Anda di halaman 1dari 18

AUDIO AMPLIFIER

OCL 150 WATT STEREO


Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
PERANCANGAN FABRIKASI SISTEM ELEKTRONIKA 2

Oleh :
HILMAN SULAEMAN (131311048)
CANDRA NURJAMAN (131311040)
ELEKTRONIKA - 2B

PROGRAM STUDI D3-TEKNIK ELEKTRONIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2015

LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL PROYEK AKHIR


PERANCANGAN FABRIKASI DAN SISTEM ELEKTRONIKA
AUDIO AMPLIFIER OCL 150 WATT STEREO

Diajukan oleh :

Pengaju 1

Pengaju 2

Nama : Hilman Sulaeman

Nama : Candra Nurjaman

Nim : 131311048

Nim : 131311040

Telah disetujui oleh :


Dosen PFSE Prodi D3 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Bandung

Dr. Yohanes Baptista Gunawan S, ST.,MT


NIP : 196112171984031001

Robinstar Parlindungan S,Si.,MT.


NIP : 198207202009121006

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr. Wb.,


Segala puja dan puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah
memberikan rahmat serta karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan
proposal tugas pembuatan alat pada mata kuliah PFSE yang berjudul AUDIO
AMPLIFIER OCL 150 WATT STEREO.
Dalam penyelesaian proposal ini, saya

banyak mendapat bantuan

dandorongan dari berbagai pihak, baik yang berupa moril, maupun materil yang
sangat berarti bagi penyelesaian proposal ini. Untuk itu saya ucapkan terima
kasih kepada :
1. Kedua orang tua kami yang telah mendukung baik secara moril maupun
materil.
2. Bapak Gunawan dan Bapak Robinstar selaku dosen pembimbing.
3. Serta teman teman yang membantu dalam pembuatan alat ini
Kami pun memohon maaf apabila terjadi kesalahan atau kekurangan dalam
penyusunan karena kami dalam tahap pembelajaran. Semoga alat yang kami buat,
dapat bemanfaat bagi kita bersama.

Bandung , Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan............................................................................................i
Kata Pengantar...................................................................................................ii
Daftar Isi...........................................................................................................iii
BAB-I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah...............................................................................1
1.2 Tujuan / Kegunaan Alat................................................................................1
1.3 Rumusan Masalah........................................................................................1

BAB-II AMPLIFIER OCL 150 WATT


2.1 Power Amplifier...........................................................................................2
2.2 Tone Control.................................................................................................4
2.3 Speaker Protektor.........................................................................................5
2.4 Power Supply...............................................................................................6

BAB-III FABRIKASI PEMBUATAN


3.1 Perakitan Audio Amplifier...........................................................................7
3.2 Pembuatan Box Amplifier............................................................................7
3.3 Jadwal Kerja.................................................................................................8
3.4 Rincian Harga Komponen............................................................................9

BAB-IV KESIMPULAN
4.1 Kesimpulan................................................................................................12
4.2 Daftar Pustaka............................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Dewasa ini perkembangan teknologi elektronika mengalami peningkatan
yang sangat pesat. Banyak sekali alat dibidang elektronika yang bermanfaat dalam
kehidupan sehari hari, contohnya di musik ada audio amplifier yang akan kami
buat. Di latar belakangi oleh hobi mendengarkan musik, kami akan membuat
amplifier tipe ocl 150 watt stereo sangat cocok untuk digunakan didalam ruangan.
Amplifier ocl 150 watt ini terdiri dari beberapa rangkaian, power amplifier, tone
kontrol, speaker protektor, dan power supply. Setiap rangkaian mempunyai fungsi
dan cara kerjanya masing-masing, yang secara keseluruhan akan saling
berhubungan menjadi satu kesatuan audio power amplifier.
1.2 Tujuan / Kegunaan Alat
Tujuan dari pembuatan proposal ini adalah untuk menggambarkan Proyek
Perancangan Fabrikasi Sistem Elektronika 2 yang akan dimulai dari Perancangan,
rancang layout PCB, pemasangan komponen , perakitan komponen , dan
penyolderan.
Serta tujuan Pembuatan Proyek Perancangan Fabrikasi Sistem Elektronika
2 ini adalah :
- Merancang atau membuat Audio Amplifier OCL 150 Watt Stereo
- Mengetahui cara kerja dari rangkaian Amplifier OCL 150 Watt
- Memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perancangan Fabrikasi Sistem
Elektronika 2
1.3 Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara merancang atau membuat rangkaian audio amplifier?
2. Bagaimana cara kerja rangkaian secara keseluruhan?
3. Bagaimana mendesain tampilan alat yang baik?

