Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Undang-Undang No. 52 tahun 2009, tentang perkembangan kependudukan dan
pembangunan keluarga. Penduduk sebagai modal dasar dan faktor dominan
pembangunan harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan karena
penduduk yang besar dengan kualitas rendah dan pertumbuhan yang cepat akan
memperlambat tercapainya kondisi yang ideal antara kuantitas dan kualitas penduduk
dengan daya dukung dan daya tampung lingkungan, disamping itu keberhasilan dalam
mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan mengembangkan kualitas
penduduk serta keluarga akan memperbaiki segala aspek dan dimensi pembangunan
dan kehidupan masyarakat untuk lebih maju, mandiri, dan dapat berdampingan dengan
bangsa lain juga dapat mempercepat terwujudnya pembangunan berkelanjutan.
Dengan demikian maka pemerintah bertanggung jawab dalam Perkembangan
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, untuk itu pemerintah menetapkan
kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), yang
berkaitan dengan pengelolaan perkembangan kependudukan dan pembangunan
keluarga, sedangkan pemerintah daerah menetapkan kebijakan dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pada daerah masing-masing.
Dalam Rencana Kerja Tahunan tersebut diharapkan program KKB bisa menjadi
program prioritas. Keberhasilan program KKB tersebut tidak terlepas dari dukungan
berbagai pihak terutama Institusi Masyarakat Perdesaan/Perkotaan (IMP), PLKB/PKB.
Dukungan nyata tersebut mulai dari penggerakan kegiatan, pengelolaan dan
pelaksanaan sampai pada pengumpulan data basis melalui pendataan keluarga.
Seiring dengan penyediaan pelayanan yang lebih berkualitas perlu dengan
Sumberdaya manusia Pengelola Program yang handal di berbagai tingkatan. Namun
keberadaan PLKB/PKB semakin berkurang, sehingga perlu dibantu dengan PLKB non
PNS sebagai pengelola Program KKBPK di Desa /Kelurahan dituntut untuk lebih
profesional
Untuk itu perlu peningkatan berbagai dimensi penyelenggaraan program disetiap lini
lapangan, termasuk peran dan fungsi para PLKB/PKB dan PLKB non PNS. Seiring
dampak desentralisasi maka perlu kebijakan dan strategi baru dalam menggarap
program KKBPK disemua tingkat lini lapangan sesuai harapan dan dinamika yang ada.
B. Deskripsi Singkat
Mata diklat ini menjelaskan tentang kedudukan, tugas dan fungsi PLKB/PKB dan PLKB
Non PNS, serta langkah Kerja PLKB, dalam rangka meningkatkan kinerja PLKB/PKB
dan PLKB Non PNS di era desentralisasi.

C. Manfaat Modul Bagi peserta


Setelah mempelajari Modul ini diharapkan peserta memahami kedududukannya
sebagai pengelola program KB di lapangan dan tahu fungsinya sebagai PLKB/PKB dan
PLKB Non PNS sehingga dapat diaplikasikan sebagai mekanisme dan langkah kerja
PLKB.
D. Standar Kompetensi
1. Kompetensi Dasar
Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta mampu mempraktikkan tugas fungsi
PLKB.
2. Indikator Keberhasilan, peserta dapat:
a. Menjelaskan kedudukan dan fungsi PLKB/PKB dan PLKB Non PNS
b. Menjelaskan langkah kerja PLKB/PKB dan PLKB Non PNS
c. Mempraktikkan 10 langkah kerja PLKB/PKB dan PLKB Non PNS.
E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Kedudukan dan Fungsi PLKB
a.
b.
c.

Kedudukan PLKB/PKB dan PLKB Non PNS


Tugas PLKB/PKB dan PLKB Non PNS
Fungsi PLKB/PKB dan PLKB Non PNS

2. Langkah kerja PLKB/PKB


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.
F.

