Anda di halaman 1dari 17

TUGAS MAKALAH SATUAN OPERASI II

DIFUSI ANTAR FASE

Disusun oleh :
..
15.

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN
POLITEKNIK STMI
JAKARTA
2015

PENDAHULUAN
Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari
bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi
yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
Difusi merupakan salah satu peristiwa perpindahan massa yang prosesnya sering juga
dilakukan dalam industri-industri. Proses difusi minimal melibatkan dua zat, salah satu zat
berkonsentrasi lebih tinggi daripada zat lainnya atau dapat dikatakan dalam kondisi belum
setimbang, Keadaan ini dapat menjadi driving force dari proses difusi. Difusi akan terus
terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan
kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan
konsentrasi, Contoh yang sederhana adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara .
Contoh lain adalah pemberian gula pada cairan teh tawar, Lambat laun cairan akan menjadi
manis .
Operasi pemisahan komponen dari suatu campuran ialah operasi yang didasarkan atas
perpindahan

massa

dan perpindahan

panas

dari

suatu

fase

ke

fase yanglain.

Gaya dorong untuk perpindahan massa dan panas berdasarkan perbedaan konsentrasi atau
gradient konsentrasi dan perbedaan suhu atau gradient suhu.
Metode-metode yang tercakup dalam istilah operasi perpindahan massa meliputi:
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Distilasi
Absorbsi
Humidifikasi
Ekstraksi
Leaching
Kristalisasi

Pengolahan kuantitatif mengenai perpindahan massa didasarkan atas neraca bahan dan
neraca enargi,kesetimbangan fase, laju perpindahan massa dan laju perpindahan panas.
Proses transfer massa dipengaruhi oleh:
a. Luas permukaan kontak bahan dengan air perendam.
Semakin besar luas permukaan kontak bahan dengan air perendam maka transfer massa
yang terjadi semakin banyak.
b. Kadar air di dalam bahan.
Makin tinggi kadar air bahan, maka makin lambat pula kecepatan difusinya.
c. Konsentrasi.
Semakin besar perbedaan konsentrasi, maka transfer massa semakin cepat.
d. Jarak dari permukaan ke pusat bahan.

Semakin besar jarak dari permukaan ke pusat bahan maka transfer massa terjadi
semakin lama karena untuk mencapai kesetimbangan yang merata dibutuhkan waktu yang
lama untuk mencapainya.
e. Waktu
Semakin lama waktu perendaman, laju pergerakan transfer massa semakin lambat
karena perbedaan konsentrasi semakin kecil (hampir mencapai kesetimbangan).
f. Karakteristik bahan (hubungannya dengan koefisien difusi bahan).
Semakin besar difusivitas maka transfer massa semakin cepat
g. Suhu.
Semakin tinggi suhu maka pori-pori semakin besar karena protein pada membran rusak
(terdenaturasi) dan proses difusivitas semakin cepat.
h. Tekanan osmosis
Semakin tinggi tekanan osmosis maka transfer massa semakin cepat.
i. Porositas
Semakin besar/semakin banyak pori pada bahan maka semakin cepat transfer massa.
Perpindahan massa berlangsung melalui proses difusi, maka proses-proses pemisahan
yang melibatkan proses difusi juga disebut sebagai operasi difusional. Difusi terjadi apabila
fasa-fasa yang ada tidak berada dalam kesetimbangan, dan akan berakhir saat kesetimbangan
sudah tercapai. Hampir semua proses pemisahan dengan difusi terjadi melalui kesetimbangan
antara dua fasa yang tidak saling melarutkan yang mempunyai perbedaan komposisi pada
saat kesetimbangan. Difusi adalah perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke rendah. Ini
berarti perpindahan komponen/molekulnya terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi
(Singh and Heldman, 2001). Difusi adalah perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke
rendah. Ini berarti perpindahan komponen/molekulnya terjadi karena adanya perbedaan
konsentrasi.

