Anda di halaman 1dari 20

PRESENTASI KASUS

Kejang Demam Sederhana

PENYUSUN :
Denata Prabhaswiwi
030.09.110

PEMBIMBING :
Dr. Sri Rasuna Sundoro, Sp.A

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK


RUMAH SAKIT TNI AL DR. MINTOHARDJO
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
PERIODE 23 Mei - 31 Juli 2015

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK


RSAL MINTOHARDJO
Dokter Pembimbing : dr. Sri Rasuna Sundoro,Sp.A
Nama Mahasiswa

: Denata Prabhasiwi

NIM

: 030.09.062

I.

Tanda tangan :

IDENTITAS
PASIEN
Nama

: An. AZ

Suku Bangsa : Jawa

Umur

: 2 tahun 6 bulan

Agama

: Islam

Pendidikan

: Belum sekolah

Agama

: Islam

Tgl lahir (Umur): 31 Tahun

Pendidikan

: SLTA

Suku Bangsa : Jawa

Pekerjaan

: TNI AL

Alamat

Gaji

: > 3.000.000

Jenis Kelamin : Perempuan


Alamat

: Jl. Bintara Jaya RT 05/RW 01


Bekasi Barat

ORANG TUA/ WALI


AYAH
Nama

: Tn. MR

: Jl. Bintara Jaya RT 05/ RW 01


Bekasi Barat

IBU
Nama

: Ny. NH

Agama

: Islam

Umur

: 33 tahun

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: IRT

Suku bangsa : Jawa


Alamat

: Jl. Bintara Jaya RT 05/RW 01


Bekasi Barat

Hubungan dengan orang tua : anak kandung


1

II.

ANAMNESIS

Dilakukan alloanamnesis dengan ibu dan nenek pasien, pada tanggal 8 Juni 2015
KELUHAN UTAMA
Kejang saat 6 jam SMRS
KELUHAN TAMBAHAN
Demam sejak 4 hari SMRS
RIWAYAT PERJALANAN PENYAKIT
Pasien datang ke IGD RSAL dr. Mintohardjo diantar oleh orang tuanya dengan
keluhan kejang saat 6 jam SMRS. Pasien baru mengalami kejang untuk pertama kali.
Kejang berlangsung 1x dengan lama kejang < 5 menit. Saat berlangsungnya kejang,
kejang terjadi pada seluruh tubuh, kelojotan, mata pasien mendelik ke atas, mulut
terkatup dan pasien dalam keadaan sadar. Setelah kejang pasien tampak kelelahan
namun masih dalam keadaan sadar dan mampu melanjutkan aktifitas sebelum kejang
yaitu makan.
Kejang pada pasien disertai dengan demam. Keluhan demam dirasakan sejak 4
hari SMRS. Demam terus menerus dan dirasa ibu pasien meningkat pada hari ini. Suhu
diukur dengan termometer mencapai 400 C. Selain itu, pasien juga mengalami mencret
sejak 2 hari SMRS. Mencret 2- 3 x dalam sehari. Tinja cair, terdapat ampas meskipun
lebih banyak air, dan terdapat lendir. Namun darah dalam tinja disangkal oleh ibu
pasien. Keluhan mencret ini disertai dengan muntah. Muntah 1x dalam sehari, muntah
berisi air. Batuk juga dikeluhkan . Batuk sejak 4 hari SMRS, bersamaan dengan
demamnya. Batuk berdahak, dahak sulit keluar . Pasien masih mau minum dan pipis
pasien banyak dan berwarna kuning. Selama sakit, nafsu makan pasien menjadi
berkurang.
Ibu pasien menyangkal adanya riwayat kejang sebelumnya pada pasien maupun
pada keluarga. Pasien sedang dalam pengobatan flek paru, sudah berjalan 10 bulan dan
rajin kontrol ke poli anak serta minum obat teratur. Untuk obat paru diberi 2 jenis obat,
obat berwarna pink dan kuning.