Pendekatan Tokoh Formal


Pendataan dan Pemetaan
Pendekatan Tokoh Informal
Pembentukan Kesepakatan
Penegasan Kesepakatan
Penerangan dan Motivasi
Penteladanan/Pembentukan Grup Pelopor
Pelayanan KB
Pembinaan
Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi

Petunjuk Belajar
Pengalaman belajar dapat diperoleh melalui proses pembelajaran yang dipadukan
dengan pengalaman kerja dilapangan, mengingat bahasan bahan ajar ini masih
terbatas, maka disarankan untuk :
2

a. Membaca dengan seksama indikator keberhasilan dari pembelajaran ini


b. Berdiskusi dan curah pendapat dengan fasilitator maupun dengan peserta lainnya.
c. Membuat catatan-catatan kecil dari setiap bab-nya dengan mengambil poin-poin
pentingnya.
d. Mengerjakan soal-soal yang diberikan untuk mengukur pemahaman materi.
e. Berlatih bersama peserta lain agar terampil melalukan langkah kerja PLKB
f. Mencari sumber-sumber lain untuk mendukung pemahaman terhadap isi materi
bahan ajar ini yang masih terbatas.

BAB II
KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI

Indikator Keberhasilan :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat menjelaskan tentang kedudukan,
tugas dan fungsi PLKB/PKB

A Kedudukan PLKB/PKB
1. Kedudukan PKB
Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) adalah Pegawai Negri Sipil ( PNS ) di
Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota berkedudukan di Desa/Kelurahan
yang bertugas melaksanakan, mengelola, menggerakkan, memberdayakan serta
menggalang dan mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam
pelaksanaan program KKBPK bersama institusi masyarakat pedesaan/
perkotaan di tingkat Desa/Kelurahan
2. Kedudukan PLKB
Petugas Lapangan Keluarga Berencana adalah Pegawai Negeri Sipil atau Non
pegawai negeri sipil yang diangkat oleh pejabat yang berwenang dan
berkedudukan di tingkat Desa/Kelurahan yang mempunyai tugas, melaksanakan,
mengelola, menggerakkan, memberdayakan serta menggalang dan
mengembangkan kemitraan dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan program
KKBPK bersama institusi masyarakat pedesaan/perkotaan di tingkat Desa/
Kelurahan
B Tugas PLKB/PKB
1. Perencanaan
PLKB/PKB dalam bidang perencanaan bertugas meliputi penguasaan potensi
wilayah kerja sejak pengumpulan data, analisa penentuan masalah prioritas,
penyusunan rencana kerja dan memfasilitasi penyusunan jadwal kegiatan tingkat
RT, RW dan Desa/Kelurahan
2. Pengorganisasian
PLKB/PKB dibidang pengorganisasian meliputi memperluas pengetahuan dan
wawasan program, rekruitmen kader, mengembangkan kemampuan dan
memerankan kader/IMP dan mitra kerja lainnya dalam Program Pengendalian
Penduduk, KB-KR dan KS-PK. Bila di wilayah kerjanya tidak ada kader
diharapkan dapat merekrut kader baru.

