Anda di halaman 1dari 15

JUDUL: KOMUNIKASI DENGAN TEMAN SEJAWAT

STEP 1

Team work
o Kerjasama antar anggota kelompok dalam menyelesaikan suatu
masalah
o Kegiatan suatu kelompok dalam mengerjakan sesuatu untuk
mencapai suatu tujuan tertentu

Surat rujukan medik


o Sistem penyelenggaraan kesehatan yang melaksanakan
pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus
penyakit secara verbal
o Upaya kesehatan yang berorientasi kepada kepentingan penderita
bertujuan untuk memperoleh pemecahan masalah baik untuk
keperluan diagnostik pengobatan maupun pengelolaan penderita
selanjutnya

Informed consent
o Suatu persetujuan setelah mendapat informasi
o Persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar
penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap
pasien tersebut

Forum pertemuan klinik


o Forum yang bertujuan untuk membahas masalah klinik
o Forum yang beranggotakan tim-tim medis untuk meningkatkan dan
memecahkan masalah klinik

Profesional
o Orang yang sudah berpengalaman
o Seseorang yang ahli dalam bidang tertentu

STEP 2
BAGAIMANA SEORANG DOKTER PROFESIONAL MELAKUKAN KOMUNIKASI
DENGAN TEMAN SATU PROFESI?
TEAM WORK TEMAN SEJAWAT

Definisi
Manfaat
Tujuan
Kendala
Jenis-jenis
Kriteria
Faktor yang mendasari
Cara meningkatkan kinerja tim

SURAT RUJUKAN MEDIK

Definisi
Manfaat
Tujuan
Langkah-langkah
Bentuk
Kendala
Obyek
Arah rujukan
Macam-macam
Hal-hal yang dirujuk
Sikap yang tidak terpuji dalam rujukan medik

INFORMED CONSENT

Definisi
Manfaat
Tujuan
Kendala
Fungsi
Langkah-langkah
Landasan hukum
Syarat-syarat

STEP 3
BAGAIMANA SEORANG DOKTER PROFESIONAL MELAKUKAN KOMUNIKASI
DENGAN TEMAN SATU PROFESI?
TEAM WORK TEMAN SEJAWAT

Definisi
o Kerjasama antar anggota kelompok dalam menyelesaikan suatu
masalah
o Kegiatan suatu kelompok dalam mengerjakan sesuatu untuk
mencapai suatu tujuan tertentu

Manfaat
o Dapat meningkatkan motivasi kerja
o Meningkatkan produktivitas
o Meningkatkan kepuasan kerja
o Memudahkan mendapatkan penyelesaian masalah
o Hasilnya lebih bervariasi dan lengkap
o Tercapainya hasil yang optimal
o Menumbuhkan sikap saling mengharagai pendapat orang lain

Tujuan
o Melatih kepemimpinan
o Meningkatkan kinerja disiplin
o Membentuk kekompakan

1.
2.
3.
4.
5.

Melatih bekerja dalam kelompok (teamwork)


Melatih keterampilan berkomunikasi
Pembagian kerja
Melatih kemampuan bertanggung jawab
Melatih keterampilan sosial (kepemimpinan, sikap positif)
www.search.com Bagaimana mengatur kerja kelompok (Hadi Suwono)

Kendala
o Saling mempertahankan pendapat yang berbeda-beda
o Perbedaan kemampuan berkomunikasi
o Takut menyampaikan pendapat
1.

RENDAHNYA :
KOMPETENSI ANGGOTA
MOTIVASI ANGGOTA
HUBUNGAN (KOMUNIKASI)
KEPEMIMPINAN
(KETERBATASAN) TEKNOLOGI
FAKTOR KEPRIBADIAN ANGGOTA
KOMITMEN
Jenis-jenis
o Formal
: sengaja dibentuk untuk melaksanakan tugas
o Informal
: kelompok yang terbentuk begitu saja berdasarkan
pertemanan

