Anda di halaman 1dari 7

Batasan dan Pengertian MDK

Dalam
pelaksanaan
kegiatan
pendataan
dan
pemutakhiran
data
keluarga
diberikan
batasan/pengertian terhadap beberapa istilah untuk melengkapi berbagai batasan dan pengertian
yang berkaitan dengan pelaksanaan pendataan keluarga, sebagai berikut:
1.

Wilayah Pendataan Keluarga/Pemutakhiran Data Keluarga


Adalah satuan wilayah tempat tinggal keluarga (termasuk yang baru sebagai hasil pemekaran
dan penggabungan wilayah) setingkat RT atau Dusun/RW, sebagai basis lokasi kegiatan
pendataan keluarga/ pemutakhiran data keluarga.

2.

Pendataan Keluarga
Adalah kegiatan pengumpulan data primer tentang data kependudukan, data keluarga berencana
dan keluarga sejahtera, data tahapan keluarga sejahtera dan data anggota keluarga yang
dilakukan oleh masyarakat bersama pemerintah (Kantor BKKBN) secara serentak pada waktu
yang telah ditentukan (bulan Juli sampai September setiap tahun) melalui kunjungan ke keluarga
dari rumah ke rumah.

3.

Pemutakhiran Data Keluarga


Adalah kegiatan pendataan keluarga dengan cara memperbaiki, merubah dan menambah baru
data keluarga serta individu anggota keluarga yang terhimpun dalam databasis keluarga yang
mutakhir, setiap periode waktu pendataan keluarga.

4.

Databasis Keluarga
Adalah kumpulan informasi dan data keluarga serta individu anggota keluarga hasil pendataan
keluarga/pemutakhiran data keluarga disetiap wilayah pendataan (RT, Dusun/RW) dan setiap
tingkatan wilayah administrasi (Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, dan Pusat)
yang tersimpan dalam file elektronik dan file cetak.

5.

Keluarga
Adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami isteri atau suami isteri dan anaknya
atau ayah dan anaknya atau ibu dan anaknya (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52
tahun 2009). Secara implisit dalam batasan ini yang dimaksud dengan anak adalah anak yang
belum menikah. Apabila ada anak yang sudah menikah dan tinggal bersama suami/isteri atau
anak anaknya, maka yang bersangkutan menjadi keluarga tersendiri (keluarga lain atau keluarga
baru).
Selain itu terdapat juga Keluarga khusus, yaitu satuan individu/seseorang orang yang tidak diikat
dalam hubungan keluarga, hidup dan makan serta menetap dalam satu rumah (misalnya
seseorang atau janda/duda sebagai keluarga sendiri, atau dengan anak yatim piatu dll.)

6.

Kepala keluarga
Adalah laki laki atau perempuan yang berstatus kawin, atau janda/duda yang mengepalai suatu
keluarga yang anggotanya terdiri dari isteri/ suaminya dan atau anak-anaknya.

7.

Jumlah jiwa dalam keluarga


Adalah jumlah semua anggota keluarga yang terdiri dari kepala keluarga sendiri, isteri/suaminya
dan atau dengan anak (anak-anak) nya serta orang lain atau anak angkat yang ikut dalam
keluarga tersebut yang belum berkeluarga, baik yang tinggal serumah maupun yang tidak tinggal
serumah.

8.

Akte Kelahiran
Adalah Catatan Otentik mengenai kelahiran seseorang/ individu yang dikeluarkan oleh Instansi
Catatan Sipil.

9.

Wanita usia subur


Adalah wanita yang berumur 15 49 tahun baik yang berstatus kawin maupun yang belum kawin
atau janda.

10.

Usia Kawin Pertama


Adalah usia seseorang pada saat pertama kali menikah.

11.

Pasangan usia subur


Adalah pasangan suami isteri yang isterinya berumur antara 15 sampai dengan 49 tahun.

12.

Ibu meninggal karena melahirkan (kematian maternal)


Adalah ibu yang meninggal ketika sedang hamil atau melahirkan atau selama 42 hari setelah
melahirkan, tanpa memandang tempat kehamilan (di dalam maupun di luar rahim), oleh karena
setiap sebab yang ada hubungannya dengan kehamilan atau penanganannya, tetapi bukan
karena sebab-sebab kebetulan atau kecelakaan.