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU


Pasien tidak pernah mengalami keluhan kejang sebelumnya. Pernah dirawat di RS
dengan keluhan diare pada usia 1 tahun.
RIWAYAT KEHAMILAN DAN KELAHIRAN
KEHAMILAN
Perawatan Antenatal

Rutin memeriksa kehamilan pada saat hamil sampai dengan

Penyakit Kehamilan

melahirkan di RSAL Mintoharjo


Tidak ada penyakit kehamilan

KELAHIRAN
Tempat Kelahiran

RSAL Mintoharjo

Penolong Persalinan

Dokter spesialis kandungan

Cara Persalinan

Sectio cesarea

Masa Gestasi

Aterm, 39 minggu

Riwayat kelahiran

Berat Badan : 3.200 gram


Panjang Badan Lahir : 47 cm
Lingkar kepala : 32 cm
Langsung menangis: langsung menangis
APGAR score : 7/8
Kelainan bawaan : -

RIWAYAT PERKEMBANGAN
Pertumbuhan gigi pertama

: 7 bulan

Psikomotor
Tengkurap

:4

bulan

Duduk

:7

bulan

Berdiri

: 17

bulan

Berceloteh

:8

bulan
3

Bicara

: belum bisa berbicara

Berjalan

: belum bisa berjalan

Baca dan tulis

Gangguan Perkembangan

: terdapat gangguan perkembangan

Kesan Perkembangan

: perkembangan terhambat ( delay development)

RIWAYAT IMUNISASI
VAKSIN
DASAR (umur)
BCG
1 bulan
6 bulan
DPT/ DT
2 bulan
4 bulan
6 bulan
Polio
0 bulan
2 bulan
4 bulan
Campak
9 bulan
24 bulan
Hepatitis B
0 bulan
1 bulan
6 bulan
MMR
15 bulan
Kesan : Imunisasi dasar pada pasien sudah lengkap,

ULANGAN (umur)
6 bulan
-

RIWAYAT MAKANAN
BUAH/

Umur (Bulan)

ASI/ PASI

02
24
46

ASI
ASI
ASI

68

ASI

BISKUIT
-

BUBUR SUSU

NASI TIM

8 10

ASI+PASI

10-12

ASI+PASI

Kesan: pasien mendapat ASI ekslusif


JENIS MAKANAN
FREKUENSI DAN JUMLAHNYA
Nasi/ pengganti
3x/hari
Sayur
5x/hari
Daging
1x/minggu
Ayam
3x/minggu
Telur
2x/minggu
Ikan
2x/ minggu
Tahu
4x/minggu
Tempe
4x/minggu
Susu (merek/ takaran)
Susu 3 5 gelas perhari
Kesan: makanan bervariasi dan memenuhi gizi

RIWAYAT PENYAKIT YANG PERNAH DIDERITA


PENYAKIT
Infeksi Saluran
nafas
Otitis

KETERANGAN

PENYAKIT

KETERANGAN

+ anak sering batuk-pilek,

Morbili

Parotitis
Demam

Radang Paru

Berdarah

Pasien dalam pengobatan


Tuberculosis

TB, sudah berjalan 10

Demam Tifoid

Kejang
Ginjal
Jantung
Darah

bulan
-

Cacingan
Alergi
Kecelakaan
Operasi

RIWAYAT KELUARGA
DATA CORAK PRODUKSI
Anak ke

Umur

Jenis Kelamin
Perempuan

Status/Keterangan
Mati saat usia 3

2 tahun 6 bulan

Perempuan

bulan
Sakit

1
2 (pasien)
DATA KELUARGA
Perkawinan keUmur saat menikah
Kosanguinitas
Keadaan kesehatan/

AYAH/ WALI
1
28 Tahun
-

IBU/ WALI
1
31 Tahun
-

Sehat

Sehat

penyakit bila ada

RIWAYAT PENYAKIT DALAM KELUARGA


Tidak ditemukan adanya riwayat penyakit kronis seperti penyakit darah tinggi, penyakit
kencing manis, penyakit jantung pada keluarga pasien. Tidak ditemukan juga anggota
keluarga yang mengalami keluhan yang sama seperti pasien.

