Anda di halaman 1dari 45

Laporan UOB

Praktikum
Tray Drier

Kelompok 8
Laras Ragil Kuncoro
(1206212363)
Miranti (1206242523)
Nindya Sulistyani
(1206212501)
Tiara Febriani (1206262140)

Mahasiswa dapat menentukan


kondisi variabel-variabel proses
operasi pengeringan yang
diperluka untuk melakukan operasi
pengeringan optimum.
Mahasiswa mampu
menggunakan Psychrometric
Chart.
Mahasiswa mampu
memprediksi laju pengeringan
suatu padatan basah dalam
suatu persamaan empiris.
Mahasiswa mengetahui pengaruh
ukura partikel, variasi temperature,
dan variasi laju alir udara terhadap
laju alir pengeringan.

Landasan Teori

Pengertian Pengeringan dan Tray Dryer


Pengeringan adalah suatu peristiwa perpindahan
massa dan energi yang terjadi dalam pemisahan
cairan atau kelembaban dari suatu bahan sampai
batas kandungan air yang ditentukan dengan
menggunakan gas sebagai fluida sumber panas
dan penerima uap cairan (Treyball, 1980).
Tray dryer adalah alat pengering yang dirancang
untuk pengeringan bahan yang membutuhkan
wadah.

Proses pengeringan (drying) menerapkan konsep


perpindahan massa dan perpindahan kalor antara udara
kering dengan bahan padat yang dikeringkan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengeringan


Faktor yang
berhubungan
dengan udara
pengering
Factor yang
berhubungan
dengan bahan
yang dikeringkan

Suhu, kecepatan udara,


kelembaban, dimana makin
tinggi udara pengering makin
cepat pula proses pengeringan.
Ukuran bahan, kadar air awal
bahan.

Terdapat dua sistem pengeringan

Direct
drying

Pada sistem ini bahan dikeringkan dengan cara


mengalirkan udara pengering melewati bahan
sehingga panas yang diserap diperoleh dari
sentuhan langsung antara bahan dengan udara
pengering, biasanya disebut dengan pengeringan
konveksi.

Pada sistem ini panas pengeringan di dapat dari


dinding pemanas yang bersentuhan dengan bahan
Indirect yang dikeringkan secara konduksi.
drying

Pengering tipe batch didesain untuk dioperasikan dalam


jumlah bahan tertentu dan dalam waktu tertentu, sedangkan
pengering tipe continuous pengering didesain untuk
mengeringkan bahan secara terus menerus selama masih ada
suplai bahan basah.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh
Dwiyanti

Laju pengeringan berbanding terbalik dengan humiditas udara


pengering.
Semakin
besar ukuran partikel maka laju pengeringan semakin
meningkat.
Laju pengeringan akan meningkat seiring dengan kenaikan suhu
udara pengering.
Laju pengeringan akan meningkat dengan kenaikan laju alir udara
pengering.
Semakin tinggi suhu udara pengering, maka harga difusivitas efektif
semakin besar.
Semakin kecil ukuran partikel, nilai koefisien perpindahan massa
semakin meningkat.

Menghitung kandungan air

Menghitung laju penguapan

Menghitung laju pengeringan air

Menghitung nilai densitas udara

Data dan
Perhitungan

Pengaruh
Ukuran
Partikel
Pengaruh
Ukuran
Partikel
Air Flow
Temperature

:4
:6

Data Percobaan Pengaruh Ukuran Partikel


Ukuran Partikel (mm)

Massa Tray dan Pasir


Kering (gr)

0.3

323

0.6

627

0.8

677

t (menit)

Massa pasir dan


wadah (gram)

Massa pasir
(gram)

0
3
6
9
12
15
0
3
6
9
12
15
0
3
6
9
12
15

334
333
332
332
331
334
312
311
310
309
308
312
299
298
297
296
295
299

116
115
114
113
113
112
94
93
92
91
90
89
81
80
79
78
77
76

Data Percobaan Pengaruh Ukuran Partikel


Kecepatan
udara pada
saat t= 15
menit (m/s)