BAB II
AMPLIFIER OCL 150 WATT

2.1 Power Amplifier


Amplifier adalah perangkat penguat sinyal, dalam hal ini amplifier yang
akan dibuat adalah amplifier ruangan dengan daya 150 watt. Amplifier untuk
ruangan yang sederhana pada umumnya dilengkapi dengan pengatur nada (tone
control) dalam 1 box. Kapasitas daya untuk amplifier ruangan tidak perlu terlalu
besar, karena digunakan untuk menguatkan sinyal dalam suatu ruangan (rumah)
saja.
Power amplifier yang dipilih adalah power amplifier OCL 150 watt.
Power amplifier OCL 150 watt memiliki daya atau power yang lebih dari cukup
untuk menguatkan sinyal audio dalam sebuah ruangan. Skema rangkaian power
OCL 150 watt diatas menggunakan transistor power TIP3055 dan TIP2955,

Berikut gambar rangkaian power amplifier ocl 150 watt :

Penjelasan :

1. R1 (100K), berfungsi meredam hum / sinyal liar yang mungkin timbul


terutama pada saat amplifier dihidupkan tanpa rangkaian input.
2. C1 (100nF), sebagai kopling, menyalurkan sinyal ac (lebih dari 20Hz) dan
menahan sinyal dc.
3. R2 (33)K, memberi bias ke basis TR1 sekaligus membuat kapasitor
resonansi C2 lebih aktif. Gain bas bisa 2 hingga 4 kali lipat (sekitar 6dB)
lebih kuat dari amplifier lain.
4. C2 (47uF), kapasitor resonansi/kapasitor gain/kapasitor feed back, hanya
bekerja pada arus ac. Menjamin R3 supaya hanya meneruskan sinyal audio
(di atas 20Hz) & menahan arus dc.
5. TR1, TR2 (A564), Stage input yang bekerja kebalikan. TR1 penguat noninverting, sedangkan TR2 penguat inverting.
6. D1, D2, R4, R7, TR4, membentuk rangkaian regulator arus untuk
mensupply stage input.
7. R10-R11 (100), C5-C6 (47uF), membentuk rangkaian filter dengung &
osilasi yang mungkin terjadi dari kaki-kaki TR3 & TR4.
8. D3 D4, D5, membentuk regulator tegangan bias untuk TR5 & TR6
(pengganti baterai 1,8-2,1v) yang nilainya 3 x dioda = 1,8V - 2,1V.
9. R12 (100), menjaga supaya nilai tegangan bias tidak lebih dari 2V.
Tegangan bias ini bernilai tetap, berada di titik CT (kira kira -1V hingga
+1V
10. TR3 (D438), sebagai penguat sinyal tegangan (unbalanced). Menarik
sinyal bias ke rel negatif supply. Sedangkan yang menjaga/ menarik sinyal
bias ke rel positif supply secara otomatis adalah R8 (2K2) & R9 (4K7).
11. C3, mengatasi noise & osilasi pada TR3
12. C4 (47uF), Bootstrap, menyesuaikan getaran tegangan bias tadi, biasanya
kapasitor ini bernilai 22uF atau lebih. Jalur referensi yang dipakai bukan
ground tetapi jalur speaker untuk mengimbangi getaran tegangan bias.
13. TR5 (B507) & TR6 (D313), sebagai penguat arus pertama. Seringnya
transistor ini diganti dengan TIP41C/tip42C.
14. R13 & R14 (330), memberi supply arus ke TR5 & TR6 lewat emitornya
masing-masing. Sebaiknya selain ganti transistor power dengan kualitas
yang lebih baik, resistor 330 juga diganti dengan daya minimal 2 Watt
karena terhubung seri terhadap beban/speaker.