DATA PERUMAHAN
Kepemilikan rumah: Rumah milik pribadi
Keadaan rumah:
Rumah 1 lantai dengan 2 kamar tidur. Jendela jarang dibuka saat pagi, cahaya matahari
hanya sedikit yang bisa masuk ke rumah karena terhalang oleh gedung tinggi. Untuk
minum dan memasak menggunakan air isi ulang. Jarak septic tank 10 m. Terdapat 4
orang yang tinggal di rumah yaitu, anak, ibu, bapak dan nenek.
Keadaan lingkungan:
Rumah berada di lingkungan padat penduduk. Aliran got terbuka namun lancar, edikit
bau, tempat pembuangan sampah di depan rumah dan tertutup rapat, sampah rumah
tangga diambil tiap hari oleh petugas kebersihan. Cukup banyak kendaraan bermotor
yang lalu lalang di lingkungan rumah, tetapi asap tidak sampai ke rumah.
Kesan: Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal kurang baik karena
ventilasinya kurang
III.

PEMERIKSAAN FISIK
Tanggal

: 8 Juni 2015

Pukul

: 16.30 WIB

PEMERIKSAAN UMUM
Keadaan Umum

Kesadaran

: Compos mentis

Vital sign

: Nadi : 124x/menit, reguler, volume cukup, equalitas sama kanan kiri


Suhu : 38,60C
RR

: 28x/menit

Data Antropometri

: BB

Lingkar kepala

: 41 cm

Lingkar lengan atas

: 12 cm

Status Gizi

: 11,7 kg

TB : 79cm

BB/U =
nilai individu nilai median
6

Z score =
Simpang baku standar
11,7 12,7
=

= - 0,67 SD ( gizi baik)


12,7 11,2

TB/U

Z score =
79 90,7

-11,7
=

90,7 87,1

= -3,25 SD (pendek)
3,6

BB/ TB
11,7 9,9

2,1
=

9,9 + 10,8

= +0,1 SD ( normal )
20,7

IMT/ U
IMT = 11,7/ 0,62
= 18,8
IMT/ U
18,8 15,5

3,3
=

15,5 + 16,9

= +0,1 SD (normal)
32,4

PEMERIKSAAN SISTEMATIS
KEPALA
Bentuk dan ukuran

: Normocephali

Rambut dan kulit kepala

: Warna merah kecoklatan, rambut tipis, halus, kulit kepala


bersih, rambut tidak mudah dicabut

Mata

: Palpebra tidak tampak oedem, konjungtiva tidak tampak


pucat, kornea jernih, sklera putih, pupil bulat isokor, RCL
+/+, RCTL +/+, mata cekung (-), esotropi oculi dextra

Telinga

: Normotia, sekret -/-, serumen +/-,

Hidung

: Normosepti, sekret -/-, deviasi septum (-), nafas cuping


hidung (-)

Bibir

: Warna merah muda, lembap

Mulut

: Mukosa mulut lembab, stomatitis aphtosa (+)

Gigi-geligi

:hygiene baik

Lidah

: Normoglotia, lembab, tidak ada papil atrofi, lidah tidak kotor

Tonsil

: T2-T2 tampak hiperemis

Faring

: hiperemis (+) sekret (-)

LEHER : tidak teraba kelenjar getah bening dan tidak teraba pembesaran kelenjar tiroid,
trakea ditengah
THORAKS
Dinding thoraks
I : bentuk dada datar, simetris kanan dan kiri dalam keadaan statis dan dinamis

PARU
I : Pergerakan dada simetris kanan dan kiri, tidak ada bagian yang tertinggal, tidak terdapat
retraksi
P : Vocal fremitus sama di kedua lapang paru
P: Sonor di seluruh lapang paru
Batas paru kanan-hepar

