Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. Analisis Situasi
Home

Industri

ALASKA

merupakan

usaha

pembuatan sandal yang di rintis oleh Bapak Irvan sejak


tahun 2009. Tempat usaha ini beralamat di Jalan Sentra
Timur RT. 015, RW. 008 Kelurahan Pulo Gebang,
Kecamatan

Cakung,

Jakarta

Timur

(10649'35" BT

0610'37" LS) berjarak sekitar + 25 KM dari Kampus


STMIK NUSA MANDIRI Jatiwaringin.
Home Industri Alaska itu bergerak dibidang industri
yang membuat suatu bahan baku menjadi bahan jadi, yaitu
usaha sepatu dan sendal kulit khusus laki-laki dengan ukuran
39-43 seukuran kaki untuk orang indonesia. Pertama kali
dalam pembuatan sepatu atau sendal ini belajar dari otodidak
dengan rancangan sendiri dan pengalaman kerja di perusahaan
sebelumnya sewaktu dia bekerja.
................................................................................Didalam
perusahaan Home industri ini melakukan penjualan ke kaki lima dan ke toko-toko pemasaran
sampai ke sebagian toko di daerah bogor dan bahkan sampai ke luar Indonesia hingga sampai
ke Malaisya dengan pesanan bisa sampai puluhan ribu kodi.
Setiap hari Bapak Irvan bisa menghasilkan sendal sebanyak 14-15 kodi bahkan bisa
sampai 20 kodi untuk dipasarkan di indonesia dengan menggunakan pola tulis sendiri lalu di
gunting sampai dijahit untuk hasil yang lebih bagus , merk tersebut sampai di embos dengan
harga bahan baku tergantung atau tidak tertentu terdapat kulit impor, tetapi disini dipakai
kulit asli No.3 di Indonesia yaitu terbuat dari kulit sapi, karena apabila menggunakan kulit
kambing akan terlihat lebih tipis dan bahan jadi kaku.

1 | kelompok 2

Sebelumnya Bapak Irvan belum pernah mengikuti pameran karena tidak dapat info
atau bantuan dengan pembayaran tempo dengan harga yang cenderung sering naik dan untuk
pemasaran yang lebih sering mereka gunakan dengan cara komunikasi atau menawarkan
produk dan tidak menggunakan sistem informasi atau tidak melalui internet.
Sistem penjualan yang digunakan home industri Alaska adalah dari mulut ke mulut
karena belum memiliki e-commerce sehingga penjualan masih minim dengan mengandalkan
sistem seperti itu maka lingkup penjualan dan promosi pun masih kecil karena hanya orangorang yang mendengar saja yang tahu.
Dalam upaya mengembangkan usahanya, mereka tampak belum mengerti cara
memasarkan hasil produk mereka melalui web berbasis E-commerce. disamping itu mereka
tidak mempunyai keahlian dalam bidang IT. Apalagi hingga saat ini mereka belum memiliki
gadget seperti laptop, modem, dan lain-lain. Dengan adanya e-commerce mereka bisa
memasarkan hasil produknya ke calon konsumen yang tidak terbatas, dengan kata lain
konsumen bisa saja mencangkup keseluruh negara.
Begitu pula dengan data transaksi, home industri masih menerapkan sistem manual.
Bandingkan dengan sistem terkomputerisasi, sistem terkomputerisasi

dapat mencegah

kesalahan perhitungan dan penulisan transaksi yang sering terjadi pada sistem manual dan
juga dapat memberikan konsistensi yang lebih baik dalam pemrosesan data.
Jika upaya ini dapat berjalan dengan baik, maka diharapkan permintaan sandal akan
bertambah, mengingat mode fashion yang semakin modis dan banyaknya pesaing. Dampak
bagi lingkungannya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitarnya
karena dapat terlibat sebagai tenaga kerja, dan bisa menjadi motivasi mereka untuk
membuka usaha home industri dibidang fashion lainnya secara mandiri.
1.2. Biografi Pengusaha
Dalam melakukan observasi ini kami melakukan analisa dan wawancara, sebagai
berikut :
Nama
Usia
Pendidikan Terakhir
Alamat
Nama Istri
2 | kelompok 2

