Anda di halaman 1dari 18

PENGERTIAN,TUJUAN,LANDASAN,PRINSIP DAN PERAN

PROFESI GURU DI BIDANG LAYANAN


ADMINISTRASI PENDIDIKAN
Posted by usmanandespa on Desember 20, 2013
Posted in: Uncategorized. Meninggalkan komentar

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah yang maha Esa,yang berkat karunianyalah makalah
PENGERTIAN,TUJUAN,LANDASAN,PRINSIP DAN PERAN PROFESI GURU DI BIDANG LAYANAN
ADMINISTRASI PENDIDIKAN dapat terselesaikan untuk memenuhi tugas matakuliah Profesi pendidikan.

Melalui makalah ini penulis bermaksud memberikan sekilas informasi mengenai masalah
pendidikan.Seperti rendahnya tingkat pendidikan di indonesia,rendahnya kesejahteraan garu,solusi
pendidikan di indonesia dan sebagainya.

Dalam menyelesaikan makalah ini, kami cukup banyak menemui kesulitan dan hambatan.Tetapi dengan
dukungan berbagai pihak,serta motipasi dari teman-teman akhirnya makalah ini dapat terselesaikan .
Kami menyadari didalam makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan oleh karna itu
kami selaku penulis mohon maaf atas semua kekurangan dari isi makalah ini.

Padang,18oktober 2013

penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar i

Daftar isi ii

BAB I PENDAHULUAN 1

A.latar Belakang Masalah..1

B.Rumusan Masalah.2

C.Tujuan dan Manfaat Penulisan..2

BAB II PEMBAHASAN.. 3

A. Administrasi Pendidikan. 3

B. Prinsip Dasar Administrasi Pendidikan ..4

C.

Fungsi Administrasi Pendidikan di Sekolah.. 7

D.

Tujuan Administrasi Pendidikan7

E.

Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan. 7

F.

Penerapan Administrasi Pendidikan dalam Perspektif Profesi Kependidikan 7

BAB III PENUTUP.. 15

A.Kesimpulan. 15

B. Saran.. 15

PENERAPAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF PROFESI KEPENDIDIKAN

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang

Pada jaman dahulu, pada umumnya tugas kewajiban guru hampir seluruhnya mengenai pekerjaan
mengajar terus dalam arti menyampaikan keterangan-keterangan dan fakta-fakta dari buku kepada murid,
memberi tugas-tugas dan memeriksanya. Sekarang, guru harus juga memperhatikan kepentingankepentingan sekolah, ikut serta menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah, yang kadangkadang sangat kompleks sifatnya.
Dalam banyak hal pekerjaannya berhubungan erat sekali dengan pekerjaan seorang pengawas, Kepala
sekolah, pegawai tata-usaha sekolah, dan berbagai pengurus lainnya. Secara berangsur-angsur tekanan
makin diberikan kepada partisipasi guru dalam administrasi pendidikan/sekolah, yakni penyelenggaraan
dan management sekolah.
Tokoh-tokoh pendidikan sekarang menekankan kepada gagasan tentang demokrasi dalam hidup
sekolah: guru-guru hendaknya didorong untuk ikut serta dalam pemecahan masalah-masalah
administratif yang langsung mempengaruhi status profesional guru. Administrasi sangat diperlukan bagi
kelangsungan proses belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Semua itu tidak lepas dari keaktifan
orang-orang yang menguasai administrasi dalam sekolah. Orang sering menganggap enteng
administrasi tersebut, padahal kalau administrasi dipegang sama orang-orang yang kurang terampil
maka administrasi tersebut akan berantakan. Orang yang memegang administraasi adalah orang yang
sudah terlatih dalam bidangnya (orang yang sudah mendapat ilmu/ pelatihan).

Administrasi tidak hanya dalam hal keuangan saja tetapi juga dalam kerapian/ keteraturan kita dalam
pembukuan. Administrasi tidak hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja tetapi setiap hari secara
kontinue. Administrasi adalah upaya menjadikan kegiatan kerja sama antara guru dan karyawan agar
proses belajar mengajar lebih efektif.

B.

Rumusan Masalah

1.

Apa yang dimaksud dengan administrasi pendidikan?

2.

Apa prinsip dasar dan ruang lingkup administrasi pendidikan?

3.

Apa fungsi dan tujuan administrasi pendidikan?