13.

Peserta KB
Adalah pasangan usia subur yang suami/isterinya sedang memakai atau menggunakan salah satu
alat/cara kontrasepsi modern pada tahun pelaksanaan pendataan keluarga/pemutakhiran data
keluarga. Dalam pengertian ini tidak termasuk cara cara kontrasepsi tradisional, seperti pijat urut,
jamu dan juga tidak termasuk cara cara KB alamiah seperti pantang berkala, senggama terputus
dan sebagainya.
1.

Peserta KB Pemerintah
Adalah peserta KB yang memperoleh pelayanan KB dari tempat-tempat pelayanan KB
Pemerintah, misalnya: di Puskesmas, di Klinik KB/Rumah Sakit Pemerintah.

2.

Peserta KB Swasta
Adalah peserta KB yang memperoleh pelayanan KB dar tempat-tempat pelayanan KB
Swasta, misalnya: Dokter/Bidan Praktek Swasta, Klinik KB/Rumah Sakit Swasta, Apotek, Toko
Obat dan lain-lainnya.

b. Pasangan usia subur Bukan Peserta KB, terdiri dari:


1.

"Hamil"
Adalah Pasangan Usia Subur yang pada saat pendataan keluarga/ pemutakhiran data
keluarga, tidak menggunakan salah satu alat/cara kontrasepsi, karena sedang hamil.
2.

"Ingin Anak Segera"


Adalah pasangan usia subur yang pada saat pendataan keluarga/ pemutakhiran data
keluarga, sedang tidak menggunakan salah satu alat/cara kontrasepsi, dan tidak sedang
hamil, karena menginginkan anak segera (batas waktu kurang dari dua tahun).

3.

"Hamil"
Adalah Pasangan Usia Subur yang pada saat pendataan keluarga/ pemutakhiran data
keluarga, tidak menggunakan salah satu alat/cara kontrasepsi, karena sedang hamil.

4.

"Ingin Anak Tunda"


Adalah pasangan usia subur yang pada saat pendataan keluarga/ pemutakhiran data
keluarga, sedang tidak menggunakan salah satu alat/cara kontrasepsi, tetapi ingin menunda
(batas waktu dua tahun atau lebih) untuk kelahiran anak berikutnya.

5.

"Tidak Ingin Anak Lagi"


Adalah pasangan usia subur yang pada saat pendataan keluarga/ pemutakhiran data
keluarga, sedang tidak menggunakan salah satu alat/cara kontrasepsi, tetapi juga tidak
menginginkan anak lagi.

b. Keluarga Sejahtera
Adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan atas perkawinan yang sah, mampu memenuhi
kebutuhan hidup spiritual dan materiil yang layak, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
memiliki hubungan yang serasi, selaras dan seimbang antar anggota dan antar keluarga dengan
masyarakat dan lingkungan (Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 tahun 2009).
Tingkat kesejahteraan keluarga dikelompokkan menjadi 5 (lima) tahapan, yaitu:
1. Tahapan Keluarga Pra Sejahtera (KPS)
Yaitu keluarga yang tidak memenuhi salah satu dari 6 (enam) indikator Keluarga Sejahtera I
(KS I) atau indikator kebutuhan dasar keluarga (basic needs).
2.

Tahapan Keluarga Sejahtera I (KSI)


Yaitu keluarga mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I, tetapi tidak memenuhi
salah satu dari 8 (delapan) indikator Keluarga Sejahtera II atau indikator kebutuhan
psikologis (psychological needs) keluarga.

3.

Tahapan Keluarga Sejahtera II

Yaitu keluarga yang mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I dan 8 (delapan)
indikator KS II, tetapi tidak memenuhi salah satu dari 5 (lima) indikator Keluarga Sejahtera III
(KS III), atau indikator kebutuhan pengembangan (develomental needs) dari keluarga.
4.

