Anda di halaman 1dari 4

Metode Hanlon

Metode Hanlon memiliki tiga tujuan utama, yaitu (Jamil, 2007):


1. Memungkinkan para pengambil keputusan untuk mengidentifikasi faktorfaktor eksplisit yang harus diperhatikan dalam menentukan prioritas.
2. Untuk mengorganisasi faktor-faktor ke dalam kelompok yang memiliki bobot
relatif satu sama lain.
3. Memungkinkan faktor-faktor agar dapat dimodifikasi sesuai dengan
kebutuhan dan dinilai secara individual.
Didasarkan pada 4 kriteria, yaitu A, B, C, D. Menentukan prioritas berdasarkan
perhitungan skor dari 4 kriteria tersebut. Terdapat nilai prioritas dasar ( NPD) dan
nilai prioritas total (NPT).
NPD = (A+B) C
NPT = [(A+B)C] x D
NPT terbesar diberikan prioritas pertama.
a.
Komponen A : Besarnya Masalah (Azwar, 2010).
Besarnya masalah didasarkan pada ukuran besarnya populasi yang mengalami
masalah tersebut. Bisa diartikan sebagai angka kejadian penyakit. Angka
kejadian terbesar diberikan skor lebih besar.
Besarnya Masalah
(Jumlah Populasi Yg Terkena)

Skor

25 %

10

10 -24,9 %

1 9,9 %

0,1 0,9 %

< 0,1 %

b.

Komponen B : Keseriusan Masalah (Jamil, 2007)


Keseriusan masalah dilihat paling tidak dari 3 aspek :
Urgensi : apakah masalah tersebut menuntut penyelesaian segera, menjadi
perhatian publik.
Keparahan (severity): memberikan mortalitas atau fatalitas yang tinggi.
Ekonomi (cost) : besarnya dampak ekonomi kepada masyarakat.
Masing aspek diberikan skor, aspek yang paling penting diberikan skor yang
paling besar (ada panduan untuk skoring). Dihitung rata-rata skor dari 3
aspek, untuk menilai keseriusan masalah.

Urgency

Severity

Cost

Score

Very urgent

Very severe

Very costly

10

Urgent

Severe

Costly

Some urgency

Moderate

Moderate costly

Little urgency

Minimal

Minimal cost

No urgency

None

No cost

c. Komponen C : Ketersediaan Solusi (bisa dipecahkan atau tidak) (Azwar,


2010)
Ketersediaan solusi yang efektif menyelesaikan masalah. Semakin tersedia
solusi efektif diberikan skor yang semakin tinggi.
Effectiveness of available interventions Effectiveness rating
in preventing the health problem
Very effective ( 80-100%)

9-10

Relatively effective (60-80%)

7-8

Effective (40-60 %)

5-6

Moderately effective (20-40%)

3-4

Relatively effective (5-20%)

1-2

Almost entirely ineffective (<5%)

d. Komponen D : Kriteria PEARL (Jamil, 2007).


Berupa jawaban ya dan tidak, ya diberikan skor 1, tidak diberikan skor 0
P : Propiety : kesesuaian program dengan masalah
E : Economic : apakah secara ekonomi bermanfaat
A : Acceptability: apakah bisa diterima masyarakat
R :Resources: Adakah sumber daya untuk menyelesaikan masalah
L : Legality: Tidak bertentangan dengan aturan hukum yang ada
Metode Forced Ranking
Setiap masalah diberikan ranking, masalah yang paling penting diberikan
ranking 1, selanjutnya yang kurang penting diberikan ranking lebih besar.

Setiap partisipan memberikan ranking berdasar pentingnya masalah. Ranking


ditabulasi dari seluruh partisipan, masalah yang mendapat total ranking paling
kecil adalah yang diprioritaskan (Jamil, 2007).
Metode Delbeq
Pada metode ini diprioritaskan masalah dilakukan dengan memberikan
bobot (yang merupakan nilai maksimum dan berkisar antara 0 sampai 100
dengan kriteria (Anwar, 2008):
1.
Besar masalah yaitu presentase atau jumlah atau kelompok penduduk
yang ada kemungkinan terkena masalah serta keterlibatan masyarakat dan
2.

instansi terkait.
Kegawatan masalah yaitu tingginya angka morbiditas dan mortalitas,

3.

kecenderungannya dari waktu ke waktu.


Biaya/dana yaitu besar atau jumlah dana yang diperlukan untuk mengatasi
masalah baik dari segi instansi yang bertanggung jawab terhadap

4.

penyelesaian masalah atau dari masyarakat yang terkena masalah.


Kemudahan yaitu tersediannya tenaga, sarana/peralatan, waktu serta cara
atau metode dan teknologi penyelesaian masalah seperti tersediannya
kebijakan/peraturan, petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis

(juknis) dan sebagainnya.


Langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut (Anwar, 2008):
a. Tentukan dahulu bobot masing-masing kriteria (nilai 0-10)
b.
Isi setiap kolom dengan hasil perkalian antara bobot dengan skor masingmasing masalah. Besarnya skor tidak boleh melebihi bobot yang telah
disepakati. Bila ada perbedaan pendapat dalam menentukan besarnya
c.

bobot dan skor yang dipilih reratanya.


Jumlahkan nilai masing-masing kolom dan tentukan prioritasnya
berdasarkan jumlah skor yang tertinggi sampai terendah.

Dapus :
Jamil NA. 2007. Pengambilan Keputusan. Yogyakarta.
Anwar S. 2008. Paradigma Sehat dan Promo Kesehatan. Malang: RSUD Malang Jawa Timur.
Azwar, A. 2010. Pengantar Administrasi kesehatan. Jakarta : Bina Rupa Askara.