Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

GANGGUAN SISTEM REPRODUKSI PADA WANITA

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK IV
1. EFLIN PRODIANSYAH
2. ROSDIANA TUBA
3. KADRI

PK 115 011 017


PK 115 011
PK 115 011

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA JAYA PALU
TAHUN 2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT yang telah memberikan
Rahmat dan karuniaNya kepada kita semua, dan tidak lupa shalawat serta salam tetap
terlimpah curahkan kepada Nabi besar yakni Muhammad SAW. Karena dengan
hidayahNya penulis dapat menyelesaikan makalah mengenai Gangguan Sistem
Reproduksi Pada Wanita pada mata kulliah Ilmu Penyakit Dalam Keperawatan.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah banyak
membantu dalam penyusunan makalah ini, yang mana makalah ini telah terselesaikan.
Mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan wawasan khususnya bagi penulis dan
umumnya bagi para pembaca dalam melaksanakan kegiatan keperawatan dan
mendapatkan hasil yang maksimal.
Akhirnya kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu dengan kerendahan hati segala kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun akan kami terima. Dan akhirnya kami berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penambahan ilmu pengetahuan.

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

BAB II

PEMBAHASAN

BAB III

PENUTUP

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sistem reproduksi adalah suatu rangkaian dan interaksi organ dan zat dalam organism
yang dipergunakan untuk berkembang biak.
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan

BAB II
PEMBAHASAN
2.2
Gangguan Sistem Reproduksi Wanita
1. Kanker serviks
a. Pengertian
Kanker serviks adalah keadaan dimana sel-sel abnormal tumbuh di seluruh
lapisan epitel serviks. Penanganannya dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk,
ovarium, sepertiga bagian atas vagina dan kelenjar limfe panggul.
Kanker servik adalah pertumbuhan sel bersifat abnormal yang terjadi pada
servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu
masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama
(vagina) (Riono, 1999).
Kanker serviks ataupun lebih dikenali sebagai kanker leher rahim adalah
tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim /serviks yang merupakan bagian
terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina. Pada penderita kanker
serviks terdapat sekelompok jaringan yang tumbuh secara terus- menerus yang tidak
terbatas, tidak terkoordinasi dan tidak berguna bagi tubuh, sehingga jaringan
disekitarnya tidak dapat berfungsi dengan baik (Sarwono, 1996).
b. Penyebab Kanker serviks
Penyebab utamanya adalah virus yang disebut Human Papilloma (HPV) yang
dapat menyebabkan kanker.
c. Tanda/gejala dari Kanker Serviks.

Pendarahan setelah senggama/berhubungan

Pendarahan spontan yang terjadi antara periode menstruasi rutin.

Timbulnya keputihan yang bercampur dengan darah dan berbau.

Nyeri panggul dan gangguan atau bahkan tidak bisa buang air kecil.

Nyeri ketika berhubungan seksual.


2. Vaginitis
a. Pengertian
Vaginitis adalah infeksi pada vagina yang disebabkan oleh berbagai bakteri,
parasit atau jamur (Manuaba,2001)
Vaginitis adalah infeksi yang terjadi pada vagina terjadi secara langsung pada
vagina atau melalui perineum (Wikniosastro 1999)
b. Penyebab dari Vaginitis
a)
Jamur
Umumnya disebabkan oleh jamur candida albicans yang menyebabkan
rasa gatal di sekitar vulva / vagina. Warna cairan keputihan akibat jamur
berwarna putih kekuning-kuningan dengan bau yang khas.
b)
Bakteri
Biasanya diakibatkan oleh bakteri gardnerella dan keputihannya disebut
bacterial vaginosis dengan ciri-ciri cairannya encer dengan warna putih keabuabuan beraroma amis. Keputihan akibat bakteri biasanya muncul saat
kehamilan, gonta-ganti pasangan, penggunaan alat kb spiral atau iud dan lain
sebagainya.

c)

