Anda di halaman 1dari 7

Putusan Pengadilan Pajak Nomor : Put.42541/PP/M.

XV/16/2013

Jenis Pajak

: Pajak Pertambahan Nilai

Tahun Pajak

: 2008

Pokok Sengketa

: bahwa yang menjadi pokok sengketa adalah, Koreksi Dasar Pengenaan Pajak
Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 sebesar
Rp.1.303.220.734,00 yang tidak disetujui Pemohon Banding, dengan
perincian sebagai berikut :
1. Tambahan penjualan/penyerahan karena metode gross up/laba kotor
sebesar Rp.533.817.568,00,
2. pemberian cuma-cuma sampel sebesar Rp.72.772.346,00,
3. pemberian
cuma-cuma
deals-distribution
discretionary
sebesar
Rp.696.630.820,00.
Tabel nilai sengketa atas Objek Pajak sampai dengan Surat Banding
No
Jenis Sengketa Objek Pajak Pertambahan Nilai
1.
Koreksi DPP atas penyerahan yang PPN-nya harus dipungut sendiri
Nilai Sengketa terbukti sampai dengan Surat Banding

1.

Nilai Sengketa
(Rp)
1.303.220.734,00)
1.303.220.734,00)

Tambahan penjualan/penyerahan karena metode gross up atau laba


kotor sebesar Rp.533.817.568,00

Menurut Terbanding: bahwa Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober
2008
dikoreksi
sebesar
Rp.533.817.568,00
atas
Tambahan
penjualan/penyerahan karena metode gross up/laba kotor.
Menurut Pemohon : bahwa menurut Pemohon Banding, koreksi tambahan penjualan karena
metode gross up sebesar Rp.533.817.568,00 merupakan hasil rekonstruksi
pemeriksa untuk dapat mengenakan pajak terhadap Pemohon Banding,
dimana pemeriksa menganggap adanya koreksi pembelian yang nantinya akan
mengakibatkan adanya penjualan, dan bukan berdasarkan atas suatu Bukti
yang Nyata.
Pendapat Majelis : bahwa berdasarkan penelitian Majelis dan keterangan dalam persidangan,
Majelis berpendapat sengketa yang terjadi adalah sengketa terhadap Dasar
Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 sebesar
Rp.533.817.568,00 karena Terbanding berpendapat bahwa berdasarkan
metode gross up/laba kotor terdapat penjualan/penyerahan yang belum
dilaporkan oleh Pemohon Banding sedangkan Pemohon Banding berpendapat
bahwa pendapat Terbanding berdasarkan suatu anggapan/asumsi dan tidak
berdasarkan bukti yang nyata.
bahwa Terbanding menyatakan bahwa koreksi yang dilakukan atas Dasar
Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 sebesar
Rp.533.817.568,00 sudah benar karena atas koreksi negatif pembelian dan
koreksi positif Peredaran Usaha pada SPT PPh Badan Pemohon Banding
Tahun Pajak 2008 tidak mengajukan Keberatan.
bahwa Pemohon Banding menyatakan bahwa Pemohon Banding tidak
mengajukan keberatan karena terkendala kesulitan dalam mengumpulkan data
dan dokumen untuk pembuktiannya.
bahwa Majelis berpendapat sengketa atas Dasar Pengenaan Pajak Pajak
Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 sebesar Rp.533.817.568,00
merupakan sengketa yang berdiri sendiri dengan koreksi positif Peredaran
Usaha pada PPh Badan Tahun Pajak 2008.

bahwa Majelis melakukan penelitian terhadap koreksi yang dilakukan


Terbanding.
bahwa berdasarkan penelitian Majelis terhadap bukti T-5, Terbanding
melakukan koreksi berdasarkan perhitungan sebagai berikut :
Pembelian menurut pemeriksa - berdasarkan PM
Pembelian menurut Pemohon Banding
Selisih/ koreksi

Rp.1.098.745.590.833,00
Rp.1.092.726.877.593,00
Rp.
6.018.713.240,00

Koreksi negatif tambahan pembelian


Marjin laba kotor dihitung sebagai berikut
Laba kotor
78.186.622.673
=
Peredaran Usaha
1.215.669.881.610
=
6.43%
Marjin Laba Kotor

