Anda di halaman 1dari 47

Geopolitik Indonesia

Oleh:
Khoerunnisa
Rica Octoria
Indah Mutiara
Wawan Andriani
Hermastuti

Universitas Negeri
jakarta

Materi
Pengertian

Geopolitik
Teori Geopolitik Negara Besar di Dunia
Konsep Geopolitik Indonesia
Implementasi Geopolitik dalam Hukum Kewilayahan
Prinsip Geopolitik Wawasan Nusantara
Konsep Bangsa, Negara dan Wilayah
Hakekat Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional
Geopolitik Indonesia di era Globalisasi

Pengertian Geopolitik
Geopolitik adalah seni dan praktek penggunaan
kekuasaan
politik
atas
suatu
wilayah
tertentu.Secara tradisional, istilah ini diterapkan
terutama terhadap dampak geografi pada politik,
tetapi penggunaannya telah berkembang selama
abad ke abad yang mencakup konotasi yang lebih
luas.
Geografi Politik merupakan cabang geografi manusia
yang bidang kajiannya adalah aspek keruangan
pemerintahan atau kenegaraan yang meliputi
hubungan regional dan internasional, pemerintahan
atau kenegaraan dipermukaan bumi.

Secara umum:

geopolitik

adalah cara pandang


dan sikap bangsa Indonesia mengenai
diri,
lingkungan,
yang
berwujud
Negara
kepulauan
berlandaskan
Pancasila dan UUD 1945.

Teori Geopolitik Sebelum


Perang Dunia II

Teori Geopolitik
Jerman

Teori Geopolitik
Inggris

Teori Geopolitik
Amerika

Teori Geopolitik Negara Besar


di Dunia
Pra
Perang
Dunia II

Era
Perang
Dunia II

Pasca
Perang
Dunia II

Teori Geopolitik Jerman


sebelum Perang Dunia II

Fredrich Ratzel (1844-1904)


pertumbuhan negara mirip dengan pertumbuhan
organisme yang memerlukan ruang hidup yang
mencukupi agar dapat tubuh subur

Rudolf Kjellen (1864-1922)


suatu organisme bukan hanya mirip
seperti pendapat
Ratzel ,negara
satuan politik yang menyeluruh, batas
negara bersifat sementara.

Karl Hausofer (1896- 1946)


teori ruang dan kekuatan :lebensrum cukup mengikuti hukum alam ;
swasembada/ autarkhi.
Implementasinya adalah berupa pembagian wilayah (Pan Regionalisme):
Pan Amerika (Monroe Doctrine, USA)
Pan Asia Timur (Doktrin Hoka I Chiu, Jepang)
Pan Rusia India (Wilayah Asia Barat dan Eropa Timur,Rusia)
Pan Eropa Afrika(Eropa Barat-tidak termasuk Inggris dan Rusia, Jerman)

Teori Geopolitik Inggris


sebelum Perang Dunia II
Sir Walter Raleight (1554-1618)

1.
2.
3.

Penekanan wawasan maritim ( Penguasaan laut )dengan


tujuan untuk menguasai perdagangan .
Tujuan akhir terhadap penguasaan dunia.
Memerlukan keseriusan dalam pembangunan armada laut.

Teori Geopolitik Amerika


Sebelum Perang Dunia II

Alfred Thayer Mahan (1840-1914)


1.

2.

Memperhatikan perlunya mempertahankan serta


memanfaatkan sumber daya laut, termasuk akses
ke laut.
pembangunan armada laut dan kekuatan maritim.

Guilio Douhet (1878-1939)

kekuatan dirgantara sangat berperan dalam memenangkan peperangan melawan


musuh .

Pembangunan armada atau angkatan udara lebih menguntungkan karena


angkatan udara memungkinkan beroperasi sendiri tanpa dibantu oleh angkatan
lainnya

fleksibilitas dan fungsionalitas dari angkatan udara menjadikan kemenangan


terakhir ada pada angkatan udara.

Teori- Teori Geopolitik era Perang


Dunia II
Teori Geopolitik
Inggris

Teori Geopolitik
Perancis

Teori Geopolitik
Jerman

Teori Geopolitik
Jepang

Teori geopolitik Inggris


era Perang Dunia II

Teori geopolitik daerah batas dengan semboyan The British


rules the waves.