Tahapan Keluarga Sejahtera III


Yaitu keluarga yang mampu memenuhi 6 (enam) indikator tahapan KS I, 8 (delapan)
indikator KS II, dan 5 (lima) indikator KS III, tetapi tidak memenuhi salah satu dari 2 (dua)
indikator Keluarga Sejahtera III Plus (KS III Plus) atau indikator aktualisasi diri (self esteem)
keluarga.

5.

Tahapan Keluarga Sejahtera III Plus


Yaitu keluarga yang mampu memenuhi keseluruhan dari 6 (enam) indikator tahapan KS I, 8
(delapan) indikator KS II, 5 (lima) indikator KS III, serta 2 (dua) indikator tahapan KS III Plus.

b. Indikator tahapan keluarga sejahtera.


1.

Enam Indikator tahapan Keluarga Sejahtera I (KS I) atau indikator


kebutuhan dasar keluarga (basic needs), dari 21 indikator keluarga sejahtera yaitu:
1.

Pada umumnya anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih.
Pengertian makan adalah makan menurut pengertian dan kebiasaan masyarakat
setempat, seperti makan nasi bagi mereka yang biasa makan nasi sebagai makanan
pokoknya (staple food), atau seperti makan sagu bagi mereka yang biasa makan sagu
dan sebagainya.

2.

Anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah,


bekerja/sekolah dan bepergian.
Pengertian pakaian yang berbeda adalah pemilikan pakaian yang tidak hanya satu
pasang, sehingga tidak terpaksa harus memakai pakaian yang sama dalam kegiatan
hidup yang berbeda beda. Misalnya pakaian untuk di rumah (untuk tidur atau
beristirahat di rumah) lain dengan pakaian untuk ke sekolah atau untuk bekerja (ke
sawah, ke kantor, berjualan dan sebagainya) dan lain pula dengan pakaian untuk
bepergian (seperti menghadiri undangan perkawinan, piknik, ke rumah ibadah dan
sebagainya).

3.

Rumah yang ditempati keluarga mempunyai atap, lantai dan


dinding yang baik.
Pengertian Rumah yang ditempati keluarga ini adalah keadaan rumah tinggal keluarga
mempunyai atap, lantai dan dinding dalam kondisi yang layak ditempati, baik dari segi
perlindungan maupun dari segi kesehatan.

4.

Bila ada anggota keluarga sakit dibawa ke sarana kesehatan.


Pengertian sarana kesehatan adalah sarana kesehatan modern, seperti Rumah Sakit,
Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Balai Pengobatan, Apotek, Posyandu, Poliklinik,
Bidan Desa dan sebagainya, yang memberikan obat obatan yang diproduksi secara
modern dan telah mendapat izin peredaran dari instansi yang berwenang (Departemen
Kesehatan/Badan POM).

5.

Bila pasangan usia subur ingin ber KB pergi ke sarana pelayanan


kontrasepsi.
Pengertian Sarana Pelayanan Kontrasepsi adalah sarana atau tempat pelayanan KB,
seperti Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Balai Pengobatan, Apotek,
Posyandu, Poliklinik, Dokter Swasta, Bidan Desa dan sebagainya, yang memberikan
pelayanan KB dengan alat kontrasepsi modern, seperti IUD, MOW, MOP, Kondom,
Implan, Suntikan dan Pil, kepada pasangan usia subur yang membutuhkan.
(Hanya untuk keluarga yang berstatus Pasangan Usia Subur).

6.

Semua anak umur 7-15 tahun dalam keluarga bersekolah.


Pengertian Semua anak umur 7-15 tahun adalah semua anak 7-15 tahun dari keluarga
(jika keluarga mempunyai anak 7-15 tahun), yang harus mengikuti wajib belajar 9
tahun. Bersekolah diartikan anak usia 7-15 tahun di keluarga itu terdaftar dan aktif
bersekolah setingkat SD/sederajat SD atau setingkat SLTP/sederajat SLTP.

2.

Delapan indikator Keluarga Sejahtera II (KS II) atau indikator kebutuhan


psikologis (psychological needs) keluarga, dari 21 indikator keluarga
sejahtera yaitu:

1.