: Bapak Irvan
: 43 tahun
: SMK
: Jl. Perjuangan RT 15 Rw 008, Pulo Gebang
Cakung, Jakarta Timur
: Ibu. Sertinah

Jumlah Anak

3 | kelompok 2

: 2 Putra

1.3. Profil Usaha


Nama Perusahaan
Tahun Berdiri
Alamat
Bidang Produksi
Merek Dagang
Jumlah Karyawan

: Home Industri Alaska


: Tahun 2009
: Jl. Sentra Primer RT 15, RW 008, Pulo Gebang
Cakung, Jakarta Timur
: Produksi Sepatu dan Sandal
: PlayBoy dan Kickers
: 10 Orang

1.4. Permasalahan Mitra


1. Pencatatan pemesanan transaksi masih manual, sehingga sering terjadi kesalahan data
pemesanan
2. Komunikasi ke pelanggan kurang efektif, karena semua hal masih manual. Mulai
pemasaran produk, melayani konsumen, menerima permintaan, mengurus pengiriman
termasuk pembayaran yang masih menggunakan kwitansi.
3. Beberapa transaksi kadang tertunda karena bergantung pada kesepakatan pembeli dan
penjual.
4. Sistem pemasaran dari Home Industri masih tergolong kecil dimana sistem
promosinya melalui teman, kerabat dekat ataupun dari mulu ke mulut.
1.5. Solusi Yang Ditawarkan
Solusi /gagasan yang diajukan untuk mengatasi masalah diatas adalah :
1. Mengadakan sarana dan prasarana penunjang e-commerce seperti laptop, modem,
keyboard, dll.
2. Memberi pengarahan pentingnya e-commerce bagi mitra
3. Membuat web penjualan berbasis e-commerce
4. Memberi pelatihan dengan materi web, diantaranya
> edit
> transaksi keuangan/pembayaran
> upload
> membuat laporan
> hosting
> update
> delete gambar

1.6. Target Luaran


Target luaran dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Jasa pelatihan software, adapun software yang dipakai adalah :
Php
4 | kelompok 2

Animasi
Wordpress
photoshop
2. Terciptanya buku panduan
1.7. Deskripsi Kebutuhan Perangkat Keras
Dikarenakan sistem yang dibangun ini berbasis web, maka dapat dipastikan bahwa
perangkat keras yang dibutuhkan mendukung untuk terkoneksi ke internet. Beberapa
perangkat keras yang utama disediakan seperti modem sebagai penghubung ke jaringan
internet. Untuk lebih spesifik mengenai kebutuhan perangkat keras dapat diuraikan sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Processor Intel minimum pentium 4


Memory internal dengan kapasistas minimum 512 MB
External Memory (Hard Disk) dengan kapasitas minimum 20 Gigabyte
Mouse, keyboard : standar
Monitor : standar
Modem 100 MBps : standar

1.8. Deskripsi Kebutuhan Perangkat Lunak


Berikut adalah kebutuhan perangkat lunak dalam pembangunan sistem antara lain :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Sistem Operasi window XP : 700 MB : standar


Browser seperti Internet Mozila Firefox
Photoshop
XAMPP
Wordpress
Macromedia Flash
Free Hosting

1.9. Metode Pengumpulan Data


Merupakan metode yang digunakan peneliti dalam melakukan analisis data dan
menjadikannya informasi yang digunakan untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi.
1. Wawancara, yaitu pada tahap wawancara bertujuan untuk mengetahui sistem yang
dibutuhkan dari segi arsitektur aplikasi, teknologi yang digunakan serta
pemanfaatannya apakah bermanfaat.
5 | kelompok 2

2. Observasi yaitu pada tahap observasi, merupakan kegiatan pengamatan dengan


meneliti dokumen-dokumen produk yang ada untuk pembuatan aplikasi.
3. Studi pustaka merupakan pengumpulan bahan-bahan yang berkaitan dengan makalah
melalui refrensi dari internet.

1.10.

