Anda di halaman 1dari 16

A.

PENDAHULUAN
Perguruan Tinggi merupakan salah satu subsistem pendidikan nasional.
Keberadaannya dalam kehidupan bangsa dan Negara berperan penting melalui
penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat. Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang
system pendidikan nasional menyebutkan bahwa perguruan tinggi berkewajiban
menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
(pasal 20 ayat 2).
Penyelenggraan tridharma perguruan tinggi didasarkan pada semangat
pelaksanaan otonomi perguruan tinggi, yakni otonomi keilmuan yang melekat
pada mahasiswa, dosen, dan pengelola perguruan tinggi. Menurut undang-undang
nomor 52 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, definisi perguruan tinggi adalah
lembaga ilmiah yang mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan dan
pengajaran diatas perguruan tingkat menengah, dan yang memberikan pendidikan
dan pengajaran berdasarkan kebudayaan kebudayaan Indonesia dan dengan cara
ilmiah1. Dan pada pasal selanjutnya umumnya perguruan tinggi mempunyai
tujuan

(1)

membentuk

manusia

susila

yang

berjiwa

pancasila

dan

bertanggungjawab atas terwuujudnya masyarakat sosialis Indonesia yang adil dan


makmur, material dan spiritual (2) menyiapkan tenaga yang cakap untuk
memangku jabatan yang memerukan pendidikan tinggi dan yang cakap berdiri
sendiri dalam memelihara dan memajukan ilmu pengetahuan. (3) melakukan
penelitian dan usaha kemajuan dalam lapangan ilmu pengetahuan, kebudayaan,
dan kehidupan kemasyarakatan2.
Menurut Suryo Hapsoro Tri Utomo, Direktur Penelitian dan Pengabdian
kepada masyarakat, DIKTI, mengatakan Tridharma sudah lahir sejak 1946 ketika
Sunaryo Soepomo dan Ki Hjar Dewantoro meancang bentuk ideal Perguruan

1 Suryosubroto. Beberapa Aspek Aspek Dasar Dasar Kependidikan.


Cet 2 (Jakarta: Rineka Cipta. 1990) hal 58.
2 Undang-undang nomor 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi

Tinggi, walaupun Tridharma belum terformulasikan, namun kala itu fungsinya


sebagai balai pendidikan dan pengajaran. 3
Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), merupakan salah satu
Perguruan

Tinggi

Negeri

(PTN)

di Indonesia yang

terletak

diPurwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Universitas ini berdiri pada


tanggal 23 September 1963, berdasarkan Keputusan Presiden RI No.195/1963
dan SK Menteri No. 153/1963. Nama Jenderal Soedirman sendiri diambil dari
seorang

Panglima

Besar

yang

merupakan

Pahlawan

Nasional

kelahiranBanyumas tempat dimana universitas ini berdiri dan menjadi monumen


hidup untuk mengenang jasa-jasanya pada nusa, bangsa dan Negara. Sesuai
dengan amanat yang tersurat dalam Pembukaan UUD 1945 dan desakan
masyarakat Banyumas akan kebutuhan pendidikan tinggi, para pemimpin formal
dan

informal

Banyumas

menggagas

perlunya

didirikan

perguruan

tinggi/universitas di wilayah Banyumas. Sebagai tindak lanjut gagasan ini


dibentuklah Yayasan Pembina Universitas Jenderal Soedirman dengan Akte
Notaris No. 32 tanggal 20 September 1961. Selanjutnya, atas desakan
masyarakat, dinas instansi, dan TNI, Yayasan Pembina Universitas Jenderal
Soedirman berusaha mewujudkan berdirinya universitas. Dengan Surat
Keputusan Presiden RI No. 195 tertanggal 23 September 1963, berdirilah
Universitas Jenderal Soedirman secara resmi didirikan, dan diresmikan oleh
Menteri PTIP Prof. Dr. Tojib Hadiwidjaja bertempat di rumah Dinas Residen
Banyumas.4
Berdirinya Unsoed di Kelurahan Grendeng yang dulu termasuk kawasan
pedesaan, disamping membawa beberapa dampak positif juga menimbulkan
dampak negative khususnya bagi warga asli kelurahan Grendeng. Beberapa
masalah yang timbul berkaitan dengan berdirinya unsoed bagi masyarakat sekitar
ialah hilangnya lahan sawah yang dahulu menjadi lahan subur bagi beras
grendeng. Desa Grendeng yang dulu terkenal dengan beras grendengnya yang
3 Litbang LPM Institute. Pengetahuan Mahasiswa tentang Tridharma.
Dalam tabloid institute edisi XII/April 2011. Hal. 12
4 http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Jenderal_Soedirman