Pada umumnya anggota keluarga melaksanakan ibadah sesuai


dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Pengertian anggota keluarga melaksanakan ibadah adalah kegiatan keluarga untuk
melaksanakan ibadah, sesuai dengan ajaran agama/kepercayaan yang dianut oleh
masing masing keluarga/anggota keluarga. Ibadah tersebut dapat dilakukan sendirisendiri atau bersama sama oleh keluarga di rumah, atau di tempat tempat yang sesuai
dengan ditentukan menurut ajaran masing masing agama/kepercayaan.

2.

Paling kurang sekali seminggu seluruh anggota keluarga makan


daging/ikan/telur.
Pengertian makan daging/ikan/telur adalah memakan daging atau ikan atau telur,
sebagai lauk pada waktu makan untuk melengkapi keperluan gizi protein. Indikator ini
tidak berlaku untuk keluarga vegetarian.

3.

Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel


pakaian baru dalam setahun.
Pengertian pakaian baru adalah pakaian layak pakai (baru/bekas) yang merupakan
tambahan yang telah dimiliki baik dari membeli atau dari pemberian pihak lain, yaitu
jenis pakaian yang lazim dipakai sehari hari oleh masyarakat setempat.

4.

Luas lantai rumah paling kurang 8 m2 untuk setiap penghuni


rumah.
Luas Lantai rumah paling kurang 8 m2 adalah keseluruhan luas lantai rumah, baik
tingkat atas, maupun tingkat bawah, termasuk bagian dapur, kamar mandi, paviliun,
garasi dan gudang yang apabila dibagi dengan jumlah penghuni rumah diperoleh luas
ruang tidak kurang dari 8 m2.

5.

Tiga bulan terakhir keluarga dalam keadaan sehat sehingga dapat


melaksanakan tugas/fungsi masing-masing.
Pengertian Keadaan sehat adalah kondisi kesehatan seseorang dalam keluarga yang
berada dalam batas batas normal, sehingga yang bersangkutan tidak harus dirawat di
rumah sakit, atau tidak terpaksa harus tinggal di rumah, atau tidak terpaksa absen
bekerja/ke sekolah selama jangka waktu lebih dari 4 hari. Dengan demikian anggota
keluarga tersebut dapat melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan kedudukan
masing masing di dalam keluarga.

6.

Ada seorang atau lebih anggota keluarga yang bekerja untuk


memperoleh penghasilan.
Pengertian anggota keluarga yang bekerja untuk memperoleh penghasilan adalah
keluarga yang paling kurang salah seorang anggotanya yang sudah dewasa
memperoleh penghasilan berupa uang atau barang dari sumber penghasilan yang
dipandang layak oleh masyarakat, yang dapat memenuhi kebutuhan minimal sehari
hari secara terus menerus.

7.

Seluruh anggota keluarga umur 10 - 60 tahun bisa baca tulisan


latin.
Pengertian anggota keluarga umur 10 - 60 tahun bisa baca tulisan latin adalah anggota
keluarga yang berumur 10 - 60 tahun dalam keluarga dapat membaca tulisan huruf
latin dan sekaligus memahami arti dari kalimat kalimat dalam tulisan tersebut. Indikator
ini tidak berlaku bagi keluarga yang tidak mempunyai anggota keluarga berumur 10-60
tahun.

8.

Pasangan usia subur dengan anak dua atau lebih menggunakan


alat/obat kontrasepsi.
Pengertian Pasangan usia subur dengan anak dua atau lebih menggunakan alat/obat
kontrasepsi adalah keluarga yang masih berstatus Pasangan Usia Subur dengan jumlah
anak dua atau lebih ikut KB dengan menggunakan salah satu alat kontrasepsi modern,
seperti IUD, Pil, Suntikan, Implan, Kondom, MOP dan MOW.

3.

Lima indikator Keluarga Sejahtera III (KS III) atau indikator kebutuhan
pengembangan (develomental needs), dari 21 indikator keluarga sejahtera
yaitu:

1.

Keluarga berupaya meningkatkan pengetahuan agama.