=
=

Rp

6.018.713.240

6.43% x Rp.6.018.713.240,00
Rp.387.097.573,00

Sehingga tambahan Penjualan adalah sebesar


Rp
6.018.713.240
Rp
387.097.573
Rp
6.405.810.813

Koreksi 1 tahun

bahwa karena berdasarkan Laporan Audit dan SPT Tahunan PPh Badan
Tahun Pajak 2008 jumlah persediaan akhir dilaporkan sebesar Rp.0,00 (atau
tidak ada persediaan akhir), maka atas selisih pembelian sebesar
Rp.6.018.8713.240,00 tersebut merupakan penjualan ditambah margin laba
kotor sebesar Rp.387.097.573,00 sehingga tambahan peredaran
usaha/penyerahan adalah sebesar Rp.6.405.810.813,00.
bahwa koreksi untuk Masa Pajak Oktober
Rp.6.405.810.813,00 = Rp.533.817.568,00.

2008

adalah

1/12

bahwa berdasarkan penelitian Majelis terhadap bukti P-6, diketahui jumlah


pembelian adalah sebesar Rp.1.092.726.878,00.
bahwa Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 2000 tentang Pajak
Pertambahan Nilai menyatakan bahwa Pajak Pertambahan Nilai dikenakan
atas:
- penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha,
- impor Barang Kena Pajak,
- penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha,
- pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean
di dalam Daerah Pabean,
- pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah
Pabean, atau
- ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.
bahwa Majelis berpendapat Terbanding melakukan koreksi berdasarkan
analisis perhitungan yang berasal dari perbandingan antara jumlah pembelian
berdasarkan SPT PPh Badan dengan jumlah pembelian berdasarkan
pengkreditan Pajak Masukan namun sampai dengan persidangan berakhir
Terbanding tidak dapat menunjukkan arus uang dan arus barang atas
tambahan penjualan yang disebabkan oleh perbedaan antara jumlah pembelian
berdasarkan SPT PPh Badan dengan jumlah pembelian berdasarkan
pengkreditan Pajak Masukan.
bahwa berdasarkan bukti/dokumen yang diajukan dalam persidangan,
keterangan para pihak, dan keyakinan hakim, Majelis berpendapat Terbanding

tidak dapat membuktikan dasar koreksinya sehingga koreksi Terbanding


sebesar Rp.533.817.568,00 tidak dapat dipertahankan.
2.

Pemberian cuma-cuma sampel sebesar Rp.72.772.346,00

Menurut Terbanding: bahwa Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008
dikoreksi sebesar Rp.72.772.346,00 atas penyerahan sampel karena merupakan penyerahan
yang terutang PPN.

