Anda di halaman 1dari 11

KEBERSIHAN MULUT

KEBERSIHAN MULUT
Latar Belakang
Perawatan membersihkan mulut kepada klien diberikan agar klien mendapatkan perawatan
yaitu mulut akan tetap bersih dan klien merasa nyaman serta memilki kesehatan mulut yang
baik,jauh dari kuman dan penyakit mulut.
Tujuan Penulisan
Tujuan Umum
Untuk mengembangkan pengetahuan serta menerapkan pengetahuan tentang perawatan mulut
untuk menjaga agar tetap bersih dari kuman dan terhindar dari penyakit mulut yang
menyebabkan terjadinya bau mulut.
Tujuan khusus
Untuk memenuhi materi ajaran dalam mata kuliah KDM ( Konsep Dasar Manusia) I Semester 2
T.A. 2008 dan mampu membersih mulut sesuai prosedur.
LANDASAN TEORI
Kelainan- Kelainan Mulut
Ada beberapa jenis penyakit pada pada mulut atau kelainan- kelainan pada mulut yaitu:

1. Stomatitis : Merupakan peradangan yang terjadi pada selaput lendir mulut,lidah, bibir,
langit- langit dan pipi bagian dalam karena pengiritasian, seperti tembakan.
2. Gingivitis : Peradangan gusi, karena hygiene mulut yang buruk atau terjadi tanda leukemia
atau diabetes melitus.
3. Glositis : merupakan peradangan lidah karena penyakit infeksi seperti luka bakar atau
gigitan.
4. Keilosis : Gangguan bibir yang retak, terutama pada sudut mulut.
5. Halitosis : Merupakan bau nafas yang merupakan masalah umum rongga mulut.
Pengertian Membersihkan Mulut
Membersihkan rongga mulut, lidah dan gigi dari semua kotoran atau sisa makanan dengan
mempergunakan kain kasa yang dibasahi air bersih.
Tujuan Membersihkan Mulut
1. Mempertahankan kebersihan rongga mulut, lidah dan gigi dan dari semua kotoran
serta sisa makanan agar tetap sehat dan tidak berbau.
2. Mencegah terjadinya infeksi seperti Stomatis dll
3. Memberi perasaan nyaman pada pasien & Meningkatkan kepercayaan diri pada pasien.
Indikasi

4. Pasien yang giginya tidak boleh digosok dengan sikat gigi, misalnya karena Stomatitis
yang hebat atau menderita penyakit darah tertentu.
5. Pasien yang sakit parah atau tidak sadar.
6. Pasien sesudah operasi mulut atau yang menderita patah tulang rahang.
PRAKTEK
A. Persiapan Alat
1. Handuk dan Perlak
2. Gelas kumur berisi air
3. Kom kecil berisi boraks gliserin secukupnya.
4. Bak steril tetutup berisi kapas lidi,kasa,pinset 2 buah,sudip lidah 1 buah.
5. Sarung tangan
6. Bengkok 2 buah
7. Perlak kecil dan alasnya
B. Prosedur
1. Bawa kedekat pasien
2. Beritahu klien tujuan dan prosedur yang akan dilaksanakan.

3. Cuci tangan,lalu pakai sarung tangan.


4. Pasang handuk/alas dibawah dagu dan pipi klien.
5. Jepit deppers dengan ujung pinset/arteri klem dan basahi dengan air masak.
6. Bersihkan rongga mulut mulai dari dinding,gusi.gigi dan terakhir bagian luar dengan
hati- hati.
7. kain kasa/deppers yang sudah kotor dibuang kedalam bengkok
8. Setelah dilakukan hingga bersih
9. Selanjutnya.olesi bibir dengan boraks gliserin.
10. Jika terdapat stomatitis,olesi dengan gentian violet atau obat lain menggunakan lidi
kapas.
11. Angkat bengkok yang berisi kain kasa,deppers,lidi kapas,pinset,klem yang kotor dan
letakkan diatas kaki/meja dorong.
12. Angkat perlak
13. Lepaskan sarung tangan dan masukkan kedalam bengkok.
14. Rapikan klien.
15. Peralatan dibersihkan,dibereskan dan dikembalikan ketempat semula.
16. Cuci tangan.

