Anda di halaman 1dari 27

RHEUMATOID ARTHRITIS

(Artritis Reumatoid)
Aditya usri usman
2006730002

Pendahuluan
Artritis Reumatoid:
Tersebar luas di semua kelompok ras
dan etnik di dunia
Merupakan penyakit autoimun yg
ditandai dg sinovitis erosif simetrik,
terutama menyerang jar persendian
seringkali juga melibatkan organ
tubuh lainnya

Menunjukkan gejala penyakit kronik


yg hilang timbul
Menyebabkan kerusakan sendi,
deformitas sendi progresif,
disabilitas, kematian dini

ETIOLOGI
Rheumatoid faktor : Antibodi yang tidak
biasa dari Immunoglobin (Ig) M atau IgG
Terbentuknya IgG akan menyerang IgG
antigen dan membentuk komplek yang
bersarang pada sinovium dan jaringan
penyambung lainnya (lokal dan sistemik)
RA berhubungan dengan Human
Leukocyte Antigen (HLA) DRw4
RA juga dinamakan penyakit Autoimune
tetapi tidak mutlak murni

FAKTOR LAIN
Genetik
Hormonal
Virus
Stress fisik dan emosional
Bakteri

Hubungan Hormon sex dengan


artritis reumatoid: wanita 3 kali lebih
banyak dibanding pria

PATOFISIOLOGI
Serangan pertama karakteristiknya berupa
SINOVITIS (inflamasi pada jaringan sinovial
sendi)
Sinovium menebal Hiperemisis
Akumulasi cairan dalam ruang sendi
Pannus
Pannus : granulasi jaringan vasculer, berisi
sel inflamasi yang mengikis Articular
Cartilage dan pada akhirnya merusak
tulang adhesi jaringan ikat
klasifikasi; kepadatan tulang hilang
Ostheoporisis

Gejala Klinis
Poliartritis yg mengakibatkan
terjadinya kerusakan pada rawan
sendi dan tulang disekitarnya.
Kerusakan ini terutama mengenai
sendi perifer pada tangan dan kaki
yg umumnya bersifat simetris.

Gejala Klinis
Kriteria Diagnosis AR

Kriteria American Rheumatism


Assosiation
1. Kaku pagi hari:
Kekakuan pada pagi hari pada
persendian dan sekitarnya,
sekurangnya selama 1 jam sebelum
perbaikan maksimal

2. Artritis pada 3 daerah persendian


atau
lebih:
Pembengkakan jar lunak atau
persendian atau lebih efusi (bukan
pertumbuhan tulang) pada sekurangkurangnya 3 sendi secara
bersamaan yg diobservasi oleh
seorang dokter

3. Artritis pada persendian Tangan:


Sekurang-kurangnya terjadi
pembengkakan satu persendian
tangan seperti yg tertera diatas

4. Artritis Simetris:
Keterlibatan sendi yg sama (seperti
yg tertera pada kriteria 2) pada
kedua belah sisi (keterlibatan PIP,
MCP, atau MTP bilateral dapat
diterima walaupun tidak mutlak
bersifat simetris)

5. Nodul reumatoid:
nodul subcutan pada penonjolan
tulang atau permukaan ekstensor
atau daerah juxta artrikuler yg
diobservasi oleh seorang dokter

6. Faktor reumatoid serum positif:


terdapatnya titer abnormal faktor
reumatoid serum yg diperiksa
dengan cara yang memberikan hasil
positip kurang dari 5% kelompok
kontrol yg diperiksa

7. Perubahan gambaran radiologis:


Khas pada tangan posterior atau
pergelangan tangan menunjukkan
adanya erosi atau dekalsifikasi tulang
yg berlokasi pada sendi atau daerah
yg berdekatan dengan sendi
(perubahan akibat osteoartritis saja
tidak memenuhi persyaratan)

PIP: Proximal Interphalangeal


MCP: Metacarpophalangeal
MTP: Metatarsophalangeal
Penderita dikatakan menderita AR
jika memenuhi sekurang-kurangnya
kriteria 1 4 yg diderita sekurang
kurangnya selama 6 minggu

Manifestasi Klinis AR
Poliartritis akut yg berkembang cepat dlm
beberapa hari
Pada umumnya berkembang secara
perlahan dalam beberapa minggu
Dini: palindromic rheumatism; monoartritis
yg hilang timbul yg berlangsung antara 3
5 hari yg diselingi masa remisi sempurna
sebelum bermanifestasi sebagai AR yg
khas. Atau pauci articular rheumatism;
gejala poliartritis yg melibatka 4
persendian atau kurang

Manifestasi artikuler:
1. Inflamasi:
aktifitas sinovitis, bersifat reversible,
dapat
diobati dengan medikamentosa
2. Kerusakan struktur persendian:
akibat kerusakan rawan sendi atau erosi
tulang periartikular, bersifat irreversible,
memerlukan pembedahan rekonstruktif

Vertebra servicalis
Gelang bahu
Siku
Tangan
Panggul
Lutut
Kaki dan pergelangan kaki

Konsep pengobatan
Menghilangkan gejala inflamasi aktif, baik
lokal maupun sistemik
Mencegah terjadinya destruksi jarinagn
Mencegah terjadinya deformitas dan
memelihara fungsi persendian agar tetap
dalam keadaan baik
Mengembalikan kelainan fungsi organ dan
persendian yg terlibat agar sedapat
mungkin menjadi normal kembali

Trend pengobatan
Kombinasi beberapa jenis DMARD
(Desease Modifying anti-rheumatic
Drugs) yg dimulai pada saat yg dini
untuk kemudian dihentikan secara
bertahap pada saat aktifitas RA telah
dapat terkontrol

Penggunaan OAINS
Diberikan sejak masa dini penyakit
dg maksud untuk mengatasi nyeri
sendi akibat inflamasi
Efek samping: pada traktus
gastrointestinal (gastritis)

Penggunaan DMARD

Klorokuin
Sulfasalazin
D-penisilinamin
Garam emas
Methothrexate
Cyclosporin-A
Leflunomid