4.

Bagaimana penerapan administrasi pendidikan dalam perspektif profesi kependidikan?

C.

Tujuan

Dari Rumusan Masalah tersebut dapat ditarik 4 tujuan, yaitu :

1.

Untuk mengetahui maksud dari administrasi pendidikan.

2.

Untuk mengetahui prinsip dasar dan ruang lingkup administrasi pendidikan?

3.

Untuk mengetahui fungsi dan tujuan administrasi pendidikan.

4.

Untuk mengetahui penerapan administrasi pendidikan dalam perspektif profesi kependidikan.

BAB II

PEMBAHASAN

A.

Administrasi Pendidikan.

Kata administrasi berasal dari bahasa latinad dan administrare yang menurut Gei (1992) artinya melayani,
membantu, menunjang, pencapaian tujuan sehingga benar-benar tercapai. Pengertian administrasi
secara lengkap menurut Gei adalah segenap rangkaian kegiatan penataan terhadap pekerjaan pokok
yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam kerjasama mencapai tujuan tertentu.

Ditinjau dari katanya, administrasi mempunyai arti sempit dan arti luas.Dalam arti sempit diartikan
sebagai kegiatan pencatatan data, surat-surat informasi secara tertulis serta penyimpanan dokumen
sehingga dapat dipergunakan kembali bila diperlukan.Dalam hal ini kegiatan administrasi meliiputi
pekerjaan tata usaha.Dalam arti luas, administrasi menyangkut kegiatan manajemen/pengelolaan
terhadap keseluruhan komponen organisasi untuk mewujudkan tujuan/program organisasi.Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa pekerjaan administrasi merupakan pekerjaan operatif dan manajemen.

Dari definisi di atas maka administrasi dapat diuraikan menjadi lima pengertian pokok yaitu: (Sumber:
Buku Pengantar Administrasi Pendidikan)

1.

Administrasi merupakan kegiatan atau rangkaian kegiatan manusia.

2.

Rangkaian kegiatan itu merupakan suatu proses dan bersifat dinamis.

3.

Proses ini dilakukan bersama oleh sekelompok manusia yang tergabung dalam satu organisasi.

4.

Proses itu dilakukan dalam rangka mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

5.

Proses pengelolaan itu dilakukan agar tujuan dicapai secara efektif dan efisien.

Disamping adanya pengertian pokok administrasi juga ada unsur pokok administrasi. Menurut siagian
(1986) unsur pokok administrasi adalah:

1.

Adanya kelompok manusia (sedikitnya 2 orang).

2.

Adanya tujuan yang akan dicapai.

3.

Adanya tugas/fungsi yang harus dilaksanakan (kegiatan kerjasama).

4.

Adanya peralatan dan perlengkapan yang diperlukan.

Semua unsur pokok di atas perlu dikelola sedemikian rupa sehingga tujuan dapat tercapai secara efektif
dan efisien.

Berdasarkan pengertian administrasi di atas selanjutnya akan dilihat pengertian administrasi


pendidikan. Administrasi pendidikan merupakan perpaduan dari dua kata, yaitu administrasi dan
pendidikan.Pada hakekatnya administrasi pendidikan adalah penerapan ilmu administrasi dalam dunia
pendidikan atau dalam pembinaan, pengembangan dan pengendalian usaha praktek-praktek
pendidikan.Administrasi sekolah merupakan salah satu bagian dari administrasi pendidikan, yaitu
administrasi pendidikan yang dilaksanankan di sekolah.Salah satu alat administrasi sekolah adalah tata
usaha.

Nasution (1994: 245) mendefinisikan administrasi pendidikan sebagai proses keseluruhan semua
kegiatan bersama dalam bidang pendidikan dengan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia baik
personal, material maupun spiritual untuk mencapai tujuan pendidikan.

Sedangkan Nawawi (1998:11) memandang Administrasi Pendidikan sebagai suatu proses atau kegiatan,
yang selanjutnya dikemukakan bahwa Administrasi Pendidikan adalah serangkaian kegiatan atau
seluruh proses pengendalian usaha kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara

berencana dan sistematis yang diselenggarakan di lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga
pendidikan formal.

Di sisi lain menurut Sutjipto & Raflis (1994) administrasi pendidikan dapat dilihat dari berbagai aspek:

1.