3. Pelaksana dan Pengelola Program


PLKB/PKB sebagai pelaksana dan pengelola melakukan berbagai kegiatan mulai
penyiapan/menfasilitasi peran IMP dan mitra kerja lainnya serta dukungan untuk
pelayanan KIE/Konseling dan Advokasi program KKBPK.
4. Pengembangan
PLKB/PKB melaksanakan pengembangan kemampuan teknis IMP dan mitra
kerja lainnya dengan melaksanakan mekanisme oprasional secara rutin dan
berkelanjutan dalam penyelanggaraan program KKBPK di tingkat desa /
kelurahan.
5. Evaluasi dan Pelaporan
PLKB/PKB melaksanakan evaluasi dan pelaporan program KKBPK sesuai
dengan sistem pelaporan yang telah ditentukan dan dilaksanakan secara rutin
dan berkelanjutan.
C Fungsi PLKB/PKB
PLKB/PKB mempunyai fungsi merencanakan, mengorganisasikan, mengembangkan,
melaporkan dan mengevaluasi program Kependudukan dan KB Nasional dan
pembangunan lainnya di tingkat desa/kelurahan.
D Rangkuman
PKB adalah Pegawai Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten dan Kota
berkedudukan di Desa/Kelurahan yang bertugas melaksanakan, mengelola,
menggerakkan, memberdayakan serta menggalang dan mengembangkan kemitraan
dengan berbagai pihak dalam pelaksanaan Program Pengendalian Penduduk, KBKR dan KS-PK bersama institusi masyarakat pedesaan/perkotaan di tingkat
Desa/Kelurahan.
PLKB adalah Pegawai Negeri Sipil atau Non pegawai negeri sipil yang diangkat oleh
pejabat yang berwenang yang memiliki kedudukan dan tugas yang sama dengan
PKB.
Dalam mengelola Program Pengendalian Penduduk, KB-KR dan KS-PK di tingkat
Desa/kelurahan PLKB/PKB berfungsi sebagai perencana, pengorganisasi, pelaksana
dan pengelola, pengembangan serta evaluasi dan pelaporan.
E Latihan
1. Jelaskan apa yang saudara ketahui tentang kedudukan PKB dan PLKB ?
2. Uraikan mengenai tugas-tugas PLKB/PKB ?
3. Jelaskan apa fungsi PLKB/PKB ?

BAB III
LANGKAH KERJA PLKB/PKB
Indikator Keberhasilan :
Setelah mengikuti pembelajaran ini, peserta dapat melakukan langkah kerja PLKB/PKB

Berdasarkan tugas dan fungsi PLKB/PKB telah tergambarkan bahwa PLKB/PKB, harus
melakukan prosedur kerja secara tepat, efektif, efisien untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Langkah kerja PLKB/PKB dalam pelaksanaan program KKBPK merupakan acuan dan
prosedur kerja dalam melaksanakan berbagai kegiatan operasional di tingkat lini lapangan,
langkah kerja PLKB ini sebagai pedoman bagi Kabupaten dan Kota dan Provinsi terkait
dalam melaksanakan pembinaan dan orientasi serta penilaian dalam pelaksanaan tugas
PLKB.
Langkah kerja PLKB/PKB di era otonomi daerah adalah sebagai berikut.
1. Pendekatan Tokoh Formal
2. Pendataan dan Pemetaan
3. Pendekatan Tokoh Informal
4. Pembentukan Kesepakatan
5. Penegasan Kesepakatan
6. Penerangan dan Motivasi
7. Penteladanan/Pembentukan Grup Pelopor
8. Pelayanan KB
9. Pembinaan
10. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi
Sepuluh langkah kerja PLKB/PKB diatas akan diklasifikasikan menjadi empat tahapan
sesuai dengan proses manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controling).
Berikut akan diuraikan Langkah kerja PKB mengikuti tahapan pada proses manajemen
POAC tersebut:
A. Planning (Penyiapan Dukungan melalui pendataan, pendekatan tokoh formal dan
informal)
1. Pendekatan Tokoh Formal
Adalah kunjungan atau silaturahmi kepada kepala wilayah dalam rangka meminta
dukungan secara formal tentang pelaksanaan oprasional program KKBPK di
wilayahnya.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah :


a. Tumbuhnya keakraban antara PLKB/PKB dan tokoh formal yang bersangkutan.
b. Dipahaminya maksud, tujuan dan rencana kerja yang disusun.
c. Kesediaan tokoh formal untuk berperan sesuai dengan yang diharapkan, seperti
memimpin rapat, menjadi pembicara, atau menggerakkan tokoh formal dan
informal untuk mendukung kegiatan oprasional KKBPK di wilayahnya.
d. Adanya dukungan baik berupa petunjuk, tenaga, dana dan sarana
e. Adanya pengesahan rencana yang telah disusun oleh PLKB/PKB
Tempat Pendekatan tokoh formal dapat dilakukan di mana saja sesuai kebutuhan,
misalnya di kantor, di rumah, pada waktu pertemuan, baik waktu pagi, sore hari
ataupun malam
2. Pendataan dan pemetaan
Untuk mengenali wilayah kerjanya, PLKB/PKB melakukan pengenalan wilayah yang
mencakup batas wilayah, data demografi, data tahapan keluarga serta data individu,
yang ditindaklanjuti dengan analisa data.
Hasil yang diharapkan:
a. Dimilikinya peta KS, tabel, grafik mengenai kondisi wilayah tersebut.
b. Data pada tabel, grafik tersebut harus selalu dalam keadaan dinamis sesuai
dengan perkembangan yang terjadi
c. Data klasifikasi tahapan keluarga sejahtera
d. Tersedianya data individu di wilayahnya
3. Pendekatan Tokoh Informal
Adalah kunjungan atau silaturahmi kepada tokoh informal seperti tokoh masyarakat,
tokoh Agama/Adat atau tokoh ekonomi dan mitra kerja lainnya dalam rangka
meminta dukungan secara informal tentang pelaksanaan oprasional program KKBPK
di wilayahnya.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:
a. Tumbuhnya keakraban antara PLKB/PKB dan tokoh informal yang bersangkutan.
b. Dipahaminya maksud, tujuan dan rencana kegiatan yang akan dilakukan.
c. Dipahaminya program KKBPK sehingga tidak menentang, tidak ragu-ragu serta
mendukungnya.
d. Bersedia menghadiri rakor Desa/Kelurahan dan menjadi motivator.
e. Diperolehnya dukungan, baik berupa petunjuk, tenaga maupun sarana dan
biaya.

B. Organizing (Penggalangan Kesepakatan)


1.

Pembentukan Kesepakatan
Kegiatan ini dilakukan pada setiap forum mekanisme oprasional yang di dukung
oleh keberadaan tokoh formal dan informal sehingga bersedia menjadi motivator
pelaksanaan program di wilayahnya.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini:
1) Diperolehnya pemahaman yang sama tentang permasalahan pencapain
program bulan lalu
2) Kesepakatan di dukung dengan adanya bukti rencana oprasional kegiatan
bulan ini.

2.

Penegasan Kesepakatan
Penegasan Kesepakatan adalah Proses untuk memantapkan tokoh formal dan
informal agar berperan aktif sesuai dengan hasil kesepakatan dan rencana yang
telah disepakati dalam rakor forum mekanisme oprasional.
Bukti penegasan kesepatan adalah :
a. Adanya bukti kesepakatan secara tertulis melalui surat dan catatan hasil
kesepakatan serta rencana oprasional kegiatan.
b. Penegasan ini disampaikan oleh kepala wilayah/tokoh formal.
c. Memantapkan kembali isi pesan disampaikan oleh tokoh formal kepada
masyarakat.

C. Actuating (KIE)
1. Pelayanan advokasi dan KIE
KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh
pengelola program KKBPK di wilayah kerjanya dengan tujuan menjelaskan tentang
pentingnya pelaksanaan program yang akan dicapai apabila dilakukan bersamasama antara pemerintah, masyarakat dan pihak swasta, sehingga menjadi tanggung
jawab bersama.
Maksud dan Tujuan kegiatan ini adalah:
a. Meningkatkan pengetahuan tentang program KKBPK.
b. Adanya perubahan sikap positif tentang pentingnya program KKBPK
c. Adanya perubahan perilaku dalam mendukung kegiatan program KKBPK.
2. Pembentukan Grup Pelopor
Pembentukan grup pelopor adalah langkah untuk mengajak dan mempersiapkan
seseorang atau kelompok untuk menarik/menggerakkan anggota masyarakat