Pengertian keluarga berupaya meningkatkan pengetahuan agama adalah upaya
keluarga untuk meningkatkan pengetahunan agama mereka masing masing. Misalnya
mendengarkan pengajian, mendatangkan guru mengaji atau guru agama bagi anak
anak, sekolah madrasah bagi anak anak yang beragama Islam atau sekolah minggu
bagi anak anak yang beragama Kristen.

2.

Sebagian penghasilan keluarga ditabung dalam bentuk uang atau


barang.
Pengertian sebagian penghasilan keluarga ditabung dalam bentuk uang atau barang
adalah sebagian penghasilan keluarga yang disisihkan untuk ditabung baik berupa uang
maupun berupa barang (misalnya dibelikan hewan ternak, sawah, tanah, barang
perhiasan, rumah sewaan dan sebagainya). Tabungan berupa barang, apabila
diuangkan minimal senilai Rp. 500.000,-

3.

Kebiasaan keluarga makan bersama paling kurang seminggu sekali


dimanfaatkan untuk berkomunikasi.
Pengertian kebiasaan keluarga makan bersama adalah kebiasaan seluruh anggota
keluarga untuk makan bersama sama, sehingga waktu sebelum atau sesudah makan
dapat digunakan untuk komunikasi membahas persoalan yang dihadapi dalam satu
minggu atau untuk berkomunikasi dan bermusyawarah antar seluruh anggota keluarga.

4.

Keluarga ikut dalam kegiatan masyarakat di lingkungan tempat


tinggal.
Pengertian Keluarga ikut dalam kegiatan masyarakat di lingkungan tempat tinggal
adalah keikutsertaan seluruh atau sebagian dari anggota keluarga dalam kegiatan
masyarakat di sekitarnya yang bersifat sosial kemasyarakatan, seperti gotong royong,
ronda malam, rapat RT, arisan, pengajian, kegiatan PKK, kegiatan kesenian, olah raga
dan sebagainya.

5.

Keluarga
radio/tv/internet.

memperoleh

informasi

dari

surat

kabar/majalah/

Pengertian Keluarga memperoleh informasi dari surat kabar/ majalah/ radio/tv/internet


adalah tersedianya kesempatan bagi anggota keluarga untuk memperoleh akses
informasi baik secara lokal, nasional, regional, maupun internasional, melalui media
cetak (seperti surat kabar, majalah, bulletin) atau media elektronik (seperti radio,
televisi, internet). Media massa tersebut tidak perlu hanya yang dimiliki atau dibeli
sendiri oleh keluarga yang bersangkutan, tetapi dapat juga yang dipinjamkan atau
dimiliki oleh orang/keluarga lain, ataupun yang menjadi milik umum/milik bersama.
4.

Dua indikator Kelarga Sejahtera III Plus (KS III Plus) atau indikator
aktualisasi diri (self esteem) dari 21 indikator keluarga, yaitu:

1.

Keluarga secara teratur dengan suka rela memberikan sumbangan


materiil untuk kegiatan sosial.
Pengertian Keluarga secara teratur dengan suka rela memberikan sumbangan materiil
untuk kegiatan sosial adalah keluarga yang memiliki rasa sosial yang besar dengan
memberikan sumbangan materiil secara teratur (waktu tertentu) dan sukarela, baik
dalam bentuk uang maupun barang, bagi kepentingan masyarakat (seperti untuk anak
yatim piatu, rumah ibadah, yayasan pendidikan, rumah jompo, untuk membiayai
kegiatan kegiatan di tingkat RT/RW/Dusun, Desa dan sebagainya) dalam hal ini tidak
termasuk sumbangan wajib.

2.