Bila dilihat dari segi aspek kerja sama maka administrasi pendidikan dapat diartikan kerjasama
diantara orang-orang/personil sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Pelaksanaan kegiatan pokok pendidikan tidaklah mungkin dilakukan seorang diri oleh guru tetapi perlu
ada penataan oleh personil sekolah lainnya.

2.

Administrasi pendidikan adalah proses pencapaian tujuan pendidikan yang dimulai dari proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemantauan dan evaluasi dalam pencapaian tujuan
pendidikan.

Pengertian administrasi pendidikan telah pula dirumuskan oleh banyak pakar, antara lain :

1.

Administrasi pendidikan adalah : pelaksanaan / fungsi pejabat pimpinan pendidikan.

2.

Administrasi pendidikan adalah keseluruhan proses / rangkaian usaha kerja sama manusia.

3.

Administrasi pendidikan meliputi kegiatan perencanaan , pengorganisasian, pengawasan,

perumusan policy , pelaporan , korespondensi , pembiayaan dsb

4.

Administrasi pendidikan adalah memanfaatkan sumber daya manusia,material, sarana dan fasilitas

yang tersedia

B.

Prinsip Dasar Administrasi Pendidikan

Berikut ini merupakan dasar yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam
tugasnya. Beberapa prinsip dasar dalam administrasi antara lain : (Sumber: BukuAdministrasi
Pendidikan karangan Drs. H.M. Daryanto)

1.

Prinsip Efisiensi

Administrator akan berhasil dalam tugasnya bila dia menggunakan semua sumber, tenaga, dana, dan
fasilitas yang ada secara efisien.

2.

Prinsip Pengelolaan

Administrator akan memperoleh hasil yang paling efektif dan efisien dengan cara melakukan pekerjaan
manejemen, yakni merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan melakukan pemeriksaan
(pengontrolan).

3.

Prinsip Pengutamaan Tugas Pengelolaan

Bila diharuskan untuk memilih pekerjaan manajemen dan pekerjaan operatif dalam waktu yang sama,
seorang administrator cenderung memprioritaskan pekerjaan operatif. Namun ia sebaiknya tidak
memfokuskan perhatiannya pada pekerjaan operatif saja karena bila ia hanya berkecimpung dalam
tugas-tugas operatif saja, maka pekerjaan pokoknya akan terbengkalai.

4.

Prinsip Kepemimpinan yang Efektif

Seorang administrator akan berhasil dalam tugasnya apabila ia memiliki gaya kepemimimpinan yang
efektif, yakni memperhatikan hubungan antar manusia, Pelaksanaan tugas serta memperhatikan situasi
dan kondisi (sikon) yang ada.

Adapun tentang gaya kepemimpinan yang efektif adalah mampu memelihara hubungan baik dengan
bawahannya. Di samping itu ia juga harus memperhatikan pembagian dan penyelesaian tugas bagi
setiap anggota organisasi yang sesuai dengan jenis pekerjaanya.

5.

Prinsip Kerjasama

Administrator dikatakan berhasil dalam melakukan tugasnya bila ia mampu mengembangkan kerjasama
antara seluruh anggota baik secara horizontal maupun secara vertikal. Adapun prinsip-prinsip yang
digunakan dalam kurikulum 1975 sebagai landasan operasional kegiatan administrasi di sekolah adalah
berikut ini: (Sumber: Buku Administrasi Pendidikan karangan Drs. H.M. Daryanto)

Prinsip Fleksibilitas

Penyelenggaraan pendidikan di sekolah harus memperhatikan faktor-faktor ekosistem dan kemampuan


menyediakan fasilitas untuk pelaksanaan pendidikan sekolah.

Prinsip Efisien dan Efektivitas

Efisiensi tidak hanya dalam penggunaan waktu secara tepat, melainkan juga dalam pendayagunaan
tenaga secara optimal.

Prinsip berorientasi pada Tujuan

Semua kegiatan pendidikan harus beriorientasi untuk mencapai tujuan.Administrasi pendidikan di


sekolah merupakan komponen dalam sistem pendidikan maka untuk menjamin tercapainya tujuan
tersebut, tujuan operasional yang sudah dirumuskan harus menjadi sandaran orientasi bagi pelaksanaan
kegiatan administrasi pendidikan di sekolah.

