Anda di halaman 1dari 42

LAPORAN KASUS

SINUSITIS
Pembimbing :
dr. Hj. Fitriah Shehbubakar, Sp. THT.
Persentan:
Fahima Albar

Identitas pasien

Nama
Usia
Agama
Pekerjaan
Alamat

: Ny. S
: 28 tahun
: Islam
: Karyawan Swasta
: Kolong Boci RT 16/03

Keluhan utama

Hidung tersumbat sejak 1 bulan yang lalu.

Keluhan tambahan

Nyeri menelan
Pusing
Sering bersin-bersin

Riwayat penyakit
sekarang

Seorang wanita datang ke poli THT RSIJ


pondok
kopi
dengan
keluhan
hidung
tersumbat dirasakan sejak 1 bulan yang lalu
dan dirasakan semakin memberat terutama
di pagi dan malam hari disertai nyeri
menelan yang dirasakan sejak 5 hari lalu dan
pernah keluar cairan bergumpal berwarna
kecoklatan dari hidung, os tidak batuk. Pasien
juga mengeluh nyeri pada daerah di atas alis
dan bagian sisi hidung sampai ke mata,
sehingga pasien merasa tidak nyaman.
Pasien juga mengeluh sering mengalami
nyeri kepala terutama disebalah kanan.
#

Riwayat penyakit dahulu

2 tahun yang lalu os juga pernah


mengalami sakit yang sama namun os
sudah berobat dan kembali kambuh 1
bulan yang lalu
Pasien sering terkena pilek, bersin pada
pagi hari, tidak nyaman bila mengendarai
motor tanpa menggunakan masker
Riwayat Hipertensi (+), Alergi, DM, Asma
disangkal
#

Riwayat penyakit keluarga

Sepupu os mengalami keluhan seperti


ini, tetapi sudah menjalani operasi
sinusitis
Riwayat alergi, Hipertensi, DM, Asma
disangkal

Riwayat pengobatan

Pasien sudah berobat ke dokter umum di


klinik perusahaan tempat os bekerja
untuk keluhan yang sekarang tetapi
tidak ada perubahan.

Riwayat alergi obat

Pasien tidak memiliki riwayat alergi obat

Riwayat kebiasaan
Pasienseringberadadilingkunganyangberdebu
karenaosseorangkaryawanpabrikdansuka
mengkonsumsimakanandanminumanyang
dingin
#

Status Generalis

Keadaan umum : Sakit ringan


Kesadaran
: Composmentis
Tanda vital
- Tekanan darah : Tidak diukur
- Nadi
: 88 x / menit, kuat, reguler.
- Pernapasan
: 20 x / menit
- Suhu
: 36,5 C
Kepala
: normocephal
Mata
: sklera ikterik (-/-)
Mulut
: bibir kering (-), sianosis (-), pucat ()
Thorax
: simetris, retraksi (-/-), massa (-/-), scar (-/-)
Abdomen : cembung (-), cekung (-), massa (-), scar ()
Ekstremitas
: udem (-/-)
#
Kulit
: scar (-)

Status lokalis regio THT


Telinga kanan

Telinga kiri

Heliks sign (-)


Tragus sign (-)

aurikula

Heliks sign (-)


Tragus sign (-)

Lapang
Serumen (-)

CAE

Lapang
Serumen (-)

Intak (+)
Refleks
cahaya (+)

Membran
tympani

Intak (+)
Refleks cahaya
(+)

(+)

Rinne

(+)

Tidak ada
lateralisasi

Weber

Tidak ada
lateralisasi

normal

Swabach

normal

Interpretasi : normal

Hidung :
Sinus paranasal

- Inspeksi : Pembengkakan (-)

- Palpasi : nyeri tekan pada: pangkal


hidung (+), pipi (+/+), dahi (+)
Kavum nasi : sempit -/+, massa -/-,
benda asing -/-, sekret mukopurulen (+/+)
Mukosa
: hiperemis -/+
Concha : hipertrofi -/+
Septum : Deviasi (-)
#

