Anda di halaman 1dari 29

Presentasi Kasus

Bangsal IKA
Riki
Dina Astri

Identitas pasien

Nama
: Z.A
Jenis kelamin
: Laki-laki
Umur
: 2 tahun
Berat badan
: 12,5 kg
Diagnosa
: Kejang Demam ec ISPA
Etiologi
: Infeksi saluran pernafasan atas

Opini
Bbi ideal 4 x BBL normal 4 x 2500= 10 kg
BB pasien 12,5 kg

Anamnesis
Keluhan utama: Kejang
RPS:
Pasien datang dengan keluhan kejang sejak 30
menit SMRS. Kejang dengan mata mendelik ke atas
selama <5 menit. Setelah kejang pasien tertidur.
Sebelum kejang pasien melamun 5 menit setelah
itu matanya mendelik ke atas. 1 hari sebelum kejang
pasien demam didahului dengan pilek dan oleh ibunya
pasien diberi obat penurun panas namun keluhan tidak
berkurang. Saat kejang suhu tubuhnya di uku 38 C dan
langsung dibawa ke RS. Riwayat kejang sebelumnya
disangkal, riwayat trauma kepala disangkal. Hal ini
baru pertama kali dialami oleh pasien. BAB dan BAK
tidak ada keluhan. Nafsu makan baik.

Tanda klinik subjektif


Keluhan: kejang
Onset: 30 menit SMRS
Kualitas: kejang dengan mata mendelik ke atas
setelah kejang pasien tertidur
Kuantitas: kurang dari 5 menit
Kronologis: 1 hari sebelum kejang pasien demam
yang didahului pilek, lalu 5 menit sebelum kejang
pasien terlihat melamun setelah itu kejang
Memperingan/memperberat: memberikan obat
penurun panas
Keluhan tambahan: demam

Opini
Pada sacred seven tidak di dapatkan data:
Kualitas : tidak terlalu digali seperti sifat kejangnya,
apakah setelah kejang mengeluarkan busa atau
tidak, dll.
Memperingan seperti penanganan saat terjadinya
kejang

Tanda klinis objektif


pemeriksaan jasmani
kesadaran umum : Tampak sakit sedang
ttv :
suhu : 38 derajat celcius
kesadaran : komposmentis
frekuensi nadi :150x/menit
frekuensi pernafasan :24x/menit
TD: 100/70mmHg

Mata : Normochepali, SI -/ THT :


o Telinga : liang telinga lapang/lapang, serumen -/-,
sekret -/-, membran timpani intak/intak
o Hidung : Cavum nasi lapang/lapang, serumen -/-,
sekret +/+, konka eutrofi/eutrofi, septum deviasi
o Tenggorok : tonsil T1-T1/hiperemis
KGB: Tidak membesar

Toraks:

Ins : pergerakan dinding dada simetris


Pal : Vokal fremitus simetris kanan-kiri
Perkusi : sonor-sonor
Aus : bunyi nafas dasar vesikuler, ronki -/-, wheezing
-/-, BJ I dan II reguler, murmur -, gallop -

Abdomen:
Perut tampak datar, supel, nyeri tekan -, hepar lien
tidak teraba membesar, bising usus +5x/menit,

Opini
Bdn tidak veskuler, bronkial karena ronki sudah +/
+
Super retraksi otot pernapasan
Pernapasan cuping hidung
Ekspirium apakah lebih memanjang

Pemeriksaan lab
Elektrolit
Natrium 135 mmol/L
Kalium 3,7 mmol/L
Clorida : 104 mmol/L
Hematologi
Hemoglobin 11,6 g/dl
Leukosit 16.000/ul
Hematokrit 36,5 persen
Trombosit 283.000/ul

Opini
Terjadi infeksi ditunjukan dengan leukosit yang
meningkat yaitu 16.000/ul
Hemoglobin dan hematokrit rendah

Rencana tatalaksana
Darah lengkap
Observasi tanda vital
Rawat inap

Tatalaksana
Rawat inap
Diet: lunak
Infus: IVFD tridex plain 10 tpm (makro)
Injeksi:
Ceftriaxon 2 x 600 mg
Dexametason 2 x 2 mg
Acran 2 x 15 mg
Oral:Isprinol 3x cth
Sanmol 130 mg
Diazepam 0,8 mg
m.f.pulv dtd No.XV
3 x 1 pulv

