Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang
Salah satu hal yang membantu kita menerima diri adalah menghargai
diri sendiri. Dalam hidup ini kita semua pernah merasakan tekanan- tekanan
batin akibat kesalahan atau kekurangan seperti: kesalahan dalam berbicara,
dalam bertingkah laku dan sebagainya, yang membuat kecewa dan
menjadikan kita kurang menghargai diri sendiri.
Pandangan jelek terhadap diri sendiri, baik beralasan maupun tidak,
akan tercermin dalam sikap terhadap orang- orang di sekitar kita. Jika kita
merasa tersiksa misalnya karena kekurangan, rasa penyesalan itu akan
tertumpuk untuk kemudian disalurkan dalam bentuk permusuhan terhadap
dunia luar. Sebaliknya, belajar untuk menghargai dan bersikap lebih ramah
terhadap diri sendiri bisa menambah cinta kita kepada orang lain. Bila tak
sanggup memecahkan persoalan- persoalan diri sendiri kita mulai membenci
orang- orang lain. Hasilnya adalah sebuah lingkartan setan yang akan
menghancurkan diri sendiri, yaitu: benci diri sendiri, benci orang lain,
akhirnya dibenci juga oleh orang lain. Atas dasar inilah maka penulis
menyampaikan materi tentang menghargai diri sendiri dan orang lain pada
makalah ini.

B. Ruang Lingkup Pembahasan


Agar materi yang disampaikan tidak terlalu melebar dan sehingga agar
mudah difahami, maka dalam penulisan makalah ini hanya membahas materi
tentang menghargai diri sendiri dan orang lain.
C. Tujuan

Tujuan Umum:
Agar pembaca memahami tentang konsep dasar dalam menghargai
diri sendiri dan orang lain.

Tujuan Khusus:
1.

Agar pembaca mengetahui tentang cara menghargai diri sendiri.

2.

Agar pembaca mengetahui tentang cara menghargai orang lain.

3.

Agar pembaca mampu mengaplikasikan materi ini dalam kehidupan


sehari- hari.

BAB II
MENGHARGAI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

A. Menghargai Diri Sendiri


Menghargai diri sendiri dapat diartikan sebagai: Suatu sikap
menghormati dan menjaga diri sendiri, tidak membiarkannya terlantar dan
menjadi beban orang lain, serta tidak membiarkannya diperalat atau
dimanipulasi oleh orang lain
Sikap- sikap ini dapat kelihatan dari tindakan seseorang menjadikan
dirinya sebagai subyek, pelaku aktif dalam setiap tindakan, tidak menjadikan
dirinya objek yang tertindas, yang hanya menerima nasib begitu saja.
Bentuk- bentuk dari sikap menghargai diri adalah dengan menjauhkan
diri dari tindakan- tindakan tercela, seperti: madat, narkoba, judi, maling,
provokator, dan sebagainya. Sedangkan sikap-sikap seperti: konsisten,
tanggung jawab dan menghargai waktu, termasuk wujud dari sikap
menghargai diri sendiri.
Harga diri adalah apa yang saya pikirkan dan rasakan tentang diri saya
sendiri bukanlah apa yang difikirkan dan dirasakan orang lain.
Kita sendirilah yang terlebih dahulu harus menghargai diri sendiri.
Karena dengan menghargai diri sendiri kita terpacu melakukan yang terbaik.
Kalau kita semata- mata mengharapkannya datang dari orang lain (terlebih

orang yang kita cintai dan puja), dan bila orang itu terlalu sibuk sehingga lupa
memberi pujian, akan membuat kita kecewa.
Buktikanlah terlebih dahulu pada diri sendiri bahwa kita memang
menghargai diri sendiri, maka orang lain akan menghargainya juga. Karena
itu, dianjurkan untuk memberikan penghargaan pada diri sendiri, dan
penghargaan dari orang lain akan datang, dan meskipun tidak mendapat
pujian dari orang lain, kita tidak menjadi kecewa.
Yang perlu dilakukan adalah bersyukur karena kita

mempunyai

potensi, dan mempunyai banyak keberuntungan, selain itu katakana pada diri
sendiri Saya orang yang mempunyai kamauan untuk maju. Karena itu
biasakanlah hanya berbicara tentang kebahagiaan-kemajuan-kemakmuran.
Mengembangkan harga diri berarti mengembangkan keyakinan bahwa
seseorang mampu hidup dan patut berbahagia dalam menghadapi kehidupan
dengan penuh keyakinan, kebajikan, dan optimisme yang akan membantu kita
mencapai tujuan. Dengan mengmbangkan harga diri berarti memperluas
kapasitas untuk mencapai kebahagiaan. Semakin kokoh harga diri seseorang
semakin kreatif dalam bekerja, semakin hormat dan bijak dalam
memperlakukan orang lain karena tidak memandang orang lain sebagai
ancaman. Yang perlu diingat adalah harga diri yang sejati tidak diungkapkan
melalui pemujaan diri saja dengan mengorbankan orang lain, atau
menyengsarakan orang lain untuk kebahagiaan sendiri. Kesombongan seperti
itu hanyalah menggambarkan betapa rapuhnya harga diri.