15. R15 & R16 (0,5/5W), memberi supply ke TR7 & Tr8 lewat kaki emitor.
Resitor ini bernilai kecil karena kita menginginkan arus besar, biasanya
bernilai tidak lebih dari 0.5 Ohm.
16. TR7 (TIP2955) & TR8 (TIP3055), transitor daya sebagai penguat arus
terakhir. Sebenarnya transistor buatan ST ini sudah lebih dari cukup bagus,
tetapi karena alasan model jadul, tegangan rating maksimum rendah
(maksimal 32v ct), susah memasangnya & murah harganya banyak di
antara kita memilih tranistor lain yang lebih mahal. Ada banyak
keuntungan menggunakan transistor logam dari pada transistor plastik
terutama untuk peralatan outdoor.

2.2 Tone Kontrol


Tone control yang dapat dipasangkan dengan power amplifier OCL 150
watt ada banyak jenis, yang paling sederhana dan memiliki kualitas yang bagus
salah satunya tone control 4 transistor. Tone control 4 transistor ini dipilih karena

sistem pengatur nadanya baxandall dan tegangan kerja tone control sama dengan
tegangan power amplifier, sehingga tidak perlu power supply tambahan.

Berikut rangkaian tone kontrol 4 transistor :

Penjelasan :
Prinsip kerja dari Rangkaian Tone Control yaitu pada

frekuensi rendah atau bass dan frekuensi tinggi atau treble.


Dari pengaturan di atas kemudian di kuatkan lagi pada bagian
pengatur akhir menggunakan transistor yang sama. Tegangan
yang di hasilkan dari tone control ini adalah mulai dari 9 volt
DC sampai dengan 18 volt DC. Tone Control yang memiliki 4
transistor terbagi dalam 3 bagian utama yaitu bagian penguat
depan, bagian pengatur nada (tone control) dan bagian
penguat akhir.
Rangkaian tone control baxandal merupakan rangkaian
penguat

dengan

jaringan

umpan

balik

(feedback)

dan

rangkaian filter aktif. Rangkaian baxandal hanya tergantung


dari

pengaturan

potensiometer

bass.

Batas

pengaturan

maksimum potensiometer bass merupakan maksimum boost


(penguatan maksimal bass) dan batas pengaturan minimum
potensiometer bass.
2.3 Speaker Protektor

Speaker protektor adalah rangkaian yang berfungsi untuk melindungi load


speaker dari lonjakan tegangan pada output power amplifier. Pada prinsipnya
speaker protektor bekerja dengan menunda waktu interkoneksi antara speaker
dengan power amplifier, sehingga lonjakan tegangan power OCL pada saat
pertama kali dihidupkan tidak tersalurkan ke speaker. Speaker protektor yang baik
selain dapat menunda waktu terhubungnya speaker juga harus dapat memutus
dengan cepat apa bila terdapat sinyal DC pada output power amplifier.

Berikut rangkaian speaker protektor :

Penjelasan :
Rangkaian sirkuit SPEAKER PROTECTOR ini berguna sebagai penunda /

delay pada speaker yang berfungsi sebagai pencegah agar tidak terjadi sentakan
atau saya bilang bunyi ''BLUG..'' pada saat pertama kali amplifier dihidupkan. Ini
bertujuan untuk memperawet speaker agar tidak cepat rusak. Sehingga speaker
aman dari kerusakan ( terbakarnya coil speaker ). Waktu tunggu atau waktu delay
ini sekitar 5detik, jadi pada saat amplifier di hidupkan koneksi antara amplifier
dan speaker masih terputus selama 5 detik. Setelah 5 detik amplifier dihidupkan
baru SPEAKER PROTECTOR akan menghubungkan amplifier dengan speaker.