: setinggi ICS V linea midklavikularis dextra

Batas paru kiri-gaster

: setinggi ICS VII linea axillaris anterior

A: Suara nafas vesikuler, ronkhi basah halus -/+. Wheezing (-/-)


JANTUNG
I : Ictus cordis terlihat pada linea midclavicularis sinistra setinggi ICS IV
P : Ictus cordis teraba pada linea midclavicularis sinistra setinggi ICS IV
P : Batas kanan jantung

: linea parasternalis dextra setinggi ICS III, IV, V

Batas kiri jantung

: linea midklavikularis sinistra setinggi ICS V

Batas atas jantung

: linea parasternalis sinistra setinggi ICS II

A: Bunyi jantung I-II reguler, murmur (-), gallop (-)


ABDOMEN
I : bentuk datar, simetris, tidak tampak pelebaran vena
A : Bising usus (+)
P : lemas, tidak teraba massa, hepar dan lien tidak teraba, turgor kulit normal, nyeri tekan
epigastrium (-)
P: timpani
ANUS
Tidak ada kelainan
GENITAL
Jenis kelamin perempuan
ANGGOTA GERAK
Akral hangat dan tidak terdapat oedem pada keempat ekstremitas

KULIT
Warna kulit sawo matang, agak kering, tidak ada efloresensi bermakna.
KELENJAR GETAH BENING
Tidak teraba kelenjar getah bening di preaurikular, retroaurikular, oksipitalis, submandibula,
submental, cervicalis anterior dan posterior, supraklavikula, infraklavikula, axillaris dan
inguinalis.
PEMERIKSAAN NEUROLOGIS
Refleks fisiologis : Biceps +/+ , Triceps +/+ , Patella +/+ , Achilles +/+
Refleks patologis : Babbinsky -/- , Chaddok -/- , Schaeffer -/- , Gordon -/- , Oppenheim -/Tanda rangsang meningeal (-)
IV.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah Lengkap (tanggal 8/06/2015)

PEMERIKSAAN
Leukosit
Eritrosit
Hemoglobin
Hematokrit
Trombosit
LED

HASIL

NILAI RUJUKAN
16300/L
4,12 juta /L
8,9 g/dL
27%
403.000/L
5 mm/jam

5.000-10.000/L
4,2-5,4 juta/L
10,8-15,6 g/dL
33-45%
150.000-450.000/L
<20 mm/jam

Pemeriksaan Hitung Jeni3s (tanggal 8/06/2015)


PEMERIKSAAN
Basofil
Eosinophil
Batang
Segmen
Limfosit
Monosit

HASIL
0%
2%
0%
47%
41%
10%

NILAI RUJUKAN
0-1%
0-5%
2-6%
50-70%
20-40%
2-8%

Kesan : hasil laboratoium menunjukan terjadinya infeksi viral.


V.

RESUME
Pasien datang ke IGD RSAL dr. Mintohardjo dengan kejang saat 6 jam SMRS.
Kejang pertama kali, berlangsung 1x dengan lama kejang < 5 menit. kejang general
,tonik klonik, mata pasien mendelik ke atas, mulut terkatup dan sebelum, saat dan
setelah kejang pasien dalam keadaan sadar.
10

Kejang disertai dengan demam. Keluhan demam dirasakan sejak 4 hari SMRS.
Demam terus menerus dan mulai meningkat pada hari ini. Suhu 400 C diukur dengan
termometer. Selain itu, pasien juga mengalami mencret sejak 2 hari SMRS. Mencret 3x
dalam sehari. Tinja cair, terdapat ampas meskipun lebih banyak air, dan terdapat lendir.
Namun darah dalam tinja disangkal oleh ibu pasien. Mencret disertai dengan muntah.
Muntah 1x dalam sehari, muntah berisi air. Batuk bersamaan dengan demam yaitu 4
hari SMRS. Batuk berdahak, dahak sulit dikeluakan. Pasien masih mau minum dan
pipis pasien banyak. Selama sakit, nafsu makan pasien menjadi berkurang. Tidak
terdapat riwayat kejang pada keluarga. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien
dengan gizi normal, suhu 38,50C, pada mata kanan pasien terdapat esotropi,pada
pemeriksaan mulut ditemukan tonsil T2 T2 dan faring yang hiperemis serta terdapat
stomatitis aphtosa. Sedangkan pada thorax terdengar ronkhi halus di paru kiri pasien.
Untuk pemeriksaan

