Anda di halaman 1dari 4

Flaviasnu Ferdia Finarta

14/367695/EK/20095
Sebagai generasi muda, saya merasa kurangnya kesadaran masyarakat khususnya para
muda yang dengan mudah menerima berita yang tersebar luas di berbagai aplikasi yang
memberikan layanan tercepat dalam menyampaikan berita. Padahal dalam berita tersebut hanya
bersumber satu orang saja atau orang yang berada disekitarnya. Sehingga berita tersebut tercepat
dalam menyampaikan berita. namun seharunya harus dicari alur-alurnya berita sehingga hal yang
terdapat diberita dapat diklarifikasi kebenarannya. Serta berita tersebut dapat diterima
masyarakat dengan kepastian yang dapat diklarifikasi.
Hal yang dapat diteladani dari para loper Koran adalah mereka sabar, bersyukur, jujur,
ikhlas. Sabar karena mereka bersabar dalam melayani masyarakat yang membeli, sebagai
generasi muda kita harus bersabar dalam menjalani semua yang diberikan tuhan kepada kita.
Serta kita harus bersyukur terhadapap apa saja yang diberikan Tuhan kepada kita, jangan sampai
kita tidak bersyukur terhadap hal-hal kecil yang diberikan tuhan. Kita juga harus jujur dalam
menjalankan semua pekerjaan, karena jujur adalah salah satu nilai yang didapatkan dari hasil
wawancara, mereka berjualan secara jujur. Namun sekarang dapat kita lihat para pejabat-pejabat
tinggi mereka banyak yang bertindak tidak jujur karena mereka masih berpikiran materi adalah
segalanya yang dapat mengubah mereka, padahal jika mereka bertindak jujur pasti akan
mendapatkan yang lebih dari Tuhan.
Serta ikhlas, kita harus menolong siapapun tanpa mengharapkan imbalnya, kita tidak
boleh mengharapkan imbalan jika kita menolong. Ikhlas adalah sesuatu yang tak ternilai
harganya, sedangkan sekarang para pejabat banyak yang membantu para investor namun mereka
juga meminta imbalan yang setimpal, itu bukanlah tindakan yang baik. Karena dari itu kita
sebagai generasi penerus harus mengurangi sifat tersebut.

Florentina Bella Respati Prameswari


14/362713/EK/19776/Z

Sebagai generasi penerus bangsa yang telah mengalami globalisasi, saya merasakan
berkurangnya minat baca anak muda jaman sekarang ini melalui media cetak. Terlalu banyak
alasan yang dapat dilontarkan untuk kami menghindari media cetak seperti Koran. Mudahnya
memperoleh informasi melalui media elektronik adalah salah satu alasan yang paling konkrit.
Tidak dapat dipungkiri lagi, membaca berita melalui internet dapat lebih mudah
dilakukan ketimbang harus membeli Koran terlebih dahulu di loper-loper Koran. Perbedaan
mambaca berita melalui media elektronik dengan membaca berita langsung melalui Koran
terkadang membuat beberapa orang lebih merasakan nyaman membaca berita melalui media
cetak.
Bagi saya pribadi, setelah melakukan wawancara dengan Bapak Kliwon dan Mas Wisnu
yang berprofesi sebagai loper Koran membuat hati saya sedikit tergerak. Ternyata dari sebuah
Koran dapat mengubah hidup seseorang menjadi lebih baik. Bayangkan apabila semua orang
sudah beralih ke media elektronik, darimana lagi mereka dapat memperoleh nafkah untuk hidup
mereka.
Nilai-nilai yang dapat saya peroleh dari mereka antara lain kejujuran, rasa syukur, dan
rasa ikhlas sangat membekas di hati saya. Ternyata tidak mudah mencari pekerjaan zaman
sekarang. Namun dengan adanya tiga nilai tersebut membuat kita memaknai hidup ini menjadi
lebih berarti. Saya berharap, tugas wawancara yang diberikan ini bukan hanya untuk sekedar
memenuhi nilai perkuliahan, tetapi juga dapat membuat hidup kami menjadi berubah lebih baik
lagi.

David Pradipto
10/299235/SA/15306
Seiring perkembangan zaman, manusia terus beradaptasi dengan lingkungan ,
masyarakat, serta budaya yang terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Manusia
mempelajari cara bertahan hidup (survival) agar dapat menjaga eksistensinya dan tidak
mengalami kepunahan. Dalam upaya menjaga eksistensinya tersebut manusia perlu melakukan
komunikasi dengan sesamanya. Faktor yang menjadi penentu dari komunikasi adalah bahasa.
Dengan bahasa manusia mampu menyampaikan keingininan serta pikirannya kepada manusia
lain. Hal ini terjadi secara timbal balik, yang biasa disebut dengan feedback atau respon.

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah, telah mengalami evolusi paling pesat dibanding
dengan ciptaan Allah lainnya. Akal budi, adalah yang membentuk kepribadian manusia berbeda
satu dengan lainnya, serta mampu membedakan hal baik dan buruk, serta memiliki pola pikir
yang komplek. Hasrat, cita-cita, serta impian yang dimiliki manusia adalah buah dari akal budi
ini. Dari berbagai faktor tersebut, lahirlah individu individu yang membawa perubahan dalam
berbagai sektor kehidupan manusia , salah satunya sektor ekonomi.

Dari wawancara yang telah dilakukan oleh kelompok terhadap narasumber yang
berprofesi sebagai tukang Koran, yaitu Mas Wisnu dan Pak Kliwon, dapat disimpulkan bahwa
dalam sektor perekonomian mereka memiliki peranan penting dalam kehidupan. Salah satunya
adalah menyebarluaskan informasi dalam format media cetak bernama Koran. Berkat jasa para
pekerja inilah, masyarakat mendapatkan manfaat berupa informasi yang aktual dan terpercaya.
Seringkali dalam kehidupan, kita belum menyadari pentingnya peranan seorang Mas Wisnu,
maupun Pak Kliwon. Sosok-sosok inilah yang membawa perubahan bagi kehidupan kita, sadar
maupun tidak. Dari generasi ke generasi, media koran telah membawa perubahan dalam setiap
segmen kehidupan kita. Titik balik bangsa Indonesia berawal dari Kemerdekaan yang juga
disampaikan melalui media Koran. Setiap manusia pada hakikatnya membutuhkan informasi
dalam upaya menjalankan kehidupan.