Anda di halaman 1dari 7

5.

BERITA ACARA PERSIDANGAN (LANJUTAN)


Nomor : 2254/BA/PID.SUS/2014/PN.JKT.BAR

Persidangan Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang memeriksa


dan mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada
peradilan tingkat pertama yang dilangsungkan dalam gedung yang
telah disediakan untuk keperluan tersebut pada hari SENIN, 19 JANUARI
2015, PUKUL 09.00 WIB, dalam perkara Terdakwa:
FACHRYZAL RIYADI
SUSUNAN PERSIDANGAN :
- Dr. BUHA SITUMORANG, S.H., M.H.

Sebagai Hakim Ketua;

- ALPHA GIDEON S.H., M.Hum.

Sebagai Hakim Anggota;

- PUTRI LUTFI IFAFAH, S.H.

Sebagai Hakim Anggota;

AISYAH

HANIFATI,

S.H.

Sebagai

Panitera

Pengganti:
- ADHYTRA RAHMADHANA, S.H., M.H.

Sebagai

Penuntut

Umum;
- NURUL BAITY, S.H., S.Si.
Sebagai

Penuntut

Umum;
Setelah sidang dibuka dan dinyatakan terbuka untuk umum oleh
Hakim Ketua Majelis, lalu Hakim Ketua Majelis memerintahkan kepada
Penuntut Umum untuk menghadirkan Terdakwa ke ruang sidang:
Atas

perintah

tersebut,

Penuntut

Umum

kemudian

menghadirkan Terdakwa ke persidangan dalam keadaan bebas akan


tetapi dijaga baik-baik oleh petugas;
Sebelum persidangan dilanjutkan, terlebih dahulu Hakim Ketua
Majelis menanyakan kepada Terdakwa tentang kesehatannya, yang
dijawab oleh Terdakwa bahwa ia saat ini dalam keadaan sehat dan
menyatakan siap untuk mengikuti jalannya persidangan;

Kemudian Hakim Ketua Majelis memperingatkan Terdakwa agar


memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di persidangan;
Selanjutnya Hakim Ketua Majelis memberitahukan Terdakwa
bahwa sesuai dengan Berita Acara Persidangan yang lalu bahwa acara
persidangan hari ini adalah pemeriksaan saksi dan alat bukti yang
diajukan oleh Penasihat Hukum;
Kemudian Hakim Ketua Majelis menanyakan kepada Penasihat
Hukum apakah saksi-saksi yang telah diperintahkan untuk menghadap
sudah

hadir

menyatakan

dan

atas

bahwa

pertanyaan

saksi-saksi

tersebut

dalam

Penasihat

perkara

ini

Hukum

sudah

hadir

semuanya yaitu 1 (satu) orang saksi dan 1 (satu) orang ahli siap
diperiksa di pengadilan;
Kemudian Hakim Ketua Majelis memerintahkan Penasihat Hukum
untuk memanggil saksi ke-satu untuk diperiksa di persidangan yaitu;
1. At Tory Qotimah

Lahir di Blitar; Umur 35 tahun;


Jenis

Kelamin

Kebangsaan

Perempuan;

Indonesia;

Tempat

Tinggal Jalan Manggis Nomor 5


Jawa

Timur;

Agama

Islam;

Pekerjaan Guru
Kemudian saksi bersumpah menurut cara agama Islam yang
dianutnya bahwa ia akan memberikan keterangan yang benar tidak
lain daripada yang sebenarnya;
Kemudian Hakim Ketua Majelis memperingatkan kepada saksi untuk
memberikan keterangan apaapa yang dilihat, didengar serta yang
dialami sendiri oleh saksi;
Selanjutnya atas pertanyaan Hakim Ketua Majelis, Saksi ke-satu
memberikan keterangan sebagai berikut:
1.

Keterangan

Saksi

At-Tory

Qotimah

selaku

bendahara

Organisasi Matisyahu, di bawah sumpah di persidangan pada


pokoknya menerangkan sebagai berikut:

Bahwa benar Saksi menerangkan diperiksa dalam keadaan


sehat jasmani dan rohani.

Bahwa Saksi membenarkan keterangannya di Berita Acara


Pemeriksaan yang dibuat dan ditandatangani di Penyidik
Kepolisian Daerah Bali.

Bahwa Saksi menerangkan sedang dimintai keterangan


terkait kasus Tindak Pidana Pendanaan Terorisme dan Tindak
Pidana Terorisme yang melibatkan Terdakwa.

