Anda di halaman 1dari 131

1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Latar belakang masalah yang kami tinjau adalah semakin berkurangnya


minat masyarakat terhadap ilmu dan tekhnologi. Masyarakat Indonesia seakan
acuh terhadap perkembangan tekhnologi yang semakin pesat. Masyarakat
Indonesia hanya mau menjadi konsumen saja. Mereka tidak mau berusaha
membuat atau minimal memproduksi barang-barang yang sebetulnya sudah ada
dan bahkan melimpah di Indonesia.

Saya mendengar sekelumit cerita dari PT. Petrokimia, yaitu pabrik


penghasil pupuk bahwa para petani tidak mau menggunakan pupuk sesuai aturan
yang telah ditentukan oleh kemasan. Mereka beranggapan bahwa semakin banyak
pupuk yang digunakan, semakin subur tanaman mereka. Padahal tanah yang
terlalu banyak diberi pupuk akan mengeras dan sulit untuk diolah kembali.
Pernyataan dari menejer PT. Petrokimia Gresik tersebut seolah menandakan para
petani Indonesia masih sangat minim pengetahuan.

Masyarakat indonesia sendiri agaknya memiliki rasa nasionalisme yang


kurang kuat dengan didasari dari tempat-tempat bersejarah yang terlihat sepi.
Seperti PT. PAL yang terlihat sangat sepi pada hari-hari biasa. Masyarakat kurang
antusias terhadap peninggalan bersejarah nenek moyang mereka.

Maka dari itu penulis ingin memperkenalkan sedikit tentang seluk-beluk


kota Surabaya dan sekitarnya.

1
2

1.2 RUMUSAN MASALAH

Penulis berusaha mengkorek dalam-dalam ilmu yang telah kami dapat selama
studi tour di Surabaya yang berupa beberapa pertanyaan, yaitu:

• Bagaimana sejarah dari tempat-tempat yang penulis kunjungi?

• Objek apa sajakah yang dapat penulis ketahui?

• Apa saja seluk beluk dari tempat-tempat yang penulis kunjungi?

Sebenarnya masih banyak yang akan kami korek dari tempat-tempat yang kami
kunjungi, tapi selanjutnya akan kami terangkan dalam laporan ini.

1.3 TUJUAN

Penelitian ini bertujuan:

• Menerangkan dan menggambarkan situasi lingkungan yang penulis


kunjungi selama studi tour di Surabaya.

• Menerangkan sejarah dari tempat-tempat yang penulis kunjungi


selama studi tour di Surabaya.

• Memperkenalkan seluk-beluk dari tempat-tempat yang penulis


kunjungi selama studi tour di Surabaya.

1.4 METODE PENGUMPULAN DATA

Wawancara

Wawancara digunakan untuk mendapatkan data secara langsung dari pihak


perusahaan. yang merupakan komunikasi dari seseorang pekerja untuk
3

mendapatkan informasi yang sesuai dengan yang diinginkan. Teknik wawancara


memakan waktu dan biaya yang sangat besar untuk sampel yang cukup besar dan
tersebar. Wawancara berarti komunikasi antara pewawancara dan orang yang
diwawancara, hal ini cenderung menimbulkan perbedaan interpretasi antara
keduanya. Namun dengan wawancara dapat diperoleh informasi lebih lengkap.

Observasi

Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang cukup


efektif untuk mempelajari suatu sistem Observasi merupakan pengamatan secara
langsung terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Untuk mendapatkan hasil
pengamatan yang baik, pengamatan harus dilakukan dalam waktu yang lama serta
pengamat harus membiasakan diri untuk tidak mengganggu kewajaran objek yang
diamati sehingga hasil pengamatan dapat optimal.
4

BAB II
PT PETROKIMIA GRESIK

A. SEJARAH SINGKAT
PT Petrokimia Gresik merupakan pabrik pupuk terlengkap di
Indonesia, yang pada awal berdirinya disebut Proyek Petrokimia Surabaya.
Kontrak pembangunannya ditandatangani pada tanggal 10 Agustus 1964, dan
mulai berlaku pada tanggal 8 Desember 1964. Proyek ini diresmikan oleh
Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 Juli 1972, yang kemudian
tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari jadi PT Petrokimia Gresik.
Perubahan status perusahaan :
1 Perusahaan Umum (Perum)
PP No. 55/1971
2 Persero
PP No. 35/1974 jo PP No. 14/1975
3 Anggota Holding PT Pusri
PP No. 28/1997
PT Petrokimia Gresik menempati lahan seluas 450 hektar berlokasi di
Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur.

B. VISI DAN MISI


VISI
Menjadi produsen pupuk dan produk kimia lainnya yang berdaya saing tinggi
dan produknya paling diminati konsumen.
MISI
• Mendukung penyediaan pupuk nasional untuk tercapainya program
swasembada pangan.
• Meningkatkan hasil usaha untuk menunjang kelancaran kegiatan
operasional dan pengembangan usaha perusahaan.
• Mengembangkan potensi usaha untuk mendukung industri kimia nasional
4
dan berperan aktif dalam community development.
5

C. NILAI-NILAI DASAR PERUSAHAAN


• Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta pelestarian
lingkungan hidup dalam setiap kegiatan operasional.
• Memanfaatkan profesionalisme untuk peningkatan kepuasan pelanggan.
• Meningkatkan inovasi untuk memenangkan bisnis
• Mengutamakan integritas di atas segala hal.
• Berupaya membangun semangat kelompok yang sinergistik.

Kapasitas Pabrik

Pupuk Pabrik Kapasitas/Tahun Tahun

Pupuk Urea 1 460.000 ton 1994


Pupuk Fosfat 2 1.000.000 ton 1980 1983
Pupuk ZA 3 650.000 ton 1972 1985
1986
Pupuk NPK 4 560.000 ton 2000 2003
2005 2008
Pupuk ZK (K2SO4) 1 10.000 ton 2005
Pupuk Petroganik 1 10.000 ton 2005

JUMLAH 12 2.690.000 ton


6

Non Pupuk Pabrik Kapasitas/Tahun Tahun

Amoniak 1 445.000 ton 1994

Asam Sulfat (98% H2SO4) 1 550.000 ton 1985

Asam Fosfat (100% P2O5) 1 200.000 ton 1985

Cement Retarder 1 440.000 ton 1985

Aluminium Fluorida 1 12.600 ton 1985

JUMLAH 5 1.647.600 ton

Selain menghasilkan dan memasarkan produk pupuk dan non pupuk,


PT Petrokimia Gresik juga menawarkan berbagai bentuk jasa & pelayanan, antara
lain meliputi : jasa pelabuhan, keahlian, fabrikasi, penelitian laboratorium,
konstruksi & rancang bangun, pendidikan & latihan, serta lain-lain.
Chemical product

ASAM SULFAT (H2SO4)


1. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG : 600.000 ton/tahun (asam sulfat food grade)
• PT Smelting Co. : 600.000 ton/tahun (asam sulfat technical grade)
• Fungsi di Petrokimia Gresik : Sebagai penunjang pabrik pupuk ZA, Asam
Fosfat dan pupuk SP-36
• Proses Produksi : diperoleh dari pembakaran belerang dan konsentrat
tambang tembaga yang mengandung belerang (CuS)
Belerang/ Asam sulfat
Konsentrat tambang Proses Produksi Asam Sulfat
tembaga

II. SPESIFIKASI PRODUK :


7

• Kadar H2SO4 : min. 98,00%


• Impuritis :
• Chlorida (Cl) : maks. 10 ppm
• Nitrate (NO3) : maks. 5 ppm
• Besi (Fe) : maks. 50 ppm
• Timbal (Pb) : maks. 50 ppm
• Bentuk : cair
Sesuai SNI 06-0030-1996

III. KEGUNAAN
• Industri Pupuk : ZA, SP-36
• Bahan kimia : Asam fosfat, Aluminium sulfat (tawas), PAC, Serat
rayon,Alkohol, bahan baku detergen dll
• Food/feed : Bumbu masak, Lysine-HCl
• Logam : Galvanising
• Industri lain-lain ; MSG, Tekstil, Spiritus,Alkohol dll

IV. DISTRIBUSI
• Melalui Distributor :
• PT GCS, CV Lima Saudara, PT MIM, PT GSM, PT Sikam Selamban

V. KEMASAN : Tangki isi 5 ton, 7 ton, 10 ton, 20 ton, 30 ton

AMONIAK (NH3)
I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi : 445.000 ton/tahun
• Fungsi di Petrokimia Gresik : Sebagai bahan baku pabrik pupuk ZA, Urea,
dan PHONSKA
8

• Proses Produksi :

Gas Alam Proses Produksi Amoniak

Nitrogen (dari unit Pemisahan Udara)

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar Amoniak : min. 99,5 %
• Impuritis :
• H2O : maks. 0,5%
• Minyak : maks. 10 ppm
• Temperatur : 31o C
• Nitrogen : min. 81,9 %
• Bentuk : cair
Sesuai SNI 06-0045-1987

III. KEGUNAAN
• Industri Pupuk : Urea, ZA, PHONSKA, Amoniaum nitrat (AN), Calsium
Amonium Nitrat (CAN), Diamonium Phosphate (DAP), Monoamonium
Phosphate (MAP).
• Bahan kimia : Asam nitrat, amonium nitrat, soda ash, amonium chlorida,
Hydrazine, dll
• Food/feed : Bumbu masak, Lysine-HCl

IV. DISTRIBUSI
PT MIM, PT GCS dan PT GSM

V. KEMASAN :
1. Tangki isi 1,9 ton dan 3,8 ton
2. Botol isi 50 kg
9

ASAM FOSFAT (H3PO4)


I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi : 170.000 ton/tahun
• Fungsi di Petrokimia Gresik : Sebagai bahan baku pabrik pupuk SP-36,
TSP dan PHONSKA
• Proses Produksi :
Asam Fluorosilikat
Asam Sulfat ( bahan baku AlF3)
(By product)
Batuan Fosfat

Proses Produksi

Asam Fosfat

Crude gypsum
(By Produuct)

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar P2O5 : min. 50,0 %
• Impuritis :
• SO3 : maks. 4,00%
• CaO : maks. 0,70%
• MgO : maks. 1,70%
• Fe2O3 : maks. 0,60%
• Al2O3 : maks. 1,30%
• Chlor : maks. 0,04%

• Fluor : maks. 1,00%


10

• Suspended solid : maks. 1,00%


• Spesific gravity : maks. 1,70%
Sesuai SNI 06-0042-1987

III. KEGUNAAN
• Industri Pupuk : SP-36, TSP, PHONSKA, Diamonium Phosphate
(DAP), Monoamonium Phosphate (MAP).
• Bahan kimia : Sodium Tripoly Phosphate (STPP), Dicalcium Phosphate
(DCP)
• Food/feed : Lysine-HCl

IV. DISTRIBUSI
• Melalui distributor PT GCS atau ke konsumen langsung yaitu pabrik
Sodium tipoly phosphate (STTP)

V. KEMASAN : Curah
11

CRUDE GYPSUM
I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG : 80.000 ton/tahun
• Proses Produksi :
Asam Fluorosilikat
Asam Sulfat ( bahan baku AlF3)
(By product)
Batuan Fosfat

Proses Produksi

Asam Fosfat

Crude gypsum
(By Produuct)

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar CaSO4.2H2O : min. 96,0 %
• SO3 : min. 44,0%
• CaO : min. 31,70%
• Air Kristal : min. 19,70%
• Impuritis :
• Total P2O5 : maks. 0,5%
• P2O5 Ws : maks. 0,4%
• Air bebas : maks. 30,00%
Sesuai SNI 15-0715-1989

III. KEGUNAAN
• Bahan baku pembuatan semen
12

• Bahan baku pembuatan Plasterboard

IV. DISTRIBUSI
Langsung kepada konsumen yaitu pabrik plasterboard

V. KEMASAN : Curah

CEMENT RETARDER
(Granular gypsum)
I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG : 440.000 ton/tahun (asam sulfat food grade)
• Proses Produksi : diperoleh melalui granulasi purified gysum

Proses produksi
Purified (Granulasi) Cement
Gypsum retarder

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar CaSO4.2H2O : min. 91,0 %
• SO3 : min. 43,0%
• CaO : min. 31,00%
• Air Kristal : min. 19,00%
• Impuritis :
• Total P2O5 : maks. 0,5%
• P2O5 Ws : maks. 0,02%
• Air bebas : maks. 8,00%
• Ukuran butiran : 5 - 40 mm, min. 80%
Sesuai SNI 06-0042-1987
III. KEGUNAAN
• Bahan baku pembuatan semen
13

IV. DISTRIBUSI
Langsung kepada konsumen yaitu Pabrik Semen

V. KEMASAN : Curah

PURIFIED GYPSUM
I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG : 80.000 ton/tahun (asam sulfat food grade)
• Proses Produksi : diperoleh dari purifikasi crude gypsum menggunakan
filter.
Proses produksi

Crude Gypsum (Filtrasi/Purifikasi) Purified Gysum

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar CaSO4.2H2O : min. 95,0 %
• SO3 : min. 42,0%
• CaO : min. 31,00%
• Air Kristal : min. 19,00%
• Impuritis :
• Total P2O5 : maks. 0,5%
• P2O5 Ws : maks. 0,3%
• Air bebas : maks. 20,00%
Sesuai SNI 15-0715-1989

III. KEGUNAAN
• Bahan baku pembuatan semen
14

IV. DISTRIBUSI
Langsung kepada konsumen yaitu Pabrik Semen

V. KEMASAN : Curah

ALUMINIUM FLUORIDA (AL F3)


I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG : 12.600 ton/tahun
• Proses Produksi : diperoleh dari reaksi asam fluorosilikat (by product
pabrik asam fosfat) dengan aluminium hidroksida

Asam
Proses produksi
Aluminium Fluorida
Fluorosilikat

Aluminium hdroksida

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar AlF3 : min. 95,0 %
• Impuritis :
• Silikat (SiO2) : maks. 0,2%
• Besi (Fe2O3) : maks. 0,07%
• Air sebagai H2O : maks. 0,35%
• Kadar hilang pijar : maks. 0,85%
( 110 – 500o C)
Sesuai SNI 06-2603-1991
III. KEGUNAAN
• Untuk peleburan aluminium

IV. DISTRIBUSI
15

1. Lokal : langsung kepada konsumen yaitu pabrik peleburan aluminium


2. Ekspor : melalui treder/distribusi yaitu PT Indo Raya
V. KEMASAN :
1. Fleksibel kontainer isi 1.000 kg
2. Menyesuaikan permintaan pembeli

KARBONDIOKSIDA CAIR (CO2 Cair)


I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG : 23.200 ton/tahun
• Proses Produksi : diperoleh dari pemanfaatan kelebihan gas CO2 dari
pabrik amoniak dengan cara purifikasi dan compresi.
CO2 gas Proses produksi
(dari pabrik CO2 Cair
amoniak)

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar CO2 : min. 99,70 %
• Kadar H2O : maks. 0,05%
• Bentuk : Cair
Sesuai SNI 06-0029-1987

III. KEGUNAAN
• Industri minuman berkarbonat (minuman ringan)
• Industri logam dan karoseri : sebagai pendingin pada pengelasan logam
(welding) dan pengecoran
• Industri makanan : Media pengawetan sayuran, buah-buahan, gabah,
daging dll.

IV. DISTRIBUSI
16

Melalui distributor : PT AGI PT Garinda PS, PT GCS, CV AGR, PT Damar


TS, dan PT MIM

V. KEMASAN :
1. Tangki isi 4,5 ton
2. Botol isi 30 kg

DRY ICE (ES KERING)


I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG : 6.000 ton/tahun
• Proses Produksi : diperoleh dari kompresi CO2 cair.
Mesin Kompresi
CO2 cair Dry Ice

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar CO2 : min. 99,70 %
• Kadar CO : maks. 10 ppm
• Kadar minyak : maks. 5,00 ppm
• S (sebagai H2S) : maks. 5,00 ppm
• Kadar air : maks. 0,05 %
• Bentuk : Balok ukuran 12 cm x 15 cm x 20 cm, bobot ± 8kg
Sesuai SNI 06-0126-1987
17

III. KEGUNAAN
• Industri ice cream dan sebagai media pendingin
• Media pengawetan sayuran, buah-buahan, ikan, daging dll.
• Pembuatan asap pada pementasan dll.

IV. DISTRIBUSI
Melaluii distributor : PT Garinda PS, PT GCS, PT AGI, dan CV AGR

V. KEMASAN :
Styrofoam yang ditutup rapat dan disegel dengan plastik, isi 50 kg

OKSIGEN (O2)
I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi PT PG
• Oksigen gas : 5.000.000 NM3/tahun
• Oksigen cair : 7.500 ton/tahun
• Proses Produksi : diperoleh dari proses pemisahan udara di dalam Air
Separation Unit (ASU)

Udara (Kandungan 21 Air Separation Unit


% Oksigen & Oksigen
79% Nitrogen)

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar Oksigen : min. 99,50 %
Sesuai SNI 06-031-1987

III. KEGUNAAN
18

• Industri logam : Peleburan, pengelasan dan pemotongan logam,


perbengkelan dll.
• Keperluan kdokteran (keshatan), industri kaca, batubata, tanah liat dll.

IV. DISTRIBUSI
Melalui distributor : PT GCS dan PT AGI

V. KEMASAN :
1. Oksigen gas dengan botol isi 7 NM3 dan 6 NM3
2. Oksigen cair dengan tangki isi 4,5 ton

NITROGEN (N2)
I. PRODUKSI
1. Kapasitas produksi PT PG
• Oksigen gas : 6.500.000 NM3/tahun
• Oksigen cair : 8.000 ton/tahun
2. Proses Produksi : diperoleh dari proses pemisahan udara di dalam Air
Separation Unit (ASU)

Udara (Kandungan 21 % Air Separation Unit


Oksigen & Nitrogen
79% Nitrogen)

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar Nitrogen : min. 99,50 %
• Kadar Oksigen : maks. 100 ppm
Sesuai SNI 06-042-1987

III. KEGUNAAN
• Industri kimia : bahan baku amoniak, cyanamide
19

• Industri pembersih peralatan pabrik (flushing pipa dan tangki), pemadam


kebakaran, pengawetan bahan makanan, industri listrik (lampu) dll.

IV. DISTRIBUSI
1. Melalui distributor : PT GCS dan PT AGI

2. Konsumen langsung : Pabrik oktanol, Pabrik pestisida, Pabrik

DOP, Pabrik Pthalic anhydride

V. KEMASAN :
1. Nitrogen Gas dengan botol isi 6 NM3 dan melalui pipa

2. Nitrogen Cair dengan tangki 4,5 ton

HIDROGEN
I. PRODUKSI
• Kapasitas produksi : 14.000.000 nmc/tahun
• Proses Produksi : diperoleh dari pembakaran gas alam (Natural gas)
Proses Produksi

Gas alam (dalam unit Amoniak) Hidrogen

II. SPESIFIKASI PRODUK :


• Kadar hidrogen : min. 79,00 %

III. KEGUNAAN
• Bahan baku amoniak, oktanol, dan hidrogen peroksida
IV. DISTRIBUSI
Langsung kepada konsumen : PT Samator Inti Peroksida
20

V. KEMASAN : melalui pipa

D. KEBIJAKAN LINGKUNGAN
PT Petrokimia Gresik bertekad untuk menjadi perusahaan pupuk dan
petrokimia kelas dunia yang memberikan pelayanan terbaik kepada semua
pelanggan dan masyarakat, memenuhi standar industri, serta unggul dalam
setiap kegiatan sehari-hari.
Dengan nilai dasar pengutamaan keselamatan dan kesehatan serta
pelestarian lingkungan di dalam setiap kegiatan operasional,PT Petrokimia
Gresik mengintegrasikan pengelolaan lingkungan dalam pengelolaan
perusahaan secara keseluruhan dengan menerapkan kebijakan berikut:
1. Bertekad selalu memenuhi peraturan perundangan dan persyaratan
lingkungan yang berlaku.
2. Mencegah pencemaran serta berupaya meminimalkan limbah dengan
berbagai cara.
3. Melakukan evaluasi dan kaji ulang untuk menjamin penerapan
pengelolaan lingkungan menuju perbaikan berkelanjutan.
4. Membina kepekaan, kesadaran dan kepedulian seluruh karyawan agar
dapat ambila bagian di dalam pengelolaan lingkungan.
5. Mengembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk perbaikan
lingkungan.

o MAKSUD DAN TUJUAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN


1. LINGKUNGAN YANG BAIK
Mewujudkan lingkungan yang serasi dan baik di Kompleks Industri
Petrokimia Gresik dan sekitar perusahaan, sesuai dengan peraturan dan
perundangan yang berlaku.
2. PEMBINA LINGKUNGAN
Mewujukan perusahaan sebagai pembina lingkungan yang baik.
21

o POLA PENGELOLAAN LINGKUNGAN


1. PENDEKATAN TEKSOSI
• TEKNOLOGI
Memanfaatkan teknologi guna pencegahan dan pengendalian potensi
pencemaran.
• SOSIAL EKONOMI
Ikut berperan serta dalam pengembangan wilayah.
• INSTITUSIONAL
Pengembangan koordinasi dan kerjasama, baik intern maupun ekstern,
dalam upaya pengelolaan lingkungan, mengingat bahwa penyelesaian
masalah lingkungan memerlukan keterkaitan dengan berbagai pihak.

2. STRATEGI
Strategi yang diterapkan untuk mencapai maksud dan tujuan adalah:
• Pemilihan design/teknologi yang ramah lingkungan.
• Mengoperasionalkan unit-unti produksi dengan efisiensi tinggi.
• Mengoperasionalkan unit-unit pengendali dan pengolah limbah,
serta melakukan pemantauan rutin sebagai sarana pengendalian.
• Melakukan upaya meminimalisasi buangan/limbah.
• Melakukan penataan ruang sesuai kebutuhan dan upaya
peningkatan daya dukung lingkungan.
• Membina kepekaan, kesadaran dan kepedulian lingkungan.
• Mengembangkan kerjasama dengan instasi terkait.
• Menerapkan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001.

3. ORGANISASI
Dibentuk Biro Lingkungan sebagai unti kerja yang secara khusus
menangani permasalahan lingkungan sejak tahun 1990.
E. PEMILIK SAHAM
Share holder PT. Petrokimia terdiri dari :
22

PT. PUSRI Palembang


Yayasan PT. Petrokimia Gresik.

President Commissioner / Komisaris Utama

Commissioners / Komisaris
Dr. Ir. Ato Suprapto, MSc

Ir. Teddy Setiadi

Drs. Suhendro Bakri, MA

Dr. Ir. Sahala Lumban Gaol,


MA

Drs. Kresnayana Yahya, MSc

President Director / Direktur Utama

Ir. Arifin Tasrif

Finance Director / Direktur Keuangan


23

Drs. T. Nugroho Purwanto,


Ak.