Infus Tridex plain


Komposisi:Na 38.5 meq/L, CI 38.5 meq/L, glucose 37.5 g/L
Indikasi:Memenuhi atau melengkapi cairan dan elektrolit
pada kondisi berikut : dehidrasi pada pasien yang
kekurangan karbohidrat, penyakit yang belum diketahui
penyebabnya, pra dan pasca operasi
Dosis:Dewasa : 300 - 500 mL/jam (sekitar 80-130
tts/menit).Dosis lazim untuk dewasa 500 - 1000 mL pada
satu waktu dengan infus i.v drip. Anak 50 - 100 mL/jam
Kontra Indikasi:Hipernatremia. Pasien dalam keadaan koma
akibat insulin
Perhatian:Gagal ginjal pada penyakit gijal. Gagal jantung.
Oliguria akibat obstruksi sel kemih. DM. pasien dengan
defisiensi vitamin K.
Efek Samping:Edema otak, paru dan jar perifer; asidosis
dilusi. Intoksikasi air
Kemasan:Larutan 500 mL

Bbi pasien: 4 x BBL normal=4 x 2500=10 kg


Berat badan pasien 12,5 kg
Kebutuhan cairan: 1000+(2,5x50)=1125 ml/24
jam
Tetesnya 1125x15=16.875 tetes/24 jam=11,71
tetes/menit
Dibangsal diberikan 10 tetes permenit
Opini: sedikit tidak sesuai

Ceftriaxone
Komposisi:Ceftriaxone
Indikasi:Sepsis, meningitis, infeksi abdomen, infeksi tulang, sendi
dan jaringan lunak, infeksi ginjal dan saluran kemih, infeksi saluran
napas, infeksi kelamin termasuk GO. Pencegahan infeksi prabedah
Dosis:Dewasa dan anak > 12 tahun atau > 50 kg : 1-2 g/hari.
Infeksi berat : dapat ditingkatkan sampai 4 g/hari. Bayi 15 hari-12
tahun : 20-80 mg/kg BB/hari. Neonatus < 2 minggu : 20-50 mg/kg
BB/hari
Kontra Indikasi:Hipersensitif terhadap sefalosporin
Perhatian:Hipersensitif terhadap penisilin. Riwayat syok
anafilaksis, diare. Penggunaan jangka lama menyebabkan
superinfeksi. Hamil dan menyusui. Bayi prematur
Efek Samping:Reaksi hematologi, gangguan saluran cerna, reaksi
kulit
Interaksi Obat:Aminoglikosida
Kemasan:Vial 1 g x 1

Opini: ceftriaxone adalah terapi terhadap etiologi


penyakit pasien yaitu infeksi saluran pernapasan
Dosis yang diberikan: 2x600 mg
Dosis terapi 20-80 mg/kgbb/hari
20mgx 12,5 kg= 250 mg perhari
80 mgx 12,5 kg= 1000 mg perhari
Opini: sedikit melebihi dosis terapi

Dexametason
Komposisi : deksametason
Indikasi : imunosupresan/anti alergi, anti
inflamasi, gangguan kolagen, alergi dan inflamasi
pada mata, rematik, asma bronkial, radang/alergi
pada kulik, gangguan pernafasan dan saluran
pencernaan
Dosis : Sehari awal 0,75 mg-9 mg. anak anak < 1
tahun :0,1-0,25 mg; 1-5 tahun:0,25-1 mg;6-12
tahun :0,25 -2 mg
KI : ulkus peptikum, osteoporosis, psikosis
Efek samping : Jangka panjang :tukak lambung,
hipoglikemia, atropi kulit, lemah otot, menstruasi
tidak teratur

Opini : deksametason digunakan untuk anti


inflamasi dan untuk gangguan pernafasan
Dosis yang diberikan = 2 x 2 mg
Dosis terapi : anak-anak 1-5 tahun= 0,25-1 mg
Opini : melebihi dosis terapi

Acran
Komposisi : Ranitidin 25 mg/ml injek
Indikasi :Tukak duodenum, tukak lambung,
hipersekresi lambung seperti sindroma zollinger
ellison dan mastositosis sistemik, perdarahan
saluran cerna, sebelum induksi anestesi

