Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PENYULUHAN

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT


(PHBS) DALAM RUMAH TANGGA
Disusun Oleh : Kelompok 7 dan Kelompok
Alvian Fauzi (110.2008.020)
Anggun Rizki (110.2008.030)
Neng Dewi Mustika Sari (110.2008.174)
Niza Amalya (110.2008.176)
Zainah Fitriah (110.2008.266)
Alia Kusuma R
(110.2008.274)
Billy Wijaya (110.2008.054)
M.Rifki Adli (110.2008.142)
Riska Heryanti (110.2006.228)
Rizkita Dilla Fathmi (110.2008.223)

Analisa Masalah Kesehatan dan Perilaku


A. Analisa masalah kesehatan
. Tingginya angka kejadian diare
. Tingginya angka dermatitis
. Tingginya angka kejadian ISPA
B. Analisa masalah perilaku
. Banyak warga yang masih jarang memberikan
ASI ekslusif kepada bayinya
. Banyak warga yang melahirkan tidak dengan
tenaga kesehatan(dokter dan bidan)

Banyak warga yang masih jarang untuk


membiasakan diri mencuci tangan yang baik dan
benar .
Banyak kepala keluarga dan anggota keluarga
yang masih terbiasa merokok di dalam dan luar
rumah
Banyak warga yang masih jarang olah raga
secara teratur
Banyak warga yang masih jarang membersihkan
tempat genangan air yang terbuka di rumahnya

Banyak warga yang masih sering menggunakan


air yang kurang bersih untuk keperluan mencuci
pakaian dan mencuci alat-alat memasak
Banyak warga yang masih tidak menggunakan
jamban yang bersih dan sehat
Banyak warga yang masih membuang sampah
tidak pada tempatnya.

- Persalinan ibu ditolong


oleh tenaga kesehatan
- Pemberian ASI
eksklusif
Menimbang balita setiap
bulan
- Menggunakan air
bersih
- Mencuci tangan
dengan air bersih dan
sabun
- Tersedianya jamban
sehat dirumah
- Memberantas jentik
nyamuk setiap
seminggu sekali
- Makan-makanan
bergizi dan seimbang
- Melakukan olah raga
teratur
- Tidak merokok didalam
ruangan

Perilaku yang
yang diharapkan
diharapkan

Analisa
Analisa faktor
faktor yang
yang melatar
melatar belakangi
belakangi
perilaku
perilaku

- Kurangnya
pengetahuan
mengenai perilaku
hidup bersih dan
sehat
- Kurangnya
ketersediaan air
bersih
- Kurangnya informasi
tentang pemberian
ASI eksklusif dan
melahirkan pada
tenaga kesehatan
- Kebiasaan keluarga
merokok didalam
rumah

Sasaran
Sasaran primer: Masyarakat di Desa
Tanjung Pasir
Sasaran sekunder:

Ketua RT
Ketua RW
Kader
Tenaga kesehatan di wilayah tersebut

Tujuan
Tujuan
Tujuan umum:
Tujuan umum kegiatan penyuluhan ini adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan
mampu mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat.

Tujuan khusus:
Anggota rumah tangga mampu mengingat langkah-langkah
perilaku hidup bersih dan sehat.
Anggota rumah tangga mampu mempraktekkan langkahlangkah perilaku hidup bersih dan sehat dengan benar.

Advocacy
Pendekatan kepada kepala
puskesmas
Pendekatan kepada ketua RT dan
ketua RW
Pendekatan kepada tokoh
masyarakat

Dukungan lingkungan
Adanya contoh positif dari petugas
kesehatan
Tersedianya sarana kebersihan dan
kesehatan
Mengembangkan kemitraan dengan
sektor lain

Pemberdayaan
Peran serta masyarakat dalam
upaya meningkatkan kesehatan

Pendekatan dalan pemberdayaan /


social support
RDD ( research development
dissemination)
Problem solving
Social interaction

Strateg
i Umum

Pesan Pokok
- mengkonsumsi makanan bergizi (4 sehat 5 sempurna)
- membuang sampah pada tempatnya
- rutin melakukan imunisasi pada anak

- rutin mandi dengan air bersih minimal dua kali sehari


- rutin menggosok gigi

- ibu melahirkan di tenaga kesehatan


- menggunakan sendal saat keluar rumah

Metode dan Saluran Komunikasi


1. Tipe saluran komunikasi yang digunakan
Media penyampaian informasi yang digunakan
dalam penyuluhan ini antara lain:
Poster
Laptop

Menetapkan Kegiatan Operasional


1.

Nama kegiatan penyuluhan ini adalah Perilaku Hidup


Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Rumah Tangga.
2. Tujuan
. Tujuan Umum: adalah upaya untuk memberdayakan
anggota rumah tangga agar tahu, mau, dan mampu
mempraktekan perilaku hidup bersih dan sehat.
. Tujuan Khusus: Anggota rumah tangga mampu mengingat
dan mempraktekkan langkah-langkah perilaku hidup bersih
dan sehat.

3. Konsep acara
Persiapan
. 1.Menghubungi ibu-ibu rumah tangga di desa
Tanjung Pasir untuk berkumpul di rumah pintar
komplek TNI AL SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet
Indonesia Bersatu).
. 2.Menentukan waktu pelaksanaan Acara
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
. 3.Mempersiapkan konsep acara dan media yang
akan digunakan.
. 4.Mempersiapkan dekorasi ruangan bersama ibuibu kader.