0.4

Kecepatan
rata-rata
udara (m/s)

0.3

0.1

0.18

Suhu
Upstream
(Celcius)

Wet

29

Dry

44

Suhu
Downstream
(Celcius)

Wet

29

Dry

43

0.1

Kandungan Air Berbanding Waktu

0.3 mm
0.10576923

Xi
(gr air/gr pasir)
0.6 mm
0.12048193

0.12676056

0.09615385

0.10843373

0.11267606

0.08653846

0.09638554

0.09859155

12

0.08653846

0.08433735

0.08450704

15

0.07692308

0.07228916

0.07042254

t (menit)

0.8 mm

Kandungan Air Berbanding Waktu


Perbandingan Kandungan Air terhadap Waktu pada Variasi Ukuran Partikel
0.15
Ukuran partikel 0,3
mm
Ukuran partikel 0,6
mm
Ukuran partikel 0,8
mm

0.1
Kandungan air (g/g)

0.05
0

0 5 10 15 20

Waktu (menit)

Laju Pengeringan vs Kandungan Air

Ukuran Partikel

0.3 mm

0.6 mm

0.8 mm

Kandungan air (gr / gr)

Laju Pengeringan (g / cm2. menit)

0.10576923

0.0060208

0.09615385

0.00547345

0.08653846

0.00492611

0.08653846

0.00492611

0.07692308

0.00437876

0.12048193
0.10843373
0.09638554
0.08433735
0.07228916

0.00547345
0.00492611
0.00437876
0.00383142
0.00328407

0.12676056

0.00492611

0.11267606

0.00437876

0.09859155

0.00383142

0.08450704

0.00328407

0.07042254

0.00273673

Laju Pengeringan vs Kandungan Air


Perbandingan Laju Pengeringan terhadap Kandungan Air pada Variasi Ukuran Partikel
0.01
0.01
0
Laju Pengeringan (g / cm2. menit)

Ukuran Partikel 0,3 mm


Ukuran partikel 0,6 mm
Ukuran partikel 0,8 mm

Kandungan air (g/g)

Laju Pengeringan vs Kandungan Air

Ukuran Partikel

0.3 mm

0.6 mm

0.8 mm

Kandungan air (gr / gr)


0.0060208
0.00547345
0.00492611
0.00492611
0.00437876
0.00547345
0.00492611
0.00437876
0.00383142
0.00328407
0.00492611
0.00437876
0.00383142
0.00328407
0.00273673

Laju Pengeringan (g / cm2. menit)


0.0006051
0.0006051
0.0006051
0.0006051
0.0006051
0.00149763
0.00149763
0.00149763
0.00149763
0.00149763
0.00211786
0.00211786
0.00211786
0.00211786
0.00211786

Laju Pengeringan vs Kandungan Air


Pertandingan Laju Penguapan terhadap Kandungan Air
0
0

Ukuran partikel 0.3


mm
Ukuran partikel 0,6
mm
Ukuran partikel 0,8
mm

0
Laju Penguapan (gr/s)

0
0
0
0

0.01 0.01

Kandungan air (g/g)

Pengaruh Kecepatan Udara


Kondisi I
:4
Air Flow
Temperature : 6
Ukuran partikel : 0.6 mm
Kondisi II
Air Flow
:7
Temperature : 6
Ukuran partikel : 0.6 mm

Data Percobaan
Level Laju Alir

Massa Tray dan Pasir


Kering (gr)

302

302

t (menit)

Massa wadah
dan pasir
(gram)

Massa pasir
(gram)

312

93

311

92

310

91

309

90

12

308

89

15

312

93

311

92

310

91

309

90

308

89

12

307

88

15

311

92

Kandungan Air vs Waktu


t (menit)

Xi
(gr air/gr pasir)

Perbandingan Kandungan Air terhadap Waktu pada Variasi Laju Alir Udara

Laju alir 4

Laju alir 7

0.15

0.120482

0.108434

0.1

0.108434

0.096386

0.096386

0.084337

12

0.084337

0.072289

15

0.072289

0.060241

Laju Alir Skala 4


Laju Alir Skala 7

Kandungan Air (g/g) 0.05


0
10
0 20
Waktu (menit)

