Anda di halaman 1dari 1

Keputusan untuk Mengakhiri Upaya Resusitasi

Dalam keadaan darurat, resusitasi dapat diakhiri bila terdapat salah satu dari berikut ini:
1.
2.
3.
4.

Telah timbul kembali sirkulasi dan ventilasi spontan yang efektif.


Ada orang lain yang mengambil alih tanggung jawab.
Penolong terlalu capai sehingga tidak sanggup meneruskan resusitasi.
Pasien dinyatakan mati.

5. Setelah dimulai resusitasi, ternyata kemudian diketahui bahwa pasien berada dalam
stadium terminal suatu penyakit yang tidak dapat disembuhkan atau hampir dipastikan
bahwa fungsi serebral tidak akan pulih, yaitu sesudah - 1 jam terbukti tidak ada nadi
pada normotermia tanpa RJP.
Pasien dinyatakan mati bila:
1. Telah terbukti terjadi kematian batang otak.
2. Fungsi spontan pernapasan dan jantung telah berhenti secara pasti/ireversibel.
Petunjuk terjadinya kematian otak adalah pasien tidak sadar, tidak ada pernapasan spontan
dan refleks muntah, serta terdapat dilatasi pupil yang menetap selama 15-30 menit atau lebih,
kecuali pada pasien hipotermik, di bawah efek barbiturat, atau dalam anestesi umum.
Sedangkan mati jantung ditandai oleh tidak adanya aktivitas listrik jantung (asistol) selama
paling sedikit 30 menit walaupun dilakukan upaya RJP dan terapi obat yang optimal. Tanda
kematian jantung adalah titik akhir yang lebih baik untuk membuat keputusan mengakhiri
upaya resusitasi.