Anda di halaman 1dari 27

BED SIDE TEACHING (BST) AND CASE REPORT

SESSION (CRS)
FIBROSIS PARU
Nama : Wiko Wicaksono
NIM : G1A109065

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR


BAGIAN / SMF RADIOLOGI RSUD RADEN MATTAHER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2014

BAB I
LAPORAN KASUS
1.1 Identitas Pasien
Nama

: Ny. Zaimar
No Rekam Medis : 763602
Umur : 45 Tahun
Tempat, tanggal lahir : Jambi, 01/06/1969
TB/BB : 160 cm / 50 Kg
Jenis kelamin : perempuan
Pendidikan terakhir : SMA
Pekerjaan : ibu rumah tangga
Alamat : desa muara kumpeh rt 16 kelurahan muara kumpeh
kec. Kumpeh ulu
Suku : Jambi
Bangsa : Indonesia

1.2. Anamnesis
KU:
Pasien datang kontrol untuk pertama kali setelah Post Op
Mastektomi
RPS:
Dari data yang diperoleh, diketahui bahwa pada saat ini ny
Zaimar sedang dalam masa pemulihan pasca operasi
mastektomi. Dan sekarang melakukan control setelah
dilakukan operasi mastektomi, dan direncanakan untuk
melakukan kemoterapi untuk pertama kali.
RPD :
Sebelumny ny Zaimar pernah mengeluh adanya benjolan di
payudara sebelah kiri, kemudian telah dilakukan mastektomi.

RPK:
terdapat anggota keluarga yang menderita penyakit seperti
ny zaimar.yaitu kakak kandung nya
RSE:
Saat ini, anggota keluarga yang juga tinggal serumah
dengan ny ada 3 orang, yakni ny zaimar beserta suami dan
anaknya.
RK:
Tidak ada

1.3. Pemeriksaan Fisik

KU
: Tampak sakit ringan
Kesadaran : CM
TV:
TD : 110/70 mmHg
RR : 18 x/m
N : 88x/menit
t
: 36,5C

Kepala
: dbn
Mata
Konjungtiva: Anemis (-/-)
Skelera
: Ikterik (-/-)
Pupil
: Isokor kiri-kanan (+/+), 2 mm, refleks cahaya (+/
+)

Telinga
Hidung
Mulut
Leher

:
:
:
:

dbn
dbn
dbn
Pembesaran KGB (-)

Jantung

: dbn
Pulmo
: Simetris kanan-kiri, retraksi (-),
sikatriks (-) nyeri tekan (-), sonor (+) suara dasar
paru vesikuler (+),
Abdomen
: dbn
Ekstremitas : dbn

1.4

Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan PA :
Lokasi Jaringan di Breast sisnistra + KGB axilla sinistra
.Makroskopis

Diterima jaringan mammae lengkap dengan putting susu


dengan ukuran 13x13x3,5 cm dan jaringan dari KGB Axilla
dengan ukuran 3x2x1 kecoklatan, kenyal
.Mikroskopis
Sediaan terdiri dari kelompokkan kelenjar yang dilapisi
oleh sel epitel bentuk bulat inti membesar, pleomorfik,
hiperkromatin, sitoplasma eosinofilik, dan sedikit. Tampak
kelompokkan sel malignant ini dikelilingi oleh massa mucin
yang sangat difuse.
.Kesimpulan
Colloid Carcinoma yang bermetastase ke KGB Axilla
Sinistra, Batas sayatan pada daerah basal belum bebas
dari masa tumor.

2. Pemeriksaan Radiologis
.

USG Hepar

Tidak

tampak Lesi Fokal


Kesan : Tidak Tampak Metastasis Ke Hepar

- Foto polos thorak PA


Tulang iga tidak ada fraktur
Stuktur tulang baik
Corakan bronkovaskuler meningkat
Tampak fibrosis (+) di daerah paru kanan
Sarang-sarang berbentuk awan atau bercak-bercak putih di
paru kanan
Jantung tampak normal (CTR < 50%)
Sinus costophrenicus normal, tidak terdapat cairan
Diafragma baik
Kesan:
Jantung : normal, tidak terdapat pembesaran
Paru : Fiborisis Paru

1.5 Diagnosa Kerja


Fibrosis paru dextra et causa TB paru Aktif

1.6

Anjuran Pemeriksaan

Pemeriksaan

laboratorium : Pemeriksaan darah rutin


Pemeriksaan bakteriologi : Pemeriksaan sputum BTA
USG Hepar
1.7

Tatalaksana

1. Non Farmakologis
Edukasi tentang pencegahan dan penularan penyakit TB
paru
Istirahat yang cukup
Pemberian nutrisi: makan makanan yang bergizi, bila
dianggap perlu dapat diberikan vitamin tambahan
2. Terapi farmakologi
Ekspektorans untuk batuk berdahak
Bronkodilator
Bila ada infeksi (sputum mukopurulen) diberi antimikroba