B. Hambatan Utama Menghargai Diri Sendiri


Salah satu penghalang seseorang untuk menghargai diri sendiri adalah
rasa rendah diri, yang dapat dimengerti sebagai suatu sikap negatif yang
memandang diri sendiri rendah. Hal ini menjadi corak khas dari orang yang
tak tahu akan harga diri. Sikap ini merupakan ciri dari kepribadian yang
menyebabkan si pemilik kepribadian itu merasa bahwa orang lain lebih baik
dari dirinya. Orang yang rendah diri tak akan pernah bisa menikmati
kedamaian jiwa. Orang yang rendah diri senantiasa dikejar-kejar oleh
kekurangan-kekurangan yang menghantui baik kekurangan itu sungguhsungguh ada atau hanya dibayangkan oleh diri sendiri. Seluruh hidupnya
penuh diliputi oleh kerja membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain,
dan hampir selalu mereka merasa kalah. Meskipun kenyataannya mungkin
tidak demikian, mereka sudah terlanjur menganggap diri sendiri kecil dan tak
berarti.
Ciri-ciri orang yang rendah diri antara lain:
a. Menuntut cinta dan kekaguman terlalu banyak dari orang lain.
b. Gila kesempatan dan berharap terlalu banyak pada dirinya.
c. Terlalu takut mengalami kekalahan dan kegagalan.
d. Terlalu dihantui sukses orang lain.
e. Menghindari tanggung jawab dengan menyatakan telah gagal.
f.
Terlalu peka perasaan.
Biasanya untuk menghindari atau mengurangi rasa rendah diri,
seseorang bisa menempuh berbagai cara, ada yang tergolong negatif dan ada
yang positif.
C. Cara-Cara Negatif Mengatasi Rendah Diri
1. Membangun mekanisme pertahanan
Cara pertama adalah mekanisme pertahanan atau dalam sehari-hari
disebut mencari perlindungan. Disini si penderita merasa rendah diri mau
menutupi dirinya dengan selubung yang berkilau-kilau. Ia bicara besar,
5

berlagak mengada- ngada, membual tentang prestasi- prestasinya dalam


banyak bidang, menunjukkan sikap berlebih- lebihan pada saat-saat yang
tidak tepat.
Cara seperti ini tak akan membawa hasil positif bagi perkembangan
kepribadian orang yang bersangkutan, dan orang- orang lain pun segan
menerimanya, bahkan dalam banyak hal justru akan menambah rasa cemas
dalam dirinya, karena ia selalu was-was dan berjaga- jaga kalau- kalau
orang-orang lain sampai tahu siapa dia sebenarnya.
2. Mengundurkan diri dari lingkungan
Si penderita minder itu besembunyi, sambil berkhayal tentang
kehebatan dirinya yang tak pernah terjadi. Ia melamun tapi tak berbuat
sesuatu pun. Ia hidup dalam lamunan, di mana dia untuk sementara
memperoleh kepuasan semu, namun jauh dari realitas dirinya yang
sebenarnya. Ketika dia sadar bahwa dirinya tidak seperti yang dia
lamunkan, kekecewaan menghantui hatinya. Orang ini juga tidak mau
bergaul dengan orang lain, ia mau agar orang lain menganggap bahwa
dirinya itu unggul.
Cara bersembunyi dalam menara gading ini pun tidak akan
membawa perbaikan- perbaikan, dan hanya membuat orang ini semekin
jauh dari realitas dirinya yang sebenarnya. Cara mekanisme pertahanan
dengan mencari perlindungan dan mengundurkan diri dari lingkugan, para
ahli ilmu jiwa beranggapan bahwa cara- cara pananggulangan seperti itu
merupakan bahaya besar bagi perkembangan kepribadian seseorang.
D. Cara- Cara Positif Mengatasi Rasa Rendah Diri
1. Langsung bertindak mengatasi kekurangan.

