Anda di halaman 1dari 7

Likuifaksi (liquefaction) adalah suatu proses atau kejadian berubahnya sifat tanah

dari keadaan padat menjadi keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada
waktu terjadi gempa sehingga tekanan air pori meningkat mendekati atau
melampaui tegangan vertikal.

Beban siklik atau cyclic load adalah pembebanan berulang, seperti tekanan
berulang yang teratur pada suatu bagian, yang kadang-kadang menyebabkan
fraktur kelelahan (fatigue).

Deformasi selama pembebanan siklik akan tergantung pada kepadatan tanah,


besarnya dan durasi beban siklik, dan jumlah pembalikan tegangan geser. Jika
pembalikan tegangan (stress reversal) terjadi, tegangan geser yang efektif bisa
mencapai nol, maka pencairan (likuifaksi) siklik dapat terjadi. Jika pembalikan stres
tidak terjadi, tegangan efektif nol tidak mungkin terjadi, maka mobilitas siklik terjadi

Istilah pembebanan siklik menyarankan sistem pembebanan yang menunjukkan


tingkat keteraturan baik dalam besarnya dan frekuensinya. Sistem pembebanan
yang cenderung siklik dalam arti ini memang ditemui dalam praktek. banyak mesin
dan bahkan struktur lepas pantai, misalnya, menyalurkan tekanan (stress) cukup
ritmis ke pondasi. Namun, dalam kasus tersebut membatasi lingkup pekerjaan
untuk membatasi volume tidak hanya dibenarkan tetapi yang lebih penting. juga
akan gagal untuk mengidentifikasi banyak fitur-fitur yang membedakan perilaku
statis dari perilaku siklik. sedangkan kejadian dari beberapa fenomena, seperti
resonansi pondasi, tergantung pada frekuensi dan keteraturan beban yang
diterapkan, keteraturan pembebanan memiliki konsekuensi kecil dalam banyak
kasus.

Menurut Egor Popov (1979), akibat beban siklik (bolak balik) yang terus menerus
akan terjadi penurunan kapasitas daya tekan batang yang bisa mencapai 50% dari
kapasitas awalnya bahkan cukup hanya dengan sebuah beban siklik kuat saja.
Tegangan efektif tanah
Tanah yang mengalami tekanan mengakibatkan angka pori berkurang dan merubah
sifat-sifat mekanik tanah yang lain, seperti menambah tahanan geser.Tanah yang
berada dalam air akan dipengaruhi oleh gaya hidrostatis. Berat tanah yang
terendam disebut berat tanah efektif, dan tegangan yang terjadi disebut tegangan
efektif. Tegangan efektif merupakan tegangan yang mempengaruhi kuat geser dan
perubahan volume atau penurunan tanah. Penurunan muka air tanah akan
menyebabkan kenaikan tegangan efektif pada tanah, dan apabila besamya
tegangan efektif melampaui tegangan yang diterima tanah sebelumnya maka tanah
akan mengalami konsolidasi dan kompaksi yang mengakibatkan amblesan tanah
pada daerah konsolidasi normal.
Tanah yang mengalami tekanan mengakibatkan angka pori berkurang dan merubah
sifat-sifat mekanik tanah yang lain, seperti menambah tahanan geser.Tanah yang
berada dalam air akan dipengaruhi oleh gaya hidrostatis. Berat tanah yang
terendam disebut berat tanah efektif, dan tegangan yang terjadi disebut tegangan
efektif. Tegangan efektif merupakan tegangan yang mempengaruhi kuat geser dan
perubahan volume atau penurunan tanah. Penurunan muka air tanah akan
menyebabkan kenaikan tegangan efektif pada tanah, dan apabila besamya
tegangan efektif melampaui tegangan yang diterima tanah sebelumnya maka tanah
akan mengalami konsolidasi dan kompaksi yang mengakibatkan amblesan tanah
pada daerah konsolidasi normal.
Kekuatan geser suatu masa tanah merupakan perlawanan internal tanah tersebut
per satuan luas terhadap keruntuhan atau pergeseran sepanjang bidang geser
dalam tanah tersebut. Pengetahuan tentang kekuatan geser tanah dan sifat-sifat
fisik tanah lainnya akan sangat membantu dalam merencanakan suatu konstruksi
yang sesuai dengan kondisi tanahnya, aman, dan ekonomis.
Tegangan geser hanya dapat ditahan oleh butiran-butiran tanah, yaitu oleh gayagaya yang berkembang pada bidang singgung antar butiran. Tegangan normal
yang bekerja, ditahan oleh tanah melalui penambahan gaya antar butirannya. Jika
tanah dalam keadaan jenuh sempurna, air yang mengisi ruang pori dapat juga
menahan tegangan normal, dengan akibatnya akan terjadi kenaikan tekanan air
pori. Pada tanah granuler, seperti tanah pasir dan kerikil, secara fisik tegangan
efektif kadang-kadang disebut tegangan intergranuler. Luas bidang kontak antar
butiran sangat kecil, dimana untuk butiran bulat kontak antar butirnya berupa
sebuah titik.
Prinsip tegangan efektif menurut Terzaghi hanya berlaku pada tanah yang jenuh
sempurna, yaitu :