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
Fibrosis paru
. Definisi
kondisi di mana jaringan parut yang berlebihan terbentuk di
paru-paru->tebal dan kaku <<jumlah luas permukaan untuk
pertukaran udara.
Etiologi

proses inflamasi kronis (sarkoidosis, granulomatosis Wegener),


infeksi, agen lingkungan (asbes, silika, paparan gas-gas
tertentu), paparan radiasi pengion (seperti terapi radiasi untuk
mengobati tumor dari dada) , kronis kondisi (lupus, rheumatoid
arthritis), dan obat-obat tertentu.
faktor Resiko : Perokok, Berusia 50-70, Kemoterapi, Terapi
Radiasi,
Pneumonitis Hipersensitifitas,
Rheumatoid Arthritis,
GERD, Tuberkulosis terpapar oleh polusi udara, seperti sulfur
dioksida, amonia, hidrogen sulfida dan klorin , Lupus,
Sarkoidosis

Gejala klinis
Batuk

kering
Kelelahan
Kelemahan pada tangan
Nyeri otot
Pembuluh darah yang bengkak atau melebar pada
bagian putih mata, yang menyebabkan mata terlihat
merah (mata merah)
Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
Rasa sakit pada persendian
Ruam kulit yang gatal
Sesak nafas

Patogenesis
Penyakit fibroplastik epitel : rangsangan endogen/eksogen
mengganggu homeostatis sel epitel alveolar
Perbaikan sel epitel menyimpang
Memprovokasi migrasi, proliferasi dan aktivasi sel
mesenkimal

Pembentukan fokus fibroblastik


Akumulasi matriks ekstraseluler berlebihan
Kerusakan irreversibel dari parenkim paru

Diagnosa
Foto

rontgen dada
High resolution computed tomoghrapy
Tes fungsi paru untuk mengetahui berapa banyak
kerusakan paru-paru
Tes darah untuk memeriksa kadar oksigen dalam
aliran darah dan untuk melihat adanya infeksi
yang mungkin
Biopsi paru, dilakukan selama bronkoskopi atau
saat prosedur bedah.
Bronchoalveolar lavage, tes yang memeriksa sel
dari paru-paru. Tes ini dilakukan saat
bronkoskopi.
CT scan

Gambaran radiologi fibrosis Paru:


Foto Thoraks

a. Fibrosis paru zona atas b.Fibrosis paru zona bawah

Fibrosis

Paru zona Atas

Fibrosis dapat terjadi


dominan di zona Apeks dan
zona atas dan sebagian juga
terdapat pada zona bawah
pada kondisi-kondisi
berikut :
Tuberkulosis

: akibat
kalsifikasi dan penebalan
pleura
Sarkoidisis : dapat disertai
limfadenopati hilus
Radioterapi
Spondilitis ankilosa
Alveolitis alergik ekstrinsik
kronik

Fibrosis paru zona bawah


Fibrosis secara dominan
mengenai zona bawah
pada :
Bronkiektasis

atau
infeksi jangka panjang
Alveolitis fibrosa
kriptogenik
Arthritis rheumatoid
Radioterapi
Pajanan asbestos
Skleroderma

CT

Scan

Komplikasi
Gagal

napas
Hipertensi Pulmoner
Embolisme paru
Kanker paru
Kor pulmonal
Pneumothoraks

Tatalaksana
Kortikosteroid

(prednisone)
Rehabilitasi Paru
Terapi Oksigeen
Transplantasi Paru-paru

DAFTAR PUSTAKA
1.
2.

3.

4.

5.

Snell, SR. Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran. Jakarta: EGC;


2006. hal. 88-90.
Hartanto H, Natalia S, Pita W, Dewi AM. Anatomi dan fisiologi sistem
pernapasan. Dalam Wilson LM, editor. Patofisiologi konsep klinis
proses-proses penyakit. Edisi ke-enam. Terjemahan Price SA, Lorraine
MW. Pathophysiology: Clinical concepts of disease processes. Jakarta:
EGC; 2005. hal. 736-69.
Novrianti A, Frans D, Titiek R, Luqman YR, Husny M, Aryandhito WN,
et al, editor. Fisiologi kedokteran. Edisi ke-dua puluh dua. Terjemahan
Ganong WF. Medical physiology. Jakarta: EGC; 2008. hal. 669-78.
Rachman LY, Huriawati H, Andita N, Nanda W, editor. Buku ajar
fisiologi kedokteran. Edisi ke-sebelas. Terjemahan Guyton AC, Hall JE.
Textbook of medical physiology. Jakarta: EGC; 2007. hal. 495-559.
Santoso BI, editor. Fisiologi manusia : dari sel ke sistem. Edisi ke-dua.
Terjemahan Sherwood L. Human physiology: from cells to systems.
Jakarta: EGC; 2001. hal. 410-35

6. http://www.persify.com/id/perspectives/medical-c

onditions-diseases/fibrosis-paru-_-9510001031090
7. http://id.wikipedia.org/wiki/Fibrosis_paru
8. http://www.scribd.com/doc/155410819/Fibrosis
9. http://kamuskesehatan.com/arti/fibrosis-pulmoner
/
10.http://www.bukamatadantelinga.com/2013/06/30/fl
ek-paru-tb-or-not-tb/
11.http://id.swewe.com/word_show.htm/?267393_1&Fibr
osis|paru|interstisial
12.American Lung Association, di unduh tanggal 9 mei
2014,
http://www.lung.org/lung-disease/pulmonary-fibrosis
/understanding-pulmonary.html

13.http://zulpanudin.blogspot.com/2013/07/fibrosis-p
aru.html
14.Patel,PR. Lecture Note RADIOLOGI edisi
kedua.jakarta.Erlangga Medical Series.2007

TERIMA KASIH