Proses

difusi

itu

terbagi

ke

dalam

jenis

yaitu

a. Difusi cair
Dikatakan difusi cair jika terjadi perpindahan molekul cairan dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita merendam kedelai dalam air saat
pembuatan tempe. Selama perendaman akan terjadi difusi air dari lingkungan luar (yang
kadar airnya tinggi) ke dalam kedelai (yang kadar airnya rendah).
b. Difusi padat
Dikatakan difusi padat jika terjadi perpindahan molekul padatan dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita melakukan perendaman buah dengan
larutan gula dalam pembuatan manisan buah. Selama perendaman selain terjadi difusi air
dari lingkungan luar ke dalam buah juga terjadi difusi molekul gula (molekul padatan) ke
dalam buah dan ini berarti difusi padatan juga terjadi dalam pembuatan manisan buah ini.

Selama ini batasan antara kapan terjadinya difusi air dengan difusi padatan masih belum
jelas karena prosesnya sering terjadi bersamaan dan susah untuk dibedakan.
c. Difusi gas
Dikatakan difusi gas jika terjadi perpindahan molekul gas dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu difusi O2 pada pengemas plastik. Ketika kita
menggunakan pengemas plastik untuk membungkus suatu bahan, maka selama
penyimpanan akan terjadi difusi oksigen dan uap air dari lingkungan luar ke dalam plastik
pengemas. Jumlah oksigen dan uap air yang dapat masuk ke dalam plastik pengemas
bervariasi tergantung permeabilitas dari plastik pengemas tersebut. Semakin banyak
jumlah oksigen dan uap air yang dapat masuk ke dalam plastik pengemas berarti kualitas
plastik pengemasnya semakin buruk. Disini, difusi oksigen merupakan difusi gas dan
difusi uap air merupakan difusi cair.
Macam-macam jenis transfer massa (difusi) :
a. Difusi molekuler.
b. Difusi antar fase satu film (difusi dalam aliran turbulen).
c. Difusi antar fase dua film

PEMBAHASAN
Difusi adalah peristiwa mengalirnya atau berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari
bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi
yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi.
Difusi merupakan salah satu peristiwa perpindahan massa yang prosesnya sering juga
dilakukan dalam industri-industri. Proses difusi minimal melibatkan dua zat, salah satu zat

berkonsentrasi lebih tinggi daripada zat lainnya atau dapat dikatakan dalam kondisi belum
setimbang, Keadaan ini dapat menjadi driving force dari proses difusi. Difusi akan terus
terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan
kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan
konsentrasi. Ilustrasinya diberikan pada gambar dibawah ini.

Peristiwa perpindahan massa atau transfer massa atau difusi banyak dijumpai di dalam
kehidupan sehari-hari, di dalam ilmu pengetahuan dan di industri. Contoh peristiwa transfer
massa adalah:
a.
b.
c.
d.
e.

larutnya kristal gula dalam air, artinya komponen gula mendifusi ke fase air.
larutnya kopi ke dalam air,
terjerapnya zat beracun ke dalam arang,
larutnya oksigen ke dalam darah,
Pada proses fermentasi, nutrisi dan oksigen yang terlarut dalam larutan mendifusi ke

mikroorganisme,
f. Pengambilan uranium dari batuan, dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut
organik, misal heksan.
g. uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara
h. Penghilangan logam berbahaya dari limbah cair menggunakan adsorben, dll.
Di Industri, pemisahan komponen-komponen dari campurannya menggunakan alat
transfer massa seperti absorbsi, distilasi terjadi karena adanya transfer massa. Kondisi