Production Director / Direktur Produksi

Technical And Development Director / Direktur Teknik &


Ir. Musthofa
Pengembangan

Ir. Firdaus Syahril

Marketing Director / Direktur Pemasaran

Human Resources And Public


Ir. Bambang Director /SE.,
Tjahjono, Direktur SDM Dan Umum

MMBAT.
Ir. Bambang Setiobroto, SH.,
MH.
24

1.1 DATA FINANSIAL

1.1.1 A. STRUKTUR KEPEMILIKAN


LEMBAR NILAI
PEMEGANG SAHAM %
SAHAM (Rp.) JUTA
PT PUPUK SRIWIDJAYA 99,99 396,410 396,410
YAYASAN PETROKIMIA GRESIK 0,01 10 10

1.1.2 B. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN

Neraca Konsolidasian
Rp.(juta)
Keterangan 31-12-2007 31-12-2006
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan Setara Kas 409.653 381.214
Piutang Usaha 974.768 564.538
Piutang Lain-lain 28.229 33.108
Persediaan 928.468 854.392
Uang Muka 96.921 111.971
Biaya Dibayar Di Muka 56.510 49.344
Jumlah Aktiva Lancar 2.494.550 1.994.567

AKTIVA TIDAK LANCAR


Investasi Jangka Panjang 78.091 75.929
Aktiva Pajak Tangguhan 1.009 1.054
Aktiva Tetap 963.157 955.181
Biaya yang Ditangguhkan 14.331 19.825
Aktiva Lain-lain 25.838 27.452
Aktiva Tak Berwujud 254 317
Jumlah aktiva tidak lancar 1.082.679 1.079.758
Jumlah Aktiva 3.577.230 3.074.324

KEWAJIBAN, HAK MINORITAS & EKUITAS


KEWAJIBAN LANCAR
Hutang Bank 613.072 655.357
25

Hutang Usaha 376.896 268.020


Hutang Pajak 185.085 188.183
Biaya Yang Masih Harus Dibayar 136.584 45.281
Hutang Lain-lain 12.842 22.748
Uang Muka Penjualan 20.248 14.144
Hutang Jangka Panjang yang jatuh tempo dalam 1
18.259 65.433
tahun lainnya
Jumlah Kewajiban Lancar 1.362.985 1.259.167

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR


Kewajiban Pajak Tangguhan 18.666 41.587
Kewajiban imbalan pasca kerja 6.767 6.222
Hutang Bank 399.247 377.028
Kewajiban Jangka Panjang Llainnya 21.618 23.450
Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 446.298 448.287
JUMLAH KEWAJIBAN 1.809.283 1.707.454

HAK MINORITAS 19.725 18.244

EKUITAS
Modal ditempatkan & disetor 396.420 396.420
Saldo Laba yang dicadangkan 847.245 582.270
Saldo Laba yang belum dicadangkan 504.557 369.936
Jumlah Ekuitas 1.748.222 1.348.626
JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS &
3.577.230 3.074.324
EKUITAS

1.1.3 Laporan Laba Rugi Konsolidasian


Rp.(juta)
Keterangan 31-12-2007 31-12-2006
PENDAPATAN 6.813.659 5.133.389
HARGA POKOK PENJUALAN (5.326.374) (3.983.368)
Laba Kotor 1.487.285 1.150.020
Beban Usaha :
• Beban Distribusi (396.835) (305.017)
• Beban Penjualan (112.453) (110.660)
26

• Beban Admin & Umum (220.708) (233.041)


Jumlah Beban Usaha (729.996) (648.718)
Laba Usaha Sebelum Beban Bunga & Keuangan 757.289 501.303
• Beban Bunga & Keuangan (84.396) (94.915)
Laba Usaha Setelah Beban Bunga & Keuangan 672.893 406.388

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN


• Pendapatan di lain-lain 487.970 264.717
• Beban di lain-lain (445.975) (135.340)
Pendapatan/(Beban) Lain-lain Bersih 41.995 129.377
Bagian Laba Perusahaan Asosiasi 9.722 2.950
LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 724.611 538.715
MANFAAT (BEBAN) PAJAK PENGHASILAN
Pajak Kini (239.753) (178.738)
Pajak Tangguhan 22.876 12.917
Pajak Penghasilan (216.877) (165.821)
LABA SEBELUM HAK MINORITAS 507.734 372.894
Bagian dari pemilik saham minoritas (3.177) (2.958)
LABA BERSIH 504.557 369.936

1.1.4 Ratio Keuangan Konsolidasian


Keterangan 2007 2006
Current Ratio 183% 158%
DER 51% : 49% 56% : 44%
ROI 29% 23%
ROE 45% 44%
EBITDA Margin 15% 15%

Sehat Sehat
Tingkat Kesehatan
AAA AAA
27

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

Saldo Saldo
Modal Laba Laba yang Jumlah
Keterangan
Saham yang Di Belum Di Ekuitas
cadangkan cadangkan
Saldo per 1 Januari
396.420 410.150 259.297 1.065.867
2006
Laba Bersih Tahun
- - 369.936 369.936
Berjalan
Dividen - - (81.732) (81.732)
Tantiem - - (2.811) (2.811)
Program Kemitraan - - (2.250) (2.250)
Program Bina
- - (2.306) (2.306)
Lingkungan
Pembentukan
Cadangan Sesuai - 170.199 (170.199) -
RUPS
Selisih
Perubahan Ekuitas - 1.922 - 1.922
Perusahaan Anak
Saldo per 31
396.420 582.270 369.936 1.348.626
Desember 2006
Laba Bersih Tahun
- - 504.557 504.557
Berjalan
Dividen - - (94.003) (94.003)
Tantiem - - (3.263) (3.263)
Program Kemitraan - - (3.699) (3.699)
Program Bina
- - (3.699) (3.699)
Lingkungan
Pembentukan
Cadangan Sesuai - 265.271 (265.271) -
RUPS
Selisih Perubahan - (297) - (297)
Ekuitas Perusahaan
28

Anak
Saldo per 31
396.420 847.245 504.557 1.748.222
Desember 2007

1.1.5 Laporan Arus Kas Konsolidasian


Rp.(juta)
Keterangan 2007 2006
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari Pelanggan 5.481.312 4.441.585
Penerimaan Piutang dari Pemerintah
2.004.957 1.156.294
(Subsidi)
Pembayaran kepada Pemasok, Karyawan
(6.463.124) (4.746.443)
& Pihak Ketiga
Pembayaran Pajak (647.625) (624.222)
Pembayaran Bunga dan Beban
(76.914) (66.913)
Keuangan
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
(Digunakan untuk) 298.606 160.301

Aktiva Operasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


INVESTASI
Penerimaan Bunga, Jasa Giro &
158.697 108.510
Penerimaan Di luar Usaha Lainnya
Investasi Rutin (53.878) (57.721)
Investasi Proyek (59.863) (16.671)
Biaya yang Berkaitan dengan
(7.021) (42.897)
Pendapatan Di luar Usaha
Penjualan Aktiva tetap 290 709
Arus Kas Bersih Diperoleh dari
38.224 (8.069)
Aktivitas Investasi

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


29

PENDANAAN
Penambahan Pinjaman Hutang Bank 777.207 5.085.648
Pembayaran Hutang bank (986.414) (5.094.729)
Pembayaran Deviden (99.184) (82.443)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari
(Digunakan Untuk) (308.391) (91.524)
Aktivitas Pendanaan
KENAIKAN (PENURUNAN)
BERSIH KAS DAN SETARA 28.439 60.708

KAS
KAS & SETARA KAS AWAL
381.214 320.506
TAHUN
KAS & SETARA KAS AKHIR
409.653 381.214
TAHUN

1.1.6 C. PERUSAHAAN ANAK & PERUSAHAAN


PATUNGAN
Perusahaan Anak

KETERANGAN % SAHAM

PT Petrosida 99,99%
PT Petrokimia Kayaku 60,00%

Perusahaan Patungan

KETERANGAN % SAHAM

PT Kawasan Industri Gresik 35,00%


PT Petronika 20,00%
PT Petrocentral 9,80%
PT Puspetindo 5,13%
30

PT Petrowidada 1,47%
last updated, 01 April 2008

Penyediaan Fasilitas Karyawan


Untuk menunjang kinerja karyawan, perusahaan menyediakan
berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh karyawan / karyawati beserta
keluarganya. Sebagian dari fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat sekitar perusahaan.

Fasilitas-fasilitas tersebut meliputi :


• Kerohanian, Pendidikan, Sosial & Kesehatan
Pembinaan kerohanian dilakukan melalui kegiatan-kegiatan yang
dilaksanakan oleh masing-masing Sie Bina Rohani yang berada di bawah
koordinasi Serikat karyawan petrokimia Gresik (SKPG)

• Bimbingan Haji
• Masjid Nurul Jannah
• Taman Pendidikan Al Qur'an
• Taman kanak-kanak dan play grup (TK PIKPG)
• Sekolah Dasar
• Tempat Penitipan Anak (TPA PIKPG)
• Panti Asuhan Nurul Jannah
• Koperasi Baitul Maal wat Tamwil (BMT Nurul Jannah)
• Rumah Sakit (Petro Graha Medika)
• Fasilitas / Pembinaan Olah Raga & Kesenian
Kompleks Sarana Olah Raga Tri Dharma (terdiri dari stadion, lapangan
tenis, gedung olah raga / serbaguna, fitness center, jogging track, driving
area, lapangan bola), kolam renang, lapangan golf 9 holes, kolam pancing,
dan fasilitas olah raga lainnya.
Pembinaan cabang olah raga baik yang diarahkan untuk prestasi maupun
untuk pemeliharaan kesehatan dan olah raga untuk rekreasi dikoordinir
31

oleh Bidang Olah Raga SKPG. Sedangkan untuk kesenian dikoordinir oleh
Bidang sosial Budaya SKPG.

Cabang-cabang olah raga dan kesenian tersebut antara lain :


Atletik, bola voli (Grespho), bulu tangkis, bowling, bridge, catur, futsal,
fitness/binaraga, golf, karate, memancing, PMCC (Petrokimia Motor &
Camping Club), PCC (Petrokimia Cycling Club), PORPI, senam prestasi,
senam aerobic, senam asma & jantung sehat, sepak bola / sekolah bina
bola, silat (Perisai Diri & LBD Sinar Putih), tenis lapangan, tenis meja,
renang & selam, PEPHOC (Petrokimia Gresik Photo Club), kesenian reog,
hadrah, karawitan, campur sari, keroncong, grup band karyawan, sanggar
seni, serta paguyuban flora & fauna

• Koperasi Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG)


Berdiri sejak tahun 1984. Selain untuk anggota, beberapa unit usaha yang
dikelola juga melayani umum, seperti unit toko, SPBU, Apotik, toko
bahan bangunan, toko olah raga (K-sport), bengkel & unit bengkel & suku
cadang, dan air minum kemasan (air K). Unit usaha lainnya adalah :
kantin, usaha patungan dan unit simpan pinjam.
• Penyediaan Perumahan Karyawan
Selain penyediaan perumahan dinas pejabat, PT Petrokimia Gresik juga
menyediakan perumahan bagi karyawan / karyawati dengan fasilitas kredit
yang dikelola oleh Yayasan Petrokimia Gresik. Sampai dengan akhir tahun
2007, perumahan yang disediakan oleh Yayasan Petrokimia Gresik sudah
mencapai 3.384 rumah, dan berlokasi di Desa Pongangan, Desa Suci, Desa
Sukomulyo dan Desa Krembangan kabupaten Gresik

E. SUMBER DAYA MANUSIA


32

Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan


Akhir Februari 2009

Education / Pendidikan 28 Februari 2009


Post Graduate / Pasca Sarjana 103
Graduate / Sarjana 451
Under Graduate / Sarjana Muda 92
Senior High School / SLTA 2.366
Junior High School / SLTP 235
Elementary School / SD 16
Total / Jumlah 3.263
33

Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Jabatan


Akhir Februari 2009

Positions / Jabatan 28 Februari 2009

Director / Direksi 6
General Manager / Kakom - setingkat 26
Manager / Kadep - setingkat 75
Superintendent / Kabag - setingkat 188
Supervisor / Kasi - setingkat 425
Foreman / Karu - setingkat 934
Operator / Pelaksana 1.608

Bulanan Percobaan 1

Total / Jumlah 3.263

Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan


2006 - 2008 ( 31 Desember )

Education / Pendidikan 2008 2007 2006


Post Graduate / Pasca Sarjana 101 85 77
Graduate / Sarjana 454 463 479
Under Graduate / Sarjana Muda 92 92 96
Senior High School / SLTA 2372 2440 2535
Junior High School / SLTP 238 248 264
Elementary School / SD 18 27 35
Total / Jumlah 3275 3355 3486

Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Jabatan


2006 - 2008 ( 31 Desember )

Positions / Jabatan 2008 2007 2006


Director / Direksi 6 6 6
General Manager / Kakom - setingkat 24 27 23
Manager / Kadep - setingkat 75 72 69
34

Superintendent / Kabag - setingkat 191 187 188


Supervisor / Kasi - setingkat 427 439 420
Foreman / Karu - setingkat 928 924 924
Operator / Pelaksana 1613 1700 1857
Candidates / Calon Karyawan 11 0 0
Total / Jumlah 3275 3355 3486

F. PUPUK UREA
MENGAPA DIPRODUKSI
• Dalam upaya memenuhi kebutuhan Pupuk Urea yang terus meningkat.
• Mendukung pengamanan prinsip ketepatan pengadaan Pupuk.
Pengalaman PETROKIMIA GRESIK dalam memproduksi Pupuk ZA dan Pupuk
SP-36 tidak diragukan lagi untuk memproduksi pupuk-pupuk lainnya termasuk
Pupuk Urea.

PUPUK UREA PETROKIMIA GRESIK


• Diproduksi dengan hasil dan spesifikasi yang sama dengan pupuk-pupuk
Urea lainnya
• Dikemas dalam kantong plastik bercap KERABAU EMAS dengan isi
bersih 50 kg per kantong.

PUPUK UREA PETROKIMIA GRESIK


• Kandungan Nitrogen : 46 % Min
• Kadar Air : 0,5 % Max
• Bentuk : Butiran, tidak berdebu
• Warna : Putih kristal

UNSUR HARA NITROGEN


35

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA NITROGEN PADA


TANAMAN
1. Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan
2. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
3. Daun tua berwarna kekuningan . Pada tanaman padi dimulai dari ujung
daun menjalar ke tulang daun
4. Pertumbuhan buah tidak sempurna seringkali masak sebelum waktunya
5. Jika dalam keadaan kekurangan yang parah daun menjadi kering dimulai
dari bagian bawah tanaman terus ke bagian atas tanaman.

MANFAAT UNSUR HARA NITROGEN YANG DIKANDUNG


PUPUK UREA
1. Membuat bagian tanaman menjadi lebih hijau segar karena banyak
mengandung butir hijau daun yang penting dalam proses fotosintesa
2. Mempercepat pertumbuhan tanaman ( tinggi, jumlah anakan, cabang, dan
lain-lain )
3. Menambah kandungan protein hasil panen

PENGGUNAAN PUPUK UREA


1. Bentuk N yang tersedia (dapat langsung diserap tanaman) pada tanah
tergenang berbeda dengan tanah kering, Ketersediaan N pada tanah
tergenang lebih tinggi dari pada tanah tidak tergenang.
2. Pupuk Urea memiliki kandungan N dalam dalam bentuk senyawa Nitrat
yang mempunyai khasiat sedikit lebih baik bila digunakan pada daerah
kering atau sedikit hujan dibanding pupuk N dalam bentuk lainnya.
3. Tanaman Palawija sebagian besar mengisap N dalam bentuk Nitrat (Urea),
sedangkan tanaman padi sebagian besar mengambila N dalam bentuk
amonium (ZA). Tanaman padi pada awal tumbuhnya sampai setadia
berbunga lebih banyak mengambil N dalam bentuk Amonium , sedangkan
36

pada stadia berbubnga, Nitrogen dalam bentuk Nitrat sama effektifnya


dengan bentuk Amonium.
4. Cara penempatan pupuk berpengaruh terhadap efektifitas penggunaan
pupuk N. Pada tanah sawah pupuk N sebaiknya diberikan pada keadaan
tanah macak-macak. Pada tanah kering, pupuk yang telah dimasukkan
kedalam lobang pupuk perlu diturtup dengan tanah.
5. Kombinasi penggunaan pupuk Urea dan ZA yang diberikan bersama-sama
atau bergiliran dapat memberikann hasil yang baik.
6. Dosis pemupukan dan waktu penggunaan , yang sesuai dengan masing-
masing daerah, ikutilah petunjuk penyuluh pertanian setempat.

Anjuran Pemupukan berimbang


DOSIS PUPUK
TANAMAN SP-36 ZA UREA KCl
A. PANGAN
1. Padi Sawah 50-150 kg/ha 50-200 kg/ha 150-300 kg/ha 0-75 kg/ha
2. Padi gogo 75-200 kg/ha 50-100 kg/ha 100-300 kg/ha 0-150 kg/ha
3. Jagung 50-400 kg/ha 50-100 kg/ha 100-400 kg/ha 0-100 kg/ha
4. Kedelai 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 0-100 kg/ha 0-100 kg/ha
B. SAYURAN
1. Bawang 170-350 kg/ha 400-600 kg/ha 150 kg/ha 200 kg/ha
Putih

2. Bawang 250-400 kg/ha 400 kg/ha 150 kg/ha 150 kg/ha


Merah
3. Kentang 350-700 kg/ha 200-400 kg/ha 225 kg/ha 100 kg/ha
4. Kubis 350-450 kg/ha 200 kg/ha 200 kg/ha 50 kg/ha
5. Tomat 300-400 kg/ha 200-400 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
6. Kacang 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 25-100 kg/ha 0-50 kg/ha
Tanah
7. Buncis 200 kg/ha 100 kg/ha 100-200 kg/ha 100 kg/ha
8. Wortel 300-600 kg/ha 100-200 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
9. Lombok 200-300 kg/ha 300-400 kg/ha 250 kg/ha 75 kg/ha
C. BUAH-BUAHAN
1. Jeruk
Umur 1 440 g/ph 570 g/ph 250 g/ph
tahun
37

Umur 2-4 670-1000 g/ph 950-2000 g/ph 430-1000 g/ph 670-1000 g/ph
tahun
Umur 5 750 g/ph 2800 g/ph 1-400 g/ph 1500 g/ph
tahun lebih
2. Mangga 750 kg/ha 1500 kg/ph 750 g/ph 750 kg/ha
3. Apel
Umur 1-5 25-65 g/ph 100-250 g/ph 50-125 g/ph 60-150 g/ph
tahun
Umur 6 66-175 g/ph 320-700 g/ph 160-350 g/ph 190-375 g/ph
tahun lebih
4. Nenas (1-10 50 kg/ha 50 kg/ha 150 kg/ha
bln)
5. Pepaya
Umur 0-6 45 g/ph/3 bulan 50 g/ph/3 bulan 20g/ph/3 bulan
bulan
Umur 6 90 g/ph/3 bulan 150 g/ph/3 45 g/ph/3bulan
bulan lebih bulan
6. Pisang 450 g/ph/th 1000 g/ph/th 500 g/ph/th
7. Anggur
Umur 1-3 200 g/ph/th 400 g/ph/th 200 g/ph/th
tahun
Umur 3 Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th
tahun lebih

D. TANAMAN INDUSTRI DAN PERKEBUNAN


1. Tebu 200-400 kg/ha 700-900 kg/ha 100-300 kg/ha
2. Tembakau
Virginia 100-150 kg/ha 250-400 kg/ha -
Rakyat 100-200 kg/ha 200-600 kg/ha -
Lumajang 100-150 kg/ha 200-300 kg/ha -
Besuki 100 kg/ha 225 kg/ha -
3. Cengkeh 200-700 200-700 g/ha -
g/ph/th
4. Kopi (umur 2580 g/ph/6 50 g/ph/6 bulan 25-160 g/ph/6
1-10 th) bulan bulan
5. Lada 600-1200 900-1200 450-600
g/ph/th g/ph/th g/ph/th
6. Kelapa 1,25 kg/ph/th 2,25 kg/ph/th 2,5 kg/ph/th
Sawit
38

7. Teh 200 kg/ha/th 200-300 125 kg/ha/th


kg/ha/th

Untuk dosis yang lebih sesuai, hubungi penyuluh pertanian atau Dinas Pertanian
setempat.
Sumber :
Anjuran Teknologi Produksi Padi dan Palawija Tahun 1987
Anjuran Teknologi Produksi Perkebunan Tahun 1992
Anjuran Teknologi Hortikulturan 1994-1995
PUPUK ZA
Adalah sumber unsur hara belerang (s) dan nitrogen (n)

Pupuk ZA
Merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan unsur hara Belerang.

Pupuk ZA
Terdiri dari senyawa Sulfur dalam bentuk Sulfat yang mudah diserap dan
Nitrogen dalam bentuk amoniumyang mudah larut dan diserap tanaman.

Pupuk ZA
Mengandung Belerang dan Nitrogen dengan kadar tinggi:
• Belerang 24 %
• Nitrogen 21 %

BILA TANAMAN KEKURANGAN UNSUR HARA


BELERANG, MAKA:
1. Produksi protein tanaman menurun, pertumbuhan sel tanaman kurang
aktif.
2. Terjadi penimbunana amida bebas dan asam amino sampai batas yang
berbahaya bagi tanaman, terjadi kerusakan aktifitas fisiologis dan mudah
tererang hama dan penyakit.
39

3. Produksi butir hijau daun menurun, proses asimilasi dan sintesis


karbohidrat terlambat, tanaman mengalami klorosis / kekuningan, dan
hasil panen rendah.

Pupuk ZA
• Mudah penangannya dan ekonomis.
• Tidak menyerap banyak air.
• Digunakan sebagai pupuk dasar dan susulan.
• Senyawa kimianya stabil sehingga tahan disimpan dalam waktu lama.
• Dapat dicampur dengan pupuk lain.
• Aman digunakan untuk semua jenis tanaman.

Pupuk ZA
• memperbaiki kualitas dan meningkatkan produksi serta nilai gizi hasil
panen dan pakan ternak karena peningkatan kadar protein pati, padi, gula,
lemak, vitamin, dll.
• Memperbaiki rasa dan warna hasil panen.
• Tanaman lebih sehat dan lebih tahan terhadap gangguan lingkungan
(hama, penyakit, kekeringan)

MANFAAT BELERANG BAGI TANAMAN


1. Membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih
hijau.
2. Menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen.
3. Meningakatkan jumlah anakn yang menghasilkan (pada tanaman padi).
4. berperan penting pada proses pembulatan zat gula.
5. Memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada
tembakau omprongan).
6. Memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan,
memperbesar umbi bawang merah dan baeang putih.
40

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA BELERANG


1. Tanaman tumbuh kerdil, kurus dan panjang.
2. Pertumbuhan dan kematangan terlambat, terutama pada tanaman biji-
bijian.
3. Pada sebagian besar tanaman, daun muda berwarna hijau kekuning-
kuningan, merah sampai tulang daun. Pada beberapa tanaman seperti
tembakau, jeruk dan kapas, gejala lebih dahulu terlihat pada daun tua.
4. Pada tanaman kacang-kacangan pembentukan bintil akar berkurang.