Ada anggota keluarga yang aktif sebagai pengurus perkumpulan


sosial/yayasan/ institusi masyarakat.
Pengertian ada anggota keluarga yang aktif sebagai pengurus perkumpulan
sosial/yayasan/ institusi masyarakat adalah keluarga yang memiliki rasa sosial yang
besar dengan memberikan bantuan tenaga, pikiran dan moral secara terus menerus
untuk kepentingan sosial kemasyarakatan dengan menjadi pengurus pada berbagai
organisasi/kepanitiaan (seperti pengurus pada yayasan, organisasi adat, kesenian, olah

raga, keagamaan, kepemudaan, institusi masyarakat, pengurus RT/RW, LKMD/LMD dan


sebagainya).
b. Balita yang mengikuti posyandu.
Balita yang mengikuti Posyandu adalah keluarga yang mempunyai anak balita yang mengikuti
kegiatan di Posyandu di lingkungan tempat tinggalnya, pada tahun pelaksanaan Pendataan
Keluarga/Pemutakhiran Data keluarga.
Posyandu adalah pos tempat pelayanan terpadu sebagai wahana mendekatkan pelayanan
kesehatan dan KB oleh Puskesmas/Pustu setempat untuk memberikan pemeriksaan dan
pelayanan kesehatan dan KB bagi ibu dan anak balita di daerah setingkat Desa/Dusun/RW/RT.
c.

Keluarga punya balita ikut BKB.


Keluarga punya balita ikut BKB adalah keluarga yang mempunyai anak berusia di bawah lima
tahun, yang aktif mengikuti kegiatan Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) di lingkungan tempat
tinggalnya, pada tahun pelaksanaan Pendataan Keluarga/Pemutakhiran data keluarga.
Bina Keluarga Balita (BKB) adalah upaya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan kesadaran
ibu serta anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang balitanya melalui rangsangan
fisik, motorik, kecerdasan, sosial, emosional serta moral yang berlangsung dalam proses interaksi
antara ibu/anggota keluarga lainnya dengan anak balita.

d. Keluarga punya Remaja ikut BKR.


Keluarga punya Remaja ikut BKR adalah keluarga yang mempunyai anak remaja (anak usia 10 24 tahun), yang aktif mengikuti kegiatan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR) di lingkungan
tepat tinggalnya, pada tahun pelaksanaan Pendataan Keluarga/Pemutakhiran data keluarga.
Bina Keluarga Remaja (BKR) adalah upaya untuk peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan
kesadaran orang tua dalam mendidik anak remaja dengan benar, agar anak remaja terhindar dari
perilaku seks bebas, HIV-AIDS, dan narkoba.
e. Keluarga punya Lansia ikut BKL.
Keluarga punya Lansia ikut BKL adalah keluarga yang mempunyai anggota usia 60 tahun keatas
(lansia), yang aktif mengikuti kegiatan Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL) di lingkungan tepat
tinggalnya, pada tahun pelaksanaan Pendataan Keluarga/Pemutakhiran data keluarga.
Bina Keluarga Lansia (BKL) adalah upaya untuk peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan
kesadaran keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan anggota keluarga yang lansia.
f.

Remaja ikut PIK Remaja.


Remaja ikut PIK Remaja adalah anak remaja berusia 10 - 24 tahun dari anggota keluarga yang
bersangkutan, yang aktif mengikuti kegiatan PIK-Remaja (Pusat Informasi dan Konsultasi Remaja),
baik PIK-Remaja di sekolahnya maupun PIK-Remaja di organisasi tempat tinggalnya, pada tahun
pelaksanaan Pendataan Keluarga/Pemutakhiran data keluarga.
Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-Remaja) adalah suatu wadah kegiatan Program
Penyiapan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR) yang dikelola dari, oleh dan untuk remaja,
guna memberikan informasi dan konseling kesehatan reproduksi serta perencanaan kehidupan
berkeluarga.

g. Keluarga memiliki fasilitas tempat buang air besar sendiri


Adalah keluarga yang memiliki jamban/kakus/septic tank yang hanya digunakan oleh keluarga
yang bersangkutan dan tidak digunakan secara bersama atau umum.
h. Keluarga memiliki sumber air minum bersih
Adalah keluarga yang memiliki sumber air minum berupa air kemasan atau dari mata air /sumur
terlindung dan air bekas pakainya tidak meresap kembali ke mata air /sumur tersebut.
i.

Keluarga memiliki sumber penerangan listrik


Adalah keluarga yang memiliki sumber penerangan berupa listrik dari PLN atau non PLN, dan
bukan dari Petromak/Pelita atau lainnya.

j.