optimum suatu proses dapat ditentukan jika mekanisme dalam peristiwa transfer massa
diketahui
Metode-metode yang tercakup dalam istilah operasi perpindahan massa meliputi:
a. Distilasi
b. Absorbsi
c. Humidifikasi
d. Ekstraksi
e. Leaching
f. Kristalisasi
Pada absorbsi gas, zat- terlarut terdifusi melalui fase gas ke antarmuka antara kedua fase
dan melalui zat cair dari antarmuka itu. Pada proses destilasi, komponen yang bertitik didih
rendah terdifusi melalui fase zat cair ke antarmuka dan dari antarmuka ke fase uap.
Komponen yang bertitik didih tinggi terdifusi pada arah yang berlawanan dan berpindah
melalui uap ke zat cair. Pada proses ekstraksi zat cair , zat terlarut terdifusi melalui fase
rafinat ke antarmuka ,lalu ke fase ekstrak. Pada proses kristalisasi, zat- terlarut terdifusi
melalui cairan induk ke kristal dan mengendap pada permukaan zat padat. Pada proses
humidifikasi ( kelembaban ) tidak ada difusi fase zat cair karena zat cairnya murni dan tidak
mungkin ada gradien konsentrasi di dalam zat cair itu, tetapi uapnya terdifusi ke antarmuka
zat cair- gas.
Ada beberapa macam kecepatan ( velocity )yang diperlukan untuk memberikan gerakan
masing- masing bahan dan fase kesluruhan . Oleh karena gerakan absolut tidak mempunyai
makna , setiap kecepatan itu harus didasarkan pada suatu keadaan diam sembarang .
Molekul- molekul setiap komponen dalam suatu campuran berada dalam keadaan rambang,
jika seluruh kecepatan sesaat komponen itu di jumlahkan dan diuraikan menjadi kecepatan
yang tegak lurus terhadap antarmuka , dan dibagi dengan banyaknya molekul zat itu , maka
akan di dapat kecepatan makroskopik komponen itu.
Masalah perpindahan massa dapat diselesaikan dengan dua cara yang berbeda, pertama
dengan menggunakan konsep tahap kesetimbangan(equilibrium stage) atau kedua atas dasar
proses laju diffusi (diffusional rate process). Cara mana yang dipilih, bergantung pada jenis
peralatan yang digunakan untuk melaksanakan operasi tersebut. Semua perhitungan
perpindahan massa akan memerlukan pengetahuan tentang hubungan kesetimbangan fase.
Batas perpindahan fase tercapai apabila kedua fase itu mencapai kesetimbangan dan
perpindahan netto berhenti. Untuk proses praktis, yang harus mempunyai laju produksi, maka

proses kesetimbangan harus dihindari, karena laju perpindahan massa pada setiap
keseimbangan.
Ada beberapa macam kesetimbangan yang penting dalam perpindahan massa. Dalam fase
lindak (bulk), pengaruh luas permukaaan dapat diabaikan dan variabel yang menentukan
adalah sifat-sifat intensif seperti suhu, tekanan dan konsentrasi.
Walaupun penyebab difusi umumnya karena gradien konsentrasi,tetapi difusi dapat
juga terjadi karena gradien tekanan, karena gradien suhu, atau karena medan gaya yang
diterapkan dari luar seperti pada pemisah sentrifugal. Difusi molekuler yang terjadi karena
gradien tekanan (bukan tekanan parsial) disebut difusi tekanan ( pressure diffusion), yang
disebabkan karena gradien suhu disebut difusi termal (thermal diffusion), sedangkan yang
disebabkan oleh medan gaya dari luar disebut difusi paksa ( forced diffusion).
Difusi melalui membran dapat berlangsung melalui tiga mekanisme, yaitu:
a. Difusi sederhana (simple difusion),
b. Difusi melalui saluran yang terbentuk oleh protein trans membran
c. Difusi difasilitasi ( fasiliated difusion).

Terdapat beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu :


a. Ukuran partikel , Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan

bergerak, sehinggak kecepatan difusi semakin tinggi.


b. Ketebalan membran, Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
c. Luas suatu area, Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
d. Jarak , Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan
difusinya.
e. Suhu, Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan

lebih cepat.
Pengolahan kuantitatif mengenai perpindahan massa didasarkan atas neraca bahan dan
neraca enargi, kesetimbangan fase, laju perpindahan massa dan laju perpindahan panas.
Proses-proses transfer di bidang TK meliputi :
a. Fisis
- Transfer momentum Dijumpai di kasus aliran fluida, pencampuran, sedimentasi
-

dan filtrasi.
Transfer panas Dijumpai pada alat-alat pertukaran panas, distilasi, dan

pengeringan.
Transfer massa Dijumpai pada alat-alat distilasi, pengeringan, ekstraksi, absorbsi,

adsorpsi, stripping dan membran.


b. Kimia, yaitu kecepatan reaksi kimia.