Menjadikan daerah pantai Eurasia sebagai daerah penyangga.

Dalam penerapannya Inggris harus mencegah Rusia keluar


dari Eurasia, sehingga mensyaratkan Inggris akan mampu
menguasai dunia.

Teori geopolitik Perancis


era Perang Dunia II

Teori wawasan benua sebagai upaya menghadapi


ancaman dari Prusia dan Rusia serta jajahannya di
benua lain.

Dengan teori tersebut Perancis menetapkan untuk


tetap kuasai daerahnya sendiri.

Teori Geopolitik Jerman


era Perang Dunia II

Jerman membentuk Pan Jerman.

Jerman menggunakan teori Haushoffer (penekanan


pada wilayah strategi) untuk merebut Polandia dan
wilayah tetangga lain yang dilakukan secara kilat
(blitzkreieg).

Teori Geopolitik Jepang


era Perang Dunia II
Menggunakan

Teori wawasan kemakmuran bagi


negara-negara di Asia Timur.

Dengan

semboyan Asia untuk bangsa Asia,


sehingga penguasaan negara-negara di Asia Timur
oleh Jepang untuk maksud kemakmuran Asia Timur.

Teori-Teori Geopolitik Pasca Perang


Dunia II
Teori geopolitik yang dikembangkan bertumpu pada realitas yang terjadi pada perang
Dunia II yaitu:

Kekuatan nyata sesaat belum menjamin kemenangan akhir.


Kekuatan ekonomi dan industry tanpa dukungan SDA tidak menentukan kemenangan
perang.
Faktor manusia (kesadaran bela negara) sangat berpengaruh yang disebut partisan.
Perkembangan iptek akan mempengaruhi bangsa mengembangkan geopolitiknya.
Untuk memelihara kekuatan militer didukung faktor alamiah, geografi, sumber daya
alam dan penduduk (hanya USA dan US ).
Terjadi bi-polar yaitu sekutu ( Inggris, USA, Perancis dan Eropa Barat) melawan Blok
Timur (Uni Sofiet, Polandia, Eropa Timur kemudian RRC).

Konsep Geopolitik
Indonesia
Wawasan Nusantara adalah geopolitik Indonesia.
Dasar-dasar geopolitik Indonesia diletakkan pada ikrar
sumpah Pemuda yaitu satu nusa, satu bangsa, satu
bahasa .
Kebangsaan Indonesia terdiri atas tiga unsur geopolitik
yaitu:
Rasa kebangsaan
Paham kebangsaan
Semangat kebangsaan

wawasan nusantara tetap menjaga


empat kesatuan yang meliputi :
Kesatuan Politik

Kesatuan Ekonomi

Kesatuan Sosial
Budaya

Kesatuan
Pertahanan
Keamanan

1. Kesatuan politik

Tanggal 13 desember 1957 Deklarasi Djuanda, dilanjutkan Perpu no.


4/1960, menjadikan kesatuan geografi menjadi kesatuan politik.

Laut menjadi pemersatu wilayah dan tidak lagi pemisah wilayah.

Deklarasi
Djuanda merupakan cerminan bangsa Indonesia yang
menghendaki wilayah yang utuh sebagai suatu benua.

Konvensi hukum laut 1982 di Montego Bay merupakan


pengukuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai
negara kepulauan (archipelagic state)

Masa Hindia Belanda kultur satu suku bangsa dijadikan satu


propinsi dan sub kulturnya dijadikan satu-satu karesidenan.
Ini menyebabkan sentimen kedaerahan yang ternyata
dipicu oleh ulah kita dengan dalil pemekaran wilayah. Oleh
karena itu dalam menentukan otonomi daerah perlu
diwaspadai adanya bahaya dis-integrasi bangsa.

2. Kesatuan Ekonomi

mengelola sumber daya yang ada di negara kita.


memberi otonomi yang luas pada daerah.
sistem perekonomian nasional harus seiring dengan sistem politik
nasional.
Pendistribusian hasil pengelolaan sumber daya adil dan merata
dimulai dengan jelasnya kewenangan perijinan antara Pemerintah
dan Daerah.