Virus

Keputihan yang diakibatkan oleh virus biasanya bawaan dari penyakit


hiv/aids, condyloma, herpes dan lain-lain yang bisa memicu munculnya kanker
rahim. Keputihan virus herpes menular dari hubungan seksual dengan gejala ada
luka melepuh di sekeliling liang vagina dengan cairan gatal dan rasanya panas.
Sedangkan condyloma memiliki ciri gejala ada banyak kutil tubuh dengan
cairan yang bau yang sering menyerang ibu hamil
d)
Parasit
Keputihan akibat parasit diakibatkan oleh parasit trichomonas vaginalis
yang menular dari kontak seks / hubungan seks dengan cairan yang berwarna
kuning hijau kental dengan bau tidak enak dan berbusa. Kadang bisa gatal dan
membuat iritasi. Parasit keputihan ini bisa menular lewat tukar-menukar
peralatan mandi, pinjam-meninjam pakaian dalam, menduduki kloset yang
terkontaminasi, dan lain sebagainya.
c. Tanda dan Gejala :

Pruritus vulvae

Nyeri vagina yang hebat

Disuria eksterna dan interna

Rash pada vulva

Eritematosa

Sekret khas seperti keju lembut.

Secret banyak dan bau busuk

Edema vulva

Vagina berbau busuk dan amis

Perdarahan pervaginam

Dispareunia
3. Bartolinitis
a. Pengertian
Bartolinitis adalah Infeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat
menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan
disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai
demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.
b. Penyebab Bartolinitas

Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.

Jamur : kandida albikan.

Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.

Bakteri : neiseria gonore.


c. Tanda/Gejala Bartolitis

Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam


kelenjar, nyeri tekan.

Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau


duduk,juga dapat disertai demam

Kebanyakkan wanita dengan penderita ini dengan keluhan keputihan dan gatal,
rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air kecil, atau
ada benjolan di sekitar alat kelamin.

Terdapat abses pada daerah kelamin

Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan
darah.
4. Kista Ovarium
a. Pengertian
Kista ovarium adalah suatu tumor, baik yang kecil maupun yang besar, kistik
atau padat, jinak atau ganas. Dalam kehamilan, tumor ovarium yang dijumpai yang
paling sering ialah kista dermoid, kista coklat atau kista lutein. Tumor ovarium yang
cukup besar dapat menyebabkan kelainan letak janin dalam rahim atau dapat
menghalang-halangi masuknya kepala ke dalam panggul (Winkjosastro, et. all,
1999).
Kista ovarium secara fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari
pengaruh hormonal dengan siklus menstruasi ( Lowdermilk, dkk. 2005 : 273 ).
Kista ovarium merupakan perbesaran sederhana ovarium normal, folikel de
graf atau korpus luteum atau kista ovarium dapat timbul akibat pertumbuhan dari
epithelium ovarium ( Smelzer and Bare. 2002 : 1556 ).
b. Panyebab Kista Ovarium
a) Gaya hidup tidak sehat.

Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurang serat

Zat tambahan pada makanan

Kurang olah raga

Terpapar denga polusi dan agen infeksius

Sering stress
b) Faktor genetik
Dalam tubuh kita terdapat gen gen yang berpotensi memicu kanker, yaitu
yang disebut protoonkogen, karena suatu sebab tertentu, misalnya karena
makanan yang bersifat karsinogen, polusi, atau terpapar zat kimia tertentu atau
karena radiasi, protoonkogen ini dapat berubah menjadi onkogen, yaitu gen
pemicu kanker.
c. Tanda dan gejala yang sering muncul pada kista ovarium antara lain :

menstruasi yang tidak teratur, disertai nyeri.

perasaan penuh dan dtertekan diperut bagian bawah.

nyeri saat bersenggama.

perdarahan.
Pada stadium awal gejalanya dapat berupa:

Gangguan haid

Jika sudah menekan rectum atau VU mungkin terjadi konstipasi atau sering
berkemih.

Dapat terjadi peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan


nyeri spontan dan sakit diperut.

Nyeri saat bersenggama.

Pada stadium lanjut :


Asites
Penyebaran ke omentum (lemak perut) serta oran organ di dalam rongga
perut (usus dan hati)
Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan,
Gangguan buang air besar dan kecil.
Sesak nafas akibat penumpukan cairan di rongga dada.