Faring :

Nasofaring
Mukosa faring
Arkus faring
Uvula
Tonsil
(-),

:
:
:
:
:

Tidak dilakukan
hiperemis (-), sekret (-)
simetris kanan dan kiri
di tengah
T1/T1, tenang, detritus
kripte melebar (-)

Laring :
Tidak dilakukan
#

resume

Seorang wanita 28 th datang ke poli THT RSIJ pondok


kopi dengan keluhan hidung tersumbat dirasakan
sejak 1 bulan yang lalu dan dirasakan semakin
memberat terutama di pagi dan malam hari disertai
nyeri menelan (+),batuk (-), nyeri pada daerah di
atas alis (+), nyeri di bagian sisi hidung sampai ke
mata (+), nyeri kepala terutama disebalah kanan (+)
Pada pemeriksaan fisik didapatkan pasien tampak
sakit ringan, kesadaran kompos mentis, suhu 36,5
oC. Pada pemeriksaan hidung, didapatkan cavum
nasi sempit (-/+), sekret mukopurulen (+/+), mukosa
hiperemis (-/+), konka hipertropi (-/+),nyeri tekan
pada: pangkal hidung (+), pipi (+/+), dahi (+)
#

*Tampak perselubungan sinus maksilaris kiri dan cavum nasi kiri.


Septum nasi masih tampak di tengah
Kesan : Sinusitis maksilaris sinistra dengan Hipertrofi konka nasi sinistra

Tampak perselubungan sinus maksiliaris kiri dan


cavum nasi kiri
Septum nasi masih tampak di tengah
Kesan : Sinusitis maksilaris sinistra dengan
Hipertrofi konkha nasi sinistra
#

Diagnosa

Diagnosa Banding :

Rinosinusitis akut
Multisunisitis akut

Diagnosa banding :

Rinosinusitis akut

Planning

terapi :

Cefixime 200 mg 2 x 1
Rhinos cp 2 x 1

Edukasi :

Hindari kontak dengan alergen


Selalu menggunakan masker saat bepergian
/ keluar rumah

Prognosa

Quo ad vitam :

Quo ad fungsionam :

Dubia ad Bonam
Dubia ad Bonam

Quo ad sanationam :

Dubia ad Bonam

Sinusitis
DEFINISI
Sinusitis ialah suatu keadaan inflamasi
yang melibatkan membran mukosa dari
sinus paranasal serta cairan yang
terdapat pada sinus.

19

ANATOMY AND PHYSIOLOGY

(Adapted from Mc Cheney, 1998)


20

21

Kompleks Ostio Meatal


Keterangan : 1. Infundibulum etmoid
2. Recessus Frontalis
3. Sinus Ethmoidalis Anterior
4. Meatus Media
5. Concha Media

SINUS MAKSILA
Merupakan sinus paranasal yang
terbesar. Saat lahir sinus maksila
bervolume 6-8 ml, hingga
mencapai maksimal 15 ml saat
dewasa. Sinus maksila berbentuk
segitiga.
23
#

SINUS FRONTAL
Sinus frontal kanan dan kiri biasanya tidak
simetris, satu lebih besar dari yang lainnya
dan dipisahkan oleh sekat yang terletak di
garis tengah. Sinus frontal biasanya
bersekat-sekat dan tepi sinus berlekuk-lekuk.
Tidak adanya gambaran septum-septum
atau lekuk-lekuk dinding sinus pada foto
Rontgen menunjukkan adanya infeksi sinus.
24

Sinus Ethmoid

Sinus ethmoid berongga-rongga, terdiri


dari sel-sel yang menyerupai sarang
tawon, yang terdapat dalam massa
bagian lateral os ethmoid, yang terletak
diantara konka media dan dinding medial
orbita
25