1.
Tegangan normal total () pada suatu bidang di dalam massa tanah, yaitu
tegangan akibat berat tanah total termasuk air dalam ruang pori, per satuan luas
yang arahnya tegak lurus.
2.
Tekanan pori (u), disebut juga dengan tekanan netral yang bekerja kesegala
arah sama besar, yaitu tekanan air yang mengisi rongga di dalam butiran padat.
3.
Tegangan normal efektif () pada suatu bidang di dalam massa tanah ,yaitu
tegangan yang dihasilkan dari beban berat butiran tanah per satuan luas
bidangnya.
Tegangan yang bekerja pada tanah dapat dibagi menjadi:

Tegangan Total (de: Totale Spannung) [kN/m]


Tegangan Efektif (de: effektive- / wirksame Spannung) [kN/m]
Tegangan Netral / Tekanan Air (de: Neutrale Spannung / Wasserdruck, eng: water
pressure) u [kN/m]

Hubungan dari ketiganya adalah :

= + u

= .h , dan
u = w.h

dimana:

= Berat Jenis tanah [kN/m]


w = Berat Jenis air [kN/m]
h = tebal lapisan [m]

sehingga:

=-u

= (.h) - (w.h)

= (r-w).h


dimana r adalah Berat Jenis Tanah Jenuh (eng: saturated, de:
wassergestigt)
Tegangan normal efektif atau tegangan vertical efektif diartikan sebagai jumlah
komponen arah normal (P) di dalam luasan A, di bagi luasan A, atau

Jika titik singgung dianggap terletak diantara butiran, tekanan air pori akan bekerja
pada bidang di seluruh luasan A. Persamaan keseimbangan dalam arah normal
bidang, adalah :
P= P+uA

Persamaan ini sama dengan,


= + u
atau tegangan efektif :
=-u

Tekanan pori air bekerja ke segala arah sama besar dan akan bekerja pada seluruh
bidang permukaan butiran, tapi dianggap tidak mengubah volume butiran.
Kesalahan anggapan bidang kontak atau bidang singing antar butiran, sangat kecil,
sehingga dapat diabaikan.
Pada butiran mineral lempung, mungkin tidak terjadi kontak langsung, akibat
partikel lempung yang terselubung oleh lapisan air serapan (adsorbed water).
Karena tegangan netral hanya dapat bekerja pada rongga pori, maka untuk
memperoleh tegangan netral u harus dikalikan dengan luas rongga (A - Ac), atau
P =P + (A-Ac) u
Dengan A adalah luasan kotor total dan Ac adalah luas kontak antar butiran. Bila
persamaan (4.7) dibagi dengan luas kotor A untuk memperoleh persamaan
tegangan efektif yang disarankan oleh skempton (1960) :
Tegangan vertical total (v), yaitu tegangan normal pada bidang horizontal
pada kedalaman z sama dengan berat seluruh material (padat + air) per satuan
luas :
v = sat z
dengan z adalah kedalaman yang ditinjau dan gsat adalah berat volume tenah
jenuh. Tekanan air pori pada sebarang kedalaman akan berupa takanan hidrostatis,
karena ruang pori diantara butiran saling berhubungan. Karena itu, pada kedalaman
z, tekanan air pori (u) adalah :
u=wz