enak dan pulen, sekarang hampir tidak bisa lagi ditemkan beras grendeng beredar
dipasaran. Lebih memperihatinkan lagi, sekarang hanya tersisa kurang lebih 40%
area persawahan di wilayah grendeng. Hal ini yang membuat beras grendeng
tidak lagi beredar dipasaran5. Beberapa masalah lain diantaranya ialah
permasalahan moral dan etika mahasiswa. Saat ini dengan banyaknya mahasiswa
yang berasal dari luar Banyumas menjadikan purwokerto khususnya desa
Grendeng menjadi bercampurya berbagai macam karakter masyarakat dari
seluruh pelosok di Indonesia yang berdampak pada pemasalahan moral dan etika
ketika berhadapan dengan nilai nilai yang telah lama hidup di sekita masyarakat
Grendeng.
Penulis pernah melakukan wawancara dengan Pak Karyo yang merupakan
sesepuh Desa Grendeng yang juga pernah lama menjabat sebagai Ketua RW 05
kelurahan Grendeng menuturkan, bahwa selain permasalahan pemukiman warga
yang kian banyak, permasalah moral dan etika mahasiswa pun mejadi masalah
yang saat ini terlihat nyata di Grendeng. Banyak mahasiswa saat ini yang
menurutnya tidak membaur dengan warga, besikap apatis, bahkan cenderung
tidak sopan. Padahal mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa yang harusnya
memiliki moral dan etika yang terpuji palagi jika ia hidup di kampung orang yang
bukan kampung halamannya. Permasalahan ini harus benar benar disadari oleh
pihak Universitas Jenderal Soedirman untuk memberikan perhatian pada
pendidikan moral dan karakter mahasiswa khususnya ketika berbaur dengan
masyarakat setempat dan masyarakat Grendeng secara khusus. Sehingga
mahasiswa sebagai bagian dari civitas academica tidak melenceng dari tugasnya
untuk ikut melaksanakan tridharma perguruan tinggi bukan menjadi sekelompok
pemuda yang bergaya intelek namun asing bagi lingkungan sekitarnya.
Penulispun sebagai mahasiwa unsoed menyadari pehatian usnoed selama
ini dalam meberikan bekal kepada mahasiswa berkaitan dengan etika dan moral
hidup bermasyarakat masih kurang. Dan inipun dirasakan oleh kawan kawan
penulis khususnya sesama mahasiswa baru. Dua kawan penulis yakni Dyah Weru
Saputri dari jurusan Sosiologi 2013 Faultas ISIP dan Joko Widhodho dari Biologi
5 http://citizen6.liputan6.com/read/817481/warga-mengadupersawahan-di-purwokerto-nyaris-habis