Sinus Sfenoid

Sinus sfenoid terletak dalam os sfenoid di


belakang sinus etmoid posterior.
Di bagi menjadi dua oleh sekat yang disebut
septum intersfenoid.
Sebelah superior terdapat fosa serebri media
dan kelenjar hipofisa,
Sebelah inferiornya atap nasofaring,
Sebelah lateral berbatasan dengan sinus
kavernosus dan a. Karotis interna dan
Disebelah posteriornya berbatasan dengan fosa
serebri posterior di daerah pons.
#

Fisiologi

Sinus paranasalis merupakan rongga berisi


udara yang dilapisi mukosa epithelium
pseudostratified bersilia diselingi sel-sel
goblet.

Silia tersebut menyapu cairan mukus ke arah


ostia.

Penyumbatan
ostia
sinus
akan
mengakibatkan penimbunan mukus sehingga
terjadi penurunan oksigenase sinus dan
tekanan udara sinus..
27
#

Penurunan
oksigenase
sinus
akan
menyuburkan
pertumbuhan
bakteri
anaerob.

Tekanan pada rongga sinus yang


menurun akan menimbulkan rasa nyeri
di daerah sinus terutama sinus frontal
dan sinus maksilaris
28

KLASIFIKASI
Berdasarkan perjalanan penyakitnya:
sinusitis akut (< 4 minggu)
sinusitis subakut (4-12 minggu)
sinusitis kronik (> 12 minggu)

29

Etiologi

Virus, bakteri.
Streptococcus pneumonia (30-50%),
Hemophylus influenzae (20-40%) dan
Moraxella catarrhalis (4%).
Pada anak, M.Catarrhalis lebih banyak
ditemukan (20%).
Pada sinusitis kronik, faktor predisposisi
lebih berperan bakteri negatif gram dan
anaerob seperti Peptostreptococcus,
Corynebacterium, Bacteriodes dan
Veillonella.
#

ETIOLOGI
Sinusitis akut :
rinitis akut
infeksi faring
infeksi gigi rahang atas (PM1-M3)
berenang dan menyelam
trauma
barotrauma
31

ETIOLOGI
Sinusitis kronis :
polusi bahan kimia
alergi dan defisiensi imunologi
infeksi baik oleh virus maupun bakteri
obstruksi osteomeatal complex
kelainan anatomi

32

PATOFISIOLOGI
Polusi bahan kimia
Silia rusak
Obs.

gangg.
mekanik

Perubahan
mukosa

alergi &
def.imun

Infeksi kronis

inadekuat terapi akut

33

GEJALA KLINIS
Gejala mayor
nyeri
pada wajah atau dengan
penekanan
rasa penuh atau tersumbat di wajah
sumbatan di hidung
sekret pada hidung
gangguan penciuman
purulen pada rongga hidung
34

GEJALA KLINIS
Gejala Minor
sakit kepala
demam
halitosis
lemah
sakit gigi
batuk
nyeri telinga atau terasa penuh pada
telinga

35

TANDA

Bengkak daerah maksila pada kulit


sekitar
Nyeri tekan
Rinoskopi anterior : mukosa hiperemis
(infeksi), pucat (alergi), septum deviasi,
polip
NP/OP : hipertrofi adenoid, massa, PND
36

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Transluminasi
Rontgen Sinus Paranasal
CT scan
Nasoendoskopi

37

PENATALAKSANAAN
Tujuan : mencapai fungsi dan anatomis
yang normal dari sinonasal.

Medikamentosa Antibiotik dan


simtomatis
Pembedahan

38

Pembedahan

Tidak radikal

Bedah Sinus Endoskopik Fungsional (BSEF)


membersihkan daerah Kompleks Ostio
Meatal mukosa sinus kembali normal

KOMPLIKASI

Orbita
Meningitis, abses subdural, epidural dan
otak, trombosis sinus kavernosus
Osteomyelitis

40

PROGNOSIS
Dengan penanganan yang adekuat,
prognosis baik.

41