Rasa rendah diri memang dapat menjadi pembunuh yang kejam. Tapi
di lain pihak dapat menjadi sumber semangat yang luar biasa. Hal
mengatasi kekurangan ini membawa seseorang kearah kompensasi
berlebihan, yang dilakukan oleh orang-orang penderita rendah diri, dan
sering dianggap sebagai pendorong terciptanya orang- orang besar atau
karya- karya bersejarah, sepanjang jaman. Dengan kompensasi ini tidak
saja kelemahan atau kekurangan dalam suatu bidang diatasi, tapi lebih jauh
lagi orang mengubah kelemahannya semula menjadi kelebihan dan
kekuatan yang dapat diandalkan.
Kemauan yang keras, tekad yang membaja untuk mengatasi
kesalahan

melahirkan

usaha-

usaha

fanatik

dengan

hasil

yang

menakjubkan pula. Sejauh usaha- usaha fanatik ini tidak menjurus pada
egoisme sempit, atau tidak menganggu kepentingan orang lain maka
komopensasi berlebihan merupakan cara mengatasi rendah diri yang baik.
Dengan tekad dan keberanian, kita bisa memanfaatkan cacat- cacat atau
kelemahan sebagai batu loncatan kearah sukses.
2. Substitusi (cara mengganti).
Kekurangan dalam satu bidang bisa juga diatasi dengan mempuuk
kelebihan di bidang lain. Seseorang yang lemah jasmaninya bisa memupuk
kelebihan dengan mengembangkan daya rohaninya. Ini misalnya
dilakukan oleh Immanuel Kant, filsuf Jerman yang tersohor itu. Karena ia
benci melihat bentuk tubuhnya sendiri, ia memuaskan perhatian pada
kemampuan berfikir. Dan memang buah pikirannya yang menjadikannya
termahsyur.
3. Mau menerima kekurangan-kekurangan dan batas- batas kemampuan kita.

Jika bertindak langsung mengatasi kekurangan atau substitusi tak


mungkin dilakukan, maka jalan lain yang bisa ditempuh adalah menerima
kekurangan- kekurangan dan batas- batas kemampuan kita sebagai sesuatu
yang wajar. Ini tidak berarti bahwa kita tidak berbuat apa- apa, tapi
berusaha memahami kenapa

kelemahan itu dapat timbul, menyadari

bahwa itu ada dan berusaha menerimanya.


Jika kita tidak mau menerima kekurangan-kekurangan dan
ketidaksempurnaan maka tekanan-tekanan jiwa yang terus-menerus akan
melanda. Tak ada gunanya menjadi seseorang yang lain yang nyata-nyata
tak mungkin kita capai melalui pengorbanan- pengorbanan luar biasa.
4. Tuhan menciptakan tiap-tiap manusia dengan selalu memberi
keistimewaan tertentu.
Keistimewaan itu kita kembangkan. Disamping itu, kenyataan
banyak menunjukkan bahwa kebahagiaan hidup tak selalu tercapai dengan
kekayaan, kemasyuran, kebesaran, dan lain-lain yang biasanya dijadikan
ukuran sukses hidup. Sering terjadi bahwa di balik kemegahan seseorang
tersembunyi kesengsaraan dan kehausan akan kebahagiaan hidup sejati
yang tidak pernah terpuaskan.
Maka terimalah kenyataan tentang diri sendiri dengan lapang dada,
sambil terus berusaha memperbaiki diri selangkah demi selangkah. Dan
sebenarnya usaha-usaha kita dalam member arti pada kehidupan itulah
yang menentukan bahagia tidaknya diri kita, biarpun hasilnya tidak selalu
cemerlang atau sesuai dengan harapan kita.
5. Mencatat dan mengingat- ingat sukses yang pernah dicapai.
Ini cara yang tepat untuk memulihkan pengharapan kita terhadap diri
sendiri. Biar bagaimanapun tidak pernah hidup seseorang itu terdiri dari

kegagalan- kegagalan semata. Pasti ada saat- saat di mana seseorang


pernah mencapai sesuatu yang tidak biasa, biarpun kecil. Kalau Anda telah
demikian peka akan kegagalan, kenapa Anda tidak peka pula terhadap
sukses- sukses. Pengalaman pernah membuat prestasi- prestasi kecil
seperti itu bisa menjadi dasar bagi Anda memulihkan keyakinan bahwa
sebenarnya Anda adalah lebih baik, lebih dibutuhkan, lebih mujur, lebih
menarik, daripada yang anda fikirkan.
Rendah diri merupakan penyakit yang bisa menimpa kepribadian
seseorang sebagai konsekuensi dari kenyataan bahwa manusia itu hidup
bersama- sama dan berhubungan satu sama lain. Menderita rendah diri
bukanlah suatu kejahatan bahkan bisa dikatakan pula bukan suatu
kemalangan. Bergantung dari kita sendiri bagaimana megnhadapinya.
Belajar untuk menghadapi dan bersikap ramah terhadap diri sendiri adalah
perlu, karena hanya dengan itulah kita bisa menambah cinta kita kepada
orang- orang lain. Hubungan yang baik dengan orang- orang lain hanya
bisa tercapai kalau hubungan dengan diri sendiri berlangsung baik.
E. Upaya Agar Dihargai
1. Menghormati Diri Sendiri
Untuk dihargai atau dihormati, kita harus lebih dahulu memikirkan
apakah memang kita pantas dihargai orang lain. Sering kali kita
mendengar keluhan seseorang yang marah, karena merasa tidak
diperlakukan sopan. Apakah kita dapat menghormati seseorang yang dapat
merendahkan dirinya sendiri? Sulit sekali tentunya. Karena dia sendiri
tidak menhormati dirinya sendiri. Dia merusak dirinya sendiri dengan
tidak mempunyai rasa hormat untuk dirinya.
9