FORMAL, KEL. YANG SENGAJA DIBENTUK UNTUK MELAKSANKAAN


TUGAS DAN FUNGSI ORGANISASI DAN KEWENANGAN MASINGMASING

INFORMAL, KEL. YANG TERBENTUK BEGITU SAJA BERDASARKAN


PERTEMENAN, KEPENTINGAN, MINAT
DISFUNGSIONAL, KELOMPOK YANG BERDIRI ATAS SEJUMLAH
INDIVIDU YANG MELAKSANAKAN TUGAS DAN DAN FUNGSI MASINGMASING
FUNGSIONAL, YANG TERDIRI DARI ATAS ORANG-2 YANG MEMPUNYAI
HUBUNGAN TERTENTU DAN SATU SAMA LAIN SALING BERGANTUNG
PRODUKTIF, KEL. YANG BERFUNGSI SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN

Ketidaksamaan tujuan
2. Besarnya anggota tim
3. Pengalaman yang tidak menyenangkan dengan tim
4. Persaingan anggota tim
5. Dominasi

Kriteria
Anggota merasa saling membutuhkan
Rasa tanggung jawab yang tinggi
Semangat yang tinggi dalam tim
Mengevaluasi hasil kerja untuk peningkatan kinerja

MENURUT PATT WILLIAM :

SALING KETERGANTUNGAN
DALAM MENGAHADAPI TANTANGAN
KEBERSAMAAN
SALING PERCAYA
RINCIAN/PEMBAGIAN TUGAS JELAS
TRAMPIL MEMECAHKAN MASALAH
KETERBUKAAN
MEMEMAHAMI PERBEDAAN
ADANYA PENGAKUAN

a. Adanya tujuan bersama yang jelas (Clear Objective)


b. Kepemimpinan yang tepat (Approtiate Leadership)
c. Keanakbuahan yang memadai (Sufficient Followership)
d. Rasa ikut memiliki (Sense of Belonging) dan komitmen
(Commitment)
e. Kebersamaan (Intergroup Relation) dan saling percaya (Trust)
f. Loyalitas dan dedikasi pada team dan Pimpinan
g. Kerjasama (Teamwork)
(http://managementfile.com/journal.php?
id=221&sub=journal&page=hr)

Faktor yang mendasari


Adanya tujuan yang sama
Adanya tuntutan tugas

Cara

meningkatkan kinerja tim


Membuat peraturan sebagai landasan kerja tim
Menentukan tujuan dan prioritas dari sebuah tim
Membangun kepercayaan

MEMBANGUN TEAM yang baik


1. Bergerak ke arah yang sama secara bersama-sama.
Untuk membangun sebuah team yangbaik, setiap anggota team harus
mengetahui tujuan team dan memiliki persepsi yang sama tentang arti dari tujuan
team tersebut.
2. Perjelas Keahlian dan Tanggung Jawab Anggota Team. ( Job Description)
- Setiap anggota team harus tugas dan tanggung jawab secara personal.
- Setiap anggota team harus mengetahui cara dan melakukan tugas teknis
mereka.

- Setiap anggota team harus mengerti dan memahami peraturan dasar yang
dibangun berdasarkan tujuan team.
3. Adanya Peraturan, Panduan atau Prosedur
Hal ini akan memberikan perasaan yang stabil dan sebagai acuan dalam
menyelesaikan masalah yang belum terjadi atau telah terjadi.
4. Hindari Masalah yang Dapat Diprediksi
Jangan mengambil resiko dengan tetap melakukan suatu proses yang
memungkinkan terjadinya kegagalan.
5. Gunakan Segala Peraturan, Panduan atau Prosedur Sebagai Alat Pengukur
Peraturan, Panduan atau Prosedur dapat menjelaskan bagaimana team ingin
bekerjasama. Peraturan team harus diperhitungkan sebagai konsep yang hidup
dan dinamis, yang dapat dilakukan dengan meluangkan waktu untuk
membicarakannya, mengubah peraturan/ panduan jika tidak berfungsi dan
buatlah dokumen mengenai perubahan tersebut.
Jika terjadi pelanggaran terhadap Peraturan/Panduan harus langsung
dibicarakan, setiap anggota team harus bertanggung jawab terhadap kinerja
team dan juga bekerja keras untuk mencapai tujuan team.
6. Membantu Rekan Baru dalam Team
Yang dibutuhkan oleh anggota baru adalah
- Memperoleh gambaran jelas tentang cara kerja, norma dan nilai-nilai team.
- Orientasi tentang budaya team.
Untuk membantu rekan baru dalam team fokuskan pada hal dasar
terlebih dahulu. Jangan berasumsi bahwa rekan baru akan otomatis mengerti
apa yang sedang terjadi.
7. Selalu Bekerjasama
Ketika seseorang berkerjasama untuk memecahkan suatu masalah maka
pandangan dan interprestasi masalah yang berbeda ditambah kenyataan dan
pengetahuan yang berbeda akan menciptakan solusi yang lebih baik.
8. Wujudkan Gagasan/Ide Menjadi Kenyataan
- Jika salah seorang anggota mengemukakan gagasan/ide, dengarkan dengan
baik. Lalu piculan dengan mengajukan pertanyaan Bagaimana jika.., hal
tersebut akan memacu perkembangan pikiran. Banyak orang yang menjadi
kreatif karena tantangan.