menurut persamaan (4.1), tegangan vertical efektif (sv) pada kedalaman z adalah
v = v u
= z sat z w
= ( sat - w) z =

Dengan g adalah berat volume apung tanah ( berat volume efektif atau berat
volume tanah terendam).
TEGANGAN EFEKTIF PADA TANAH TAK JENUH
Bila tanah tidak jenuh sempurna, maka rongga-rongga tanah akan terisi oleh
air dan udara,tekanan air pori (uw) harus selalu lebih kecil daripada tegangan yang
terjadi dalam udara (ua), akibat tarikan permukaan. Karena tanah tidak jenuh, pori
udara akan membentuk saluran yang sambung- menyambung melalui ruang
diantara butiran, sedang pori air akan terkonsentrasi pada daerah sekitrar kontak
antar partikel. Bishop (1955) memberikan persamaan hubungan tegangan total ()
dan tegangan efektif () untuk tanah tak jenuh sebagai berikut :
= + ua- X (ua-uw)
dengan X adalah parameter yang ditentukan secara eksperimental, yang
mempunyai hubungan secara langsung dengan derajat kejenuhan tanah. Sedang
uw adalah tekanan air di dalam ruang pori dan ua adalah tekanan udara dalam pori.
Untuk tanah jenuh S=1 dan X=1. Untuk tanah kering sempurna S=0 dan X=0
persamaan (4.15) akan sama dengan persamaan (4.1) bila S=1.
PENGARUH GAYA REMBESAN PADA TEGANGAN EFEKTIF
Jika air mengalir dengan gradien hidrolik tertentu di dalam tanah,maka
pengaruh perbeadan tingi tekanan akan menimbulkan gaya pada butiran tanah.
Arah gaya rembesan ini searah dengan aliran.
Tegangan total :
= h1 w + sat z
Tekanan air pori :
U = z w + (h1+h) w
Tegangan efektif :
' = -u
= h1 w + sat z - z w ((h1+h) w
atau
= z - h)w
Tegangan efektif yang mengakibatkan keruntuhan pada bangunan sipil

Bangunan yang terletak di daerah tanah lunak akan mengalami penurunan


(settlement) jika tanah di area bangunan tersebut mengalami penambahan
tegangan efektif. Perbedaan intensitas beban yang bekerja pada masing-masing
titik fondasi akan mengakibatkan terjadinya differential settlement. Penelitian ini
dimaksudkan untuk menginvestigasi stabilitas bangunan existing yang mengalami
differential settlement dengan mengambil studi kasus Bangunan Pabrik Tepung
yang terletak di Semarang, Jawa Tengah.Data penurunan yang diperoleh dari basil
monitoring di lapangan digunakan untuk mengestimasi penurunan yang terjadi
sampai selesainya proses konsolidasi.
Hasil perhitungan ini digunakan sebagai input untuk menentukan konstanta pegas
dari masingmasing titik fondasi. Dengan menggunakan konstanta pegas tersebut,
struktur dianalisis dengan program static FEM untuk mengetahui pola keruntuhan
struktur selama terjadi differential settlement. Pola keruntuhan ini akan bermanfaat
untuk menentukan bagaimana untuk memperkuat struktur tersebut sehingga
terhindar dari keruntuhan total. Pada studi kasus ini perkuatan akan dilakukan
dengan infill wall yang dikombinasikan dengan external prestressing.