2014 pun menurutkan hal yang sama. Ketika pelaksanaan Oientasi Studi dan
Penerimaan Mahasiswa Baru (OSPMB) atau biasa disebut ospek baik tingkat
universitas maupun tingkat fakultas masih minim pemberian bekal mengenai cara
hidup bermasyarakat dan berbaur dengan warga. Bahkan terkesan tidak
disinggung sama sekali. Usaha yang telah ditempuh Unsoed dalam pemberian
bekal pembentukan Karakter diantaranya melalui Pengembangan Karakter dan
Kepribadian Mahasiswa (PKKM) sebelum kegiatan perkuliahan pada semester
pertama dan muatan local Jati Diri Unsoed sebanyak 3 SKS dinilai belum efektif.
B. METODE
1 PKKM dan Jati Diri Unsoed
Sebagaimana yang telah diuraikan diatas saat ini permasalahan yang
cukup nyata yang terjadi pada mahasiswa Unsoed adalah rendahnya moral dan
etika mahasiswa ketika berbaur dengan masyarakat. Hal tersebut diakibatkan oleh
masih minimnya perhatian unsoed terhaap pembentukan karakter mahasiswa
dalam kehidupan bermasyarakat khususnya dengan masyarakat Grendeng.
Selama ini usaha untuk memberikan bekal pembentukan karakter melalui
Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM) dan muatan local
Jati Diri Unsoed kurang efektif. Penyebab kurang efektifnya dua program
tersebut diantarnya:
1. Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa (PKKM)
a. Hanya dilaksanakan sekali saja selama 2 hari yakni sebelum
mahasiswa menjalani kegiatan perkuliahan yang pertama.
Padahal mahasiswa akan menempuh studi selama minimal 4
tahun
b. Tidak ada tindak lanjut setelah diadakannya kegiatan PKKM ini,
mahasiswa hanya diberi piagam PKKM dan kemudian selesai
seolah olah ia telah memiliki karakter yang diinginkan
universitas
c. Materi yang diberikan dalam PKKM cenderung hanya bersifat
peningkatan potensi individu yang tidak disertai dengan
peningkatan keselarasan individu ketika hidup bermasyarakat.
Sehingga mahasiswa hanya mengejar kesuksesan akademiknya

sendiri tanpa mau tau kondisi lingkungan sekitarnya khususnya


masyarakat setempat dimana ia tinggal.
2. Mutan Lokal Jati Diri Unsoed
a. Materi muatan jai diri unsoed cukup memuat dasar dasar etika
dan moral mahasiswa sebagai insan akademis namun tidak ada
tindak lanjut dari apa yang telah dipelajar oleh mahasiswa dari
mata kuliah ini
b. Mata kuliah ini bukanlah mata kuliah yang didasarkan atas
keilmuan tertentu melainkan hanya sebatas pendidikan moral.
Namun karena tidak ada keberlanjutan setelah materi ini
diberikan maka mata kuliah ini tidak ada bedanya dengan mata
kuliah yang lain hanya sebatas difahami oleh mahasiswa lalu
mahasiswa tinggal menjawab soal pertanyaan di kertas ujian.
Tidak ada dampak keberlanjutan selanjutnya ketika hidup
bermasyarakat apakah materi tersebut diterapkan atau dilupakan.

Solusi yang Ditawarkan


Berangkat dari permasalahan diatas maka penulis menawarkan solusi

bagaimana supaya mahasiswa dalam menjalani kehidupan akademisnya tidak


melupakan kewajibannya sebagai pihak yang mengemban tridharma perguruan
tinggi ketika hidup bermasyarakat. Yakni dengan program bernama Soedirman
Cigren ( Sukseskan tridarma insan cinta grendeng).

Kegiatan ini memiliki

beberapa tujuan yaitu:


1. Membentuk mahasiswa agar memiliki moral dan etika yang luhur
ketika hidup di tengah masyarakat yang ditandai dengan kehidupan
keseharian yang membaur dengan masyarakat dan ikut berpartisipasi
dalam setiap kegiatan yang diadakan oleh masyarakat Grendeng
2. Membangun Grendeng supaya menjadi kawasan yang lebih baik dan
lebih maju yang ditandai dengan lingkungan yang bersih, terawat,
tertib, aman, dan nyaman.
3. Melaksanakan janji para pendiri Universitas Jenderal Soedirman
yakni memajukan Grendeng dan sekitarnya supaya menjadi kawasan
yang membuat masyarakat setempat hidup lebih sejahtera

4. Melaksanakan kewajiban Thidharma Perguruan Tinggi yakni


menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat.
3

Ketentuan Ketentuan Soedirman Cigren (Sukseskan Tridarma Insan Cinta


Grendeng) tersebut diantaranya :

1. Wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa angkatan 2013, 2014, dan 2015 yang
berdomisili di daerah Grendeng dan sekitarnya. Yang dipilih melaksanakan
kegiatan ini mahasiswa angkatan 2013, 2014, dan 2015 yang akan datang.
Angakatan sebelum itu tidak dipilih karena mereka sedang melaksanakan
kegiatan perkuliahan di semester akhir. Kegiatan ini mulai berlaku pada 1
September 2015.
2. Setiap mahasiswa wajib membuat laporan kegiatan yang ia ikuti di daerah
Grendeng selama per semester berupa kegiatan sosial, budaya, pendidikan,
pengajian dan lain sebagainya yang ditandatangani oleh ketua RT dan RW
setempat. Laporan kegiatan ini masuk kedalam nilai akademis di akhir
kelulusan menjelang wisuda.
3. Selama kuliah di Unsoed mahasiswa setidaknya harus mengikuti minimal
satu kepanitian yang membuat kegiatan di desa Grendeng yang melibatkan
masyarakat Grendeng sebagai peserta baik itu kelompok anak anak, remaja,
dewasa, maupun orang tua. Kegiatan sendiri didanai oleh universitas.
Kegiatan yang diadakan dapat berupa kegiatan sosial, budaya, olahraga,
ekonomi, lingkungan, pendidikan, keagamaan, dsb. Sertifikat kepanitiaan ini
wajib dimiliki mahasiswa sebagai syarat mengikuti KKN (Kuliah Kerja
Nyata). Sehingga pengalaman kepanitiaan ini menjadi pengalaman awal
mahasiswa sebelum KKN.
4. Agar tidak terjadi kegiatan yang tumpang tindih dalam waktu pelaksanaan,
maka universitas membentuk penjadwalan dalam waktu tertentu yang akan
dijelaskan dalam mekanisme pelaksanaan Soedirman Cigren ( Sukseskan
Tridarma Insan Cinta Grendeng).

B MEKANISME PELAKSANAAN SOEDIRMAN CIGREN ( SUKSESKAN


TRIDARMA INSAN CINTA GRENDENG)
Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan Soedirman Cigren ( Sukseskan
Tridarma Insan Cinta Grendeng) dalah sebagai berikut :
a. Universitas dan fakultas membuat pendataan terhadap semua mahasiswa
Unsoed yang berdomisili di daerah Grendeng dan sekitarnya
b. Universitas memberikan perbekalan khusus kepada mahasiswa yang
berdomisili di Grendeng mengenai sejarah berdirinya unsoed di Grendeng.
Perbekalan ini dapat diberikan pada rentang waktu 6 bulan pertama
mahasiswa menjalani perkuliahan. Waktu pemberian perbekalan dilakukan
secara bergiliran setiap fakultas dan setiap mahasiswa tergantung waktu
luang mereka.
c. Setiap mahasiswa membuat laporan kegiatan yang telah diikutinya selama
tinggal di Grendeng per semester serta mendapat tanda tangan dari ketua RT
dan RW setempat.
d. Dalam pelaksanaan kepanitiaan kegiatan setiap kelompok mahasiswa
mengajukan proposal kepada universitas berkenaan dengan kegiataan yang
akan diadakan di grendeng. Waktu pelaksanaan kegiatan akan diatur lebih
lanjut oleh universitas yang melakukan penjadwalan ulang dari semua
proposal yang diajukan untuk penyesuaian supaya tidak terjadi tumpang
tindih dalam wktu pelaksanaan kegiatan.
e. Mahasiswa mendapat penilaian dari keikutsertaannya dalam setiap kegiatan
yang diadakan masyarakat grendeng yang ditulis dalam bentuk laporan dan
dan diserahkan kepada dosen Bidang kemahasiswaan di akhir semester.