2. Memperbaiki Penampilan
Rasa hormat pada diri sendiri akan terpantul pada semua yang kita
lakukan. Hal-hal yang perlu diperhatikan agar kita dihargai antara lain
dengan tampil meyakinkan, yang membuat kita merasa dan berpikir yakin
tentang diri sendiri. Apabila kita sudah yakin dengan penampilan kita,
maka kita pun tidak akan ragu. Karena penampilan langsung memberikan
rasa percaya diri, begitu juga orang-orang dengan siapa kita berintreraksi
menaruh kepercayaan pada kita melalui penampilan.
Tidak dapat disangkal bahwa kecerdasan memegang peranan penting,
namun kesan pertama yang dinilai ialah penampilan. Penampilan
membentuk dasar pemikiran orang lain terhadap kita. Tetapi semuanya itu
harus dimulai dari dasar pemikiran kita sendiri. Kita sendirilah yang harus
terlebih dahulu menyadari bahwa penampilan itu penting tatkala kita
melihat dan menilai diri kita sendiri. Bagaimana penilaian Anda tentang
diri sendiri? Maka itu pula yang dipantulkan keluar ke orang lain. Maka
usahakan setiap kali meninggalkan rumah, kita membawa serta
penampilan diri yang positif.
Bagaimana penampilan yang berwibawa? Inilah yang perlu
dipikirkan karena sering kali cara berpenampilan/berbusana lebih banyak
ditentukan oleh mode. Sedangkan mode tidak terlalu mempedulikan
apakah yang dicetuskan akan meningkatkan citra ataukah justru membuat
seseorang menjadi korban mode. Selera yang baik dalam penampilan
semuanya dapat dipelajari, karena kita semua dianugerahi Tuhan
kemampuan berpikir. Dari berpikir akan tercipta hasil pemikiran tentang
10

bagaimana kita menampilkan diri, sehingga apa yang ditampilkan itu


adalah apa yang kita dambakan. Jadi tidak salah lagi bahwa diri kita
adalah apa yang kita pikirkan.
Selain dari penampilan kita yang dapat langsung dilihat dari luar,
upaya kita yang lain supaya dihargai masih banyak, tetapi yang harus
diingat adalah bahwa harga diri tidak saja ditentukan oleh
keberhasilan duniawi saja, tapi juga ditunjang oleh kesadaran,
penerimaan terhadap diri sendiri, penuh tanggung jawab.
3. Hidup Penuh Kebaikan
Hidup sebagaimana adanya, hidup dengan penuh kebaikan dan
penuh integritas. Hidup dengan penuh kesadaran adalah hidup yang
bertanggung jawab terhadap realitas, hidup yang menghargai berbagai
kenyataan,

pengetahuan

dan

kebenaran,

suatu

sarana

untuk

membangkitkan tingkat kesadaran yang mengatasi tindakan-tindakan kita.


F.

Cara Menghargai Diri Sendiri


Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sebagai bentuk cara kita
menghargai diri sendiri, diantaranya berikut di bawah ini:
1. Kenali Diri Sendiri
Mengenali diri merupakan bagian tersulit dalam proses menghargai
diri. Mengenali diri merupakan sebuah proses yang menuntut kejujuran
kita dalam melihat dan mengevaluasi diri. Hanya dengan kejujuran inilah
kita bisa mengidentifikasi keunggulan kita dan hal-hal dalam diri kita
yang masih perlu kita perbaiki ataupun kembangkan lebih lanjut. Dengan
mengenal diri kita dengan baik, kita bisa memilih strategi terbaik untuk
berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain.

11

Jika kita telah mengenal diri dengan baik, kita bisa memahami
kekuatan kita yang bisa kita "bagikan" kepada orang lain. Kita juga bisa
2.

memahami apa yang bisa kita pelajari dari orang lain.


