Anda di halaman 1dari 5

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELAJAR SISWA

Secara garis besar faktor yang mempengruhi belajar siswa ada dua yaitu faktor internal dan
faktor eksternal .
Menurut Slameto (2003 : 54 72) faktor intern adalah faktor yang yang ada dalam diri
individu yang sedang belajar, sedang faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar individu.
A. Faktor intern antara lain :
1. Faktor jasmaniah
2. Faktor psikologis : meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif,
kematangan dan kelelahan.
Minat besar pengruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang
dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik
baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. ... Bahan pelajaran yang yang
menarik minat siswa, lebih mudah dipelajari dan disimpan, karena menambah
minat untuk belajar.
Jika terdapat siswa yang kurang berminat terhadap belajar, dapatlah diusahakan
agar ia mempunyai minat yang lebih besar dengan cara menjelaskan hal hal
yang menarik dan berguna bagi kehidupan serta hal hal yang berhubungan
dengan cita cita serta kaitannya dengan pelajaran yang dipelajari itu.
3. Faktor kelelahan
B. Faktor ekstern
1. Faktor keluarga : cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana
rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang
kebudayaan
2. Faktor sekolah : metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi
siswa dengan siswa, disiplin siswa, alat pelajaran, waktu sekolah, standar
pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar, tugas rumah.
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang diberikan kepada siswa.
Kegiatan itu sebagian besar adalah menyajikan bahan pelajaran agar siswa
NUR MAZIDAH
120311521758

menerima, menguasai dan mengembangkan bahan pelajaran itu. Jelaslah bahan


pelajaran itu mempengaruhi belajar siswa. Kurikulum yang kurangbaik
berpengaruh tidak baik terhadap belajar. (2003 : 65)
Alat pelajaran erat hubungannya dengan cara belajar siswa, karena alat pelajaran
yang dipakai oleh guru pada waktu mengajar dipakai pula oleh siswa untuk
menerima bahan yang diajarkan itu. Alat yang lengkap dan tepat akan
memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa. Jika
siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, maka belajarnya akan
menjadi lebih giat dan lebih maju.
.. Mengusahakan alat pelajaran yang baik dan lengkap adalah perlu agar guru
dapat mengajar dengan baik sehingga siswa dapat menerima pelajaran dengan
baik serta dapat belajar dengan baik pula. (2003 : 68)
3. Faktor masyarakat : Kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman
bergaul, bentuk kehidupan masyarakat.
Tidak dapat dipungkiri, buku merupakan salah satu bahan ajar yang penting dalam kegiatan
belajar menagajar. Buku banyak membantu siswa dalam proses belajar secara mandiri. Selain
itu buku membantu guru dalam menyampaikan materi serta menunjang materi yang
disampaikan guru.
Matematika sebagai ilmu memiliki objek kajian yang abstrak. Menurut Gagne (dalam Bell,
1978: 108) dalam belajar matematika ada dua objek kajian yang akan diperoleh oleh siswa,
yaitu objek langsung dan objek tidak langsung. Objek langsung berupa fakta, keterampilan,
konsep, dan prinsip.
1. Fakta
Menurut Soedjadi (2000: 13) fakta dalam matematika berupa konvensikonvensi