5. Buah-buahan tidak matang sempurna dan warnanya menjadi hijau terang.


6. Timbul bintik-bintik pada daun, seperti pada kentang.

CARA PENGGUNAAN PUPUK ZA


• Pupuk ZA sangat dianjurkan sebagai pupuk dasar dan pupuk susulan untuk
semua jenis tanaman.
(Unsur hara Belerang dibutuhkan tanaman sejak awal pertumbuhan)
• Pupuk ZA dapat dicampur dengan pupuk yang lain

ANJURAN PEMUPUKAN BERIMBANG


DOSISPUPUK
TANAMAN SP-36 ZA UREA KCl
A. PANGAN
1. Padi Sawah 50-150 kg/ha 50-200 kg/ha 150-300 kg/ha 0-75 kg/ha
2. Padi gogo 75-200 kg/ha 50-100 kg/ha 100-300 kg/ha 0-150 kg/ha
3. Jagung 50-400 kg/ha 50-100 kg/ha 100-400 kg/ha 0-100 kg/ha
4. Kedelai 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 0-100 kg/ha 0-100 kg/ha
B. SAYURAN
1. Bawang 170-350 kg/ha 400-600 kg/ha 150 kg/ha 200 kg/ha
Putih
2. Bawang 250-400 kg/ha 400 kg/ha 150 kg/ha 150 kg/ha
Merah
3. Kentang 350-700 kg/ha 200-400 kg/ha 225 kg/ha 100 kg/ha
4. Kubis 350-450 kg/ha 200 kg/ha 200 kg/ha 50 kg/ha
5. Tomat 300-400 kg/ha 200-400 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
6. Kacang 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 25-100 kg/ha 0-50 kg/ha
41

Tanah
7. Buncis 200 kg/ha 100 kg/ha 100-200 kg/ha 100 kg/ha
8. Wortel 300-600 kg/ha 100-200 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
9. Lombok 200-300 kg/ha 300-400 kg/ha 250 kg/ha 75 kg/ha
C. BUAH-BUAHAN
1. Jeruk
Umur 1 tahun 440 g/ph 570 g/ph 250 g/ph
Umur 2-4 670-1000 g/ph 950-2000 g/ph 430-1000 g/ph 670-1000 g/ph
tahun
Umur 5 tahun 750 g/ph 2800 g/ph 1-400 g/ph 1500 g/ph
lebih
2. Mangga 750 kg/ha 1500 kg/ph 750 g/ph 750 kg/ha
3. Apel
Umur 1-5 25-65 g/ph 100-250 g/ph 50-125 g/ph 60-150 g/ph
tahun
Umur 6 tahun 66-175 g/ph 320-700 g/ph 160-350 g/ph 190-375 g/ph
lebih
4. Nenas (1-10 50 kg/ha 50 kg/ha 150 kg/ha
bln)
5. Pepaya
Umur 0-6 45 g/ph/3 50 g/ph/3 bulan 20g/ph/3 bulan
bulan bulan
Umur 6 bulan 90 g/ph/3 150 g/ph/3 45 g/ph/3bulan
lebih bulan bulan
6. Pisang 450 g/ph/th 1000 g/ph/th 500 g/ph/th
7. Anggur
Umur 1-3 200 g/ph/th 400 g/ph/th 200 g/ph/th
tahun
Umur 3 tahun Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th
lebih
D. TANAMAN INDUSTRI DAN PERKEBUNAN
1. Tebu 200-400 700-900 kg/ha 100-300 kg/ha
kg/ha

2. Tembakau
Virginia 100-150 250-400 kg/ha -
kg/ha
Rakyat 100-200 200-600 kg/ha -
42

kg/ha
Lumajang 100-150 200-300 kg/ha -
kg/ha
Besuki 100 kg/ha 225 kg/ha -
3. Cengkeh 200-700 200-700 g/ha -
g/ph/th
4. Kopi (umur 2580 g/ph/6 50 g/ph/6 bulan 25-160 g/ph/6
1-10 th) bulan bulan
5. Lada 600-1200 900-1200 450-600
g/ph/th g/ph/th g/ph/th
6. Kelapa Sawit 1,25 kg/ph/th 2,25 kg/ph/th 2,5 kg/ph/th
7. Teh 200 kg/ha/th 200-300 125 kg/ha/th
kg/ha/th

Untuk dosis yang lebih sesuai, hubungi penyuluh pertanian atau Dinas Pertanian
setempat,
Sumber :
Anjuran Teknologi Produksi Padi dan Palawija Tahun 1987
Anjuran Teknologi Produksi Perkebunan Tahun 1992
Anjuran Teknologi Hortikulturan 1994-1995

PUPUK SP-36
SEBAGAI SUMBER HARA FOSFOR
Pupuk SP-36 merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan tanaman
akan unsur hara Fosfor karena keunggulan yang dimilikinya :
1. Kandungan hara Fosfor dalam bentuk P2O5 tinggi yaitu sebesar 36%.
2. Unsur hara Fosfor yang terdapat dalam pupuk SP-36 hampir seluruhnya
larut dalam air.
3. Bersifat netral sehingga tidak mempengaruhi kemasaman tanah.
4. Tidak mudah menghisap air, sehingga dapat disimpan cukup lama dalam
kondisi penyimpanan yang baik.
5. Dapat dicampur dengan Pupuk Urea atau Pupuk ZA pada saa penggunaan.

PUPUK SP-36 DIPRODUKSI


43

• Dalam upaya memenuhi kebutuhan pupuk fosfat.


• Mendukung pencapaian swasembada pangan.
• Usaha efisiensi penggunaan pupuk Fosfat ditingkat petani.

PUPUK SP-36
PETROKIMIA GRESIK
Dikemas dalam kantong plastik bercap KERBAU EMAS dengan isi bersih 50 kg
per kantong

KANDUNGAN
• P2O5 total : 36%
• P2O5 tersedia : 34%
• P2O5 larut air : 30%
• BENTUK : Butiran
• WARNA : Keabu-abuan

MANFAAT FOSFOR BAGI TANAMAN


• Memacu pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran yang baik
sehingga tanaman dapat mengambil unsur hara lebih banyak dan
pertumbuhan tanaman menjadi sehat serta kuat.
• Menggiatkan pertumbuhan jaringan tanaman yang membentuk titik
tumbuh tanaman.
• Memacu pembentukan bunga dan masaknya buah/biji, sehingga
mempercepat masa panen.
• Memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah dan biji.
• Menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

GEJALA KEKURANGAN UNSUR HARA FOSFOR


• Tanaman akan tumbuh kerdil.
• Pada tanaman muda, daun akan berwarna hijau tua keunguan.
44

• Kadang-kadang tampak pula warna hijau kekuning-kuningan karena


kekurangan Fosfor cenderung menghambat penyerapan unsur hara
Nitrogen.
• Warna kekuningan ini akan lebih dulu dijumpai pada daun tua karena sifat
Fosfor yang mobil dalam tanah, sehingga dalam keadaan kekurangan,
unsur hara Fosfor dengan cepat ditranslokasikan ke bagian tanaman yang
lebih muda.
• Pada tanaman buah-buahan pucuk daun akan berwarna browns atau ungu.
• Pembentukan bunga/buah/biji terhambat sehingga panen terlambat. Selain
itu persentase bunga yang menjadi buah menurun karena penyerbukan
yang tidak sempurna.

CARA PENGGUNAAN PUPUK SP-36


Untuk tanaman semusim Pupuk SP-36 sebaiknya digunakan sebagai pupuk dasar
sedangkan untuk tanaman tahunan diberikan pada awal atau akhir musim hujan
atau segera setelah panen.
ANJURAN PEMUPUKAN BERIMBANG
DOSIS PUPUK
TANAMAN SP-36 ZA UREA KCl
A. PANGAN
1. Padi Sawah 50-150 kg/ha 50-200 kg/ha 150-300 kg/ha 0-75 kg/ha
2. Padi gogo 75-200 kg/ha 50-100 kg/ha 100-300 kg/ha 0-150 kg/ha
3. Jagung 50-400 kg/ha 50-100 kg/ha 100-400 kg/ha 0-100 kg/ha
4. Kedelai 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 0-100 kg/ha 0-100 kg/ha
B. SAYURAN
1. Bawang 170-350 kg/ha 400-600 kg/ha 150 kg/ha 200 kg/ha
Putih
2. Bawang 250-400 kg/ha 400 kg/ha 150 kg/ha 150 kg/ha
Merah
3. Kentang 350-700 kg/ha 200-400 kg/ha 225 kg/ha 100 kg/ha
4. Kubis 350-450 kg/ha 200 kg/ha 200 kg/ha 50 kg/ha
5. Tomat 300-400 kg/ha 200-400 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
6. Kacang 50-200 kg/ha 50-100 kg/ha 25-100 kg/ha 0-50 kg/ha
Tanah
7. Buncis 200 kg/ha 100 kg/ha 100-200 kg/ha 100 kg/ha
8. Wortel 300-600 kg/ha 100-200 kg/ha 150 kg/ha 50 kg/ha
9. Lombok 200-300 kg/ha 300-400 kg/ha 250 kg/ha 75 kg/ha
45

C. BUAH-BUAHAN
1. Jeruk
Umur 1
440 g/ph 570 g/ph 250 g/ph
tahun
Umur 2-4
670-1000 g/ph 950-2000 g/ph 430-1000 g/ph 670-1000 g/ph
tahun
Umur 5
750 g/ph 2800 g/ph 1-400 g/ph 1500 g/ph
tahun lebih
2. Mangga 750 kg/ha 1500 kg/ph 750 g/ph 750 kg/ha
3. Apel
Umur 1-5
25-65 g/ph 100-250 g/ph 50-125 g/ph 60-150 g/ph
tahun
Umur 6
66-175 g/ph 320-700 g/ph 160-350 g/ph 190-375 g/ph
tahun lebih
Nenas (1-10
4. 50 kg/ha 50 kg/ha 150 kg/ha
bln)
5. Pepaya

Umur 0-6 20g/ph/3


45g/ph/3 bulan 50 g/ph/3 bulan
bulan bulan
Umur 6 150 g/ph/3 45
90 g/ph/3 bulan
bulan lebih bulan g/ph/3bulan
6. Pisang 450 g/ph/th 1000 g/ph/th 500 g/ph/th
7. Anggur
Umur 1-3
200 g/ph/th 400 g/ph/th 200 g/ph/th
tahun
Umur 3
Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th Naik 50%/th
tahun lebih
D. TANAMAN INDUSTRI DAN PERKEBUNAN
1. Tebu 200-400 kg/ha 700-900 kg/ha 100-300 kg/ha
2. Tembakau
Virginia 100-150 kg/ha 250-400 kg/ha
Rakyat 100-200 kg/ha 200-600 kg/ha
Lumajang 100-150 kg/ha 200-300 kg/ha
Besuki 100 kg/ha 225 kg/ha
3. Cengkeh 200-700 200-700 g/ha
g/ph/th
4. Kopi (umur 2580 g/ph/6 50 g/ph/6 bulan 25-160 g/ph/6
46

1-10 th) bulan bulan


5. Lada 600-1200 900-1200 450-600
g/ph/th g/ph/th g/ph/th
6. Kelapa 1,25 kg/ph/th 2,25 kg/ph/th 2,5 kg/ph/th
Sawit
7. Teh 200 kg/ha/th 200-300 125 kg/ha/th
kg/ha/th

Untuk dosis yang lebih sesuai, hubungi penyuluh pertanian atau Dinas Pertanian
setempat,

Sumber :
Anjuran Teknologi Produksi Padi dan Palawija Tahun 1987
Anjuran Teknologi Produksi Perkebunan Tahun 1992
Anjuran Teknologi Hortikulturan 1994-1995

G. SISTEM DISTRIBUSI PUPUK PT PETROKIMIA GRESIK


Untuk Daerah yang di cover Gudang Gresik ( Tanpa melalui Gudang
Penyangga)

Teknis Pengambilan Barang di Gudang Petrokimia Gresik


Distributor Pengambilan Gudang Penyerahan
Barang Petrokimia Barang
(Expeditur) Gresik
47

• Copy D/O
• Surat Kuasa
• Copy D/O
• Surat Kuasa
• Bukti Penyerahan terimaan Pupuk (BP)
• BP yang telah ditandatangani oleh pengambil barang dan petugas Gudang
Petrokimia

Pelayanan Penjualan Pupuk PT Petrokimia Gresik


48

BAB III
PT TERMINAL PETIKEMAS SURABAYA

Sejarah Berdirinya PT Terminal Petikemas Surabaya


PT Terminal Petikemas Surabaya merupakan salah satu unit dari beberapa
anak perusahaan yang dimiliki PT. (Persero) Pelabuhan Indonesia III. TPS
dibangun pada tahun 1992 yang ditandai dengan pemasangan Container Gantry
Crane yang pertama pada dermaga petikemas sepanjang 500 meter. TPS
diprivatisasi pada tanggal 29 April 1999 yaitu pada saat P&O Ports membeli 49%
kepemilikan saham Perusahaan. Kemudian pada tanggal 1 Maret 2006 saham
kepemilikan P&O Ports di TPS dibeli oleh Dubai Port World (DPW)

Sejak saat itu terminal telah menetapkan reputasi yang dapat


dipertanggungjawabkan sebagai terminal dengan biaya efektif dan mampu
memenuhi kebutuhan para importer maupun eksporter di Jawa Timur dan
Indonesia Kawasan Timur.

Saat ini TPS memiliki dua dermaga, yaitu Dermaga Internasional


sepanjang 1000 meter dengan kedalaman10,5 meter dan Dermaga Domestik
sepanjang 450 meter dengan kedalaman 7,5 meter. Dermaga-dermaga tersebut
dilengkapi dengan 11 gantry crane dan dengan kecepatan penanganan bongkar
muat rata-rata 25 container per crane per jam.

Pada tahun 1997, disadari bahwa TPS harus melakukan pengembangan


untuk memenuhi kebutuhan perdagangan yang terus meningkat, sehingga dibuat
suatu program untuk memperluas kapasitas menjadi dua kali lipat dari yang sudah
ada saat ini. Lapangan petikemas saat ini sedang diperluas sehingga pada akhir
tahun 2000 akan memiliki daya tampung lebih dari 20.000 teus. Untuk keperluan
tersebut, telah diadakan kesepakatan pembelian 4 unit Quay Crane baru dari
IMPSA dan 12 unit RTG baru dari Konecranes. Pada akhir tahun 2005, TPS telah
menghandling 1.066.908 teus.

51
49

Sistem komputer baru, untuk operasional terminal dan nota rampung,


dibuat oleh Realtime Business Solutions dari Sidney, Australia, menyediakan
fasilitas bagi TPS maupun Shipping Line untuk melakukan dan mengetahui
kondisi aktual sistem perencanaan dan pengendalian petikemas serta kemampuan
untuk menggunakan teknik pertukaran data secara elektronik dan modern. Sistem
ini telah beroperasi sejak Desember 1999. Komisaris Perusahaan dan Direksi yang
terdiri dari kedua pihak pemegang saham, saat ini tengah bekerja ke arah
peningkatan produktivitas dan pelayanan yang lebih baik dan mengacu kepada
praktik terminal terbaik di dunia. TPS merupakan salah satu dari sedikit terminal
di dunia yang telah memperoleh sertifikat ISO 9001 (Standar Mutu), ISO 14001
(Standar Lingkungan) , OHSAS 18001 (Standar Keselamatan dan Kesehatan
Kerja) serta ISPS Code (Standar Keamanan Kapal dan Fasilitas Pelabuhan)
sebagai langkah awal untuk mencapai terminal kelas dunia. Satu-satunya terminal
di Indonesia dan satu-satunya operator terminal di dunia (setelah DPW
bergabung) yang memiliki sertifikasi C-TPAT yang berlaku efektif bulan Mei
2008. Dengan sertifikasi tersebut, memberikan kemudahan bagi container ekspor
ke Amerika Serikat tanpa harus melalui pemeriksaan ulang oleh Bea Cukai
setempat.TPS merupakan pelabuhan pertama di Indonesia yang menerapkan
standar keamanan kapal dan fasilitas pelabuhan yang mulai diberlakukan pada
bulan Juli 2004.
50

Perusahaan tengah membangun dasar-dasar untuk membentuk suatu


organisasi yang tidak hanya mampu menyediakan tingkat pelayanan yang
terjamin, namun juga berorientasi kepada kepuasan pelanggan. Kinerja staff
Perusahaan merupakan hal yang penting sekali bagi keberhasilan di masa
mendatang, untuk itu saat ini tengah dilakukan kegiatan pelatihan tepat guna dan
pengenalan motivasi. Pelatihan di bidang teknologi komputer barupun telah
dilakukan di lingkungan staff. Untuk memastikan bahwa TPS merupakan tempat
yang aman untuk bekerja, juga telah dilakukan sosialisasi Prosedur dan Kebijakan
Keselamatan Kerja dan Aspek Lingkungan yang nyaman ditempat kerja.

Tujuan PT Terminal Petikemas Surabaya

PT TPS sebagai terminal petikemas berkelas Internasional berkomitmen


dengan kebijakan “zero harm” (tidak ada bahaya) bagi setiap pegawai dan
lingkungan, serta memastikan bahwa kegiatan perusahaan dilaksanakan secara
tanggung jawab.
51

Prinsip PT Terminal Petikemas Surabaya

Kebijakan ini ditetapkan karena kepedulian terhadap keselamatan para


pegawai TPS dan pelestarian lingkungan yang merupakan hal yang mendasar
bagi keberhasilan kinerja dan pertumbuhan perusahaan di masa mendatang ini
juga sangat penting bagi para stakeholder perusahaan, TPS berprinsip bahwa
keselamatan adalah salah satu persyaratan kepegawaian bahwa perlindungan dan
pengelolaan lingkungan contoh pencegahan terhadap rolosi. Rolosi adalah sangat
penting bagi pelaksanaan kegiatan operasional.

Visi dan Misi

1. Membangun PT Terminal Petikemas (TPS) menjadi perusahaan yag terus


maju.

2. Untuk mencapai sasaran perusahaan berupaya :

a. Menyediakan jasa layanan transportasi kepada para pelanggan yang


dapat menjamin pengiriman barang di tepat waktu.

b. Menjamin terpeliharanya lingkunngan yang aman dan bersahabat.

c. Mengembangkan potensi para pegawai secara optimal.

d. Ikut meningkatkan kegiatan perdaggangan guna tercapainya


kesuksesan.

e. Berupaya menggalang dukungan dari masyarakat luas dalam


menjalankan peran.

Lokasi PT Terminal Petikemas Surabaya

PT Terminal Petikemas Surabaya merupakan Pintu Gerbang ke wilayah


Jawa Timur maupun Indonesia Timur. Sangat strategis karena langsung terhubung
dengan ruas jalan tol Surabaya dan jalur kereta api.
52

Terletak di sebelah barat Pelabuhan Tanjung Perak pada posisi 7 º


12’S,112º 40’E di akhir dari alur pelayaran antara Pulau Jawa dan Madura yang
panjangnya 25 mil. Lebar minimal alur adalah 80 meter dengan kedalaman
minimal saat air surut adalah 9,5 meter. Alur pelayaran tersebut tertandai dengan
baik dan pandu tersedia selama 24.

Bidang Usaha dan Jasa Pelayanan

Bidang Usaha dan Jasa Pelayanan :

1. Pelayanan jasa tambat kapal container


2. Pelayanan jasa bongkar muat container
3. Pelayanan penumpukan container Ekspor
4. Pelayanan pengiriman container Impor
5. Pelayanan suplai air tawar ke kapal
6. Pelayanan penanganan Refrigerated container (reefer) berupa monitoring
temperatur di lapangan penumpukan dan pelayanan plug/unplug di atas
kapal.

7. Pelayanan CFS (Stripping dan Stuffing)


8. Pelayanan railway
9. Pelayanan “cold storage”

Fasilitas Utama dan Peralatan Pendukung

Fasilitas Utama dan Peralatan Pendukung :

Dermaga Internasional
-Panjang 1.000 meter
-Lebar 50 meter
-Kedalaman 10,5 meter

Dermaga Domestik
53

-Panjang 450 meter


-Lebar 50 meter
-Kedalaman 7,5 meter
Lapangan Petikemas Internasional
-Area 29 hektar
-Kapasitas 21.989 teus
Lapangan Petikemas Domestik
-Area 9 hektar
-Kapasitas 5.650 teus
Kapasitas Area Behandle 784 teus
Kapasitas Penampungan Reefer
-Ekspor 350 teus
-Impor 350 teus
-Reefer Plug 305 plug
Container Freight Station
-Luas Area 10.000 meter2
-Area Barang Berbahaya 6.500 meter2
-Area ’Cold Storage’ 5.000 meter2
Rel Kereta (Dua Jalur) 420 meter
Peralatan
-Quay Gantry Crane 11unit
-Man Cage 20’ 2 unit
-Man Cage 40’ 9 unit
-Rubber Tyres Gantry Crane 27 unit
-Sky Stacker 3 unit
-Reach Stacker 1unit
-Forklift Diesel 5 unit
-Forklift Electric 12 unit
-Side Loader 1 unit
-Head Truck 52 unit
-Chassis 20’ 2 unit
54

-Chassis 40’ 52 unit


-Chassis 45’ 54 unit
-Double Drop Deck 40’ 3 unit
-Dolly System 47 unit

Pusat Layanan Pengguna Jasa


Untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa maka ruang
pelayanan dibuat satu atap dengan bea cukai dan bank-bank terkait serta di tempat
terpisah juga disediakan fasilitas bagi agen pelayaran untuk melakukan proses
dokumen kedatangan / keberangkatan kapal.

