Anda di halaman 1dari 5

PENDINGIN RUANGAN PORTABEL BERBAHAN KERAMIK PELTIER

Albert Agung Yohanes Hutapea (140310120034)


Program Studi Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
21 April 2015
Asisten : Dadang
ABSTRAK
Dalam praktikum ini akan dibahas mengenai pendigin ruangan berbahan keramik peltier. Pendingin

ruangan ini mempunyai bagian-bagian utama yaitu kipas bawah, heatsink, keramik peltier, filter udara
dan kipas atas. Ketika alat diberi arus DC maka kipas bawah akan berputar sehingga membuat
heatsink menjadi dingin, dingin yang disimpan pada heat sink akan membuat permukaan bawah
keramik peltier yang tertempel pada heatsink menjadi dingin. Dingin ini kemudian disalurkan
menggunakan kipas setelah itu saring menggunakan filter yang akhirnya menghasilkan dingin pada
ruangan. Pendingin ruangan portabel ini juga meminimalisir energi yang digunakan karena hanya
menggunakan sedikit energi listrik.Metode yang kami gunakan adalah penelitian dengan percobaan,
dimana kami meneliti bahan material pembuat alat serta mempelajari skema kerja alat. Setelah itu
kami merancang alat, mengujinya, dan membuat evaluasi kinerja alat pendingin tersebut. Hasil yang
kami dapatkan menunjukan bahwa keramik peltier dapat digunakan sebagai bahan pendingin udara
dengan hasil penurunan suhu yang terjadi saat keramik peltier digunakan dalam sistem.
Kata Kunci : Pendingin Ruangan, Portabel, Keramik Peltier
I. Pendahuluan
Penggunaan AC (Air Conditioner) atau
pendingin ruangan saat ini sudah sangat
berkembang pesat di masyarakat. Hal ini
dikarenakan oleh kondisi cuaca yang
belakangan ini terbilang panas dan tidak
menentu. Kondisi ini menyebabkan masyarakat
menjadikan pendingin ruangan menjadi salah
satu daftar kebutuhan rumah tangga.
Penggunaan pendingin ruangan sebenarnya
merupakan salah satu pemicu meningkatnya
suhu bumi. Gas CFC pada pendingin ruangan
merusak lapisan ozon yang pada akhirnya
membuat sinar matahari langsung mengenai
karena lapisan pelindung bumi yang tipis.
Walaupun banyak masyarakat yang sudah
mengetahui hal ini, tetap saja kebanyakan
masyarakat tidak perduli dan mengabaikan
bahaya dari penggunaan pendingin ruangan.
Salah satu cara untuk mengatasi hal ini adalah
mengganti penggunaan gas CFC dalam
pendingin
ruangan
dengan
bahan
semikonduktor yaitu keramik peltier. Keramik
peltier dapat menghasilkan suhu dingin bila
diberi beda potensial. Pendingin ruangan
berbahan
keramik
peltier
sepenuhnya

merupakan alat pendingin ruangan yang ramah


lingkungan karena tidak ada emisi buang gas
yang terjadi. Selain itu pendingin ruangan yang
dijual dipasaran saat ini membutuhkan daya
yang cukup besar, walaupun saat ini udah
banyak pendingin ruangan yang menerapkan
sistem low watt (rendah daya), namun tetap
saja
masyarakat
kebanyakan
membeli
pendingin ruangan yang standar tanpa fitur
daya rendah. Hal ini disebabkan karena
pendingin ruangan yang standar tebilang
murah. Kami membuat suatu inovasi dimana
kami ingin menciptakan pendingin ruangan
portabel yang dapat dibawa kemana- mana,
daya yang kecil, dan tetap membuat suhu
ruangan menjadi dingin atau sejuk.
II. Tinjauan Pustaka
2.1. Prinsip Termodinamika
Hukum
Termodinamika
pertama
menyatakan bahwa energi tidak dapat
dimusnahkan, melainkan dapat berpindah
menjadi energi dalam bentuk lain. Persamaan
dalam hukum termodinamika pertama dapat
dinyatakan sebagai berikut :
1