Menghargai Diri sebagai Ciptaan Tuhan
Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan membuat kita tetap rendah
hati walaupun telah diberi kesempatan menikmati banyak kesuksesan.
Menghargai diri sebagai ciptaan Tuhan juga dapat membuat kita lebih
tegar dalam menyikapi kelemahan kita. Semua ciptaan Tuhan adalah
sempurna menurut fungsi dan tanggung jawab yang kita emban dalam
hidup ini. Kita tidak perlu meratapi diri dalam menghadapi kelemahan
yang tidak bisa diperbaiki. Kelemahan ini membuat kita mendapat
kesempatan melihat hal-hal lain yang bisa kita lakukan bukan terpaku

3.

pada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan lagi.


Sadari bahwa kita ini unik
Yakinlah bahwa diri kita adalah unik dan tidak ada yang bisa
menduplikasi
dari keunikan kita. Dari jumlah manusia yang milyar angkanya , tidak
ada yang seperti kita sebelum kita hadir di dunia ini, dan tidak ada yang
seperti kita pada saat kita ada didunia ini, lebih lagi di masa akan datang
tidak aka nada yang bergerak, berbicara dan berpikir sama persis seperti

4.

kita.
Atasi Kelemahan Anda
Langkah yang satu ini sering kali sulit kita lakukan. Kita seringkali
tidak mau mengakui kelemahan kita. Kita sering kali mengandalkan
penilaian orang lain semata terhadap kelemahan kita. Padahal sebenarnya
jika kita jujur, kitalah orang yang seharusnya lebih tahu kelemahan kita

12

sendiri. Jika kita jujur, kita mungkin mendapatkan bahwa kelemahan kita
mungkin saja bukan kelemahan, tetapi kesalahan yang kita lakukan:
kebiasaan buruk (misalnya: kebiasaan menunda pekerjaan, kebiasaan
melakukan terlalu banyak pekerjaan dalam kurun waktu tertentu; sikap
negatif (misalnya: lupa berterima kasih pada orang-orang yang telah
banyak membantu, lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri tanpa
melibatkan orang lain); atau cara pandang yang salah terhadap
kesuksesan dan strategi untuk meraih sukses.
5. Kembangkan Diri Anda
Setelah kita mampu mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan kita,
kita perlu membiarkan diri kita dibentuk menjadi lebih baik. Dalam hal
ini kita tidak bisa melakukannya sendirian. Selain berusaha, kita perlu
juga

mengandalkan

Sang

Pencipta

untuk

membantu

usaha

pengembangan diri kita.


Bagaimana jadinya kalau kita tidak bisa menilai diri sendiri dan
menghargai diri kita sendiri. Kita layak kok mendapat sesuatu dari apa yang
sudah kita lakukan. Anggap saja itu adalah pekerjaan dan kita dibayar atas
apa yang udah kita kerjakan Salah satu jalan untuk belajar menghargai
kontribusi
diri sendiri. Dan faktor penting untuk menemukan kebahagiaan adalah
berdamai dengan diri anda sendiri. Jika pandangan anda terhadap diri sendiri
sehat, anda akan lebih kuat dalam menghadapi tantangan apapun dari dunia
luar yang ditujukan kepada anda. Jika anda mempunyai gambar diri yang
rendah, hal pertama yang perlu anda sadari adalah anda tidak bisa terus

13

bergantung kepada orang lain untuk memberi arti pada keberadaan anda, serta
dalam melakukan pergaulan dengan sesama.
Kita juga perlu belajar dari orang lain yang bisa menjadi teladan kita,
dan bekerja sama dengan orang lain yang memiliki pengalaman dan
pengetahuan yang lebih dalam dari kita. Jadi kuncinya adalah kerendahan hati
untuk meminta bantuan orang lain untuk pengembangan diri kita.
Langkah pertama untuk sukses adalah menghargai diri sendiri. Hanya
dengan demikianlah kita bisa mengetahui bagaimana menghargai orang lain.
Satu-satunya orang yang akan menghabiskan seluruh hidup bersama anda
adalah diri anda sendiri, jadi jika anda ingin bahagia seumur hidup anda,
waktu anda untuk berdamai dengan diri sendiri adalah saat ini, dan
Tersenyum pada diri sendiri, sudahkah anda tersenyum untuk diri anda
sendiri?
G. Kesalahan Besar Tentang Menghargai Diri Sendiri
Ada 6 hal yang kesalahan yang sering secara sadar pernah kita lakukan
sehingga kita salah tentang menghargai diri sendiri. 6 hal tersebut antara lain:
o

Membandingkan diri dengan orang lain secara tidak adil


Sikap ini seharusnya tidak ada pada diri kita. Semua orang sudah
sepakat bahwa semua manusia itu sama. Yang membedakan adalah
sejauh mana dia memberikan manfaat

terhadap orang lain dan

lingkungannya. Selanjutnya sejauh mana tingkat keimanan dan


ketakwaan terhadap Sang Kuasa. Kita semua diciptakan Sang Maha
Kuasa untuk member kontribusi yang baik bagi social lingkungan kita.