- Kejarlah kuantitas gagasan/ide bukan pada kualitas gagasan/ide. untuk


memunculkan gagasan/ide seseorang membutuhkan waktu untuk berpikir.
Yang perlu dilakukan selanjutnya adalah memperbaiki gagasan/ide apabila
kurang sesuai.
- Hindari kritikan terhadap gagasan/ide ketika gagasan/ide itu terbentuk.
Namun pusatkan perhatian pada cara gagasan/ide dapat
diperbaiki/digunakan.
9. Paculah Kreatifitas
Pada dasarnya setiap orang dapat menjadi kreatif, hanya saja dibutuhkan
latihan. Cara sederhana adalah dengan melakukan beberapa latihan kelompok
yang terdengar bodoh. Para anggota team diberi masalah kecil dan tugas yang
mengembangkan imajinasi dan tidak mempunyai konsekuensi nyata. Hal
tersebut dapat memacu pemikiran kreatif team ketika masalah harus ditangani.
Antisipasi perilaku team yang tidak produktif dengan menghindari perilaku yang
cenderung menjatuhkan gagasan sebelum gagasan dibangun.
10. Ambilah Keputusan secara Solid
Fungsi dasar team adalah mengambil keputusan yang akan mempengaruhi hasil
yang penting. Pengambilan keputusan harus dilakukan secara efektif dan efisien
dengan berorientasi pada masa depan. Artinya mengidentifikasi dan mengurangi
faktor yang tidak dikethui yaitu RESIKO. Tiga informasi yang dibutuhkan untuk
mengurangi resiko adalah :
- Informasi yang menyangkut fakta, data, trend dan informasi akurat lainnya dari
sumber yang dapat dipercaya dan dapat diandalkan.
- Informasi data hasil percobaan.
- Intuisi atau indra keenam yang dimiliki beberapa orang yang didasarkan pada
pengalaman dan persepsi yang tajam.
Kenali Resiko menciptakan cara untuk meminimalisasi resiko dari setiap
alternatif memilih alternatif terbaik.
11. Hindari Pemecahan Masalah dengan Kompromi
Kompromi adalah apa yang terjadi ketika team mencapai keputusan yang tidak
disetujui sebagian anggota atau mereka tidak benar-benar perduli pada
keputusan itu.
Contoh : Pihak A percaya bahwa produk dapat diselesaikan dalam waktu dua
hari, sedangkan pihak B beranggapan bahwa waktu yang dibutuhkan adalah
setengah hari. Setelah diskusi yang panjang dan saling mengalahkan opini,
akhirnya team berkompromi dan memutuskan bahwa pekerjaan akan