Dosis Ranitidine injeksi


Injeksi i.m. : 50 mg (tanpa pengenceran) tiap 6 8 jam.
Injeksi i.v. : intermittent.
Intermittent bolus : 50 mg (2 mL) tiap 6 8 jam. Encerkan injeksi 50 mg
dalam larutan NaCl 0,9% atau larutan injeksi i.v. lain yang cocok sampai
diperoleh konsentrasi tidak lebih dari 2,5 mg/mL (total volume 20 mL).
Kecepatan injeksi tidak lebih dari 4 mL/menit (dengan waktu 5 menit).
Intermittent infusion : 50 mg (2 mL) tiap 6 8 jam. Encerkan injeksi 50 mg
dalam larutan dekstrosa 5% atau larutan i.v. lain yang cocok sampai didapat
konsentrasi tidak lebih besar dari 0,5 mg/mL (total volume 100 mL).
Kecepatan infus tidak lebih dari 5 7 mL/menit (dengan waktu 15 20
menit).
Infus kontinyu : 150 mg Ranitidine diencerkan dalam 250 mL dekstrosa atau
larutan i.v. lain yang cocok dan diinfuskan dengan kecepatan 6,25 mg/jam
selama 24 jam. Untuk penderita sindrom Zollinger-Ellison atau
hipersekretori lain, Ranitidine injeksi harus diencerkan dengan larutan
dekstrosa 5% atau larutan i.v. lain yang cocok sehingga diperoleh
konsentrasi tidak lebih dari 2,5 mg/mL. Kecepatan infus dimulai 1 mg/kg
BB/jam dan harus disesuaikan dengan keadaan penderita.

Efek samping
Sakit kepala
Susunan saraf pusat, jarang terjadi : malaise, pusing,
mengantuk, insomnia, vertigo, agitasi, depresi, halusinasi.
Kardiovaskular, jarang dilaporkan : aritmia seperti takikardia,
bradikardia, atrioventricular block, premature ventricular beats.
Gastrointestinal : konstipasi, diare, mual, muntah, nyeri perut.
Jarang dilaporkan : pankreatitis.
Muskuloskeletal, jarang dilaporkan : artralgia dan mialgia.
Hematologik : leukopenia, granulositopenia, pansitopenia,
trombositopenia (pada beberapa penderita). Kasus jarang
terjadi seperti agranulositopenia, trombositopenia, anemia
aplastik pernah dilaporkan.
Lain-lain, kasus hipersensitivitas yang jarang (contoh :
bronkospasme, demam, eosinofilia), anafilaksis, edema
angioneurotik, sedikit peningkatan kadar dalam kreatinin
serum.

SANMOL
Komposisi:Paracetamol
Indikasi:Meredakan nyeri termasuk sakit kepala,
sakit gigi, demam yang menyertai flu dan setelah
imunisasi
Dosis: 15 mg/kgbb/kali
Pemberian Obat:Berikan sesudah makan
Kontra Indikasi:Disfungsi hati dan ginjal
Efek Samping:Reaksi hematologi, reaksi kulit
dan reaksi alergi lainnya
Kemasan: tablet 500 mg

Diazepam
Komposisi : diazepam
Indikasi : psikoneurosis dan kejang otot
Kontraindikasi : Penderia hipersensitif,bayi
dibawah 6 bulan, wanita hamil dan menyusui,
depress pernapasan,glaucoma sudut sempit,
gangguan pulmoner akut, keadaan Phobia
Dosis: oral 0,3 mg/kgBB
Efek samping : Mengantuk,ataksia. kelelahan
Erupsi pada kulit. edema, mual dan konstipasi,
gejala-gejala ekstra pirimidal. jaundice dan
neutropenia. perubahan libido, sakit kepala,
amnesia, hipotensi. gangguan visual dan retensi
urin, incontinence.

Opini : sanmol digunakan sebagai antipiretik


menurukan demamnya dan diazepam digunakan
sebagai antikonvulsan .
Dosis : yang digunakan
Sanmol =15 mg/kgbb/kali=15x 12,5=187,5 mg/kali
Diazepam = 0,3 mg/kgbb/kali=0,3x12,5=3,75/kali
Opini : dosis puyer yang digunakan kurang

dr. Riki
Jakarta, 27 Mei 2015
SIP 10181
JL. Mayjen Sutoyo Jakarta
02175901741

R/ tridex plain 500 ml calv No III


S I.M.M
R/ ceftriaxon amp 1 gr
No III
S I.M.M
R/Dexametason 5mg/ml amp No.I
S I.M.M
R/ acran 25g/ml amp

S i.m.m
R/ sanmol 130 mgd
diazepam 0,8 mg
m.f.l.a.pulv.No XV
S 3 dd I pulv
Pro : z.a
Umur : 2thn
Bb: 12,5 mg

par
af
par
af
par
No II af
par
af

par
af

dr. Riki
Jakarta, 27 Mei 2015
SIP 10181
JL. Mayjen Sutoyo Jakarta
02175901741

R/ tridex plain 500 ml calv No III


par
S I.M.M
R/ ceftriaxon amp 1 gr
No II af
S I.M.M
par
R/Dexametason 5mg/ml amp No.Iaf
S I.M.M
par
af
R/ sanmol 187,5 mg
diazepam 3,75 mg
m.f.l.a.pulv.No XV
S 3 dd I pulv
par
af
Pro : z.a
Umur : 2thn
Bb: 12,5 mg

TERIMAKASIH