14

Merasa diri tidak ada artinya


Perasaan yang satu ini memang fatal jika dimiliki semua orang. Karena
dengan perasaan ini bukan sikap percaya diri yang akan timbul, tapi
sikap minder yang akan dituai. Jika kita merasa tidak mempunyai arti
dalam hidup, maka kita akan merasa tidak bisa berbuat apa- apa.
Selanjutnya kita akan merasa tidak akan bisa memberikan yang terbaik
bagi orang lain. Jika hal ini terjadi sama saja kita tidak mempunyai
fungsi dalam social dan lingkungan. Jika kita tidak mempunyai peran
atau manfaat, lebih baik kita tidak ada. Oleh karena itu percayalah,
apapun diri kita itulah yang seharusnya dikembangkan dan digali
potensinya untuk kebaikan orang lain.

Berfikir bahwa harus menyenangkan semua orang


Yang paling benar adalah berfikir bagaimana kita bisa bermanfaat bagi
semua orang. Dengan begitu kita akan melakukan tindakan-tindakan
untuk bisa membuat hal- hal yang bisa mengantarkan kita berhasil.
Dengan keberhasilan itupun kita harus bisa member manfaat bagi orang
lain. Jika manfaat untuk semua orang bisa diperoleh pasti lingkungan
kita akan merasa senang dengan apa yang telah kita berikan.

Menetapkan sasaran- sasaran yang tidak masuk akal


Yang dimaksud disini adalah janganlah kita bermimpi terlalu tinggi jika
kita tidak pernah berusaha untuk menggapainya. Yang dituntut disini

15

adalah bermimpi dengan usaha untuk menggapainya. Tapi alangkah


baiknya jika mempunyai mimpi besar dengan diiuti usaha yang
maksimal.
o

Mencari arti hidup


Hidup bukan mencari arti hidup. Arti hidup akan kita dapatkan jika
hidup kita berakhir. Hiasi hidup dengan berbagai tindakan yang bisa
memberikan dirimu manfaat.

Merasa bosan
Kalau kita merasa bosan, maka semua hal yang diinginkan menjadi
percuma. Bosan akan mendekati sikap putus asa. Makanya buang jauhjauh rasa bosan. Perbarui rasa semangat kita. Cari penyebab kita bosan.
Setelah itu kita lakukan tindakan agar semangat itu kambali muncul.

H. Alasan Mengapa Kita Perlu Menghargai Diri Sendiri


Menghargai diri sendiri secara positif bukan berarti sombong atau
merasa superior daripada orang lain. Menghargai diri sendiri berarti merasa
bangga pada dirimu yang sebenarnya nilai-nilai dan kepercayaan yang kamu
anut, tindakan-tindakan, serta prestasi-prestasi yang telah kamu capai.
Perasaan bangga itu keluar dari dalam, bukan dari luar.
Konsep diri yang positif adalah sebuah keterampilan psikologis yang
penting dalam hidup. Inilah alasannya mengapa perlu menghargai diri sendiri:

16

1.

Kita

akan

cenderung

berani

mengambil

resiko-resiko

positif.

Kemungkinan gagal pasti ada, tapi kita juga tahu bahwa kita mungkin
2.

bisa berhasil.
Kita akan cenderung mencegah diri dari mengambil resiko-resiko negatif.
Rasa hormat pada diri sendiri akan membuat kita tidak akan

3.

menempatkan diri dalam situasi berbahaya.


Kita akan cenderung menolak tekanan-tekanan negatif dari rekan-rekan

4.

sebaya.
Kita tidak akan mengikuti arus hanya karena ingin diterima oleh

5.

lingkungan.
Kita menjadi kuat. Kita bisa mengatasi perubahan-perubahan dan

6.

tantangan dalam hidup.


Kita menjadi ulet. Kita bisa bangkit kembali saat hidup terasa hancur

7.

karena ditimpa masalah, kekecewaan atau kegagalan.


Kita bisa menenetukan sasaran hidup sendiri dan berjuang keras untuk

8.

mencapainya.
Kita bebas mengolah kreativitas yang kita punya serta menggunakan

9.

bakat, keahlian, dan kemampuan sebaik- baiknya.


Kita bisa membiarkan diri kita bahagia, karena kita memang layak

mendapatkannya.
10. Kita mempunyai pandangan positif terhadap hidup.
I.