Prinsip Kontinuitas

Prinsip kontinuitas ini merupakan landasan operasional dalam melaksanakan kegiatan administrasi di
sekolah.Karena itu, dalam tiap jenjang pendidikan harus memiliki hirarki yang saling berhubungan.

Prinsip Pendidikan Seumur Hidup

Setiap manusia Indonesia diharapkan untuk selalu berkembang. Karena itu masyarakat ataupun
pemerintah diharapkan dapat menciptakan situasi yang dapat mendukung dalam proses belajar
mengajar. Dalam pelaksanaan administrasi pendidikan, prinsip tersebut perlu digunakan sebagai
landasan operasional.

C.

Fungsi Administrasi Pendidikan di Sekolah.

Jika dihubungkan dengan administrasi pendidikan maka bisa diartikan bahwa fungsi merupakan upaya
peningkatan efektifitas unsur-unsur pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan itu sendiri.Fungsi
administrasi pendidikan itu meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan penilaian.
(Sumber: Buku Administrasi Pendidikan karangan Drs.Burhanuddin Yusak )

1.

Fungsi perencanaan.

Pendidikan merupakan fungsi yang sangat penting dari administrasi karena fungsi ini memang berperan
banyak dalam hal memberi petunjuk pada pelaksanaan pendidikan, acuan untuk memonitorkemajuan
dan pelaksanaan program pendidikan. Lalu dapat dinyatakan perencanaan adalah menetapkan terlebih
dahulu tujuan yang akan dicapai dan alat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan itu.

2.

Fungsi Pengorganisasian

Fungsi administrasi yang kedua adalah pengorganisasian, yang berarti upaya membinaan dan
memapankan hubungan antar kegiatan dan faktor fisik yang harus dilakukan dan diperlukan,
mengkoordinasikan sumber yang ada, pimpinan mendesain struktur formal bagi tugas dan hubungan

kewenangan yang akan menjamin efektifitas dalam pencapaian tujuan. Pengorganisasian berurusan
dengan pembagian jabatan yang harus dikerjakan, penetapan kelompok pekerjaan, dan pemerataan
tanggung jawab dalam pekerjaan.Prinsip yang dianut dalam pengorganisasian adalah pembagian kerja,
rintangan, departemenisasi dan otoritas atau wewenang.

3.

Fungsi Pengawasan

Fungsi lainnya dalam administrasi pengawasan yang bisa diartikan menguji, memeriksa, pertikasi dan
mengecek segala sesuatu yang terjadi itu sesuai atau tidak dengan rencana, instruksi yang dikeluarkan,
dan prinsip yang telah dimapankan.Pengawasan ini bersumber dari rencana dan tujuan organisasi.

4.

Fungsi Penilaian

Fungsi penilaian berarti proses monitoring kegiatan. Untuk menetapkan apakah satuan-satuan
organisasi telah berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan, jika belum tercapai dapat dilakukan
perbaikan. Proses penilaian meliputi pengukuran, perbandingan dan perbaikan.

Untuk mendapat gambaran yang lebih jelas, di bawah ini akan diuraikan secara lebih rinci.

1.

Perencanaan (Planning)

Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut: (Sumber: Buku Administrasi
Pendidikan karangan Drs.Burhanuddin Yusak )

Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai.

Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan.

Mengumpulkan informasi-informasi yang diperlukan.

Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan.

Merumuskan bagaimana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana


pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan.

Syarat-syarat perencanaan

Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan:

Perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas.

Bersifat sederhana, realistis dan praktis.


Terinci, memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan

sehingga mudah di pedomani dan dijalankan.


Memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi dan

situasi sewaktu-waktu.
Terdapat perimbangan antara bermacam-macam bidang yang digarap dalam

perencanaan itu

Diusahakan adanya penghematan tenaga, biaya dan waktu serta kemungkinan

penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya.

Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga, biaya dan waktu, juga membatasi
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasi atau tugastugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannya penyelesaian. Jadi, perencanaan sebagai
suatu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut:
perencanaan (planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang
tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pedndidikan.

2.

Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara


orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang
telah ditetapkan.Di dalam pengorganisasian terdapat adanya pembagian tugas-tugas, wewenang dan
tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian, sehingga dari situ dapat
terciptalah adanya hubungan kerjasama yang harmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah
ditetapkan.

Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas, wewenang
dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan penglaman,bakat, minat, pengetahuan dan
kepribadian masing-masing. Dengan demikian ,pengorganisasian sebagai salah satu fungsi administrasi
pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut:

pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga


terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan.

3.

Pengkoordinasian (Coordinating)

Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang, memerlukan adanya
koordinasi dari seorang pemimpin.Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan
terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan.

Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu padukan kegiatan dari berbagai individu agar
kegiatan mereka berjalan selaras dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. Usaha
pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara,seperti:

(a)melaksanakan penjelasan singkat

(b)mengadakan rapat kerja;

(c) memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, dan

(d) memberikan balikan tentang hasil suatu kegiatan.(Soetjipto:137:2004)

Dengan demikian,koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan
sebagai berikut: koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang, material, pikiran, teknik-teknik dan
tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan.

4.

Komunikasi

Proses menyampaikan atau komunikasimeliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran,
gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis.

Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada
secara tertulis.Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal
mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.

Menurut sifatnya, komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. Dalam
komunikasi bebas, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. sedangkan
dalam komunikasi terbatas, setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu
saja. Dengan demikian, organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan
sebagai berikut:
komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan
perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi.

5.

Supervisi

Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervisi.Pengawasan


bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Oleh karena itu, supervise haruslah meneliti ada
atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.

1.

Kepegawaian (Staffing)

Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian
merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya.Agak berbeda dengan fungsi-fungsi administrasi yang
telah dibicarakan, dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri.

Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan, memilih,


menempatkandanmembimbingpersonel.Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak
penyusunan perencanaan dan pengorganisasian.Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan
diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur
organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai
dengan jabatan yang di pegangnya.

7.

Pembiayaan

Biaya/pembiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena
biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi, tanpa biaya yang mencukupi
tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi. Setiap kebutuhan organisasi, baik
personel maupun material, semua memerlukan adanya biaya., itulah sebabnya masalah pembiayaan ini
harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan, antara lain:
(Sumber:http://marlinafis.blogspot.com/2010/04/administrasi-pendidikan-di-sekolah.html)

Perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan

Darimana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan.

Bagaimana penggunaanya

Siapa yang akan melaksanakannya

Bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya, dll

8.

Penilaian (Evaluating)

Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai
di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai
denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Setiap
kegiatan, baik yang dilakukan oleh unsur pimpinan maupunolehbawahan,memerlukanadanyaevaluasi.
(Purwanto:15-22:2007)

Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah:


(Sumber:http://marlinafis.blogspot.com/2010/04/administrasi-pendidikan-di-sekolah.html)

Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja, pekerjaan tersebut

berhasil.
Menjamin cara bekerja yang efektif dan efesien.

Memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindari situasi

yang dapat merusak.


Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi.(Soetjipto,

2004).

Perlu ditekankan disini bahwa fungsi-fungsi pokok yang telah dibicarakan di atas satu sama lain sangat
erat hubungannya, dan kesemuanya merupakan suatu proses keseluruhan yang tidak terpisahkan satu
sama lain dan merupakan rangkaian kegiatan yang kontinue.

D.

Tujuan Administrasi Pendidikan

Tujuan pendidikan perlu dibicarakan di sini karena alasan sebagai berikut:

tujuan pendidikan itu juga merupakan tolak ukur keberhasilan kegiatan administrasi pendidikan

di jenjang pendidikan itu.

Tujuan administrasi pada umumnya adalah agar semua kegiatan mendukung tercapainya tujuan
pendidikan atau dengan kata lain administrasi yang digunakan dalam dunia pendidikan diusahakanuntuk
mencapai tujuan pendidikan.Sergiovanni dan carver (1975) (dalam burhanuddin, 2005) menyebutkan
empat tujuan administrasi yaitu:

1.

efektifitas produksi;

2.

efesiensi;

3.

kemampuan menyesuaikan diri (adaptivenes);

4.

kepuasan kerja.