Keluarga menggunakan bahan bakar listrik/gas untuk memasak


Adalah keluarga yang memasak sehar-hari menggunakan listrik
menggunakan bahan bakar dari minyak tanah atau kayu bakar/arang.

k. Keluarga mendapatkan Bantuan modal

atau

gas,

dan

bukan

Adalah keluarga pada saat pendataan sedang mendapatkan/ menggunakan bantuan/pinjaman


modal (kredit mikro) dari berbagai sumber dengan batas maksimal Rp. 5.000.000,-.
l.

Keluarga ikut anggota UPPKS.


Keluarga ikut anggota UPPKS adalah keluarga terutama keluarga peserta KB dari keluarga
Prasejahtera dan KS I serta keluarga tahapan lainnya, yang aktif menjadi pengurus/anggota
UPPKS dilingkungan tempat tinggalnya, pada tahun pelaksanaan Pendataan Keluarga/
Pemutakhiran data keluarga.
Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) adalah kegiatan usaha ekonomi
produktif keluarga, terutama kaum ibu para peserta KB dari Keluarga Pra Sejahtera dan KS I, serta
keluarga tahapan lainnya, dalam rangka meningkatkan meningkatkan derajat kesejahteraan
keluarga.

m. Formulir Pemutakhiran Data Keluarga (F/I/MDK/11)


Adalah formulir yang digunakan untuk mencatat dan memutakhirkan data keluarga dan individu
anggota keluarga, sebagai bahan untuk perekaman (entry) data keluarga dengan program
aplikasi MDK guna menghasilkan Databasis Keluarga. Formulir ini mencatat secara lengkap data
keluarga yang meliputi informasi tentang kependudukan, keluarga berencana dan keluarga
sejahtera serta tahapan keluarga sejahtera.
n. Formulir Print-Out F/I/MDK/11
Adalah formulir print out F/I/MDK/11 hasil pengolahan Databasis Keluarga yang ada sebelumnya,
yang
dapat
digunakan
(dipakai
sebagai
pengganti
F/I/MDK/11)
untuk
mendata
ulang/memutakhirkan data keluarga, karena terjadinya mutasi/perubahan dari data keluarga dan
individu anggota keluarga tersebut.
o. Unit Pengelola Data
Adalah satuan kerja berada di SKPD-KB Tingkat Kabupaten/Kota, BKKBN Provinsi dan BKKBN Pusat
yang bertugas menyimpan dan memperbarui databasis keluarga, serta mengolah, menganalisis
dan mendiseminasikan pemanfaatan dan pendayagunaan databasis keluarga sebagai hasil
pendataan keluarga/pemutakhiran data keluarga.
p. Program Aplikasi MDK
Adalah suatu program aplikasi komputer yang digunakan untuk melakukan perekaman dan
pengolahan formulir Pemutakhiran Data Keluarga (F/I/MDK/11) menjadi Databasis Keluarga.
q. Sarasehan Hasil Pendataan Keluarga
Adalah wahana pertemuan yang dilakukan oleh Pengelola/Petugas KB dengan Pimpinan
Wilayah/Pihak-pihak yang berkepentingan setempat untuk mendiskusikan dan mendayagunakan
hasil pendataan keluarga/ pemutakhiran data keluarga, tentang masalah yang berkaitan dengan
para keluarga, terutama keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera I (KS I) untuk dilakukan
langkah-langkah penanganan dan solusinya.
r.

Diseminasi Hasil Pendataan Keluarga


Adalah suatu upaya kegiatan penyebarluasan hasil pendataan keluarga/ pemutakhiran data
keluarga kepada pihak atau kelompok/individu yang berkepentingan dengan data informasi
laporan hasil pendataan keluarga/pemutakhiran data keluarga, agar mereka mengetahui,
memahami dan memanfaatkan data informasi keluarga tersebut.

s.

Sosialisasi Hasil Pendataan Keluarga


Adalah suatu upaya memasyarakatkan data informasi hasil pendataan keluarga/pemutakhiran
data keluarga, sehingga data informasi itu dikenal, dipahami, dihayati oleh pihak-pihak tertentu
yang berkepentingan atau masyarakat umum.