Anda di halaman 1dari 3

IDENTITAS KOLEKSI HERBARIUM

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS JEMBER

No: 1
Date : April 2015
Anggota

Klasifikasi
Family

: 1. Leny Rizkiana (142210101023)


2. Hilma Imaniar (142210101027)
3. Desy Diana Sari (1422101010111)

: Euphorbiaceae

Genus
Spesies

: Phyllanthus
: Phyllanthus niruri L.

Vern. Name

: Meniran

Locality
Remarks

Usage

Altitude : 15 cm
Tanaman semusim, tumbuh tegak,
bercabang-cabang, memiliki daun
majemuk, tata letak daunnya berseling
( Deccussate ), bentuk daun bulat telur
(ovale), ujung daunnya tumpul, pangkalnya
membulat, memiliki tepi daun yang rata
( Entire ), memiliki anak daun 15-24,
memiliki panjang 1,5 cm, lebar 7 mm,
dan berwarna hijau. Daun meniran ini
termasuk pada tipe daun yang tidak
lengkap yaitu pada bagian daun bertangkai
karena tanaman ini hanya memiliki tangkai
dan beberapa heliaan daun.

: Jember

Ekstrak metanol daun Meniran mempunyai


efek antibakteri paling tinggi terhadap
bakteri Staphylococcus aureus, Bacillus
subtilis, Escherichia
colli, dan Pseudomonas
aeruginosa. Tanaman meniran ini kaya
akan kandungan senyawa flavonoid dan

glikosida flavonoid yang dapat digunakan


untuk mengobati asam urat dan batu
ginjal.
Meniran juga bersifat diuretik (membantu
keluarnya air seni).
Referensi

Gembong Tjitrosoepomo. 1993. Taksonomi Umum. 1993.


Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Gembong Tjitrosoepomo. 1993. Morfologi Tumbuhan.
1993. Yogyakarta: Gajah Mada University Press
IDENTITAS KOLEKSI
FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS JEMBER
JL. TEGAL BOTO NO.
No: 2
Date : April 2015
Anggota

: 1. Leny Rizkiana (142210101023)


2. Hilma Imaniar (142210101027)
3. Desy Diana Sari (1422101010111)

Klasifikasi
Family
Genus
Spesies

: Pteridaceae
: Adiantum L.
: Adiantum sp.

Vern. Name

: Suplir

Locality
Remarks :

Altitude : 30 cm
Daunnya tidak berbentuk memanjang, tetapi
cenderung membulat.Spora terlindungi
oleh sporangium yang dilindungi
oleh indusium. Kumpulan indusia (sorus)
berada di sisi bawah daun pada bagian tepi
yang agak terlindung oleh lipatan daun.
Tangkai entalnya khas karena berwarna hitam
dan mengkilap, kadang-kadang bersisik halus
ketika dewasa. Sebagaimana paku-pakuan
lain, daun tumbuh dari rimpang dalam bentuk
melingkar ke dalam (bahasa Jawa: mlungker)
seperti tangkai biola (disebut circinate
: Jember

vernation) dan perlahan-lahan


membuka. Akarnya serabut dan tumbuh dari
rimpang.
Usage :

Referensi

Tanaman hias baik di dalam ruangan maupun di dalam ruangan


dengan cahaya intensitas yang tidak tinggi dari matahari.

Gembong Tjitrosoepomo. 1993. Taksonomi Umum. 1993.


Yogyakarta: Gajah Mada University Press
Gembong Tjitrosoepomo. 1993. Morfologi Tumbuhan.
1993. Yogyakarta: Gajah Mada University Press