Anda di halaman 1dari 7

BAB.

I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lahirnya Kementerian Agama merupakan jawaban kongkrit atas
tuntutan sejarah bangsa. Dan lebih dari itu hal ini merupakan jaminan
atas pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945, terutama sila Ketuhanan dan pasal
29 dari UUD 1945. Keberadaan Kementerian Agama yang ada mulanya
bernama Kementerian Agama, awalnya diusulkan oleh utusan Komite
Nasional Indonesia Daerah (KNID) Karesidenan Banyumas (K.H. Abu
Dardiri, H.M. Saleh Suaidy dan M. Sukeso Wirya Saputra) pada sidang
pleno Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) di Jakarta pada tanggal
24-28 Nopember 1945. Usulan mereka disetujui oleh sidang, kemudian
keputusan sidang tersebut diproses. Akhirnya pada tanggal 3 Januari 1946,
pemerintah mengumumkan berdirinya Kementerian Agama RI dengan
Menteri Agamanya yaitu H.M. Rasyidi, BA. Maka dari sejarah singkat
itulah, tanggal 3 Januari diperingati sebagai Hari

Amal Bhakti (HAB)

Kementerian Agama1.
Kementerian Agama mempunyai tugas menyelenggarakan urusan di
bidang keagamaan dalam pemerintahan untuk membantu Presiden dalam
menyelenggarakan pemerintahan negara2. Sebuah tugas yang tidak ringan
tentunya. Dikatakan tidak ringan karena yang dihadapi dalam pembangunan
bidang agama berkaitan dengan program mewujudkan keadilan dan
kemakmuran meliputi dimensi lahir, batin, material dan spiritual. Salah satu
unit kerja Kementerian Agama yang cukup akrab dan bersentuhan langsung
1 Wikipedia Bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
2 Peraturan Menteri Agama Nomor 10 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Agama

dengan masyarakat adalah Kantor Urusan Agama atau lebih populer dikenal
dengan sebutan KUA.
Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan merupakan unit kerja
Kementerian Agama yang secara institusional berada paling depan dan
menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan tugas-tugas pelayanan kepada
masyarakat di bidang keagamaan. KUA merupakan bagian paling bawah dari
struktur Kementerian agama yang berhubungan langsung dengan masyarakat
dalam satu wilayah kecamatan. Guna menjaga eksistensi KUA Kecamatan,
maka diterbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 517 Tahun 2001
tentang Penataan Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan, di mana
Kantor Urusan Agama (KUA) berkedudukan di wilayah Kecamatan dan
bertanggung

jawab

kepada

Kepala

Kantor

Kementerian

agama

Kabupaten/Kabupaten yang dikoordinasi oleh Kepala Seksi Urusan Agama


Islam/Bimas Islam/Bimas dan Kelembagaan Agama Islam dan dipimpin oleh
seorang Kepala, yang tugas pokoknya melaksanakan sebagian tugas Kantor
Kementerian agama Kabupaten/Kabupaten di bidang Urusan Agama Islam
dalam wilayah Kecamatan3. Dengan demikian, eksistensi KUA Kecamatan
sebagai institusi pemerintah dapat diakui keberadaannya, karena memiliki
landasan hukum yang kuat dan merupakan bagian dari struktur pemerintahan
di tingkat Kecamatan.
Dalam hubungannya dengan tugas pokok dan fungsi KUA, maka KUA
Kecamatan Singkawang Barat dalam mengelola tugasnya di bidang
keagamaan dan bidang lain yang mempunyai hubungan dengan bidang
tugasnya, mempunyai jalur vertikal wilayah dengan Kanwil Agama Provinsi
Kalimantan Barat dan Kemenag Pusat, serta jalur horizontal yaitu semua
kantor instansi di tingkat Kecamatan.
Di era reformasi dan transparansi seperti sekarang ini muncul sebuah
paradigma dan tuntutan baru dari masyarakat tentang pelaksanaan tugas KUA
3 Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 517 Tahun 2001 tentang Penataan Organisasi Kantor
Urusan Agama Kecamatan