Sistematika Penulisan
Penyusunan makalah ini diuraikan dalam beberapa bab dan sub bab yang tersusun

sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang masalah, identifikasi masalah, maksud
dan tujuan, batasan masalah, metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan tentang landasan teori, membahas secara singkat teori-teori yang
diperlukan dalam menunjang penulisan makalah ini.
BAB III ANALISIS
Bab ini membahas mengenai deskripsi dan evaluasi sistem yang sudah ada
BAB IV PENUTUP
Bab ini berisikan yang menyajikan kesimpulan serta saran dari apa yang telah
diterangkan dan diuraikan pada bab-bab sebelumnya.

BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Home Industri
Secara harfiah, Home berarti rumah, tempat tinggal, ataupun kampung halaman.
Sedang Industri, dalam Kamus Ilmiah Populer yang diterbitkan oleh ARKOLA Surabaya
dapat diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang dan ataupun perusahaan. Singkatnya,
Home Industri adalah rumah usaha produk barang atau juga perusahaan kecil.
6 | kelompok 2

Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di
rumah. Pengertian usaha kecil secara jelas tercantum dalam UU No. 9 Tahun 1995, yang
menyebutkan bahwa usaha kecil adalah usaha dengan kekayaan bersih paling banyak Rp200
juta (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha) dengan hasil penjualan tahunan
paling banyak Rp1.000.000.000. Kriteria lainnya dalam UU No 9 Tahun 1995 adalah: milik
WNI, berdiri sendiri, berafiliasi langsung atau tidak langsung dengan usaha menengah atau
besar dan berbentuk badan usaha perorangan, baik berbadan hukum maupun tidak.
Jika terdaftar dalam Dinas Perdagangan Kabupaten/kota permohonan izin ke pemerintah
untuk menjalankan usaha, Home Industri termasuk dalam kategori peraturan Surat Izin Usaha
Perdagangan (SIUP) Putih, yaitu perusahaan kecil yang dengan kekayaan kurang dari 200
juta.
Home Industri juga dapat berarti industri rumah tangga, karena termasuk dalam kategori
usaha kecil yang dikelola keluarga.

2.2. Pengertian dan Definisi Industri Menurut Para Ahli


Pengertian Definisi Industri Menurut Para Ahli Dewasa ini perkembangan zaman
semakin pesat ditandai perkembangan teknologi yang semakin maju ini membutuhkan
support dari berbagai industri untuk mendukung perkembangannya. pada postingan ini saya
ingin berbagi tentang pengertian industri yang sebenarnya, mungkin sehari-hari kita sering
mendengar kata industri namun tahukah anda apa pengertian industri sebenarnya ? nah
berikut pengertian industri dari berbagai sumber:
Istilah industri berasal dari bahasa latin, yaitu industria yang artinya buruh atau tenaga
kerja. Dewasa ini, istilah industri sering digunakan secara umum dan luas, yaitu semua
kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mencapai
kesejahteraan.
a. Pengertian Definisi Industri
Menurut Sukirno industri adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi
yang tergolong dalam sektor sekunder. Kegiatan itu antara lain adalah pabrik tekstil,
pabrik perakitan dan pabrik pembuatan rokok.Industri merupakan suatu kegiatan
ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau
barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannya.
7 | kelompok 2

Dalam pengertian yang sempit, industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah
bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang dengan
nilai yang lebih tinggi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan
industri.
Demikian sebagian dari Pengertian Definisi Industri yang dapat saya sampaikan untuik
anda semoga Pengertian Industri dapat bermanfaat.

2.3. Pengertian Wirausaha


Kewirausahaan atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan,
dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara
yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah
penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau kagaimana seseorang
menghadapi risiko atau ketidak pastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose
(1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem
ekonomi, sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup
kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua
pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas atau komponen fungsi
produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah
kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Orang yang melakukan
kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang
wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada
umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat
terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.
2.4. KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI
PENGERTIAN SISTEM
Sistem dapat didefinisikan dengan pendekatan prosedur dan pendekatan komponen. Dengan
pendekatan prosedur, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari prosedur-prosedur yang
mempunyai tujuan tertentu. Dengan pendekatan komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai
kumpulan dari komponen, sistem dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari komponen yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya membentuk satu kesatuan untuk tujuan tertentu
PENGERTIAN INFORMASI

8 | kelompok 2

Informasi merupakan data yang telah diolah dan diatur ulang menjadi suatu bentuk yang lebih
berarti dan ditujukan untuk seseorang. Informasi dibentuk dari kombinasi data, yang diharapkan
memiliki arti bagi yang menerimanya. Informasi merupakan hasil keluaran dari sistem informasi.
Informasi yang berguna meiliki karakteristik sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.