3. Kesatuan Sosial
Budaya
Ki Hajar Dewantara menegaskan bahwa:
Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah
usaha budinya rakyat Indonesia seluruhnya. Usaha kebudayaan
harus menuju kearah kemajuan adab, budaya dan persatuan,
dengan tidak menolak bahan-bahan baru dan budaya asing
yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan
bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kebudayaan bangsa
Indonesia.

Kesatuan

sosial budaya
sesungguhnya adalah sublimasi
rasa, faham dan semangat
kebangsaan, tanpa mendukung
suku, ras, agama serta asal
keturunan.

4. Kesatuan Pertahanan Keamanan

pasal 27 UUD 1945 ayat 3

Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya
pembelaan negara
Pasal 30 UUD 1945 ayat 2
Untuk pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui
sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta oleh Tentara
Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia ,
sebagai kekuatan utama, dan rakyat sebagai kekuatan pendamping.
usaha pertahanan dan keamanan melalui suatu sistem pertahanan
keamanan rakyat semesta SISHANKAMRATA.

SISHANKAMRATA :

Orientasi kepada rakyat,


diciptakan untuk rakyat.

bahwa

rasa

aman

hendaknya

Pelibatan secara semesta, mengandung arti bahwa setiap warga


negara dan fasilitas digunakan untuk pertahanan keamanan
negara.

Digelar di wilayah nusantara secara wilayah, diharapkan bahwa


tiap unit wilayah dapat menggalang ketahanan nasionalnya.

Keuletan dan ketangguhan sistem ini ditentukan


oleh dukungan logistik rakyat dan wilayah.

Dapat terjadi apabila sejak dini telah dirancang


untuk dua keperluan yaitu untuk keperluan militer
dan keperluan masyarakat sipil.

Kesatuan bersenjata milik wilayah maupun partai


politik (laskar/satuan tegas )harus ditiadakan.

Implementasi Geopolitik dalam


Hukum Kewilayahan
Undang-Undang

No. 4/Prp Tahun 1960 tentang Perairan

Indonesia.
Konsepsi

negara kepulauan telah disahkan oleh PBB tahun


1994 (melalui UNCLOS 1982)

4 macam negara yang berkepentingan atas wilayah


Indonesia, yaitu :
o Negara
o Negara
o Negara
o Negara

tetangga (ASEAN termasuk Australia)


dengan armada perikanan besar (Jepang)
pemilik perusahaan perkapalan (sea liners)
adidaya

Prinsip Geopolitik Wawasan


Nusantara
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa
Indonesia mengenal diri yang serba beragam dan lingkungan yang
bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan
wilayah namun tetap menghargai dan menghormati kebhinekaan
dalam setiap kehidupan nasional untuk mencapai tujuan nasional.

Dimensi Pemikiran
Dimensi

Kewilayahan

Ditinjau dari konfigurasi geografis wilayah nasional


Indonesia merupakan bentangan terpanjang di dunia.
Dimensi

kehidupan bermasyrakat, berbangsa,


dan bernegara.

Wawasan Nusantara sebagai Landasan


Visional Bangsa
Cita-cita

nasional

Tercantum pada Pembukaan UUD 1945, yaitu : Indonesia yang merdeka,

bersatu, berdaulat adil dan makmur, serta berkehidupan kebangsaan yang


bebas.
Tujuan

Nasional

Tercantum pada Pembukaan UUD 1945, pada hakekatnya merupakan misi

negara, yaitu : melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,
dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial.

Konsepsi Bangsa
Harus berbasis pada identitas dan budaya bangsa yang terdiri
dari
berbagai suku bangsa dan kelompok etnik, namun dengan tetap
mengacu pada prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
Nasionalisme Indonesia adalah refleksi penyaluran komitmen dan
loyalitas individual warga bangsa dari tingkat lokal/primordial ke
tingkat bangsa/negara tanpa harus mengorbankan identitasnya

Konsepsi Negara
Fungsi utama negara adalah menyediakan
ruang lingkungan kondusif bagi tumbuh dan
berkembangnya segenap komponen bangsa
sesuai dengan aspirasi dan kultur masing
masing.