dQ = dU + dW ....................................(2.1)
dengan harga dQ dan dW bergantung pada
proses yang terjadi. Hukum pertama
termodinamika yang menyatakan energi
berpindah bentuk dari energi mekanik menjadi
panas, atau sebaliknya energi panas menjadi
mekanik. Namun kenyataannya energi mekanik
dapat diubah menjadi energi panas, tetapi tidak
semua energi panas dapat diubah menjadi
energi mekanik. Maka dari itu hukum
teromdinamika pertama ini disempurnakan
dengan hukum termodinamika kedua. Dimana
hukum termodinamika kedua memberi batasanbatasan tentang arah yang dijalani suatu proses
yang sekaligus memberi kriteria apakah proses
tersebut dapat berpindah secara bolak- balik
(reversible) atau tidak bolak balik, melainkan
hanya terjadi satu arah (irreversible).
Perubahan entropi dapat dipakai untuk
menentukan arah yang dijalani suatu proses.
Pendingin Udara Portabel
Pendingin udara portabel ini merupakan
pendingin udara yang berbahan utama keramik
peltier, dimana keramik peltier adalah
pendingin termoelektrik. Dimana prinsip kerja
pendingin termoelektrik berdasarkan efek
peltier, yaitu ketika arus dc dialirkan ke elemen
peltier yang terdiri dari beberapa pasang sel
semikonduktor tipe p (yang memiliki tingkat
energi yang lebih rendah) dan tipe n (yang
memiliki energi yang lebih tinggi) akan
mengakibatkan salah satu sisi elemen peltier
menjadi dingin (kalor diserap) dan sisi lain
menjadi panas (kalor dilepaskan), sisi elemen
peltier yang menjadi dingin maupun panas
bergantung pada arah aliran arus listrik. Hal
yang menyebabkan sisi dingin elemen peltier
menjadi dingin adalah mengalirnya elektron
dari tingkat energi yang lebih rendah pada
semikonduktor tipe-p, ke tingkat energi yang
lebih tinggi yaitu semikonduktor tipe-n. supaya
electron tipe p yang mempunyai tingkat energi
yang lebih rendah dapat mengalir maka
elektron menyerap kalor yang mengakibatkan
sisi tersebut menjadi dingin. Sedangkan
pelepasan kalor ke lingkungan terjadi pada
sambungan sisi panas, dimana elektron

mengalir dari tingkat energi yang lebih tinggi


(semikonduktor tipe-n) ke tingkat energi yang
lebih rendah (semikonduktor tipe-p), untuk
dapat mengalir ke semikonduktor tipe p,
kelebihan energi pada tipe n dibuang ke
lingkungan sisi tersebut menjadi panas.

Gambar 2.1 Susunan Alat Pendingin Udara


Portabel
2.4. Sistem Pada Pendingin Portable
Pada pendingin ini ada bagian-bagian
utama yaitu kipas bawah, heatsink, keramik
peltier, filter udara dan kipas atas. Ketika alat
diberi arus DC maka kipas bawah akan berputar
sehingga membuat heatsink menjadi dingin,
dingin yang disimpan pada heat sink akan
membuat permukaan bawah keramik peltier
yang tertempel pada heatsink menjadi dingin.
Dengan melihat sistem kerja keramik peltier
dimana permukaan bawah dan permukaan atas
keramik memiliki beda suhu yang besar. Jadi
semakin dingin permukaan bawah keramik
maka akan membuat permukaan atas semakin
dingin pula. Sehingga permukaan atas akan
menjadi sangat dingin (membeku). Pada saat
yang sama kipas bagian atas akan berputar dan
udara yang panas akan masuk dan diteruskan ke
keramik peltier yang suhunya sangat dingin,
sehingga membuat udara menjadi dingin. Udara
yang sudah didingin kan akan melewati sisi
samping alat. Tetapi sebelum melewati sisi
samping alat udara dingin akan di filter terlebih
dahulu oleh filter udara yang ada di sisi
2

samping alat. Sehingga output nya akan


menjadi udara dingin yang sudah di filter.
III. Percobaan
Percobaan dilakukan dengan merangkai
alat pendingin ruangan portabel. Dengan
menghubungkan kipas (fan) dan keramik peltier
dengan catu daya. Dengan rangkaian parallel
disusun alat pendingin ruangan portabel seperti
gambar dibawah ini :

Tabel 3. Percobaan Dengan Keramik Peltier


2 Buah

Tabel 4. Percobaan Dengan Keramik Peltier


3 Buah

Gambar 3.1. Skema Alat Pendingin Ruangan


Berbahan Keramik Peltier

Grafik 1. Perubahan Suhu Terhadap Waktu


(sistem kipas)