Sistem Keamanan
TPS telah menerapkan implementasi dari ISPS Code yang merupakan
standar keamanan pelabuhan dimana setiap orang (pegawai / tamu) maupun
kendaraan yang masuk dalam lingkungan kerja TPS harus diidentifikasi dengan
menggunakan mesin (mesin hand punch) yang mampu membaca identitas melalui
pengenaln telapak tangan, yang disediakan di setiap lokasi akses masuk / keluar
terminal. Untuk itu telah dibangun beberapa fasilitas :
CCTV : 30 titik
X-Ray :1 unit
Gamma-Ray :1 unit
Turnstile :1 unit
Hand Punch Machine : 22 unit

Sistem Komputerisasi
Sejak tahun 1999 TPS telah menggunakan perangkat lunak (software)
terpadu dan real time untuk melayani kegiatan operasional dan nota rampung
yang didesain oleh Real Business Solutions (RBS) dari Sidney, Australia yang
disebut TOPS (Terminal Operation Package System). TOPS terdiri dari sistem
yang saling berintegrasi satu sama lain yaitu TOP-X dan TOP-O. Sehingga
55

pergerakan petikemas dapat dipantau secara real time oleh petugas TPS serta
pemilik barang.
TOP-X (Terminal Operation Package for X-Windows)
TOP-O (Terminal Operation Package for Oracle)
Sistem TOPS menyediakan fasilitas bagi pengguna jasa untuk mengetahui
kondisi aktual sistem perencanaan dan pengendalian petikemas serta kemampuan
untuk menggunakan teknik pertukaran data secara elektronik dan modern

Komitmen terhadap Janji Pelayanan kepada Pengguna Jasa


TPS menyadari bahwa sebagai perusahaan jasa maka tingkat kepuasan
pelanggan adalah suatu tolak ukur dalam kesuksesan. Oleh karena itu TPS selalu
melakukan pertemuan rutin dengan pengguna jasa dan kalangan usaha untuk
memperoleh demi peningkatan kualitas pelayanan ke arah yang lebih baik.
Pesan Layanan Publik :
”Seluruh pegawai PT. Terminal Petikemas Surabaya dalam menjalankan tugas
tidak diperbolehkan menerima imbalan hadiah dari pengguna jasa dalam
bentuk apapun.”

On Line Tracking dan On Line Booking


Sebagai bentuk dari peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada
kepuasan pelanggan, TPS menyediakan fasilitas ON LINE TRACKING yang
merupakan fasilitas bagi para pengguna jasa untuk mengetahui berbagai macam
informasi terkait kegiatan bongkar muat serta lokasi terkini dari petikemas.
Fasilitas ON LINE BOOKING disediakan untuk melakukan aktivitas terkait
pembuatan job order secara elektronik. Fasilitas tersebut dapat diakses melalui :
www.tps.co.id

Coporate Social Responbility


Sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat maka TPS juga
berperan aktif dalam kegiatan sosial berupa bantuan kepada korban bencana alam
maupun kegiatan dalam bidang pendidikan dengan melakukan pembangunan
56

maupun renovasi pada beberapa SD dan SMP di Surabaya dan berperan aktif
memberikan bantuan sponsor dan beasiswa kepada mahasiswa beberapa
perguruan tinggi dalam menempuh pendidikannya.

Green Port
Sebagai komitmen terhadap perlindungan kepada lingkungan, yaitu degan
penanganan limbah dan penyediaan pembuangan sampah serta terus aktif
melakukan penghijauan di lingkungan kerja.

Pusat Dokumen

 Disclaimer

1. Seluruh isi pada Situs Jaringan (Website) ini dilindungi oleh Hak
Cipta. Kecuali jika secara khusus diberikan ijin, informasi yang ada
pada materi ini tidak boleh diproduksi ulang dalam bentuk apapun,
atau dengan cara apapun, tanpa ijin tertulis dari TPS terlebih dahulu.
Para pengguna tidak diijinkan untuk merubah, mendistribusikan,
mempublikasikan, mengirim atau menggandakan materi-materi ini
untuk publik atau untuk keperluan komersial

2. TPS telah berupaya untuk menyediakan informasi yang akurat pada


materi yang disajikan, namun TPS tidak bertanggung jawab atas
keakuratan informasi. TPS dapat merubah materi, informasi setiap saat
tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
57

 Tarif

• Rekapitulasi Tarif Bongkar / Muat Petikemas (International)


58

• Rekapitulasi Tarif Pelayanan Jasa Lapangan dan Gerakan


Petikemas
59

• Daftar Tarif Bongkar / Muat Petikemas Domestik


60

• Rekapitulasi Tarip Pelayanan Jasa Tambat, Air dan Barang


61

 Perjanjian Kontrak Schedule 2

Pembaharuan, tanggal efektif : 8 Oktober 2008 antara PT. Terminal


Petikemas Surabaya dengan Seluruh Pengguna Jasa yang Menggunakan
Jasa Layanan yang Disediakan oleh Pengelola Terminal

 Form Ijin Stack Container Export

 Prosedur Penurunan Prosentase Warkat Dana dan Formulir


Pengajuan Penurunan Prosentase Warkat Dana

 Peraturan Keselamatan Kerja & Pemberhentian Bis

 Kebijakan LK3 dan Laporan LK3

 Kebijakan LK3

PT. Terminal Petikemas Surabaya (TPS) berjanji untuk melaksanakan


aktivitasnya secara bertanggungjawab, yaitu untuk memastikan
perusahaan dapat mencapai ketahanan dan keuntungan secara
berkesinambungan. TPS bertanggungjawab dalam melindungi
keselamatan dan kesehatan para pegawainya termasuk pihak-pihak lain
yang berada di TPS. Kami akan melaksanakan janji tersebut melalui :

1. Menyediakan sebuah tempat kerja, di mana segala keadaan yang


mengandung bahaya dapat teridentifikasi, teruji, terkendali, dan
diinformasikan kepada para pegawai.

2. Meningkatkan efisiensi dan keuntungan perusahaan melalui


pengurangan dan pembuangan limbah, pencemaran udara, penggunaan
air, penggunaan tenaga listrik, serta penggunaan kertas.

3. Menerapkan secara ketat standar ISO 14001 dan OHSAS 18001 serta
standar nasional lainnya yang berlaku dalam pengoperasian di TPS
termasuk aturan atau ketentuan Pemerintah Daerah.
62

4. Meningkatkan kinerja Sistem Manajemen Lingkungan, Keselamatan


dan Kesehatan Kerja secara berkesinambungan melalui :

• Peninjauan secara periodik terhadap dampak-dampak


Lingkungan, bahaya dan risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja

• Penetapan tujuan, target dan sasaran dalam mengurangi dampak-


dampak Lingkungan serta bahaya dan risiko Keselamatan dan
Kesehatan Kerja

• Pengukuran secara periodik terhadap pencapaian sasaran yang


telah ditentukan.

• Pelaksanaan tinjauan manajemen untuk mengetahui efektivitas


sistem manajemen di TPS dalam mencapai sasaran yang telah
ditentukan

5. Menginformasikan kinerja Sistem Manajemen Lingkungan,


Keselamatan dan Kesehatan Kerja TPS secara terbuka dan jujur
kepada para Pegawai, Masyarakat sekitarnya serta Pihak-Pihak lain
yang terkait dengan cara memasukkan Laporan Enam Bulanan di
dalam website, serta memastikan bahwa apabila ada pertanyaan-
pertanyaan haruslah disampaikan dengan cara yang layak dan tepat
guna.

6. Menyediakan pelatihan Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan


Kerja bagi para Pegawai serta Pemasok yang memiliki kaitan
tanggungjawab dengan pengoperasian TPS.

7. Menyediakan Alat Pelindung Diri yang layak dan memenuhi ketentuan


Undang-Undang, serta memenuhi kebutuhan setiap pekerjaan.

8. Dewan Komisaris dan Dewan Direktur melimpahi tanggungjawab


kepada yang bertandatangan di bawah ini untuk memimpin dan
63

memantau secara pribadi kinerja Perusahaan yang berhubungan


dengan masalah-masalah yang tercantum di atas.

 Keamanan Terminal

Informasi Umum

A. PFSO (Port Facility Security Officers)

1. Port Facility Security Officer adalah Djoko Sampurno . Dapat


dihubungi melalui;
Telepon kantor : +62 (31) 3202006
Fax: +62 (31) 3291628
Mobile : +62 81 23240264
Email Address : djoko.sampurno@tps.co.id

2. Duty Port Facility Security Officer adalah semua Shift Manager .


Dapat dihubungi melalui;
Telepon kantor: +62 (31) 3298676
Fax: +62 (31) 3295690
Mobile : +62 8113407838
Email Address: shiftmanager@tps.co.id

B. Rencana Keamanan Fasilitas Pelabuhan;

Tersedianya inspeksi terhadap rencanca keamanan fasilitas pelabuhan


oleh pihak berwenang dengan menghubungi Port Facility Security
Officer.

C. Tingkat Siaga Keamanan

Saat ini di TPS pada tingkat keamanan siaga 1


64

 Peraturan Tentang Peti Kemas Kelebihan Berat

Internasional Domestik

April 2009 April 2009

Produksi

Pemindahan Container ke TPP

Berita

31 Maret 2009
Jadwal Pelayanan Operasional dan Dokumen di PT. Terminal Petikemas
Surabaya selama Pelaksanaan Pemilu Legislatif dan Wafat Isa Almasih

4 Maret 2009
Jadwal Pelayanan Operasional dan Dokumen di PT. Terminal Petikemas
Surabaya pada Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Raya Nyepi Saka
1931

13 Februari 2009
Pemberian Potongan (Discount) Tarif Bongkar Muat Petikemas Internasional
dan Domestik di PT. Terminal Petikemas Surabaya

17 November 2008
Penyesuaian Tarif Pelayanana Jasa Bongkar Muat Petikemas International

11 September 2008
65

Neraca Proses Behandle and Yard Occupation Ratio (YOR)

7 Agustus 2008
Revisi Pemberlakuan Batas Waktu Penerimaan Petikemas Ekspor dan
Penerimaan Dokumen Persetujuan Ekspor serta Dispensasi Pemasukan
Petikemas dan Dispensasi Penyerahan Dokumen Persetujuan Ekspor Yang
Melewati Batas Waktu Akhir

21 April 2008
Tarif Baru Domestik

8 Nopember 2007
TPS Online untuk sementara diarahkan ke url http://tps.co.id/etps

10 September 2007
Jam Kerja Operasional Selama Bulan Suci Ramadhan 2007 dan Jadual
Sementara Pelayanan Dokumen dan Operasional Kegiatan Bongkar Muat
Selama Hari Raya Idul Fitri 1428 H di PT. Terminal Petikemas Surabaya

BAB IV
PT SEMEN GRESIK (PERSERO) Tbk.
66

A. PROFIL
Sebagai perusahaan publik, Semen Gresik bertanggung jawab untuk
memenuhi harapan masyarakat pemegang saham. Dikelola secara profesional
dan transparan, Semen Gresik pantas dibandingkan dengan perusahaan unggul
lainnya. Dengan sumber daya manusia yang dilandasi filosofi dan dorongan
untuk berprestasi, bersaing dan bertanggung jawab, Semen Gresik
menerapkan tiga landasan utama dunia usaha (triple bottom line) agar mampu
bertahan dan berkembang, yaitu :
• Menjaga pertumbuhan kinerja keuangan dengan meningkatkan efisiensi
dan produktivitas.
• Menegakkan etika bisnis dengan menerapkan prinsip-prinsip Good
Corporate Governance (GCG).
• Menangani masalah-masalah social dan lingkungan, dengan menerapkan
system manajemen lingkungan secara konsisten dan menjalin hubungan
yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

B. SEJARAH SINGKAT
PT Semen Gresik (Persero) Tbk. adalah perusahaan yang bergerak
pada bidang industri semen, didirikan dengan nama NV Pabrik Semen Gresik
pada tanggal 25 Maret 1953 dengan Akta Notaris Raden Mr. Soewandi No.41.
Diresmikan oleh Presiden RI pertama pada tanggal 7 Agustus 1957 dengan
kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 17 April 1961,
NV Pabrik Semen Gresik dijadikan Perusahaan Negara berdasarkan Peraturan
Pemerintah NO.132 tahun 1961, kemudian berubah menjadi PT Semen Gresik
(Persero) berdasarkan Akta Notaris J.N. Siregar, S.H. No.81 tanggal 24
Oktober 1969. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Buirsa Efek
Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN pertama yang Go
Publik. Komposisi kepemilikan saham
70 peada saat itu adalah Negara 73% dan
Masyarkat 27%.
Pada bulan September 1995, Perseroan melakukan Penawaran Umum
Terbatas I (Right Issue), yang mengubah komposisi kepemilikan saham
67

menjadi Negara RI 65% dan Masyarakat 35%.Tanggal 15 September 1995


Semen Gresik berkonsolidasi dengan Semen Padang (SP) dan Semen Tonasa
(ST), yang kemudian dikenal dengan nama Semen Gresik Group (SGG).
Pada tanggal 17 September 1998, Negara RI melepas kepemilikan
sahamnya di Perseroan sebesar 14% melalui penawaran terbuka yang
dimenangkan oleh Cemex S.A.de C.V. sebuah perusahaan semen global yang
berpusat di Meksiko.Komposisi kepemilikan saham berubah menjadi Negara
RI 51%,Masyarakat 35%,dan Cemex 14%.
Sejak 30 September 1999 komposisi kepemilikan saham berubah
menjadi Pemerintah RI 51,01%, Masyarakat 23,46% dan Cemex 25,53%.Blue
Valley Holding PTE Ltd yang berkantor di Singapura merupakan salah satu
perusahaan Rajawali Grup pada tanggal 27 Juli 2006 membeli 24,90%
(147.694.848 lembar) saham Semen Gresik yang dimiliki Cemex. Komposisi
kepemilikan saham berubah menjadi: Pemerintah 51,01%, Masyarakat
24,09% dan Blue Valley Holding PTE Ltd 24,90%.
Ruang lingkup kegiatan Perseroan dan anak perusahaan meliputi
berbagai kegiatan industri, namun kegiatan utamanya adalah dalam sector
industri semen.
Lokasi pabrik berada di Gresik dan Tuban, Jawa Timur, Indarung di
Sumatera Barat serta Pangkep di Sulawesi Selatan. Hasil produksi Perseroan
dan anak perusahaan dipasarkan di dalam dan ke luar negeri.

C. VISI DAN MISI


 VISI
Menjadi perusahaan persemenan bertaraf internasional yang terkemuka
dan mampu meningkatkan nilai tambah kepada para pemangku
kepentingan (stakeholders).
 MISI
1. Memproduksi, memperdagangkan semen dan produk terkait lainnya
yang berorientasikan kepuasan konsumen dengan menggunakan
teknologi yang ramah lingkungan.
68

2. Mewujudkan manajemen perusahaan yang berstandar internasional


dengan menjunjung tinggi etika bisnis, semangat kebersamaan, dan
bertindak proaktif, efisien serta inovatif dalam berkarya.
3. Memiliki keunggulan bersaing dalam pasar semen domestic dan
internasional.
4. Memberdayakan dan mensinergikan unit-unit usaha strategis untuk
meningkatkan nilai tambah secara berkesinambungan.
5. Memiliki komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan pemegang
semangat (stakeholders) terutama pemegang saham, karyawan dan
masyarakat sekitar.

D. LOKASI PABRIK
Lokasi pabrik sangat strategis di Sumatera, Jawa dan Sulawesi
menjadikan Semen Gresik Group (SGG) mampu memasok kebutuhan semen
di seluruh tanah air yang didukung ribuan distributor, sub distributor dan toko-
toko. Selain penjualan di dalam negeri, SGG juga mengekspor ke beberapa
negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Taiwan, Hongkong,
Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia, Canary Island,
Mauritius, Nigeria, Mozambik, Gambia, Benin dan Madagaskar.
1. Semen Padang. Semen Padang memiliki 4 (empat) pabrik semen,
kapasitas terpasang 5,24 juta ton semen pertahun berlokasi di Indarung,
Sumatera Barat. Semen padang memiliki 5 pengantongan semen, yaitu :
Teluk Bayur, Belawan, Batam, Tanjung Priok dan Ciwandan.
2. Semen Gresik. Semen Gresik memiliki 3 pabrik dengan kapasitas
terpasang 8,2 juta ton semen per tahun yang berlokasi di Tuban, Jawa
Timur. Semen Gresik memiliki 2 pelabuhan, yaitu : Pelabuhan khusus
Semen Gresik di Tuban dan Gresik.
3. Semen Tonasa. Semen Tonasa memiliki 3 pabrik semen, kapasitas
terpasang 3,48 juta ton semen per tahun, berlokasi di Pangkep, Sulawesi
Selatan. Semen Tonasa memiliki 7 (tujuh) pengantongan semen, yaitu :
69

Biringkasi, Makassar, Samarinda, Banjarmasin, Bitung, Palu, Ambon,


Celukan Bawang, Bali.

E. PROSES DAN HASIL PRODUKSI


1) PROSES PEMBUATAN SEMEN
Proses pembuatan semen pada dasarnya melaui lima tahapan,
yaitu: penyediaan bahan mentah, pembakaran penggilingan akhir, dan
pengemasan/pengantongan. Bahan baku utama untuk pembuatan semen
adalah: 80% batu kapur, 15% tanah liat, 4% pasir silica dan 1% pasir besi.
a) PENYEDIAAN BAHAN MENTAH
Batu kapur dan tanah liat digali dari deposit milik sendiri.
Sedangkan pasir besi, pasir silika, dan gypsum diperoleh dari supplier
(rekaan).
b) PENGGILINGAN DAN PENGERINGAN BAHAN MENTAH
Bahan mentah semen berupa batu kapur, tanah liat, pasir silika dan
pasir besi digiling dan dikeringkan sehingga menjadi serbuk halus
dicampur hingga merata (homogen) di silo-silo pencampur.
c) PEMBAKARAN
Bahan mentah yang telah digiling halus dan dikeringkan tersebut
kemudian diumpankan ke tanur putar untuk dibakar untuk dibakar dengan
suhu mencapai 1350-1400 derajat celcius hingga menghasilkan terak
(clinker). Terak yang masih panas tersebut didinginkan secara mendadak
agar mudah penggilingannya.
d) PENGGILINGAN AKHIR
Selanjutnya 96% terak (clinker) ditambah 4% gypsum digiling
bersama-sama hingga mencapai kehalusan tertentu menghasilkan semen.

e) PENGANTONGAN/PENGEMASAN
70

Setelah digiling di penggilingan akhir semen tersebut kemudian


dikemas di mesin pengantongan dengan berat 50 kg untuk semen jenis I
dan 40 kg untuk Portland Pozzolan Cement (PPC).

2) HASIL PRODUKSI
Perseroan memproduksi berbagai jenis semen. Semen utama yang
diproduksi adalah Semen Portland Tipe I (OPC). Di samping itu juga
memproduksi berbagai tipe khusus dan semen campur (mixed cement), untuk
penggunaan yang terbatas dan dalam jumlah yang lebih kecil dari pada OPC.
Berikut ini penjelasan mengenai jenis semen yang diproduksi serta
penggunaanya.
1. Semen Portland Tipe I. Dikenal pula sebagai ordinary Portland Cement
(OPC), merupakan semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk
konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan
persyaratan khusus, antara lain : bangunan, perumahan, gedung-gedung
bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya.
2. Semen Portland Tipe II. Di kenal sebagai semen yang mempunyai
ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya untuk
bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton
massa dan bendungan.
3. Semen Portland Tipe III. Semua jenis ini merupakan semen yang
dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan
kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan
memerlukan penyelesaian secepat mungkin. Misalnya digunakan untuk
pembuatan jalan raya, bangunan tingkat tinggi dan bandar udara.
4. Semen Portland Tipe V. Semen jenis ini dipakai untuk konstruksi
bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan
sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbang pabrik, konstruksi dalam
air, jembatan, terowongan, pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir.
5. Special Blended Cement (SBC). Semen khusus yang diciptakan untuk
pembangunan mega proyek jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan
71

cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Dikemas dalam


bentuk curah.
6. Portland Pozzolan Cement (PPC). Semen Hidrolis yang dibuat dengan
menggiling terak, gypsum dan bahan pozzolan. Digunakan untuk
bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan
panas hidrasi sedang. Misalnya, jembatan, jalan raya, perumahan,
dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat
penuh.
7. Portland Composite Cement (PCC). Semen hasil penggilingan bersama-
sama terak semen Portland, gypsum, dan satu atau lebih bahan anorganik.
Kegunaan semen jenis ini untuk konstruksi beton umum, pasangan batu
bata, plesteran, selokan, pembuatan elemen bangunan khusus seperti beton
pra-cetak, beton pra-tekan dan paving block.
8. Super Masonry Cement (SMC). Semen yang digunakan untuk konstruksi
perumahan dan irigasi yang struktur betonnya maksimal K225. Dapat
juaga digunakan untuk bahan baku pembuatan genteng beton Hollow
Brick, Paving Block dan tegel.
9. Oil Well Cemant (OWC). Semen khusus yang digunakan untuk
pembuatan sumur minyak bumi dan gas alam dengan konstruksi sumur
minyak di bawah permukaan laut dan bumi. OWC yang telah diproduksi
adalah Class G, High Sulfat Resistant (HSR) disebut juga sebagai “Basic
OWC”. Aditif dapat ditambahkan untuk pemakaian pada berbagai
kedalaman dan temperatur tertentu.
Produk-produk di atas dipasarkan terutama untuk kebutuhan pasar dalam
negeri dan sebagaian lainnya diekspor. Sebagian besar produk dipasarkan dalam
bentuk kemasan zak, sedangkan selebihnya dalam bentuk curah.