Bahwa benar Saksi membenarkan Terdakwa sebelumnya


melalui

hubungan

hubungan

darah

pekerjaan,
ataupun

namun

hubungan

tidak

memiliki

semenda

dengan

mengetahui

sedang

Terdakwa.
-

Bahwa

benar

Saksi

menerangkan

diperiksa dan dimintai keterangan sebagai Saksi berkaitan


dengan perkara Tindak Pidana Pendanaan Terorisme dan
Tindak Pidana Terorisme.
-

Bahwa benar Saksi menerangkan merupakan bendahara


organisasi Matisyahu.

Bahwa benar Saksi menerangkan tugasnya sebagai bendahar


organisasi Matisyahu yaitu menampung dana dan membuat
laporan keuangan baik yang masuk maupun keluar dari
Matisyahu.

Bahwa benar Saksi menerangkan bahwa Terdakwa selama ini


hanya mendakwah tentang syariat Islam dan tidak ada
hubungannya dengan Terorisme.

Bahwa benar Saksi menerangkan Terdakwa memberikan


dakwa melalui ceramah langsung atau melalui ceramah tidak
langsung berbentuk pamflet.

Bahwa benar Saksi menerangkan aktivitas yang dilakukan


organisasi Matisyahu selama ini adalah kegiatan-kegiatan
sosial saja.

Bahwa benar Saksi menerangkan pada tanggal organisasi


Matisyahu membuat acara pembangunan masjid Al-Arafan
sebagai bentuk penghargaan terhadap Saksi Ahmad Samsul
Arafan yang merupakan pendakwah terkenal di Indonesia
dan

sering

memberikan

sumbangan

kepada

organisasi

Matisyahu untuk kegiatan sosial organisasi Matisyahu.


-

Bahwa benar Saksi menerangkan pernah dikirimkan pesan


elektronik oleh Terdakwa yang berisi kata fulus dan

baitullah yang artinya uang untuk pembangunan masjid AlArafan sudah terpenuhi.
-

Bahwa benar Saksi menerangkan dana pembangunan masjid


Al-Arafan sebesar Rp 128.000.000,00 dan itu berasal dari
dana yang dicari oleh Saksi Satria Wibawa sebagai orang
kepercayaan

Terdakwa

untuk

mencari

dana

kegiatan-

kegiatan sosial yang dibuat oleh organisasi Matisyahu dan


sumbangan dari Saksi Ahmad Samsyul Arafan.
-

Bahwa benar Saksi menerangkan mekanisme aliran dana


kegiatan-kegiatan sosial organisasi Matisyahu itu berhilir
pada Saksi, namun bisa juga dikirimkan terlebih dahulu
kepada

Terdakwa

dan

Terdakwa

akan

mengirimkannya

kepada Saksi.
-

Bahwa benar Saksi menerangkan setiap dana kegiatankegiatan sosial organisasi Matisyahu yang telah ditampung
oleh

Saksi

nantinya

akan

diberikan

kepada

pelaksana

kegiatan-kegiatan sosial organisasi Matisyahu yaitu Saksi


Hendra Rusliyadi.
-

Bahwa benar Saksi menerangkan dana pembangunan masjid


Al-Arafan diberikan kepada Saksi Hendra Rusliyadi.

Bahwa benar Saksi menerangkan melihat secara langsung


Terdakwa meminta Saksi Satria Wibawa untuk mencari dana
kegiatan pembangunan masjid

Al-Arafan

tetapi

Terdakwa tidak pernah memberitahu dana yang harus


didapatkan Saksi Satria Wibawa dengan cara seperti apa.
-

Bahwa benar Saksi menerangkan tidak tahu mengenai


pengiriman uang sejumlah Rp 122.000.000,- yang dikirimkan
Terdakwa kepada Saksi Hendra Rusliyadi pada tanggal 30 Mei
2013.
Bahwa atas keterangan Saksi Terdakwa menanggapi:
Terdakwa menerima keterangan Saksi.
Terhadap pendapat Terdakwa, Saksi mengatakan tetap pada
keterangannya

Setelah pemeriksaan saksi pertama selesai, Hakim Ketua Majelis


memerintahkan kepada Penuntut Umum untuk menghadirkan ahli
pertama ke muka persidangan, yaitu;
2. Prof. Dr. Denisa Fitriani, M.

Lahir di Jakarta; Umur 55 tahun;

Hub. Int

Jenis

Kelamin

Perempuan;

Kebangsaan Indonesia; Tempat


Tinggal Jalan Merpati Nomor 5
Jakarta

Timur;

Agama

Islam;

Pekerjaan Dosen
Kemudian ahli

bersumpah menurut cara agama Islam yang

dianutnya bahwa ia akan memberikan keterangan yang benar tidak


lain daripada yang sebenarnya;
Selanjutnya atas pertanyaan Hakim Ketua Majelis, Saksi ke-satu
memberikan keterangan sebagai berikut:
-

Bahwa benar Ahli menjelaskan diperiksa dalam keadaan


sehat jasmani dan rohani.

