Anda di halaman 1dari 20

N

A
D
I
S
A
T
N
E
M
IMPLE
N
A
R
A
G
G
N
A
R EV IU
DENGAN ASB

2014
BANGKALAN, 24 OKTOBER

LANDASAN HUKUM ASB


UU

NO. 32 TAHUN 2004 PASAL 167 AYAT (3): BELANJA DAERAH


MEMPERTIMBANGKAN BEBERAPA INSTRUMEN PENDUKUNG.
BERUPA: ANALISIS STANDAR BELANJA. STANDAR HARGA. TOLOK
UKUR KINERJA. DAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL YG DITETAPKAN
SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN.
PP NO. 58/2005 PASAL 39 AYAT (2) : PENYUSUNAN ANGGARAN
BERDASARKAN PRESTASI KERJA DILAKUKAN BERDASARKAN
CAPAIAN KINERJA. INDIKATOR KINERJA. ANALISIS STANDAR
BELANJA. STANDAR SATUAN HARGA. DAN STANDAR PELAYANAN
MINIMAL.
PERMENDAGRI NO. 13 TAHUN 2006 PASAL 93 (E) : DOKUMEN
SEBAGAI LAMPIRAN MELIPUTI KUA, PPA, KODE REKENING APBD,
FORMAT RKA-SKPD, ANALISIS STANDAR BELANJA, DAN STANDAR
SATUAN HARGA.

LANDASAN HUKUM ASB


PERMENDAGRI

NO 37 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN


PENYUSUNAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH
TAHUN ANGGARAN 2015 : PENYUSUNAN ANGGARAN BELANJA
UNTUK SETIAP PROGRAM DAN KEGIATAN MEMPEDOMANI SPM YANG
TELAH DITETAPKAN, ANALISIS STANDAR BELANJA (ASB), DAN
STANDAR SATUAN HARGA. ASB DAN STANDAR SATUAN HARGA
DITETAPKAN DENGAN KEPUTUSAN KEPALA DAERAH DAN
DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR PENYUSUNAN RKA-SKPD DAN RKAPPKD

KEPUTUSAN BUPATI BANGKALAN NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG


ANALIS STANDAR BELANJA KEGIATAN PEMERINTAH KABUPATEN
BANGKALAN

ANALISA STANDAR BELANJA


STANDAR/PEDOMAN/INSTRUMEN
UNTUK MENGANALISIS/MENGUKUR
KEWAJARAN BEBAN KERJA ATAU BIAYA
SETIAP PROGRAM ATAU KEGIATAN

PENILAIAN KEWAJARAN ASB

KEWAJARAN BEBAN
KERJA
KEWAJARAN BIAYA

KEWAJARAN BEBAN KERJA


KAITAN LOGIS ANTARA PROGRAM/KEGIATAN YANG DIUSULKAN
DENGAN STRATEGI DAN PRIORITAS APBD
KESESUAIAN ANTARA PROGRAM/KEGIATAN YANG DIUSULKAN
DENGAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATUAN KERJA YANG
BERSANGKUTAN
KAPASITAS SATUAN KERJA UNTUK MELAKSANAKAN
PROGRAM/KEGIATAN PADA TINGKAT PENCAPAIAN YANG DIINGINKAN
DAN DALAM JANGKA WAKTU SATU TAHUN ANGGARAN

KEWAJARAN BIAYA
KAITAN ANTARA BIAYA YANG DIANGGARKAN DENGAN
TARGET PENCAPAIAN KINERJA (STANDAR BIAYA)
KAITAN ANTARA STANDAR BIAYA DENGAN HARGA
YANG BERLAKU
KAITAN ANTARA BIAYA YANG DIANGGARKAN, TARGET
PENCAPAIAN KINERJA DENGAN SUMBER DANA

POSISI ASB DALAM PENGELOLAAN


KEUANGAN DAERAH
Perencanaan

Pengendalian

Pelaksanaan

Arah dan Kebijakan Umum


Strategi dan Prioritas
Program dan Kegiatan
RAPBD
APBD
Perbendaharaan
Tolok Ukur
Standar Harga

ASB

Akuntansi
Pelaporan

Monev

HUBUNGAN ANTARA ASB DAN


PENGUKURAN KINERJA

ASB memberikan kepastian terjaganya hubungan


antara input (dana) dan output (target kinerja)

PRINSIP PENYUSUNAN ASB


Penyederhanaan
Penyusunan analisis standar belanja bertujuan membuat model belanja untuk
objek-objek kegiatan yang menghasilkan output yang sama.

Mudah diaplikasikan
Model yang dibuat mudah diaplikasi atau tidak membuat susah menggunakan
model tersebut.

Mudah di-update
Model yang dibuat mudah untuk diperbaharui, dalam arti jika ditambahkan datadata baru tidak merubah formula model tersebut secara keseluruhan.

Fleksibel
Model yang dibuat menggunakan konsep belanja rata-rata dan memiliki batas
minimum belanja dan batas maksimum belanja.