Keempat tujuan tersebut digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan dalam
penyelenggaraan sekolah. Sebagai contoh: sekolah mempunyai fungsi untuk mencapai efektivitas
produksi, yaitu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Dari yang telah
disebutkan di atas bahwa tujuan administrasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas
penyelenggaraan operasional pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.Namunpada garis besarnya
ada dua tujuan administrasi yang harus di capai oleh setiap jenjang dan jenis sekolah baik yang
berstatus negeri maupun swasta.(Sumber:http://marlinafis.blogspot.com/2010/04/administrasipendidikan-di-sekolah.html)

Tujuan pertama adalah administrsi pendidikan harus diupayakan sedemikian rupa agar dapat

terlaksana secara efektif , Artinya pelaksanaan pendidikan harus mencapai hasil sesuai dengan tujuan
pendidikan nasional.
Tujuan kedua adalah : Administrasi pendidikan harus pula diupayakan sedemikian rupa agar

dapat terlaksana secara efisien Artinya perbandingan terbaik antara pelaksanaan pendidikan dengan
hasil yang akan dicapai.

Administrasi pendidikan biasnya di terapkan di sekolah, tujuan administrasi pendidikan di sekolah dapat
dibedakan atas tujuan jangka pendek, jangka menegah dan jangka panjang. Berikut akan di jelaskan
tujuan administrasi pendidikan di sekolah.

1. Tujuan jangka pendek

Tujuannya adalah agar tersusun dan terlaksanannya suatu sistem pengelolaan instrumental dari proses
pendidikan guna pencapai pelaksanaan pendidikan disekolah secara efektif dan efisien dan menunjang
tercapainya tujuan pendidikan di sekolah.

2.

Tujuan jangka menengah

Tujuannya adalah menunjang tercapaianya tujuan institutional masing-masing jenis dan jenjang
pendidikan seperti yang digariskan oleh kurikulum.

3.

Tujuan jangka panjang

Untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan nasional seperti digariskan oleh UU Sisdiknas No.2
Tahun 1989.

E.

Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan

Ruang lingkup administrasi pendidikan pada garis besarnya terbagi atas tiga bidang yaitu :
(Sumber:http://baktiwaluyo.wordpress.com/2012/02/22/profesi-kependidikan-konsep-dasar-administrasipendidikan/)

a.

Bidang kependidikan , meliputi kurikulum / pengajaran , metode mengajar, evaluasi dan supervisi

pengajaran

b.

Bidang personil , meliputi unsur manusia yang mengajar , yang belajar dan pihak yang membantu

proses belajar mengajar

c.

Bidang sarana dan prasarana , alat fasilitas dan keuangan yang menunjang kelancaran kegiatan

belajar mengajar

F.

Penerapan Administrasi Pendidikan dalam Perspektif Profesi Kependidikan

Administrasi sangat perlu diterapkan bagi kelangsungan proses belajar mengajar dalam dunia
pendidikan. Semua itu tidak lepas dari keaktifan orang-orang yang menguasai administrasi dalam
sekolah. Orang sering menganggap enteng administrasi tersebut, padahal kalau administrasi dipegang
sama orang-orang yang kurang terampil maka administrasi tersebut akan berantakan. Orang yang
memegang administraasi adalah orang yang sudah terlatih dalam bidangnya (orang yang sudah
mendapat ilmu/ pelatihan).Administrasi tidak hanya dalam hal keuangan saja tetapi juga dalam kerapian/
keteraturan kita dalam pembukuan.Administrasi tidak hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja tetapi
setiap hari secara kontinyu.

Dalam bidang pendidikan, kebutuhan informasi mulai dari data lembaga, sarana kurikulum sampai
dengan data asal dan kondisi ekonomi siswa, sangat diperlukan baik oleh perorangan maupun lembagalembaga pemerintah dan swasta, maupun untuk kepentingan penelitian mahasiswa. Karena administrasi
adalah upaya menjadikan kegiatan kerja sama antara guru dan karyawan agar proses belajar mengajar
lebih efektif maka dalam rangka memberikan pelayanan yang baik, tentu hal ini menjadi tantangan bagi
para pemikir administrasi pendidikan untuk menciptakan format data administrasi pendidikan dan sistem
pengelolaan data administrasi kependidikan yang mampu mengakomodir berbagai keperluan.

Administrasi pendidikan sangatlah penting dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas


penyelenggaraan operasional pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan suatu lembaga pendidikan
serta untuk menentukan maju mundurnya suatu instansi atau lembaga yang mereka garap, suatu
sekolah dapat berjalan baik dan berarah jika setiap tahun sekolah itu menentukan dan merencanakan
kebijakan yang akan dijalankan pada tahun itu.