Transfer massa adalah gerakan molekul-molekul atau fluida yang disebabkan adanya
gaya pendorong. Persamaan umum kecepatan perpindahan/transfer:

Pada transfer massa, gaya pendorongnya adalah perbedaan konsentrasi. Pada


transfer panas, gaya pendorongnya adalah perbedaan suhu.
Difusi adalah perpindahan molekul dari konsentrasi tinggi ke rendah. Ini berarti
perpindahan komponen/molekulnya terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi. Proses
difusi itu terbagi ke dalam 3 jenis yaitu :
a. Difusi cair
Dikatakan difusi cair jika terjadi perpindahan molekul cairan dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita merendam kedelai dalam air saat
pembuatan tempe. Selama perendaman akan terjadi difusi air dari lingkungan luar (yang
kadar airnya tinggi) ke dalam kedelai (yang kadar airnya rendah).
b. Difusi padat
Dikatakan difusi padat jika terjadi perpindahan molekul padatan dari konsentrasi tinggi
ke konsentrasi rendah. Contohnya yaitu ketika kita melakukan perendaman buah dengan
larutan gula dalam pembuatan manisan buah. Selama perendaman selain terjadi difusi air
dari lingkungan luar ke dalam buah juga terjadi difusi molekul gula (molekul padatan) ke
dalam buah dan ini berarti difusi padatan juga terjadi dalam pembuatan manisan buah ini.
Selama ini batasan antara kapan terjadinya difusi air dengan difusi padatan masih belum
jelas karena prosesnya sering terjadi bersamaan dan susah untuk dibedakan.
c. Difusi gas
Dikatakan difusi gas jika terjadi perpindahan molekul gas dari konsentrasi tinggi ke
konsentrasi rendah. Contohnya yaitu difusi O2 pada pengemas plastik. Ketika kita
menggunakan pengemas plastik untuk membungkus suatu bahan, maka selama
penyimpanan akan terjadi difusi oksigen dan uap air dari lingkungan luar ke dalam plastik
pengemas. Jumlah oksigen dan uap air yang dapat masuk ke dalam plastik pengemas
bervariasi tergantung permeabilitas dari plastik pengemas tersebut. Semakin banyak
jumlah oksigen dan uap air yang dapat masuk ke dalam plastik pengemas berarti kualitas
plastik pengemasnya semakin buruk. Disini, difusi oksigen merupakan difusi gas dan
difusi uap air merupakan difusi cair.

Macam-macam jenis transfer massa (difusi) pada campuran biner :


a. difusi molekuler.
b. Difusi antar fase satu film (difusi dalam aliran turbulen).
c. Difusi antar fase dua film

1. DIFUSI MOLEKULER
Merupakan transfer massa yang disebabkan gerakan molekuler secara acak dalam fluida
diam atau dalam fluida yang mengalir secara laminer. Transfer molekuler juga disebut
transfer molekul dalam satu fase. Gerakan molekul ini disebabkan karena adanya gradien
atau perbedaan konsentrasi. Difusi molekuler dapat terjadi di fluida ( gas atau cairan ) dan
di dalam padatan. Difusi molekuler dalam padatan lebih lambat daripada di dalam fluida ,
hal ini di karnakan tidak adanya gerak padatan dalam padatan.
Difusi molekular merupakan perpindahan suatu molekul melalui suatu fluida dengan
pergerakan yang acak dalam fluida diam atau dalam fluida yang mengalir secara laminer.
Suatu molekul yang bergerak lurus kemudian akan bergerak secara acak karena
bertabrakan dengan molekul yang lain, pergerakan molekul seperti ini disebut RandomWalk Process
Laju difusi dapat dinaikkan dengan cara pengadukan sehingga kondisi kesetimbangan
dapat lebih cepat tercapai.