MEKANISME SOEDIRMAN CIGREN ( SUKSESKAN TRIDARMA INSAN


CINTA GRENDENG)

UNIVERSITAS MEMBUAT
PENDATAAN MAHASISWA
YANG BERDOMISILI DI
GRENDENG
Waktu pemberian
perbekalan dilakukan
pada rentang waktu 6
bulan mahasiswa
baru menjalani
perkuliahan setiap
fakultas membuat
jadwal dalam
pelaksanaanya
tergantung waktu
luang mahasiswa

MEMBERIKAN PERBEKALAN
TENTANG SEJARAH UNSOED
BERDIRI DI GRENDENG

MEMBUAT LAPOAN KEGIATAN


YANG DIIKUTI MAHASISWA
DAN YANG DIADAKAN OLEH
MASYARAKAT GRENDENG PER
SEMESTER

Waktu pelaksanaan
kegiatan akan diatur lebih
lanjut oleh universitas yang
melakukan penjadwalan
ulang dari semua proposal
yang diajukan untuk
penyesuaian

MEMBUAT SUATU KEGIATAN


DI GRENDENG SEBAGAI
SYARAT KKN

C. HASIL DAN PEMBAHASAN


1. Konsep Pembuatan Laporan
Mahasiswa seperti yang dibahas diatas, mengemban misi trdarma
perguuan tinggi sebagai bagian dari civitas akademika. Ia tidak hanya
berusaha untuk mencapai prestasi akademik setinggi tinggi tetapi ia juga
harus memiliki keterampilan hidup selaras dengan masyarakat. Sebagai
calon pemimpin bangsa, seorang mahasiswa harus memiliki jiwa
kepemimpinan dan harus memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan
lingkungan tepat ia tinggal. Saat ini mahasiswa yang kuliah di unsoed
berasal dari seluruh pelosok daerah di Indonesia, di sisi lain hal ini
memberikan keuntungan bagi Unsoed karena berarti kapasitas Unsoed
sebagai Universitas berkualitas di akui dengan banyaknya mahasiswa unsoed
yang berasal dari seluruh pelosok negeri. Namun keberadaan mahasiswa dari
seluruh pelosok nusantara tersebut membawa berbagai maca karakter dan
kepribadian yang belum tentu sesuai dengan karakter dan kepribadian serta
nilai nilai budaya masyarakat grendeng yang dimana dimana sekarang
mereka tinggal.
Maka dri konsep Soedirman Cigren ini memberikan beberapa
keuntungan diantaranya sebagai wahana pembentukan karakter dan
kepribadian mahasiswa khususnya ketika berbaur dengan masyarakat.
Dengan dibebankan kewajiban untuk membuat laporn tentang aktivitas yang
ia ikuti di masyarakat grendeng maka mahasiswa mau tidak mau harus
membaur dengan warga setempat. Hal ini tentu akan berdampak positif
karena dengan begitu mahasiswa akan memiliki pengalaman dan
keterampilan bersosialissi dengan warga. Serta ia tidak asing dan apatis di
lingkungan tempat tinggalnya serta dengan tetangga tetangganya. Meskipun
proses ini sebenarnya adalah proses natural namun kenyataannya saat ini
mahasiswa tidak memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan warga
setempat. Mahasiswa cenderung menjaga jarak dengan masyarakat setempat.
Dengan diwajibkannya menulis lapoan yang berisi aktivitas yang ia ikuti
bersama warga dan ditanda tangani oleh kepala RT dan RW maka mahasiswa
punya kesempatan untuk berbaur dengan warga.