Peran Guru Dalam Pengadministrasian

Dalamhubungannya dengan kegiatan pengadministrasian, seorang guru dapat berperan sebagai berikut ;
(Sumber: Buku Menjadi Guru Profesional)

Pengambilan inisiatif, pengarah, dan penilaian kegiatan-kegiatan pendidikan.

Wakil masyarakat, yang berarti dalam lingkungan sekolah guru menjadi anggota suatu

masyarakat.

Orang yang ahli dalam mata pencaharian.

Penegak disiplin, guru harus menjaga agar tercapai suatu disiplin.


Pelaksanan administrasi pendidikan, disamping menjadi pengajar, gurupun

beranggungjawab akan kelancaran jalannya pendidikan dan ia harus mampu melaksanakan kegiatankegiatan administrasi.

Pemimpin generasi muda, masa depan generasi muda terletak ditangan guru.

Penerjemah kepada masyarakat, artiya guru beerperan untuk


menyampaikan segala perkembangan kemajuan dunia sekitar kepada masyarakat, khususnya masalahmasalah pendidikan

Tugas utama guru yaitu mengelola proses belajar-mengajar dalam suatu lingkungan tertentu, yaitu
sekolah. Sekolah merupakan subsistem pendidikan nasional dan di samping sekolah, sistem pendidikan
nasional itu juga mempunyai komponen-komponen lainnya. Guru harus memahami apa yang terjadi
dilingkungan kerjanya.

Di sekolah, guru berada dalam kegiatan administrasi sekolah, sekolah melaksanakan kegiatannya untuk
menghasilkan lulusan yang jumlah serta mutunya telah ditetapkan.Dalam lingkup administrasi sekolah
itu.

Dalam menetapkan kebijaksanaan dan melaksanakan proses perencanaan, pengorganisasian,


pengarahan, pengkoordinasian, pembiayaan dan penilaian kegiatan kurikulum, kesiswaan, sarana dan
prasarana, personalia sekolah, keuangan dan hubungan sekolah-masyarakat, guru harus aktif
memberikan sumbangan, baik pikiran maupun tenaganya. Administrasi sekolah adalah pekerjaan yang
sifatnya kolaboratif, artinya pekerjaan yang didasarkan atas kerja sama, dan bukan bersifat individual.
Oleh karena itu, semua personel sekolah termasuk guru harus terlibat.

BAB III

PENUTUP

A.

Kesimpulan

Setelah mengkaji materi, kami dapat menyimpulkan bahwa administrasi pendidikan adalah rangkaian
kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok organisasi dalam hal ini adalah siapa saja yang terlibat dalam
lembaga pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan tertentu utamanya lembaga pendidikan formal
untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah di rencanakan secara efektif dan efisien.

Untuk mencapai kesuksesan dalam menjalani kegiatan administrasi pendidikan di sekolah ada beberapa
dasar atau prinsip yang perlu diperhatikan agar administrator dapat mencapai sukses dalam
tugasnya.Beberapa prinsip dalam administrasi tersebut yaitu prinsip efisiensi, prinsip pengelolaan,
perinsip pengutamaan tugas pengelolaan, prinsip kepemimpinan yang efektif, prinsip kerjasama.

Dalam upaya peningkatan efektifitas unsur-unsur pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan itu
sendiri terdapat beberapa fungsi administrasi yang harus diperhatikan.Fungsi administrasi pendidikan
itu meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan penilaian.

Dari materi yang telah dijelaskan dapat pula disimpulkan bahwa tujuan administrasi pendidikan adalah
meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan operasional pendidikan serta sistem pendidikan
kearah yang lebih baik lagi dalam mencapai tujuan pendidikan.

Jelaslah bahwa penerapan administrasi sangat penting di sekolah. Penerapan administrasi ini juga harus
didukung oleh peran seluruh personel sekolah antara lain yaitu guru dan kepala sekolah.

B.

Saran

Dengan terselesainya makalah kelompok kami, kami menyarankan agar seluruh personel sekolah antara
lain guru dan kepala sekolah dapat menerapkan administrasi pendidikan dengan sebaik-baiknya karena

administrasi pendidikan merupakan upaya untuk mencapai tujuan pendidikan.Kamipun membutuhkan


kritik san saran yang membangun dari bapak dosen pembimbing serta teman-teman kelompok lain guna
untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan hari ini agar makalah yang kami buat untuk kedepannya dapat
lebih menarik dari hari.

DAFTAR PUSTAKA