Gambar 1. Gerakan acak pada proses difusi


Peristiwa lain yang juga termasuk sebagai peristiwa difusi adalah tinta biru yang
diteteskan dalam air bening. Tinta akan berdifusi perlahan-lahan ke seluruh bagian
air hingga diperoleh kondisi kesetimbangan (tidak adanya gradien konsentrasi). Untuk
menaikkan laju difusi dapat dilakukan pengadukan, sehingga kondisi kesetimbanga dapat

lebih cepat dicapai.Difusi tidak terbatas hanya pada perpindahan lapisan stagnant (diam)
zat padat atau zat cair saja. Difusi juga terjadi dalam fase fluida pencampuran fisika dan
pusaran aliran turbulen, sama seperti aliran kalor dalam fluida dapat terjadi karena
konveksi. Peristiwa ini disebut difusi pusaran ( Eddy diffusion)
Difusi molekuler merupakan transfer mssa yang disebabkan gerakan molekuler secara
acak dalam fluida diam, atau dalam fluida yang mengalir secara laminer. Transfer
molekuler juga disebut transfer molekul dalam satu fase. Gerak molekul ini disebabkan
karena adanya gradien atau perbedaan konsentrasi. Difusi molekuler dapat terjadi di fluida
( gas atau cairan) dan di dalam padatan. Difusi molekuler di dalam padatan lebih lambat
daripada di dalam fluida, hal ini karena tidak ada gerak padatan dalam padatan. Transfer
massa (difusi) molekuler dalam fluida diam/laminer mengikuti hukum Fick. Ditinjau difusi
A dalam campuran biner (A+B) sepanjang Z :

Dengan CA1 > CA2


Pada fluida yang mengandung banyak komponen yang akan berdifusi dalam keadaan
diam berlaku hukum Frick untuk campuran antara hukum A dan B,yaitu :

J * AZ c.D AB

dx A
dz

(1)

dengan :
J*AZ

flux molar komponen A pada arah sumbu z untuk arah molekular

(kgmolA/s.m2)
DAB

= difusi molekular molekul A melalui B (m2/s)

= jarak difusi (m)

= konsentrasi A dan B (kgmol/m3)

xA

= fraksi mol dari A dari campuran A dan B.

Jika c adalah konstan, karena cA = cxA maka :


cdxA = d(cxA) = dcA

(2)

Jika persamaan (1) disubstitusi ke persamaan (2) menghasilkan persamaan difusi untuk
konsentrasi yang konstan :

J * AZ .D AB

dc A
dz

(3)

Persamaan (3) umumnya digunakan dalam berbagai aplikasi proses difusi molekular.
Apabila nilai c bervariasi, maka yang digunakan dalam persamaan (3) adalah nilai rataratanya. Untuk aliran massa yang turbulen dengan konsentrasi yang konstan berlaku
persamaan :

J * AZ ( D AB M )

dc A
dz

(4)

dengan M difusivitas massa turbulen dengan satuan m2/s.


Beberapa keadaan khusus difusi molecular antara lain:
a. A diffusing through stagnant (difusi melalui medium diam).
Contoh peristiwa yang mengikuti keadaan ini adalah
- penguapan komponen volatil di dalam botol terbuka, panjang lintasan difusi
adalah jarak dari permukaan cairan sampai tutup botol. Komponen volatil akan
-

mendifusi ke udara, tetapi udara tidak mendifusi ke A.


komponen volatil tumpah di lantai, kemudian mendifusi ke udara, tetapi udara

tidak mendifusi ke komponen volatil.


- Penguapan komponen volatil dalam tangki.
- Di alat transfer massa seperti absorbsi dan humidifikasi.
b. Equimollar counter diffusion ( difusi ekuimolar arus berlawanan).
Contoh peristiwa yang mengikuti keadaan ini, adalah:
- Reaksi A B di permukaan katalis padat.

Difusi gas di dalam pipa

c. Difusi dalam larutan sangat encer.

2. DIFUSI (TRANSFER MASSA) ANTAR FASE


Pada operasi alat transfer massa, banyak melibatkan transfer massa antara 2 fase
atau lebih yang dikontakkan. Ada beda konsentrasi di masing-masing fase.
Contoh fase-fase:
a. sistem gas cair,
b. sistem cair cair ( kedua cairan tidak saling larut),
c. sistem fluida padatan.
Untuk memprediksi konsenstrasi solut di masing-masing fase pada keadaan
berkeseimbangan, maka perlu data keseimbangan berdasarkan hasil eksperimen.
Beberapa hubungan atau persamaan konsentrasi keseimbangan di kedua fase telah
disajikan di buku-buku termodinamika. Variabel-variabel yang mempengaruhi
keseimbangan adalah T, P, dan konsentrasi. Hubungan keseimbangan, yaitu:
- GAS-CAIR
Hubungan keseimbangan : data kelarutan. Sering dijumpai di operasi alat-alat
-

transfer massa yang berdasarkan perbedaan kelarutan ( absorber, stripper).