2. Konsep Pembuatan Kegiatan


Sementara itu mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa dituntut
untuk memiliki jiwa kreatif, pekerja keras, mandiri, dan aktif dalam
menjalani kehidupan hariannya. Maka dari itu, mental tersebut harus mulai
dibentuk sejak dini bahkan sejak ia baru menjalani proses perkuliahan di
tahun tahun awal. Mahasiswa harus peka melihan realitas dan menyikapi
permasalahan yang timbul di masyarakat. Saat ini kelurahan grendeng
memiliki beberapa masalah misalnya dengan semakin banyaknya penghuni
kos kosan maka kebersihan di lingkungan desa grendeng kurang
diperhatikan. ini menjaladi masalah bagi masyarakat grendeng dimana
mahasiwa sebagai kaum intelektual harus memberikan contoh yang baik
yakni dengan membuat program semacam kerja bakti, membuat tong
sampah, memperbaiki aliran sungai, dan lain sebagainya.
Demikianpun dalam hal keamanan mahasiswa dituntut untuk
menjaga keamanan dan ketertiban di lingungan desa grendeng. Apalagi saat
ini kasus pencurian sepeda motor cukup marak terjadi di area kos kosan
grendeng. Mahasiswa harus menawarkan solusi berupa ikut siskamling, atau
pembangunan garasi motor yang aman, dan lain sebagainya. Kegiatan yang
diadakan oleh mahasiswa dapat membutuhkan dana maupun tidak.
Universitas dalam hala ini dapat menyediakan dana untuk kegiatan kegiatan
yang diadakan mahasiswa untuk membuat desa grendeng lebih baik. Selain
itu program yang bisa diadakan ialah program bedah rumah untuk
mmperbaiki rumah rumah yang saat ini kurang layak ditinggali di grendeng.
Sangat tidak etis tentunya ketika ada sebuah lembaga pendidikan yang tinggi
menjulang sementara di daerah sekitarna terdapat rumah rumah warga yang
tidak layak ditempati. Maka dari itu disini mahasswa dituntut untuk lebih jeli
dan peduli dengan kondisi masyarakat sekitar. Konsep pembuatan kegiatan
di masyarakat grendeng ini adalah juga merupakan pemenuhan janji dari
universitas jenderal soedirman terhadap masyarakat asli grendeng ketika
dahulu unsoed hendak dibangun. Kegiatan ini dapt menjadi solusi untuk
mengatasi berbagai macam permasalahan di kelurahan grendeng yang
notabene meruakan kelurahan dari kampus utama unsoed dan termasuk
gedung rektorat dan pusat administrasi unsoed berada.

10

3. Output yang dihasilkan


Output atau luaran yang dihasilkan dari Program Soedirman Cigren
(Sukseskan insan cinta grendeng) ialah sebagai berikut:
a. Bagi Mahasiswa
1. Menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan kepekaan dengan masalah
masalah yang ada di masyarakat
2. Menumbuhkan jiwa bersosial sehingga mahasiswa tidak apatis dan
asing dengan lingkungan sekitarnya
3. Menciptakan kehidupan yang selaras dengan masyarakat
b. Bagi Masyarakat Grendeng
1. Menbuat kondisi sosial dan budaya di kelurahan grendeng lebih baik
ketika mahasiswa tidak apatis dan mau bersosialisasi dengan
masyarakat
2. Masyarakat

menyadari

kehadiran

mahasiswa

sebagai

calon

pemimpin bangsa dengan ikut terlibat dalam menyelesaian


pemasalahan permasalahan yang ada di lingkungan gredeng dan
sekitarnya
3. Masyarakat memperoleh manfaat moril maupun materiil dari setiap
kegiatan yang diadakan oleh mahasiswa
c. Bagi Universitas
1. Universitas

menjalankan

kewajibannya

untuk

melaksanakan

Tridharma Perguruan Tinggi yakni menyelenggarakan pendidikan,


penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat
2. Universitas ikut serta menjadikan grendeng lebih maju dan lebih
nyaman untuk ditinggali
3. Universitas memenuhi janji para pendiri unsoed terhadap masyarakat
grendeng yakni menjadikan grendeng menjadi kawasan yang lebih
sejahtera bagi masyarakat setempat.