IV.
Data dan Analisis
Setelah melakukan praktikum, didapatkan
data sebagai berikut :
Tabel 1. Percobaan Tanpa Sistem

Tabel 2. Percobaan Sistem Kipas


Grafik 2. Perubahan Suhu Terhadap Waktu
(2 keramik peltier)
3

Grafik 3. Perubahan Suhu Terhadap Waktu


(3 keramik peltier)

Grafik 3. Perubahan Suhu Terhadap Waktu


(3 keramik peltier)

Analisa
Hasil pengukuran yang kami lakukan pada
saat tanpa sistem adalah suhu ruangan 27.6 C.
Pertama kami menggunakan sistem kipas saja,
pada sistem ini temperatur ruangan mengalami
penurunan. Penurunan ini disebabkan karena
udara panas dalam ruangan (kotak) keluar
melalui celah. Tekanan dalam ruangan yang
kecil menyebabkan udara dari luar masuk dan
udara panas dalam kotak keluar melalui celah.
Perubahan suhu pada sistem ini tidak begitu

besar karena udara yang dialirkan oleh kipas


tidak mengandung suhu yang dingin.
Pada percobaan kedua digunakan keramik
peltier dalam sistem. Pada percobaan ingin
didapatkan keadaan dimana keramik peltier
mengalami pembekuan. Peltier akan mengalami
pembekuan ketika sisi panas semakin turun
suhunya. Saat kipas mengenai heatsink maka
heatsink akan memiliki suhu dingin yang
ditempelkan ke sisi panas keramik peltier.
Sehingga sisi dingin peltier akan semakin
dingin. Namun dalam percobaan banyak
masalah yang didapatkan. Pertama masalah
pada rangkaiannya. Karena sistem dirangkai
paralel maka arus yang diberikan pada peltier
akan terbagi. Pada prinsipnya peltier akan
bekerja optimal pada arus 5 7 ampere. Namun
karena arusnya yang tidak memadai
menyebabkan peltier tidak dapat membeku.
Masalah kedua adalah ketidaksesuaian heatsink
dengan kipas. Karena besar heatsink lebih kecil
dari kipas maka angina/udara yang diberikan
kipas tidak semua terpakai untuk mendinginkan
heatsink sehingga sisi panas peltier tidak
mengalami penurunan suhu karena heatsink
yang tidak dingin. Masalah yang terakhir
adalah udara dingin dari keramik peltier (sisi
dingin) tidak dihantarkan dengan baik oleh
kipas. Kipas yang digunakan
untuk
menyebarkan udara dingin tidak berkerja
optimal. Namun meskipun banyak masalah
yang dihadapi, eksperimen yang dilakukan
tetap menunjukan hasil yang sesuai walaupun
tidak sangat terlihat. Data hasil pengamatan
menunjukan bahwa dengan keramik peltier,
penurunan suhu yang ditimbulkan dengan
rentang waktu tiap satu menit menunjukan
perubahan yaitu penurunan suhu. Sehingga
sapat dikatakan percobaan pendingin ruangan
portabel berbahan keramik peltier ini
terselesaikan namun masih harus banyak
diperbaiki.
Grafik perubahan suhu terhadap waktu yang
didapat menunjukan bahwa terjadi perubahan
suhu yakni menurun dengan lamanya waktu.
Semakin lama pendingin digunakan maka suhu
ruangan akan semakin menurun. Namun
penurunan suhu ini akan efektif dengan luas
4

ruangan tertentu. Pada praktikum ini ruangan


yang digunakan adalah kotak kardus.
V. Kesimpulan
Tabel 5. Perubahan Suhu Untuk Tiap 0, 2,
dan 3 Peltier

Setelah melakukan praktikum dapat


disimpulkan bahwa dengan menggunakan
keramik peltier dapat dibuat sebuah pendingin
ruangan portabel yang dapat menurunkan suhu
sekitar.
DAFTAR PUSTAKA
1. Nainggolan, Werlin . S, 1976,
Termodinamika : Teori Soal
Penyelesaian, Bandung : Penerbit CV.
ARMICO
2. Warner, Thermodynamics Fundamental
For Engineers