sebagai pelayan publik yang mengarah pada perbaikan dan penyempurnaan


pelayanan yang lazim dikenal dengan istilah pelayanan prima. Dalam hal
perbaikan dan penyempurnaan pelayanan ini telah disikapi dan disambut baik
pemerintah dan didukung oleh seluruh pimpinan dan segenap jajaran
dilingkungan Kementerian Agama dengan senantiasa meningkatkan kualitas
dan kuantitas layanan dalam melaksanakan tugas.
KUA Kecamatan Singkawang Barat merupakan unit pelaksana dari
Kantor Kementerian agama Kota Singkawang yang ada di daerah/wilayah
Kecamatan Singkawang Barat, yang mana segala kegiatan disesuaikan
dengan situasi dan kondisi di Wilayah Kecamatan Singkawang Barat. KUA
Kecamatan Singkawang Barat secara struktural dan fungsional merupakan
bagian dari instrument pemerintah yang dalam melaksanakan tugasnya tidak
lepas dari kerja sama dan koordinasi dengan instansi terkait yang ada di
wilayah Kecamatan. Sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas umum
pemerintahan, khususnya di bidang urusan agama Islam, KUA telah berusaha
seoptimal mungkin dengan kemampuan dan fasilitas yang ada untuk
memberikan pelayanan yang terbaik. Namun demikian upaya untuk
mempublikasikan peran, fungsi dan tugas KUA harus selalu diupayakan.
Dalam rangka memenuhi kriteria inilah yang melatarbelakangi tersusunnya
Profil Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Barat.
B. Dasar Hukum
Penyusunan Profil KUA Kecamatan Singkawang Barat yang memuat
gambaran umum tentang pelaksanaan tugas dan fungsi KUA Kecamatan
Singkawang Barat didasarkan pada ketentuan tugas dan fungsi KUA
Kecamatan itu sendiri dan dukungan dari dinas intansi vertikal yang
berwenang dalam pembinaan rutin dalam bentuk kegiatan penilaian atas KUA
yang berpijak pada peraturan yang berlaku sebagai berikut :
1. Undang-Undang RI No. 22 tahun 1946 tentang pencatatan nikah, tolak
dan rujuk;
2. Undang-Undang RI No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan;

3. Keputusan Menteri Agama (KMA) RI No. 18 tahun 1974 dan 45 tahun


1981 tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Agama;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 9 Tahun 1975 tentang
Pelaksanaan Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan;
5. Keputusan Menteri Agama Nomor 168 Tahun 2000 tentang Pedoman
Perbaikan Pelayanan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama;
6. Keputusan Menteri Agama Nomor 517 tahun 2001 tentang Penataan
Organisasi Kantor Urusan Agama Kecamatan;
7. Keputusan Menteri Agama Nomor 552 Tahun 2003 tentang Pedoman
Penilaian Satuan Organisasi/Kerja Kantor Pelayanan Calon Percontohan
di Lingkungan Departemen Agama;
8. Instruksi Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2004 tentang Peningkatan
Pelayanan Pernikahan Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan;
9. Keputusan Menteri Agama (KMA) RI No. 6 tahun 2005 tentang
petunjuk penilaian KUA sebagai inti pelayanan percontohan;
10. Peraturan Menteri Agama Nomor 21 tahun 2005 Perubahan Peraturan
Menteri Nomor 9 tahun 2005 tentang Pengelolaan Biaya Nikah dan
Rujuk;
11. Peraturan Menteri Agama Nomor 11 tahun 2007 tentang Pencatatan
Nikah;
12. Keputusan Menteri Agama Nomor 117 tahun 2007 tentang Pedoman
Penilaian Kinerja Satuan Unit Pelayanan Masyarakat di Lingkungan
Departemen Agama;
13. Peraturan Menteri Agama Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan
Tatat Kerja Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi dan
Kementerian Agama dan Kantor Kabupaten/Kota;
14. Keputusan Menteri Agama (KMA) RI No. 373 tahun 2002 tentang Stok
Kantor Wilayah Departemen Agama dan Kantor Kabupaten/Kota.
15. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 38tahun
2012 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik;
16. Peraturan Menteri Agama Nomor 39 tahun 2012 tentang Organisasi dan
Tata Kerja KUA;
17. Instruksi Menteri Agama Nomor 1 tahun 2000 tentang Pedoman
Perbaikan Pelayanan Masyarakat di Lingkungan Departemen Agama;
18. Instruksi Menteri Agama Nomor 2 tahun 2004 tentang Peningkatan
Pelayanan Pernikahan pada Kantor Urusan Agama;