Laju Pengeringan Air vs Waktu


Laju alir

Kandungan air
(gr / gr)

Laju Pengeringan (g /
cm2. menit)

0.120482

0.005473

0.108434

0.004926

0.096386

0.004379

0.084337

0.003831

0.072289

0.003284

0.108434

0.004926
Perbandingan Laju Pengeringan terhadap Kandungan Air pada Variasi Laju Alir

0.096386

0.004379

0.084337

0.003831

0.072289

0.003284

0.060241

0.002737

Skala kecepatan
udara 4
Laju Pengeringan (g / cm2. menit)
Skala kecepatan
udara 7

Kandungan air (g/g)

Laju Penguapan vs Waktu


Laju alir

Kandungan air (gr / gr)

Laju Pengeringan (g / cm2. menit)

0.005473
0.004926
0.004379
0.003831
0.003284
0.004926
0.004379
0.003831
0.003284
0.002737

0.002723
0.002723
0.002723
0.002723
0.002723
0.055821
0.055821
0.055821
0.055821
0.055821

Perbandingan Laju Penguapan terhadap Kandungan Air pada Variasi Skala Kecepatan Udara
0.06
0.04
Laju Penguapan (gr/s)

Skala kecepatan udara 4


Skala kecepatan udara 7

0.02
0
0

0.01 0.01 0.01

Kandungan air (g/g)

Pengaruh Suhu
Laju alir udara
:4
Suhu
: 3 dan 6
: 0.8 mm
Ukuran partikel

Kandungan Air vs Waktu

t (menit)

Xi
(gr air/gr pasir)
Suhu 3

Suhu 6

Perbandingan Kandungan Air terhadap Waktu pada Variasi Temperatur


0.14
0.12
0.1

3
6
9
12
15

0.070423

0.01587

0.056338

0.015671

0.042254

0.015473

0.028169

0.015275

0.014085

0.015076

0.08

Skala Temperatur
6
Skala Temperatur
3

Kandungan Air (g/g)0.06


0.04
0.02
0
10
0 20
Waktu (menit)

Laju Pengeringan vs Kandungan Air


Suhu

Kandungan air (gr / gr)

Laju Pengeringan (g / cm2. menit)

0.126761
0.112676
0.098592
0.084507
0.070423
0.070423
0.056338
0.042254
0.028169
0.014085

0.004926
0.004379
0.003831
0.003284
0.002737
0.002737
0.002189
0.001642
0.001095
0.000547

Perbandingan Laju Pengeringan terhadap Kandungan Air pada Skala Temperatur 3


Skala temperatur 6

Laju Pengeringan (g / cm2. menit)

Skala Temperatur 3
0

0.02 0.04 0.06 0.08 0.1 0.12 0.14


Kandungan air (g/g)

Laju Penguapan vs Kandungan Air


Suhu

Kandungan air (gr / gr)

Laju Pengeringan (g / cm2. menit)

0.004926
0.004379
0.003831
0.003284
0.002737
0.002737
0.002189
0.001642
0.001095
0.000547

0.002118
0.002118
0.002118
0.002118
0.002118
0.00317679
0.00317679
0.00317679
0.00317679
0.00317679

Perbandingan Laju Penguapan terhadap Kandungan Air pada Variasi Skala Temperatur
0
Laju Penguapan (gr/s)

Skala Temperatur 6
Skala Temperatur 3

0
0
0

0.01

Kandungan air (g/g)

Data Pengamatan
Suhu

Massa Tray dan Pasir


Kering (gr)

290

302

t (menit)

Massa wadah
dan pasir
(gram)

Massa pasir
(gram)

295

76

294

75

293

74

292

73

12

291

72

15

295

76

299

80

298

79

297

78

296

77

12

295

76

15

299

80

Analisis Hasil
dan
Perhitungan

Analisis Hasil dan Perhitungan


Peng
aruh
Ukur
an
Parti
kel
Peng
aruh
Suhu
Peng
aruh
Kece
pata
n
Udar
a
Peng
ering