11

TRIDHARMA PEGURUAN
TINGGI

SOEDIRMN CIGREN
(SUKSESKAN INSAN
CINTA GRENDENG)

MEMBUAT LAPOAN
KEGIATAN YANG
DIIKUTI
MAHASISWA DAN
YANG DIADAKAN
OLEH
MASYARAKAT
GRENDENG PER
SEMESTER

MEMBUAT SUATU
KEGIATAN DI
GRENDENG

Universitas

Mahasiswa

KELURAHAN GRENDENG
DAN SEKITARNYA
12

Masyarakat

D. KESIMPULAN
Pergurun Tinggi mengemban misi Tridharma Perguruan Tinggi yakni
menyelenggaakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada msyarakat.
Salah satu bentuk pengabdian yang dapat dilakukan oleh perguruan tinggi
khuusnya Unsoed ialah melalui program Soedirman Cigren (Sukseskan instan
cinta Grendeng). Gagasan ini berangkat dari permasalah mahasiswa Unsoed yang
saat ini kurang membaur dengan warga setempat khususnya warga kelurahan
grendeng.
Mahasiswa perlu pengalaman dan keterampilan untuk terjun langsung
dan merasakan apa yang dihadapi oleh masyarakat. Selama ini mahasiswa hanya
belajar mengenai kondisi masyarakat dari berbagai macam literature namun
kurang sekali pengalam terjun langsung terlibat dalam aktivitas mayarakat sehari
hari terutama aktivitas sosial dan budaya masyarakat. Sehingga saat ini
masyarakat unsoed cenderung apatis dan asing dengan lingkungan sekitarnya.
Program Soedirman Cigren (Sukseskan Insan Cinta Grendeng) ini dapat
menjadi alternative untuk mengatasi kesenjangan antara mahasiswa dan
masyarakat yang sangat terasa khususnya di lingkungan kelurahan grendeng dan
sekitarnya ini. Unsoed sebagai universitas negeri yang menampung seluruh
mahasiswa dari pelosok nusantara bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi
yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat. Sebagai lembaga pendidikan,
unsoed juga mengemban tugas mendidik mahasiswanya supaya memiliki jiwa
kepemimpiann dan kemampuan memecahkan masalah didalam masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Suryosubroto. 1990. Beberapa Aspek Aspek Dasar Dasar Kependidikan,


Jakarta: Rineka Cipta
Tabloid institute. edisi XII/April 2011 Pengetahuan Mahasiswa tentang Tridharma.
Litbang LPM Institute.

13

http://id.wikipedia.org/wiki/Universitas_Jenderal_Soedirman (Diakses pada


Senin, 20 April 2015 pukul 20.10)
http://citizen6.liputan6.com/read/817481/warga-mengadu-persawahan-dipurwokerto-nyaris-habis (Diakses pada Senin, 20 April 2015 pukul 20.10)

LAMPIRAN 1
A. Biodata Penggagas
a) Nama Lengkap
b) NIM
c) TTL
d) Fakultas/ jurusan
e) Perguruan Tinggi
f) No Hp
g) Alamat email
Riwayat Pendidikan
Jenjang
SD/ MI
SMP/ Mts
SMA/ MA

14

:
:
:
:
:
:
:

Lutfi Ramdani
F1A014077
Garut 22 Februari 1995
Ilmu Sosial dan
Ilmu politik/ Sosiologi
Universitas Jenderal Soedirman
085200807675
Amir.abdullah222@gmail.com

Nama Sekolah
SDN Mekarsari 1
MTS Persis Cikarag
MA Persis Cibatu

Tahun Lulus
2007
2010
2013

Pengalaman Organisasi
Nama Organisasi
OSIS
Duta Baca Soedirman

Jabatan
Ketua
Ketua

Tahun
2012
2014

2014
UKM Rhizome
HMI Komisariat Fisip

Anggota
Anggota

2014
2014

Unsoed
Purwokerto, 29 April 2015
Penggagas Program

Lutfi Ramdani
NIM.F1A014077
LAMPIRAN 2
Biodata Dosen Pembimbing
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Nama Lengkap
NIP
Pekerjaan
Universitas
Alamat
No.Hp

:
:
:
:
:
:

Dra. Endang Dwi S, M.Si.


19580716 198702 2 001
Dosen Program Studi Sosiologi
Jenderal Soedirman (UNSOED)
Perumahan Tanjung
+6281328728436

Purwokerto, 29 April 2015

15

Dosen Pembimbing

Dra. Endang Dwi S, M.Si.


NIP. 19580716 198702 2 00110

16