CAIR-CAIR
Hubungan keseimbangan : data kelarutan. Sering dijumpau di operasi ekstraksi

cair-cair.
UAP-CAIR
Hubungan keseimbangan : titik didih, titik embun, tekanan uap, relatif volatilitas.
Banyak dijumpai di operasi distilasi, alat-alat pertukaran panas dengan perubahan

fase ( HE; condenser, vaporiser).


PADAT CAIR
Hubungan keseimbangan : data kelarutan. Sering dijumpai di operasi adsorber,
leaching.

Transfer massa antar fase:


a. Satu film, terjadi pada kontak fase padat dengan fluida.
Ditinjau difusi solut dari fluida ke padatan: Arah transfer tergantung
konsentrasi. Contoh kasus ini yaitu, pelarutan gula dengan pengadukan,
penjerapan logam berat dalam arang.

Kecepatan perpindahan solut (A) :

b. dua film, terjadi pada kontak fase fluida dengan fluida.


Dalam berbagai proses pemisahan, bahan- bahan harus mengalami difusi dari
satu fase ke fase yang lain dan laju difusi didalam kedua fase itu mempengaruhi
laju perpindahan-massa menyeluruh. Dalam teori yang diusulkan oleh Whitman
pada tahun 1923, diandaikan terdapat kesetimbangan pada antarmuka, dan
tahanan terhadap perpindahan massa pada kedua fase itu dijumlahkan untuk
mendapatkan tahanan menyeluruh , sebagaimana dilakukan pada perpindahan
kalor. Kebalikan dari tahanan menyeluruh itu adalah koefisien menyeluruh, yang
lebih mudah digunakan untuk perhitungan rancang daripada koefisien koefisien
individual.
Hal yang membuat perpindahan massa antar fase menjadi lebih rumit ialah
karena adanya perpindaham kalor dan ketidaksinambungan yang terdapat pada

antarmuka, yang terjadi karena konsentrasi atau fraksi mol zat- terlarutyang
terdifusi hampir tidak pernah sama pada kedua sisi antarmuka itu.
Efisiensi tahap atau piring pada operasi destilasi, absorbsi atau ekstraksi
merupakan fungsi dari laju perpindahan massa dan koefisien perpindahan. Dalam
operasi dimana bahan dikeluarkandari zat padat permeabel, seperti pada operasi
pengurasan ( leaching ) atau pengeringan.
Teori dua film dapat diterapkan pada perpindahan massa pasa piring tapis
( sieve tray ), untuk membantu mengkorelasikan dan memperluas data
efisiensi piring. Gelembung- gelembug yang terbentuk pada lubang- lubang piring
diandaikan naik melalui kolam zat cair , dimana zat cair itu bercampur secara
vertikal sehingga mempunyai komposisi lokal. Gelembung- gelembung itu
mengalami perubahan komposisi pada waktu naik, tetapi dalam fase gas ini kita
andaikan bahwa tidak terdapat pencampuran pada arah vertikal.
Efisiensi tahap dalam proses pengurasan bergantung pada waktu kontak antara
zat padat dan larutan dan laju difusi pelarut dari zat padat ke zat cair. Jika partikel
zat padat itu tidak berongga- rongga dan zat-terlarut itu hanya terdapat pada film
tipis zat cair yang berada diseputar partikel itu, perpindahan massa akan
berlangsung dengan cepat dan kesetimbangan akan dapat dicapai dalam
sembarang waktu kontak yang wajar. Proses demikian lebih mendekati proses
pencucian daripada proses pengurasan, dan jika dilaksanakan didalam sederetan
tangki maka efisiensi tahapnya dapat dianggap satu. Waktu-menetap didalam
setiap tahap terutama bergantung pada waktu mengendap suspensi itu dan
partikel yang halus akan memerlukan waktu yang lebih panjang walaupun
perpindahan massanya lebih cepat.
Bila kebanyakan zat-terlarut itu terlebih dahulu dilarutkan didalam pori-pori
zat padat berpori, atau terdapat sebagai fase terpisah didalam partikel zat padat,
laju difusi dari bagian dalam kepermukaan zat padat pada umumnya merupakan
langkah yang menentukan dalam laju pengurasan menyeluruh.
Jika partikel itu sudah melayang menjadi suspensi didalam zat cair,
pengadukan yang lebih kuat tidak banyak pengaruhnya terhadap laju perpindahan
massa, tetapi laju itu akan meningkat banyak apabila zat padat itu digiling halus.
Bila tahanan-dalam terhadap difusi merupakan satu-satunya faktor pembatas,
waktu untuk mencapai suatu tingkat pendekatan terhadap kesetimbangan berubah