Analisis Hasil dan Perhitungan


Penurunan kandungan air berbanding lurus dengan
Pengaruh Ukuran
proses pengeringan
Partikel
Terjadi perpindahan massa air dari pasir ke aliran udara
Kandungan

Air

Laju
Pengeringan

kering yang mengakibatkan kandungan air dalam partikel


terus
berkurang
seiring
berlangsungnya
proses
pengeringan
Peristiwa perpindahan energi dari udara ke dalam bahan
yang dapat menyebabkan berpindahnya sejumlah massa
dalam kasus ini berupa kandungan air
Semakin kecil ukuran partikel, semakin luas permukaan
Terjadi
penurunan laju
pengeringan
yang berhubungan
denganm
medium pemanas, semakin
Penurunan
pada laju pengeringan disebabkan karena
mudah air keluar
semakin kecilnya jumlah kandungan air dalam partikel
sehingga jumlah air yang dapat diuapkan udara panas
semakin sedikit

Analisis Hasil dan Perhitungan


[Variasi temperatur pada ukuran
partikel yang sama]
Semakin besar suhu yang diberikan, waktu
pengeringan akan semakin cepat. Hal ini dapat
ditunjukkan dari jumlah kadar air yang semakin
kecil
Suhu yang tinggi akan menyebabkan perpindahan
kalor lebih cepat sehingga kandungan air semakin
cepat berkurang
Laju pengeringan dan laju penguapan pada suhu
yang lebih tinggi akan lebih besar dibandingkan
suhu yang rendah. Suhu yang besar akan
membawa kalor yang besar pula sehingga
perpindahan kalor akan semakin cepat juga

Analisis Hasil dan Perhitungan


Pengaruh Kecepatan Udara
Untuk kedua kecepatan udara pengering,
Pengering
kandungan air di dalam padatan berkurang seiring
Kandungan
dengan bertambahnya waktu. Penurunan laju alir
Air
pada kedua level tidak menunjukkan perbedaan
yang signifikan
Laju
Pengeringan

Pada grafik perbandingan laju pengeringan di atas


dapat dilihat bahwa ada kecenderungan kecepatan
pengeringan naik

Laju
Penguapan

Pada grafik laju penguapan di bawah terlihat


bahwa laju penguapan pada laju alir udara
pengering yang besar lebih tinggi daripada pada
laju alir udara yang lebih rendah.

Analisis
Percobaan

Variasi ukuran partikel :


Variabel yang berubah adalah ukuran partikel dengan kecepatan
laju alir udara berskala 4 dan suhu berskala 6

Variasi laju alir udara :


Pada variasi laju alir udara, variable yang berubah adalah laju alir
udara yang dikontrol pada skala 4 dan 7. Sedangkan suhu tetap
berskala 6 dan ukuran partikel 0.6 mm.

Variasi suhu
mengontrol variable suhu pada skala 6 dan 3. Ukuran partikel
yang digunakan 0.8 mm dan skala kecepatan udara 4.

Praktikan melakukan penimbangan massa loyang, massa pasir kering dalam


loyang, dan masa pasir basah dalam loyang

Pasir didistribusikan merata hingga menutup seluruh permukaan loyang,


dengan ketebalan rendah supaya pasir cepat mengering

Data yang di peroleh adalah setiap berat atau massa yang berkurang pada
pasir basah yang sedang dilakukan proses drying. Pengambilan data ini
dilakukan selama 15 menit dengan interval waktu 3 menit setiap
pengambilan data.

Udara panas akan mengalir dengan laju tertentu dan membuat terjadi proses pengeringan
pada pasir. Pengeringan disebabkan karena dua proses yaitu kontak pasir dengan udara
panas yang mengalir secara konveksi dan kontak pasir dengan rak yang telah panas secara
konduksi.
Proses pengeringan terjadi melalui penguapan air karena perbedaan tekanan dan potensial
uap air antara udara dengan pasir yang dikeringkan, dan karena adanya panas yang dibawa
oleh media pengering yaitu udara. Uap air tersebut akan dilepaskan dari permukaan pasir ke
udara pengering.