thorax jantung, abdomen, dan ekstrimitas tidak ditemukan

kelainan. Pemeriksaan neurologis tidak ditemukan kelainan.


Hasil laboratorium ditemukan leukosit yang tinggi yaitu 16300/L,
eritrosit,hematokrit dan hemoglobin yang trurun. Eritrosit 4,12 juta /L, hemoglobin
8,9 g/dL, dan hematokrit 27%. Pemeriksaan hitung jenis ditemukan 0/2/0/47/41/10,
terdapat peningkatan limfosit dan monosit.
VI.

DIAGNOSIS
Kejang Demam sederhana
Tonsilo faringitis
Diare akut
Tuberculosis on therapy
Delay Development suspect cerebral palsy

VII.

DIAGNOSIS BANDING
Gangguan elektrolit
Meningitis
Epilepsi
Syndrom Down
Retardasi Mental

VIII.

ANJURAN PEMERIKSAAN PENUNJANG


11

Pemeriksaan elektrolit
Pemeriksaan gula darah
Lumbal Punksi
Ro thorax
Ct scan
Pemeriksaan tes intelegensi
Pemeriksaan pendegaran
EEG
IX.

X.

PROGNOSIS
ad vitam

: ad bonam

ad functionam

: dubia ad bonam

ad sanationam

: dubia ad malam

PENATALAKSANAAN
Medikamentosa :

KaEn 3B 12 tpm

Cefotaxim 2x500 mg

Probiokid 1x1

Zink care 1x1

Paracetamol 325mg

Sulfatim 3 X tab

Diazepam 2mg

Non Medikamentosa :

XI.

Tirah baring

Edukasi untuk banyak minum

RESUME TINDAK LANJUT


Pasien perempuan usia 2 tahun 6bulan dengan diagnosis kejang demam sederhana
disertai tonsilofaringitis, masuk ke bangsal Pulau Laut RSAL dr. Mintohardjo melalui IGD
pada tanggal 8 Juni 2015. Pada perawatan hari pertama di IGD melalui konsultasi dengan
DPJP, pasien mendapatkan terapi IVFD KaEN 3B 12 tpm, antibiotik cefotaxim 2 x 500 mg,
PCT 325 mg dan diazepam 2 mg.Pada tanggal 9/06/2015 kondisi pasien membaik, demam
12

sudah turun, tidak ada kejang berulang. Namun BAB cair masik dikeluhkan. Kemudian
terapi ditambahkan probiokid 1x1 dan zink care 1x1. Tanggal 10/06/2015 pasien membaik
sehingga pasien dipulangkan. Pada tanggal 12/06/2015 pasien kontrol ke poli anak. Karena
pasien masih demam, pasien masuk ke bangsal pulau laut RSAL Mintoharjo lagi dengan
diagnosis observasi febris. Pasien diberi terapi terapi RL 12 tpm, paracetamol 3 x 150 mg
dan ceftriaxon 1 x 1,5 mg. Keesokan harinya, tanggal 13/06/2015 pasien membaik,
sehingga pasien dipulangkan.