Menurut Pemohon : bahwa Terbanding dalam mengambil data GL Acc 4200190 - Samples, hanya
mengambil sisi debet saja karena posisi debet menunjukan atas keluarnya
sample (barang), Menurut Pemohon Banding seharusnya mengambil data
net/saldo yang merupakan biaya sample yang sesungguhnya terjadi.
Menurut Majelis : bahwa berdasarkan penelitian Majelis dan keterangan dalam persidangan,
Majelis berpendapat sengketa yang terjadi adalah sengketa terhadap Dasar
Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 sebesar
Rp.72.772.346,00 atas GL Acc 4200190 Samples karena Terbanding
berpendapat bahwa pemberian sampel belum dilaporkan oleh Pemohon
Banding sedangkan Pemohon Banding berpendapat bahwa pemberian sample
sudah dilaporkan.
bahwa Majelis meminta Pemohon Banding untuk menjelaskan Akun GL Acc
4200190 Samples.
bahwa menurut Pemohon Banding, sisi debet akun 4200190 merupakan biaya
sample, termasuk didalamnya ada biaya sample beban principle (produsen).
bahwa atas biaya sample yang dikeluarkan oleh Pemohon Banding untuk
principle, Pemohon Banding menagih/mengklaim balik biaya sample tersebut
ke principle (produsen) sesuai HPP barang yang dibeli dari Principle
(produsen).
bahwa atas klaim balik biaya sample ke principle, Pemohon banding mencatat
pada sisi kredit pada akun 4200190.
bahwa Pasal 1A ayat (1) Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 sebagaimana
yang telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 2000
tentang Pajak Pertambahan Nilai menyatakan :
Yang termasuk dalam pengertian penyerahan Barang Kena Pajak adalah :
a. penyerahan hak atas Barang Kena Pajak karena suatu perjanjian,
b. pengalihan Barang Kena Pajak oleh karena suatu perjanjian sewa beli dan
perjanjian leasing,
c. penyerahan Barang Kena Pajak kepada pedagang perantara atau melalui
juru lelang,
d. pemakaian sendiri dan atau pemberian cuma-cuma atas Barang Kena
Pajak,
e. persediaan Barang Kena Pajak dan aktiva yang menurut tujuan semula
tidak untuk diperjualbelikan, yang masih tersisa pada saat pembubaran
perusahaan, sepanjang Pajak Pertambahan Nilai atas perolehan aktiva
tersebut menurut ketentuan dapat dikreditkan,
f. penyerahan Barang Kena Pajak dari Pusat ke Cabang atau sebaliknya dan
penyerahan Barang Kena Pajak antar Cabang,
g. penyerahan Barang Kena Pajak secara konsinyasi.
bahwa Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 sebagaimana yang telah
diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 2000 tentang Pajak
Pertambahan Nilai menyatakan :
Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas:

a. penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan


oleh Pengusaha,
b. impor Barang Kena Pajak,
c. penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha,
d. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean
di dalam Daerah Pabean,
e. pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah
Pabean, atau
f. ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.
bahwa Majelis berpendapat meskipun secara biaya pemberian sampel
merupakan beban dari principle atau produsen yang dibukukan di sisi kredit
Akun GL Acc 4200190-Samples, pemberian sampel merupakan penyerahan
yang terutang Pajak Pertambahan Nilai yang dibukukan di sisi debit Akun GL
Acc 4200190-Samples.
bahwa sampai dengan persidangan berakhir Pemohon Banding tidak dapat
membuktikan bahwa pemberian sample yang dicatat dalam sisi debit Akun
GL Acc 4200190-Samples telah dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa.
bahwa berdasarkan bukti/dokumen yang diajukan dalam persidangan,
keterangan para pihak, dan keyakinan hakim, Majelis berpendapat Pemohon
Banding tidak dapat membuktikan bahwa pemberian sample yang dicatat
dalam sisi debit Akun GL Acc 4200190-Samples telah dipungut PPN
sehingga koreksi Terbanding sebesar Rp.72.772.346,00 tetap dipertahankan.
3.

Pemberian cuma-cuma
Rp.696.630.820,00

deals-distribution

discretionary

sebesar

Menurut Terbanding: bahwa Dasar Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008
dikoreksi sebesar Rp.696.630.820,00 atas penyerahan barang secara cuma-cuma kepada
pelanggan dalam bentuk potongan harga penjualan .

Menurut Pemohon : bahwa akun 3410059 Deal - Distribution Discreationary (Free Goods)
merupakan akun biaya promosi dalam rangka meningkatkan penjualan,
berupa pemberian cuma-cuma - free goods kepada customer/outlet melalui
Regional Distributor (RD), seperti beli 10 unit, gratis 1 unit. Biaya atas 1
(satu) unit barang untuk pemberian cuma-cuma tersebut dicatat dalam akun
tersebut.
Menurut Majelis

