Anda di halaman 1dari 3

Gigi Berlubang : Timbulnya lubang pada area gigi memang merupakan salah satu pemicu terjadinya rasa nyeri

dan
ngilu. Lubang pada gigi akan menyebabkan sebagian makanan terjebak dan tertinggal dalam lubang, dan apabila
tidak dibersihkan, maka akan menyebabkan pembusukan makanan dan meningkatkan aktifitas bakteri dan memicu
timbulnya rasa nyeri.
Sensitif : Gigi sensitif merupakan salah satu gangguan pada gigi yang disebabkan hipersensitifitas pada persyarafan
atau akar gigi. Menurut salah seorang praktisi kesehatan gigi dan gusi, dikatakan bahwa gigi sensitif ini bisa saja
dipicu oleh terjadinya kelainan genetik pada syaraf gigi, sehingga respons yang ditimbulkan akibat rangsang tertentu
menjadi lebih aktif. Lebih lanjut dikatakan bahwa rasa ngilu ini dapat terjadi ketika mengkonsumsi makanan dan
minuman yang terlalu panas atau terlalu dingin.
Perubahan Suhu : Pada beberapa orang, terjadinya perubahan penurunan temperatur udara atau suhu seperti terlalu
dingin, bisa menjadi salah satu penyebab serangan ngilu pada gigi. Menurut salah seorang praktisi kesehatan gigi dan
gusi, dikatakan bahwa penurunan temperatur lingkungan dapat memicu timbulnya sensitifitas pada syaraf gigi.
Penurunan Gusi : Posisi gusi yang turun akibat terlalu banyaknya tumpukan plak atau karang gigi di sepanjang garis
gusi akan menyebabkan peningkatan aktifitas bakteri yang berakibat pada terbukanya saluran akar gigi. Menurut
beberapa sumber, dikatakan bahwa saluran akar gigi yang terbuka akan meningkatkan resiko serangan nyeri.
Penyebab gigi belubang terasa sakit. Masalah yang terjadi pada gigi salah satunya adalah gigi berlubang. Penyebab
gigi berlubang terasa sakit adalah karena beberapa jenis bakteri yang menyebabkan menghasilkan asam yang bisa
merusak mahlota, dan area reaksi fermentasi kimia yang terjadi. Jadi sisa makanan dalam bentuk karbohidrat ini
kemudian akan diuraikan oleh bakteri. Sedangkan asam yang diuraikan oleh adanya bakteri tadi bisa mempengaruhi
mineral gigi sehingga gigi menjadi sensitive. Dan kemudian mineral gigi banyak yang kurang dan juga membuat
lubang yang terbentuk pada gigi. Cara mengatasi gigi berlubang adalah dengan merawat gigi dengan rajin, menjaga
kesehatannya agar sisa dari makanan tidsk tercsmpur dengan bakteri.
Cara mengatasi penyebab gigi berlubang terasa sakit bisa dilakukan dengn merawat gigi. Merawat gigi dilakukan
dengan cara menggosok gigi setiap hari dengan rajin. Entah baik sebelum dan juga sesudah makan. Mengapa
demikian ? karena sisa makanan bisa saja menjadi penyebab dari terjadinya gigi berlubang, dan juga bisa
menyebabkan karang pada gigi. Jika gigi berkarang, maka akan menyebabkan masalah bau mulut. Dan disaat kita
bicara dengan orang lain, pasti hal ini akan membuat mereka tidak nyaman dan merasa terganggu.
Mengonsumsi kismis. Kismis yang mengandung phytonutrien oleanolic acid yang ada di dalam kismis ini sudah
terbukti bisa mencegah masalah gigi berlubang karena bisa membunuh penyebab dari gigi yang berlubang tersebut.
Cobalah lakukan pemeriksaan perawatan sakit gigi yang dilakukan secara periodic ke dokter gigi. Dan idealnya
adalah 6 bulan sekali. Jangan datang ke dokter gigi hanya jika sakit gigi saja. Kontrol yang dilakukan secara rutin
misalnya dilakukan selama 6 bulan sekali, hal ini bertujuan agar jika gigi yang berlubang bisa dengan mudah diatasi.
Dan sebelum lubangnya semakin dalam dan semakin mendekati pulpa juga sehingga bisa menimbulkan rasa sakit dan
juga adanya keluhan yang mengganggu.