F. PEMASARAN
72

Kapasitas terpasang Perseroan yang dikenal dengan Semen Gresik


Group (SGG) sebesar 17.700.000 ton semen per tahun ,terdiri dari:
Semen Gresik 8.300.000 ton
Semen Padang 5.800.000 ton
Semen Tonasa 3.600.000 ton
Dengan kapasitas serta lokasi pabrik yang strategis,pemasaran hasil
produk Perseroan selain untuk memenuhu kebutuhan semen dalam negeri,
sebagian juga di ekspor.
Untuk mengalokasikan hasil produksi ke pasar,Perseroan memiliki
jaringan distribusi di seluruh tanah air yang dilengkapi terminal distribusi,unit
seperti pengambangan produk baru ,pemasaran ,penelitian ,pembuatan
kantong semen dan integrasi sistem manajemen informasi untuk peningkatan
efisiensi.
a) Semen Gresik
Pabrik Semen Gresik yang berlokasi di Jawa Timur, dengan
kapasitas terpasang 8,3 juta ton semen per tahun merupakan pemasok
kebutuhan semen di Jawa Timur ,Jawa Tengah, DIY, Jabar, DKI, Banten
serta sebagian Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan. Jenis yang
diproduksi adala Ordinary Portland Cement (OPC),Portland Pozzolan
Cement (PPC),dan Special Blended Cement (SBC).
Khusus di pulau Jawa menyerap sebagian besar kebutuhan semen
dalam negeri dan merupakan kawasan dengan tingkat pertumbuhan
konsumsi semen palig tinggi di Indonesia.Peraeroan mengoperasikan
21 gudang penyangga yang terbesar strategis di kota-kota terbesar di Jawa
Timur, Jawa Tengah, DIY DAN Bali.Keberadaan gudang penyagga
tersebut mempunyai peran yang menentukan bagi pemasaran dan
distribussi semen Perseroan ,khususnya di Pulau Jawa.
b) Semen Padang
PT Semen Padang (SP) merupakan salah satu anggota Semen
Gresik Group yang sahamnya dimiliki Perseroan sebesar 99,99% dan salah
satu produsen semen terbesar di wilayah Sumatera. Kapasitas produksi
73

mencapai 5.800.000 ton per tahun yang menjadikan SP sebagai pemasok


kebutuhan semen terbesar di wilayah Sumatera.
Jenis semen yang diproduksi oleh SP mencakup jenis semen
Ordinary Portland Cement (OPC), Oil Well Cement (OWC) dan Super
Masonry Cement (SMC).SP juga memproduksi semen portland dalam
beberapa tipe, yaitu tipe 1, 2, 3, 5 dan Portland Pozzolanic Cement (PPC).
Lokasi SP berada di Indarung, Padang, Sumatera Barat dan
merupakan lokasi yang sngat strategis untuk mendistribusikan semen di
daerah pasar SP di wilayah Sumatera. Di samping itu, SP juga memenuhi
kebutuhan semen di daerah pemassarn wilayah Jawa bagian Barat dan
sebagian Kalimantan.SP juga melakukan ekspokann ekspor ke beberapa
negara Asia dan Afrika (Srilanka, Kuwait, Uni Emirat Arab, Colombo,
Mauritius, Bangladesh, Mozambik, Madagaskar). Untuk mendukung
kegiatan pemasarannya, SP mengoperasikan beberapa fasilitas
pengantongan semen di Teluk Bayur, Belawan, Batam dan Tanjung Priok
di Jakarta.
Dalam hal ini manajemen mutu, SP telah mendapatkan pengakuan
internasional berupa sertifikat ISO 9001:2000. Pengakuan terhadap mutu
jenis semen OWC dari American Petroleum Institute (API) pada tahun
1995.

c) Semen Tonasa
PT Semen Tonasa (ST) ,yang sahamnya dimiliki Perseroan sebesar
99,99% merupakan salah satu anggota Semen Gresik Group yang
berlokasi di Biringere, Pangkep, Sulawesi Selatan. Kapasitas produksi
terpasang saat ini sebesar 3.600.000 ton per tahun dan menjadikan ST
sebagai pemasok kebutuhan semen terbesar, khususnya di daerah
Sulawesi.
Jenis semen yang diproduksi oleh ST mencakup jenis semen
Ordinary Portland Cement (OPC) dan beberapa tipe yaitu tipe 2 dan 4.
74

Lokasi ST yang berada di kawasan Timur Indonesia menjadikan


salah satu lokasi industri persemenan yang sangat strategis untuk
mendistribusikan semen di daerah kawasan Timur Indonesia. ST juga
memenuhi kebutuhan semen di pasar lainnya yang meliputi daerah daerah
pemasaran wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, dan Bali. Di samping
pasar domestic, ST juga melakukan ekspor ke beberapa Negara Asia,
Afrika, Eropa, dan Australia. Untuk mendukung pemasarannya,ST
mengoperasikan beberapa fasilitas pengantongan semen di Makasar, Palu,
Belitung, Samarinda, Banjarmasin, Bali dan Ambon.
Terhadap manajemen mutu, ST telah mendapatkan pengakuan
internasional berupa sertifikat ISO 9001:2000. Sistem Manajemen
Lingkungan ISO 14001 dari SGS Yarsely International Sertification
Serveces Limited dan SMK3.

G. SISTEM MANAJEMEN
Tata kelola perusahaan good corporate governance (GCG)
Perubahan lingkungan bisnis dan persingan yang semakin kompetitif
membutuhkan satu perangkat andal untuk mencipatakan perusahaan unggul
yang senantiasa berkembang dengan sehat.Bagi Perseroan, tata kelola
perusahaan (Good Corporate Governance) merupakan sistem dimana aturan,
kaidah, norma dan pedoman Perseroan diperlukan untuk menetapkan arah dan
kendali perusahaan.Komitmen Perseroan dalam menerapkan tata kelola
perusahaan yang baik (GCG) merupakan jaminan terhadap pelaksanaan
praktek-praktek bisnis yang sehat dalam setiap kegiatan operasional
perusahaan. Kelola perusahaan, baik dari segi komitmen maupun
penerapannya.Tujuan utama tata kelola perusahaan yang baik adalah untuk
meningkatkan kinerja usaha dan pertumbuhan jangka panjang serta
menciptakan nilai bagi pemegang saham dan stakeholders lainnya.
Langkah signifikan yang dilakukan oleh Perseroan dalam peningkatan
Tata Kelola Perusahaan pada tahun 2006 adalah pengembangan struktur di
Komisaris dengan pembentukan beberapa komite sebagai berikut:
75

• Komite Audit, bertugas membantu Komisaris dalam memastikan


efektvitas sistem pengendalian intern, efektivitas pelaksanaan tugas
eksternal auditor dan internal auditor, serta meningkatkan kualitas
keterbukaan dalam pelaporan undangan, khusus untuk Komite Audit harus
diketuai oleh salah satu Komisaris Independen.
• Komite Nominasi dan Remunerasi, yang bertugas menyusun kriteria
seleksi, sistem penilaian dan prosedur nominasi calon komisaris dan
direksi, memberikan rekomendasi tentang jumlah anggota Komisaris dan
Direksi Perseroan, menyusun sistem penggajian dan pemberian tunjangan
bagi Direksi dan Komisaris, serta memberikan rekomendasi tantang
jumlah gaji, tunjangan, dan fasilitas yang layak dan mencerminkan
besarnya tanggung jawab, komitmen, dan kecakapan mereka.
• Komite Strategic, Risk Management dan Investasi, yang bertugas
memberikan rekomendasi kepada strategi bisni Perseroan, melakukan
penilaian secara berkal dan metode pengelolaan risiko, serta melakukan
pengawasan terhadap pelaksanaan investasi di Perseroan.
• Komite Good Corporate Governance (GCG), yang bertugas membantu
komissari dalm melakukan pengawasan terhadap pengelolaan perusahaan
agar sesuai dengan Tata Kelola Perusahaan yang baik dan memastikan
kepatuhan dalam penerapannya.
Komite-komite tersebut bertujuan untuk mendukung komitmen,
kebijakan, dan penerapan praktek-praktek terbaik Good Corporate
Governance (GCG) dalam perusahaan.

Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG)


Sistem Manajemen Semen Gresik (SMSG) meliputi:
• Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 sertifikasi tahun 1996.
• Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 sertifikasi tahu 2001.
• Sistem Manajemen K3 sertifikasi tahun 2001.
• Sistem Manajemen Laboratorium SNI-19-17025 akreditasi tahun 2002.
76

Pada tahun 2003 dilakukan penyempurnaan dan integrasi sistem


manajemen yang ada.Hasil integrasi sistem manajemen tersebut, dinamakan
Sistem Manajemen Gresik (SMSG) yang meliputi:
• Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000.
• Sistem Manajemen Lingkungan (SML).
• Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Sistem manajemen tersebut mempersyaratkan continous improvement.
Untuk menjamin terlaksananya continous improvement, Semen Gresik
menerapkan Sub Sistem:Gugus Kendali Mutu (GKM), Sistem Saran (SS), 5R,
dan Total Productive Maintenance (TPM).
Selanjutnya Perseroan akan mengembangkan Sistem Informasi
Manajemen Risiko yang terintegrasi dengan sistem-sistem informasi yang
sudah berjalan sehingga dapat memberikan suatu peringatan dini terhadap
risiko-risiko yang ada.Sistem informasi ini merupakaan wujud dari proses
pemantauan terhadap perkembangan status risiko Perseroan yang sudah
teridentifikasi dan berada di dalam proses pengendalian.

H. SUMBER DAYA MANUSIA


Persaingan dunia usaha yang semakin ketat serta berkembangnya
ekonomi global, mendorong Perseroan untuk menjadikan sumber daya
manusia sebagai aset utama dan mitra strategis dalm mencapai Visi dan Misi
Perseroan, sehingga peningkatan kompetensi dan profesionalisme sumber
daya manusia menjadi tuntutan yang mutlak dipenuhu.
Perseroan secar berkelanjutan berusaha memenuhi kebutuhan sumber
daya manusia dan meningkatkan sumber daaya manusia yang sehat dan
produktif, mengidentifikasi kebutuhan kompetensi, melakukan penilaian
terhaap sumber daya manusia dan menyelenggarakan kompetensi.Perseroan
juga berupaya menciptakan iklim kerja yang kondusif dengan meerapkan
sistem manajemen yang terintegrasi, internalisasi Budaya Perusahaan serta
mengembangkan sistem informasi manajemen sumber daya manusia yang
terintegrasi dengan sistem informasi manajemen Perseroan.DI samping itu,
77

Perseroan juga memberikan kesempatan yang luas bagi sumber daya manusia
untuk memperoleh pendidikan akademis pada jenjang yang lebih tinggi baik
dalam maupun negeri.
Dalam bidang kesejahteraan, Perseroan secara terus-menerus
mengupayakan karyawan beserta keluarganya, antara lain dalam bentuk
penyesuaian tingkat penghasilan secara berkala, memberikan tunjangan-
tunjangan lain, memfasilitasi kegiatan keagamaan/sosial, olahraga dan
kesenian serta memberikan pelayana kesehatan secara komprehensif bagi
karyawan dan keluarganya. Perseroan juga secara konsisten mengidentifikasi
dan mengevaluasi kondisi lingkungan kerja dalam rangka menciptakan
lingkungan kerja yang aman, nyaman dan produktif di lingkungan Perseroan.
Dalam upaya pengembangan sumber daya manusia sebagai aset utama
dan mitra strategis dalam menjalankan usaha membangun hubungan industrial
yang harmonis dengan para karyawan, seperti tertuang dalam bentuk surat
Perjanjian Kerja Bersama antara Perseroan dengan serikat pekerja di
lingkungan Perusahaan.
Setelah melalui assessment pada bulan Januari 2005, Perseroan
menerima sertifikat dengan predikat bendera emas atas penerapan Sistem
Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3). Sistem tersebut
diterapakan Perseroan untuk menciptakan kesadaran karyawan tentang
kesehatan dan keselamatan kerja di lingkungan kerja.Hal tersebut memberikan
kontribusi terhadaap iklim kenyamanan dan keamanan karyawan dalam
menjalankan tugasnya.

I. KEPEDULIAN LINGKUNGAN DAN SOSIAL


Sistem Manajemen Linkungan ISO 14000 telah diimplementasikan
Perseroan sejak tahun 2001 dan telah diintegrasikan ke dalam Sistem
Manajemen Semen Gresik (SMSG.Pengelolaan linkungan bepedoman pada
Peraturan Perundangan yang berlaku dan persyaratan linkungan yang lain,
khususnya terhadap komitmen yang tertulis pada dokumen-dokumen yang
telah mendapat rekomendasi dari komisi AMDAL Pusat dan Daerah untuk
78

studi AMDAL, RKL/RPL dan UKL/UPL.Sejak periode tahun 2003/2004


dalam Progran Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) oleh
Kantor BIRU yang berarti bahwa perusahaan telah melaksanakan upaya
pengendalian pencemaran dan atau kerusakan linkungan hidup dan telah
mencapai hasil yang sesuai dengan persyaratan minimum sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.
a) Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)
Yang berfungsi untuk mewujudkan salah sayu misi Perseroan yang
terkait dengan usaha peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.
b) Program Bina Lingkungan
Kegiatan Bina Lingkungan ini difokuskan pada bidang sarana
umum, keagamaan, kesejahteraan sosial, kesehatan, pendidikan dan
berbagai bidang lainnya.
c) Program kemitraan dalam rangka pemberdayaan ekonomi
kerakyatan
Bertujuan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar
menjadi tangguh dan mandiri melaui pemanfaatan dan dari bagian laba
Perseroan.
Pada tahun 2005 Perseroan mendapat penghargaan dari Corporate
Forum for Community Development (CFCD) dalam kompetisi CSR
Award 2005, yaitu:
1. The First Best Practice in Economy Program within
Manufacturing Industry
2. The second Best Practice in Social Program within
Manufacturing Industry
Perseroan juga mempunyai komitmen untuk membantu
meningkatkan pemberdayaan kaum kurang mampu yang disalurkan
melalui organisasi keagamaan.
79

J. ANAK PERUSAHAAN, AFILIASI DAN LEMBAGA PENUNJANG


Anak Perusahaan memainkan peranan yang sangat penting sebagai
strategik partner, maupun sebagai pendukung community development,
sehingga Anak Perusahaan diharapkan mampu mendukung bisnis inti Semen
Gresik selaku holding company dan memberikan kontribusi sebesar-besarnya
untuk mencapai keunggulan kompetitif dan perkembangan perusahaan secara
terus-menerus. Selain itu keberadaannya diharapkan dapat bermanfaat secara
sinergi untuk mencapai tujuan perusahaan.
Profil Anak Perusahan, Afiliasi dan Lembaga Penunjang Semen Gresik
adalah sebagai berikut:
1) Anak Perusahaan Penghasil Semen (Cement Making)
a) PT Semen Padang
PT Semen Padang terletak di Indarung, Padang, Sumatera
Barat. Total kapasitas terpasang sebesar 5.800.000 ton per tahun yang
dihasilkan oleh keempat unti pabriknya. Jenis produk yang dihasilkan
meliputi: Ordinary Portland Cement (OPC), Portland Pozzolanic
Cement (PPC), Oil Well Cement (OWC), Super Masonry Cement
(SMC). PT Semen Padang sebagai pemasok kebutuhan semen terbesar
di Sumatera, selain itu produknya juga dipasarkan ke Jawa Barat dan
sebagian Kalimantan.
b) PT Semen Tonasa
PT Semen Tonasa terledak di Biringare, Pangkep, Sulawesi
Selatan, total kapasitas terpasang sebesar 3.600.000 ton per tahun yagn
dihasilkan oleh ketiga unit pabriknya. Jenis produk yang dihasilkan
meliputi: Ordinary Portland Cement, Super Masonry Cement dan Fly
Ash Cement. PT Semen Tonasa sebagai pemasok kebutuhan semen
terbesar di Sulawesi. Selain itu produknya juga dipasarkan ke
Kalimantan, Nusa Tenggara, Bali dan Kawasan Timur Indonesia.
80

2) Anak Perusahaan Bukan Penghasil Semen (Non Cement


Making)
a) PT. United Tractors Semen Gresik
PT United Tractors Semen Gresik terletak di Tuban, Jawa
Timur. Bidang usahanya meliputi: eksplorasi dan eksploitasi bahan
tambang darat kecuali minyak dan hasil tambang yang dilakukan
sendiri maupun yang dihasilkan pihak lain; perdagangan barang,
peralatan serta segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha
tambang baik di dalam maupun di luar negeri; pemberian jasa untuk
usaha pertambangan dan atau pengembangan rancang manajemen,
pergudangan, pengangkutan, reparasi, pabrikasi, pemeliharaan,
penyewaan dan pengoperasian peralatan, konsultasi (kecuali konsultasi
dalam bidang hukum dan pajak).
b) PT Industri Kemasan Semen Gresik
PT Industri Kemasan Semen Gresik terletak di Tuban, Jawa
Tmur. Bidang usahanya meliputi; pengolahan bahan-bahan pokok
pembuat kemasan atau kantong menjadi berbagai kemasan atau
kantong yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, menyelenggarakan
pemasaran dan distribusi berbagai macam kemasan atau kantong.
Produk Jahit (Swen Craft), Kantong Kraft Lem (Pasted Craft),
Kantong Kraft Laminasi Woven (Swen Woven Laminating), Kantong
Besar (Jumbo) dan Kantong Belanja.
c) PT Kawasan Industri Gresik
PT Kawasan Industri Gresik terletak di Gresik, Jawa Timur.
Bidang usahanya meliputi; penjualan tanah industri, penjualan ruko,
persewaan bangunan pabrik siap pakai, persewaan gedung, persewaan
kantor, dan persewaan ruko.
d) PT Swadaya Graha
PT Swadaya Graha terletak di Gresi, Jawa Timur. Bidang
usahanya meliputi; developer, kontraktor sipil, kontraktor mekanikal
dan elektrikan, bengkel dan manfuaktur, fabrikasi baja, jasa
81

penyewaan dan pemeliharaan alat berat, biro engineering, industri dan


perdagangan.
e) PT Varia Usaha
PT Varia Usaha terletak di Gresik, Jawa Timur. PT Varia
Usaha memiliki beberapa Anak Perusahaan, antara lain; PT Varia
Usaha Beton, PT Waru Abadi, PT Varia, PT Usaha Bahari, PT Varia
Usaha Dharma Segara, PT Varia Usaha Lintas Segara, PT Varia Usaha
Barito. Bidang usaha PT Varia Usaha meliputi; jasa pengangkutan,
perdagangan umum, termasuk pula impor ekspor antar pulau dalam
negeri juga bergerak dalam keagenan, distributor, dan usaha
perdagangan lainnya; pertambangan meliputi kegiatan penyelidikan
umum, eksplorasi, eksploitasi, pemurnian, pengangkutan dan
penjualan hasil pertambangan.
f) PT Eternit Gresik
PT Eternit Gresik terletak di Gresik, Jawa Timur. Bidang
usahanya meliputi; memproduksi lembaran fiber-semen, panel dan
bahan bangunan lain dari fiber-semen; memproduksi bahan bangunan
dan bahan setengah jadi fiber-semen untuk diproses lebih lanjut
dengan pelapisan (surface sanding, surface coating), penghalusan
(surface polishing), pemotongan sudut (edge cutting) dan
pembentukan sudut (edge beveling); memasarkan dan menjual
produksinya ke dalam maupun untuk diekspor.

3) Afiliasi
a) PT Varia Usaha Beton
PT Varia Usaha Beton terletak di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur.
Bidang usahanya meliputi; industri betond an bahan-bahan bangunan
yang terdiri dari Unit Beton Siap Pakai (batching plant & truck mixer).
Unit Beton Pracetak (tiang pandang & precasting); Unit Beton Ringan
(genteng paving & hollow brick); Unit Jasa (pengelolaan gudang
82

semen, pemompaan beton dan pekerjaan pembetonan); keagenan


(bahan bangunan, bahan penolong dan peralatan beton).

b) PT Waru Abadi
PT Waru Abadi terletak di Gresik, Jawa Timur. Bidang
usahanya meliputi; pergudangan, jasa konstruksi dan kayu olahan.
Bidang Usaha Perdagangan Bahan Bangunan menyediakan berbagai
produk bahan bangunan, misalnya; berbagai jenis semen (OPC, PPC,
Semen Putih), plywood dalam berbagai ukuran, besi beton, asbes, dan
sebagainya.
Bidang usaha Angkutan dan Pergudangan menyediakan
layanan angkutan barang produksi di seluruh area Jawa Barat & DKI
dan sekaligus pengelolaan pergudangan.
Bidang Usaha dan Jasa Konstruksi dan Kayu Olahan
menyediakan bahan kebutuhan jasa konstruksi khususnya bangunan
perkantoran, perumahan, dan pergudangan serta konstruksi sipil
lainnya.
c) PT Varia Usaha Bahari
PT Varia Usaha Bahari terletak di Gresik, Jawa Timur. Bidang
usahanya meliputi; bongkar muat barang dari dan ke kapal, serta sewa
alat-alat berat dan rental.
d) PT Varia Usaha Dharma Segara
PT Varia Usaha Dharma Segara terletak di Gresik, Jawa Timur.
Bidang usahanya meliputi; pengurusan pengiriman barang antar pulau,
pengurusan barang ekspor melalui pelabuhan angkutan darat untuk
jenis barang general cargo, bulk cargo, container, heavy lift. Kegiatan
usaha perusahaan berubah dari EMKL naik menjadi Perusahaan Jasa
Pengurusan Transportasi (Freight Fordwarder).
e) PT Varia Usaha Lintas Segara
PT Varia Usaha Lintas Segara terletak di Gresik, Jawa Timur.
Bergerak dalam bisang pelayaran dengan ruang lingkup kegiatan
83

perusahan, meliputi; bidang pelayaran, keagenan, dan penyediaan


kapal.

f) PT Varia Usaha Barito


PT Varia Usaha Barito terletak di Kalimantan Selatan.
Perusahaan ini bergerak dalam bidang bongkar muat.
g) PT Swambina Gatra
PT Swambina Gatra terletak di Gresik, Jawa Timur. Bergerak
dalam bidang jasa, perdagangan dan industri yang meliputi jasa
membersihkan kantor
h) PT Konsulta Semen Gresik
PT Konsulta Semen Gresik terletakdi Gresik, Jawa Timur.
Bergerak dalam bidang jasa konstruksi dan jasa desain yang meliputi;
usaha dan jasa konsultasi bidang rancang bangun dan perekayasaan
(umumnya untuk industri semen dan industri hulu/hilirnya); usaha dan
jasa konsultasi bidang studi kelayakan, studi lingkungan/Analisa
Dampak Lingkungan (AMDAL) dan perencanaan strategis perusahaan,
dan penyusunan sistem manajemen.

4) Lembaga Penunjang
a) Koperasi Warga Semen Gresik
Kantor Pusat Koperasi Warga Semen Gresik terletak di Gresik,
Jawa Timur. Bergerak dalam bidang simpan pinjam, kegiatan usaha
yang meliputi; simpan pinjam, perdagangan barang konsumsi, restoran
dan ubaboga, perdagangan umum, percetakan dan fotocopy,
perdagangan bahan bangunan dan besi, ekspedisi, serta penjahitan.
b) PT Cipta Nirmala
PT Cipta Nirmala terletak di Gresik, Jawa Timur. Bergerak
dalam bidang pelayanan kesehatan untuk umum (rumah sakit) dan
farmasi yang meliputi; pengelolaan rumah sakit, klinik, poliklinik, dan
balai kesehatan beserta sarana dan prasarana pendukung kegiatan, serta
84

lingkup usaha yang terkati, sarana dan prasarana penunjang kesehatan,


pengelolaan apotek.
c) Dana Pensiun Semen Gresik
Dana Pensiun Semen Gresik mengembangkan dana yang
berasal dari iuran peserta dan pendiri untuk menyelenggarakan
Program Pensiun Manfaat Pasti, dengan tujuan memberikan
kesimbangunan penghasilan bagi pesreta dan keluarganya.
d) Yayasan Wisma Semen Gresik
Yayasan Wisma Semen Gresik terletak di Gresik, Jawa Timur.
Yayasan ini bergerak dalam bidang pendidikan, yaitu meliputi Taman
Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan Pertama, Sekolah
Menengah Umum, Sekolan Menengah Kejuruan (Mesin, Otomotif,
Listrik, dan Las), serta pelayanan jasa psikologi.