Liquefaction atau Likuifaksi adalah fenomena di mana kekuatan dan kekakuan tanah
berkurang dikarenakan gempa atau pergerakan tanah lainnya. Hal ini merupakan
suatu proses atau kejadian berubahnya sifat tanah dari keadaan padat menjadi
keadaan cair, yang disebabkan oleh beban siklik pada waktu terjadi gempa
sehingga tekanan air pori (porewater) meningkat mendekati atau melampaui
tegangan vertikal. Likuifaksi telah bertanggung jawab atas sejumlah besar
kerusakan dalam sejarah gempa bumi di seluruh dunia.
Likuifaksi terjadi di tanah jenuh, yaitu tanah di mana ruang antara partikel individu
benar-benar penuh dengan air. Air ini memberikan suatu tekanan pada partikel
tanah yang mempengaruhi seberapa erat partikel itu sendiri ditekan bersamaan.
Sebelum gempa, tekanan air relatif rendah. Namun, getaran gempa dapat
menyebabkan tekanan air meningkat ke titik di mana partikel tanah dengan mudah
dapat bergerak terhadap satu sama lain.
Getaran gempa sering memicu peningkatan tekanan air namun kegiatan konstruksi
yang terkait seperti peledakan juga dapat menyebabkan peningkatan tekanan air.
Ketika likuifaksi terjadi kekuatan tanah menurun dan kemampuan deposit tanah
untuk mendukung pondasi untuk bangunan dan jembatan menjadi berkurang.

Tanah yang mengalami likuifaksi juga tekanannya lebih tinggi pada dinding penahan
yang dapat menyebabkan struktur tersebut menjadi miring atau geser. Gerakan ini
dapat menyebabkan penurunan tanah (settlement) dan kerusakan struktur pada
permukaan tanah.

Tekanan air yang meningkat juga bisa memicu tanah longsor dan menyebabkan
runtuhnya bendungan.

Kenapa Likuifaksi Bisa Terjadi?


Untuk memahami likuifaksi penting untuk mengenali kondisi yang ada di deposit
tanah sebelum gempa bumi. Deposit tanah terdiri dari satu himpunan partikel tanah
individu. Jika kita melihat secara dekat partikel-partikel ini, kita dapat melihat
bahwa setiap partikel berada dalam kontak dengan sejumlah partikel lainnya. Berat
partikel tanah yang saling melapisi menghasilkan kekuatan kontak antara partikel,
kekuatan ini menahan partikel individu di tempatnya dan merupakan sumber
perkuatan dari tanah.
Likuifaksi terjadi ketika struktur pasir jenuh yang longgar rusak karena pergerakan
tanah. Sebagaimana struktur rusak, individu partikel yang longgar berusaha untuk
pindah ke konfigurasi yang padat. Dalam gempa bumi, bagaimanapun tidak ada
cukup waktu untuk air di pori-pori tanah untuk dapat diperas / dikeluarkan dari
tanah. Sebaliknya air "terjebak" dan mencegah partikel tanah untuk bergerak lebih
dekat satu sama lain. Hal ini disertai dengan peningkatan tekanan air yang
mengurangi kekuatan kontak antara individu partikel tanah , sehingga terjadi
pelunakan dan melemahnya deposit tanah.

Amati betapa kecil kekuatan kontak yang ada karena tekanan air yang tinggi.
Dalam kasus ekstrim tekanan air pori dapat menjadi sangat tinggi sehingga banyak
partikel tanah kehilangan kontak dengan satu sama lain. Dalam kasus tersebut
tanah akan memiliki kekuatan yang sangat sedikit dan akan berperilaku lebih
seperti cairan daripada padat - maka kejadian ini dinamakan "Liquefaction" /
"likuifaksi" (pencairan).