: bahwa Majelis melakukan penelitian terhadap sengketa yang diajukan oleh


Pemohon Banding.
bahwa berdasarkan penelitian Majelis dan keterangan dalam persidangan,
Majelis berpendapat sengketa yang terjadi adalah sengketa terhadap Dasar
Pengenaan Pajak Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 sebesar
Rp.696.630.820,00 atas akun 3410059 Deal - Distribution Discreationary
(Free Goods) karena Terbanding berpendapat bahwa pemberian cuma-cuma
yang dicatat dalam akun tersebut belum dipungut PPN oleh Pemohon Banding
sedangkan Pemohon Banding berpendapat bahwa pemberian cuma-cuma
yang dicatat dalam akun tersebut sudah dipungut PPN.
bahwa Majelis meminta Pemohon Banding untuk menjelaskan Akun GL
3410059 Deal - Distribution Discreationary (Free Goods).
bahwa akun tersebut merupakan akun biaya promosi dalam rangka
meningkatkan penjualan, berupa pemberian cuma-cuma - free goods kepada
customer/outlet melalui Regional Distributor (RD), seperti beli 10 unit, gratis
1 unit dan biaya atas 1 (satu) unit barang untuk pemberian cuma-cuma
tersebut dicatat dalam akun tersebut.

bahwa barang yang keluar dari RD untuk pemberian cuma-cuma, pihak RD


akan menagih/klaim kepada Pemohon Banding atas barang tersebut, dengan
harga sesuai HPP barang pada saat beli dari Pemohon Banding.
bahwa Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 ebagaimana yang telah
diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 2000 tentang Pajak
Pertambahan Nilai menyatakan :
Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas:
a. penyerahan Barang Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha,
b. impor Barang Kena Pajak,
c. penyerahan Jasa Kena Pajak di dalam Daerah Pabean yang dilakukan
oleh Pengusaha,
d. pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean
di dalam Daerah Pabean,
e. pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean di dalam Daerah
Pabean, atau
f. ekspor Barang Kena Pajak oleh Pengusaha Kena Pajak.
bahwa Majelis berpendapat penyerahan atas barang untuk keperluan promosi
dilakukan oleh distributor bukan oleh Pemohon Banding.
bahwa pada saat penyerahan atas barang untuk keperluan promosi kepada
distributor telah dipungut Pajak Pertambahan Nilai.
bahwa akun 3410059 Deal - Distribution Discreationary (Free Goods)
digunakan untuk mencatat penggantian biaya atas penyerahan barang promosi
yang dilakukan oleh distributor.
bahwa berdasarkan bukti/dokumen yang diajukan dalam persidangan,
keterangan para pihak, dan keyakinan hakim, Majelis berpendapat Pajak
Pertambahan Nilai atas barang promosi yang tercatat dalam akun 3410059
Deal - Distribution Discreationary (Free Goods) sudah dipungut oleh
Pemohon Banding sehingga koreksi Terbanding sebesar Rp.696.630.820,00
tidak dapat dipertahankan.
Menimbang

: bahwa dalam Banding ini terdapat sengketa mengenai koreksi Pajak Masukan
yang dapat diperhitungkan Masa Pajak Oktober 2008 sebesar Rp.3.474.434,00
yang tidak dapat diterima oleh Pemohon Banding :

Menurut Terbanding: bahwa Pajak Masukan Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008
dikoreksi sebesar Rp.3.474.434,00 karena jawaban klarifikasi dari KPP terkait
menyatakan Tidak Ada.
Menurut Pemohon : bahwa kesalahan pelaporan Faktur Pajak yang terjadi pada PKP - PKP penjual
bukan merupakan kesalahan Pemohon Banding sebagai PKP pembeli,
Pemohon Banding sama sekali tidak melakukan kesalahan atas pelaporan
Faktur Pajak tersebut.
Menurut Majelis

: bahwa berdasarkan penelitian Majelis dan keterangan dalam persidangan,


Majelis berpendapat sengketa yang terjadi adalah sengketa terhadap Kredit
Pajak berupa koreksi Pajak Masukan yang dapat diperhitungkan sebesar
Rp.3.474.434,00 karena Terbanding berpendapat bahwa PPN atas Pajak
Masukan tersebut belum dibayar oleh Pemohon Banding sehingga tidak dapat
dikreditkan sedangkan Pemohon Banding berpendapat bahwa PPN atas Pajak
Masukan tersebut sudah dibayar sehingga dapat dikreditkan.
bahwa Majelis melakukan penelitian atas Faktur Pajak Masukan yang
dikoreksi Terbanding.