 Kapasitas Pabrik
Pupuk Pabrik Kapasitas/Tahun Tahun
Pupuk Urea 1 460.000 ton 1994
1980
Pupuk Fosfat 2 1.000.000 ton
1983
1972
Pupuk ZA 3
650.000 ton 1985
1986
2000
Pupuk NPK 4 2003
560.000 ton
2005
2008
Pupuk Petroganik 1 10.000 ton 2005

1 10.000 ton 2005


JUMLAH
12 2.690.000 ton

 DATA PERUSAHAAN
Status
85

NV 25 Maret 1953
Perusahaan Negara 1 April 1960
PT Persero 24 Oktober 1969
Konsolidasi 15 September 1995
Tanggal Tercatat Bursa 8 Juli 1991
Pemegang Saham (27 Juli 2006)
Pemerintah RI 302.540.600 (51,01%)
Masyarakat 142.916.552 (24,09%)
Blue Valley PT Ltd-Singapore 147.694.848 (24,90%)
Kantor Pusat Jalan Veteran, Gresik 61122
Jawa Timur,Indonesia
Telepon: (62-31) 3981732
Faks: (62-31) 398 3209

Kantor Perwakilan Jakarta Graha Irama Lt. XI


Jl. H.R.Rasuna Said, Kuningan,
Jakarta 12950 Indonesia
Telepon: (61-21) 526 1174, 526 1175
Faks. (62-21) 526 1176
Produk Portland Cement Type 1
Portland Cement Type 2
Portland Cement Type 3
Portland Cement Type 5
Special Blended Cement (SBC)
Portland Pozzolan Cement (PPC)
Portland Composite Cement (PCC)
Super Masonry Cement (SMC)
Oil Well Cement
Kapasitas Produksi (2008)
Semen Gresik 8.300.000 ton/tahun
Semen Padang 5.800.000 ton/tahun
Semen Tonasa 3.600.000 ton/tahun
Jumlah 17.700.000 ton/tahun

BAB V
PERUSAHAAN SCTV
86

SEJARAH PERUSAHAAN
Bermula dari Jl. Darmo Permai, Surabaya, Agustus 1990, siaran SCTV
diterima secara terbatas untuk wilayah Gerbang Kertosusila (Gresik, Bangkalan,
Mojokerto, Surabaya, Sidoardjo dan Lamongan) yang mengacu pada izin
Departemen Penerangan No. 1415/RTF/K/IX/1989 dan SK No.
150/SP/DIR/TV/1990. Satu tahun kemudian,1991, pancaran siaran SCTV meluas
mencapai Pulau Dewata, Bali dan sekitarnya.
Baru pada tahun 1993, berbekal SK Menteri Penerangan No 111/1992
SCTV melakukan siaran nasional ke seluruh Indonesia. Untuk mengantisipasi
perkembangan industri televisi dan juga dengan mempertimbangkan Jakarta
sebagai pusat kekuasaan maupun ekonomi, secara bertahap mulai tahun 1993
sampai dengan 1998, SCTV memindahkan basis operasi siaran nasionalnya dari
Surabaya ke Jakarta.
Pada tahun 1999 SCTV melakukan siarannya secara nasional dari Jakarta.
Sementara itu, mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang kian
mengarah pada konvergensi media SCTV mengembangkan potensi
multimedianya dengan meluncurkan situs http://www.liputan6.com,
http://www.liputanbola.com Melalui ketiga situs tersebut, SCTV tidak lagi hanya
bersentuhan dengan masyarakat Indonesia di wilayah Indonesia, melainkan juga
menggapai seluruh dunia. Dalam perkembangan berikutnya, melalui induk
perusahaan PT. Surya Citra Media tbk (SCM), SCTV mengembangkan potensi
usahanya hingga mancanegara dan menembus batasan konsep siaran tradisional
menuju konsep industri media baru.
SCTV menyadari bahwa eksistensi industri televisi tidak dapat dipisahkan
dari dinamika masyarakat. SCTV menangkap dan mengekspresikannya melalui
berbagai program berita dan feature produksi Divisi Pemberitaan seperti Liputan 6
(Pagi, Siang, Petang dan Malam), Buser, Topik Minggu Ini, Sigi dan sebagainya.
SCTV juga memberikan arahan kepada 90 pemirsa untuk memilih tayangan yang
sesuai. Untuk itu, dalam setiap tayangan SCTV di pojok kiri atas ada bimbingan
untuk orangtua sesuai dengan ketentuan UU Penyiaran No: 32/2002 tentang
Penyiaran yang terdiri dari BO (Bimbingan Orangtua), D (Dewasa) dan SU
87

(Semua Umur). Jauh sebelum ketentuan ini diberlakukan, SCTV telah secara
selektif menentukan jam tayang programnya sesuai dengan programnya.
Dalam kurun waktu perjalanannya yang panjang, berbagai prestasi diraih
dari dalam dan luar negeri antara lain: Asian Television Awards (2004 untuk
program kemanusian Titian Kasih (Pijar), 1996 program berita anak-anak Krucil),
Majalah Far Eastern Economic Review (3 kali berturut-turut sebagai satu dari 200
perusahaan terkemuka di Asia Pasific), Panasonic Awards (untuk program berita,
pembaca berita dan program current affair pilihan pemirsa) dan sebagainya.
Semua itu menjadikan SCTV kian dewasa dan matang. Untuk itu, manajemen
SCTV memandang perlu menegaskan kembali identitas dirinya sebagai stasiun
televisi keluarga. Maka sejak Januari 2005, SCTV mengubah logo dan slogannya
menjadi lebih tegas dan dinamis: Satu Untuk Semua.
Melalui 47 stasiun transmisi, SCTV mampu menjangkau 240 kota dan
menggapai sekitar lebih dari 175 juta potensial pemirsa. Dinamika ini terus
mendorong SCTV untuk selalu mengembangkan profesionalisme sumber daya
manusia agar dapat senantiasa menyajikan layanan terbaik bagi pemirsa dan mitra
bisnisnya.
SCTV telah melakukan transisi ke platform siaran dan produksi digital,
yang merupakan bagian dari kebijakan untuk secara konsisten mengadopsi
kecanggihan teknologi dalam meningkatkan kinerja dan efsiensi operasional.
Dalam semangat yang sama, kebijakan itu telah meletakkan penekanan yang
kokoh pada pembinaan kompetensi individu di seluruh aspek untuk mempertajam
basis pengetahuan seraya memupuk talenta, kreativitas dan inisiatif. Inilah kunci
untuk memperkuat posisi SCTV sebagai salah satu dari stasiun penyiaran
terkemuka di Indonesia.Perseroan tercatat di Bursa Efek Surabaya sejak Juni
2003.

BAB VI
PT INDOFOOD SURABAYA

A. SEKILAS TENTANG INDOFOOD


88

Berawal dari sebuah perusahaan mi instan yang sederhana, Indofood


telah menjelma menjadi sebuah perusahaan “Total Food Solutions,” dengan
kegiatan usaha yang mencakup seluruh tahapan proses produksi makanan,
mulai dari produksi dan pengolahan bahan baku hingga menjadi produk akhir
yang tersedia di rak para peritel. Sebagai perusahaan terkemuka dalam industri
makanan olahan di Indonesia, kegiatan operasional Indofood didukung oleh
sistem distribusi yang ekstensif sehingga memungkinkan produk-produknya
dikenal di seluruh penjuru Nusantara.

Saat ini kegiatan usaha Indofood terdiri dari empat Kelompok Usaha
Strategis (Grup) yang saling melengkapi :

• Grup Produk Konsumen Bermerek (CBP), menghasilkan berbagai


macam produk makanan dalam kemasan yang tercakup dalam divisi Mi
Instan, Penyedap Makanan, Makanan Ringan dan Nutrisi & Makanan
Khusus. Kegiatan Grup CBP didukung oleh divisi Bumbu, Kemasan dan
Internasional;

• Grup Bogasari, dengan kegiatan usaha utama memproduksi tepung terigu


dan pasta, serta didukung oleh unit perkapalan;

• Grup Agribisnis, aktifitas utama kelompok usaha ini meliputi penelitian


dan pengembangan, pembibitan kelapa sawit, pemuliaan, termasuk juga
penyulingan serta branding dan pemasaran minyak goreng, margarin dan
shortening. Setelah akuisisi saham PT PP London Sumatra Indonesia Tbk
(Lonsum), kegiatan usaha grup ini juga meliputi perkebunan karet, teh dan
kakao.

• Grup Distribusi, memiliki jaringan distribusi yang paling luas di


Indonesia. Kelompok usaha ini mendistribusikan hampir seluruh produk
92
Indofood, dan juga mendistribusikan produk-produk pihak ketiga.

Warisan Indofood terbesar saat ini adalah kekuatan merek-merek yang


dimilikinya, bahkan banyak di antara merek tersebut melekat di hati
89

masyarakat Indonesia selama lebih dua dekade. Ini termasuk beberapa merek
mi instan (Indomie, Supermi dan Sarimi), tepung terigu (Segitiga Biru, Kunci
Biru dan Cakra Kembar), minyak goreng (Bimoli), margarin (Simas) dan
shortening (Palmia). Meskipun menghadapi kompetisi ketat, merek-merek ini
tetap merupakan pemimpin pasar di masing-masing segmennya, dikenal atas
produknya yang berkualitas dengan harga terjangkau.

B. VISI DAN MISI

VISI
• Menjadi Perusahaan Total Food Solutions
MISI

• Senantiasa meningkatkan kompetensi karyawan kami, proses produksi


kami, dan teknologi kami

• Menyediakan produk yang berkualitas tinggi, inovatif dengan harga


terjangkau, yang merupakan pilihan pelanggan

• Memastikan ketersediaan produk bagi pelanggan domestik maupun


internasional

• Memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas hidup bangsa


Indonesia, khususnya dalam bidang nutrisi

• Meningkatkan stakeholders’ value secara berkesinambungan

C. SEJARAH

2007 Grup Agribisnis mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Singapura


melalui transaksi reverse takeover, dengan penempatan saham baru
terkonsolidasi. Penerbitan Obligasi Seri IV sebesar Rp2 triliun yang akan
jatuh tempo pada tahun 2012, dengan peringkat AA+ dari PT Pefindo.
90

Peningkatan kepemilikan saham di Pacsari Pte. Ltd. sebesar 35% menjadi


90%. Perseroan terus meningkatkan lahan perkebunannya melalui antara lain
akuisisi 60% kepemilikan saham di perusahaan perkebunan Rascal Holding
Limited yang memiliki luas lahan perkebunan lebih dari 85 ribu hektar.
Diikuti dengan berpartisipasi dalam pengeluaran saham baru PT Mitra Inti
Sejati Plantation dan memiliki sebesar 70% kepemilikan sehingga
meningkatkan luas lahan perkebunannya sekitar 13 ribu hektar. Selanjutnya,
Perseroan mengakuisisi 64,41% kepemilikan saham Lonsum, perusahaan
perkebunan terbuka dengan luas lahan perkebunan sekitar 169 ribu hektar.

2006 Pembayaran lebih awal atas sisa Eurobonds sebesar US$143,7


juta dan akuisisi 55,0% saham perusahaan perkapalan Pacsari Pte. Ltd.
Perseroan juga mengakuisisi beberapa perusahaan perkebunan di Kalimantan
Barat dengan total lahan seluas 31 ribu hektar. Penggabungan seluruh
perusahaan di bawah Grup Agribisnis, dengan PT Salim Ivomas Pratama
(SIMP) sebagai perusahaan yang dipertahankan.

2005 Pembentukan usaha patungan dengan Nestlé (Nestlé Indofood


Citarasa Indonesia). Pembayaran penuh atas Obligasi Seri I dan akuisisi
perusahaan perkebunan di Kalimantan Barat dengan total lahan seluas 35 ribu
hektar. Grup Agribisnis mengakuisisi Convertible Bonds yang diterbitkan oleh
perusahaan perkapalan, dengan nilai setara dengan 90,9% kepemilikan saham.

2004 Realisasi ESOP tahap III atas 919,5 ribu saham. Perseroan
menerbitkan Obligasi Seri III senilai Rp1 triliun yang akan jatuh tempo pada
tahun 2009, kali ini dengan peringkat AA dari PT Pefindo.Perseroan
mengakuisisi 80% saham perusahaan corrugated cardboard, meningkatkan
kepemilikan di anak perusahaan penyedap makanan dari 70% menjadi 92,2%,
dan beberapa perusahaan agribisnis serta anak perusahaan distribusi dari 80%
menjadi 100%.
91

2003 Realisasi ESOP tahap II sebesar 58,4 juta saham, dan penerbitan
Obligasi Seri II sebesar Rp1,5 triliun yang akan jatuh tempo pada tahun 2008,
dengan peringkat AA+ dari PT Pefindo.

2002 Realisasi ESOP tahap I sejumlah 228,9 juta saham dan


pembelian kembali saham sebesar 915,6 juta lembar. Perseroan menerbitkan
Eurobonds sebesar US$280 juta.

2001 Persetujuan rencana pembelian kembali saham yang telah


dikeluarkan dan pengeluaran Employee Stock Ownership Plan (ESOP).

2000 Pemecahan saham dengan perbandingan 1:5 dengan nilai


nominal Rp100 per saham. Pada tahun yang sama, Perseroan menerbitkan
Obligasi Seri I sebesar Rp1 triliun yang jatuh tempo pada tahun 2005, dengan
peringkat AA+ dari PT Pefindo.

1997 Mengakuisisi 80% saham perusahaan yang bergerak di bidang


perkebunan, agribisnis serta distribusi. Pada tahun yang sama, dilaksanakan
penawaran umum terbatas 1:5 atau menerbitkan 305,2 juta saham.

1996 Perseroan melaksanakan pemecahan saham dengan perbandingan


1:2 dengan nilai nominal Rp500 per saham dalam rangka memperbaiki
likuiditas.

1995 Perseroan mengakuisisi pabrik penggilingan gandum Bogasari,


menjadikan Perseroan sebuah perusahaan makanan yang terintegrasi secara
vertikal.

1994 Perubahan nama Perseroan menjadi PT Indofood Sukses


Makmur, pada tahun yang sama saham Perseroan tercatat di Bursa Efek
Indonesia (763 juta saham, Rp1.000 nilai per saham).

1990 Perseroan didirikan dengan nama PT Panganjaya Intikusuma.


92

D. PENGHARGAAN INDOFOOD
Penghargaan Perusahaan

1. Indonesia's Most Admired Companies Award 2006


for The Company with The Best Corporate Image Category
2. Investor Award 2007
for The Best Listed Company Category

Penghargaan Pemakai Produk

1. The Most Powerful Distribution Performance 07


Indomie, The Most Powerful Brand Performance Index in Instant Noodle
Category
93

2. Indonesian Customer Satisfaction Award 2007


Ind Anugerah Produk Asli Indonesia
3. Anugerah Produk Asli Indonesia
Indomie
4. Top Brand Award
Indomie, Outstanding Achievement in Building The Top Brand
5. Indonesia Best Brand Award 2008
Indomie, For Its Achievement Of Indonesian Best Brand Award For 6
Consecutive Years(2003 -2008)
6. Top Brand Award
Indofood Chili Sauce, Outstanding Achievement in Building The Top
Brand

Penghargaan Bogasari

1. Top Brand Award


Segitiga Biru, Outstanding Achievement in Building The Top Brand
2. Indonesian Customer Satisfaction Award 2007
Segitiga Biru, The Best in Achieving Total Customer Satisfaction

Penghargaan Minyak Goreng dan Mentega

1. Top Brand Award


Simas Margarine Dapur, Outstanding Achievement in Building The Top
Brand
94

2. Top Brand Award


Bimoli, Outstanding Achievement in Building The Top Brand
3. Indonesian Customer Satisfaction Award 2007
Bimoli, The Best in Achieving Total Customer Satisfaction

DEWAN DIREKTUR

1. Anthoni Salim - Direktur Utama


Bapak Anthoni Salim diangkat menjadi Direktur Utama dan Chief Executive
Officer Indofood pada tahun 2004. Sebelumnya beliau menjabat sebagai
Wakil Direktur Utama atau Komisaris Perseroan. Saat ini, beliau juga
menjabat sebagai Direktur Utama dan Chief Executive Officer Grup Salim,
serta Chairman dari Grup First Pacific di Hong Kong. Bapak Anthoni Salim
memperoleh gelar Bachelor of Arts di bidang bisnis dari Ewell County
Technical College di London, Inggris.

2. Fransiscus Welirang – Direktur


Bapak Fransiscus Welirang menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Indofood
sejak tahun 2004 dengan tanggung jawab memimpin Kelompok Usaha
Strategis Bogasari. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur Indofood
95

sejak tahun 1995. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pabrik
Tepung Terigu Indonesia dan anggota dewan penasehat Asosiasi Ahli Pangan
Indonesia. Sampai dengan Oktober 2007, beliau menjabat sebagai Komisaris
Utama Bursa Efek Surabaya dan anggota Badan Perlindungan Konsumen
Nasional. Beliau meraih gelar Diploma dalam bidang Chemical Engineering
dari South Bank Polytechnic di London, Inggris.

3. Tjhie Tje Fie (Thomas Tjhie) - Direktur


Bapak Thomas Tjhie menjabat Direktur Indofood sekaligus mengepalai Divisi
Treasury sejak tahun 2004. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur PT
Indomiwon Citra Inti dan Senior Executive PT Kitadin Coal Mining. Beliau
meraih gelar Sarjana dalam bidang Akuntansi dari Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi Perbanas.

4.Cesar M Dela Cruz – Direktur


Bapak Cesar M. dela Cruz diangkat menjadi Wakil Direktur Utama Indofood
pada tahun 2004, setelah menjabat sebagai Komisaris atau Direktur sejak
tahun 1994. Beliau juga pernah menjabat sebagai Audit Partner Grup SGV di
Filipina, Indonesia dan Korea Selatan dari tahun 1977 sampai dengan tahun
96

1983. Beliau meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari


institusi terkemuka University of Pennsylvania, Wharton School, AS, dan
merupakan Akuntan Publik Terdaftar di Filipina.

5. Angky Camaro - Direktur


Bapak Camaro diangkat menjadi Direktur Indofood pada tahun 2008. Pada
saat ini beliau juga menjabat sebagai Presiden Komisaris PT HM Sampoerna
Tbk dan Komisaris PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. Sebelumnya
beliau menjabat sebagai Managing Director (COO) PT HM Sampoerna Tbk
dan Presiden Direktur PT Panamas, serta Managing Director - Marketing &
Business Development dan Vice President Indomobil Group. Bapak Camaro
memperoleh gelar Dipl. Ing. Aeronautical Engineering dari Fac Hochschule
Hamburg, Jerman.

6. Darmawan Sarsito (Kevin Sietho) - Direktur

Bapak Darmawan Sarsito diangkat menjadi Wakil Direktur Utama Indofood


pada tahun 2004. Sebelum bergabung dengan Indofood, beliau menjabat
posisi manajerial di beberapa perusahaan jasa keuangan dan manajemen.
Bapak Darmawan Sarsito memperoleh gelar Bachelor of Science dari
97

University of California, Berkeley, AS, dan gelar Master of Business


Administration dari San Francisco State University, AS.

7. Aswan Tukiaty - Direktur


Bapak Aswan Tukiaty menjabat sebagai Direktur Indofood sejak tahun 1999
dan pada saat yang bersamaan juga menjabat sebagai Kepala Divisi Bumbu
dan Kemasan. Sebelumnya beliau menjabat sebagai General Manager Divisi
Kemasan. Beliau memperoleh gelar Sarjana Electrical Engineering dari Aston
University di Birmingham, Inggris.

8. Taufik Wiraatmadja - Direktur


Bapak Taufik Wiraatmadja menjabat sebagai Direktur Indofood sejak tahun
2004 dan mengepalai Divisi Mi Instan. Beliau juga menjabat sebagai Deputy
Head di Divisi Bumbu. Beliau meraih gelar Sarjana dalam bidang Teknologi
Pertanian dari Institut Pertanian Bogor dan memperolah gelar Master of
Business Administration dari GS Fame Institute of Business.
98

9. Peter Kradolfer - Direktur


Bapak Peter Kradolfer diangkat sebagai Direktur Indofood pada tahun 2006.
Beliau juga menjabat sebagai Deputy Head di Kelompok Usaha Strategis
Bogasari. Beliau memulai karirnya di Indofood pada tahun 1992 dengan
mengepalai Divisi Pasta. Berbagai jabatan yang pernah dipegang sebelumnya
termasuk Area Sales Manager di Buhler AG, Uzwil, Switzerland, Chief
Technician di Buhler AG, dan sebagai konsultan mechanical engineering.
Beliau meraih gelar Diploma sebagai Agricultural Machinery Mechanic and
Blacksmith yang bersertifikasi dari Swiss Confederation.

DEWAN KOMISARIS

1. Manuel V. Pangilinan - President Commissioner


Bapak Manuel V. Pangilinan menjabat sebagai Komisaris Utama Indofood
sejak tahun 1999. Selain menjabat sebagai Managing Director dan Chief
Executive Officer di First Pacific Company Limited, Hong Kong dan sebagai
Chairman di Philippine Long Distance Telephone Company (PLDT), Smart
Communications Inc, dan Metro Pacific Investments Corporation di Filipina,
beliau juga menjadi pimpinan di beberapa perusahaan lainnya. Latar belakang
99

pendidikan beliau dimulai dengan diraihnya gelar Bachelor of Arts dari


Ateneo de Manila University, di Filipina dan dilanjutkan dengan diraihnya
gelar Master of Business Administration dari institusi terkemuka University of
Pennsylvania, Wharton School, AS. Pada tahun 2006, Kantor Kepresidenan
Filipina memberikan gelar Order of Lakandula, rank of Komandante atas jasa
beliau kepada perkembangan ekonomi negara. Beberapa penghargaan lainnya
yang beliau terima adalah Management Man of the Year dari Management
Association of the Philippines, serta gelar Doktor Kehormatan dari San Beda
College dan Xavier University di Filipina.

2. Benny S. Santoso – Commissioner


Bapak Benny S. Santoso diangkat menjadi Komisaris Indofood sejak tahun
2004. Beliau juga menjabat sebagai Direktur PT Indocement Tunggal Prakarsa
Tbk, Non-Executive Director First Company Limited, di Hong Kong, anggota
Dewan Penasihat Philippine Long Distance Telephone Company, di Filipina
dan Komisaris Utama PT Indosiar Karya Media Tbk. Beliau menyelesaikan
pendidikannya di Ngee Ann College, Singapura

4. Edward A. Tortorici – Commissioner


100

Bapak Edward A. Tortorici diangkat menjadi Komisaris Indofood sejak tahun


2001. Beliau juga menjabat sebagai Executive Director First Pacific Company
Limited, di Hong Kong serta menjabat sebagai Direktur di Metro Pacific
Corporation, Manila Water Services Inc dan Landco Pacific Corporation, di
Filipina. Beliau meraih gelar Bachelor of Science dari New York University
dan Master of Science dari Fairfield University di Connecticut, AS.

4. Ibrahim Risjad - Commissioner


Bapak Ibrahim Risjad diangkat menjadi Komisaris Indofood pada tahun 1999,
dimana sebelumnya beliau menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris
Perseroan sejak tahun 1994. Beliau juga merupakan Direktur Utama PT Argha
Karya Prima Industries Tbk.