Membangun Rasa Percaya Diri


Rasa kepercayaan diri sudah seharusnya dibangun oleh semua orang.
Dengan rasa percaya diri diharapkan tumbuh sebuah harapan dalam mencapai
tujuan mulia. Sedangkan bagaimanakah membangun rasa percaya diri?
Berikut ini adalah 5 cara untuk membangun rasa percaya diri:
1. Belajar mengatasi perasaan
Banyak sekali macam-macam perasaan seperti perasaan marah,
kesal, kecewa, sedih, terluka, frustasi, dan atau stress berat. Perasaan akan

17

ini ada pada semua orang. Ada yang menanggapinya perasaan dengan
marah- marah yang meluap, stress yang berkelanjutan, dan lain- lain.
Seharusnya hal semacam ini terjadi. Mampu mengatasi perasaan ternyata
sangat penting. Karena dengan mengatasi perasaan atau gejolak orang bisa
hidup dengan nyaman. Sebaliknya bagaimana caranya. Ternyata caranya
sangat mudah sekali yaitu dengan mengalihkan perasaan tersebut pada halhal yang positif.
2. Sadari bahwa kita sendiri yang bertanggung jawab atas tindakan kita.
Hal ini yang harus kita miliki. Ini adalah sifat mutlak. Karena saat ini
banyak orang melakukan kesalahan disebabkan karena dia tidak tahu kalau
perbuatannya itu salah. Oleh karena itu diperlukan sifat sadar diri bahwa
segala sesuatu yang kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan.
Cara yang ampuh adalah tolaklah segala macam ajakan dari siapapun yang
memang salah menurut orang dan norma yang berlaku. Jangan ikuti
kehendak nafsu negative. Selalu cari hal- hal yang positif. Dari sikap itu
kita akan lebih aman dan percaya diri.
3. Menjadi orang yang mengambil keputusan
Mengambil keputusan adalah hal yang akan dihadapi semua orang.
Orang akan gusar, gundah atau bingung ketika diminta untuk mengambil
satu pilihan diantara dua pilihan iya atau tidak. Hal ini disebabkan
karena banyak dari kita tidak dibiasakan untuk mengambil keputusan
sendiri. Selama ini kita dimanjakan dengan menerima segala keputusan
dari berbagai pihak. Sehingga kita menjadi objek yang menjalankan
keputusan tersebut. Disamping itu hal semacam ini akan menjadikan kita
semakin bodoh. Maksudnya kita tiak mempunyai jiwa yang idealis dan
tidak kritis.
18

Mengambil keputusan sendiri akan melatih kita untuk bisa berfikir


secara tepat. Mengambil keputusan mampu membuat kita semakin matang
dalam tindakan. Membiasakan diri untuk mengambil keputusan bisa
menjadikan kita lebih cekatan dalam hidup.
4. Sejenak fokuskan diri
Banyak dari kita mempunyai banyak sekali tujuan tapi semuanya
tidak bisa tercapai dengan baik. Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?
Inilah pertanyaan besar yang harus kita selesaikan segera.
Ternyata selama ini kita tidak mempunyai sebuah tindakan fokus.
Fokus terhadap sesuatu sangat diperlukan agar kita bisa menyelesaikan hal
tersebut. Agar mendapatkan sikap fokus adalah susun skala prioritas dari
berbagai macam hal yang diinginkan. Dengan susunan atau urut- urutan
tersebut kita bisa mengambil tindakan hal apa dulu yang harus kita capai.
Setelah hal pertama telah dicapai dengan baik kita baru beranjak ke hal
yang selanjtnya. Dijamin dengan begini, kita bisa lebih fokus dalam
mencapai cita- cita.
5. Berilah motivasi pada diri sendiri
Kadang kala orang gagal karena tidak mempunyai motivasi diri.
Banyak sekali faktor- fakor yang menyebabkan orang hilang motivasinya.
Ada yang karena gagal pada tahap pertama, kehilangan saudara, sahabat
orang yang dicintai, dan lain sebagainya.jika hal ini terjadi pada diri kita,
kita tidak boleh membiarkan saja. Segera untuk menghilangkan rasa putus
asa tersebut. Salah satu cara yang paling ampuh adalah semanagti diri kita
sendiri. Coba sejenak ingatlah masa- masa dimana kamu Berjaya. Tuliskan
dalam dadamu bahwa kamu bisa lebih berhasil daripada masa itu.
Selanjutnya buatlah kata- kata yang bisa memberimu gairah untuk
19

berprestasi. Setelah itu bacalah atau tontonlah apa saja yang bisa
membuatmu semakin termotivasi olehnya. Dengan begitu semangat untuk
berkarya pada diri akan semakin berkobar. Dan yang terpenting kita akan
semakin percaya diri bahwa apa yang telah kita cita- citakan akan segera
tercapai.
J.