19. Surat Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian


Agama RI Nomor: DJ.II/231/2013 tanggal 04 Maret 2013 tentang
Pedoman Penilaian Kantor Urusan Agaman (KUA) Teladan Tahun 2013.
C. Maksud dan tujuan
1. Maksud
Penyusunan Profil Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan
Singkawang Barat ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman
yang lebih utuh kepada masyarakat maupun lembaga/instansi terkait,
pelayanan kependudukan, kesehatan, pemerintah daerah, Lembaga
Penelitian, Perguruan Tinggi, Organisasi Profesi, Lembaga Swadaya
Masyarakat, maupun masyarakat umum yang membutuhkan informasi
tentang eksistensi dan perkembangan pelayanan pada Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Barat.
2. Tujuan
Profil Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Barat
Tahun 2014 disusun dengan tujuan yang hendak dicapai sebagai
berikut:
a. Memberikan gambaran umum kepada semua pihak yang terkait
tentang Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang
Barat.
b. Memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat tentang
pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang
Barat
c. Menyajikan

data

yang

akurat

bagi

semua

pihak

yang

berkepentingan.
d. Mengetahui standar pelayanan, pola kerja dan volume kerja pada
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Barat
e. Menjadikan bahan evaluasi dan komparasi terhadap
perkembangan

pelayanan

Kantor

Kecamatan Singkawang Barat

Urusan

Agama

(KUA)

f. Memberikan daya penilaian subjektif dari masing-masing personil


pelaksana Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang
Barat.
g. Memberikan motivasi bagi SDM Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan Singkawang Barat untuk kreatif dalam menciptakan
terobosan

baru

memposisikan

untuk
diri

meningkatkan

dalam

perbaikan,

kinerja

sekaligus

peningkatan

dan

penyempurnaan hasil kerja sesuai tugas yang diembannya.


D. Ruang lingkup
Penyajian Profil Kantor Urusan Agam(KUA) Kecamatan Singkawang Barat
ini dibatasi hanya pada kondisi umum dan obyektif, Tugas pokok dan fungsi,
implementasi program kerja dan bentuk kerjasama dan kemitraan lainnya
serta informasi seputar gerak dan dinamika Kantor Urusan Agama (KUA)
Kecamatan Singkawang Barat.
E. Sistematika Penulisan
Untuk lebih memudahkan pengguna dan memahami serta mengerti isi Profil
Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang Barat Tahun 2014 ini,
maka penyusunan Profil ini disusun dengan sistematika penulisan sebagai
berikut :
Bab I

: Pendahuluan, yang berisi hal yang melatar belakangi, dasar


hukum, maksud dan tujuan, ruang lingkup serta sistematika
Profil Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singkawang
Barat Tahun 2014.

Bab II

: Gambaran Umum Kecamatan Singkawang Barat yang berisi


sejarah Kota Singkawang, sejarah pembentukan pemerintah
Kota Singkawang, makna logo Kota Singkawang, sejarah
pembentukan Kecamatan Singkawang Barat, kondisi geografis
Kecamatan Singkawang Barat, keadaan penduduk dan sosio
religiusnya, sarana peribadatan dan pendidikan, Lembaga
Keagamaan Islam dan Ibadah Sosial

Bab III

: Kondisi Umum Dan Obyektif Kantor Urusan Agama (KUA)


Kecamatan Singkawang Barat yang berisi sejarah KUA di
Indonesia, sejarah KUA Kecamatan Singkawang Barat, makna
lambang Kementerian Agama, Kedudukan, tugas, fungsi dan
kewjiban KUA, visi dan misi KUA Kecamatan Singkawang
Barat, SDM KUA Kecamatan Singkawang Barat dan struktur
organisasi KUA Kecamatan Singkawang Barat.

Bab IV

: Implementasi Program Kerja KUA Kecamatan Singkawang


Barat, berisikan pelaksanaan program kerja KUA Kecamatan
Singkawang

Barat

dalam

bidang

Pelayanan

Nikah,

Profesionalisme personil KUA, kualitas dan kuantitas sarana


dan prasarana KUA, pembinaan keluarga sakinah, pelayanan
konsultasi BP-4, pelayanan zakat dan wakaf, kemitraan dan
kerukunan

umat

beragama,

bimbingan

haji,

akurasi

pelayanan

data

kearsipan

dokumentasi, pendidikan keagamaan.


Bab V

: Penutup

Didukung dengan beberapa data sebagai lampiranlampiran.

konsultasi

dan

statistik

dan