2.4 Power Supply

Power supply yang diperlukan untuk membuat amplifier ini adalah power
supply simetris dengan kapasitas arus minimal 5 Ampere dan tegangan output
simetris 25 42 volt. Untuk transformator sebaiknya dipilih yang berkualitas
karena transformator yang tidak bagus pada umumnya dapat menyebabkan noise
(dengung) dari gelombang elektromagnetik transformotor tersebut.

Berikut rangkaian power supply :

Penjelasan :
Prinsip kerja dari rangkaian power supply adalah senagai pemerkuat

terakhir dari bagian system tata suara yang bias juga untuk menguatkan signal
audio yaitu pada umumnya adalah penguat arus dan tegangan yang berasal
dari sinyal audio dengan tujuan berfungsinya loud speaker/pengeras suara.
Secara umum power supply mengeluarkan dua jenis output, yaitu output
teregulasi dan tidak teregulasi. Output teregulasi dipakai untuk rangkaian
pengatur nada dan penguat awal, sedangkan rangkaian power supply tidak
teregulasi dipakai untuk rangkaian power amplifier.

BAB III

PABRIKASI PEMBUATAN

3.1 Perakitan Audio Amplifier


Untuk perakitan pastikan rangkaian telah selesai dibuat setiap bagiannya,
Rangkaian utama nya adalah power supply power amplifier tone control
speaker protector. Yang terhubung dengan input AC dan output speaker kiri kanan
(stereo).

Berikut alur diagram bloknnya :

POWER
SUPPLY

POWER
AMPLIFIE
R

TONE
KONTR
OL

SPEAKER
PROTEKT
OR

INPUT
AC

3.2 Pembuatan Box Amplifier


Pembuatan box amplifier ini terbuat dari akrilik, dengan ukuran panjang
35 cm x lebar25 cm dan tinggi 15 cm.

Berikut tampilan dari depan :

3.3 Jadwal Kerja

NO
1

4
5
6
7

Pengerjaan

1-2

Penentuan
Judul
Alat dan Proposal
Penganjuan Alat.
Membuat
rangkaian Power
Amplifier dan Tone
Kontrol.
Membuat
rangkaian Speaker
Protektor
dan
PowerSupply.
Pembelian
Komponen
dan
Perakitan Alat
Perakitan Alat
Pembuatan

Box

Amplifier
Pengecekan

dan

3-4

Waktu Maret Juni (Minggu)


5 - 6 7 - 8 9 - 10 11 - 12 13 - 14

15 - 16

1
2
3
4

Uji Coba Alat

3.4 Rincian Harga Komponen

5
6
7
8
9
10

11
12
13
14
15
16

1. Power Amplifier

Rangkaian amplifier ocl 150 watt

Rp. 25.000

R1

= 100K

Rp.

300

R2,R7

= 560

x2

Rp.

600

R3,R6

= 33K

x2

Rp.

600

R4

= 10K

Rp.

300

R5

= 1K

Rp.

300

R8

= 2.2K

Rp.

300

R9

= 4.7K

Rp.

300

R10,R11,R12

= 100

x3

Rp.

900

R13,R14

= 330

x2

Rp.

600

R15,R16

= 0,5/5w

x2

Rp. 4.000

D1,D2,D3,D4,D5

= IN4148

x4

Rp. 1.000

C1

= 100nF

Rp.

300

C2

= 10nF

Rp.

700

C3

= 100pF/50V

Rp.

300

C4,C5,C6

= 10uF/50V

TR1,TR2,TR3

= A564

Rp. 3.500

TR4

= D438

Rp.