menurut pangkat dua dari dimensi partikel yang terkecil, baik partikel itu berupa
bola, silinder ataupun sayatan tipis.
Pengurasan bahan-bahan alam seperti umbi gula atau kacang kedelai adalah
rumit, karena zat terlarutnya terkandung didalam sel-sel tumbuhan dan harus
terlebih dahulu berpindah kedinding sel. Jika langkah tahanan ini relatif besar,
usaha memperkecil partikel dengan pencincangan tidaklah banyak pengaruhnya,
artinya tidak sebanyak dalam hal difusi didalam zat padat seragam.
Untuk ekstrasi minyak dari kacang kedelai, biji kacang itu dihancurkan untuk
memecahkan dinding sel dan dengan demikian membebaskan minyak, tetapi umbi
gula harus disayat-sayat sedemikian rupa sehingga kebanyakan sel masih
sebagaiman sedia kala. Dengan demikian, ketidakmurnian yang berbobot molekul
tinggi akan lebih terhambat difusinya dibandingkan dengan sukrosa.
Pada kondisi ideal tertentu, efisiensi tahap dalam ekstraksi beberapa bahanbahan berbentuk sel dapat diramalkan dari data eksperimen yang didapatkan dari
difusi pada kondisi suhu dan pengadukan yang sama dengan yang akan dilakukan
didalam instalasi pabrik.
Ditinjau transfer massa solut (A) dari fluida I ( gas) ke fluida II ( cairan).

a. transfer massa dari badan utama fase I ke permukaan antar fase.


NA =
b. transfer massa antar fase dari antar fase ke badan utama fase II.
NA =
c. Di batas antar fase, tidak ada tahana, sehingga terjadi keseimbangan.
PAi = f (XAi ; keseimbangan)
Perpindahan massa akan berlangsung selama ada perbedaan konsentrasi
dilapisan film. Jika konsentrasi di batas fase sudah sama dengan konsnentrasi di
badan utama, maka keadaan jenuh atau keseimbangan telah tercapai. Dari uraian
di atas, tampak bahwa hubungan keseimbangan menjadi sangat penting untuk

diketahui. Hal ini dapat digunakan untuk menentukan profil konsentrasi di kedua
fase.

DAFTAR PUSTAKA
Singh, R. Paul., and Heldman ,D.R . 2001 . Introduction to food engineering 3 rd edition.
Academi press. California. USA
Jurnal Sudaryatno Sudirham dan Ning Utari, Mengenal sifat- sifat material
Sherwood, T.k., R.L. Pigrof dan C.R Wilke, mass Transfer, McGrow-hill, New York, 1975
Whitman, W.G.: Chem and Met Eng. 1923
Wilke ,C.R., dan P. Chang; AIChe J., 1955
http://yustinabel.blogspot.com/2013/08/difusivitas.html
http://personal.its.ac.id/files/material/4217-alia-2-prinsip-perpindahan-massa.pdf
file:///C:/Documents%20and%20Settings/UserXP/My%20Documents/Downloads/3-difusiantar-fase.pdf

file:///C:/Documents%20and%20Settings/UserXP/My
%20Documents/Downloads/129643460-teknik-reaksi-kimia-difusi-pdf.pdf