Anda di halaman 1dari 2

Analisis Univariat

1. Karakteristik responden
Berdasarkan kuesioner yang dikumpulkan dari 11 orang responden, diperoleh hasil:
Tabel 1
Distribusi frekuensi responden menurut umur (n=11)
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Kelompok Umur
Remaja Akhir (17-25 tahun)
Dewasa Awal (26-35 tahun)
Dewasa Akhir (36-45 tahun)
Lansia Awal (46-55 tahun)
Lansia Akhir (56-65 tahun)
Total

Frekuensi (n)
3
4
3
0
1
11

Presentase (%)
27,3
36,4
27,3
0
9,1
100

Berdasarkan tabel 1 diataskan didapatkan data bahwa responden terbanyak dari 11


orang responden adalah usia dewasa awal (26-35 tahun), yaitu sebanyak 4 orang
responden (36,4%) sedangkan kategori usia terendah yaitu usia lansia akhir (56-65
tahun) sebanyak 1 orang responden (9,1%).
Tabel 2
Distribusi frekuensi responden menurut agama (n=11)
No.
1.
2.
3.

Pendidikan
Islam
Kristen Protestan
Katolik
Total

Frekuensi
8
2
1
11

Persentase (%)
72,7
18,2
9,1
100

Berdasarkan tabel 2 diatas didapatkan data bahwa responden terbanyak beragama


Islam, yaitu sebanyak 8 responden (72,7%) dan yang terendah beragama Katolik
sebanyak 1 responden (9,1%).
Tabel 3
Distribusi frekuensi responden menurut pendidikan terakhir (n=11)
No.
1.
2.
3.

Pendidikan
SD
SMP
SMA
Total

Frekuensi
4
6
1
11

Persentase (%)
36,4
54,4
9,1
100

Berdasarkan tabel 3 diatas didapatkan data bahwa responden terbanyak pendidikan


terakhir SMP, yaitu sebanyak 6 orang responden (54,4%) dan terendah adalah responden
dengan pendidikan terakhir SMA, yaitu hanya 1 orang responden (9,1%).

Tabel 4

Distribusi frekuensi responden berdasarkan suku (n=11)


No.
1.
2.
3.
4.

Suku

Frekuensi
5
1
3
2
11

Melayu
Minang
Batak
Jawa
Total

Persentase (%)
45,5
9,1
27,3
18,2
100

Berdasarkan tabel 4 diatas didapatkan data bahwa responden terbanyak bersuku


Melayu, yaitu sebanyak 5 responden (45,5 %) sedangkan responden terendah bersuku
Minang, yaitu sebanyak 1 responden (9,1%).
Tabel 5
Distribusi frekuensi responden berdasarkan lama hari rawat (n=11)
No
1
2

Lama Hari Rawat


17-110 hari
>110 hari

Ferkuensi (n)
10
1
11

Persentase (%)
90,9
9,1
100

Berdasarkan tabel 5 diatas didapatkan data bahwa jumah responden berdasarkan lama
hari rawat, yaitu lama hari rawat 17-110 hari sebanyak 10 orang responden (90,9%)
sedangkan lama hari rawat >110 hari hanya 1 orang responden (45,8%).
Analisis Bivariat
Analisis bivariat untuk melihat pengaruh terapi penghentian pikiran untuk mengontrol
pikiran negatif pada pasien dengan gangguan konsep diri: harga diri rendah. Ada pengaruh
apabila uji T Dependent p value < 0,05. Dalam penerapan ini tingkat harga diri diukur
sebelum dan sesudah dilakukan terapi Okupasi khusus. Dengan kuesioner self esteem scale
Rossenberg. Maka didapatkan hasil pada tabel 7 dibawah ini:
Tabel 6
Pengaruh terapi penghentian pikiran untuk mengontrol pikiran negatif pada pasien dengan
gangguan konsep diri: harga diri rendah
Variabel
Skala harga diri

Pre test
Mean
17,82

Post test
SD
4,309

Mean
23,09

SD
2,737

P
0,000

Berdasarkan tabel 6 diatas didapatkan data rata-rata skala harga diri pretest 17,82
dengan standar deviasi 4,309. Pada posttest didapatkan rata-rata 23,09 dengan standar deviasi
2,737. Hasil uji T dependent didapatkan hasil p value=0,000, maka dapat disimpulkan bahwa
ada pengaruh terapi penghentian pikiran untuk mengontrol pikiran negatif pada pasien
dengan gangguan konsep diri: harga diri rendah.