lainnya, untuk menjadi peserta KB dalam memilih alat kontrasepsi (khususnya yang
lebih efektif) maupun menjadi peserta pengelola program.
Maksud dan Tujuan kegiatan ini:
a. Menjadi teladan bagi keluarga di lingkungannya.
b. Meningkatnya jumlah dan kualitas institusi masyarakat, pengelola Program
KKBPK.
c. Meningkatnya keteladanan dalam pemakaian kontrasepsi efektif
3. Pelayanan
Pelayanan adalah Suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh PLKB/PKB dan
pengelola program KKBPK dalam mempersiapkan pelayanan teknis kepada sasaran
sesuai dengan jenis pelayanan yang diberikan, misalnya pelayanan KIE/KIP
konseling kontrasepsi kepada calon peserta KB, analisa data kependudukan dan
pembentukan, pembinaan serta pengembangan kelompok kegiatan BKB, BKR, BKL
dan UPPKS.
Maksud dan tujuan kegiatan ini:
a. Meningkatnya mutu pelayanan secara mudah, murah, cepat dan aman
b. Meningkatnya jumlah peserta KB aktif terutama kontrasepsi jangka panjang
c. Meningkatnya kuantitas dan kualitas program BKB, BKR, BKL, UPPKS
Bidang Keluarga Sejahtera (KS)
a. Menumbuhkan, membina mengembangkan kelompok UPPKS, bina keluarga
(Bina Keluarga Balita, Remaja dan Lansia)
b. Memotivasi dan menggali potensi yang ada, baik individual maupun kelompok
untuk membantu keluarga Pra-KS dan KS I, sesuai dengan masalah yang
dihadapi
c. Mengidentifikasi keterampilan yang dibutuhkan kelompok, mencari pelatih,
membantu mencarikan pemasaran kegiatan kelompok UPPKS
d. Meningkatkan peran pria dalam ber-KB
e. Kegiatan lain yang diperlukan dalam rangka mencukupi kebutuhan dan
melaksanakan delapan fungsi keluarga
D. Controlling (Pembinaan, Pelaporan dan Evaluasi)
1. Pembinaan kesertaan KB, PPKBD/Sub PPKBD dan Kader
Pembinaan bisa dilaksanakan baik langsung oleh petugas maupun oleh pengelola
program lainnya dalam rangka memantapkan dan melestarikan baik akseptor
maupun institusi yang ada di wilayah kerja yang bersangkutan, dengan jalan
memberikan penyuluhan, bimbingan serta memberikan keterampilan lainnya secara
bertahap.

Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:


a. Menjadi peserta KB aktif dan lestari sehingga angka drop out semakin kecil.
b. Para pengelola program KB/KS semakin terampil dalam melakukan kegiatankegiatannya
c. PPKBD, Sub PPKBD dan kelompok KB/KS semakin aktif dan mampu
melakukan kegiatan KB/KS
2. Pencatatan, Pelaporan dan Evaluasi
Pencatatan adalah suatu kegiatan mencatat hal-hal yang berkaitan dengan
masukan, proses maupun hasil kegiatan yang telah dilakukan, pencatatan ini bersifat
kuantitatif dengan menggunakan formulir yang telah ditentukan.
Pelaporan adalah suatu proses kegiatan melaporkan hal-hal yang telah dicatat. Data
yang bersifat kuantitatif dilaporkan dengan menggunakan formulir yang telah
ditentukan. Untuk hal-hal yang bersifat kualitatif dapat dilaporkan secara tulisan
melalui forum mekanisme oprasional yang ada.
Evaluasi adalah kegiatan penilaian dari seluruh kegiatan yang telah dilakukan
sebagai bahan penyusunan rencana kegiatan selanjutnya.
Maksud dan tujuan kegiatan ini:
a. Agar diketahui sejauhmana hasil yang dicapai berdasarkan rencana yang telah
ditentukan.
b. Menyampaikan informasi kepada tokoh formal untuk menentukan kebijakan/
petunjuk dalam penyusunan rencana kegiatan selanjutnya
c. Untuk memudahkan dalam penentuan langkah kerja selanjutnya
Sasaran kegiatan ini adalah:
a. Input meliputi dana, sarana dan tenaga
b. Proses meliputi perencanaan, pelaksanaan, hambatan yang ditemui
c. Output meliputi hasil yang dicapai baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif
E. Rangkuman
Agar tercapai hasil kerja yang optimal secara efisien dan efektif dalam melaksanakan
tugas fungsi PLKB/PKB maka langkah kerja PLKB harus dilaksanakan secara
bertanggung jawab, serta diharapkan dapat meningkatkan pelaksanaan Program
KKBPK ditingkat lini lapangan.
Sepuluh langkah kerja PLKB/PKB diklasifikasikan menjadi empat tahapan sesuai
dengan proses manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating dan Controling).
Tahap pertama diawali dengan proses Penyiapan dukungan (planning), kegiatannya
meliputi pendekatan tokoh formal, pendataan dan pemetaan, kemudian pendekatan
tokoh informal, tahapan kedua penggalangan kesepakatan (organizing) meliputi