Akurat
Tepat waktu
Lengkap
Ringkas
PENGERTIAN SISTEM INFORMASI

Sistem informasi merupakan gabungan dari manusia, perangkat keras, perangkat lunak,
jaringan telekomunikasi, dan sumber data yang mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan
informasi dalam sebuah organisasi sehingga dapat mendukung perusahaan, pekerja, pelanggan, rekan
kerja, serta supplier.
Jadi sistem informasi adalah sebuah sistem yang mengumpulkan, mengolah , menyimpan dan
menganalisa data, serta memisahkan informasi tujuan yang spesifik.

2.6. SEJARAH DAN ISTILAH INTERNET


SEJARAH INTERNET
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika
Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (advanced Research Project
Agency Network), dimana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software
komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga
melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandlan, seberapa besar informasi dapat
dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan
protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet
Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department Of Defense) membuat sistem jaringan
komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi
masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang
apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research
Insitute, University Of California, Santa Barbara, University Of Utah, dimana mereka membentuk
satu jaringan terpadu tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan bulan Oktober 1972.
Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat diseluruh daerah, dan semua universitas di negara
tersebut ingin bergabung , sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah menjadi dua, yaitu MILNET untuk keperluan militer dan
ARPANET baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas,

9 | kelompok 2

gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA internet, yang kemudian
disederhanakan menjadi internet
ISTILAH INTERNET
Istilah internet berasal dari bahasa Latin inter yang berarti antara. Secara kata per kata
internet berarti jaringan antara atau penghubungan. Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer
luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari satu negara ke negara
lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang
statis hingga yang dinamis dan interaktif.
Internet adalah sebuah jaringan world wide, bentuk jaringan bebas menggunakan jaringan line
telepon. Terdiri dari jutaan pengguna diseluruh dunia yang membuat koneksi melalui modem dapat
berkomunikasi satu sama lain.

2.7. E-COMMERCE
PENGERTIAN E-COMMERCE
E-Commerce atau disebut juga perdagangan elektronik merupakan aktivitas yang berkaitan
dengan pembelian, penjualan, pemasaran barang ataupun jasa dengan memanfaatkan sistim elektronik
seperti internet ataupun jaringan komputer.
E-commerce juga melibatkan aktivitas yang berhubungan dengan proses transaksi elektronik
seperti transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistim pengolahan data inventori yang
dilakukan dengan sistim komputer ataupun jaringan komputer dan lain sebagainya.
Dalam teknologi informasi e-commerce dapat dikategorikan sebagai bagian dari e-business
dimana e-business memiliki cakupan yang lebih luas baik dari segi aktivitas ataupun jenis jenis
kegiatan yang dilakukannya.
JENIS E-COMMERCE
Ada beberapa jenis e-commerce yang biasanya dilakukan banyak orang melalui media
internet seperti di jelaskan di bawah ini.
1. E-Commerce Business To Business (B2B)
Jenis e-commerce Business to Business atau B2B adalah bisnis yang dilakukan oleh orang
atau pihak yang saling memiliki kepentingan bisnis di dalamnya dimana kedua belah pihak biasanya
sudah saling mengenal dan saling mengetahui proses bisnis yang mereka lakukan satu sama lain.
Biasanya jenis bisnis B2B dilakukan secara berkelanjutan atau saling berlangganan, transaksi
ini dilakukan karena diantara kedua belah pihak saling menguntungkan dan adanya kepercayaan satu
sama lain.
Contoh dari bisnis B2B adalah dua perusahaan yang saling mengadakan transaksi jual beli
atau supply barang yang dilakukan melalui transaksi online dari internet, begitu juga dengan payment
yang biasanya mereka lakukan yaitu dengan menggunakan kredit card dari internet.
2. E-Commerce Business To Consumer (B2C)
10 | k e l o m p o k 2