13

Tanggal
9/06/2015

Perawatan

10/06/2015

BAB cair + 2x,muntah (-), demam

BAB cair 1x, demam (-), muntah (-),

(-) BAK tidak ada kelainan, masih

masih sulit makan

sulit makan.
KU : tampak sakit sedang

KU : tampak sakit sedang

Kes : CM

Kes : CM

S: 38,2oC, N: 124 x/mnt (reguler, S: 36,7,5oC, N: 120 x/mnt (reguler,


kuat),

kuat),

RR: 28x/m

RR: 25x/mnt

Mata: , CA-/-, SI-/-

Mata: oedem palpebra (-), CA-/-, SI-/-

Mulut: Faring hiperemis, sekret (-), Mulut: Faring hiperemis, sekret (-),
Tonsil T2-T2, kripta (-), detritus (-)

Tonsil T2-T2, stomatitis aphtosa

Leher: KGB dan tiroid ttm

Leher: KGB dan tiroid ttm

Thoraks: BJ I-II reg, murmur (-), Thoraks: BJ I-II reg, murmur (-),
gallop (-); SN Ves +/+, Wh -/- Rh gallop (-); SN Ves +/+, Wh -/- Rh -/-/-

Abdomen: BU (+),timpani, NT

Abdomen: BU (+), timpani, NT

epigastrium (-)

epigastrium (-)

Ekstremitas:

akral

hangat,

oedem

Ekstremitas: akral hangat, oedem ekstremitas (-),


ekstremitas (-),

Kejang demam sederhana

Kejang demam sederhana

Tonsilo faringitis

Tonsilo faringitis

TB on therapy

TB on therapy

diare

Diare

KaEn 3B 12 tpm

KaEn 3B 12 tpm

Cefotaxim 2x500 mg

Cefotaxim 2x500 mg

Probiokid 1x1

Probiokid 1x1

Zink care 1x1

Zink care 1x1

Paracetamol 325 mg

Paracetamol 325 mg

Sulfatim tab

Sulfatim tab

CTM 0,5 mg

CTM 0,5 mg

Diazepam 2mg

Diazepam 2 mg

14

Pasien pulang pada tanggal 10, kemudian dirawat lagi di RS karena masih demam pada
tanggal 12 Juni 2015

Tanggal
Perawatan

12/06/2015

13/06/2015

Demam (+)

Tidak ada keluhan

KU : tampak sakit ringan

KU : tampak sakit ringan

Kes : CM

Kes : CM

S: 38 oC, N: 124 x/mnt (reguler, S: 36,7,5oC, N: 120 x/mnt (reguler,


kuat),

kuat),

RR: 24x/m

RR: 25x/mnt

Mata: , CA-/-, SI-/-

Mata: oedem palpebra (-), CA-/-, SI-/-

Mulut: Faring hiperemis, sekret (-), Mulut: Faring hiperemis, sekret (-),
Tonsil T2-T2, kripta (-), detritus (-)

Tonsil T2-T2, stomatitis aphtosa

Leher: KGB dan tiroid ttm

Leher: KGB dan tiroid ttm

Thoraks: BJ I-II reg, murmur (-), Thoraks: BJ I-II reg, murmur (-),
gallop (-); SN Ves +/+, Wh -/- Rh gallop (-); SN Ves +/+, Wh -/- Rh -/-/-

Abdomen: BU (+),timpani, NT

Abdomen: BU (+), timpani, NT

epigastrium (-)

epigastrium (-)

Ekstremitas: akral hangat, oedem

Ekstremitas: akral hangat, oedem ekstremitas (-),


ekstremitas (-),
A

Observasi febris

Observasi Febris

15

RL 12 tpm

RL 12 tpm

Paracetamol 3x150mg

Paracetamol 3x150mg

Ceftriaxon 1x 1,5 mg

Ceftriaxon 1x 1,5 mg

Hasil laboratorium
Leukosit : 10400
Eritrosit :4,38
Hb : 9,05
Ht : 30
Trombosit : 511000
LED : 30

XII.