5. Albert del Rosario – Commissioner


Bapak Albert del Rosario menjabat sebagai Komisaris Indofood sejak tahun
2004. Beliau pernah berkarir di bidang diplomatik dengan menjalankan tugas
kenegaraan sebagai Duta Besar Filipina untuk Amerika Serikat dari tahun
2001 hingga 2006. Selain itu, beliau juga aktif dalam dunia bisnis dengan
jabatannya sebagai Chairman di beberapa perusahaan termasuk Gotuaco, del
Rosario and Associates Inc., BusinessWorld Publishing Corporation, serta
101

Makati Foundation for Education, Stratbase, Inc. dan sebagai Presiden dari
Philippine Telecommunications Investment Corporation. Ambassador Albert
del Rosario juga menjabat sebagai Komisaris atau Direktur di berbagai
perusahaan dan organisasi nirlaba termasuk diantaranya adalah First Pacific
Company Limited, Philippine Long Distance Telephone Company, Metro
Pacific Investments Corporation, Landco Pacifc Corporation, MediaQuest
Holdings, Inc. dan Philippine Cancer Society. Beliau juga merupakan anggota
Komisaris dari International Graduate University, Washington, DC, Asia
Society’s International Council dan Management Association of the
Philippines. Beliau juga pernah memimpin pembangunan Pacific Plaza
Towers yang merupakan proyek utama Bonifacio Global City. Ambassador
del Rosario meraih gelar Order of Sikatuna, Rank of Datu, dari Presiden
Filipina Gloria Macapagal-Arroyo atas jasanya dalam memajukan hubungan
internasional. Saat ini, beliau juga merupakan anggota dari Xavier Hall of
Fame di New York City. Ambassador del Rosario meraih gelar Sarjana
Ekonomi dari New York University di AS.

6. Robert Charles Nicholson - Commissioner


Bapak Robert C. Nicholson diangkat menjadi Komisaris Indofood pada tahun
2004, dan saat ini beliau juga menjabat sebagai Executive Director First
Pacific Company Limited, di Hong Kong. Sebelum bergabung dengan
Indofood, beliau merupakan Senior Partner di Richards Butler dan Senior
Advisor untuk Direksi PCCW Limited. Beliau juga menjabat sebagai
Independent Non-Executive Director QPL International Holdings Limited
serta Pacific Basin Shipping Limited, sebagai Non-Executive Director di India
Capital Growth Fund Limited dan sebagai direktur Level Up! International
102

Holdings Pte. Ltd. Beliau merupakan solicitor di Inggris dan Wales pada
tahun 1980 dan di Hong Kong pada tahun 1982.

7. Graham L. Pickles – Commissioner


Bapak Graham L. Pickles diangkat menjadi Komisaris Indofood pada tahun
2005. Pada tahun yang sama, beliau diangkat menjadi Chairman di Asia
Pacific Brands India Limited dan menjabat sebagai Chief Executive Officer di
Tech Pacific Holdings Limited, anak perusahaan First Pacific Company
Limited hingga perusahaan tersebut dijual pada tahun 1997. Beliau juga
pernah menjadi anggota Komite Eksekutif di Hagemeyer N.V. dimana First
Pacific merupakan pemegang saham pengendali hingga tahun 1998. Beliau
meraih Bachelor of Business Degree di bidang akuntasi. Saat ini, beliau juga
merupakan anggota dari Certified Practicing Accountants di Australia dan
sebagai Fellow di Australian Institute of Directors.

8. Utomo Josodirdjo - Independent Commissioner


Bapak Utomo Josodirdjo diangkat sebagai Komisaris Independen Indofood
sejak tahun 2004. Beliau merupakan pendiri perusahaan akuntan, pajak dan
konsultan bisnis terbesar di Indonesia yaitu SGV Utomo (sekarang dikenal
sebagai Prasetio Sarwoko & Sanjaya). Beliau menjabat sebagai managing
partner di perusahaan tersebut selama 20 tahun. Saat ini, beliau menjabat
103

sebagai Komisaris PT Karabha Unggul yang merupakan operator Makro di


Indonesia. Beliau pernah menduduki jabatan sebagai penasihat di International
Finance Corporation dan ING Bank di Indonesia. Beliau meraih Master
Degree in Business Economics di Rotterdam, Belanda dan meraih gelar
Diploma di bidang Akuntansi dari Universitas Indonesia. Beliau mengikuti
program AMP Harvard Business School di Boston pada tahun 1971. Bapak
Utomo Josodirdjo merupakan salah satu pendiri President University di
Jakarta.

9. Torstein Stephansen - Independent Commissioner


Bapak Torstein Stephansen menjabat sebagai Komisaris Independen Indofood
sejak tahun 2000. Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur di
Department of Investments East Asia and Pacific, International Finance
Corporation, yang merupakan unit dari World Bank Group. Beliau juga
pernah menjabat sebagai direktur di beberapa perusahaan.

10. Wahjudi Prakarsa - Independent Commissioner


Bapak Wahjudi Prakarsa diangkat menjadi Komisaris Independen Indofood
pada tahun 2002. Beliau merupakan salah satu pendiri dan anggota Dewan
Penyantun Center for Corporate Leadership (CCL), Corporate Leadership
Development Institute (CLDI) dan Indonesian Society of Commissioners
104

(Isicom). Selain itu, beliau juga pendiri Program Pasca Sarjana Fakultas
Ekonomi Jurusan Manajemen dan Akuntansi di Universitas Indonesia. Beliau
meraih gelar Master of Business Administration dari University of Wisconsin,
AS dan gelar PhD di bidang akuntansi dari University of Missouri, AS. Saat
ini, beliau menjabat sebagai profesor Fakultas Ekonomi, Universitas
Indonesia.

E. SUMBER DAYA MANUSIA


Indofood yang memiliki 62 ribu tenaga kerja, percaya bahwa karyawan
merupakan salah satu bagian terpenting dari stakeholder dan komponen vital
bagi kesuksesan Indofood di masa mendatang. Perseroan berkeyakinan bahwa
setiap karyawan memiliki kapasitas untuk memberikan yang terbaik dan
berkontribusi pada perusahaan dan bangsa.

Indofood akan terus berupaya meningkatkan hubungan baik dengan


seluruh karyawan dan manajemen untuk meraih manfaat bersama. Perseroan
juga akan melaksanakan program manajemen sumber daya manusia yang
bertujuan meningkatkan produktifitas dan efisiensi untuk membantu seluruh
divisi dalam mempertahankan pangsa pasar dan tingkat keuntungan dalam
lingkungan usaha yang semakin kompetitif. Serangkaian program pelatihan
akan diselenggarakan sepanjang tahun 2008, sementara Managerial
Development Program akan diperluas ke divisi lainnya mengikuti kesuksesan
penyelenggaraan program ini di Divisi Minyak Goreng & Margarin serta
Divisi Penyedap Makanan.
105

BAB VII
PT PAL INDONESIA

A. SEJARAH BERDIRINYA PT PAL INDONESIA


106

PT PAL Indonesia adalah Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di


bidang industri galangan kapal. Kantor pusat dan industri galangan kapal ini
terdapat di Surabaya, Jawa Timur. PT. PAL Indonesia (Persero), bermula
dari sebuah galangan kapal yang bernama MARINA dan didirikan oleh
pemerintah Belanda pada tahun 1939. Pada masa pendudukan Jepang,
Perusahaan ini beralih nama menjadi Kaigun SE 2124. Setelah kemerdekaan,
Pemerintah Indonesia menasionalisasi Perusahaan ini dan merubah namanya
menjadi Penataran Angkatan Laut (PAL). Pada tanggal 15 April 1980,
Pemerintah merubah status Perusahaan dari Perusahaan Umum menjadi
Perseroan Terbatas sesuai dengan akta No. 12, yang dibuat oleh Notaris Hadi
Moentoro, SH.Lokasi Perusahaan di Ujung, Surabaya, dengan kegiatan utama
memproduksi kapal perang dan kapal niaga, memberikan jasa perbaikan dan
pemeliharaan kapal, serta rekayasa umum dengan spesifikasi tertentu
berdasarkan pesanan.

Kemampuan rancang bangun yang menonjol dari PAL Indonesia telah


memasuki pasaran internasional dan kualitasnya telah diakui dunia. Kapal-
kapal produksi PAL Indonseia telah melayari perairan di seluruh dunia.

PAL INDONESIA sebagai perusahaan di bidang perkapalan dan


produk rekayasa. Dan juga penyedia perawatan dan perbaikan kapal,
mengenali kebutuhan untuk menyesuaikan standard kerja yang terbaik;

• Menyediakan garansi kepada pelanggan untuk kwalitas produk dan


layanan

• Menyediakan garansi kepada pelanggan, semua proses produksi dan


output semua simpati tehadap lingkungan.
110
• Selalu menekankan pada kesehatan dan keselamatan.

Sistem menejemen PAL “SMPAL” telah diterbitkan dalam upaya


memenuhi semua tujuan dan mewakili kumpulan petunjuk kehati–hatian
107

untuk semua kegiatan, operasi kerja dan semua fungsi yang mempengaruhi
kwalitas produk, lingkungan dan kesehatan dan keselamatan kerja.

Semua petunjuk manual kerja berdasarkan kwalitas standard yang


diakui internasional :

• Organisasi internasional untuk standard ISO 9001


• Organisasi intersaional untuk standard ISO 14001
• Yang berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja seri OHSAS
18001 dan regulasi mentri tenaga kerja No. Per 05/Men/1996.

Untuk memastikan bahwa usaha kita benar kita telah menerapkan


prinsip tata kelola perusahaan;

Oleh karena itu semua karyawan mempunyai tanggung jawab yang


sama untuk:

• Mengutamakan kwalitas produk dan jasa perusahaan.


• Mencegah polusi di lingkungan dan tempat kerja
• Meyakinkan bahwa semua upaya dilakukan untuk memastikan standard
kesehatan dan keselamatan kerja.

Untuk memastikan usaha pada jalur yang benar PAL INDONESIA


menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan.

B. VISI DAN MISI


PAL INDONESIA mempunyai reputasi sebagai kekuatan utama untuk
pengembangan industri maritim nasional. Sebagai usaha untuk mendukung
pondasi bagi industri maritim, PAL INDONESIA bekerja keras untuk
menyampaikan pengetahuan, ketrampilan dan teknologi untuk masyarakat
luas industri maritim nasional. Usaha ini telah menjadi relevan sebagai
pemegang kunci untuk meningkatkan industri maritim nasional.
108

Pengenalan lebih luas di pasar global telah menjadi inspirasi PAL


INDONESIA untuk memelihara produk yang berkualitas dan jasa yang
sempurna.

VISI
• Menjadi perusahaan perkapalan dan rekayasa berkelas dunia
yang dihormati

MISI

• Meningkatkan kesejahteraan bangsa melalui pemuasan pelanggan dan


insan PT PAL INDONESIA (Persero)

• Menjadi bagian penting dalam mendukung pertahanan dan keamanan


nasional

C. PENYEDIA SOLUSI

Transformasi usaha dari penyedia produk menjadi satu penyedia solusi


dengan melaksakan pemasaran dengan pro aktif.

Sebagai penyedia solusi untuk industri maritim dan rekayasa umum,


kami menawarkan paket layanan pendanaan yang menyeluruh dan dukungan
teknis seperti misalnya: pinjaman lunak skema pembayaran jangka panjang,
charter kerja sama operasional dan leasing dan skema join operasi. Berbagai
contoh bahkan kita menerima untuk membangun sinergi antara dua atau lebih
perusahaan dengan kebutuhan yang spesifik dan kebutuhannya.

Usaha kita untuk menjadi penyedia solusi untuk industry maritim, kita
menawakan solusi total meliputi pendanaan dan dukungan teknis, untuk
meyakinkan bahwa betul-betul total solusi, kita berkolaborasi dengan lembaga
keuangan dan konsultan yang terkenal.
109

Skema pendanaan kita, misalnya : kita bekerja langsung dari kapital


struktur kepenyediaan pinjaman lunak, asuransi dan bentuk-bentuk pendanaan
lainnya, bantuan teknis, lebih jauh akan dari konsultasi teknis dan supervisi
training dan edukasi. Solusinya kita menyediakan melebihi bantuan. Berbagai
contoh, kita bahkan menerima aturan penengah yang kita bantu untuk
membangun sinergi antara dua atau lebih perusahaan. Semua kegiatan tersebut
menunjukkan bahwa kita menyediakan solusi dan membantu perusahaan-
perusahaan pada setiap langkah untuk mencapai keberhasilan mereka.

D. PENJUALAN DAN PEMASARAN

Perkembangan dunia usaha pada dasawarsa terakhir ditandai dengan


perubahan- perubahan cepat yang seringkali sulit diramalkan. Namun pada
dasarnya perkembangan tersebut akan menuju suatu kondisi yaitu persaingan
yang semakin keras dan semua pemain dalam dunia usaha dituntut untuk
mampu menghadapi persaingan yang keras tersebut demi kelangsungan
perusahaan.

Adapun langkah yang ditempuh untuk mengatasi tantangan adalah


dengan melakukan transformasi dari product supplier (penyedia produk)
menjadi solution provider (penyedia solusi).

Sebagai solution provider, produk yang dijual merupakan paket solusi


yang dikembangkan dari ide-ide kreatif untuk mengatasi permasalahan yang
dialami pelanggan, dan tidak lagi mengkhawatirkan kompetensi dalam aspek
quality, cost and delivery seperti pada tahap product supplier, karena faktor
tersebut sudah bukan lagi menjadi kendala.

Arah pengembangan produk kapal niaga difokuskan pada pasar


international khususnya Eropa Barat terutama peluang pasar khusus (niche
market) melalui produk yang mempunyai fungsi tambahan khusus dengan
branding seperti “Star 50” (50.000 DWT).
110

Sementara itu pertumbuhan penjualan kapal niaga terus dipelihara


dengan strategi optimalisasi “product mixed” seperti kapal Bulker, Container
dan Tanker, baik itu Chemical Tanker ataupun juga Gas Tanker. Pasar dalam
negeri untuk produk kapal niaga diarahkan pada program pengembangan
model-model industri pelayaran nasional atau pelayaran perintis bagi
penumpang dan barang (cargo). Sedangkan arah pemasaran produk kapal
perang/ kapal cepat/kapal khusus lebih difokuskan pada pasar dalam negeri
baik untuk pemerintah pusat seperti Departemen Pertahanan, Kepolisian RI,
Departemen Kelautan, Departemen Keuangan/Direktorat Jenderal Bea &
Cukai serta Otonomi Daerah maupun swasta.

Arah pengembangan jasa pemeliharaan dan perbaikan (harkan), baik


harkan kapal maupun harkan non kapal meliputi jasa harkan kapal tingkat
depo dengan kapasitas docking sampai dengan 600.000 DWT per tahun,
annual/ special survey dan overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang, harkan
elektronika dan senjata serta overhaul kapal selam. Peluang pasar terutama
pasar dalam negeri, berasal dari TNI-AL, swasta dan pemerintah.

Arah pengembangan produk rekayasa umum diarahkan pada


pemeliharaan dan pengembangan posisi perusahaan selaku pemasok
“sourcing” internasional pada industri pembangkit listrik besar dunia,
sedangkan produk modular dan EPC akan lebih difokuskan untuk pasar dalam
negeri. Untuk mendukung arah pengembangan perusahaan tersebut, telah
dijalin kerjasama dengan Mitsubishi Heavy Industry dalam bidang rancang
bangun boiler untuk pembangkit tenaga listrik, Wartsila untuk perakitan mesin
diesel, AMEC Process & Energy untuk rancang bangun sistem turbin gas dan
uap.

Dunia usaha dalam persaingan global pada saat ini penuh dinamika
dan perubahan yang cepat. PT PAL INDONESIA (Persero) menyiasati
tantangan ini dengan melakukan perubahan fundamental yang bertujuan untuk
menciptakan sistim dengan fondasi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Strategi
111

PT PAL INDONESIA (PERSERO) dalam menghadapi perubahan tersebut


dan meningkatkan daya saing perusahaan adalah dengan melakukan terobosan
sebagai berikut :

• Penerapan front-end back end mechanism dalam pengembangan usaha


• Project financing untuk mengoptimalkan fasilitas produksi
• Peningkatan produktivitas melalui penerapan Full Block Outfitting System
(FSOB)

• Optimalisasi peralatan produksi


• PIM (Productivity & Measurement) Centre
• Welding Centre
• Kebijakan kualitas serta kebijakan yang mengarah kepada penerapan
praktek-praktek Good Corporate Governance di PT PAL INDONESIA
(Persero).

PT PAL INDONESIA (PERSERO) senantiasa berupaya keras dalam


meningkatkan kemampuannya untuk dapat memenangkan persaingan global
yang makin ketat.

Inisiatif yang diterapkan dalam menghadapi persaingan global adalah :

• Menunjukkan keunggulan produk yang telah diakui selama ini seperti


produk kapal niaga sampai dengan 50.000DWT (Star-50)

• Mengisi peluang pasar untuk produk tersebut

• Menghadapi langsung persaingan global

Inisiatif yang dikombinasikan dengan fleksibilitas ini akhirnya


menghasilkan suatu inovasi produk yang dinamakan Star 50. Star 50 ini akan
terus dikembangkan agar dapat memiliki keunggulan kompetitif dan menjadi
produk unggulan pelopor bagi produk lain di bawahnya.
112

Star 50 merupakan suatu inovasi dalam produksi kapal yang berhasil


menambah kapasitas kapal dengan teknologi Box Shaped Bulk Carrier
(BSBC).

Selain kemampuan produksi, proses produksi pun senantiasa


ditingkatkan kualitasnya agar produk-produk tersebut bisa dirampungkan
sesuai tenggat waktu yang dijanjikan. Implementasi Full Block Outfitting
System merupakan upaya konkrit untuk mencapai hal tersebut.

Hal tersebut menunjukkan kemauan yang kuat dari perusahaan untuk


terus meningkatkan operasi perusahaan yang efisien seperti ditunjukkan dari
hasil yang dicapai antara lain peningkatan metode produksi dengan penerapan
Full Block Outfitting System, yaitu membangun Blok-blok yang telah
dilengkapi dengan system piping, fitting dan tepat waktu dirakit dengan berat
sampai dengan 300 ton per blok. Pada gilirannya nanti proses tersebut akan
mempercepat masa pembangunan kapal sehingga waktu dan biaya produksi
akan efisien dan dengan sendirinya akan meningkatkan daya saing
perusahaan. Dengan penerapan ini semua, trend penyerahan hasil produksi
setiap tahun akan meningkat.

E. TEKNOLOGI

Dengan suatu komitmen untuk menjadi suatu total penyedia solusi


untuk pembuatan kapal dan industri rancang-bangun umum, kita sadar, sukses
itu tergantung dengan pengetahuan, ketrampilan dan penguasaan dari
teknologi.

Kemampuan perusahaan yang dihubungkan dengan state-of-the-art


teknologi sudah memungkinkan perusahaan untuk mendisain dan membangun
kapal yang customized dengan peralatan mutakhir untuk lebih meningkatkan
produktivitas.
113

Dalam bidang rancang bangun umum perusahaan membuat komponen


industri berat seperti pembangkit tenaga listrik, mesin diesel, struktur baja,
seperti halnya peralatan industri minyak dan gas. Jasa yang diberikan meliputi
survei, memeriksa overhoul kapal secara detail, sistem kapal dan
pemeliharaan peralatan. Dan memberikan list daftar produk dan jasa perbaikan
kapal yang akan diperbaiki dan merupakan solusi untuk meningkatkan
produktivitas dan berkualitas.

Di dalam era seperti ini kita harus terus menerus meningkatkan


teknologi, kita harus memastikan bahwa produk yang di bangun kebanyakan
state-of-the-art teknologi. Oleh karena itu, departemen riset dan
pengembangan selalu memonitor pengembangan didalam teknologi yang baru
dengan mitra yang dipercaya untuk bekerja sama untuk membuat rencana
yang strategis dan meningkatkan kompetisi dengan berbasis teknologi.

 Software Tribon

PT. PAL INDONESIA (PERSERO) sudah lebih dari 26 tahun


berpengalaman dalam bidang Rancang Bangun Kapal (Kapal Komersial,
Kapal Perang dan Kapal Khusus) dan Rekayasa umum.

Rancang bangun kapal mencakup berbagai jenis kapal ; Kapal


angkutan/muatan curah sampai dengan 50.000 DWT, Kapal Penumpang
sampai diatas 500 penumpang, Tanker sampai dengan 30.000 LTDW, Kapal
Kontainer sampai sampai 1,600 TEU'S, Kapal Patroli Cepat sampai 57 meter,
Tug Boat dan Kapal Pemukat sampai dengan 60 GrossTon. Sebagai tambahan,
PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah banyak berhasil memproduksi
Floating Pier untuk pemeliharaan tentang segala kapal yang tertentu.

Sejak April 2002, PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah


menerapkan TRIBON Shipbuilding system (what TRIBON Shipbuilding
system) untuk meningkatkan kemampuan design dan produksi pembuatan
kapal perusahaan melakukan autoimmunisasi dan efisiensi. Dan PAL
114

INDONESIA melakukan share dengan perusahaan yang dominan untuk pasar


pembuatan kapal negeri.

 Welding Center

Badan ini memiliki peran strategis untuk memastikan penciptaan nilai


tambah khususnya pengelasan/ welding bagi perusahaan, baik secara financial
maupun daya saing.

Badan ini memiliki visi untuk meningkatkan daya saing perusahaan


melalui peningkatan proses teknologi pengelasan serta mengemban misi untuk
meningkatkan kualitas pengelasan, pengetahuan pengelasan, serta menjadi
motor bagi penelitian dan pengembangan pengetahuan las untuk hasil yang
lebih ekonomis.

 Design dan Teknologi

Dengan suatu komitmen untuk menjadi suatu total penyedia solusi


untuk pembuatan kapal dan industri rancang-bangun umum, kita sadar, sukses
itu tergantung dengan pengetahuan, ketrampilan dan penguasaan dari
teknologi.

Kemampuan perusahaan yang dihubungkan dengan state-of-the-art


teknologi sudah memungkinkan perusahaan untuk mendisain dan membangun
kapal yang customized dengan peralatan mutakhir untuk lebih meningkatkan
produktivitas.