10

kegiatan pembentukan kesepakatan dan penegasan kesepakatan. Tahapan ketiga


adalah pelayanan KIE, KB dan KS (Actuating) yang meliputi kegiatan penerangan dan
motivasi, pembentukan group pelopor dan pelayanan. Tahap keempat adalah
pembinaan, pelaporan dan evaluasi (Controling) yang meliputi kegiatan pembinaan dan
pencatatan, pelaporan & evaluasi
F. Latihan
1. Sebutkan Langkah kerja PLKB/PKB sesuai dengan klasifikasi proses manajemen ?
2. Apa yang dimaksud dengan kegiatan pendekatan pada tokoh informal ?
3. Apa saja yang perlu dipersiapkan oleh seorang PLKB/PKB dalam melaksanakan
kegiatan penerangan dan motivasi ?
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan group pelopor ?
5. Apa maksud dan tujuan dari pencatatan dan pelaporan ?
6. Sebutkan rincian tugas PLKB/PKB dalam fungsi evaluasi ?

11

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Modul ini merupakan panduan umum bagi PLKB/PKB dalam melaksanakan langkah
kerja pada Program KKB di lini lapangan. Modul Tugas dan Fungsi PLKB/PKB akan
bermanfaat apabila para PLKB/PKB dapat menggunakan dan melaksanakan sesuai
dengan kondisi wilayah kerjanya.
Kelembagaan pengelola Program KKB di Kabupaten / Kota berbeda-beda nomenklatur,
sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja PLKB / PKB.Modul Tugas dan Fungsi
PLKB ini masih belum sempurna, oleh karena itu kami mohon adanya masukan dan
perbaikan untuk perkembangan tugas dan fungsi PLKB/PKB yang sesuai dengan
keragaman kelembagaan, kondisi dan kemajuan di tiap-tiap Kabupaten dan Kota.
Modul ini dalam pelaksanaannya tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan
pengembangan dan kreatifitas sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing
wilayah.
B. Tindak Lanjut
Diharapkan setelah mempelajari modul ini para pengelola program KKBPK di lapangan
akan semakin paham dan mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan kedudukan,
tugas dan fungsinya.
Pengelola program sebagai penanggung jawab pelaksanaan program KKBPK di
lapangan akan dapat mengaplikasikannya dalam tugas sehingga akan mendukung
tercapainya tujuan program KKBPK sebagai prioritas program pembangunan.

12

DAFTAR PUSTAKA

1.

Pedoman Tata cara Kerja PLKB/PKB dalam Program KKB Nasional di Tingkat Desa/
Kelurahan, BKKBN Pusat 2012.

2.

Panduan Mekanisme Oprasional Pelaksanaan Program KKB di lini lapangan, BKKBN


Pusat Direktorat Bina Lini Lapangan, 2012.

3.

Pedoman Penyediaan dan Pemberdayaan Tenaga Fungsional Penyuluh Keluarga


Berencana (PKB) di lingkungan Pemerintah Daerah, Direktorat Bina Lini Lapangan,
BKKBN Pusat, 2012.

4.

Pedoman Bina Hubungan Antar Lembaga dan Lini Lapangan Program Kependudukan
dan Keluarga Berencana Nasional (NSPK), Derektorat Bina Hubungan Antar Lembaga
dan derektorat Lini Lapangan, BKKBN Pusat 2011.

5.

Buku Pegangan Penyuluh KB, BKKBN Pusat, Edisi 2011

13