PERMASALAHAN IMPLEMENTASI
ASB
KETERSEDIAAN
ANGGARAN
YANG IDEAL
SESUAI ASB

FLEKSIBELITAS
ITEM ITEM
DALAM ASB

ASB METODE OLS


Menggunakan Metode OLS /regresi sederhana untuk memperoleh model ASB
yang diinginkan dengan pendekatan ABC;
Pendekatan ABC bertujuan untuk meningkatan akurasi biaya penyediaan
barang dan jasa yang dihasilkan dg menghitung biaya tetap (fixed cost) dan
biaya variabel (variabel cost) => Biaya Total= Biaya Variabel + Biaya Tetap
Mencari variabel-variabel yang mempengaruhi (Independent Variables)
besar/kecilnya anggaran untuk setiap jenis kegiatan dan
Menghitung seberapa besar pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap
kebutuhan anggaran

ASB 02 : SOSIALISASI/PENYULUHAN/BIMTEK
Deskripsi
Kegiatan Yang
Termasuk Dalam
Lingkup ASB

Kegiatan yang bersifat melakukan sosialisasi, bimbingan maupun


penyuluhan atau kegiatan yang bertujuan untuk menyampaikan atau
menginformasikan yang dilakukan diluar kantor
1. Sosialisasi
2. Penyuluhan
3. Bimbingan Teknis

Pengendali Belanja
(cost driver)

Orang Hari (OH)

Satuan Pengendali
Belanja Tetap

Rp. 31.739.185,73 per Kegiatan

Satuan Pengendali
Belanja Variabel

Rp. 169.694,28 X Orang Hari (OH)

Perhitungan Belanja
Total

Rp. 31.739.185,73 + (Rp. 169.694,28 X Orang Hari (OH))

ASB 02 : BATASAN ALOKASI OBJEK


No
1

Objek Belanja
Belanja Pegawai
- PNS
> Uang Transport (Uang Sidang *)
> Lembur ***)

Rata-rata Batas bawah Batas atas


%
%
%

- Non PNS
> Uang Transport (Uang Sidang *)
> Lembur ***)
Belanja Barang dan Jasa
- Honorarium Narasumber **)
- Belanja Pakai Habis
- Belanja Bahan Material
- Belanja Sewa Gedung
- Belanja Dokumentasi dan Dekorasi
- Belanja Cetak dan Penggandaan
- Belanja Makan dan Minum
- Belanja Perjalanan Dinas

9,73%
0,39%

0,16%
0,00%

19,61%
0,79%

17,36%
0,13%

0,28%
0,00%

35,01%
0,26%

8,56%
2,13%
17,69%
1,50%
4,87%
10,09%
25,23%
2,31%

0,14%
0,03%
0,29%
0,00%
0,08%
0,16%
0,41%
0,00%

17,25%
4,30%
35,67%
3,02%
9,83%
20,35%
50,88%
4,65%

ASB 02 : CATATAN
*) Uang sidang diberikan jika ybs tidak mendapatkan uang
transport
**) Narasumber sesuai permendagri 37/2014 ttg pedoman
penyusunan apbd dianggarkan dalam belanja barang dan jasa
***) Lembur dalam RKA dianggarkan
operasional penunjang SKPD

dalam kegiatan

SIMULASI PENGGUNAAN ASB 02


Pengendali
Belanja (cost
driver)

50 orang X 2 hari = 100 Orang Hari (OH)

Satuan
Pengendali
Belanja Tetap

Rp. 31.739.185,73 per Kegiatan

Satuan
Pengendali
Belanja Variabel
Perhitungan
Belanja Total

Rp. 169.694,28 X 100 Orang Hari (OH)


Rp. 31.739.185,73 + (Rp. 169.694,28 X 100 Orang Hari
(OH))
Jumlah Total = Rp. 48.708.613,73

SIMULASI ALOKASI OBYEK ASB 02


No
1

Objek Belanja

Rata-Rata
Rupiah

Kombinasi
Rupiah

Belanja Pegawai
- PNS
> Uang Transport (Uang Sidang *)
> Lembur ***)

4.738.414,89
191.801,97

10%
0%

4.500.000,00
-

9%
0%

- Non PNS
> Uang Transport (Uang Sidang *)
> Lembur ***)

8.457.409,84
62.297,89

17%
0%

1.500.000,00
-

3%
0%

Belanja Barang dan Jasa


- Honorarium Narasumber **)
- Belanja Pakai Habis
- Belanja Bahan Material
- Belanja Sewa Gedung
- Belanja Dokumentasi dan Dekorasi
- Belanja Cetak dan Penggandaan
- Belanja Makan dan Minum
- Belanja Perjalanan Dinas

4.167.822,90
1.038.132,90
8.617.045,81
729.168,43
2.373.926,98
4.916.931,37
12.291.467,10
1.124.193,65

9%
2%
18%
1%
5%
10%
25%
2%

7.700.000,00
2.100.000,00
17.550.000,00
1.461.258,41
2.207.288,02
4.870.861,37
6.819.205,92
-

16%
4%
36%
3%
5%
10%
14%
0%

PENYAJIAN DALAM RKA-SKPD

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN


DALAM IMPLEMENTASI ASB
Format penyajian di RKA-SKPD tetap mengacu pada ASB sebelumnya
Item-item yang tercantum dalam ASB sebelumnya tidak mengikat
Harga satuan tetap berpedoman pada harga satuan yang telah ditetapkan dengan
perkada
Anggaran per obyek belanja maupun total berpedoman dengan ASB motede OLS
Jika dana yang tersedia dibawah anggaran hasil ASB yang ideal, maka dalam melakukan
perincian ke rka mengikuti persentase yang terdapat pada ASB metode OLS
ASB Metode OLS lebih banyak bermanfaat pada saat reviu RKA-SKPD

TERIMA KASIH

DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN


PERWAKILAN PROVINSI JAWA TIMUR

Jalan Raya Bandara Juanda Nomor 38 Sidoarjo


Telepon (031)8670360 Faksimil (031)8670911 e-mail : jatim@bpkp.go.id

Anda mungkin juga menyukai