Singkat cerita, setelah diperiksa oleh bu dokter, selain tambalan yang terlepas pada gigi nomor 14 ditemukan juga
lubang pada gigi nomor 15. Proses pengeboran berjalan dengan baik - baik saja, situasi masih terkendali karena
belum ada rasa sakit yang muncul. Bencana datang pada saat dilakukan perawatan pada gigi nomor 15 karena
ditemukan adanya infeksi. Apalagi sewaktu bu dokter menyebut kata gangrene sewaktu berbicara dengan perawat.
Wah, ada apa lagi ini ?
Sebagai tindakan perbaikannya dilakukanlah apa yang disebut dengan Perawatan Saluran Akar Gigi. Seperti apa
perawatannya? Prinsipnya sederhana saja kok, hanya dilakukan pengeboran untuk memperbesar lubang, kemudian
dilakukan pembersihan jaringan akar gigi, dan diakhiri dengan penambalan. Sakitnya? Itu lain cerita :)
Proses yang paling menyakitkan dan cukup menguras air mata adalah pada saat pembersihan jaringan pulpa. Lha iya
lah, jaringan syaraf masih hidup dan berfungsi diobok-obok dengan peralatan logam yang bentuknya pun sudah
cukup untuk mengintimidasi nyali :) Cukup lama waktu yang diperlukan untuk membersihkan bagian pulpa. Yaaahh
walaupun hanya dalam hitungan belasan menit, tapi rasanya itu lhooo.
Setelah bersih, siksaan berikutnya menyusul yaitu mengisi rongga yang sebelumnya berisi pulpa. Yang satu ini
tidaklah sesakit seperti saat pembersihan pulpa, tapi karena adanya tekanan yang diberikan pada gigi untuk
memasukkan bahan pengisi ya tetap saja muncul rasa sakit. Setelah itu ditambahkan bahan lain untuk bagian terluar
gigi. Beres? Oh belum, sebulan lagi masih harus kembali untuk kontrol. Dari pengalaman sebelumnya memang perlu
sampai 2 atau 3 kali kunjungan untuk perawatan gigi yang satu ini.

Profesi dokter gigi dan semua perawatan yang dilakukannya kerap kali dicap sebagai sesuatu hal yang menakutkan,
dan juga menyakitkan. Padahal jika masalah gigi ditanggulangi secara dini, boleh jadi rasa sakit tidak akan
mengganggu pasien.
Namun sayangnya banyak orang yang menunda pergi ke dokter gigi, meskipun sudah tahu
bahwa ada salah satu giginya yang berlubang. Bila sudah demikian, tentu saja akan terasa
sakit saat akan ditambal, karena gigi harus dibor untuk mengangkat jaringan karies dan juga
untuk mempreparasi gigi menjadi bentuk yang adaptif bagi bahan tambal dan dapat
bertahan lama.
Kalau karies sudah mencapai jaringan dentin, bor akan mengenai jaringan dentin dan menstimulasi persyarafan,
akibatnya pasien akan merasa ngilu yang cukup berat. Pasien juga banyak yang terintimidasi dengan bunyi
mendesing saat dokter mengebor gigi, menambah alasan untuk tidak pergi ke dokter gigi.
Perlu dicamkan bahwa karies dini belum tentu harus ditambal, dan berarti gigi tidak perlu dibor. Proses karies malah
dapat dibalik dan terhenti, asalkan prosesnya masih dalam tahap awal dan ada langkah-langkah yang perlu dilakukan.
Terapi fluor (seperti berkumur dengan larutan fluor, aplikasi fluor topikal, atau yang lebih sederhana yaitu
menggunakan pasta gigi mengandung fluor) dapat membantu proses remineralisasi gigi, yaitu peletakan kembali
mineral gigi yang hilang akibat karies dan memperkuat email. Selain itu juga perlu adanya perubahan pola makan,
dengan memilih makanan yang sehat kaya serat dan menghindari makanan yang lengket, manis, atau asam.
rasa sakit setelah ditambal merupakan hal yang wajar, yang disebabkan oleh salah satu atau gabungan faktor berikut:
1. Bahan-bahan kimia yang digunakan saat proses penambalan merupakan zat asing bagi tubuh kita, sehingga
menimbulkan reaksi radang.
2. Bahan resin komposit masih dapat mengeras setelah sekitar dua hari penambalan. Saat mengeras, resin
komposit akan menyusut, penyusutan resin komposit akan menimbulkan daya hisap dari dalam gigi. Sakit ini
biasanya baru muncul satu hingga dua hari setelah penambalan.
