Anda di halaman 1dari 1

Intubasi pada Operasi Darurat

Pada operasi darurat dilakukan induksi cepat (crush induction) untuk mencegah aspirasi
selama tindakan intubasi. Diindikasikan terutama pada pasien dengan lambung penuh. Selain
peralatan intubasi dipersiapkan pula alat penghisap dan pipa lambung. Pasien dipersiapkan
dalam posisi setengah duduk atau telentang dengan posisi kepala lebih rendah.
Awali dengan pemberian O2 100% (praoksigenisasi) selama 3-5 menit kemudian obat
pelumpuh otot nondepolarisasi dosis (prekurarisasi). Suntikan obat induksi cepat diberikan
sampai refleks bulu mata hilang. Tulang krikoid ditekan ke arah posterior (Sellick manouver)
dan kemudian obat pelumpuh otot depolarisasi diberikan dengan dosis 1,5-2 kali dosis
normal. Setelah itu baru dilakukan tindakan laringoskopi dan intubasi. Bila pipa endotrakeal
telah masuk, balon pipa (cuff) segera dikembangkan.