Jenis E-Commerce B2C adalah jenis bisnis yang dilakukan antara pelaku bisnis dengan
konsumen, seperti antara produsen yang menjual dan menawarkan produknya ke konsumen umum
secara online. Disini pihak produsen akan melakukan bisnis dengan menjual dan memasarkan
produknya ke konsumen tanpa adanya feedback dari konsumen untuk melakukan bisnis kembali
kepada pihak produsen, yang artinya produsen hanya menjual atau memasarkan produk ataupun
jasanya dan pihak konsumen hanya sebagai pemakai atau pembeli.
3. E-Commerce C2C
Jenis E-Commerce Consumen to Consumen dilakukan antara konsumen dengan konsumen,
sebagai contoh pelanggan dari sebuah produsen akan menjual kembali kepada konsumsen lainnya.
4. E-Commerce Consumen to Business (C2B)
Jenis E-Commerce Consumen To Businses dilakukan oleh konsumen kepada para produsen
yang menjual produk ataupun jasanya, sebagai contoh konsumen akan memberitahukan detail produk
atau jasa yang dia inginkan melalui media internet kepada para produsen, yang kemudian produsen
yang mengetahui permitnaan tersebut akan menawarkan produk atau jasa yang diinginkan oleh
konsument tersebut.
MANFAAT E-COMMERCE
Beberapa manfaat E-Commerce dapat kita lihat seperti berikut ini.
1. Mempermudah komunikasi antara konsumen dan produsen
2. Memperluas jangkauan calon konumsen dengan taget pasar yang tidak terbatas
3. Mempermudah pemasaran dan promosi barang ataupun jasa.
4. Proses e-commerce lebih mudah untuk dilakukan baik untuk menjual barang ataupun membeli.
5. Pembayaran atau payment yang mudah yang dapat dilakukan secara online.
6. Penyebaran informasi yang begitu mudah untuk dilakukan
KEUNTUNGAN E-COMMERCE
Salah satu keuntungan E-Commerce yang paling jelas kita lihat adalah untuk menjual suatu
produk ataupun jasa kita tidak perlu membutuhkan toko atau kantor besar seperti yang dilakukan oleh
bisnis manual sebagai tempat usaha, tapi cukup dengan memanfaatkan internet maka kita bisa saja
berjualan hanya dari rumah saja dengan calon konsumen yang tidak terbatas, dengan kata lain
konsumen anda bisa saja mencakup keseluruh negara.
Dari segi komunikasi tentu juga akan sangat menguntungkan karena antara konsumen dan
produsen dapat dengan mudah melakukan komunikasi secara online dari internet. Baik dari segi
pemasaran barang tentu akan lebih menguntungkan jika dilakukan secara online, disamping anda
tidak perlu membayar biaya promosi yang banyak seperti promosi manual, tapi dengan layanan
internet anda bisa saja melakukan promosi produk ana ke seluruh dunia hanya dengan menggunakan
internet yang tentunya biayanya sangat murah.
DAMPAK NEGATIF E-COMMERCE