Menghargai Orang Lain


Berbicara tentang menghargai orang lain, maka ada dua tipe orang
yaitu:
1. Orang yang tidak tahu bagaimana caranya memuji atau menghargai orang
lain.
2. Orang yang tidak mau memuji atau menghargai orang lain.
Kedua tipe ini bisa bersumber dari satu keluarga yang sama, yaitu:
Orang- orang yang biasanya dibesarkan dalam rumah yang hampa pujian
atau tanggapan positif dari orangtuanya. Akhirnya mereka hidup di dalam
tuntutan sehingga tidak pernah atau jarang sekali mereka memenuhi tuntutan
itu karena tidak mendapatkan tanggapan positif dari orangtuanya. Mereka
selalu melihat diri mereka sebagai orang yang tidak mempunyai
keberhasilan, tidak pernah dipuji. Karena tidak pernah mendengarkan
pujian, akhirnya tidak tahu bagaimana caranya memberikan pujian atau
menghargai orang lain. Dari keluarga yang sama juga bisa muncul
seseorang yang sebenarnya tahu bagaimana caranya memuji orang, tapi
tidak mau melakukannya. Kenapa? Sebab dia merasa dia pun dulu tidak
pernah mendapatkan pujian atau penghargaan dri orang lain, maka
sekarang orang pun tidak akan mudah mendapatkan pujian atau
penghargaan dari dia.

20

Namun sebenarnya mereka bisa belajar untuk menghargai orang lain,


langkah satu- satunya adalah coba melihat perubahan atau kemajuan hal
yang positif sekecil apapun pada diri orang lain.
Ada satu alasan kenapa seseorang patut menerima pujian atau
penghargaan yaitu karena orang tersebut telah berusaha.
Selain kita memberikan pujian dan penghargaan melalui kata- kata, ada
hal yang memang tidak terungkapkan melalui kata- kata namun terbaca jelas
adalah sikap hormat.
Tiga dampak positif yang akan timbul jika kita memberikan
penghargaan kepada orang lain, yaitu:
Orang lain akan lebih termotivasi untuk menjadi lebih baik.
Orang lain akan mau lebih dekat dengan kita.
Orang tersebut nantinya juga akan lebih mudah menghargai orang lain
pula, sebab mereka sudah menerimanya dari kita.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
a. Menghargai diri sendiri dapat diartikan sebagai: Suatu sikap
menghormati dan menjaga diri sendiri, tidak membiarkannya terlantar
dan menjadi beban oramg lain, serta tidak membiarkannya diperalat atau
b.

dimanipulasi oleh orang lain


Hambatan utama menghargai diri sendiri adalah rasa rendah diri, yang
dapat dimengerti sebagai suatu sikap negatif yang memandang diri

c.

sendiri rendah.
Ciri-ciri orang yang rendah diri antara lain menuntut cinta dan
kekaguman terlalu banyak dari orang lain, gila kesempatan dan berharap
21

terlalu banyak pada dirinya, terlalu takut mengalami kekalahan dan


kegagalan, terlalu dihantui sukses orang lain, menghindari tanggung
d.

jawab dengan menyatakan telah gagal, terlalu peka perasaan.


Cara negatif menghargai diri sendiriyaitu membengunmekanisme
pertahanan, mengundurkan diri dari lingkungan,sedangkan cara positif
untyk menghargai diri sendiri adalah mau menerima kekurangankekurangan dan batas-batas kemampuan, meyakini adanya keistimewaan,

e.

dan mencatat juga mengingat-ingat sukses yang pernah tercapai.


Menghargai orang lain memiliki dua tipe yaitu orang yang tak tahu cara
memuji orang lain atau orang yang tak mau memuji orang lain.
Seseorang patut menerima pujian atau penghargaan yaitu karena orang
tersebut telah berusaha.

B. Saran
Dari makalah ini sebaiknya seseorang bisa menghargai diri sendiri
karena jika kita bisa menghargai diri sendiri, kita dapat memandang diri
secara positif. Apabila memiliki pandangan positif, maka kita bisa melihat
kelemahan kita sebagai suatu kesempatan memperbaiki dan mengembangkan
diri. Kita juga melihat kekuatan kita sebagai anugerah yang dapat kita
manfaatkan untuk berbagi dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan
demikian, kita bisa membuat diri kita berharga dan berguna bagi lingkungan
kita dan orang-orang di sekitar kita.

22

DAFTAR PUSTAKA

Drs. Sunaryo M.Kes. 2004. Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC.


Gea, Antonius Atosokhi S.Th. MM, dkk. 2002. Relasi dengan Diri Sendiri.
Jakarta: Elex Media Komputindo.
Http://Mashade.Wordpress.com/2009/02/14 diambil tanggal 20 Oktober 2009.