Bahwa Ahli tidak mengenal Terdakwa dan tidak memiliki


hubungan darah, hubungan semenda. Ataupun hubungan
pekerjaan.

Bahwa benar Ahli menjelaskan telah 3 kali memberikan


keterangan di persidangan.

Bahwa benar Ahli menjelaskan telah diminta oleh Tim


Penasihat Hukum Terdakwa untuk memberikan keterangan di
persidangan pada tanggal 19 Januari 2015.

Bahwa benar Ahli menjelaskan memiliki latar belakang


pendidikan di Universitas Terorisme Indonesia.

Bahwa benar Ahli menjelaskan merupakan salah satu dosen


dan pakar Terorisme di Indonesia.

Bahwa benar Ahli merupakan dosen Hubungan Internasional


yang memiliki keahlian khusus dalam kajian Terorisme dan
keamanan Internasional di Universitas Terorisme Indonesia.

Bahwa benar Ahli menjelaskan keahlian yang dimilikinya


sebagai berikut:
1.Memiliki pengetahuan yang luas dan spesifik tentang
Terorisme di Indonesia
2.Memiliki pengetahuan yang luas dan spesifik tentang
perkembangan Terorisme di Indonesia.
3.Bersikap objektif dalam analisa fakta digital sehingga
membantu mengungkap fakta yang lengkap dan akurat.

Bahwa benar Ahli menjelaskan telah mendapatkan sertifikasi


Ahli Terorisme.

Bahwa benar Ahli menjelaskan Terorisme adalah

Bahwa benar Ahli menjelaskan Terorisme itu memiliki ciri


khas adanya baiat (sumpah untuk setia dalam organisasi),
pelatihan militer, buku pedoman jihad, dan aksi Terorisme.

Bahwa benar Ahli menjelaskan apabila salah satu ciri khas


jaringan Terorisme itu ditemukan dalam suatu organisasi
maka organisasi tersebut tidak dapat dikatakan sebagai
jaringan Terorisme.

Bahwa benar Ahli menjelaskan cara lain untuk mengetahui


suatu organisasi dapat dikatakan sebagai jaringan Terorisme
dapat dilihat dalam daftar jaringan Terorisme yang dikaji dan
dibuat oleh Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).

Bahwa benar Ahli menjelaskan daftar jaringan Terorisme


yang

dibuat

merupakan

oleh
data

Persatuang
yang

sangat

Bangsa-Bangsa
akurat

dan

(PBB)
teruji

kebenarannya.
-

Bahwa benar Ahli menjelaskan kajian yang dilakukannya


selama ini terhadap pergerakan Terorisme di Indonesia tidak
pernah mengendus nama organisasi Matisyahu sebagai
jaringan Terorisme.

Bahwa benar Ahli menjelaskan tidak bisa memastikan semua


jaringan terorisme

telah memenuhi ciri adanya baiat,

pelatihan militer, buku pedoman jihad, dan aksi terorisme


-

Bahwa benar Ahli menjelaskan terorisme itu tidak selalu


bersifat jaringan, karena orang secara individu bisa juga
dikatakan pelaku terorisme apabila telah memenuhi unsur
delik.
Kemudian oleh karena pemeriksaan Saksi dan Terdakwa telah
selesai, kemudian Hakim Ketua Majelis menanyakan kepada
Penuntut Umum apakah sudah siap dengan surat tuntutan.

Kemudian atas pertanyaan dari Hakim Ketua Majelis, Penuntut


Umum meminta pengunduran hari sidang selama 7 (tujuh) hari;
Kemudian Majelis Hakim bermusyawarah dan sepakat bahwa
persidangan akan dilanjutkan pada hari SENIN, 26 JANUARI 2015
dengan acara pembacaan Penuntutan oleh Penuntut Umum;
Selanjutnya Hakim Ketua Majelis mengumumkan Penetapan
pengunduran hari sidang dan memerintahkan kepada Penuntut Umum

untuk menghadirkan kembali Terdakwa pada persidangan yang telah


ditetapkan

di

atas,

kemudian

Hakim

Ketua

Majelis

menutup

persidangan ini;

Demikianlah Berita Acara Persidangan ini dibuat dan kemudian


ditandatangani oleh Majelis Hakim dan Panitera Pengganti yang
bersangkutan.
HAKIM-HAKIM ANGGOTA

1. ALPHA GIDEON, S.H., M.Hum.

HAKIM KETUA

Dr. BUHA SITUMORANG, S.H., M.H.

2. PUTRI LUTFI IFAFAH, S.H.

PANITERA PENGGANTI

AISYAH HANIFATI, S.H.