Anda di halaman 1dari 3

TOILET TRAINING

Pengertian
Suatu usaha untuk melatih anak agar mampu mengontrol dalam melakukan buang air
kecil dan buang air besar.
Bermanfaat dalam pendidikan sex sebab saat anak melakukan kegiatan tersebut, anak
akan mempelajari anatomi tubuhnya sendiri serta fungsinya.
Pelaksanaan toilet training ini dapat dilakukan pada saat anak mulai memasuki fase
kemandirian yaitu usia 18 bulan 24 bulan

Manfaat :
Pendidikan seks pada anak
Pengaturan impuls atau rangsangan dan instink anak dalam melakukan BAB/BAK
Alat pemuasan melepaskan ketegangan dengan latihan

Cara Toilet Training pada Anak

Teknik Lisan
Memberikan instruksi pada anak dengan kata-kata sebelum dan sesudah buang air
besar dan kecil
Teknik Modelling
Memberikan contoh atau membiasakan pada anak untuk buang air besar atau kecil
secara benar.
Selain itu bisa juga dilakukan observasi saat anak ingin buang air besar ataupun kecil,
tempatkan anak diatas pispot atau ajak ke kamar mandi, berikan pispot dalam posisi
aman dan nyaman, ingatkan pada anak bila akan melakukan buang air besar ataupun
kecil, dudukkan anak diatas pispot atau orang tua duduk atau jongkok dihadapannya
sambil mengajak bicara atau cerita, berikan pujian jika anak berhasil jangan
disalahkan dan dimarahi, biasakan akan pergi ke toilet pada jam-jam tertentu dan beri
anak celana yang mudan dlepas dan dikembalikan.

Pengkajian Masalah Toilet Training

Pengkajian Fisik

Kemampuan motorik kasar seperti berjalan, duduk, meloncat

Kemampuan motorik halus seperti mampu melepas celana sendiri

Pola buang air besar yang teratur, sudah tidak ngompol setelah tidur.
Pengkajian Psikologis

Anak tidak rewel ketika akan buang air besar

Anak tidak menangis sewaktu buang air besar

Ekspresi wajah menunjukkan kegembiraan

Anak ingin melakukan sendiri

Anak sabar atau sudah mau tetap tinggal di toilet selama 5 10 menit
tanpa rewel atau meninggalkannya

Adanya keingintahuan kebiasaan toilet training pada orang dewasa


atau saudaranya

Pengkajian Intelektual

Kemampuan anak mengerti buang air kecil atau besar

Kemampuan mengkomunikasikan buang air kecil atau besar

Anak menyadari timbulnya buang air kecil atau besar

Kemampuan kognitif untu meniru perilaku yang tepat seperti buang air
kecil atau besar pada tempatnya

Etika buang air kecil atau besar

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk keberhasilan selama toilet


training:
1. Hindari pemakaian popok sekali pakai atau diaper di mana anak akan merasa
aman
2. Ajari anak mengucapkan kata-kata yang khas berhubungan dengan buang air
besar dan kecil
3. Mendorong anak melakukan rutinitas ke kamar mandi, seperti cuci muka saat
bangun tidur, cuci tangan, cuci kaki, dll.
4. Jangan marah bila anak gagal dalam melakukan toilet training

Tanda-tanda kesiapan si kecil untuk mulai toilet training


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Anak tidak mengompol minimal 2 jam saat siang hari atau setelah tidur siang.
BAB menjadi teratur dan dapat diprediksi
Ekspresi wajah, postur tubuh dan kata-kata (komunikasi) yang menunjukkan
keinginan BAB atau BAK.
Anak sudah dapat mengikuti perintah-perintah sederhana
Anak dapat berjalan dari dan ke kamar mandi, serta membantu melepas pakaian.
Anak tampak tidak nyaman dengan popok yang kotor dan ingin diganti.
Anak meminta menggunakan toilet atau pot.
Anak meminta menggunakan pakaian dalam seperti anak yang lebih besar.

Tanggung jawab perawat


Menolong orang tua mengidentifikasi kesiapan anak untuk toilet trainning

Tahapan toilet training


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
j.

Buat jadwal BAB/ BAK sesuai kebiasaan anak


Tumbuhkan rasa tertarik dengan aktivitas di kamar mandi.
Ajarkan anak untuk memberitahu orang tua bila ingin BAB atau BAK.
Tunjukkan cara cebok (membasuh) yang benar.
Ketika si kecil sudah siap, sebaiknya gunakan pot (potty chair) untuk BAK
atau BAB.
Laksanakan secara bertahap,
Laksanakan tenang / tidak terburu-buru
Jangan memperlihatkan ketegangan
Tawarkan/ bantu anak untuk bab/ bak sesuai jadwal
Latih anak menggunakan pot secara rutin, anak akan menunjukkan pada orang
tua jika dia sudah siap pindah dari pot ke toilet sesungguhnya.

Dampak Toilet Training


Kegagalan toilet training
Adanya perlakuan atau aturan yang ketat dari orang tua kepada anaknya yang dapat
mengganggu kepribadian anak atau cenderung bersifatnretentif di mana anak
cenderung bersifat keras kepala bahkan kikir. Hal ini dapat dilakukan oleh orang tua
karena sering memarahi anak pada saat buang air besar atau kecil atau melarang anak
saat bepergian.
Bila orang tua santai dalam memberikan aturan dalam tolet raining maka nak akan
mengalami kepribadian ekspresif, di mana anak lebih tega, cenderung ceroboh, suka
membuat gara-gara, emosional dan seenaknya dalam nelakukan kegiatan sehari-hari.