diselesaikan satu setengah hari. Apa yang akan dirasakan oleh para anggota?
Para pihak akan merasa tidak puas dengan keputusan tersebut.
Perlu diingat kompromi dapat dilakukan apabila keputusan harus diambil
sesegera mungkin (tekanan waktu) dan kompromi merupakan keputusan
sementara.
Agar keputusan kompromi dapat berguna dan berjalan dengan baik :
- Perhatikan Kompromi. Ketika mengambil keputusan haris dipertanyakan
bagaimana perasaan team. Apabila anggota team setuju makan keputusan
dapat dilaksanakan tetapi apabila tidak setuju maka ada baiknya menimbang
kembali keputusan tersebut.
- Perhatikan Penerapannya. Pastikan keputusan yag dicapai melalui kompromi
diterapkan secara se-efektif dan se-efisien mungkin.
- Jangan jadikan keputusan kompromi sebagai kebiasaan. Sebagian anggota
akan merasa diacuhkan. Semangat dan komitmen akan jatuh.
12. Carilah Kesamaan Pandangan dengan Pengambilan Keputusan secara
Konsensus
Konsensus adalah melakukan diskusi yang mengacu pada pemecahan masalah,
menciptakan sudut pandang yang sama terhadap masalah dan hambatan, serta
memikirkan tindakan yang paling mungkin dilakukan berdasarkan suatu kondisi
tertentu.
Konsensus merupakan keputusan yang dibuat dalam kelompok dan disetujui
semua orang sebagai keputusan terbaik yang diambil pada kondisi saat itu.
Dalam konsensus diperlukan pengertian yang jelas mengapa keputusan diambil
dan semua orang mendukung. Konsensus menjadi penting karena untuk
menerapkan suatu keputusan diperlukan dukungan dan bantuan total dari team.
Dalam konsensus, sudut pandang yang beragam dari setiap anggota team harus
diperhatikan, dipertimbangkan, diselidiki, dibandingkan dan didiskusikan, sampai
semua anggota melihat dan memahami semua aspek masalah atau keputusan.
Hasil konsensus jauh lebih baik daripada kompromi, tetapi harus diingat,
konsensus memerlukan waktu dan tidak berlaku untuk semua keputusan,
konsensus akan menghasilakn keputusan yang tepay untuk saat dan kondisi
saat itu.
Pengambilan Keputusan secara konsensus dapat dilatih.
- Kuncinya adalah setuju bukan kompromi.
- Mendengarkan secara aktif.
- Berpikir Terbuka.

- Mengutarakan posisi dan alasan, bukan pungutan suara.


- Partisipan yang bersemangat.
13. Manfaatkan Pertentangan Sebagai Langkah Membangun Kreatifitas
Team adalah sekelompok orang yang berkerjasama untuk meraih tujuan
bersama. Kenyataannya, setiap orang berbeda. Setiap orang di dalam team
berasal dari tempat yang berbeda, memiliki pendidikan, pekerjaan, pengalaman,
dan kegemaran yang berbeda. Apa yang menjadi jelas dan penting bagi pihak
lain belum tentu jelas dan penting juga bagi pihak lain.
Cara mengatasi perbedaan adalah dengan menghadapi perbedaan tanpa emosi,
dengan tidak memandang perbedaan sebagai serangan pribadi. Perbedaan
harus dihadapi dengan dewasa dan profesional. Perbedaan dapat menghasilkan
pemecahan masalah yang berbeda, menghasilkan gagasan/ide yang berbeda
dan dapat memunculkan kreatifitas.
14. Perangi Virus Konflik
Meskipun team dapat menangani konflik dengan efektif tetapi tidakkan efisien
jika potensi terjadinya konfilk dapat dihindari sejak awal.
Pemicu konflik yang dapat dihindari antara lain adalah
- Komitmen. Setiap anggota team harus bertanggung jawab pada pekerjaan dan
hasil yang diperoleh team.
- Persepktif menang kalah di kalangan para anggota harus dihilangkan dari awal.
- Ingatlah bahwa perbedaan dapat memacu kreatifitas. Dengarkan dengan
seksama apa yang dikatakan orang-orang dan usahakan untuk melihat dari
sudut pandang mereka.
15. Saling Percaya
Bagaimana team membangun kepercayaan :
- Tepati janji anda tanpa ragu.
- Pastikan apa yang anda katakan dan informasi yang anda bawa merupakan
informasi terkini dan akurat.
- Lakukan tugas anda dengan sungguh-sungguh. Orang
mempercayai orang yang kompeten dan punya disiplin diri.

cenderung

- Selesaikan tugas anda dengan kualitas dan akurasi yang baik.


- Bergaul dengan oranglain. Apakah anda akan mempercayai indovidu yang
cenderung enggan bersosialisasi?

- Kerjasama dengan oranglain


fleksibilitas dan kreatifitas.

dalam

mengambil

keputusan.

