.

KONTRA-SEPSI
KONTRA

KONSEPSI

MENCEGAH KEHAMILAN
Metode Kontrasepsi
Konvensional / Tradisional
Mekanik
Hormonal
Operasi (MOP & MOW)

MENCEGAH
Ovulasi
Spermatozoa
Pertemuan oosit spermatozoa
Implantasi

KONTRASEPSI HORMONAL
MENCEGAH

Ovulasi

Pertemuan
Oosit - sperma

Sekresi
Gonadotropin
dihambat

Lendir Servik
Kental
Pergerakan Tuba
di ganggu

Implantasi

Pertumbuhan
Endometrium

Kontrasepsi Hormonal
Gerak Tuba
2

1
Ovulasi y

3. Endometrium Tipis
4. Lendir Servik Kental

HORMONAL CONTRACEPTION
COCs

Transdermal
vaginal steroid
contraception

Emergency
Contraception

POP

LONG ACTING

INJECTION IMPLANT IUS


LNG - IUS

Pil
Kombinasi
(E+P)

Suntikan
Suntikan
Mini
Pil

Kontrasepsi
Hormonal
Progestin (P)

Implan
IUDs

KONTRA-SEPSI
KONTRA

KONSEPSI

MENCEGAH KEHAMILAN
Metode Kontrasepsi
Konvensional /
Tradisional
Mekanik
Hormonal
Operasi (MOP & MOW)

MENCEGAH
Ovulasi
Spermatozoa
Pertemuan oosit spermatozoa
Implantasi

Kontrasepsi Mantap
Medis Operasi Wanita (MOW)
Tubektomi

Tubektomi adalah prosedur bedah


Medis Operasi
sukarela
untukPria menghentikan
fertilitas(MOP).
seorang perempuan
Jenis : mini laparotomy, laparoskopi
Mekanisme : mengoklusi tuba falopii
(mengikat dan
memotong atau
memasang cincin) sehingga sperma
tidak dapat bertemu dengan ovum
Sangat efektif dan permanen
Keputusan untuk sterilisasi adalah
berdasarkan jumlah anak dan usia
istri.

Kontrasepsi Mantap
Vasektomi adalah prosedur klinik
untuk menghentikan kapasitas
reproduksi pria dengan jalan
melakukan oklusi vasa deferensia
sehingga
alur
transportasi
sperma terhambat dan proses
fertilisasi
(penyatuan
dengan
ovum) tdk terjadi
Sangat efektif, tdk ada efek
samping jangka panjang, efektif
setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan
Jenis : Vasektomi dengan pisau
dan vasektomi tanpa pisau (VTP)

Medis Operasi Pria (MOP)


Vasektomi

Medis Operasi Pria


(MOP).

EFEKTIVITAS
KONTRASEPSI
METODE KONTRASEPSI

H
O
R
M
O
N
A
L

KONTRASEPSI
ORAL

SUNTIKAN

1 bulan (estrogen + progesteron)


3 bulan (depot progesteron)

SUSUK / IMPLAN Depot Progesteron

M
E
K
A
N
I
K

ALAT - ALAT
MEKANIK

TEKNIK

TEKNIK

NONKONTR.

1. Pil Kombinasi
(Estrogen+ Progesteron)
2. Pil Sequential
(Estrogen + Progesteron bertahap)
3. POP = Progesterone Only Pill
(Progesteron saja)

1. Spiral (IUD = Intra Uterine Device


AKDR = Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
2. Kondom
3. Diafragma
4. Spermatisida
5. Diafragma +Spermatisida
1. Sanggama terputus (Coitus Interruptus)
2. Kalender / Pantang berkala

TANPA KONTRASEPSI

P.I.
(Pearl Index)
0.1
2.0
2.3

0.7 - 1.0
0.7 - 1.1
0.7 - 1.0
1.0 - 2.0 (tembaga)
1.0 - 5.0 (plastik)
10
20
20
12
17
23
80

Pearl Index : yg hamil pd 100 akseptor / tahun (

TERIMA KASIH