NUR MAZIDAH
120311521758

yang diungkap dengan simbol tertentu. Sedangkan menurut Hudojo (1988:75) fakta adalah
suatu ide/gagasan yang terdiri dari satu eksemplar. Simbol atau lambang-lambang seperti 7,
, , adalah beberapa contoh dari sekian banyak fakta sederhana dalam matematika.
2. Keterampilan
Keterampilan dalam matematika merupakan operasi atau prosedur dan cara yang harus
diikuti dalam menyelesaikan persoalan secara cermat dan tepat (Bell,1978: 108). Jadi,
keterampilan dalam matematika adalah suatu proses atau prosedur yang dilakukan untuk
menyelesaikan suatu masalah dan mendapatkan suatu hasil tertentu.
3. Konsep
Menurut Hudojo (1979:75) konsep dapat dipelajari melalui definisi atau observasi langsung.
Sedangkan menurut Bell (1978: 108) konsep adalah ide abstrak yang memungkinkan
seseorang untuk mengelompokkan objek ke dalam contoh atau bukan contoh dari ide abstrak
tersebut.
4. Prinsip
Prinsip (abstrak) adalah objek matematika yang komplek. Prinsip dapat terdiri atas beberapa
fakta, beberapa konsep yang dikaitkan oleh suatu relasi ataupun operasi (Soedjadi: 2000: 15).
Prinsip dalam matematika dapat dipelajari melalui proses penemuan terbimbing dan
pemecahan masalah.
Kesalahan yang terdapat buku tekas matematika SMK didasarkan kesalahan pengungkapan
dan penyajian objek matematika. Hal itu terjadi karena ketidaksesuaian pengungkapan dan
penyajian objek dengan definisi objek tersebut. Berikut ini kriteria kesalahan pengungkapan
dan penyajian objek matematika pada buku teks matematika.
1. Kesalahan yang Berkaitan Dengan Fakta
1.1 Kesalahan menggunakan simbol
1.2 Kesalahan menggunakan istilah matematika
NUR MAZIDAH
120311521758

2. Kesalahan yang Berkaitan Dengan Keterampilan


2.1 Informasi pada proses pengerjaan tidak sama dengan informasi awal soal
2.2 Kesalahan dalam proses penghitungan
2.3 Kesalahan dalam proses pengerjaan
3. Kesalahan yang Berkaitan Dengan Konsep
3.1 Kesalahan mendefinisikan konsep
3.2 Penggunaan ilustrasi yang kurang sesuai untuk menjelaskan konsep
3.3 Pemberian contoh yang tidak sesuai dengan konsep yang diberikan
3.4 Ketidaklengkapan memeberikan syarat atau semesta pembicaraan pada
definisi
4. Kesalahan yang Berkaitan Dengan Prinsip
4.1 Kesalahan menghubungkan beberapa konsep atau fakta dengan konsep
Umar dalam penelitiannya mendapatkan bahwa didapatkan 23 kesalahan yang berhubungan
dengan fakta, 4 kesalahan yang berhubungan dengan keterampilan, 27 kesalahan yang
berhubungan dengan konsep, dan 3 kesalahan yang berhubungan dengan prinsip. Penelitian
dilakukan dengan cara melakukan analisis terhada tiga buku matematika SMK kelas X .
Selain beberapa kekurangan atau kesalahan di atas, latihan soal pada buku paket yang
tersedia bagi bagi siswa cenderung pada latihan prosedural. Jarang ada yang memberikan
permasalahan kontekstual disekitar siswa. Hal ini merupakan salah satu penyebab siswa
merasa kurang bermakna dalam mempelajari matematika.

Xiuqing dalam ( etik Rahayu : 2012 ) menegaskan bahwa dalam pembelajaran bilingual,
kualitas buku mempunyai peran yang penting dalam menunjang keberhasilan pembelajaran.

NUR MAZIDAH
120311521758

Buku merupakan bagian penting dalam pembelajaran (Nicol & Crespo 2006: 331). Buku
digunakan dalam pembelajaran matematika hampir diseluruh dunia (Pepin, 2002: 1). Buku
yang tepat merupakan kunci dari kualitas pembelajaran (Xiaozhong & Han Jianhai, 2009:
259).
Berlakunya kurikulum 2013 mulai tahun ajaran 2013 / 2014 , menuntut tersedianya sumber
atau bahan ajar yang sesuai dengan ruh kurikulum 2013 yaitu pendekatan saintific
(pembelajaran berbasis ilmiah ) . Pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah itu lebih efektif
hasilnya dibandingkan dengan pembelajaran tradidional. Hasil penelitian membuktikan
bahwa pada pembelajaran tradisional, retensi informasi dari guru sebesar 10 persensetelah
lima belas menit dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 25 persen. Pada
pembelajaran berbasis pendekatan ilmiah, retensi informasi dari guru sebesar lebih dari 90
persen setelah dua hari dan perolehan pemahaman kontekstual sebesar 50-70 persen.
( KEMDIKBUD : 2013:6)
Karena proses pembelajaran untuk kurikulum 2013 dengan pendekatan saintific, maka perlu
disusun pula buku yang menggunakan pendekatan saintific sebagai pegangan siswa untuk
belajar mandiri.

NUR MAZIDAH
120311521758