Tunjukkan

- Biasanya orang akan mengerjakan segala sesuatu dengan baik dan


bertanggung jawab apabila dia merasa dipercaya.
16. Adakan Rapat dengan Baik
Susun agenda rapat dan lakukanlah rapat secara baik.
17. Saling Memberi Penghargaan
Hasil penelitian yang telah dilakukan berulang kali menunjukkan bahwa uang
bukanlah motivator paling penting dalam pekerjaan. Faktor nomor satu yang
memotivasi adalah bahwa mereka telah berkontribusi terhadap pekerjaan yang
menarik. Selain itu tanggung jawab tambahan juga dapat merupakan bentuk
tanda kepercayaan dan keyakinan. Dan jangan lupa untuk mengucapkan
Terimakasih.
18. Evaluasi Team secara Teratur
- Evaluasi team
- Evaluasi Tujuan
- Rayakan kemajuan
- Lakukan perbaikan
19. Pimpinlah Tanpa Mendominasi
Mengendalikan tanpa memerintah dapat dilakukan dengan :
- Mengusulkan;
- Mengarahkan;
- mengajukan pertanyaan;
- merangkum sudut pandang;
- mengarisbawahi konsekuensi;
- membiarkan segala sesuatunya terjadi.
Kunci Keberhasilan Kepemimpinan dewasa ini adalah pengaruh bukan
kekuasaan -Ken Blanchard20. Mintalah Bantuan

Bagi sebagian orang meminta bantuan dinilai sebagai tanda kelemahan.


Hilangkan pemikiran mengenai hal tersebut dan tekankan bahwa meminta
bantuan lebih baik demi menghindari terjadinya kesalahan atau masalah.
21. Jangan Menyerah
Jangan biarkan kendala menengendalikan team, belajarlah dari kesalahan dan
maju terus demi mencapai tujuan team secara bersama-sama.

SURAT RUJUKAN MEDIK


Definisi
o Sistem penyelenggaraan kesehatan yang melaksanakan
pelimpahan tanggung jawab timbal balik terhadap suatu kasus
penyakit secara verbal
o Upaya kesehatan yang berorientasi kepada kepentingan penderita
bertujuan untuk memperoleh pemecahan masalah baik untuk
keperluan diagnostik pengobatan maupun pengelolaan penderita
selanjutnya

Manfaat
o Pengetahuan dan ketrampilan dokter akan meningkat
o Kebutuhan dan tuntutan kesehatan penderita akan lebih terpenuhi

Tujuan
o Mampu mejembatani pelayanan kesehatan diwilayah pedesaan
o Mampu menyamakan langkah atau strategi antar petugas
kesehatan
Langkah-langkah

o
o
o
o
o
o
o
o
o

Gunakan bentuk surat resmi yang lazim dgunakan


Di temapat masalah utama, tuliskan nama serta umur pasien.
Nyatakan tanggal saat pasien pertama kali diperiksa
Nyatakan perkiraan tanggal (minggu atau bulan) saat pasien mulai sakit
Berikan ringkasan mengenai keluhan utama, riwayat penyakit, dan temuan
klinik
Berikan semua rinciana pengobatan yang telah diberikan temasuk dosis
obat
Cantumkan permintaan nasihat dan pengobatan secara sopan
Tanda tangani suart dengan nama anda dan tuliskan jabatan resmi anda
sebagai orang yang mengirim pasien
Tuliskan alamat pasien, dan nama serta alamat kerabat terdekat pasien di
bagian bawah surat
(Buku Manajemen Pelayanan Kesehatan Primer, Rosemary Mc Mahon,
Dkk,1999)

a.
b.
c.
d.
e.
f.

Bahasanya Resmi
Ditempat masalah utama ada Nama dan umur pasien
Menuliskan tanggal saat pasien prtama diperiksa
Menuliskan perkiraan tanggal saat pasien mulai sakit
Ringkasan keluhan utama, riwayat penyakit, temuan klinis
Rincian semua pengobatan yg telah diberikan termasuk dosis
obat
g. Permintaan nasihat dan pengobatan secara sopan
h. Menandatangani surat dan menulis nama terang
i. Menulis alamat pasien dan nama serta alamat berobat
terdekat pasien dibagian bawah surat
Buku Managemen Pelayanan Kesehatan Primer, Rosmery Mc Mahon
dkk, 1999