11 | k e l o m p o k 2

Disamping banyaknya keuntungan atau sisi positif dari penggunan e-commerce tentu ecommerce tak luput juga dari dampak negative yang bisa merugiakan konsumen atau produsen.
Dibawah ini di jelaskan beberapa dampak negative e-commerce.
1. Sering terjadinya penipuan saat berbelanja online di internet antara konsumen dan penjual
seperti barang yang dipesan konsumen telah dibayarkan melalui e-transfer tapi barang tersebut tak
kunjung di kirim dan di terima oleh konsumsen, begitu juga sebaliknya terkadang terlalu percayanya
pihak penjual dengan mengirimkan barang terlebih dahulu dan pembayaran dilakukan setelah
pengiriman maka pembayaran yang ditunggu-tunggu penjual kadang-kadang tidak diterima atau tidak
dibayar.
2. Terjadinya scam atau penipuan dimana seseoarang bisa saja menjual barang secara virtual
yang hanya berebentuk informasi saja yang sengaja dibuat utnuk menarik pihak pembeli, akan tetapi
saat di lakukan pembelian dan transfer uang, barang tersebut tidak ada.
3. Terjadinya kejahatan seperti carding, kasus ini sudah banyak terjadi dimana seseorang
menggunakan kartu kredit orang lain untuk beerbelanja di internet.
4. Kejahatan semakin marak terjadi yang biasanya dilakukan oleh mereka yang memiliki
keahlian tinggi dalam ilmu komputer dan jaringan internet seperti penyebaran virus/malware yang
sengaja dilakukan untuk merusak sistim, ini terjadi akibat kurangnya undang-undang tentang
teknologi informasi.

12 | k e l o m p o k 2

BAB III
ANALISIS SISTEM
3.1 UMUM
Dalam era globalisasi ini kebutuhan akan teknologi sangat dibutuhkan terutama untuk
membantu dalam menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi pada suatu sistem penjualan. Untuk
mengatasi masalah-masalah tersebut dibutuhkan sarana atau alat yang dapat membantu memberikan
informasi yang cepat, tepat dan akurat. Salah satunya dalam sistem e-commerce karena erat
hubungannya dengan perhitungan dan informasi yang beraneka ragam dengan tepat dan akurat. untuk
itu perlu adanya tenaga yang ahli untuk membangun sebuah web e-commerce.
Batu pelangi pun tak luput dari permasalahan diatas. Masih banyak permasalahan yang terjadi
karena semakin berkembangnya teknologi. Dalam halnya mengembangkan usaha, e-commerce sangat
membantu memperluas jaringan pemasaran. Dimana program ini sebagai jembatan antara penjual dan
pembeli untuk mempermudah transaksi penjualan.

3.2 TINJAUAN USAHA


3.2.1 SEJARAH HOME INDUSTRI ALASKA

Home Industri Alaska adalah usaha yang memproduksi sandal dan sepatu yang dirintis oleh
Bapak Irvan. Berdiri sejak 2009 dengan modal kurang lebih Rp. 500.000,- . Bahan mentah kulit untuk
membuat sandal dan sepatu ia proleh dari berbagai daerah. Home Industri Alaska memberikan anyajj
pilihan kepada para konsumen dengan banyaknya model sandal dan sepatu masa kini dengan harga
yang terjangkau.

Bapak Irvan adalah orang

biasa yang mengenyam pendidikan sampai Sekolah

Menengah Atas. Bapak Irvan menikah dengan seorang wanita yang bernama Ibu Sertinah dan
dari pernikahannya itu beliau di karuniai dua orang anak.
Berawal dari keinginanya untuk membuat perekonomian keluarga semakin
berkembang, Bapak Irvan berfikir untuk bekerja di sebuah perusahaan atau di tempat kerja
yang bergerak di perindustrian sepatu dan sendal. Namun Bapak Irvan pada saat itu berfikir,
apabila dia bekerja pada perusahaan tempat kerjanya terus menerus maka dia akan kehilangan
13 | k e l o m p o k 2