Mekanisme keluarnya air dari dalam pasir selama pengeringan :

1. Air bergerak
melalui tekanan
kapiler.

2. Penarikan air
disebabkan oleh
perbedaan
konsentrasi
larutan disetiap
bagian pasir.

3. Penarikan air
ke permukaan
pasir
disebabkan oleh
absorpsi dari
lapisan-lapisan
permukaan
komponen
padatan dari
pasir.

4. Perpindahan
air dari pasir ke
udara
disebabkan oleh
perbedaan
tekanan
uap (Dewi,
2010)

Prinsip proses pengeringan : Proses pindah panas dan pindah massa yang terjadi secara
bersamaan (simultan).
Panas di transfer dari medium pemanas ke pasir, kemudian setelah terjadi penguapan air,
uap air yang terbentuk dipindahkan melalui struktur pasir ke medium sekitarnya.
Lama proses pengeringan dipengaruhi oleh pasir yang di keringkan, cara pemanasan yang
digunakan, tinggi suhu dan kecepatan aliran pengering, dan kelembaban udara.
Makin tinggi suhu dan kecepatan aliran udara pengeringan makin cepat pula proses
pengeringan berlangsung.
Pada kelembaban udara tinggi, perbedaan tekanan uap air didalam dan diluar pasir kecil,
sehingga pemindahan uap air dari dalam pasir keluar menjadi terhambat.

Kelembaban udara pada posisi downstream lebih tinggi


dibandingkan kelembaban udara pada posisi upstream,
karena aliran udara kering memberikan panas kepada
pasir (panas berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah)
sehingga air mengalami perubahan fasa menjadi uap air
dan terbawa oleh aliran udara kering.

Analisis
Kesalahan

Analisis Kesalahan
Adapun ketidaksempurnaan yang dapat
mempengaruhi hasil praktikum ini yaitu :
ketidaktelitian
praktikan dalam
menghitung

penggunaan
anemometer tidak
pada titik yang
sama sehingga
kecepatan yang
terukur tidak
seragam

pasir yang tidak


seragam ukuran
partikelnya dan
kelembabannya

keadaan udara yang


lembab sehingga
tidak sesuai dengan
keadaan teoritis.

Analisis Kesalahan
Selain itu terjadinya
kesalahan prosedur
dalam perngambilan
data kecepatan dan
temperatur yang
seharusnya dilakukan
setiap 3 menit namun
praktikan hanya
melakukannya sekali
setiap 15 menit.

Kesimpulan
Semakin kecil ukuran partikel, luas permukaan kontak
akan semakin besar sehingga akan mempercepat laju
pengeringan dan penguapan yang terjadi.
Laju pengeringan dan laju penguapan berbanding lurus,
namun perbedaannya laju pengeringan berdasarkan pada
perubahan massa sementara laju penguapan berbasiskan
pada perubahan kelembaban.
Untuk mengukur laju pengeringan, akan lebih akurat jika
digunakan pengukuran berdasarkan pada perubahan
massa karena pengukuran berbasis perubahan
kelembaban harus melalui pembacaan psychrometric
chart.

Kesimpulan
Semakin cepat laju alir udara pengering maka kandungan
air akan berkurang dalam waktu yang lebih singkat, hal ini
mengindikasikan terjadinya laju pengeringan dan
penguapan yang lebih cepat.
Semakin tinggi suhu pemanas, maka kandungan air akan
berkurang dalam waktu yang lebih singkat, sehingga laju
pengeringan dan penguapan menjadi lebih cepat.

Daftar Pustaka

E. Treybal, Mass Transfer Operation, McGraw Hill,


Mogakhusa Ltd., 1975
J.Geankoplis, Transfer Process and Unit Operations, 2 nd ed.,
Allyn and Bacon Inc., Tokyo, 1983.
Mc. Cabe, Unit Operation of Chemical Engineering, 4 th ed.
McGraw Hill Inc., Singapore, 1985.
Modul Praktikum Unit Operasi Bioproses Departemen Teknik
Kimia