Tujuan

Tindakan Evaluatif

Klien akan memiliki muko-

Inspeksi kondisi lidah,gusi

Mukosa,lidah

sa

dan garis pipi.

makan menjadi lembab,

mulut

utuh

dan

terhidrasi baik pada saat

Hasil
dan

bibir

merah muda dan utuh.

pulang.
Observasi kondisi bibir

Kotoran yang keras tidak


ada.

Klien

akan

melakukan Observasi

penampilan Teknik hygiene mulut akan

pera-watan hegiene-mulut klien saat menyikat gigi

didemonstrasikan dengan

secara mandiri dengan baik

tepat.

PENUTUP
Kesimpulan
Masalah mulut dapat memberikan resiko yang cukup serius bagi klien yang merasakannya. Oleh
karena itu diperlukan perawatan bagi klien secara teratur& setiap hari agar terhindar dari
penyakit mulut.
Dalam perawatan mulut ini diperlukan persiapan alat& persiapan perawat untuk melakukan
prosedur pelaksanaan sehingga dapat tercapai hasil sesuai yang diharapkan.

Saran
Untuk itu penulis mengajak masyarakat untuk bisa mengkaji pola makanan, menjaga kebersihan
mulut, kenyamanan & kelembaban struktur mulut, agar mencegah terjadinya penyakit mulut dan
kerusakan pada gigi.
Referensi
Eni Kusyati,dkk.2006. Keterampilan dan Prosedur Laboratorium. Penerbit: Buku
kedokteran EGC. Jakarta.
Guno Samekto.1987. Buku Pedoman Ilmu Keperawatan. Penerbit: Rs. Bethesda. Yogyakarta.
Potter perry.2006. Fundamental Keperawatan. Penerbit:Buku kedokteran EGC. Jakarta.

CHECKLIST MEMBERSIHKAN MULUT (HIGIENE ORAL


KHUSUS)
Nama:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.

No.Mhs:
Pengertian : Membersihkan rongga mulut,lidah, dan gigi dari semua kotoran/ sisa
makanan dengan menggunakan kain kasa atau kapas yang di basahi dengan air bersih
Tujuan :
Menigkatkan daya tahan tubuh
Mencegah timbulnya penyakit infeksi, baik local maupun penularan melalui mulut seperti
stomatitis/sariawan, bibir pecah-peceh, kerusakan pada gigi,dan lain-lain
Menghindari bau mulut
Memberikan perasaan senang dan segar pada clen
Merupakan suatu usaha pengobatan
Melaksanakan kebersihan perorangan
Memberi perasaan nyaman pada pasien dan meningkatkan kepercayaan diri pada pasien
Membantu meningkatkan nafsu pasien
Dilakukan pada :
Pasien yang giginya tidak boleh di gosok dengan sikat gigi misalnya, karena stomatitis yang
hebat, atau menderita penyakit darah tertentu.
Pada pasien yang tidak dapat melakukan sendiri, misalnya karena tidak sadar, patah tulang
lengan,patah tulang rahang, anak-anak, atau pasca bedah yang masih puasa.
Waktu :

N
O
1
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

LANGKAH
PERSIAPAN ALAT:
Baki yang sudah di beri alas dan berisi:
Handuk dan kain perlak/kain pengalas
Gelas kumur berisi air masak atau NaCl/H2O2,1% Obat
kumur,Borax Gliserin 10%
Sudip lidah (toung spatel) yang telah di bungkus kasa
Bak steril berisi kapas lidi, kasa/deppers, pinset/arteri klem
Bengkok (2 buah)
Sarung tangan bersih
Perlak kecil dan alasnya
PERSIAPAN PASIEN:
Diberikan penjelasan tentang hal-hal yang akan di lakukan, bila
pasien dalam keadaan sadar