bahwa berdasarkan penelitian Majelis, Faktur Pajak Masukan yang dikoreksi


terdiri dari:
PKP Penjual
Faktur Pajak
Nama
NPWP
Nomor
Tanggal
1
PT Ciptaning Wira Raharja 02.126.941.0-002.000 030-000-0800000173 17-10-2008
2
PT Gelagar Indah Utama 01.538.136.1-121.000 030-000-0800000020 31-10-2008
Jumlah
No

Jumlah
PPN (Rp)
2.767.039
707.395
3.474.434

bahwa Majelis telah meminta Terbanding untuk melakukan konfirmasi ulang


atas Faktur Pajak Masukan tersebut namun sampai dengan persidangan
berakhir Terbanding tidak memberikan hasil jawaban atas konfirmasi ulang
Faktur Pajak Masukan.
bahwa Majelis meminta Pemohon Banding untuk memberikan data
pendukung bahwa Pajak Masukan tersebut sudah dibayar sehingga dapat
dikreditkan.
bahwa Pemohon Banding menyampaikan data pendukung dalam persidangan.
bahwa Pasal 1 Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 sebagaimana telah
diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 2000 tentang Pajak
Pertambahan Nilai menyatakan bahwa dalam Undang-undang ini yang
dimaksud dengan Pajak Masukan adalah Pajak Pertambahan Nilai yang
seharusnya sudah dibayar oleh Pengusaha Kena Pajak karena perolehan
Barang Kena Pajak dan atau penerimaan Jasa Kena Pajak dan atau
pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar Daerah Pabean dan
atau pemanfaatan Jasa Kena Pajak dari luar Daerah Pabean dan atau impor
Barang Kena Pajak.
bahwa Pasal 9 ayat (2) Undang-undang Nomor 8 tahun 1983 Sebagaimana
yang Telah Diubah Dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 2000 tentang
Pajak Pertambahan Nilai menyatakan Pajak Masukan dalam suatu Masa Pajak
dikreditkan dengan Pajak Keluaran untuk Masa Pajak yang sama.
bahwa berdasarkan penelitian Majelis atas dokumen pendukung Pemohon
Banding yang disampaikan dalam persidangan, atas Faktur Pajak yang
dikreditkan Pemohon Banding tersebut terdapat dokumen pendukungnya.
bahwa berdasarkan bukti/dokumen yang diajukan dalam persidangan,
keterangan para pihak, dan keyakinan hakim, Majelis berpendapat bahwa
Pemohon Banding dapat membuktikan bahwa Pajak Pertambahan Nilai atas
Faktur Pajak sebesar Rp.3.474.434,00 telah dibayar sehingga koreksi
Terbanding sebesar Rp.3.474.434,00 tidak dapat dipertahankan.
Memperhatikan

: Surat Banding, Surat Uraian Banding, Surat Bantahan, hasil pemeriksaan dan
pembuktian dalam persidangan serta kesimpulan Majelis tersebut di atas.

Mengingat

: 1. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.


2. Peraturan hukum yang berlaku dan yang berkaitan dengan perkara ini.

Memutuskan

: Menyatakan Mengabulkan sebagian banding Pemohon Banding terhadap


Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor : KEP-629/WPJ.19/BD.05/2011
tanggal 20 Juli 2011, tentang keberatan atas Surat Ketetapan Pajak Kurang
Bayar Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 Nomor :
00170/207/08/091/ 10 tanggal 23 April 2010, sehingga penghitungan Pajak
Pertambahan Nilai Masa Pajak Oktober 2008 menjadi sebagai berikut :
Jumlah Seluruh Penyerahan (DPP PPN)
Pajak Keluaran yang harus dipungut/dibayar sendiri
Jumlah Pajak yang dapat diperhitungkan
Jumlah perhitungan PPN kurang/(lebih) dibayar
Dikompensasikan ke Masa Pajak berikutnya
PPN yang kurang / (lebih) dibayar
Sanksi administrasi : Kenaikan pasal 13 (3) KUP
Jumlah PPN yang masih harus dibayar

Rp. 102.689.697.156,00)
Rp. 10.268.969.715,00)
Rp. 10.888.945.643,00)
Rp.
(619.975.928,00)
Rp.
637.138.875,00)
Rp.
17.162.947,00)
Rp.
17.162.947,00)
Rp.
34.325.894,00)