Dalam bidang rancang bangun umum perusahaan membuat komponen


industri berat seperti pembangkit tenaga listrik, mesin diesel, struktur baja,
seperti halnya peralatan industri minyak dan gas. Jasa yang diberikan meliputi
survei, memeriksa overhoul kapal secara detail, sistem kapal dan
pemeliharaan peralatan. Dan memberikan list daftar produk dan jasa perbaikan
kapal yang akan diperbaiki dan merupakan solusi untuk meningkatkan
produktivitas dan berkualitas.
115

Di dalam era seperti ini kita harus terus menerus meningkatkan


teknologi, kita harus memastikan bahwa produk yang di bangun kebanyakan
state-of-the-art teknologi. Oleh karena itu, departemen riset dan
pengembangan selalu memonitor pengembangan didalam teknologi yang baru
dengan mitra yang dipercaya untuk bekerja sama untuk membuat rencana
yang strategis dan meningkatkan kompetisi dengan berbasis teknologi

PT PAL INDONESIA (PERSERO) sudah lebih dari 26 tahun


berpengalaman dalam bidang Rancang Bangun Kapal (Kapal Komersial,
Kapal Perang dan Kapal Khusus) dan Rekayasa umum.

Rancang bangun kapal mencakup berbagai jenis kapal ; Kapal


angkutan/muatan curah sampai dengan 50.000 DWT, Kapal Penumpang
sampai diatas 500 penumpang, Tanker sampai dengan 30.000 LTDW, Kapal
Kontainer sampai sampai 1,600 TEU'S, Kapal Patroli Cepat sampai 57 meter,
Tug Boat dan Kapal Pemukat sampai dengan 60 GrossTon. Sebagai tambahan,
PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah banyak berhasil memproduksi
Floating Pier untuk pemeliharaan tentang segala kapal yang tertentu.

Sejak April 2002, PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah


menerapkan TRIBON Shipbuilding system (what TRIBON Shipbuilding
system) untuk meningkatkan kemampuan design dan produksi pembuatan
kapal perusahaan melakukan autoimmunisasi dan efisiensi. Dan PAL
INDONESIA melakukan share dengan perusahaan yang dominan untuk pasar
pembuatan kapal negeri.

F. LOGISTIK

Rantai Management persediaan yang sempurna dan perencanaan


logistik membentuk instrument dari pekerjaan sehari-hari operasi untuk PAL
INDONESIA. Usaha yang besar dikerjakan untuk memastikan suatu
116

manajemen rantai persediaan yang dapat dipercaya dan mengatur dan


mendukung distribusi material tepat waktu.

Suatu sistem logistik yang efisien mempunyai suatu dampak yang


penting dalam proses produksi, dan akan berperan mendukung pemenuhan
permintaan pelanggan dan memastikan efisiensi biaya produksi.

Partner dengan perusahaan luar negeri dan dalam negeri memberikan


kontribusi yang besar ke logistik, dan memberikan peran penting didalam
memperkuat jaringan bisnis dan tukar menukar informasi bisnis.

G. BERITA

15 Februari 2008
MV. Serphentine Lepas Berlayar Menuju Eropa
Satu lagi produk PAL INDONESIA melaju melintasi lautan lepas. Sejarah
mencatat, dalam kurun waktu 28 tahun kiprah PAL INDONESIA dibidang
industri maritim untuk kesekian kalinya mampu mempersembahkan produk
brandingnya.

11 Februari 2008
Tahun ini Target Bangun 11 KAPAL
PAL INDONESIA tahun ini memproyeksikan kenaikan revenue menjadi
Rp1,4 triliun dari realisasi 2007 senilai Rp1,2 triliun, yang sebagian besar
diharapkan diperoleh melalui pembangunan kapal baru.
117

11 Februari 2008
PAL Garap PLTP di NTT
PAL Indonesia ambil bagian dalam proyek pembangkit listrik tenaga panas
bumi (PLTP).

11 Februari 2008
PAL siap produksi 2 korvet senilai US$530 juta
PT PAL Indonesia (Persero) menyanggupi produksi dua korvet yang
dibutuhkan oleh Departemen Pertahanan.
118

19 Oktober 2006
PAL Indonesia dapat pesanan 2 unit kapal LPD
PAL Indonesia, kembali mendapat pesanan 2 unit kapal Landing Platform
Dock.

10 Agustus 2006
KAPAL RORO FERRY 500 GRT DISERAHKAN KE PEMERINTAH
PROVINSI BALI
Kapal Roro Ferry kapasitas 500 Gross ton telah diserahkan.

H. PRODUK-PRODUK KAPAL PT PAL INDONESIA


Sebagai galangan kapal dengan pengalaman lebih dari dua dasawarsa,
PT PAL INDONESIA (PERSERO) memiliki beragam produk-produk
berkualitas seperti dijabarkan di bawah:
 Produk Kapal Niaga
Pengembangan produk kapal niaga diarahkan pada pasar
internasional, pengembangan model-model industri pelayaran nasional dan
119

pelayaran perintis bagi penumpang dan barang (cargo). Kapasitas produksi


per tahun saat ini mencapai 3 unit kapal dengan ukuran 50,000 DWT dan 2
unit kapal dengan ukuran 20,000 DWT per tahun.

Pada saat ini PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai


teknologi produksi untuk kapal-kapal seperti Kapal Bulker sampai dengan
50.000 DWT, kapal container sampai dengan 1.600 TEUS, kapal tanker
sampai dengan 30,000 DWT, kapal penumpang sampai dengan 500 PAX.
Sementara itu produk yang telah dikembangkan antara lain kapal container
sampai dengan 2.600 TEUS, kapal Chemical Tanker sampai dengan
30,000 DWT, kapal LPG Carrier sampai dengan 5.500 DWT.

 Produk Kapal Cepav Kapal Khusus


Saat ini PT. PAL INDONESIA (PERSERO) tengah
mengembangkan produk-produk yang akan dipasarkan di dalam negeri,
terutama untuk memenuhi kebutuhan badan-badan pemerintah pusat
seperti Departemen Pertahanan, Kepolisian Rl, Departemen Kelautan,
Departemen Keuangan/Direktorat Jenderal Bea & Cukai serta Otonomi
Daerah maupun swasta.
Produk yang telah dikuasai antara lain:

• Kapal Patroli Cepat Lambung Baja klas 57 m


• Kapal Patroli Cepat/ Kapal Khusus Lambung Aluminium klas sampai
dengan 28 m

• Kapal Tugboat dan Anchor Handling Tug/Supply sampai dengan klas


6.000 BHP

• Kapal Ikan sampai dengan 600 GRT


• Kapal Ferry dan Penumpang sampai dengan 500 pax
120

 Produk Jasa Harkan

Produk Jasa harkan kapal maupun non kapal meliputi jasa


pemeliharaan dan perbaikan kapal tingkat depo dengan kapasitas docking
600.000 DWT per tahun.

Selain itu jasa yang disediakan adalah annual/ special survey dan
overhaul bagi kapal niaga dan kapal perang, pemeliharaan dan perbaikan
elektronika dan senjata serta overhaul kapal selam. Peluang pasar untuk
kategori pelayanan jasa seperti ini berasal dari TNI - AL, swasta,
pemerintah serta kapal-kapal yang singgah dan berlabuh di Surabaya,
dengan jumlah yang mencapai 6.800 kapal per tahun.

Rekayasa Umum

Pada saat ini PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai


teknologi produksi komponen pendukung industri pembangkit tenaga listrik
seperti Boiler dan Balance of Point. Kemampuan ini akan terus ditingkatkan
sampai pada taraf kemampuan modular dan EPC bagi industri pembangkit
tenaga listrik skala kecil menengah sampai dengan 50 Mega Watt.

Saat ini PT PAL INDONESIA (PERSERO) telah menguasai produk


Rekayasa Umum seperti Steam Turbine Assembly sampai dengan 600 MW,
Komponen Balance of Plant dan Boiler sampai dengan 600 MW, Compressor
Module 40 MW, Barge Mounted Power Plant 30 MW, Pressure Vessels dan
Heat Exchangers, Generator Stator Frame s.d 600 MW. Sementara itu produk
rekayasa umum yang sedang dikembangkan adalah Steam Turbine Power
Plant, Jacket's structure sampai dengan 1000 ton serta Monopod dan Anjungan
(Platform) sampai dengan 1000 ton.

I. PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

Sejarah telah membuktikan kemampuan insan Indonesia sebagai pelaut


yang tersohor, namun untuk dapat bersaing di arena internasional yang
121

semakin keras, PT PAL INDONESIA (Persero) menyadari bahwa sejarah dan


tradisi dapat menjadi pendorong, namun pendidikan dan training bagi para
karyawannya adalah mutlak untuk menghasilkan Sumber Daya manusia yang
tangguh dan memiliki kemampuan tinggi. Sebagai tulang punggung
perusahaan, bidang Sumber Daya Manusia mendapat perhatian yang khusus
dengan beragam kegiatan yang bertujuan meningkatkan basis kompetensi dari
para karyawan PT PAL INDONESIA (Persero).

Dengan jumlah karyawan mencapai 2.685 personil, PT PAL


INDONESIA (Persero) menerapkan langkah-langkah strategis pengelolaan
Sumber Daya Manusia yang meliputi :

• Pemangkasan bisnis proses dengan membangun sistim informasi SDM


dengan penggunaan sofware SDM yang disebut ASP

• Penataan fungsi organisasi, dengan memisahkan fungsi-fungsi Non-core/


pendukung tidak lagi dikelola oleh perusahaan tetapi dengan cara
outsourcing

• Peningkatan kompetensi, dengan membangun standard kompetensi baik


fungsional maupun structural sebagai bahan assessment

• Restrukturisasi personil yang kompetensinya tidak bisa dikembangkan


secara optimal

• Penggunaan outsourcing

• Mendukung peningkatan produksi disertai dengan pelatihan peningkatan


keahlian seperti misalnya pengelasan

Selama kurun waktu 5 tahun terakhir ini, PT PAL INDONESIA


(Persero) telah berhasil menerapkan sistem yang dapat meningkatkan
kompetensi, keahlian dan manajemen Sumber Daya manusia serta
pemagangan (apprenticeship). Kesemuanya ini menunjukkan upaya yang
sungguh-sungguh dari PT PAL INDONESIA (Persero) untuk meningkatkan
122

kemampuan inti (core competence) dari para karyawannya.

Pengembangan Masyarakat dan Lingkungan

PT PAL INDONESIA (Persero) menyadari posisinya sebagai sebuah


perusahaan besar di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk dan
tugasnya dalam melestarikan alam sekitarnya. Keperdulian PT PAL
INDONESIA (Persero) terhadap masyarakat dan lingkungannya tersebut
diwujudkan dalam berbagai kegiatan amal dan gerakan pelestarian
lingkungan.

Perusahaan menerapkan standar manajemen lingkungan ISO 14001


dan memberikan bantuan untuk korban bencana alam, pendidikan (beasiswa)
dan fasilitas sekolah, sarana ibadah (mushola, mesjid dan gereja),
pembangunan prasarana umum, peningkatan kesehatan masyarakat dan
peningkatan prestasi olahraga masyarakat.

Bentuk-bentuk kemitraan yang telah dikembangkan oleh perusahaan


meliputi pemberian pinjaman lunak untuk modal kerja dan investasi kepada
para pengusaha berskala kecil di wilayah Jawa Timur dan program pelatihan
untuk mitra binaan. Saat ini jumlah mitra binaan mencapai 880 usaha kecil.

J. LAPORAN TAHUNAN

Sebagai salah satu ujung tombak revitalisasi industri maritime nasional


Indonesia, PT PAL INDONESIA (Persero) senantiasa berjuang keras untuk
dapat mewujudkan amanat yang diembannya tersebut. Tantangan yang
dihadapi dalam waktu dekat ini berupa peningkatan kebutuhan kapal sebagai
dampak langsung dari revitalisasi industri yang akan mendorong peningkatan
pelayaran dalam negeri.

Dalam perjalanan dan darma baktinya PT PAL INDONESIA (Persero)


telah membuktikan kemampuannya selama bertahun-tahun menjadikan
123

semboyan kekuatan bahari manusia Indonesia bukan semboyan semata,


namun hasil nyata yang membanggakan.

PT PAL INDONESIA (Persero) senantiasa berupaya keras dalam


meningkatkan kemampuannya untuk dapat memenangkan persaingan global
yang makin ketat.
124

BAB VIII
Monumen Kapal Selam

1.1 Sejarah singkat

Tepat tanggal 1 Juli 1995 dengan diletakkannya batu pertama pondasi


monumen oleh Gubernur Jawa Timur Basofi Soedirman didampingi oleh
Pangarmatim Laksda TNI Gofar Soewarno merupakan awal dibangunnya
monumen kapal selam KRI Pasopati dengan nomor lambung 410.

Kapal selam KRI Pasopati 410 salah satu kapal selam TNI AL dari satuan
Kapal Selam Armada RI kawasan Timur. KRI Pasopati termasuk jenis SS type
whisky class di buat di Vladi Rusia tahun 1952. Masuk jajaran TNI AL
(Satselarmatim) tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan
garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian dan melakukan "silent
raids". KRI Pasopati juga berperan aktif menegakkan kedaulatan negara dan
hukum di laut yurisdiksi nasional, misalnya dalam operasi Trikora. KRI Pasopati
terlibat langsung di garis depan, memberi tekanan-tekanan psikologis terhadap
lawan, sehingga Irian Barat/Jaya [sekarang Propinsi Papua], dapat kembali ke
dalam wilayah RI. Selain itu masih banyak operasi penting lainnya yang telah
dilaksanakan. Diantaranya empat belas Komandan berpangkat Perwira menengah
telah memimpin KRI Pasopati. Komandan Pertama Mayor Laut (P) Yasin Sidirjo,
dan Komandan Terakhir Mayor Laut (P) Imam Zaki. KRI Pasopati dinonaktifkan
dari jajaran TNI AL pada tgl 25 Januari 1990 ditandai dengan penurunan "Ular-
ular Perang" dalam suatu upacara militer di Ujung Surabaya.

1.2 Spesifikasi KRI Pasopati

Panjang : 76,6 meter


Lebar : 6, 3 meter
Kecepatan : 18,3 knots di atas air
13,5 knots di bawah air
128
125

Berat penuh : 1.300 ton


Berat kosong : 1.050 ton
Jarak jelajah : 8.500 mil laut
Bahan bakar : Solar
Batere : 224 buah
Persenjataan : Torpedo steam 12 buah
Panjang torpedo : 7 meter
Peluncur torpedo : 6 buah
Awak kapal : 63 orang beserta perwira
Jumlah Ruang : 7 ruang utama yaitu :

1. Ruang torpedo haluan, dilengkapi 4 peluncur


torpedo, tempat penyimpanan torpedo cadangan
dan tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK). Di
bawah geladak terdapat dome sonar.

2. Ruang Lounge Perwira, sekaligus ruang makan


dan tempat bekerja perwira. Di bawah geladak
terdapat ruang penyimpanan batere
group I.

3. Ruang PIT (Pusat Informasi Tempur), tempat


pengoperasian kapal dan pusat kegiatan tempur
dilaksanakan. Di bawah geladak terdapat gudang
penyimpanan makanan.

4. Ruang Longue Bintara/Tamtama dan dapur. Di


bawah geladak terdapat ruang penyimpanan
batere group II.

5. Ruang tempat motor diesel, pesawat bantu dan


pengendaliannya.

6. Ruang tempat motor listrik penggerak kapal,


motor-motor bantu dan pengendaliannya.

7. Ruang torpedo buritan, terdapat 2 peluncur


126

torpedo yang berfungsi menyerang atau


menghindar.

Dengan spesifikasi seperti tersebut diatas maka PT. PAL Surabaya harus membagi
kapal tersebut menjadi 16 blok. Hal ini untuk memudahkan proses pemindahan
kapal selam dari PT.PAL yang berada di daerah Tanjung Perak ke jalan Pemuda 39.
Kemudian dirakit kembali diatas pondasi yang telah disiapkan sehingga menjadi
seperti bentuk semula KRI Pasopati 410 seperti pada saat masih aktif digunakan.
Proses penyelesaian kapal selam ini memakan waktu 3 tahun. Tepatnya tanggal 27
Juni 1998 kapal selam ini diresmikan oleh Kepala Staf TNI AL Arief Kushariadi
dan mulai dibuka untuk umum tanggal 15 Juli 1998.

1.3 Seluk Beluk Monkasel

Seperti kita ketahui kapal selam merupakan salah satu andalan angkatan laut negara
maritim yang perannya dalam peperangan di laut sangat besar. Kapal selam ini
mampu menenggelamkan kapal-kapal musuh yang sedang berlayar di permukaan
laut dengan torpedonya. Oleh karena itu, kehadiran kapal selam dalam
peperangan modern di laut sangat ditakuti musuh.

http://asri.signalinovasi.com/index2.php?option=com_jce&task=popup Monumen yang berada


di kawasan Jln. Pemuda Surabaya ini merupakan wujud asli dari KRI Pasopati 410
yaitu salah satu kapal selam TNI-AL dari Satuan Kapal Selam Armada RI kawasan
timur yang telah “mengabdi” selama 28 tahun. Menurut buku panduan Monkasel,
KRI Pasopati 410 ini mempunyai panjang 76.6 m dan lebar 6.3 m, berat kosong
1.050 ton dengan kecepatan 10.3 knots di permukaan air dan jarak jelajah 8.500
mil. Selain itu, KRI Pasopati 410 juga dilengkapi dengan persenjataan terpedo gas
12 buah dan peluncur terpedo 6 buah dengan kapasitas 63 orang awak kapal
termasuk perwira.

Kapal selam ini pernah bertugas ketika menyerbu Irian Barat tahun 1962. Kapal
127

selam buatan Rusia ini dipotong-potong menjadi 16 bagian yang kemudian


dirangkai menjadi sebuah monumen. Pembangunan monumen ini memakan waktu
dua tahun dan tercatat sebagai salah satu monumen kapal selam asli di dunia.
Negara lain yang memiliki museum sejenis adalah Jerman.

Monumen yang banyak dikunjungi oleh wisatawan ini dibangun atas prakarsa
Gubernur Jawa Timur dan diresmikan pada bulan Juni 1998. Monumen ini
dibangun dengan tujuan untuk menambah obyek wisata bernuansa bahari di Jawa
Timur khususnya Surabaya. Tujuan pembangunan monumen ini selain sebagai
sarana pelestarian nilai-nilai luhur perjuangan bangsa Indonesia dalam merintis,
menegakkan dan mengisi kemerdekaan juga membangkitkan semangat perjuangan
generasi muda dan sebagai penghormatan kepada para pejuang kita yang telah
bertempur di kawasan laut.

KRI Pasopati bernomor lambung 410, termasuk jenis SS type Whiskey Class yang
dibuat di Vladi Wostok-Rusia pada tahun 1952. Sejak Januari 1962 KRI Pasopati
masuk jajaran TNI-AL (Satselarmatim) dengan tugas pokok menghancurkan garis
lintas musuh (anti shipping), dengan melakukan pengintaian dan penyerbuan secara
diam-diam.

KRI Pasopati ini mempunyai andil dalam menegakkan kedaulatan negara dan
kedaulatan hukum di laut yurisdiksi nasional. Misalnya dalam operasi Trikora KRI

Pasopati terlibat langsung di garis depan untuk memberi tekanan-tekanan


psikologis terhadap lawan, sehingga mempercepat Irian Barat dapat kembali ke
dalam wilayah RI.

Selain itu masih banyak operasi penting lainnya yang telah dilaksanakan oleh KRI
Pasopati. Sejak Januari 1990 kapal ini dinon aktifkan dari jajaran TNI-AL yang
128

ditandai dengan penurunan “bendera” perang dalam suatu upacara militer di


pangkalan Surabaya.

Pembangunan Monkasel dimulai Juli 1995 yang ditandai dengan peletakan batu
pertama pondasi Monkasel oleh Gubernur Jawa Timur, Basofi Soedirman. Pada
waktu itu KRI Pasopati menjadi 16 bagian di PT PAL Indonesia. Kemudian ke-16
bagian itu dibawa ke lokasi monumen dan kemudian dirakit ulang sehingga KRI
Pasopati kembali menjadi wujud semula di atas fondasi yang telah disiapkan.
Monumen ini diresmikan pada bulan Juni 1998 dan dibuka untuk umum bulan Juli
1998.

Di dalam Monkasel ini, terdapat ruangan yang terbagi atas 7 ruangan. Pada ruangan
pertama terdapat ruangan terpedo, yang dilengkapi dengan empat peluncur terpedo,
tempat penyimpanan terpedo cadangan dan tempat istirahat ABK serta dome sonar
di bagian bawah geladak

Pada ruangan kedua terdapat Lounge Room Perwira, sekaligus ruang makan dan
tempat bekerja perwira. Dibawah geladaknya terdapat ruang penyimpanan batere
grup 1. Ruang Pusat Informasi Tempur (PIT), Di ruangan ketiga terdapat geladak
digunakan sebagai gudang penyimpanan makanan. Pada ruangan ke empat terdapat
Lounge Room Bintara/Tamtama dan dapur, sedangkan di bawah geladak terdapat
ruang penyimpanan batere grup II dan ruang tempat motor diesel.

Kemudian pada ruangan enam dan ruangan ketujuh terdapat tempat motor listrik
penggerek kapal, motor-motor bantu dan pengendaliannya serta ruang terpedo
buritan, yang dilengkapi dengan dua peluncur terpedo yang berfungsi untuk
menyerang atau menghindari musuh.

Keberadaan Monkasel ini merupakan salah satu objek wisata yang banyak
menyedot kaum turis di Surabaya. Monkasel dilengkapi dengan gedung multimedia
yang menyajikan hiburan video rama untuk lebih mengenal TNI Angkatan Laut.
Video ini berdurasi 20 menit yang menceritakan sejarah kapal selam. Suasana
129

sekitar Monkasel membuat para pengunjung betah berlama-lama. Di sana terdapat


Taman Swarga Puspitaloka yang asri dengan aneka ragam tumbuhan yang tertata
rapi, dipadukan dengan jogging track, koridor, tempat duduk dan lampu-lampu
hias. Selain itu kita dapat juga menikmati wisata air Kalimas.
130

BAB IX
PENUTUP

Akhirnya sampailah pada penutup dalam Laporan Studi Tour ke Surabaya.


Penulis mengharapkan dapat digunakan dengan semestinya buku ini sebagai
referensi maupun acuan dalam menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Dalam era
kemajuan teknologi seperti ini penulis mengharapkan para pelajar tidak hanya
menggali ilmu tidak hanya dari pelajaran di sekolah saja. Tetapi juga melalui
membaca di perpustakaan, belajar on-line, atau seperti mengadakan studi tour
seperti yang telah para penulis lakukan.

Saya mengucapkan “Alhamdulillah” atas terselesainya laporan studi tour


ke Surabaya ini. Penulis mengharapkan agar buku ini dapat memberikan sedikit
ilmu kepada para pembaca. Semoga dengan terselesaikannya laporan studi tour ke
Surabaya ini dapat membawa manfaat bagi orang banyak.

Amien.

134
131

DAFTAR PUSTAKA

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/PAL_Indonesia

www.petrokimia-gresik.com

www.google.com

www.wikimapia.com

Navigasi.Net

www.suramadu.com

www.wikipedia.com

www.pts.co.id

www.tps.co.id