PERSIAPAN LINGKUNGAN:
Jaga Prifasi Klien
PROSEDUR PELAKSANAAN:
1. Bawa alat ke dekat pasien
2. Jelaskan pada pasien tujuan dan prosedur yang akan di
lakukan(pada pasien sadar)
3. Cuci tangan
4. Pasang alas atau handuk di bawah dagu dan pipi pasien
5. Pakai sarung tangan
6. Jepit deppers dengan ujung pingset/arteri klem dan basahi dengan
air masak atau NaCl/H2O2 atau air garam
7. Buka mulut pasien dengan sudip lidah yang sudah di bungkus
kasa (bila pasien tidak sadar).
8. Bersihkan rongga mulut mulai dari dinding rungga mulut, gusi,
gigi, dan terakhir gigi bagian luar mulut dengan hari-hati
9. Kain kasa/deppers yang sudah kotor di buang ke dalam bengkok
10. Ulangi tindakan sampai bersih
11. Selanjutnya olesi bibir dengan borak,jika terdapat stomatitis, olesi
dengan gentian violen atau obat lainya mengunakan kapas lidi
12. Angkat bengkok yang berisi kain kasa,deppres, kapas lidi, pinset,
klem yang kotor dan letakkan di atas baki/ meja dorong.
13. Angkat perlak atau alas
14. Lepaskan sarung tangan dan masukkan ke dalam bengkok
15. Rapikan Pasien
16. Bawa alat-alat ke tempat cucian untuk di bersihkan, lalu simpan
ke tempatnya masing-masing
17. Cuci tangan
18. Dokumentasikan tindakan

YA

TIDAK

Memelihara mulut pasien yang patah tulang rahang atau akan


menjalani operasi rahang
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
1.
2.

Tujuan :
Menigkatkan daya tahan tubuh
Mencegah timbulnya penyakit infeksi, baik local maupun penularan melalui mulut seperti
stomatitis/sariawan, bibir pecah-peceh, kerusakan pada gigi,dan lain-lain
Menghindari bau mulut
Memberikan perasaan senang dan segar pada clen
Merupakan suatu usaha pengobatan
Melaksanakan kebersihan perorangan
Memberi perasaan nyaman pada pasien dan meningkatkan kepercayaan diri pada pasien
Membantu meningkatkan nafsu pasien
Dilakukan pada :
Pasien yang giginya tidak boleh di gosok dengan sikat gigi misalnya, karena stomatitis yang
hebat, atau menderita penyakit darah tertentu.
Pada pasien yang tidak dapat melakukan sendiri, misalnya karena tidak sadar, patah tulang
lengan,patah tulang rahang, anak-anak, atau pasca bedah yang masih puasa.
Waktu :
NO
1
1.
2.
3.
4.
5.
6.

LANGKAH
PERSIAPAN ALAT :
Handuk atau kain pengalas
Gelas atau mangkok berisi larutan garam (NaCl), H202 atau betadin
cargel(Betadin kumur)
Bak steril berisi lidi kapas atau pasa, pinset,spuit 10cc
Bengkok
Sarungtangan bersih
Tisu

PERSIAPAN PASIEN :
Diberikan penjelasan tentang hal-hal yang akan di lakukan, bila pasien
dalam keadaan sadar

PERSIAPAN LINGKUNGAN :
Jaga Prifasi Klien
PROSEDUR PELAKSANAAN:
BAWA ALAT KE DEKAT PASIEN
Beritahu pasien tujuan atau prosedur yang akan di laksanakan
Cuci tangan lalu pakai sarung tangan
Pasang handuk/alas di atas dada sampai di bawah dagu
Letakkan bengkok di bawah dagu/pipi pasien
Bersihkan gigi dengan menyemprotkan NaCl berulang kali sampai
bersih dan anjurkan agar air kotor di buang ke dalam bengkok

4
1.
2.
3.
4.
5.
6.

YA

TIDA
K

7.