Pelaksanaan
1.Dilaksanakan pada siang hari pukul 13.00 di rumah
pintar komplek TNI AL SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet
Indonesia Bersatu) .
2.Ibu-ibu rumah tangga berkumpul pada waktu dan
jam yang telah disepakati
3.Teknik pelaksanaan acara dilaksanakan secara
bersama-sama dengan tutor, ibu kader, dan ibu-ibu
rumah tangga.
4.Acara Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
dilaksanakan menggunakan media informasi (poster) .
5.Acara berakhir pada pukul 15.00 WIB.

4. Waktu dan Tempat


. Acara dilaksanakan pada tanggal 18 April 2013 di
rumah pintar Desa Tanjung Pasir Kecamatan Teluk
Naga dan dimulai pada pukul 13.00 WIB.
5. Susunan kepanitiaan
. PJ Kegiatan : Billy Wijaya, Niza Amalya
. Acara: M. Rifki Adli, Zainah Fitria, Riska
Heryanti, Rizkita Dila F.
. Humas : Alvian Fauzi, Anggun Rizki
. Pubdok : Neng Dewi Mustika, Alia
Kusuma R

Menetapkan Pemantauan & Penilaian

A. Pemantauan (Monitoring)
1. Hal yang dipantau
Pesan atau bahan penyuluhan yang digunakan berupa cetakan
poster.
. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
. Memberi ASI ekslusif
. Menimbang balita setiap bulan
. Menggunakan air bersih
. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
. Tersedia jamban sehat
. Memberantas jentik nyamuk setiap seminggu sekali
. Makan makanan gizi seimbang.
. Melakukan olahraga teratur
. -Tidak merokok di dalam ruangan

b. Input penyuluhan
Money
- Penghasilan setiap keluarga
yang berbeda-beda
- Pelayanan kesehatan yang
mahal

Method
- Prosedur cara membersihkan
tangan
- Prosedur cara pemberantasan
jentik nyamuk
- Prosedur pengelolaan sampah
limbah rumah tangga

Man
- Ibu rumah tangga yang
belum pernah diberi
penyuluhan PHBS
- Petugas tenaga kesehatan
yang jarang terjun langsung
ke masyarakat

Material
- Tidak terdapatnya sumber
air bersih di setiap keluarga
- Tidak tersedia jamban
sehat

Hasil penyuluhan
perubahan pengetahuan masyarakat
mengenai PHBS sehingga jika masyarakat
sudah memahami arti penting kesehatan
Hasil ini diamati secara berkala apakah
terdapat perubahan perilaku masyarakat
terhadap hidup bersih dan sehat. Jika
pesan yang disampaikan sebelumnya
tidak berhasil mengubah perilaku
masyarakat maka akan dilakukan revisi
pesan, bahan dan strategi penyuluhan
bila perlu.

2. Indikator yang dipantau


. Masyarakat peserta penyuluhan
. Prosedur pengorganisasian kegiatan-kegiatan
penyuluhan
. Jumlah masyarakat yang dapat berperilaku hidup bersih
dan sehat yang dianjurkan
. Target pencapaian kegiatan
3. Cara memantau, observasi :
. setelah dilakukan penyuluhan akan dilakukan
pemantauan secara berkala 1 kali
. Misalnya apakah sudah mencuci tangan sebelum
makan, melahirkan ditolong oleh tenaga kesehatan,
melakukan olah raga secara teratur dan lain-lain

4. Orang yang memantau


. Orang yang bertanggungjawab terhadap penyuluhan
adalah ketua kelompok dari tim penyuluhan
. Orang-orang yang melaksanakan penyuluhan yaitu
kelompok 7 dan 8 yang sedang menjalani kepaniteraan
kedokteran komunitas di desa tanjung pasir yang berjumlah
5 orang.

5. Waktu diadakan pemantauan


. Pemantauan dilakukan setiap 1 kali seminggu secara
berkala selama 6 bulan. Kemudian dilihat respon dari
masyarakat apakah sudah memahami arti hidup bersih dan
sehat, dan juga apakah sudah terdapat perubahan perilaku
di masyarakat.

A.Penilaian
1. Evaluasi input
. Mengajak ibu-ibu rumah tangga untuk hadir dalam
penyuluhan
. Menambah tenaga kesehatan yang bisa langsung turun ke
lapangan
. Memberikan kartu jaminan sehat untuk masyarakat
. Bekerja sama dengan PT.PAM dalam pengadaan air bersih
. Bergotong royong bersama masyarakat pembuatan jamban
sehat
. Mengajarkan langkah-langkah cara mencuci tangan yang
benar
. Mengajarkan cara memberantas jentik nyamuk

2. Evaluasi proses
. Menilai prosedur penyuluhan atau penyampaian pesan
kepada masyarakat sehingga pesan tersebut dapat di
mengerti oleh masyarakat.
3. Evaluasi hasil
. Menilai apakah pesan yang disampaikan bisa berpengaruh
terhadap masyarakat yang mencakup perubahan
pengetahuan, sikap dan perilaku.
4. Evaluasi dampak
. Dampak dari sebuah perilaku dapat diketahui setelah 1-2
tahun berjalannya program yang telah dilaksanakan.
Dampak ini dapat berupa angka kesakitan dan kematian
yang rendah di daerah yang dilakukan penyuluhan.

Lampiran

TERIMA
KASIH