waktu bersama keluarganya dan dia takut tidak dapat membagi waktu antara pekerjaan dan
keluarga, karena dengan bekerja pada perusahaan atau tempat kerjanya dia akan terikat pada
waktu kerja, sehingga waktu untuk mengembangkan ilmu yang dia miliki tidak akan
berkembang dan waktu sama keluarga semakin sedikit.
Berbekal pengalaman dan keterampilan yang Bapak Irvan bekerja di sebuah
perusahaan sepatu, pada tahun 2009 Bapak Irvan memutuskan untuk berwirausaha
memproduksi Sepatu dan Sandal sendiri dengan modal yang sangat minim pada saat itu.
Bapak Irvan memulai usahanya dari rumah dan dia di bantu oleh istri dan adiknya dalam
memulai produksi sepatu. Pada awal usahanya beliau memasarkan produksi sepatu dan
sandalnya ke toko-toko sepatu yang berada di pasar PIK (Pasar Industri Kecil) yang berada
didaerah Penggilingan, Jakarta Timur dan hasilnya cukup positif, pada saat itu beberapa toko
menerima hasil produksinya untuk di jual ke konsumen.
Dalam menjalankan usahanya Bapak Irvan mengalami pasang surut, terlebih pada
saat beliau tertipu oleh pelanggan. Usaha produksi sepatu dan sandal Bapak Irvan mulai
menurut dalam omset akibat permintaan pasar terhadap produksi sepatu buatannya tersebut
semakin lama pembuatannya. Namun keterpurukan tersebut tidak membuat Bapak Irvan
putus asa, walaupun usahanya sempat mau berhenti dan mulai tidak memproduksi lagi
selama dua bulan, pada tahun 2010 Bapak Irvan mulai membangun usahanya kembali dari
titik nol. Di bantu oleh Saudara dan adiknya Bapak Irvan melangkah dengan pasti memulai
usahanya memproduksi sepatu dan sandal kembali.
Berkat kegigihanya usaha tersebut sampai sekarang masih berdiri dengan kokoh,
bahkan saat ini Bapak Irvan membakukan usahanya dalam bentuk Home Industri yang
diberinama Home Industri Alaska. Home Industri Alaska saat ini mulai berkembang maju
dengan pesat dan memasarkan ke pasar-pasar dan walaupun ke pasar atau ke toko toko
kecil dalam hal menyediakan produksi sepatu dan sandal. Home Industri Alaska saat ini
memproduksi sepatu dan sandal dengan merek PlayBoy & Kickers dan merek dagang
tersebut sudah dipatenkan atau di embos menjadi produk yang hanya di jual di toko-toko
kecil. Saat ini Home Industri Alaska mampu menyelesaikan pesanan sepatu ratusan pasang
sepatu dalam waktu satu bulan dengan jumlah seluruh karyawan saat ini sebanyak hampir
sepuluh orang.
Walaupun saat ini Bapak Irvan terbilang suskes dalam usahanya beliau tidak
mengesampingkan tugasnya sebagai seorang suami bagi anak-anaknya. Beliau selalu
14 | k e l o m p o k 2

mengutamakan kepentingan keluarganya dibandingkan dengan urusan usahanya. Dalam


kesehariannya Bapak Irvan mempunyai komitmen terhadap keluarga dan usahanya.
3.2.2 STUKTUR ORGANISASI DAN FUNGSI

Stuktur organisasi dan fungsi dari usaha Batu Pelangi adalah sebagai berikut :
PEMILIK

Pekerja

Bagian Pemasaran

Bagian Pengiriman

Pemilik : Mengembangkan bisnis usaha dan memimpin semua kegiatan yang ada di Home Industri
ALASKA
Pekerja : mengolah bahan mentah menjadi bahan yang siap jual.
Bagian Pemasaran : yang melayani konsumen apabila datang ke tempat pembuatan.
Bag. Pengiriman : Mengirim produk siap jadi kepada pelanggan
3.2.3 PROSEDUR SISTEM BERJALAN

Prosedur sistem berjalan pada batu pelangi adalah sebagai berikut :


A. PENGOLAHAN BAHAN MENTAH
Pekerja mengolah bahan mentah mulai dari membuat pola sandal, memotong, pencetakan
nama, penempelan alas kaki hingga menjadi sandal yang sedang trend saat ini sesuai pangsa
pasar Biasanya pekerja dapat membuat 100 kodi dalam sehari.
B. PEMASARAN
Dilakukan oleh pemilik dan bagian pemasaran untuk menarik minat dari toko maupun
pedagang kaki lima.
C. PENGIRIMAN
Jika konsumen ada yang ingin dikirim ke luar kota, home industri alaska bersedia
mengirimkan hasil produknya ke luar kota.
D. PEMBUATAN LAPORAN

15 | k e l o m p o k 2

Untuk pembuatan laporan biasanya dilakukan perhari oleh bagian pemasaran dengan
membuat pembukuan, fungsi dari pembukuan untuk mengetahui jumlah pemesan, hasil
pendapatan dan lain-lain.