Bersihkan gigi/ kawat penyikat dengan lidi kapas/ kain kasa yang di
basahi
8. Keringkan ata bersihkan mulut dan sekitarnya dengan handuk/ tisu
9. Singkirkan bengkok kotor ke atas baki meja dorong
10. Rapikan kain dan lepaskan sarung tangan
11. Bereskan alat, cuci, dan simpan ke tempatnya masing- masing.
12. Cuci tangan
13. Dokumentasikan tindakan
http://samuelsiagian.blogspot.com/2009/06/kebersihan-mulut.html

PERAWATAN ORAL HYGIENE PADA PASIEN TIDAK SADAR


1. Pengertian
Oral hygiene adalah tindakan untuk membersihkan dan menyegarkan mulut, gigi dan
gusi (Clark, dalam Shocker, 2008). Dan menurut Taylor, et al (dalam Shocker, 2008), oral
hygiene adalah tindakan yang ditujukan untuk menjaga kontinuitas bibir, lidah dan mukosa
mulut, mencegah infeksi dan melembabkan membran mulut dan bibir. Sedangkan menurut
Hidayat dan Uliyah (2005), oral hygiene merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada
pasien yang dihospitalisasi. Tindakan ini dapat dilakukan oleh pasien yang sadar secara mandiri
atau dengan bantuan perawat. Untuk pasien yang tidak mampu mempertahankan kebersihan
mulut dan gigi secara mandiri harus dipantau sepenuhnya oleh perawat. Menurut Perry, ddk
(2005), pemberian asuhan keperawatan untuk membersihkan mulut pasien sedikitnya dua kali
sehari.
2. Tujuan
Menurut Clark (dalam Shocker, 2008), tujuan dari tindakan oral hygiene adalah seba/gai
berikut:
a. Mencegah penyakit gigi dan mulut
b. Mencegah penyakit yang penularannya melalui mulut.
c. Mempertinggi daya tahan tubuh
d. Memperbaiki fungsi mulut untuk meningkatkan nafsu makan.
Sedangkan menurut Hidayat dan Uliyah (2005), tujuan dari tindakan oral hygiene,
adalah:
a. Mencegah infeksi gusi dan gigi.
b. Mempertahankan kenyamanan rongga mulut.
3. Bahaya kurangya kebersihan mulut
Tujuan utama dari kesehatan rongga mulut adalah untuk mencegah penumpukan plak dan
mencegah lengketnya bakteri yang terbentuk pada gigi. Akumulasi plak bakteri pada gigi karena
hygiene mulut yang buruk adalah faktor penyebab dari masalah utama kesehatan rongga mulut,
terutama gigi. Kebersihan mulut yang buruk memungkinkan akumulasi bakteri penghasil asam
pada permukaan gigi. Asam demineralizes email gigi menyebabkan kerusakan gigi (gigi
berlubang). Plak gigi juga dapat menyerang dan menginfeksi gusi menyebabkan penyakit gusi
dan periodontitis. Banyak masalah kesehatan mulut, seperti sariawan, mulut luka, bau mulut dan

lain-lain dianggap sebagai efek dari kesehatan rongga mulut yang buruk. Sebagian besar masalah
gigi dan mulut dapat dihindari hanya dengan menjaga kebersihan mulut yang baik (Forthnet,
2010).
4. Cara menjaga oral hygiene
Menurut Denstisty (2010), cara-cara yang dapat dilakukan sendiri dan efektif dalam
menjaga oral hygiene, adalah sebagai berikut:
a. Sikat gigi
Pengenalan teknik sikat gigi yang tepat, memotivasi untuk sikat gigi secara teratur dan
pemilihan pasta gigi dengan tepat. Teknik sikat gigi yang secara horisontal adalah umum
dilakukan dan itu merupakan suatu kesalahan karena dengan cara demikian lambat laun dapat
menimbulkan resesi gingival dan abrasi gigi. Pada pasien yang tidak sadar, sikat gigi diganti
dengan kain pembungkus handuk atau kasa pada ujung batang jari. Pasta gigi membantu tetapi
tidak perlu.
b. Kumur-kumur antiseptik
Terdapat berbagai bahan aktif yang sering digunakan sebagai kumur-kumur, seperti metal
salisilat, chlorhexidine 0,20% dan H2O2 1,5% atau 3,0%. Kumur-kumur yang lebih murah dan
cukup efektif adalah dengan air garam hangat.
c. Dental flos atau benang gigi
Cara ini mulai banyak diperkenalkan dan cukup ampuh untuk membersihkan di sela-sela
gigi.
d. Pembersih lidah
Tumpukan debris di dorsum lidah penuh dengan kuman-kuman oportunis serta candida
yang bermukim sebagai flora normal maupun transient.
5. Cara perawatan oral hygiene pada pasien dengan penurunan tingkat kesadaran
Menurut Perry (2005), adapun perawatan oral hygiene pada pasien dengan penurunan
tingkat kesadaran, sebagai berikut:
a. Peralatan
1) Air segar
2) Spatel lidah dengan bantalan atau spons
3) Handuk wajah, handuk kertas
4) Kom kecil
5) Bengkok
6) Gelas dengan air dingin
7) Spuit ber-bulb kecil
8) Kateter pengisap dihubungkan dengan alat pengisap
9) Sarung tangan sekali pakai
10) Pinset
11) Depper
b. Prosedur tindakan
1) Pastikan program dokter bila diperlukan hal-hal khusus
2) Pastikan identitas pasien
3) Jika memungkinkan jelaskan prosedur dan alasan dilakukan tindakan kepada keluarga pasien
4) Dekatkan alat-alat
5) Cuci tangan dan gunakan sarung tangan