3. Saat proses pembersihan, pemboran, pengasaman, penyinaran, dan penambalan, saraf gigi mengalami
berbagai trauma dari zat kimia, panas, dan gesekan. Hal ini wajar karena saraf gigi begitu sensitif. Sakit ini
bisa berlangsung hingga dua bahkan enam minggu pasca tambalan dan akan hilang dengan sendirinya.
Untungnya, sekitar hampir dua minggu sejak tambal permanen tersebut, nyeri gigi saya mulai berkurang dan tidak
bengkak lagi.
Menambal Gigi dan Cabut Gigi. Langkah yang umumnya akan diambil dokter gigi adalah menambal gigi yang rusak,
bila lubangnya belum terlalu besar. Tetapi, bila kita merasakan sakit gigi, proses penambalan tidak dapat langsung
dilakukan karena dengan demikian gas dalam gigi tidak dapat keluar. Dokter akan memberikan obat penghilang rasa
sakit atau akan mematikan saraf gigi agar kita tidak tersiksa dengan rasa sakitnya. Pada kunjungan selanjutnya
barulah gigi akan dibersihkan dan ditambal sementara, penambalan secara permanen dilakukan pada kunjungan
berikutnya lagi.
Bila lubang terlalu besar dan tidak memungkinkan untuk ditambal, berarti gigi harus dicabut. Sama seperti proses
penambalan gigi, maka gigi juga tidak dapat langsung dicabut saat gigi masih terasa sakit. Hal ini disebabkan saat
kita merasakan sakit gigi, maka obat anestesi (obat kebal agar tidak terasa sakit saat gigi dicabut) tidak dapat
menembus akar gigi, sehingga saat dicabut akan menyebabkan sakit yang luar biasa. Proses pencabutan gigi baru bisa
dilakukan saat gigi sudah tidak terasa sakit dan untuk menghilangkan rasa sakit dokter akan mematikan saraf gigi.
Tambalan sewarna gigi yang disinar itu adalah Resin Komposit. Penggunaan bahan tambal ini sangat baik dari segi
estetis, dan seiring dengan perkembangan teknologi bahan-bahan yg beredar di pasaran sudah memiliki kekuatan yg
baik sehingga mampu menahan tekanan kunyah, meski tambalan amalgam masih unggul dlm hal kekuatan &
ketahanan jangka panjang. Namun keberhasilan bahan ini sangat bergantung pada beberapa faktor, terutama
keterampilan operator. Mengenai nyeri pada gigi Anda, ada beberapa kemungkinan penyebab:
Lubang pada gigi sebetulnya sudah terlalu dalam. Bagaimana keluhan gigi sebelum ditambal, apakah pernah
sakit spontan? Bila lubang sudah mencapai dentin dan mendekati rongga pulpa, seharusnya diberi pelapis utk
pelindung pulpa sebelum ditambal dengan resin komposit. Bila tidak, memang ada kemungkinan gigi menjadi
ngilu. Apalagi kalau pengerasan bahan tambal di dasar tambalan tidak sempurna.

Kekurangan dari resin komposit adalah bahan ini sedikit menyusut saat mengeras. Pengerasan masih
berlangsung selama +/- 24 jam setelah penyinaran. Pada beberapa orang penyusutan ini dapat menimbulkan
rasa ngilu/tidak nyaman tapi biasanya hanya berlangsung 1-2 hari.
Kesalahan pada tahap-tahap penambalan. Penambalan dengan resin komposit harus didahului dengan
beberapa tahapan, yaitu pengolesan permukaan email dengan asam lalu diikuti dengan bahan adhesive lalu
baru resin kompositnya.
Kesalahan dalam salah satu tahapan ini berpotensi untuk menimbulkan ngilu . Perlu dipertanyakan, apakah ngilu
timbul segera setelah penambalan, ataukah terasa baru-baru ini (setelah ditambal 2 bulan yang lalu)? Bagaimana rasa
ngilunya, apakah kalau terkena rangsang makanan/minuman manis/dingin? ataukah terasa spontan berdenyut?
Tambalan resin komposit yang tidak adekuat dapat mengalami kebocoran sehingga terjadi karies sekunder (karies di
bawah tambalan), namun proses karies ini memakan waktu cukup lama, biasanya usia tambalan sudah lebih dari 6
bulan. Bila perlu, pemeriksaan radiograf (rontgen) dapat dilakukan untuk menunjang diagnosa. Demikian penjelasan
saya, bila ada yang masih ingin ditanyakan saya dengan senang hati akan menjawab.