3.3 DIAGRAM ALIR DATA PADA HOME INDUSTRI ALASKA

16 | k e l o m p o k 2

BAB IV
PENUTUP
4.1. Kesimpuan
Dari pembahasan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa peran seorang
suami bukanlah sebatas hanya kepala rumah tangga, tetapi laki-laki yang berperan
sebagai seorang kepala keluarga yang dapat membatu memenuhi kebutuhan finansial
keluarga sepenuhnya. Akan tetapi pada saat ini banyak laki-laki yang bekerja atau
menjadi karyawan yang tujuannya ingin membatu kehidupan finansial keluarga apa
adanya, akan tetapi secara sadar atau tidak sadar mereka telah lupa tugas seorang
laki-laki itu sebagai seorang kepala rumah tangga yang harus bertanggung jawab bagi
istri dan anaknya.

17 | k e l o m p o k 2

Oleh karena itu menjadi seoarang pengusaha adalah pilihan paling tepat bagi
seoarang suami, karena dengan mempunyai usaha sendiri laki-laki dapat mengatur
waktu sedemikian rupa sehingga laki-laki dapat berperan untuk membantu kehidupan
finansial keluarga sepenuhnya tanpa harus menjadi sebagai karyawan biasa di
perusahaan lain dan dengan kewajiban seoarang laki-laki sebagai seoarang suami
yang bertanggung jawab bagi istri dan anak-anak nya.

4.2. Saran
Dengan kesadaran yang harus dimiliki seorang laki-laki, laki-laki diharapkan
harus mampu membuat suatu usaha yang akan di kembangkan untuk masa depan
anak-anak nya, sebagai seoarang suami dan sebagai seorang kepala rumah tangga
yang harus bertanggung jawab penuh terhadap keluarganya, jangan sampai laki-laki
itu tidak bekerja dan melupakan peran sebagai seorang suami dan sebagai seorang
kepala rumah tangga yang bertanggung jawab. Begitupun untuk seorang wanita,
diharapkan mampu memahami peran istri sebagai ibu rumah tangga yang harus
bertanggung jawab terhadap suami dan anaka-anaknya.

DAFTAR ISI
COVER
BAB I....................................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.................................................................................................................................1
1.1.

Analisis Situasi......................................................................................................................1

1.2.

Biografi Pengusaha................................................................................................................2

1.3.

Profil Usaha...........................................................................................................................3

1.4.

Permasalahan Mitra...............................................................................................................3

1.5.

Solusi Yang Ditawarkan.........................................................................................................3

1.6.

Target Luaran.........................................................................................................................4

1.7.

Deskripsi Kebutuhan Perangkat Keras..................................................................................4

1.8.

Deskripsi Kebutuhan Perangkat Lunak..................................................................................4

18 | k e l o m p o k 2

1.9.
1.10.

Metode Pengumpulan Data....................................................................................................5


Sistematika Penulisan........................................................................................................5

BAB II...................................................................................................................................................6
LANDASAN TEORI............................................................................................................................6
2.1.

Pengertian Home Industri......................................................................................................6

2.2.

Pengertian dan Definisi Industri Menurut Para Ahli..............................................................6

2.3.

Pengertian Wirausaha............................................................................................................7

2.4.

KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI............................................................................8

2.6.

SEJARAH DAN ISTILAH INTERNET................................................................................8

2.7.

E-COMMERCE.....................................................................................................................9

BAB III................................................................................................................................................12
ANALISIS SISTEM............................................................................................................................12
3.1 UMUM.....................................................................................................................................12
3.2 TINJAUAN USAHA................................................................................................................12
3.2.1 SEJARAH HOME INDUSTRI ALASKA.........................................................................12
3.2.2 STUKTUR ORGANISASI DAN FUNGSI.......................................................................14
3.2.3 PROSEDUR SISTEM BERJALAN..................................................................................14
3.3 DIAGRAM ALIR DATA PADA HOME INDUSTRI ALASKA...............................................15
4.1.

Kesimpuan...........................................................................................................................16

4.2.

Saran....................................................................................................................................16

19 | k e l o m p o k 2