ANALISA KASUS
Pasien perempuan usia 2 tahun 6 bulan didiagnosis kejang demam sederhana
berdasarkan hasil anamnesis dan hasil pemeriksaan fisik. Pengertian kejang demam
menurut konsensus penatalaksanaan kejang demam IDAI adalah kejang yang terjadi
pada kenaikan suhu tubuh (suhu di atas 380C ) yang disebabkan oleh suatu proses
ekstrakranium dan epidemiologi kejang demam biasa terjadi pada anak usia 6 bulan
sampai 5 tahun. Pada anamnesis pasien didapatkan suhu tubuh sempat mencapai 40 0C
dan pada pemeriksaan fisik saat masuk bangsal didapatkan suhu 38,5 0C, sehingga
hasil ini mengarah ke diagnosis kejang demam.
Alasan kenapa pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun sering terjadi kejang
demam adalah pada usia itu otak belum matang (developmental window), reseptor
untuk asam glutamat sebagai reseptor eksitator padat dan aktif, sebaliknya reseptor
GABA sebagai inhibitor kurang aktif, sehingga eksitasi lebih dominan dibanding
inhibisi. Sehingga apabila anak mengalami stimulasi berupa demam, maka akan
mudah terjadi bangkitan kejang.
Menurut Livingstone, kejang demam sendiri dibagi menjadi 2. Kejang demam
sederhana dan kejang demam kompleks.

16

Pada pasien ditemukan durasi kejang yang kurang dari 5 menit, tipe kejang
yang umum, dan tidak berulang. Oleh karena itu pasien di diagnosis kejang demam
sederhana. Sedangkan patofisiologi terjadinya kejang demam adalah sebagai berikut :

Selain itu pada pasien ditemukan fokus infeksi yang menyebabkan pasien mejadi
demam, yaitu berdasarkan anamnesis terdapat keluhan mencret, dan batuk. Ditunjang dengan
pemeriksaan fisik ditemukan tonsil dan faring yang hiperemis.
Pada diagnosis banding dicantumkan gangguan elektrolit dan meningitis. Hal ini
didasarkan karena :

17

1. Pada anamnesis terdapat keluhan mencret sudah 2 hari SMRS sehingga ada
kemungkinan terdapat gangguan elektrolit pada pasien, selain itu nafsu makan
pasien semenjak sakit menjadi berkurang sehingga pada pemeriksaan anjuran saya
menganjurkan pemeriksaan elektrolit dan gula darah
2. Pada anamnesis pasien terdapat riwayat pengobatan flek paru yang sudah berjalan
selama 10 bulan. Meskipun dari pemeriksaan fisik tidak begitu menunjang
diagnosis tb dan tidak terdapat foto rontgen pasien. Namun, kemungkinan ke arah
meningitis masih ada, karena pada anak anak gejala meningitis sering tidak khas
dan gangguan neurologisnya kurang nyata sehingga pada pemeriksaan anjuran
saya menganjurkan lumbal punksi untuk menyigkirkan diagnosis meningitis.
Selain itu, pasien juga didiagnosis delay development suspect cerebral palsy. Dasar
diagnosis pada pasien ini adalah :
1. Anamnesis : pasien terdapat gangguan perkembangan. Seharusnya pada pasien
dengan usia 30 bulan bisa melakukan :

Sedangkan pada pasien, pasien belum bisa berjalan dan berbicara. Seharusnya
pasien sudah bisa berjalan pada usia 18 24 tahun. Bahkan pasien masih belum
bisa berdiri tanpa terhuyung.
2. Pemeriksaan fisik : pada pemeriksaan mata ditemukan esotropia pada mata kanan.
Pemeriksaan ini megarah ke diagnosis cerebral palsy. Akan tetapi berdasarkan
anamnesis tidak ditemukan penyebab yang mungkin, BBLR dan prematuritas,
APGAR score rendah, infeksi maternal,proses persalinan yang sulit disangkal oleh
ibu pasien. sehingga saya masih mendiagnosis dengan suspect cerebral palsy,
masih diperlukan pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan pendengaran,

18

pemeriksaan intelegensi, pemeriksaan kekuatan otot dan CT scan untuk


mengetahui lokasi otak yang kurang berkembang.

19