6)

Uji adanya reflex muntah dengan menempatkan spatel lidah diatas bagian belakang lidah (pasien
dengan gangguan reflex menelan memerlukan perawatan khusus)
7) Inspeksi rongga mulut
8) Posisikan klien dekat ke sisi tempat tidur, balik kepala pasien ke arah matras, bila perlu nyalahkan
mesin pengisap dan sambungkan slang ke kateter pengisap.
9) Tempatkan handuk dibawah wajah pasien dan bengkok di bawah dagu.
10) Secara hati-hati regangkan gigi atas dan bawah pasien dengan spatel lidah dengan memasukkan
tong spatel secara cepat tetapi lembut, diantara molar belakang. Masukkan bila pasien relaks.
(Jangan memaksa).
11) Bersihkan mulut pasien menggunakan spatel lidah yang dibasahi dengan air segar. Isap sesuai
kebutuhan selama pembersihan. Bersihkan permukaan penguyah dan permukaan dalam pertama.
Bersihkan atap mulut dan bagian dalam pipi dan bibir. Gosok lidah tetapi hindari menyebabkan
reflex muntah bila ada. Basahi aplikator bersih dengan air dan gosok mulut untuk mencuci.
Ulangi sesuai kebutuhan.
12) Isap sekresi bila terakumulasi.
13) Jelaskan kepada keluarga bahwa tindakan telah selesai.
14) Lepaskan sarung tangan.
15) Kembalikan pasien pada posisi yang nyaman.
16) Bersihkan peralatan dan kembalikan pada tempatnya.
17) Dokumentasikan prosedur dan keadaan pasien
18) Periksa kembali bila diperlukan.
6. Bahaya oral hygiene buruk terhadap penyakit sistemik.
Menurut Wikipedia (2010), beberapa studi klinis terbaru menunjukkan hubungan
langsung antara kebersihan mulut yang buruk (bakteri dan infeksi rongga mulut) dan penyakit
sistemik, yaitu:
a. Penyakit kardiovaskuler (serangan jantung dan stroke)
b. Bakteri pnemonia
c. Bayi lahir berat badan rendah
d. Komplikasi diabetes
e. Osteoporosis
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, A.A.A. dan Uliyah, M. 2005. Kebutuhan Dasar Manusia, Buku Saku Praktikum. Jakarta:
EGC.
Perry, dkk. 2005. Buku Saku Keterampilan & Prosedur Dasar, Edisi 5. Jakarta: EGC.
Potter, P.A. dan Perry, A.G. 2006. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: Konsep, Proses, dan Praktik,
Edisi 4. Jakarta: EGC.
Smeltzer, S.C. dan Bare, B.G. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah: Brunner & Suddarth,
Edisi 8, Vol 3. Jakarta: EGC.