TR5,TR6

= BD140

Rp. 5.000

TR7

= TIP2955

x2

Rp. 20.000

TR8

= TIP3055

x2

Rp. 20.000 +

x3

Rp. 2.100

300

Rp. 85.100
2. Tone Kontrol

Rangkaian pcb tone kontrol


R1
= 56K
R2
= 82K
R3
= 15K
R4
= 2K
R5
= 12K
R6
= 10K
R7,19
= 2.2K
R8
= 180 Ohm
R9,10,12,18
= 3.3K
R11,21
= 22K
R13,22,23
= 220 Ohm
R14, 15
= 18K
R16
= 47K
R17
= 330 Ohm
R20
= 620 Ohm
VR1,VR2.VR3
= 50K
VR4
= 100K
C1,C2,C9,C11,C13
= 10uF
C3,C4,C12
= 22uF
C5
= 1000uF
C6,C7
= 0.1uF
C8
= 0,001uF
C10
= 220uF
Q1,Q3,Q4
= C945
Q2
= A561

Rp. 15.000
Rp.
300
Rp.
300
Rp.
300
Rp.
300
Rp.
300
Rp.
300
x2
Rp.
600
Rp.
300
x4
Rp. 1.200
x2
Rp.
600
x3
Rp.
900
x2
Rp.
600
Rp.
300
Rp.
300
Rp.
300
x3
Rp. 9.000
Rp. 3.000
x5
Rp. 2.500
x3
Rp. 1.500
Rp.
300
x2
Rp.
600
Rp.
300
Rp.
300
x3
Rp. 3.000
Rp. 1.000 +
Rp. 43.400

3.

Speaker Protektor
Rangkaian speaker protector
Dz
IC
= LM7812
Relay
R1,R2,R3
= 2.2K
R4,R5,R6
= 10K
R7,R8
= 3.3K
C1,C2
= 100uF
C3,C4
= 10Uf

x3
x3
x2
x2
x2

Rp. 15.000
Rp. 1.000
Rp. 2.000
Rp. 10.000
Rp.
300
Rp.
300
Rp.
600
Rp.
600
Rp.
600

TR1,TR2,TR4
TR3
TR5
D1,D2
LED

= C820
= D430
= C828
= IN4002

x3

x2

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

1.500
500
500
4.000
1.000 +

Rp. 37.900
4.

Power Supply
Rangkaian power amplifier
Transformator
= 5A
Dioda Bridge
= 6A/200V
C1-C4, C10
= 0.1uF/100V
C5,C6,C7,C8,C9
= 2.200uF/50V
C10
= 0.1uF
R1
= 6.8K
LED1

Rp. 15.000
Rp. 80.000
Rp. 7.000
Rp.
900
Rp. 1.500
Rp.
300
Rp.
300
Rp. 1.000 +
Rp. 106.000

5.

Tambahan
Box amplifier
Speaker
Pendingin almunium
Kabel
Soket

Rp. 30.000
Rp. 250.000
Rp. 15.000
Rp. 5.000
Rp. 5.000 +
Rp. 305.000

Total Harga Komponen


= 85.100 + 43.400 + 37.900 + 106.000 + 305.000

= Rp. 557.400

BAB IV
KESIMPULAN

4.1 Kesimpulan

Dari hasil pengamatan mengenai rangkaian amplifier ocl 150 watt secara
keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa amplifier ocl 150 watt terbagi dari
beberapa jenis bagian didalamnya.
Pertama ada power amplifier yang befungsi sebagai pengutan/filter sinyal
yang kemudian dikuatkan dua kali, sehingga menjadi jernih outputnya. Kedua
tone control yang berfungsi sebagai mengatur nada menjadi 4 bagian yaitu bass,
treble, balance dan volume. Ketiga speaker protector yang berfungsi sebagai
peredam suara ketika amplifier pertama kali dihidupkan. Terakhir power supply
yang befungsi sebagai supply tegangan ke power amplifier dan speaker protector.

4.2 Daftar Pustaka

http://Amplifier Ruangan OCl 150 Watt Lengkap Dengan Cara Membuatnya.html


http://Rangkaian Power Amplifier OCL 150 Watt _ Skemaku.com.html