Rujukan ditulis dalam amplop tertutup diajukan oleh dokter


perujuk kepada konsultan disertai keterangan yang cukup
Dalam hal rujukan penderita, maka konsultan mengirim kembali
penderita tersebut disertai pendapat dan anjuran tertulis pula
Bila dikehendaki oleh dokter perujuk, konsultan dapat melakukan
pengelolaan atau pengobatan penderita sampai sembuh
Konsultan tidak dibenarkan memberitahukan kepada penderita
secara langsung maupun tidak langsung tentang kekeliruan yang
mungkin dibuat oleh dokter perujuk terhadap penderita
Pendapat dan anjuran konsultan dapat berupa pendapat final atau
anjuran untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut (laboratorik,
EKG, radiologik, atau penunjang lain)
(http://rac.uii.ac.id/server/document/Private/2008052512051503410
2851111.pdf

Macam-macam
o Rujukan medik lisan
o Rujukan medik tertulis

Rujukan pasien (transfer of


patient),penatalaksanaan pasien dari strata pelayanan kesehatan yang
kurang mampu ke strata pelayanan kesehatan yang lebih sempurna atau
sebaliknya untuk pelayanan tindak lanjut
Rujukan ilmu pengetahuan (transfer of knowledge),pengiriman
dokter/ tenaga kesehatan yang lebih ahli dari strata pel. kes. Yang lebih
mampu ke strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu untuk bimbingan
dan diskusi atau sebaliknya, untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan
Rujukan bahan pemeriksaan laboratorium (transfer of
specimens), pengiriman bahanbahan pemeriksaan bahan laboratorium
dari strata pelayanan kesehatan yang kurang mampu ke strata yang lebih
mampu atau sebaliknya, untuk tindak lanjut.

(KONSULTASI & RUJUKAN DALAM PRAKTEK DOKTER KELUARGA, dr.


Rina Amelia, Departemen IKM/ IKP/ IKK, Fakultas Kedokteran USU)

1.Rujukan pasien (transfer of patient),


penatalaksanaan pasien dari surat penatalaksanaan strata pelayanan
kesehatan yang kurang mampu ke strata pelayanan kesehatan yang lebih sempurna atau
sebaliknya untuk pelayanan tindak lanjut
2. Rujukan ilmu pengetahuan (transferof knowledge),
pengiriman dokter/ tenaga kesehatan pengiriman kesehatanyang lebih
ahli dari strata yang lebih mampu ke strata pelayanankesehatan yang
kurang mampu untuk bimbingan dan diskusi atau sebaliknya,untuk
mengikuti pendidikan dan pelatihan
3. Rujukan bahan pemeriksaanlaboratorium (transfer
ofspecimens), pengirimanbahanbahan
pemeriksaan laboratorium dari bahan dari strata pelayanan kesehatan
yang kurang mampu kestrata yang lebih mampu atau sebaliknya,
untuk tindaklanjut.
http:top_pdf.com/contoh-surat-rujukan-pasien.Html(Azrul Azwar:Pengantar
Pelayanan Dokter Keluarga)

Kendala
o Sarana yang kurang memadai
o Salah paham
o Surat hilang
o Tidak mencantumkan keterangan secara lengkap

Obyek
o Penderita
o Bahan pemeriksaan

Arah
o
o
o
o
o

rujukan
Dari dokter
Dari dokter
Dari dokter
Dari dokter
Dari dokter

: darah, tinja, urin, dahak

umum dokter spesialis


spesialis spesialis lain
umum/spesialis pemeriksaan penunjang (lab)
umum/spesialis RS
spesialis umum (alasan tempat tinggal)

Rujukan upaya kesehatan perseorangan


Antara masyarakat dengan puskesmas
Antara puskesmas pembantu/bidan di desa dengan
puskesmas
Intern petugas puskesmas /puskesmas rawat inap
Antar puskesmas atau puskesmas dengan rumah sakit, atau
fasilitas pelayanan kesehatan lainnya
Rujukan upaya kesehatan masyarakat

Dari puskesmas ke dinas kesehatan kabupaten/kota

Dari puskesmas ke instansi lain yang lebih kompeten baik


intrasektoral maupun lintas sektoral
( buku : ARRIMES MANAJEMEN PUSKESMAS BERBASIS
PARADIGMA SEHAT,TRIHONO 2005)