Konsepsi Wilayah
Konsepsi negara Indonesia mengacu pada konsep Negara Kepulauan.
Menurut konsepsi ini,kedaulatan wilayah Indonesia berlaku di
daratan, perairan kepulauan, perairan territorial dan ruang diatasnya.
Berdasarkan konsepsi tersebut, maka wilayah laut atau perairan
dalam wilayah nasional berfungsi sebagai pemersatu keseluruhan
wilayah tanah air Indonesia.

Peta wilayah laut


Indonesia

Hakekat Wawasan
Nusantara
Hakekat wawasan nusantara adalah rasa dan
semangat kebangsaan/nasional (nasionalisme)
yang tinggi dalam semua aspek kehidupan,
yang berarti berbuat, mempersembahkan dan
mendharmabaktikan yang terbaik bagi bangsa
dan negara Indonesia.

Asas Wawasan
Nusantara

Adalah ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara,


dan diciptakan agar terwujud dan dihayatinya cara pandang yang
utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan nasional
dengan mengutamakan persatuan bangsa dan kesatuan wilayah
Indonesia,
dengan
tetap
menghargai
dan
menghormati
kebhinnekaan dalam setiap aspek kehidupan nasional. Terdiri dari:

Kepentingan bersama
Keadilan
Kesetiaan terhadap kesepakatan/ikrar bersama

Arah Pandang
Meliputi:

Arah pandang ke dalam,bertujuan menjamin terwujudnya persatuan dan


kesatuan bangsa dan kesatuan wilayah negara Indonesia.

Arah pandang keluar, ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional


dalam dunia yang serba berubah , dan ikut serta melaksanakan
ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan
keadilan sosial serta mengembangkan suatu kerja sama dan saling
menghormati.

Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan


Kedudukan

Wawasan nusantara sebagai landasan visional akan menjadi salah satu


paradigma nasional sebagai rujukan, disamping landasan idiil (Pancasila) dan
landasan konstitusional (UUD1945), dan landasan konsepsional (Ketahanan
Nasional).

Tujuan
Tujuan dari wawasan nusantara adalah menumbuhkembangkan rasa dan sikap
nasional yang tinggi, rasa senasib dan sepenanggungan, sebangsa setanah ari,
satu tekad bersama dengan mengutamakan kepentingan nasional tanpa
mengorbankan kepentingan perorangan, golongan, suku bangsa atau daerah.

Unsur Dasar Wawasan Nusantara


Wawasan

nusantara sebagai cara


pandang bangsa indonesia tentang
diri dan lingkungannya merupakan
fenomena ( gejala sosial) yang
dinamis.

1. Unsur Wadah

Wadah sebagai unsur terbentuknya konsepsi wawasan


nusantara adalah tempat atau organisasi di mana bangsa
indonesia memandang diri dan lingkungannya berdasarkan
pancasila dan UUD 1945 yang berwujud sebagai satu
kesatuan wilayah yang utuh berupa negara indonesia.

2.Unsur Isi

Unsur isi merupakan kehendak atau


aspirasi dari bangsa indonesia dalam
mewujudkan satu cara pandang bangsa
indonesia yang melihat indonesia sebagai
satu kesatuan yang utuh dalam rangka
mencapai tujuan nasional.

3.Tata laku
Merupakan kegiatan atau perilaku bangsa indonesia dalam
melaksanakan aspirasi guna mewujudkan indonesia sebagai
satu kesatuan yang utuh menyeluruh dalam mencapai tujuan
nasional.
Terdiri dari 2 macam:
1. Tata laku Batiniyah
2. Tata laku lahiriah

Sasaran Implementasi Wawasan


Nusantara dalam Kehidupan
Nasional

Implementasi atau penerapan wawasan


nusantara
harus
tercermin
pada
pola
pikir,sikap,dan pola tindakan yang senantiasa
mendahulukan kepentingan bangsa dan
negara daripada kepentingan pribadi atau
kelompok sendiri.

Implementasi

wawasan nusantara dalam kehidupan politik.

Implementasi

wawasan nusantara dalam kehidupan ekonomi.

Implementasi

wawasan nusantara dalam kehidupan sosial budaya.

Implementasi

wawasan nusantara dalam kehidupan hankam.