Contoh penulisan

www.jamsostek.co.id

Sikap
o
o
o

yang tidak terpuji dalam rujukan medik


Memalsukan tanda tangan
Melakukan rujukan karna menginginkan imbalan
Melakukan rujukan karna malas menanganinya

INFORMED CONSENT

Definisi
o Suatu persetujuan setelah mendapat informasi
o Persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar
penjelasan mengenai tindakan medik yang akan dilakukan terhadap
pasien tersebut

Manfaat
o Mendapat persetujuan

Pasien tahu prosedur penanganan penyakitnya bias membahayakan


atau tidak, serta mendapatkan informasi tentang hal-hal yang perlu
dipersiapkan sebelum operasi
(http://eprints.undip.ac.id/10595/1/Artikel.pdf)

Tujuan
o Memberikan perlindungan kepada pasien secara hukum
o Melindungi hak individu pasien dari tindakan tidak sah atas
integritas oleh dokter

a. Memberikan perlindungan kepada pasien terhadap tindakan


dokter yang sebenarnya tidak diperlukan dan secara medik tidak
ada dasar pembenarannya yang dilakukan tanpa sepengetahuan
pasiennya.
b. Memberi perlindungan hukum kepada dokter terhadap suatu
kegagalan dan bersifat negatif, karena prosedur medik modern
bukan tanpa resiko, dan pada setiap tindakan medik ada melekat
suatu resiko ( Permenkes No. 290/Menkes/Per/III/2008 Pasal 3 )
(http://www.ilunifk83.com/peraturan-dan-perijinan-f16/informedconsent-t143.htm)

Kendala
o Tidak ada persetujuan dari keluarga
o Keluarganya jauh

Bahasa, yaitu saat penjelasan informasi berkaitan dengan tindakan


medis yang akan dilakukan terdapat banyak istilah dalam bidang
kedokteran yang sulit dimengerti masyarakat awam pada
umumnya.
Penyampaian informasi yang benar kadang membuat pasien takut,
tertekan atau tegang
Hak menolak pasien menjadi dilema bagi dokter yang berkewajiban
untuk menolong
(http://rac.uii.ac.id/server/document/Private/20080525120515
034102851111.pdf)
Fungsi
o Agar dokter melakukan dengan hati-hati
o Menghindari penipuan
Langkah-langkah
o Memberitahu keluarga tindakan yang akan dilakukan
o Menjelaskan
o Memastikan pasien sudah paham
o Meminta persetujuan

Landasan hukum
o Peraturan menteri kesehatan No. 585/1992 pasal 11

Peraturan Menteri Kesehatan No. 585 tahun 1989 Pasal 4 ayat


1ttg pemberian info kepada pasien baik diminta atau tidak
Peraturan Menteri Kesehatan No. 585 tahun 1989 Pasal 2 ayat
2 ttg semua tindakan medikpada pasien harus mendapat
persetujuan
Peraturan Menteri Kesehatan No. 585 tahun 1989 Pasal 13 ttg
pencabutan izin praktik jika adanya tindakan medik pada
pasien yang tidak disertai dengan persetujuan
(http://etd.eprints.ums.ac.id)
1. UU Kesehatan Th. 1992, Psl 53.
Dengan jelas dikatakan bahwa hak health care receiver antara
lain :
Hak atas informasi.
Hak memberikan persetujuan tindakan medik.
2. UU No. 29 Th. 2004 Tentang Praktik Kedokteran.
3. Peraturan Pemerintah Tentang Tenaga Kesehatan.
4. Permenkes No. 585 tentang Persetujuan Tindakan Medik serta
Surat Keputusan Dirjen Yanmed.
5. Permenkes No. 1419 / Menkes / PER / 2005 tentang
Penyelenggaraan Praktik Dokter dan Dokter Gigi.
(http://www.fk.uwks.ac.id/elib/Arsip/Departemen/Hukum_Kedokteran/
Bab%20VII%20INFORMED%20CONSENT.pdf)

Syarat-syarat
o Sesuai prosedur
o Dokter harus memberi informasi mengenai suatu tindakan yang
hendak dilakukan
o Pasien dapat secara sukarela memberikan persetujuannya

Isi
Syarat yang bertanggung jawab/menandatangani
Kapan digunakan/dikeluarkan